Anda di halaman 1dari 16

TUGAS CRITICAL BOOK REVIEW

Ekonomi Pembangunan

Prof.Lincolin Arsyad, Ph.D. (2017)

Oleh :

Gerald Roynaldo Sihaloho

180503123

Disusun Sebagai Salah Satu Tugas Yang Diwajibkan

Dalam Mengikuti Perkuliahan Pengantar Ekonomi Pembangunan

PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan
karunia-Nya, penulisan makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Adapun judul
Critical Book Review ini yaitu mengenai “Ekonomi Pembangunan”.
Critical Book Review (CBR) ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ekonomi Pembangunan dan menjadikan penambahan wawasan sekaligus pemahaman
terhadap materi tersebut. Di lain sisi, penulis mendapatkan pengalaman dan ilmu yang
berharga dalam penyusunan penulisan Critical Book Review ini. Penulis sangat berterima
kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian CBR ini, tekhusus
kepada dosen pengampu mata kuliah ini bapak Dr. Bukit Buchori Siagian,S.E.,M.Si dan
para teman-teman sekalian.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan CBR ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran serta
bimbingan dari dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga
karya tulis CBR ini bermanfaat bagi semuanya.

Medan, Desember 2019

Penyusun

Gerald Roynaldo Sihaloho


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ i

DAFTAR ISI............................................................................................................................................... ii

REVIEW JURNAL .................................................................................................................................. 1

Pendahuluan............................................................................................................................... 1

Identitas Buku yang di Review ………………………………………………………… 2

LITERATUR REVIEW ……………………………………………………………………………... 3

RINGKASAN ISI BUKU……………………………………………………………………………6

HASIL DAN KESIMPULAN………………………………………………………………………15


Pendahuluan

Pembangunan ekonomi bukanlah sebuah topik baru dalam ilmu ekonomi karena
studi tentang pemangunan ekonomi telah menarik perhatian ekonom sejak jaman
Merkantilis, Klasik, sampai Marx and Keynes.Bapak ilmu ekonomi, Adam Smith misalnya,
telah menyinggung berbagai aspk tentang pembangunan ekonomi dalam karya
fenomenalnya yang berjudul The Wealth of Nations (1776). Oleh karena itu, tidaklah tepat
kalau kita menganggap bahwa ekonomi pembangunan merupakan suatu bidang analisis
yang baru daam ilmu ekonomi. Akan lebih tepat jika kita mengatakan bahwa analisis
tentang masalah pembangunan yang dilakukan ole para ekonom sekarang ini merupakan
suatu “kebangkitan kembali” untuk memperhatikan masalah-masalah yang dianalisis oleh
para ekonom terdahulu.

Meskipun topik pembangunan ekonomi sendiri bukan merupakan bidang baru


dalam hal ilmu ekonomi, tetapi ada masa dimana pembangunan ekonomi sendiri kurang di
perhatikan, yaitu pada masa sebelum Perang Dunia ke II (PD II), dimana setelah PD II
berakir masa itu dikena sebagai masa “kebangkitan kembali” karena perhatian terhadap
pembangunan ekonomi tumbuh dengan pesat yang disebabkan oleh beberapa faktor:
Pertama, Negara berkembang yang berusaha mengejar ketertinggalannya pasca PDII.
Kedua, berkembangnya perhatian Negara-negara maju terhadap usaha pembangunan
(khususnya pembangunan ekonomi) di NSB ang didorong oleh rasa kemanusiaan untuk
membantu pembangunan Negara berkembang.

Pembangunan ekonomi sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa.


Sebelum decade 1960-an, pembangunan ekonomi didefenisikan hanya sebagai kemampuan
nasional untuk dapat menaikkan dan mepertahankan lajur pertumbuhan GNP-nya hingga
mencapai 5-7 persen atau lebih per tahun. Defenisi pembangunan ekonomi mengalami
pembaharuan menjadi suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil perkapita
penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem
kelembagaan dan taraf hidup masyarakatnya.

