Anda di halaman 1dari 5

Mencegah Sindroma Metabolik Dengan Cara

Hidup Ala Rasulullah SAW


18 Maret 2014   01:00 Diperbarui: 24 Juni 2015   00:49 142 1 0

Sindrom metabolik adalah kombinasi dari gangguan medis yang meningkatkan risiko terkena
penyakit kardiovaskular dan diabetes. Ini mempengaruhi satu dari lima orang, dan meningkatkan
prevalensi dengan usia. Sindrom metabolik ditegakakkan apabila seseorang memiliki 3 kriteria.
Kriteria sindrom metabolic sebagai berikut : peningkatan kadar trigliserid(>150mg/dL),
penurunan kadar kolesterol HDL(<40mg> Itulah segelintir pengantar mengenai sindrom
metabolik dan pada pembahasan kali ini kita akan memfokuskan mengenai kadar gula darah
yang tinggi, obesitas ,tekanan darah yang tinggi, trigliserida yang meningkat dan kadar kolesterol
tidak normal. Pada saat ini sindrom metabolik sangat mengancam kesehatan
masyarakat,khususnya Indonesia. Sindrom metabolik termasuk dalam cakupan NCD( Non-
Comunicable Diseases), dimana didalamnya terdapat penyakit diabetes mellitus dan penyakit
kardiovaskular. Mengapa saat ini sindrom metabolic mengancam? Karena gaya hidup yang
sudah berubah, masyarakat lebih cendrung untuk mengonsumsi makanan cepat saji disebabkan
aktivitas yang padat. Makanan cepat saji tersebut banyak mengandung lemak jenuh dan
kolesterol yang tinggi sehingga bisa menimbulkan sindrom metabolik pada seseorang. Sekarang
bagaimana cara kita untuk mengatasi hal tersebut? Banyak cara untuk mencegah terjadinya
sindrom metabolik, baik dari cara yang sangat sederhana sampai pada cara yang kompleks. Salah
satu caranya adalah mengikuti pola hidup rasulullah SAW yang sehat. Kita sebagai umat muslim
pasti sudah mengetahui bahwa suri tauladan kita adalah Nabi Muhammad SAW, sebagaimana
firman Allah pada QS:Al-Ahzab 21: “ Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan
yang baik bagimu…”. Oleh karena itu kita mengikuti juga cara hidup nabi. Bagaimana caranya?
Dibawah ini saya akan menjelaskan beberpa poin penting yang akan kita lakukan :

1. Bangun sebelum shubuh

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum shubuh, melaksanakan shalat sunah dan
shalat Fardhu, shalat shubuh berjamaah. Hal ini memberikan banyak manfaat untuk kita antara
lain: Kesegaran udara shubuh yang bagus untuk kesehatan misalnya untuk terapi penyakit TBC,
karena udara pagi sangat bagus untuk paru-paru. Memperkuat pikiran dan menyehatkan
perasaan. Dengan bangun pagi, pikiran dan perasaan juga biasanya lebih segar dan rileks.
Bangun Shubuh juga dapat mencegah stroke dan tekanan darah tinggi yang umumnya rentan
terjadi pada waktu itu karena penyempitan pembuluh darah. Di luar itu sebenarnya terkait asupan
awal yang di terima tubuh, yakni udara segar. menurut para pakar udara, waktu Shubuh sangat
baik karena kaya oksigen dan relatif masih bersih tak terkotori unsur lain. Udara yang baik tentu
saja berguna untuk metabolisme tubuh dalam beraktivitas seharian penuh. Oksigen yang ada di
udara akan dihirup oleh manusia, dan didalam darah Hb akan mengikat oksigen yang fungsinya
untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang sudah mati dan merupakan sumber utama dalam
pembentukan ATP tubuh.

1. Tidur diawal waktu


Rasululullah SAW selalu tidur setelah melaksanakan shalat isya, beliau sangat jarang begadang
ataupun tidur terlalu larut malam. Beliau bangun pada pertengahan malam kedua, lalu berwudhu
dan melaksanakan shalat sampai pada waktu yang diizinkan Alllah SWT. Kebiasaan Rasulullah
SAW tentang waktu tidur adalah teladan terbaik. Beliau tidaklah tidur melampaui batas yang
dibutuhkan tubuh, tidak juga menahan diri untuk beristirahat sesuai kebutuhan. Inilah prinsip
pertengahan yang Beliau ajarkan. Selaras dengan fitrah manusia. Jauh dari sikap ifrath (berlebih-
lebihan) ataupun tafrith (mengurangi atau meremehkan).  Penelitian daniel f kripke ahli psikiatri
dari universitas california menarik untuk diungkapkkan. penelitian yang dilakukan di jepang dan
AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa
tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang
tidur 6-7 jam sehari. Rasulullah Saw biasanya tidur kurang dari 8 jam. Mengapa dilarang
begadang? Karena pembentukan imun dalam tubuh berkisar pada jam 10 malam sampai jam 1
pagi. Begadang membuat ketahanan tubuh menjadi menurun dan bisa menimbulkan penyakit
lainnya. Tidur di awal juga berfungsi untuk menyempurnakan proses pencernaan makanan yang
telah masuk ke dalam tubuh. Karena pada waktu tidur, panas alami badan meresap ke dalam
tubuh sehingga membantu mempercepat proses pencernaaan. Sehingga tidak terjadi defekasi
yang bermasalah. Orang yang begadang juga akan lebih rentan terkena obesitas, krena saat
begadang juga mengonsumsi makanan serta saat tidur penuh dengan makanan. Obesitas juga
akan berujung pada penyakit kardiovaskular karena adanya penimbunan lemak sehingga
terjadinya penyempitan pembuluh darah.

