Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Profil Program Gizi UPT Puskesmas Ngawi Kabupaten Ngawi,


Jawa Timur Tahun 2018 disusun dengan tujuan memberikan gambaran
tentang keadaan dan kondisi pencapaian perbaikan gizi masyarakat di
wilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi.
Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dari berbagai
aspek diantaranya perbaikan gizi masyarakat. Hal ini disebabkan karena
masalah Gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang
masih perlu ditanggulangi secara terpadu oleh berbagai sektor. Masalah
Gizi utama yang masih banyak dihadapi masyarakata dalah Kurang
Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi (AGB), Kekurangan Vitamin A
(KVA) dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI). Salah satu
faktor yang melatar belakangi timbulnya masalah tersebut adalah
masyarakat kurang memiliki pengetahuan dana dan kebiasaan yang
salah terhadap konsumsi makanan. Masalah Gizi menjadi bertambah
luas dan kompleks karena tingkat penghasilan penduduk yang masih
rendah. Keadaan ini tentunya akan berpengaruh pada kualitas
sumberdaya manusia.
Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) adalah sarana
kesehatan terdepan yang memberi pelayanan kesehatan termasuk gizi
kepada masyarakat diwilayah kerjanya masing – masing. Upaya
perbaikan melalui Puskesmas bertujuan untuk menanggulangi masalah
Gizi dan meningkatkan status Gizi masyarakat. Ditingkat Puskesmas
upaya perbaikan Gizi masyarakat dilaksanakan oleh beberapa tenaga
kesehatan Puskesmas seperti Ahli Gizi (AG), Bidan, Perawat dan tenaga
kesehatan lainya. Upaya perbaikan Gizi melalui Puskesmas belum dapat
dilaksanakan secara efektif karena belum semua Puskesmas memiliki
tenaga yang profesional dibidang Gizi, kemampuan tenaga gizi terbatas,
sedangkan permasalahan Gizi yang dihadapi sangat luas.
Profil Program Gizi UPT Puskesmas Ngawi Kabupaten Ngawi
tahun 2018 ini disusun dengan harapan dapat menjadi masukan dalam
pengambilan keputusan oleh berbagi sektor didalam meningkatkan status
Gizi masyarakat di wilayah Kabupaten Ngawi, khususnya di wilayah kerja
UPT Puskesmas Ngawi.

B. TUJUAN

1. Tujuan Umum
Memacu upaya masyarakat agar mampu memenuhi kebetuhan
gizinya melalui pemanfaatan aneka ragam pangan sesuai daya
kemampuan ekonomi keluarga dan lingkungan masyarakat setempat
sehingga tidak terjadi masalah gizi.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan pemahaman dan kesadaran keluarga akan


pentingnya gizi bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
b. Meningkatkan peran dan upaya keluarga dalam menanggulangi
masalah gizi dilingkungan masing-masing.
c. Meningkatkan keluarga sadar gizi.
d. Menurunkan angka stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas
Ngawi
e. Menurunkan prevalensi anemia gizi besi pada semua kelompok
sasaran.
f. Mencegah dan menurunkan prevalensu KEP pada balita dan bumil
(KEK).
g. Mencegah dan menurunkan prevalensi kekurangan vitamin A pada
balita dan bufas.

C. VISI, MISI DAN MOTTO


1. Visi Puskesmas Ngawi
Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan,
tantangan dan peluang yang ada di UPT Puskesmas Ngawi serta
mempertimbangkan budaya yang hidup dalam masyarakat, maka
Visi yang dicanangkan pada tahun 2016 sampai 2020 adalah :
”TERWUJUDNYA MASYARAKAT KECAMATAN NGAWI YANG
SEHAT, MANDIRI DAN BERKEADILAN”

Penjabaran makna dari Visi tersebut adalah sebagai berikut :


Terwujudnya : Kondisi akhir yang diinginkan
Masyarakat Kec. Ngawi : Satu kesatuan wilayah dan penduduk
dengan segala potensi dalam sistem
pemerintahan di wilayah kerja UPT
Ngawi
Sehat : Suatu keadaan dimana seseorang
terbebas dari penyakit baik yang
bersifat menular atau pun tidak menular
serta terbebas dari kelainan kejiwaan.
Mandiri : Suatu keadaan dimana masyarakat
mau dan mampu berperanserta secara
aktif di dalam setiap usaha untuk
meningkatkan derajad kesehatannya.
Berkeadilan : Suatu keadaan dimana pelayanan
kesehatan bisa mencakup seluruh
lapisan masyarakat

Menuju Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan adalah :


gambaran masyarakat di wilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi yang
ingin dicapaimelalui pembangunan kesehatan, yakni masyarakat
yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu
secara adil dan merata serta berperan aktif di dalam setiap upaya
kesehatan agar memiliki derajat kesehatan yang setinggi tingginya.

2. Misi
Misi adalah rumusan umum tentang upaya yang akan dilaksanakan
untuk mewujudkan Visi dengan mengantisipasi kondisi dan
permasalahan yang ada serta memperhatikan tantangan ke depan
dengan memperhitungkan peluang yang dimiliki.
Misi berfungsi sebagai pemersatu gerak, langkah dan tindakan nyata
bagi segenap komponen penyelenggara pemerintahan tanpa
mengabaikan mandat yang diberikannya.