Selain pengenalan tentang apa itu Pembangunan ekonomi, latar belakang, dan juga
dan sejarah singkat mengenai pembangunan ekonomi, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. juga
memamparkan materi materi lain dalam BAB 1 dari buku “ Ekonomi Pembangunan” yang
bisa menjadi pengantar tentang apa itu pembangunan ekonomi dan ruang lingkupnya ang
akan di bahas di bab-bab lain. Sebagaimana pembangunan ekonomi meruakan kajian utama
dari Ekonomi Pembangunan
Identitas Buku yang di Review

1. Judul : Ekonomi Pembangunan


2. Edisi : Cetakan ke-5
3. Pengarang/(Editor,jika ada) : Prof. Lincolin Arsyad, Ph,D.
4. Penerbit : UPP ATIM YKPN
5. Kota terbit : Yogyakarta
6. Tahun terbit : 2010
7. ISBN :-
LITERATUR REVIEW

Setelah diperkenalkan terlebih dahulu mengenai apa itu pembangunan ekonomi dan
ruang lingkupnya pada BAB 1 “Pendahuluan”. Pada BAB 2, penulis menjelaskan tentang
materi Indikator Pembangunan. Indikatr dalam suatu Pembangunan ekoomi diperlukan.
Indikator ekonomi mengukur tingkat kemajuan pembangunan ekonomi suatu negara.
Manfaat utama dari indikator adalah agar dapay digunaan untuk memperbandinkan tingkat
kemajuan pembangunan atau ingkat esejah teraan masyarakat antarwilayah atau negara.

Buku ini membagi mengelompokkan indikator pembagunan menjadi tiga yaitu:


Idikator moneter, Indikator Non-moneter, dan indikator Campuran. Hal in merupakan nilai
plus, selain mengelompokkan indikator tersebut, buku juga membahas tentang hal-hal apa
saja yang bisa dijadikan indikator seuai dengan kelompok golongannya. Selain itu, buku
juga memberikan analisis lain , selain pengertian atau defenisi, seperti kelemahan dari tolak
ukur itu sendiri dan juga apa standar atau tolak ukur yang bisa digunakan dalam indkator
tersebut.

Sebagai contoh, pada bagian Kelompok Indikator Non-moneter, ada dua indikator
yang bsa digunakan yaitu indikator social dan indikator kalitas hidup. Di kedua indikator
ini memberikan klasifikasi negara berdasarkan indikataor , jenis-jenis pembanding
kesejahteraan social seperti tingkat konsumsi dan persediaan suatau negara, dan idikator-
indikator lain yang juga digunakan secara umum untuk mengetahu tingkat kesejah teraan
social. Disebutkan bahwa terdapa 10 indikator ekonomi dan 8 indikator social yang dapat
digunakan untuk mengukur tingkat kesejah teraan masyarakat di suatu negara, yaitu:

1. Tingkat harapan hidup


2. Konsumsi protein hewani per kapita
3. Presentase anak-anak yang belajar di sekolah dasar dan menengah
4. Presentase anak-anak yang belajar di sekolah kejuruan
5. Jumlah surat kabar
6. Jumlah telpon
7. Jumlah radio
8. Jumlah penduduk di kota-kota yang mempunyai 20.000 penduduk atau lebih
9. Presentase laki-laki dewasa di sektor pertanian
10. Presentase tenaga kerja yang bekerja di berbagai sektor
11. Presentase tenaga kerja yang memperoleh gaji atau upah
12. Presentase Produk Domestik Bruto yang berasal dari insdustri-industri manufaktur.
13. Konsumsi energi per kapita
14. Konsumsi listrik perkapita
15. Konsumsi baja perkapita
16. Nilai per kapita perdagangan luar negeri
17. Produk pertanian rata-rata dari pekerja laki-laki di sektor pertanian
18. Pendapatan perkapita Produk Nasional Bruto (PNB).
Selanjutnya, buku membahas tentang Teori-Teori Pertumbuhan Dan
Pembangunan Ekonomi pada BAB 3. Disini buku memaparkan selain tentang apa isi
dari teori-teori pertumbuhan dan pembangunan ekonomi jga pokok pikiran yan
mendasari dpembentukan teori tersebut leh para ahli, ahkan ulasan terhadap teori
teori tersebut (termasuk didalamnya kritikan dan kelemahan kelemahan dari masing
masing teori).

