Anda di halaman 1dari 25

BEKERJANYA SISTEM HARGA DAN TIGA MASALAH

POKOK EKONOMI MODERN

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh :
Nama : Erviana Agustin
NIM : K7618032
Prodi : Pendidikan Ekonomi

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2018/2019
II. DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................ 1

DAFTAR ISI ............................................................................ 2

LATAR BELAKANG .............................................................. 3

RUMUSAN MASALAH ......................................................... 4

TUJUAN .................................................................................. 4

PEMBAHASAN ...................................................................... 5

A. Bekerjanya Sistem Harga ........................................... 5

B. Masalah Pokok Ekonomi Modern ................................ 9

C. Upaya Memecahkan Masalah Ekonomi.......................... 15

SIMPULAN .............................................................................. 22

SARAN ..................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA ............................................................... 24

LAMPIRAN .............................................................................. 25

2
III. LATAR BELAKANG

Masyarakat dalam suatu Negara memiliki kebutuhan akan hidupnya yang

berbeda-beda sehinggga menimbulkan banyak permintaan akan suatu barang yang

di butuhkan oleh masyarakat tersebut. Sistem ekonomi muncul sebagai akibat

permasalahan-permasalahan yang di timbulkan oleh kebutuhan tersebut yang

semakin meningkat, untuk mengatasinya maka di perlukan kebutuhan masyarakat

yang mensejahterakan rakyat dalam negara. Pengelolaan suatu perekonomian

dalam suatu negara juga di lakukan dengan sistem ekonomi yaitu menstabilkan

harga suatu barang di pasaran supaya tetap terjangkau oleh masyarakat kalangan

bawah dan menghindari terjadinya kenaikan harga barang di suatu negara.

Sebuah Negara tidak akan pernah lepas dari berbagai macam

permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada negara-

negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Masalah

Ketenagakerjaan, pengangguran, kenaikan harga (inflasi) dan kemiskinan di

Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini dan membutuhkan solusi yang

tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut agar tidak menghambat langkah

Negara Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Masalah adalah suatu

kendala atau persoalan yang harus di pecahkan dengan kata lain masalah

merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan sesuatu yang di harapkan

dengan baik, agar tujuan dengan hasil yang maksimal. Sedangkan ekonomi adalah

sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, konsumsi, dan

distribusi terhadap barang dan jasa.

3
IV. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana bekerjanya sistem harga?

2. Apa yang menjadi masalah pokok ekonomi dan macam-macam masalah

pokok ekonomi?

3. Bagaimana tentang upaya memecahkan masalah ekonomi menurut sistem

ekonomi yang ada?

V.TUJUAN

Untuk memberitahukan kepada pembaca pada khususnya dan masyarakat

pada umumnya bahwa sistem harga tidak dapat bekerja apabila terjadi

permasalahan dalam produksi, konsumsi, dan distribusi barang maupun jasa. Tiga

pokok masalah ekonomi tersebut dapat di bilang sebagai dasar dari ilmu ekonomi

klasik, karena dalam kegiatan sehari-hari kita tidak terlepas dari ketiga kegiatan

tersebut. Keberhasilan suatu usaha menurut saya adalah apabila semua masyarakat

paham bahwa sistem ekonomi yang ada di Indonesia masih ada sebagian

masyarakat menggunakan sitem ekonomi klasik. Produksi yang di jalanan tidak

akan mendapat keuntungan sedikitpun apabila distribusi dan konsumsi masyarakat

mengalami masalah. Untuk itu perlu disadari tiga kegiatan itu merupakan tiga

kegiatan pokok dalam perekonomian suatu Negara.

4
VI. PEMBAHASAN

A. Bekerjanya Sistem Harga

Sistem Harga merupakan cara untuk mencapai efisiensi alokasi

sumber-sumber secara efisien. Sistem ini dapat memadu penggunaan sumber-

sumber ke produksi barang-barang yang di inginkan oleh masyarakkat.Sistem

ini memaksa agar sumber-sumber yang di gunakan secara paling efisien dan

ini sesuai dengan perkembangan teknik produksi baru.Sistem harga bersaing

menekankan pada kebebasan ekonomi perorangan. Masalah ekonomi yang di

hadapi masyarakat adalah bagaimana cara mengkoordinir kegiatan ekonomi

sejumlah besar individu dan perusahaan. Ada dua cara mengkoordinirnya

yaitu dengan pengarahan oleh badan/lembaga perencanaan pusat disertai

paksaan, atau dengan kerjasama melalui sistem harga. Yang terahir ini

mampu mengkoordinir tanpa penggunaan paksaaan melalui kebebasan

memilih dan berusaha.

