Anda di halaman 1dari 2

Nama : Aprilia Sonya Larista

Prodi : MID`19

Golongan : B

Nim : D41190688

Matkul : Sosiologi Industri

Jawaban Tugas Mandiri

1. Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dalam negeri terus menyerap tenaga
kerja dalam negri seiring adanya peningkatan investasi atau ekspansi. Ini menjadi
salah satu efek berantai dari aktivitas industrialisasi yang sekaligus tururt mendorong
pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pada tahun 2018, sektor industri manufaktur menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25
juta orang. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 14,72 terhadap tenaga kerja
nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada HRD Forum Jabeka di
Cikarang, Bekasi, Jum’at (15/02/2019).
Berdasarkan catatan Kementrian Perindustrian, selama periode empat tahun terakhir,
penyerapan tenaga kerja di sektor industri terus mengalami peningkatan. Pada tahun
2005, industri membuka lapangan kerja sebanyak 15,54 juta orang, kemudian naik
tahun 2016 menjadi 15,97 juta orang.
Pada tahun 2017, sektor manufaktur menerima tenaga kerja hingga 17,56 juta orang
dan melonjak di tahun 2018 menjadi 18,25 juta orang. “Dari tahun 2015 ke 2018,
terjadi kenaikan 17,4 persen dan ini di perkirakan bisa manambah lagi penyerapan
tenaga kerjanya di tahun 2019,” ungkap Menperin.
Adapun enam sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga banyak, yakni
industri makanan dengan kontribusi hingga 26,67%, di susul indutri pakaian jadi
(13,69%), industri kayu, barang dari kayu dan gabus (9,93%). Selanjutnya, industri
tekstil (7,46%), industri barang galian bukan logam (5,72%), serta industri furnitur
(4,51%).
Airlangga menegaskan, ada tiga pilar utama yang perlu menjadi perhatian untuk
memacu pertumbuhan industri nasional, yaitu investasi, teknologi, dan sumber daya
manusia (SDM).
“Nah, ketersediaan SDM yang terampil sangat di perlukan guna meningktkan
produktivitas dan daya saing sektor industri,” jelasnya.
Apalagi, di era revolusi industri 4.0 yang bergulir saat ini, membutuhkan tenaga kerja
kompeten terutama dalam penguasan teknologi digital. “Upaya sesuai implementasi
peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu program prioritasnya dalah
meningkatan kualitas SDM,” imbuhnya.
Implementasi, Indonesia akan merombak kurikulum pendidikan dengan lebih
menekankan pada bidang Science, Technology, Enginerring, Arts, dan Mathematics
(STEAM). Selain itu fokus untuk meningkatkan kualitas unit pendidikan vokasi.
2. Sistem produksi yang ada di Indonesia sebagai berikut:
a. Sistem produksi menurut proses menghasilkan output:
-Continuous Process
-Intermitten Process
b. Sistem produksi menurut tujuan operasinya:
-Engineering to order (ETO)
-Assembely to order (ATO)
-Make to order (MTO)
-Make to stock (MTS)
Di lingkungan tempat tinggal saya ada usaha yang melakukan kegiatan produksi
dengan menggunakan sistem Engineering to order (ETO) yang hanya melakukan
produksi bila ada yang memesan saja, jenis usahanya adalah Pempek Palembang,
hubungan sosial yang di gunakan adalah hubungan sosial komoditi.
Struktur sosial dalam organisasi usaha Pempek Palembang tersebut harus
memperhatikan hal berikut:
a. Bahan Baku
Kebutuhan bahan baku yang digunakan harus berkualitas tidak menggunakan
bahan baku yang kualitasnya rendah agar pempek yang dihasilkan sesuai tidak
rusak dan berkualitas.
b. Perlengkapan usaha
Penggunaan perlengkapan usaha dalam menjalankan usaha pempek Palembang
memang harus tersedia. Dimana dalam menjalankan usaha pempek Palembang ini
anda alan membutuhkan etalase, alat masak, dan perabot lainnya, karna tidak
membuka kedai hanya melakukan produksi bila ada yang memesan jadi tidak
membutuhkan gerobak.
c. Promosi
Biasanya hanya melalui sosial media berupa whatsapp dan facebook.