Matei yang terrangkum dengan jelas Bab demi bab materi di sangkum dan di
sampaikan denan singka padat dan jelas yang memunkinkan pembaca untuk lebih
mudah dalam menangkap materi dilengkapi dengan gambar dan table.Satu hal
yang menarik dari buku ini adalah buku ini yaitu buku ini memberikan daftar tabel
dan daftar gambar dari setiap gambar yang tersedia . daftar tabel pada alaman XV
dan daftar gambar pada halaman XIX akan sangat membantu pembaca memahami
tentang apa materi yang ada.

Salah satu kekurangan dari buku ini adalah, meskipun buku ini merupakan
terbtan tahunn 2017,dan merupakan edisi ke 5 yang seharusnya sudah mengalami
pembaharuan dan revisi. Namun, data yang digunakan dalam buku kurang reevan
atau bahkan tidak relevan sama sekali.
Contoh, tabel 2.4 pada halaman 45 hanya memaparkan data tentang Trend
indeks kuakitas hidup (PQLI) diindonesia hanya pada sampai tahun 1990.

Tabel 2.4
Trend Indeks Kualitas Hidup (PQLI) di Indonesia

PROVINSI 1970 1980 1990


ACEH 50 64 8
SUMATERA UTARA 58 68 79
SUMATERA BARAT 50 57 75
RIAU 54 59 77
JAMBI 44 56 74
SUMATERA SELATAN 47 64 75
BENGKULU 46 59 75
LAMPUNG 48 63 75
DKI JAKARTA 54 72 86
JAWA BARAT 43 53 68
JAWA TENGAH 42 59 73
D.I. YOGYAKARTA 41 69 80
JAWA TIMUR 44 57 72
BALI 43 59 76
NTB 30 41 47
NTT 45 51 58
KALIMANTA BARAT 42 51 67
KALIMANTAN TENGAH 53 63 79
KALIMANTAN SELATAN 48 57 69
KALIMANTAN UTARA 52 62 79
SULAWESI UTARA 62 69 80
SULAWESI TENGAH 49 56 69
SULAWESI SELATAN 38 54 71
SULAWESI TIMUR 36 54 70
MALUKU 51 51 74
IRIAN JAYA - 57 64
SUMBER:BPS (1992)

Data dari tabel ini memang memberi manfaat untuk memnunjukkan contoh
bagaiana tabel PQLI itu, akan tetapi untuk contoh dan kerelevanan datanya menjadi
kekurangan bagi buku ini. Penggunaan data yang kurang relevan atau masih
menggunakan data 2006 ke bawah . dari tabel itu saja kita bisa melihat provinsi di
Indonesia ada 27 pada tahun 1990 sedangkan pada abel hanya ada 26 provinsi. ntuk
sebuah buku edisi ke 5, keluaran tahun 2017, datanya kurang relevan dan menjadi
nilai minus ntuk buku ini.
Terlepas dari data yang kurang relevan, buku ini juga memberikan
kemudahan bagi pembaca unuk mengevaluasi penguasaan materi dengan soal soal
latihan yang tersedia.Bentuk soal yang berpa pilhan berganda dan memiliki
instruksi pengerjaan yang jelas , serta memiliki jumlah soal ang cukup banyak,
menurut saya, akan sangat membantu pembaca untunk memahami materi yang
tersedia. Akan tetapi, kuci jawaban agi pembaca tidak disediakan yang bisa saja
berdampak pada pembaca yang tidak bisa menilai aakah jawaban nya benar atau
salah secara cepat. Sehingga proses evaluasi kurang efisien.
Selain itu, daftar pustaka yang merupakan pedoman atau referensi kita untuk
mencari data data dan informasi tidak disatukan dan dicantumkan jadi satu di akhir
buku, melainkan dibuat di setiap akhir bab. Meskipn bisa dilihat merupakan Sesutu
yang tidak biasa, tapi bisa jadi hal positive mengingat mempermudah pembaca
untuk lebih cepat dalam mencai referensi. Daftar pustaka di seiap akhir bab akan
mempermdah pemaca dimana pembaca tidak perlu lagi susah untuk mencari
sumber yang telah tercampur seperti di daftar pustaka biasa.
Ringkasan Isi Buku

BAB 2 (Indikator Pembangunan)


