Anda di halaman 1dari 8

CHAPTER I

PRELIMINARY
1.1 BACKGROUND
Dewasa ini, dalam suatu perusahaan menjalankan bisnisnya diperlukan sebuah sistem
dalam pengelolaan keuangan. Sistem ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan
perusahaan dan memonitoring kinerja dari suatu perusahaan. Sistem ini dinamakan Sistem
Informasi Akuntansi (SIA). Dalam Sistem Informasi Akuntansi (SIA) membahas tentang
siklus pengolahan data serta peranannya dalam menyelanggarakan aktivitas bisnis dan
menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem Informasi Akuntansi dapat memudahkan
proses kerja suatu perusahaan, seperti melakukan respon yang cepat kepada konsumen agar
dapat memaksimalkan laba dan bersasing dengan kompetitor sehingga perusahaan tersebut
dapat bertahan.
Dalam memenuhi kebutuhan perusahaan, juga dibutuhkan Enterprise Resource Planning
System (ERP) yaitu suatu system informasi dari perusahaan yang digunakan untuk
mengoordinasikan semua sumber daya, informasi, dan aktivitas bisnis yang ada di
perusahaan. Enterprise Resource Planning System mempunyai peran dalam memantau proses
produksi, ketersediaan bahan material, logistic, distribusi , akuntansi keuangan, maupun sumber
daya manusia yang nantinya akan dijadikan sebagai analisis  pengambil keputusan manajemen.

1.2 FORMULATION OF THE PROBLEM


1.2.1 Apa saja operasi atau aktivitas dalam siklus pengolahan data dan apa saja peran dalam
masing-masing aktivitas tersebut?
1.2.2 Bagaimana cara perusahaan menggunakan sistem Enterprise Resource
Planning (ERP)?
1.2.3 Apa saja kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan Sistem Enterprise Resource
Planning (ERP) ?

1.3 WRITING PURPOSE


1.3.1 Untuk mengetahui aktivitas atau operasi dari siklus pengolahan data dan apa peran
masing-masing aktivitas
1.3.2 Untuk mengetahui cara perusahaan menggunakan sistem Enterprise Resource
Planning (ERP)
1.3.3 Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan jika suatu perusahaan menggunakan
sistem Enterprise Resource Planning (ERP)

CHAPTER II
DISCUSSION

2.1 PEMROSESAN TRANSAKSI : SIKLUS PENGOLAHAN DATA


Sistem Informasi Akuntansi (SIA) memiliki beberapa fungsi bagi perusahaan, salah
satunya yaitu untuk memproses data mengenai kegiatan bisnis org\anisasi secara efisien dan
efektif. Kegiatan perusahaan yang diproses meliputi pendapatan, pengeluaran, informasi
pelanggan, informasi karyawan, dan informasi pajak dari suatu perusahaan yang kemudian
disimpan dalam bentuk file maupun database. Hal ini nantinya berfungsi untuk  melaporkan
informasi keuangan kepada semua pihak yang terlibat dalam sistem keuangan perusahaan
tersebut, seperti investor maupun penyedia layanan kredit, serta dapat digunakan sebagai
bahan pertimbangan ketika perusahaan ingin mengambil keputusan. Dalam siklus
pengolahan data terdapat empat operasi, yaitu:

1. Input data
Dalam mengolah data, siklus yang pertama adalah input data. Langkah pertama
dalam melakukan input data adalah mengambil data transaksi dan memasukkannya ke
dalam sistem yang berasal dari aktivitas bisnis. Data yang harus dikumpulkan dari
aktivitas bisnis, yaitu:
-       Setiap aktivitas yang menarik
-       Sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap aktivitas
-       Orang yang berpartisipasi dalam setiap aktivitas
Selanjutnya, langkah kedua dalam pemrosesan input data adalah memastikan data
yang diambil akurat dan lengkap dengan cara menggunakan otomatisasi data sumber atau
dokumen turnaround yang didesain dengan baik dan layar entri data.
Dokumen turnaround adalah dokumen dari perusahaan untuk pihak eksternal, yang
sering kali menambah data ke dokumen, dan kemudian mengembalikan ke perusahaan

sebagai dokumen input. 

Langkah ketiga dalam pemrosesan input data yaitu meyakinkan kebijakan


perusahaan, misalnya menyetujui atau memverifikasi transaksi.

