Anda di halaman 1dari 2

1.

Ciri-ciri Masyarakat Madani

Merujuk pada Bahmuller (1997), ada beberapa ciri-ciri masyarakat madani, antara lain:[1]

 Terintegrasinya individu – individu dan kelompok – kelompok eksklusif ke dalam


masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.[1]
 Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan – kepentingan yang mendominasi dalam
masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan – kekuatan alternatif.[1]
 Terjembataninya kepentingan – kepentingan individu dan negara karena keanggotaan
organisasi – organisasi volunter mampu memberikan masukan – masukan terhadap
keputusan – keputusan pemerintah.[1]
 Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu – individu
mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri
(individualis).[1]
 Adanya pembebasan masyarakat melalui kegiatan lembaga – lembaga sosial dengan
berbagai perspektif.

2. Toleransi Sosial

Yang dimaksud dengan toleransi sosial adalah toleransi yg terkait dengan kegiatan sosial, atau hubungan
dengan sesama manusia. Contohnya: perdagangan (di pasar), pekerjaan, lalu membangun fasilitas
umum bersama.

pengertian toleransi beragama

adalah toleransi yang mencakup masalah - masalah keyakinan pada diri manusia yang berhubungan
dengan akidah atau yang berhubungan dengan ke-Tuhanan yang diyakininya.

3. bias Gender adalah kebijakan / program / kegiatan atau kondisi yang memihak atau merugikan
salah satu jenis kelamin. anggapan bahwa kaum perempuan memiliki sifat memelihara dan rajin,
serta tidak cocok untuk menjadi kepala rumah tangga, berakibat bahwa semua pekerjaan
domestik rumah tangga menjadi tanggung jawab kaum perempuan
4. KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kerukunan umat bragama yaitu hubungan sesame umat
beragama yang dilandasi dengan toleransi, saling pengertian, saling menghormati, saling
menghargai dalam kesetaraan pengamalan ajaran agamanya dan kerja sama dalam kehidupan
masyarakat dan bernegara.
5. Nikah Mut'ah merupakan sebuah pernikahan yang dibatasi dengan perjanjian waktu dan upah
tertenu tanpa perwalian dan saksi.

Adalah kawin kontrak, kawin siri atau mut'ah. Memang, nikah jenis itu masih menjadi hal tabu di
Indonesia. Para ulama Tanah Air tegas menetapkan fatwa, hukum kawin kontrak, haram.

Sesungguhnya Rasulullah bersabda: " Wahai manusia, sesungguhnya aku dulu pernah
mengizinkan kalian untuk nikah mut'ah, namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah
mengharamkan nikah itu sampai hari kiamat.” (Hadits Riwayat Muslim)
6. Artinya hokum/syariat islam tidak memberatkan manusia dengan kewajiban di luar
kemampuannya, sehingga tidak berat ketika dilaksanakan.
Contoh : -boleh berbuka puasa bagi yang sakit atau dalam perjalanan