Mengukur Keberhasilan Pembangunan

Pengertian pembangunan itu sangat luas.Tidak hanya sekedar proses peningkatan


GNP per kapita,tetapi juga bersifat multidimensi yang mencakup berbagai aspek
(ekonomi,sosial,dan politik) dalam kehidupan masyarakat.Pembangunan ekonomi
seringkali didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan pendapatan rill per kapita dalam
jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.Jadi proses kenaikan
pendapatan per kapita secara terus menerus dalam jangka panjang saja tidak cukup bagi kita
untuk mengatakan telah terjadi pembangunan ekonomi,tetapi perbaikan struktur sosial,
sistem kelembagaan (baik organisasi maupun aturan main)dan perubahan sikap dan
perilaku masyarakat juga merupakan komponen penting dari pembangunan
ekonomi.Berikut ini dibahas beberapa indikator keberhasilan pembangunan :

INDIKATOR MONETER

1)Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita adalah indikator moneter atas setiap kegiatan ekonomi
penduduk suatu negara.Kelebihan utama dari pendekatan ini adalah karena difokuskan
pada raison d’etre dari pembangunan yaitu meningkatnya standar dan kualitas hidup
masyarakat serta berkurangnya angka kemiskinan.

Kelemahan Umum Pendekatan Pendapatan per kapita

Ketidakmampuannya untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat


secara utuh.Seringkali adanya kenaikan pendapatan per kapita suatu negara tidak disertai
oleh perbaikan kualitas hidup masyarakatnya.Kita harus menyadari bahwa tingkat
pendapatan masyarakat merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat
kesejahteraan mereka,meskipun di samping itu ada beberapa faktor lain (non-ekonomi)
seperti adat istiadat,keadaan iklim,dan alam sekitar,serta ada atau tidaknya kebebasan
dalam mengeluakan pendapat dan betindak.Beberapa ekonom memandang bahwa tingkat
kesejahteraan masyarakat merupakan suatu hal yang subyektif.Artinya setiap orang
mempunyai pandangan hidup,tujuan hidup,dan cara hidup yang berbeda.

Kelemahan Metologis Pendekatan Pendapatanper Kapita

Kelemahan ini timbul karena pendekatan ini mengabaikan adanya perbedaan


karakteristik antarnegara,misalnya struktur umur penduduk,distribusi pendapatan
masyarakat,kondisi sosial-budaya,dan perbedaan nilai tukar (kurs) satu mata uang terhadap
mata uang yang lain.
Ada beberapa hal yang menyebabkan tingkat kesejahteraan masyarakat
berbeda,meskipun tingkat pendapatan perkapitanya relatif sama :

1. .Pola pengeluaran masyarakat.Misalnya kita asumsikan ada dua orang yang tingkat
pendapatannya relatif sama,tetapi salah seorang diantaranya harus mengeluarkan
biaya transportasi yang lebih tinggi untuk pergi ketempat kerja,harus berpakain
necis,dsb,sementara yang satu tidak.Oleh karena itu kita tidak dapat mengatakan
kedua orang tersebut memunyai kesejahteraan yang sama tingginya.
2. Perbedaan iklim.Masyarakat di negara maju harus mengeluarkan uang yang lebih
banyak untuk mencapai suatu tingkat kesejahteraan yang sama dengan di
NSB.Sebagian besar negara maju beriklim dingin dan sebagian besar NSB beriklim
tropis.Oleh karena itu penduduk negara maju seringkali harus mengeluarkan uang
dalam jumlah yang besar untuk dapat menikmati “iklim tropis”.Dan pada musim
dingin masyarkat negara maju harus mengeluarkan tambahan yang culup besar
untuk biaya pemanasan (heater) dirumahnya,dan biaya pendingin udara (AC) di
musim panas.
3. Struktur produksi nasional.Suatu masyarakat akan menikmati tingkat kesejahteraan
yang lebih rendah jika proporsi pendapatan nasional (pengeluaran) yang digunakan
untuk anggaran pertahanan dan pembentukan modal (capital formation) lebih tinggi
dibandingkan di negara lain yang memiliki tingkat pendapatan per kapita yang
relatif sama.