Untuk mencapai Visi yang telah ditetapkan maka UPT Puskesmas


Ngawi merumuskan Misi sebagai berikut :

a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan


b. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat untuk
hidup sehat
c. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit dan
penanggulangan masalah kesehatan
d. Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan
kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau
e. Menyelenggarakan administrasi dan manajemen yang
bersifat transaparan dan akuntabel.
f. Mengembangkan program inovasi, produk layanan, dan
pemberdayaan sumberdaya kesehatan

3. Motto

“IKHLAS MENGABDI DAN MELAYANI”

4. Tata Nilai Puskesmas Ngawi


I : Inovatif
K : kerjasama
H : Harmonis
L : Loyal
A : Amanah
S : Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun
BAB II

GAMBARAN UMUM

A. DATA UMUM
Puskesmas Ngawi terletak di Jalan S. Parman Kecamatan Ngawi
Kab. Ngawi Jawa Timur. Puskesmas Ngawi berada di wilayah yang
sangat strategis karena berada di lingkungan pemukiman penduduk
dengan pertokoan, perkantoran, dan sekolahan.Jarak tempuh
Puskesmas Ngawi dengan Kabupaten Ngawi kurang lebih 2 km, dimana
jarak antara Puskesmas Ngawi dengan RSUD dr. Soeroto Ngawi kurang
lebih 4 Km dan 2 Rumah Sakit Swasta. Puskesmas Ngawi menempati
area seluas 28,03 Km2 dengan batas wilayah sebagai berikut :

 Batas wilayah kerja Puskesmas Ngawi sebagai berikut :


Utara : Desa Dumplengan/ Kec. Pitu
Selatan : Desa Klitik/ Kec. Geneng, Desa Dawu/ Kec. Paron
Timur : Desa Karangasri/ Kec. Ngawi
Barat : Desa Kebon / Kec. Paron
 Wilayah kerja Puskesmas Ngawi meliputi 8 desa/kel :
- Kel. Margomulyo - Desa Beran
- Kel. Karangtengah -Desa Jururejo
- Kel. Pelem -Desa Grudo
- Kel. Ketanggi -Desa Watualang

Gambar 2.1 Peta Administrasi Kecamatan Ngawi


 Sarana Pendidikan
a. Taman Kanak-kanak : 37
b. SD / MI/ sederajat : 29
c. SMP / MT /sederajat : 9
d. SMU / MA : 12
e. Akademi : 1
f. Perguruan Tinggi : 1

Tabel 2.1 Jumlah Murid


Sekolah Jumlah Murid
Taman Kanak-kanak 2398 murid
SD / MI kelas 1-6 5824 murid
SD/MI kelas 1 997 murid
SLTP / MTs 1470 murid
SMU / MA 5938 murid
Akademi 5938 mahasiswa
Perguruan Tinggi 300 mahasiswa

 Sarana Kesehatan
a. Rumah Sakit
 Rumah Sakit Pemerintah : 1
 Rumah Sakit Swasta : 2
 Rumah Sakit Bersalin : 0
b. Rumah bersalin : 2
c. Puskesmas Pembantu : 1
d. Pondok Kesehatan Desa ( Ponkesdes) : 0
e. Polindes Pondok Bersalin Desa) : 2
f. Puskesmas Keliling : 2
g. Klinik
 Klinik Pratama : 7
 Klinik Utama : 0
h. Laboratorium
 Laboratorium Kesehatan Daerah : 1
 Laboratorium Kesehatan Pratama : 3
 Laboratorium Kesehatan Madya : 0
 Laboratorium Kesehatan Utama : 0
i. Praktek Dokter Spesialis Swasta : 14
j. Dokter Praktek Mandiri : 15
k. Bidan Praktek Mandiri : 10
l. Praktek Perawat : 0
m. Fasyankestrad : 0
n. Nakestrad Praktek Mandiri : 0

 Tempat-tempat Umum
a. Pasar : 3
b. Terminal : 1
c. PDAM : 2
d. Kolam Renang : 1
e. Sport Centre : 4
f. Supermarket/Minimarket : 11
g. Depot/Rumah Makan : 32
h. Tempat Pengolahan Makanan : 23
i. Sarana Ibadah
 Masjid : 55
 Mushola : 72
 Gereja : 6
 Wihara : 1

B. KARAKTERISTIK WILAYAH

Wilayah kerja Puskesmas Ngawi merupakan wilayah dataran


rendah yang mayoritas masyarakatnya sebagai dan industri rumah
tangga. Cakupan Luas Wilayah 41.773 km² yang terdiri dari :

Tabel 2.2 Luas Wilayah


NO DESA / KELURAHAN LUAS (Km2)
1 Margomulyo 2,06
2 Karang Tengah 0,25
3 Pelem 0,85
4 Ketanggi 1,98
5 Beran 6,79
6 Jururejo 3,60
7 Grudo 4,96
8 Watualang 7,54
Hubungan lalulintas antar desa /kelurahan semua dapat dilalui
oleh semua kendaraan baik roda 2 ataupun roda 4.Jarak terjauh dari
Puskesmas Ngawike Desa dapat ditempuh selama 20 menit yaitu Dusun
Ngadirojo Desa Watualang.