Sistem Harga dan persaingan menciptakan kesempatan bagi

wirausahawan untuk mengkoordinir teknik serta produk baru. Persaingan

juga memberikan rangsangan bagi kemajuan teknologi. Teknik-teknik

produksi yang menghemat biaya akan terus diusahakan karena ini merupakan

keunggulan atas saingan-saingan untuk beberapa waktu, dan ini merupakan

keunggulan baginya. Penurunan biaya akan memungkinkan penurunan harga

produk dan selanjutnya akan menaikkan penjualan yang menghasilkan

keuntungan ekonomi yang lebih besar. Jadi insentif keuangan yang di

5
6

mungkinkan dalam sistem harga persaingan merupakan rangsangan efektif

bagi satuan-satuan ekonomi dalam mengadakan kemajuan teknologi.

Keuntungan ekonomis yang diperoleh oleh satu atau beberapa

perusahaan dalam suatu industri merupakan fenomena sementara. Perusahaan

lain saingannya akan berusaha menemukan teknik produksi yang bisa

menghemat biaya. Kemajuan teknologi membutuhkan penggunaan jumlah

kapital yang lebih banyak. Sistem harga memungkinkan para wirausahawan

memprodusir peralatan mesin yang di butuhkan. Mekanisme yang terjadi

melalui bekerjanya sistem harga dan persaingan sering kali si sebut dengan

“tangan gaib “. Mekanisme permintaan dan penawaran pasar

mengkomunikasikan kebutuhan masyarakat konsumen dengan dunia usaha

dan selanjutnya kepada para pemilik sumber. Kenaikan permintaan para

konsumen pada beberapa macam produk akan menaikkan harganya melebihi

biaya produksinya berupa penjumlahan upah, bunga, dan keuntungan normal.

Adanya keuntungan ekonomis merupakan pertandan bagi para produsen

bahwa barangnya diinginkan oleh masyarakat dalam jumlah yang lebih

banyak.

Sistem harga dapat mencapai efisiensi penggunaan sumber secara

efisien bila tidak terdapat kegagalan pasar. Dua kasus kegagalan pasar yang

sering dikemukakan adalah kasus eksternalitas dan kasus barang publik. Pada

kasus eksternalitas, sistem harga gagal untuk mencakup semua manfaat dan

biaya yang berhubungan dengan konsumsi ataupun produksi barang-barang

dan jasa-jasa tertentu. Beberapa biaya dan manfaat tak bisa tercermin di pasar
7

dalam arti bahwa sebagian atau seluruh biaya atau manfaat ini di tanggung

atau di peroleh oleh pihak-pihak selain konsumen. Yang tercermin di pasar

hanyalah kepuasan yang di peroleh oleh seorang konsumen individual yang

membeli barang-barang atau jasa-jasa tersebut. Misalnya biaya untuk

menghilangkan pencemaran lingkungan dalam perusahaan penyamaan kulit,

katakanlah biaya untu menghilangkan pencemaran saluran air untuk

pengairan sawah di sekitar pabriknya. Jadi bila penawaran dan permintaan

tidaklah sepenuhnya tepat mencerminkan semua manfaat dan semua biaya

produksi termasuk manfaat dan biaya eksternal yang ada, maka sistem harga

tidak dapat di harapkan dapat menghasilkan alokasi sumber-sumber dengan

sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan msyarakat.Kasus kegagalan lain

adalah kasus barang publik. Mekanisme sistem harga hanya berlaku bagi

kebutuhan-kebutuhan individulal. Tetapi banyak kebutuhan brang-barang dan

jasa-jasa yang tidak dapat dibayar oleh individu melalui pasar.Sistem harga

menganggap bahwa proses penyesuaian di pasar terjadi dalam sekejap tanpa

memerlukan waktu. Hal ini tidaklah cukup beralasan sebab terdapat selang

waktu antara produksi dan alokasi sumber beedasarkan sistem harga. Bahkan

didalam ekonomi pasar yang sangat kompetitif pun mobilitas antara industri

dalam penggunaan sumber daya manusia tidaklah sempurna.