Kesalahan dalam mengistimasi tingkat pendapatan pendapatan per kapita di NSB


disebabkan oleh adanya “ketidaksempurnaan ” dalam metode perhitungan pendaptan per
kapita.Ketidaksempurnaan tersebut disebabkan oleh 2 hal yaitu

 Adanya masalah dalam menentukan jenis-jenis kegiatan yang harus dimasukkan


dalam perhitungan pendapatan nasional.Selama ini jenis-jenis kegiatan yang
dimasukkan ke dalam perhiungan pendapatan nasional adalah setiap kegiatan
hasilnya di jual ke pasar.Hal ini berarti pemilik faktor produksi memperoleh
balas jasa atas kegiatannya tersebut.Padahal di NSB banyak sekali kegiatan
produktif yang tidak di masukkan dalam perhitungan pendapatan nasional-yang
harusnya dapat dinilai –misalnya mengerjakan sendiri pekerjaan-pekerjaan
dirumah.
 Adanya kesulitan dalam mengkonversi nilai pendapatan per kapita dari mata
uang suatu negara ke mata uang negara lainnya.Biasanya nilai tukar resmi mata
uang suatu negara dengan negara lain tidak mencerminkan perbandingan tingkat
harga di kedua negara tersebut.Misalnya kita asumsikan nilai tukar resmi antara
mata uang negara kita (rupiah) terhadap dolar Amerika Serikat adalah 1 US$ =Rp
10.00.secara teoritis hal ini berarti harga sebuah barang yang ada di Amerika
Serikat apabila dikalikan dengan Rp.10.000 maka harus sama nilainya dengan
barang yang sama di indonesia.Namun kenyataannya, nilai harga barang tersebut
di indonesia bisa lebih kecil atau malah lebih besar dari harga yang seharusnya
secara teoritis.
2)Indikator Kesejahteraan Ekonomi Bersih

Penyempurnaan metode perhitungan GNP dilakukan dengan dua cara yaitu


melakukan koreksi positif dan koreksi negatif.

Koreksi Positif

Koreksi positif mengharuskan kita untuk memperhatikan waktu senggang


(leisure)dan perkembangan sektor ekonomi informal.Waktu senggang ini berkaitan dengan
jumlah jam kerja kita selama seminggu waktu dan waktu yang kita luangkan untuk
kegiatan-kegiatan ‘nonekonomi’.Koreksi positif lainnya adalah berkaitan dengan sektor
ekonomi informal.Sektor ekonomi informal ini dibedakan menjadi dua kelompok yaitu : (1)
Kegiata ekonomi yang ilegal atau melawan hukum,misalnya,perdangan narkotika dan obat-
obat terlarang,dan (2) kegiatan ekonomi yang legal tetapi tidak tercatat sehingga terhindar
dari pajak,mislanya,pendapatan dari tukang batu yang memperbaiki rumah kita.

Koreksi Negatif

Koreksi negatif berkaitan dengan masalah keruskan lingkungan (eksternalitas


negatif) yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan di sektor produktif.Koreksi negatid
mempertimbangkan biaya-biaya sosial (sosial cost) yang ditimbulkan oleh kegiatan-kegiatan
ekonomi.Misalnya,adanya proyek pembangunan perumahan.Proyek pembangunan
perumahan selain membawa hasil yang bermanfaat berupa adanya perumahan yang
nyaman,juga membawa hasil yang negatif berupa polusi dan kerusakan sistem tanah
(misalnya:polusi air dan udara yang ditimbulkan pabrik semen dan penggalian pasir dan
batu kali yang merusak lingkungan).

INDIKATOR NON-MONETER

1)Indikator sosial

Beckerman dalam International Comparisons of Real Income (1966) mengelompokkan


berbagai studi mengenai metode untuk membandingkan tingkat kesejahteraan suatu negara
ke dalam tiga kelompok : (1) Kelompok yang membandingkan tingkat kesejahteraan di
beberapa negara dengan memperbaiki metode yang digunakan dalam perhitungan
pendapatan konvensional.Usaha ini dipelopori oleh Colin Clarck dan selanjutnya
disempurnakan oleh Gilbert dan Kravis (1956), (2) Kelompok yang membuat penyesuain
dalam perhitungan pendapatan nasional dengan mempertimbangkan adanya perbedaan
tingkat harga di setiap negara,dan (3) Kelompok yang membandingkan adanya perbedaan
tingkat kesejahteraan setiap negara berdasarkan pada data yang tidak bersifat moneter (non-
metary indicators),seperti jumlah kendaraan bermotor ,tingkat elektrifikasi,konsumsi
minyak,jumlah penduduk yang bersekolah,dsb.Usaha ini di plopori oleh Bennet.
Menurut metode ini,tingkat kesejahteraan dari setiap negara ditentukan oleh
beberapa indikator berdasarkan pada tingkat konsumsi atau jumlah persediaan beberapa
jenis barang tertentu yang datanya dapat dengan mudah diperoleh di NSB.Data tersebut
adalah :
1. Jumlah konsumsi baja dalam satu tahun (kg)
2. Jumlah konsumsi semen dalam satu tahun dikalikan 10 (ton)
3. Jumlah surat dalam negeri dalam satu tahun
4. Jumlah persediaan pesawat radio dikalikan 10
5. Jumlah persediaan telpon dikalikan 10
6. Jumlah persediaan berbagai jenis kendaraan
7. Jumlah konsumsi daging dalam satu tahun (kg)
Usaha lain dalam menentukan dan membandingkan tingkat kesejahteraan antarnegara
dilakukan pula oleh United Nations Research Institut for Social Development
(UNRISD).Dalam Studinya UNRISD menggunakan 18 indikator yang terdiri dari 10
indikator ekonomi dan 8 indikator sosisal yaitu :