C. DATA KEPENDUDUKAN
Jumlah penduduk kecamatan Ngawi Tahun 2018 : 49. 296 jiwa. Rincian
detail gambaran penduduk adalah sebagai berikut ini :
Jumlah penduduk seluruhnya : 49296
Laki laki : 24325
Perempuan : 24971

Tabel 2.3 Piramida Penduduk


LAKI-LAKI UMUR (th) PEREMPUAN JUMLAH
294 0-1 307 601
1211 1-4 1139 2350
1797 5-9 1852 3649
1707 10-14 1760 3467
1759 15-19 1813 3572
1675 20-24 1727 3402
1545 25-29 1592 3137
1746 30-34 1799 3545
1960 35-39 2021 3981
1777 40-44 1831 3608
1915 45-49 1975 3890
1754 50-54 1808 3562
1610 55-59 1660 3270
1304 60-64 1345 2649
2271 > 65 2342 4613
24325 24971 49296

Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 16446 KK


Jumlah Rumah Tangga : 17214 Rumah tangga
Jumlah Rumah : 6075 Rumah
Jumlah Kepala Keluarga mempunyai Kartu BPJS: 5877 KK
Jumlah Penduduk Total Miskin (Jamkesmas) : 12125 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga Miskin (KK) : 15457 KK
Jumlah Anggota Keluarga Miskin (JAMKESMAS): 12125 orang
Jumlah yang mempunyai kartu Jamkesmas : 15457 orang
Jumlah ibu hamil : 635 orang
Jumlah ibu hamil Miskin : 79 orang
Jumlah ibu bersalin : 592 orang
Jumlah Ibu Nifas : 576 orang
Jumlah bayi ( < 1 tahun ) : 601 bayi
Jumlah Anak balita ( 1-4 tahun) : 2350 anak
Jumlah Wanita Usia Subur : 7491 orang
Jumlah Pasangan Usia Subur : 7668 pasang

D. POSYANDU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS NGAWI

Tabel 2.4 Jumlah Posyandu dan Kader di Desa/Kelurahan


No. Desa/Kelurahan Posyandu Kader
Bugisan 5
1 Kauman 5
  Margomulyo 5
Kranggan
   
Kr.Geneng I 5
   
    Kr.Geneng Ii 5
Tj.Rejo 5
2 Sumberejo 5
  Karangtengah Purworejo 5
    5
Mulyorejo
   
Sidorejo 5
   
    Ngadirejo 5
Pelem I 5
3 Pelem
Pelem I 5
   
    Jumlah 5
Sidomulyo 5
4 Ketanggi Krajan 5
    Cabean Lor 5
    Cabean Kidul 5
    5
Klc.Anyar
   
Sidomakmur I 5
   
    Sidomakmur Ii 5
Beran I 5
5 Beran Beran I Barat 5
    Beran Ii 5
    Ingasrejo 5
    5
Belukan
   
Karangrejo 5
   
    Wareng 5
    Pojok 5
    5
Jenggot
   
Balong Timur 5
   
    Balong Barat 5
Lawu Indah 5
Jrubong I 5
6 Jururejo
    Jrubong Ii 5
    Padas 1 5
    Padas Ii 5
    5
Pandansari Utara
   
Pandansari Sel 5
   
    Madiasri 5
Mojorejo 5
7 Grudo Pojok 5
    Brangol 5
    Grudo 5
    5
Ngronggi
   
Cupo 5
   
    Kemuning 5
Ngrambang 5
Krajan Utara 5
8 Watualang
    Krajan Selatan 5
    Gm.Timur 5
    Gm.Barat 5
    5
Purworejo
   
Ngadirojo 5
   
    Bogoharjo 5
Tota 270 orang
l 8 Desa 54 Posyandu

Posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi berjumlah 54


posyandu dan 270 kader yang tersebar di 4 Desa, 4 Kelurahan. Jumlah
kader kesehatan yang cukup banyak diharapkan mampu menjadi ujung
tombak program gizi terutama dalam Keberhasilan posyandu yang
tergambar melalui cakupan SKDN.

BAB III
PENCAPAIAN PROGRAM DAN PEMBAHASAN

A. PELAYANAN GIZI MASYARAKAT


1. Pencapaian Pemberian Vitamin A
Pemberian Vitamin A Balita bertujuan untuk mencegah
Kekurangan Vitamin A (KVA) pada Balita, maka setiap 6 bulan
diadakan distribusi kapsul Vitamin A pada Bayi dan Balita disemua
Posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi. Dari data –
data bulan Februari dan bulan Agustus tahun 2018 maka dapat
dilihat pada tabel 3.1 dengan hasil sebagai berikut :

Tabel 3.1 Capaian Pemberian Vitamin A Balita dan Bayi

NO Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Pemberian kapsul
vitamin A dosis
85% 592 483 81,59%
tinggi pada bayi
umur 6-11 bulan
2 Pemberian kapsul
vitamin A dosis
tinggi pada balita
85% 2310 2002 86,67%
umur 12-59 bulan
2 (dua) kali
setahun

Dari tabel 3.1 dapat dijelaskan bahwa pemberian kapsul Vitamin


A pada bayi usia 6 - 11 di tahun 2018 sebesar 81,59% dari target
85% terdapat kesenjangan sebesar 3,41%. Hal ini dikarenakan
oleh jumlah proyeksi yang diberikan Dinas Kesehatan lebih besar
dari jumlah balita yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas
Ngawi, sehingga persentase yang didapat lebih kecil
dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. Sdangkan
pemberian kapsul Vitamin A padabalita usia 12 – 59 bulan telah
memenuhi target yang ditentukan sebesar 86,6%

Upaya yang telah dan dapat dilakukan untuk mencegah


Kekurangan Vitamin A (KVA) pada bayi dan balita selain
pemberian kapsul Vitamin A yaitu dengan meningkatkan
konsumsi vitamin A melalui makanan sumber vitamin A. Upaya
yang telah dilakukan program gizi UPT Puskesmas Ngawi
diantaranya:
a. Distribusi vitamin A dosis tinggi kepada balita tiap bulan
Februari dan Agustus (vitamin A warna biru usia 6-11 bulan)
dan warna merah untuk usia 12- 60 bulan).
b. Penyuluhan tentang Kekurangan Vitamin A (KVA) dan
pencegahanya.