2. Penyimpanan data
Seorang akuntan harus bias mengelola data untuk suatu perusahaan secara
maksimum. Maka, akuntan perlu memahami bagaimana data diatur dan disimpan dalam
sistem informasi akuntansi agar data dapat diakses dengan mudah.
- Buku besar merupakan buku utama untuk pencatatan transaksi keuangan yang
mengkonsolidasikan masukan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar terdiri dari
buku besar umum dan buku besar pembantu. Buku besar umum merupakan buku
besar yang berisi ringkasan level data untuk setiap akun aktiva, kewajiban, ekuitas,
pendapatan, dan beban dari suatu perusahaan. Sedangkan buku besar pembantu
adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat data dari akun buku besar umum
dengan banyak sub-akun terpisah, seperti piutang, persediaan, dan utang usaha.
- Teknik pengodean merupakan penetapan sistematis dari angka ataupun huruf pada
item untuk menggolongkan dan mengatur item-item tersebut. Dalam teknik
pengodean terdapat beberapa teknik, antara lain:
 Kode urutan merupakan  item yang diberi nomor secara berurutan untuk akun
semua item.
 Kode blok merupakan blok angka yang dicadangkan untuk kategori data
tertentu.
 Kode grup merupakan dua atau lebih subgrup dari digit yang digunakan
untuk kode item, sering kali digunakan dalam kaitannya dengan kode blok.
 Kode mnemonik merupakan  huruf maupun angka yang diselingi untuk
mengidentifikasi item.
- Bagan akun merupakan daftar seluruh angka yang ditetapkan untuk neraca dan

laporan laba rugi. 

- Jurnal merupakan pencatatan seluruh transaksi keuangan yang bertujuan untuk


menghasilkan laporan keuangan yang benar dan akurat. Jurnal dalam akuntansi
dibagi menjadi dua, yaitu jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum yaitu jurnal
yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang tidak rutin, misalnya
pembayaran pinjaman dan penyesuaian akhir periode dan jurnal penutup. Sedangkan

jurnal khusus yaitu  jurnal yang digunakan untuk mencatat sejumlah besar transaksi
berulang seperti penjualan kredit, penerimaan kas, pembelian, dan pengeluaran kas.
- Jejak audit merupakan jalur yang memungkinkan transaksi untuk ditelusuri melalui
sistem pengolahan data dari titik asal ke output atau mundur dari output ke titik asal
yang bertujuan untuk mengecek keakuratan dan validitas posting buku besar dan
untuk menelusuri perubahan dalam akun buku besar umum dari saldo awal ke saldo
akhir mereka.

3. Pengolahan data
Setelah data dimasukkan kedalam sistem, data tersebut harus diproses untuk
menjaga arus database. Dalam pengolahan data aktivitas bisnis terdapat empat aktivitas,
yaitu:
- Membuat record data baru, seperti menambahkan data karyawan yang baru
dipekerjakan ke database penggajian.
- Membaca yaitu mengambil atau melihat data yang sudah ada.
- Memperbaharui data yang tersimpan sebelumnya.
- Menghapus data, seperti membersihkan file induk vendor untuk semua vendor dalam
perusahaan yang tidak lagi melakukan bisnis dengan perusahaan.

Di dalam pengolahan data terdapat tiga model, yaitu :


- Batch Processing : suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih
dahulu, dan diatur pengelompokan datanya dalamkelompok-kelompok yang disebut
batch.
- Online processing : sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai
pemasok data, dalam kendali computer induk.
- Real-time processing : mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang
sangat cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang
relative sama.
4. Output informasi
Tahap terakhir dalam siklus pengolahan data aktivitas bisnis yaitu output
informasi.  Informasi data dari perusahaan biasanya disajikan dengan data berupa
dokumen, laporan, atau respons pertanyaan.
- Dokumen merupakan catatan transaksi atau data perusahaan lain. Contohnya cek,
faktur, laporan penerimaan, dan daftar permintaan pembelian.
- Laporan  biasanya digunakan oleh karyawan untuk mengendalikan aktivitas
operasional, manajer untuk membuat keputusan dan mendesain strategi, serta
investor dan kreditor untuk memahami aktivitas bisnis perusahaan.
- Respons pertanyaan digunakan untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan guna
menyelesaikan permasalahan atau menjawab pertanyaan.