Perencanaan dan mekanisme harga mampu memecahkan semua

permasalahan ekonomi. Namun, untuk masalah-masalah ekonomi penting

tertentu, Mekanisme pasar tidak bisa memecahkan permasalahan dengan


8

baik. Masalah-masalah ekonomi lainnya di mana mekanisme harga tidak

memecahkan masalah ekonomi dengan baik, yaitu :

1. Distribusi pendapatan. Dimana Mekanisme harga tidak bisa selalu

menjawab masalah FOR WHOM secara adil.

2. Ketidaksempurnaan pasar. Apabila terdapat perbedaan yang

mencolok dalam hal kekuatan ekonomi antara pihak-pihak yang

bertransaksi di pasar, maka harga yang di bentuk tidak

mencerminkan prioritas masyarakat secara wajar, sehingga

masalah WHAT dan HOW tidak bisa di pecahkan dengan baik.

3. Barang-Barang kolektif.Ada barang-barang yang hanya

bisadisediakan secara kolektif oleh masyarakat (misalnya

:keamanan, ketertiban hukum, beberapa macam infrastuktur dan

sebagainya). Harga pasar bagi barang-barang semacam ini tidak

ada, atau kalaupun ada tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat

yang sebenarnya,.Lagi, masalah WHAT untuk barang-barang ini

tidak bisa di pecahkan dengan baik oleh mekanisme harga.

4. Esternalitas. Mekanisme pasar tidak bisa memperhitungkan

pengaruh-pengaruh tidak langsung dari kegiatan ekonomi

(misalnya : pengaruh suatu pabrik terhadap lingkungan).

5. Pengelolaan perekonomian secara maksro. Dalam perekonomian

Makro Mekanisme pasar tidak bisa di andalkan untuk menstabilkan

gejolak naik turunnya kegiatan ekonomi nasional secara total.


9

Pada kelima bidang maslah ekonomi ini, mekanisme harga tidak bisa di

harapkan menyelesaikan permasalahan ekonomi otomatis dengan baik. Di

sini perlu tindakan-tindakan yang di rumuskan dan di jalankan secara sadar

oleh masyarakat(Negara). Tindakan-tindakan ini di sebut perencanaan dalam

arti luas. Di luar bidang-bidang ini mekanisme harga masih efektif.Dalam

kenyataan mekanisme harga dan perencanaan di gunakan bersama-sama,

karena keduanya saling melengkapi.Tentunya dengan “porsi”yang berbeda-

beda bagi masing-masing negara dan bagi waktu yang berbeda.

B. Masalah Pokok Ekonomi Modern

Berikut ini adalah uraian bagaimana bekerjanya sitem harga untuk

menyelesaikan tiga masalah ekonomi fundamental dalam perekonomian

pasar. Masalah tersebut menentukan apa yag harus di produksi, bagaimana

cara memproduksinya, dan untuk siapa barang tersebut di produksi.

1. Apa yang harus di produksi

Ingat bahwa para pengusaha memprodusir barang-barang dan

jasa dengan tujuan untuk memperoleh laba atau menghindari

kerugian. Maka secara singkat ia akan memprodusir barang dimana

ia akan memperolh keuntungan. Dua faktor yang menentuan

keuntungan atau kerugian adalah penerimaan total yang di terima

dari penjualan produknya dan biaya untuk memproduksinuya.

Sekarang marilah kita bedakan anatara pengertian tentng konsep

ekonomi dan finansial. Biaya finansial adalah semua pengeluaran


10

yang di lakukan oleh perusahaan d dalam kegiatan produksinya.