2. Capaian Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Remaja Putri


& Ibu Hamil
Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri
(Rematri) dan Ibu Hamil merupakan usaha penanggulangan
Anemia Gizi Besi. Hasil laporan tahun 2018 dapat dilihat pada
tabel 3.2 sebagai berikut:

Tabel 3.2 Capaian Pemberian TTD


NO Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Pemberian 90
tablet Besi pada 95% 651 620 95,24%
ibu hamil
2 Pemberian Tablet
Tambah Darah
25% 28510 5702 20,00%
pada Remaja
Putri

Berdasarkan tabel 3.2 dapat dijelaskan bahwa pencapaian


pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Ibu Hamil sebesar
95,24% dari target yang ditentukan sebesar 95%. Sedangkan
untuk pencapaian pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada
Remaja Putri sebesar 20% masih kurang dari target yang
ditentukan yaitu 25% sehingga masih ada kesenjangan 5%. Hal
ini dikarenakan di tahun 2018 TTD Remaja Putri yang
didistribusikan baru tahap pertama, tahap ke dua dan tiga baru
akan didistribusikan di bulan Januari 2019.

Upaya dalam menurunkan prevalensi Anemia Gizi Besi (AGB)


yang telah dilakukan Program Gizi UPT Puskesmas Ngawi antara
lain adalah :
a. Distribusi TTD kepada Remati dan ibu hamil.
b. Penyuluhan tentang Anemia Gizi Besi
c. Sosialisasi Tablet Tambah Darah di SD, SLTP dan SLTA.
B. PENANGGULANGAN GANGGUAN GIZI
1. Capaian Pemberian PMT-P Balita dan IBU Hamil
Pemberian Makanan Tambahan Pemulih (PMT-P) bertujuan untuk
menurunkan dan mengurangi prevalensi Kekurangan Energi
Protein (KEP) pada Balita dan Kekurangan Energi Kronis (KEK)
pada Ibu Hamil. Pencapain PMT-P tahun 2018 dapat dilihat pada
tabel 3.3 sebagai berikut:

Tabel 3.3 Pencapaian Pemberian PMT-P

NO  Kegiatan Target Sasaran  Pencapaian  Persentase

1 Pemberian
PMT-P pada 85% 93 93 100,00%
balita kurus
2 Ibu Hamil KEK
yang mendapat 80% 34 34 100,00%
PMT-Pemulihan

Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa capaian PMT-P pada


Balita kurus dan Ibu Hamil KEK tahun 2018 telah memenuhi
target dengan persentase sebesar 100%.

Upaya dalam menurunkan prevalensi Kekurangan Energi Protein


(KEP) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang telah dilakukan
diantaranya:
a. Pemantuaan pertumbuhan balita melalui penimbangan tiap
bulan di posyandu
b. Pemeriksaaan kesehatan ibu hamil oleh Bidan Puskesmas
c. PMT (Pemberian Makanan Tambahan) di posyandu
d. PMT (Pemberian Makanan Tambahan) pemuliahan untuk
balita gizi buruk dari keluarga miskin
e. PMT utuk ibu hamil KEK dari keluarga miskin
f. Penyuluhan tentang KEP dan KEK tentang pemanfaatan lahan
pekarangan melalui posyandu.

2. Capaian Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan


Perawatan pada Balita Gizi Buruk yang dilakukan sesuai standar
tatalaksana gizi buruk bertujuan untuk terus memantau dan
memberikan pelayanan terbaik agar kondisi Balita Gizi Buruk
cepat teratasi, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam
penanganan. Pencapaian Balita Gizi Buruk yang mendapat
perawatan sesuai stadar dapat dilihat pda tabel 3.4 sebagai
beriku:

Tabel 3.4 Pencapaian Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

NO  Kegiatan Target Sasaran  Pencapaian  Persentase

1 Baita gizi buruk


mendapat
perawatan
100% 6 6 100,00%
sesuai standar
tatalaksana gizi
buruk

Pada tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pencapaian Balita Gizi


Buruk Mendapat Perawatan yaitu 100%. Di wilayah Kerja UPT
Pusksmas Ngawi terdapat 6 balita gizi buruk dan semua balita
sudah mendapat perawatan sesuai standar.
Perawatan yang telah diberikan meliputi:
a. Melakukan pemeriksaan kesehatan oleh dokter
b. Pemantuaan pertumbuhan balita gizi buruk melalui
penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi bdan tiap
bulan di posyandu atau di rumah balita gizi buruk.
c. Pemberian PMT-P berupa biskuit dan susu serta pemberian
Vitamin

C. PEMANTAUAN STATUS GIZI


1. Pencapain D/S, N/D dan BGM
D/S adalah indikator pengukuran partisipasi masyarakat dalam
kegiatan posyandu yang dilaksankan setiap bulan. N/D adalah
indikator pengukuran balita yang naik berat badannya sedangkan
BGM (Bawah Garis Merah) adalah balita yang ditimbang dan
berada dalam Bawah Garis merah. Berdasarkan data tahn 2018,
pencapaian D/S, N/D dan BGM dapat dilihat pada tabel 3.5
sebagai berikut:
Tabel 3.5 Pencapaian D/S, N/D, BGM
     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase
1 Penimbangan
80% 2902 1647 56,75%
balita D/S
2 Balita naik berat
60% 1647 857 52,03%
badannya (N/D)
3 Balita Bawah
Garis Merah 1,8% 1647 16 0,97%
(BGM)