19. Tingkat harapan hidup


20. Konsumsi protein hewani per kapita
21. Presentase anak-anak yang belajar di sekolah dasar dan menengah
22. Presentase anak-anak yang belajar di sekolah kejuruan
23. Jumlah surat kabar
24. Jumlah telpon
25. Jumlah radio
26. Jumlah penduduk di kota-kota yang mempunyai 20.000 penduduk atau lebih
27. Presentase laki-laki dewasa di sektor pertanian
28. Presentase tenaga kerja yang bekerja di sektor
listrik,gas,air,kesehatan,pengangkutan,pergudangan,dan komunikasi.
29. Presentase tenaga kerja yang memperoleh gaji atau upah
30. Presentase Produk Domestik Bruto (PDB) yang berasal dari insdustri-industri
manufaktur.
31. Konsumsi energi per kapita
32. Konsumsi listrik perkapita
33. Konsumsi baja perkapita
34. Nilai per kapita perdagangan luar negeri
35. Produk pertanian rata-rata dari pekerja laki-laki di sektor pertanian
36. Pendapatan perkapita Produk Nasional Bruto (PNB)
2)Indeks Kualitas Hidup

Ada tiga indikator utama yang dijadikan acuab pada indeks ini yaitu tingkat harapan
hidup pada usia satu tahun,tingkat kematian bayi,dan tingkat melek huruf.Berdasarkan
setiap indikator tersebut dilakukan pemeringkatan terhadap kinerja pembangunan suatu
negara,kinerja tersebut diberi skor antara 1-100, angka 1 melambangkan kinerja terburuk
dan angka 100 melambangkan kinerja terbaik.
Angka Indeks Kualitas Hidup (IKH) dapat diperoleh dengan rumus :

IKH = IHH + IKB + IMH

3
Dimana IHH adalah indeks harapan hidup,IKB adalah tingkat kematian bayi per 1.000
kelahiran,dan IMH adalah indeks melek huruf.

 Indeks Harapan Hidup dapat dihitung menggunakan rumus :


IHH =(IH-28)
0,39
IH adalah harapan hidup per satu tahun kelahiran di suatu negara
28 adalah tingkat harapan hidup terendah di Guinea-Bissau pada tahun 1950
0,39 adalah angka yang menunjukkan bahwa bila terjadi kenaikan umur harapan
hidup sebesar 0,39 per tahun,maka akan menghasilkan 1 poin angka indeks.
 Indeks Kematian Bayi dapat diukur dengan formula :
IKB =229-tingkat kematian bayi per 1000 kelahiran pada seuah negara
2,22
229 adalah tingkat kematian bayi maksimum (per 1000 penduduk) yang ada di
Gabon
2,22 adalah pembagi yang jika terdapat tingkat kematian bayi terendah yaitu 9 per
bayi per 1000 kelahiran,maka akan didapatkan indeks : 100
 Indeks Melek Huruf (IMH) sama dengan presentase tingkat melek huruf yaitu
jumlah melek huruf per 1000 orang dewasa.
INDIKATOR CAMPURAN