2.2 SISTEM ENTERPRISE RESOURCE PLANNING (ERP)


Sistem enterprise resouce planning (ERP sytem) adalah suatu sistem yang
menghubungkan seluruh aspek dari aktivitas organisasi bisnis seperti akuntansi, keuangan,
pemasaran, sumber daya manusia, manufaktur, dan manajemen persediaan ke dalam satu
sistem. ERP memfasilitasi arus informasi antara berbagai fungsi bisnis perusahaan dan
mengelola komunikasi dengan para pemangku kepentingan di luar. Berikut adalah ERP
terintegrasi :
Sistem ERP bersifat modular, yang berarti terdiri dari modul-modul yang terpisah tetapi
dapat diintegrasikan satu sama lain. Modul ERP biasanya mencakup sebagai berikut:
 Keuangan (sitem buku besar dan pelaporan) seperti buku besar, piutang, utang, aktiva
tetap, penganggaran, manajemen kas, dan persiapan laporan manajerial dan laporan
keuangan.
 Sumber daya manusia dan penggajian seperti sumber daya manusia, penggajian, imbalan
kerja karyawan, pelatihan, waktu dan kehadiran, manfaat, dan laporan pemerintah.
 Memesan ke kas (siklus pendapatan) seperti entri pesanan penjualan, pengiriman,
persediaan, penerimaan kas, perhitungan komisi.
 Membeli untuk membayar (siklus pengeluaran) seperti pembelian, penerimaan dan
inspeksi persediaan, persediaan dan manajemen gudang, dan pengeluaran kas.
 Manufaktur (siklus produksi) seperti perekayasaan, penjadwalan produksi, daftar bahan
baku, barang dalam proses, manajemen alur kerja, pengendalian kualitas, manajemen
biaya, dan proses manufktur dan proyek.
 Manajemen proyek seperti penetapan biaya, penagiahan, waktu dan biaya, unit kinerja,
manajemen aktivitas.
 Manajemen hubungan pelanggan seperti penjualan dan pemasaran, komisi, pelayanan,
kontak pelanggan, dan dukungan pusat panggilan.
 Alat sistem adalah alat untuk membuat data file induk, membuat perincian arus
informasi, maupun pengendalian akses.

Dalam sistem ERP terdapat kelebihan dalam penggunaannya, seperti :


 Perusahaan memperoleh pengendalian akses yang lebih baik
 Manajemen melihat dan memonitor area perusahaan secara lebih luas
 Prosedur dan laporan yang telah distandardisasi antarunit bisnis.
 Pelayanan kepada pelanggan meningkat karena karyawan dapat mengakses pesanan
dengan cepat, persediaan yang tersedia, mengirimkan informasi, dan detail traksaksi
pelanggan sebelumnya.
 Pabrik manufaktur menerima pesanan baru secara langsung dan proses manufaktur secara
otomatis membuat produktivitas meningkat.

Selain kelebihan, sistem ERP tentunya memiliki kekurangan dalam penggunaannya,


seperti :
 Biaya yang relatif mahal
 Jumlah waktu yang diminta relative lama, karena untuk mengimplementasikan sistem
ERP secara penuh, tergantung pada ukuran bisnis, jumah modul yang harus
diimplementasikan, tingkat penyesuaian, lingkup perubahan, serta seberapa baik
pelanggan mengambil kepemilikan proyek.
 Perubahan proses bisnis karena perusahaan harus beradaptasi untuk menstandardisasi
proses bisnis sebagai lawan dalam mengambil paket ERP untuk proses perusahaan
yang ada.
CHAPTER III
CLOSING
3.1 CONCLUSION
Sistem Informasi Akuntansi memiliki peranan penting dalam menjalankan aktivitas
bisnis. Dalam system informasi akuntansi terdapat empat siklus pengolahan data, yang nantinya
digunakan untuk melaporkan data kepada semua pihak yang membutuhkan lapotan keuangan
perusahaan. Data ini nantinya akan disimpan dalam bentuk file atau database kemudian disajikan
kepada pihak yang terlibat dalam bentuk dokumen, laporan, maupun respons pertanyaan.
Dalam mengintegrasikan semua aspek dalam perusahaan, diperlukan adanya enterprise resource
planning system. Sehingga perusahaan dapat lebih mudah dalam merencanakan, mengendalikan,
maupun mengevaluasi aktivitas bisnis.

3.2 SUGGESTION
Perusahaan sebaiknya menggunakan enterprise resource planning system agar dapat
memaksimalkan laba perusahaan serta dapat bersaing dengan dengan perusahaan lain sehingga
perusahaan tersebut dapat tetap bertahan di dunia bisnis.