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa pencapain D/S


1647 (56,75%) dengan target yang telah ditentukan sebesar 80%,
terdapat kesenjangan 23,25%. Ini menggabarkan bahwa
partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan posyandu masih
kurang, hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya posyandu bagi balitanya. Upaya
dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di posyandu yang
dilakukan antara lain adalah:
a. Kerjasama dengan linsek (TK/PAUD)
b. Petugas dan kader melakukan kunjungan rumah
c. Sosialisasi tentang kegiatan yang ada diposyandu

N/D atau balita yang naik berat badannya sebesar 52,03% dari
target 60%, terdapat kesenjangan sebesar 7,97%. Untuk
meningkatkan capaian kenaikan Berat Badan (BB) balita upaya
yang dilakukan antara lan:
a. Modifikasi PMT di Posyandu
b. Penyuluhan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di
Posyandu

BGM atau balita yang berada di bawah garis merah pencapaian


sebesar 0,9% dari target 1,8%. Capaian balita BGM sudah
memenuhi target, semakin sedikit pencapaian dari target maka
semakin baik karena balita BGM semakin sedikit dari target yang
ditentukan.

2. Pencapaian Rumah Tangga Mengkonsumsi Garam Beryodium


Tujuan rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium untuk
mencegah berbagai penyakit Gangguan Akibat Kekurangan
Iodium (GAKI) seperti penyakit gondok, penurunankecerdasan dan
keterbelakangan mental. Capaian program rumah tangga
mengkonsumsi garam beryodium di wilayah kerja UPT Puskesmas
Ngawi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.6 Pencapaian Rumah Tangga mengkonsumsi garam beryodium


     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Rumah Tangga
mengkonsumsi
90% 208 199 95,67%
garam
beryodium

Dari tabel 3.4 dapat dilihat bahwa pencapain rumah tangga


mengkonsumsi garam beryodium sudah memenuhi target yaitu
sebesar 95,67% dari target 90%. Upaya dalam mencukupi
kebutuhan iodioum untuk menurunkan prevalensi GAKI yaitu
dengan konsumsi garam beriodium. Upaya yang telah dilakukan
untuk menaggulangi GAKI antara lain yaitu :
a. Monitor garam beriodium dengan sasaran siswa SD kelas 4
dan kelas 5
b. Penyuluhan tentang penanggulangan GAKI

3. Pencapaian Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)


Kekurangan Energi Kronis atau KEK pada ibu hamil dapat
menyebabkan berbagai keadaan yang dapat dialami ibu hamil
maupu bayi dalam kandungan, seperti pendarahan, anemia dan
berat badan lahir rendah (BBLR) pada bayi. Capaian Ibu hamil
KEK diwilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi dapat dilihat pada
tabel sebagai berikut:
Tabel 3.7 Pencapaian Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK)
     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Ibu Hamil Kurang


Energi Kronis 19,7% 651 39 5,99%
(KEK)
Berdasarkan tabel 3.5 dapat dijelaskan bahwa terdapat 39 ibu
hamil KEK dengan persentase (5,99%). Capain yang lebih sedikit
dari target yang ditentukan menunjukan capaian sudah memenuhi
target. Upaya yang telah dilakukan dalam menurunkan prevalensi
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil diantaranya:
a. Pemeriksaaan kesehatan ibu hamil oleh Bidan Puskesmas
b. PMT utuk ibu hamil KEK dari keluarga miskin
c. Penyuluhan tentang KEK tentang pemanfaatan lahan
pekarangan melalui posyandu.

4. Pencapaian Asi Eksklusif


Asi Eksklusif adalah Asi yang diberikan kepada bayi usia 0 bulan –
6 bulan kurang 1 hari. Berdasarkan data tahun 2018 capaian Asi
Eksklusif dapat dilihat pada tabel 3.6 sebagai berikut:

Tabel 3.8 Capaian Bayi usia 6 (enam ) bulan mendapat ASI Eksklusif
     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Bayi usia 6
(enam ) bulan
21,1 % 585 36 6,15%
mendapat ASI
Eksklusif

Berdasarkan tabel di atas capaian asi eksklusif sebesar 36


(6,15%) dari target 21,1%. Hal ini menunjukan bahwa pencapain
masih jauh dari target yang ditentukan. Ada beberapa faktor yang
menyebabkan bayi tidak diberikan Asi secara Eksklusif seperti
pengetahuan ibu yang kurang tentang apa pentingnya Asi
Eksklusif bagi bayi. Dalam meningkatkan capaian program ASI
eksklusif upaya yang dapat dilakukan antara lain:
a. Kerjasama dengan lintas program
b. Melakukan pembinaan KP ASI terhadap kader

5. Capaian Bayi yang baru lahir mendapat IMD


IMD atau Inisiasi Menyusui Dini adalah langkah penting untuk
memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui dengan cara
meletakan bayi pada dada Ibunya segera setelah bayi lahir.
Tujuan IMD adalah agar bayi mendapatkan kolostrum serta
meningkatkan kesehata bagi bayi. Pencapain IMD di wilayah kerja
UPT Puskesmas Ngawi pada tahun 2018 dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel 3.9 Capaian Bayi yang baru lahir mendapat IMD
     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Bayi yang baru


lahir mendapat 21,1
585 375 64,10%
IMD (Inisiasi %
Menyusu Dini )

Berdasarkan tabel 3.6 persentase pencapain IMD sebesar 64%


dan telah memenuhi target yang ditentukan sebesar 21,1%.