Komponen biaya-biaya ini meliputi biaya langsung, tak langsung,

maupun biaya umum yang meliputi pembayaran gaji dan upah

karyawan, pembayaran bungan dan sewa untuk penggunaan kapital

dan tanah. Biaya ekonomis adalah biaya yang harus di keluarkan

untuk dapat tetap menggunakan sumber-sumber atau faktor-faktor

produksi. Masing-masing faktor produksi mempunyai harga satuan

masing-masing. Pembayaran kepada faktor produksi wirausahawan

disebut sebagai keuntungan normal. Karena itu suatu barang di

produks hanya bila penerimaan totak melebihi pembayaran untuk

sewa, upah maupun gaji. Permintaan konsumen akan menentukan

macam barang serta berapa bnayak yang harus di produksi. Bila

permintaan cukup banyak maka hal ini kana memberikan

keuntungan ekonomis. Hal ini merupakan pertanda bagi perluasan

industri tersebut dan kenaikan produksi outputnya. Penurunan

permintaan konsumen akan barang tersebut akan memyebabkan

berhentiya produksi tersebut. Jadi para konsumenlah melalui

permintaannya yang menentukan apa yang akan di produksi oleh

perusahaan yang mencari keuntungan. Inilah sebabnya mengapa

kadang-kadang di katakan bahwa ekonomi sistem pasar di tandai

oleh pentingnya “kedaulatan konsumen” karena peranannya yang

strategis dalam menentukan jenis serta kuantitas barang yang di

produksi.
11

Permasalahan apa yang di produksi berkaitan dengan

permintaan barang dan jasa dari masyarakat. Barang dan jasa d

butuhkan masyarakat sangat banyak jenisnya sehngga seseorang

produsen harus menentukan pilihan-pilihan jenis barang atau jasa

yang akan di produksi dan berapa jumlahnya. Keputusan-keputusan

yang di ambil harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan

demikian, pengalokasian sumber daya alam dapat di lakukan

dengan tepat. Keputusan-keputusan yang di ambil produsen dalam

memecahkan masalah what bertujuan memperoleh keuntungan

yang maksimal.

Jadi bla tidak cukup permintaan, maka barang tersebut tak di

produksi,Jelas disini sistem harga menghubungkan kebutuhan

konsumen kepada dunia usaha atau sektor perusahaan dan kepada

para pemilik sumber hingga diperoleh tanggapan yang tepat.Karena

sumber daya yang terbatas sementara kebutuhan tida terbatas, maka

tidak semua barang yang di butuhkan masyarakat dapat di

produksi. Ini mengapa pengalokasian sumber daya yang ada harus

tepat.

2. Bagaimana cara memproduksi

Permasalahan ini berkaitan dengan bagaimana membuat atau

memproduksi barang dabn jasa, dengan teknologi macam apa

yang di gunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang akan di

produksi. Apabila teknologi maju maka berarti sedikit


12

menggunakan tenaga kerja, dan dampaknya akan terjadi

pengangguran. Jika teknologi yang sederhana yang di pakai maka

akan berdampak pada jumlah output yang akan di hasilkan.

Hal-hal yang perlu di pertimbangkan dalam memproduksi barang

dan jasa di antaranya sebagai berikut :

a)Bagaimana memkombinasikan sumber daya/faktor

produksi yang tersedia (alam, tenaga kerja, modal ) sehingga di

peroleh hasil yang maksimal yang dapat memenuhi kebutuhan.

b)Bagaimana mengatur biaya pengombinasian tadi agar

dapat di tekan seminimum mungkn untuk meraih keuntungan

semaksimum mungkin.

c)Bagaimana menentukan teknik produksi

d)Manakah yang harus lebih dominan, Intensifikasi modal

atau intensifikasi tenaga kerja.

Sistem harga menuntun agar sumber-sumber dialokasikan

pada industri-industri yang memberikan keuntungan normal atau

keuntungan ekonomis. Hal ini akan berlangsung terus, dengan

masuknya peusahaan-perusahaan baru ke dalam insustri tersebut.

Kombinasi sumber-sumber yang paling ekonomis untuk

memperoduksi suatu barang tak hanya tergantung pada data fisik

atau data rekayasa yang di tunjukkan oleh teknologi yang ada dan

di gunakan untuk memprodusnya tetapu juga di tentukan oleh

harga sumber-sumber tersebut. Teknik produksi yang di gunakan


13

adalah kombinasi sumber yang memberikan biaya produks yang

terendah.

Pilihan Teknik Produksi Output

Seharga 15 Juta Rupiah

(Data Hipotesis)

(1) (2) (3)

Sumber Teknik Produksi Harga sumber

per satuan

I II III (juta Rp)

Tenaga Kerja 4 3 1 Rp 2,00


Tanah 2 2 4 Rp 1,00
Kapital 1 1 2 Rp 3,00
Kemampuan
Wiraswasta 1 1 1 Rp 3,00
Biaya Total Rp 16,00 Rp 14,00 Rp 15,00

Tabel di atas menunjukkan bagaimana pilihan teknik produksi

serta harga sumber-sumber menentukan kombinasi sumber yang

memberikan biaya terendah. Besarnya biaya total dengan

menggunakan masing-masing teknik produksi di peroleh dengan

mengalikan kuantitas masing-masing sumber yang di gunaan

dengan harga per satuan dan kemudian menjumlahkannya.