1) Indikator Susenas Inti


Indikator susenas Inti ini merupakan indikator “campuran” karena terdiri dari
indikator sosial dan ekonomi.Indikator susenas Inti ini meliputi aspek-aspek sebagai
berikut :
a) Pendidikan,dengan indikator :tingkat pendidikan,tingkat melek huruf,dan
tingkat partisipasi pendidikan.
b) Perumahan,dengan indikator :sumber air bersih dan listrik,sanitasi,dan
kualitas tempat tinggal.
c) Keluarga berencana dan fertilitas,dengan indikator :penggunaan ASI,tingkat
imunisasi,kehadiran tenaga kesehatan pada kelahiran,dan penggunaan alat
kotrasepsi.
d) Ekonomi,dengan indikator :tingkat konsumsi per kapita
e) Kriminalitas,dengan indikator :tingkat konsumsi per tahun
f) Perjalan wisata,dengan indikator :frekuensi perjalanan wisata per tahun
g) Angkatan kerja,dengan indikator :partisipasi tenaga kerja,jumlah jam
kerja,sumber penghasilan utama,dan status pekerjaan
h) Akses ke media massa,dengan indikator :jumlah surat kabar,jumlah radio,dan
jumlah televisi
2) Indeks Pembangunan Manusia
Berdasarkan IPM-nya (Human development Indeks),negara-negara di dunia ini
dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
a) Kelompok negara dengan tingkat pembangunan manusi yang rendah (low
human development),bila memiliki nilai IPM antara antara 0 sampai 0,50
b) Kelompok negara dengan tingkat pembangunan manusia menengah
(medium human development),bila memilki IPM antara 0,50 sampai 0,79
c) Kelompok negara dengan tingkat pembangunan manusi yang tinggi (high
human development),bila memiliki nilai IPM antara 0,79 sampai 1
Kosep IPM ini memberikan pelajaran bagi kita tentang apa yang seharusnya
dipandang sebagai ukuran keberhasilan pembangunan. Pembanguna berawal dan
bertitik tolak dari manusi,dilakukan oleh manusi,maka semestinya ditujukan pula
untuk manusia.
HASIL DAN KESIMPULAN

Selain pengenalan tentang apa itu Pembangunan ekonomi, latar belakang, dan juga
dan sejarah singkat mengenai pembangunan ekonomi, Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D. juga
memamparkan materi materi lain dalam dari buku “ Ekonomi Pembangunan” yang bisa
menjadi pengantar tentang apa itu pembangunan ekonomi dan ruang lingkupnya ang akan
di bahas di bab-bab lain. Sebagaimana pembangunan ekonomi meruakan kajian utama dari
Ekonomi Pembangunan.
Materi yang disampaikan juga lengkap dmulai dari pemaparan tentang apa itu
Pembangunan ekonomi dan ruang lingkupnya. Bagamana mengetahui apbila embangunan
ekonomi suatu negara itu berhasil melalui Indikator-indikator Pembangunan
ekonomi,.Pembahasan tentang masalah masalah ekonomi umum yang ada di negara
berkembang dan juga cara atau saran untuk menaggulanginya. Juga ada materi tentang
bagai mana Pembangunan daerah, pembangunan Pertanian, Pembangunan Industri dan
bahkan peranan institusi dalam Pembangunan ekonomi juga di bahas dalam bu ku ini. Jadi,
dari segi materi buku”Ekonomi Pembangunan” ini tergolong lengkap.
Penyampaian materi yang singkat, padat dan jelas, dan to the point. Terdapat soal-
soal yang berguna untuk mengevaluasi kemampuan dan pemahaman akan materi setiap
bab. Materi didalam buku juga disisipi Tabel, grafik dan data yang membuat buku ini lebih
mudah dimengerti.
Akan tetapi, buku ini juga masih memiliki beberapa kekurangan diantaranya: data
yang dipakai sebagai contoh daladm buku ini tergolon data lama, untuk buku cetakan edisi
ke lima, data belum diperbaharui masih menggunakan data tahun lama. Selain itu, Kunci
jawaban bagi pembaca ntuk menilai hasil evaluasi tidak ada, yang bisa berdampak pada
kurang efisien nya evaluasi pembaca nantinya.
Tapi secara overall, buku Ekonomi Pembangunan ini bagus terkhusus untuk para
pelajar dan mahasiswa yang ingin mendalami materi Ekoomi pembangunan dan
Pembangunan Ekoomi dikarenakan materi yang banyak sebaai pedoman namun
tersampaikan dalam sajian yang padat dan to the point.