6. Capaian Balita Pendek


Stunting atau balita pendek dimana tinggi badan balita lebih
pendek dibandingkan dengan tinggi badan balita seumurannya.
Capain hasil 2018 diwilayah kerja UPT Puskesmas Ngawi untuk
balita pendek dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3.10 Capaian Balita Pendek


     
NO  Kegiatan Target Sasaran Pencapaian Persentase

1 Balita pendek 21,1


1615 78 4,83%
(Stunting ) %

Berdasarkan tabel 3.10 pencapain balita pendek sebesar 4,83%


jauh lebih kecil dari target yang telah ditentukan yaitu sebesar
21,1%. Hal ini menandakan bahwa capain balita pendek sudah
memenuhi target dimana balita pendek diwilayah kerja UPT
Puskesmas Ngawi lebih sedikit dari target yang ditentukan.

D. KONSULTASI GIZI
Konsultasi gizi adalah sebuah pelayanan edukasi gizi yang diberikan
oleh seorang Ahli Gizi kepada pasien rawat jalan di UPT Puskesmas
Ngawi. Capaian konsultasi gizi yang di dapat pada tahun 2018 di UPT
Puskesmas Ngawi dapat dilihat pada tabel 3.5 sebagai berikut:

Tabel 3.5 Capain Konsultasi Gizi Di Pusksmas Tahun 2018


No Bulan Capaian
1 Januari 0
2 Februari 0
3 Maret 0
4 April 0
5 Mei 48
6 Juni 17
7 Juli 57
8 Agustus 60
9 September 27
10 Oktober 13
11 November 9
12 Desember 28
Jumlah 261

Berdasarkan Tabel 3.5 dapat disumpulkan bahwa konsultasi gizi


tertinggi yaitu pada bulan Agustus sebanyak 60 orang. Pada bulan
Januari – April konsultasi gizi 0 dikarena belum ada petuga gizi yang
melayani konsultasi gizi.

E. POS GIZI
Pos Gizi (Pos Pemulihan Gizi) merupakan suatu wadah atau sarana
untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita berperilaku kadarzi
(keluarga sadar gizi) dengan baik dan mampu mengatasi masalah gizi
dan kesehatan pada umumnya. Pos Gizi juga merupakan tempat
pemulihan balita gizi buruk dan gizi kurang agar menjadi gizi baik.

Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai tahun 2013 telah mencanangkan


Program Restu Ibu, sebuah program untuk mengentaskan gizi buruk.
Salah satu kegiatannya adalah Pos Gizi, yaitu Pemberian Makanan
Tambahan (PMT) berupa makanan lengkap kepada balita gizi buruk
dan gizi kurang selama 12 hari berturut-turut. Kegiatan Pos Gizi
bersumber dana BOK dan ADD.

Pada tahun 2018 Program Gizi UPT Puskesmas Ngawi Telah


melaksanakan POS GIZI di 4 Desa dan 4 Kelurahan dengan hasil
sebagai berikut:

1. Desa Watualang

Gambar 3.1 Grafik Kenaikan BB, Desa Watualang


Grafik Kenaikan Berat Badan
BB (kg) BB Akhir (kg)
13.8
13.5
11.6 12
11.5 11.7
11.4
11.1 11.1
11 10.5
10.6
8.9
8.8 8.2
8.1
7.2
7.1 7.8 7.5
7.5 7.5 7.4
7.4

N
UL

RE IL

KY
AH
ES

FA IP
FA GA

ZA

IA
A

FA
DI
KI
R

TR
IN
UM

ZA
RE

DA
SE

NG

TIM
LA
AS

AN

SA
H

Berdasarakan gambar diatas terdapat dua baliata tidak mengalami


kenaikan BB atau Tetap, dua balita yang mengalami penurunan BB,
tiga balita BB naik kurang dari 2,5 ons dan lima balita BB nail lebih
dari 2,5 ons.
Berdasarkan lampiran 1 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah dua balita yaitu:
a. Fahreza usia 10 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,008 naik
menjadi -1,927.
b. Fatimah usia 21 bulan dengan status gizi awal BB/U -3,012 naik
menjadi -2,691.

2. Desa Beran

Gambar 3.2 Grafik Kenaikan BB, Desa Watualang

Grafik Kenaikan Berat Badan


BB (kg) BB(kg)
14
13.9 13.2
12.9 12.2
12.2
11.2
11.1 10.6
10.5 10.7
9.7
9.7 10.3
8.3
8.2 7.9
7.5

Berdasarakan gambar 3.2 terdapat dua balita yang tidak mengalami


kenaikan BB atau Tetap, empat balita yang mengalami penurunan
BB, dua balita BB naik 1 ons dan satu balita BB naik lebih dari 2,5
ons.
Berdasarkan lampiran 2 balita Pos Gizi Desa Beran yang
mengalami kenaikan status gizi tidak ada.