Perusahaan akan menggunakan teknik II karena ia memperoleh

keuntungan ekonomis sebesar 1 juta rupiah (15 juta rupiah- 14


14

juta rupiah , Teknik I akan memberikan kerugian ekonomis

sebesar 1 juta rupiah (= 15 juta rupiah – 16 juta rupiah), Teknik

III memberinya keuntungan normal karena disini biaya totalnya

sama dengan nilai produksinya. Teknik II memberikan biaya

terendah dan karena itu menghasilkan keuntungan maksimal.

Adanya Keuntungan Normal super akan menarik perusahaan baru

untuk masuk ke dalam industri tersebut. Hal ini memaksa

perusahaan yang telah ada maupun yang baru masuk untuk

enggunakan teknik produksi yang memberikan biaya total

terendah. Selanjutnya perubahan harga relatif sumber-sumber

mungkin akan mengubah teknologi yang dipilih yaitu teknologi

yang memberikan biaya terendah.

3. Untuk siapa barang di produksi

Sistem harga menyelesaikan masalah distribusi output

melalui dua jalur.Output yang di hasilkan didistribusikan kepada

konsumen berdasarkan atas kemampuan dan keinginan untuk

membayar pada tingkat harga yang berlaku. Ini merupakan fungsi

penjatahan dari harga keseimbangan. Besarnya pendapatan

uanglah yang menentukan kemampuan para konsumen untuk

membayar harga barang. Jadi harga sumber-sumber sangat

menentukan besarnya pendapatan konsumen yang selanjutnya

menentukan besarnya bagaian masing-masing konsumen atas

output total yang di produks oleh masyarakat. Tak ada


15

pertimbangan sistem etika tentang bagaimana sistem harga

mendistribusikan output total yang di hasilkan di antara berbagai

anggota masyarakat.Dengan kata lain, sistem harga tidak

membicarakan penilaian apakah distribusi tersebut adil atau

tidak.Tidak hanya memproduksi atau menunpuk produny untuk

kelangsungan hidup perudahaan, produsen perlu

mempertimbangkan kepada siapa produknya akan di pasarkan

atau di jual. Kita ketahui bersama bahwa dalam kenyataannya

tingkat perekonomian masyarakat tidaklah sama. Untuk itu

produsen perlu menyesuaikan produksinya yang di sesuaikan

dengan masing-masing status.Agar individu yang berpenghasilan

tinggi tidak seenaknya meguasai hasil produksi, maka produsen

harus mendistribusikan produsinya sesuai dengan tingkat

kemampuan individu yang di maksud.

C. Upaya memecahkan masalah ekonomi berdasarkan sistem yang ada

Masyarakat yang berbeda-beda diorganisir melaluinberbagai sistem

ekonomi alternatif, dan ilmu ekonomi mempelajari bagaimana mekanisme

yang dapat di gunakan untuk pengalokasian sumber daya yang langka.Bila

kita pelajari lagi mengenai tiga masalah pokok ekonomi maka kita harus

mampu menyelesaiakan masalah yang meliputi:1.Output apa yang akan di

produksi, 2.Bagaimana cara memproduksi output tersebut, 3.Untuk siapa

output tersebut akan di hasilkan. Sedangkan sistem perekonomian adalah

sistem yang di gunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya
16

yang langka. Perbedaan sistem ekonomi yang satu dengan yang lainnya

adalah tentang bagaimana sistem itu dapat mengatur faktor produksinya.

Selain dari faktor produksi, sistem ekonomi harus bisa mengatur maslah

produksi dan alokasi. Berikut adalah macam-macam sistem ekonomi yang

ada :

1. Sistem ekonomi pasar

Dalam perekonomian sistem pasar, individu dan perusahaan membuat

keputusan-keputusan utama mengenai produksi dan konsumsi. Sistem

harga, sistem pasar, sistem keuntungan dan kerugian, prinsip itu

merupakan cara-cara untuk mengatasi masalah what, how, dan for whom.

Perusahaan senantiasa akan menghasilkan suatu output yang dapat

memberikan keuntungan yang maksimal baginya, maka ini akan

menjawab masalah tentang apa output yang akan di hasilkan nantinya.Dan

penggunaan teknik-teknik apa yang di gunakan dalam menghasilkan

produknya(output), maka hal ini akan menjawab masalah tentang

bagaimana output tersebut akan di hasilkan supaya menggunakan biya

yang minimum, dan menghasilkan keuntungan yang maksimum. Di sisi

lain akan muncul hal yang berkaitan dengan konsumen, yaitu bagaimana

mereka akan menggunakan uangnya tersebut, maka ini akan menjawab

soal untuk siapa barang tersebut akan di produksi.Kausus ekstrem dalam

ekonomi pasar yaitu pemerintah tidak campur tangan dalam masalah

ekonomi.Biasanya perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan

liberalisme yaitu untuk menciptakan sebuah lingkungan dimana prodesen


17

dan konsumen bebas menjual dan membel apa yang mereka inginkan.

Sebagai akibatnya, barang yang di produksi dan harga yang berlaku di

pasaran di tentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran.

Ciri-ciri ekonomi pasar

a.Diakuinya kebebasan piha swasta maupun individu untuk

menjalankan perekonomian

b.Diakuinya kenbebasan memiliki barang

c. Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk

mencari keuntungan sendiri.

Kelebihan sistem ekonomi pasar

a.Adanya persaingan sehingga mendorong semangat untuk

kemajuan usaha

b.Campur tangan pemerintah dalam pereknomian kecil sehngga

mendorong pihak swasta untuk terlibat di dalamnya.

c.Produksi didasarkan pada permintaan pasar dan kebutuhan

masyarakat.

d.Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat untuk

berusaha.

Kekurangan sistem ekonomi pasar


18

a.Adanya praktik persaingan tidak sehat, karena pihak-pihak

tertentu hanya memikirkan keuntungan semata dan juga

penindasan terhadap kaum lemah.

b.Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang

tentunya akan merugikan masyarakat.

c. Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar

keuntungan yang sebanyak-banyaknya, sehingga kepentingan

umum dikesampingkan.

2. Sistem ekonomi Komando (Terpimpin)

Sistem perekonomian komando memberikan wewenang kepada

pemerindah untuk mengatur sistem perekonomian yang ada di negaranya.

Yaitu permasalahan yang menyangkut tentang kegiatan produksi dan juga

distribusi. Dalam perekonomian ini pemerintah juga mengatur secara

langsung operasi semua perusahaan di berbagai sektor industri. Di satu sisi

pemerintah juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk

melakukan kegiatan ekonomi, tetapi pemerintahlah yang lebih dominan

dalam mengatur sistem ekonomi komando.Singkatnya, dalam

perekonomian komando pemerintahlah yang menjawab masalah-masalah

ekonomi melalui kepemilikan atas sumber daya dan kekuasaan uyntuk

mengambilnya serta mamaksakan keputusan.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando


19

a..Kegiatan yang meliputi Produksi, Konsumsi,dan Distribusi

sepenuhnya di kuasai oleh pemerintah dengan menggunakan

peraturan negara.

b.Hak milik peorangan tidak diakui sehingga kebebasan dalam

berusaha tidak ada.

c.Sepenuhnya alat-alat produksi di miliki dan di kuasai oleh

negara.

Kelebihan sistem ekonomi terpusat

a.Pemerintah akan lebih mudah melakukan pengawasan dan

pengendalian dalam kegiatan ekonomi di negaranya.

b.Pemerintah bertanggung sepenuhnya dalam pereknomian

negaranya.

c.Kemakmuran masyarakat dapat dirasakan secara merata.

d.Perencanaan pembangunan alan lebih cepat terealisasikan.

Kekurangan sistem ekonomi komando

a.Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir

semua inovasi diprakarsa oleh pemerintah


20

b. Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang

terlalu ketat oleh pemerintah.

c.Masyarakat tidak mempunyai kesempatan untuk memeilih dan

menetukan jenis pekerjaan setta memilih barang yang akan di

konsumsi.

d.Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur

atau ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus di patuhi.

3. Sistem ekonomi campuran

Dalam sistem perekonomian campuran yang memiliki sebagian

perekonomian pasar dan perekonomian komando.Sistem ekonomi

campuran yaitu suatu sistem ekonomi dimana di satu sisi pemerntah

memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan

kegiatan ekonomi., tatapi sisisi lain pemerintah ikut campur tangan dalam

perekonomian yang bertujuan mengindari penguasaan secara penuh.