3. Desa Grudo

Gambar 3.3 Grafik Kenaikan BB, Desa Grudo

Grafik Kenaikan Berat Badan


BB (kg) BB(kg)
13.2
13
10.5
10 10.9
10 1010
99 99.1 8.59 99.9
88.5 88

L L IF
AN GG
A TA AN VA ILL
A S.N RI AL IFA
AL N SIN IM U Q A NU AL
LI DE LA NA A ILL
SU A D AQ
M
AH

Berdasarakan gambar diatas terdapat tiga balita yang tidak


mengalami kenaikan BB atau Tetap, dua balita yang mengalami
kenaikan BB kurang dari 2,5 ons dan lima balita naik lebih dari 2,5
ons.
Berdasarkan lampiran 3 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah empat balita yaitu:
a. Sulaiman usia 14 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,118
naik menjadi -1,566.
b. Aqilla usia 35 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,359 naik
menjadi -1,763.
c. Alif usia 18 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,268 naik
menjadi -1,754.
d. Alifa 35 bulan dengan status gizi awal BB/U -3,269 naik menjadi
-2,517.

4. Desa Jururejo

Gambar 3.4 Grafik Kenaikan BB, Desa Jururejo


Grafik Kenaikan Berat Badan
BB Awal (kg) BB Akhir(kg)
11.1
10.9 11.5
10.9
9.7 10.2
9.7
8.8
8.8 99 9.3 8.7
8.1
7.8 8.5
8.3 8.1
8.1 8.4 8.2
7.9

B V Y
GA YU
D
NO AN
G EA UR
A
ZIL
A
NA
N
AN
A
ZK
YO AY O VA T ELS A A E L RI
N LIN CH N N R A

Berdasarakan gambar diatas terdapat tiga balita yang tidak


mengalami kenaikan BB atau Tetap, dua balita yang mengalami
kenaikan BB kurang dari 2,5 ons dan enam balita naik lebih dari 2,5
ons.
Berdasarkan lampiran 4 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah tiga balita yaitu:
a. Nazila usia 21 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,434 naik
menjadi -1,799.
b. Renan usia 20 bulan dengan status gizi awal BB/U -1,398 naik
menjadi -0,950.
c. Alana usia 18 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,108 naik
menjadi -1,803.

5. Kelurahan Karang Tengah

Gambar 3.5 Grafik Kenaikan BB, Kelurahan Karang Tengah

Grafik Kenaiakan Berat Badan


BB (kg) BB(kg)
11.3
11.2 11.4 11 11.7
11.7 11.6
11.5
10.2 10.9
9.9 9.9
9.8 10.6 10.4
10.2 10.2
9.7
8.6
8.5

.F A S I L
M NA LA GU AN FF
A
ITR BA SY
A
DI
A
A L ZE K AY A IZ D A F IQ TA
NA AS
B AS IN
A
AL
Berdasarakan gambar 3.5 terdapat satu balita yang tidak
mengalami kenaikan BB atau Tetap, lima balita yang mengalami
kenaikan BB kurang dari 2,5 ons dan tiga balita naik lebih dari 2,5
ons.
Berdasarkan lampiran 5 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah tiga balita yaitu:
a. Askayla usia 40 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,223 naik
menjadi -1,881.
b. Alina Fitri usia 33 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,083
naik menjadi -1,929.
c. Iqbal usia 27 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,350 naik
menjadi -1,917.

6. Kelurahan Ketanggi

Gambar 3.6 Grafik Kenaikan BB, Kelurahan Ketanggi

Grafik Kenaiakn Berat Badan


BB (kg) BB(kg)
11.9
11.5 11.9
11.7
9.8 10.5
10
9.1
9.1 8.9 9.6
8.7 8.4 8.3
8.1
7.7
6.7
6.5

A S A IK K A R
IR RI DY AL N RI
W O
UN YA
SV
M
A
FA M EE T IDA R YT
DE DA K IR QU PU AL
V BA AD
ZA

Berdasarakan gambar 3.6 terdapat satu balita mengalami


penurunan BB, satu balita yang tidak mengalami kenaikan BB atau
Tetap, lima balita yang mengalami kenaikan BB kurang dari 2,5 ons
dan dua balita naik lebih dari 2,5 ons.
Berdasarkan lampiran 6 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah dua balita yaitu:
a. Zakir malik usia 12 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,063
naik menjadi -1,267.
b. Aditya Rizky usia 27 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,088
naik menjadi -1,667.
7. Kelurahan Margomulyo

Gambar 3.7 Grafik Kenaikan BB, Kelurahan Margomulyo

12.9
Grafik Kenaik Berat Badan
12.5
11 11.2 BB (kg)
11 BB(kg)
10.5
8.8 9 8.7 9.3
9.3
8.5 8.6 8.5 8.6 8.3
8.2 8.5 8.3
8.5
7.9
7.9
6.5
6.5

.. TI I
A. LM
A ISA AH INA NI
SA N A
ZA VAN FZA
M DI
A
IA TR
M EL ISY L U VI P U
D SA F A GE A N
FA ZI A UM
PA AN AL

Berdasarakan gambar 3.7 terdapat tiga balita yang tidak mengalami


kenaikan BB atau Tetap, empat balita yang mengalami kenaikan BB
kurang dari 2,5 ons dan lima balita naik lebih dari 2,5 ons.
Berdasarkan lampiran 7 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah tiga balita yaitu:
c. Padmanova usia 12 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,107
naik menjadi -1,859.
d. Angelina usia 17 bulan dengan status gizi awal BB/U -1,342 naik
menjadi -0,876.
e. Vida usia 21 bulan dengan ststus gizi awal BB/U -2,282 naik
menjadi -1,893.