Ciri-ciri sitem ekonomi campuran

a. Adanya pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-

bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak.

b.Mekanisme kegiatan ekonomi yang terjadi dipasar adalahcampur

tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan ekonomi.


21

c.Hak milik perorangan diakui tetapi penggunaannya tidak boleh

merugikan kepentingan orang lain.

Kelebihan sistem ekonomi campuran

a.Sektor ekonomi yang di jalankan lebih memikirkan kepentingan

masyarakatnya.

b. Hak individu dapat diakui dengan jelas.

c. Harga akan lebih mudah untuk di kendalikan.

Kekurangan sistem ekonomi campuran

a. Peranan pemerintah lebih besar jika di bandingkan dengan pihak

swasta

b. Timbulnya KKN (Korupsi,Kolusi, dan Nepotisme) dalam

pemerintah karena banyak sektor yang lebih menguntungkan

pemerintah.
VII. SIMPULAN

Mekanisme suatu harga dapat menyelesaikan hampir seluruh masalah

ekonomi. Akan tetapi, mekanisme harga harus mempu berjalan beriringan dengan

perencanaan, dimana keduanya di harapkan mampu saling melengkapi sehingga

masalah produksi, konsumsi, dan distribusi dapat berjalan dengan lancar dan di

harapkan dapat di gunakan untuk memajukan suatu negara,akan tetapi pada

kenyataannya di suatu negara tersebut muncul suatu permasalahan ekonomi

dimana sering di sebut dengan tiga masalah pokok ekonomi modern.Di dalamnya

terdapat permasalahan tentang apa barang yang akan di produksi,Bagaimana cara

menghasilkan barang tersebut, karena dalam proses ini di harapkan mampu

menekan biaya semaksimum mungkin dan akan tercapai keuntungan yang

maksimal. Dan yang terakhir adalah untuk siapa barang tersebut akan di produksi,

hal ini konsumen yang mempunyai hak penuh atas pembelanjaan uangnya.

Masalah pokok ekonomi modern dapat terselesaikan atau dapat di atasi suatu

negara dengan berbagai sistem yang ada di dunia, antara lain :Sstem ekonomi

pasar, dimana masyarakat berkuasa penuh dalam menjalankan perekonomian di

negaranya, tanpa adanya campur tangan pemerintah. Kemudian sistem ekonomi

terpusat(komando), dimana pemerintah mempunyai hak penuh atas kegiatan

ekonomi di dalam negaranya, dan hak perorangan tidak di akui. Yang terakhir

adalah sistem ekonomi campuran, dimana pemerintah dan masyarakat sama-sama

menjalankan dan mempunyai hak atas kegiatan perekonomian di negaranya.

22
XIII. SARAN

Dalam sistem eonomi memang masalah yang di fokuskanterdapat pada

produksi, konsumsi, dan distribusi. Sebelum melakukan ketiga kegiatan tersebut,

subjek yang berlaku sebagai produsen harus mampu memproduksi barang yang

sedang di butuhkan oleh konsumen, begitu juga konsumen harus bisa

menyesuaikan kebutuhannya. Untuk itu sebaiknya ketiga masalah ekonomi

tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing subjek da;lam melakukan

kegiatannya.Namun, hubungan timbal balik antara produsen dan konsumen adalah

hubungan yang mutualisme, karena sistem harga akan terbentuk apabila antara

penjual atau produsen dan pembeli atau konsumen mencapai kata sepakat dalam

masalah harga produk tersebut.

23
IX. DAFTAR PUSTAKA

Samuelson, Paul. A. dan William D.Nordhaus. 2003. Ilmu Mikro Ekonomi.

Jakarta: P.T.Media Global Edukasi.

Sumiharti, Yati (editor). 1992. Microeconomics. Kota tidak di ketahui: Erlangga.

Wijaya.Tahun tidak di ketahui. Ekonomikamikro.Yogyakarta: BPFE.

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian Di akses 6 Desember 2018.

http://keizzo.blogspot.com/2017/01/masalah-pokok-ekonomi.html?m=1 Di akses

6 Desember 2018.

http://materi--kuliah.blogspot.com/2012/11/materi-kuliah-pengantar-ekonomi-

mikro_7162.html?m=1 Di akses 6 Desember 2018.

24
X. LAMPIRAN
Kegiatan Produksi

Kegiatan konsumsi

Kegiatan Distribusi

25