8. Kelurahan Pelem
Gambar 3.8 Grafik Kenaikan BB, Kelurahan Pelem

Grafik Kenaikan BB
BB Awal (kg) BB Akhir(kg)
13.5
13.5
11.8
11.8 11.6
11.4 10.5 12.2
12 11.4 12.3
11.9
11 10.5
10.3 10.3
10.1 11 10.5
10.2

N N R A A S Y R L
VI VI US IK NI NI A H KA VA
A A G D A HA IK FA AZ O
RN GH BA ZA
N D
AD AD TI N
YO M FR LA
RA
Berdasarakan gambar 3.8 terdapat dua balita yang tidak mengalami
kenaikan BB atau Tetap, tiga balita yang mengalami kenaikan BB
kurang dari 2,5 ons dan lima balita naik lebih dari 2,5 ons.
Berdasarkan lampiran 8 balita yang mengalami kenaikan status gizi
berjumlah tiga balita yaitu:
a. Bagus R usia 35 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,103
naik menjadi -1,807.
b. Zandika usia 32 bulan dengan status gizi awal BB/U -2,211 naik
menjadi -1,373.
c. Noval usia 44 bulan dengan ststus gizi awal BB/U -2,016 naik
menjadi -1,941.

Rencana Tindak Lanjut Kegiatan Pos Gizi


a. Untuk balita yang status gizinya masih kurang dan sangat
kurang akan tetap dipantau setiap bulan.
b. Pemberian vitamin, makanan tambahan berupa biskuit dan juga
konseling pada orang tua balita.
c. Untuk balita yang tidak mau datang dan mengikuti kegiatan pos
gizi diberi penyuluhan tentang Pos Gizi secara umum di
posyandu dan secara khusus utuk balita status gizi kurang dan
sangat kurang.
BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Pada progam penanggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA) pada
bayi usia 6 – 11 bulan, target distribusi vitamin A belum tercapai,
masih ada kesenjangan sebesar 3,41%. Pemberian vitamin A
balita usia 12 – 59 bulan sudah memenuhi target sebanyak 86,6%
dari target 85%. Penyuluhan KVA sudah dilakukan melalui
posyandu.
2. Pada program penanggulangan anemia gizi pada remaja putri
belum tercapai dari target 25% yang tercapai 20% masih ada
kesenjangan 5%. Untuk target distribusi Fe bumil sudah tercapai
yaitu 95,24% dari target 95%. Tiap akhir tahun sudah dilakukan
sosialisasi TTD mandiri, namun kesadaran siswi untuk
mengkonsumsi TTD mandiri masih kurang.
3. Pada program penanggulangan KEP dan KEK sudah tercapai
yaitu sebesar 100% untuk PMT – P pada balita kurus, 100% PMT-
P pada ibu hamil KEK.
4. D/S belum memenuhi target yang telah ditentukan sebesar 80%,
pencapain tahun 2018 sebesar 56,75% masih ada kesenjangan
23,25%.
5. N/D belum memenuhi target yang telah ditentukan sebesar 60%
pencapain tahun 2018 sebesar 52,03% masih ada kesenjangan
7,97%.
6. Untuk kegiatan Asieksklusif belum dapat memenuhi target yang
telah ditentukan 21,1%, pencapain 6,15% masih ada kesenjangan
14,95%.
7. Dari hasil monitoring garam yang telah dilaksanakan pencapain
rumah tangga mengkonsumsi garam beryodium sudah memenuhi
target yaitu sebesar 95,67% dari target 90%. Upaya dalam
mencukupi kebutuhan iodioum untuk menurunkan prevalensi GAKI
yaitu dengan konsumsi garam beriodium dan penyuluhan.
8. Pencapaian kegiatan konsultasi gizi tertinggi pada bulan Agustus
sebanyak 60 orang. Pada bulan Januari – April konsultasi gizi 0
dikarena belum ada petuga gizi yang melayani konsultasi gizi.
9. Kegiatan pos gizi pada tahun 2018 telah dilaksanakan di 4 Desa
dan 4 Kelurahan yaitu: Desa Beran, Watualang, Jururejo, Grudo
dan Kelurahan Ketanggi, Margomulyo, Karang Tengah, Pelem.

B. SARAN
1. Penyuluhan tentang Kekurang Vitamin A (KVA) dan
penanggulanganya perlu dilakukan terus menerus kepada
masyarakat melalui posyandu balita.
2. Perlu sosialisasi kepada masyarakat terutama remaja putri tentang
anemia gizi besi (AGB) dan (TTD) Tablet Tambah Darah. Serta
motivasi kepada pihak sekolah agar kegiatan minum TTD bersama
lebih ditingkatkan lagi.
3. Dalam menanggulangi KEP pada balita dan KEK pada ibu hami
maka perlu meningkatkan kerjasama dengan lintas sektor dengan
program Restu Ibu pada balita dan Orang Tua Asuh pada ibu
hamil.
4. Perlu keaktifan dari masyarakat dalam tingkat keberhasilan
posyandu karena posyandu adalah milik masyarakat., sehingga
diharapkan posyandu dari masyarakat, oleh masyarakat dan
untuk masyarakat. Menu PMT posyandu dibuat lebih berfariasi
agar kedatangan balita dapat lebih meningkat.
5. Dalam meningkatkan presentase ASI EKSKLUSIF makan perlu
pembentukan KP ASI bagi Desa / Kelurahan yang belum
terbentuk dan meningkatkan pembinaan KP ASI bagi Desa /
Kelurahan yang sudah terbentuk.
6. Melakukan penyuluhan akibat GAKI di sekolahan.
7. Dalam melakukan konsultasi gizi diharapkan dapat
menyesuaikan dengan jadwal petugas gizi yang ada,
dikarenakan keterbatasan jumlah Tenaga Gizi.