1. Posisi tidur miring

Baginda Rasulullah SAW tidur berbaring di atas tulang rusuk sebelah kanan beliau. Terkadang
beliau tidur terlentang dan meletakkan salah satu kaki di atas kaki lainnya. Sesekali beliau
meletakkan tangan dibawah pipi kanan beliau dan yang peling penting adalah beliau tidak pernah
tidur dalam keadaan perut berisi penuh. Dari al Barra bin Azib, bahwa Rasululah bersabda,”Jika
engkau hendak menuju pembaringanmu, maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk
shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu sebelah kanan lalu ucapkanlah doa…” Posisi
berbaring yang dijelaskan dalam hadist di atas, merupakan posisi yang terbaik saat tidur. Karena
dengan posisi miring ke kanan, makanan yang berada dalam lambung akan tercerna secara
efektif. Jika kita tidur menghadap ke kiri maka sisa makanan yang masih diproses dalam
lambung akan terganggu sehingga tidak tercerna dengan baik. Kerja lambungpun makin keras
karena tertekan badan, jika lambung bermsalah maka akan terjadi gangguan pencernaan seperti
konstipasi.

1. Minum dan makan harus duduk

Terdapat hadits yang melarang minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
RasulullahSAW bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa
sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” (HR.
Ahmad no 8135). Mengapa kita lebih di utamakan untuk minum dengan posisi duduk? Sebabnya
adalah ketika air di konsumsi air akan disaring oleh sfringer, dimana sfringer adalah suatu
struktur berotot yang mampu membuka dan menutup saluran kemih. Ketika kita minum dengan
posisi berdiri maka kerja dari sfringer ini terganggu, jadi hanya sedikit air yang bisa tersaring.
Air yang tidak tersaring tadi akan langsung menuju kandung kemih yang akan menyebabkan
penyumbatan pada ureter karena adanya pengkristalan pada ureter. Jika ada penyumbatan maka
urin akan sulit dikeluarkan dan akan berdampak efek buruk bagi tubuh. Di samping itu, menurut
Ibnul Qoyyim ada beberapa afat (akibat buruk) bila minum sambil berdiri. Apabila minum
sambil berdiri, seperti pendapat Ibnul Qoyyim, maka di samping tidak dapat memberikan
kesegaran pada tubuh secara optimal juga air yang masuk ke dalam tubuh akan cepat turun ke
organ tubuh bagian bawah. Hal ini dikarenakan air yang dikonsumsi tidak tertampung di dalam
lambung yang nantinya akan dipompa oleh lever untuk disalurkan ke seluruh organ-organ tubuh.
Dengan demikian air tidak akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Padahal menurut
ilmu kedokteran tujuh puluh persen dari tubuh manusia terdiri dari zat cair. Tulang-tulangpun
mengandung air sebanyak tiga puluh sampai empat puluh persen. Sebagian besar darah terdiri
dari air dimana terdapat larutan bahan-bahan selain sel-sel darah. Akibatnya jika pembuangan air
dari dalam tubuh lebih besar daripada pemasukannya, terjadilah dehidrasi yaitu kekurangan zat
cair dalam tubuh. Begitu juga kadar air dalam jaringan tubuh diatur dengan tepat. Jika terdapat
selisih sepuluh persen saja maka gejala-gejala serius akan timbul. Kalau selisih ini mencapai dua
puluh persen maka orangnya akan mati.

1. Puasa Sunnah

Selain berpahala, dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung
kita untuk beristirahat. Bayangkan, setiap hari lambung kita disuruh bekerja keras untuk
mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam. Saat berpuasa, lambung kita akan beristirahat
dan memproses makanan yang belum tercerna sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang
mungkin tersimpan dalam tubuh kita karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna.
Berpuasa juga merupakan salah satu cara terapi terbaik bagi penderita diabetes maupun untuk
mencegahnya. Penyakit diabetes mellitus sering diderita pada orang yang memiliki garis
keturunan DM, tetapi hal ini dapat dicegah dengan pengendalian konsumsi makanan yang
mengandung glukosa tinggi. Kita sebagai rakyat Indonesia diajarkan dari kecil untuk
mengonsumsi nasi yang kadar karbohidratnya tinggi, dimana karbohidrat dalam tubuh akan
diubah menjadi glukosa. Saat berpuasa gula darah dalam tubuh kita akan seimbang dan teratur
karena pada siang hari kita tidak mengonsumsi dan pada malam harinya kita baru mengonsumsi
lagi, tapi tentu dalam kadar yang tidak berlebihan. Puasa juga bermanfaat untuk penderita
hipertensi dan obesitas. Berpuasa berarti melatih kesabaran kita, sabar salah satu cara untuk
menurunkan hipertenesi, sehingga pembuluh darah kembali rileks dan normotensi. Sedangkan
untuk obesitas, mampu menurunkan kadar lemak dalam tubuh, mengubah lemak menjadi energy,
sehingga tubuh menjadi sehat.

1. Makan yang cukup

Allah berfirman dalam surat Thaha ayat 81 :”makanlah di antara rezki yang baik yang telah
Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan
kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya
binasalah ia”. Allah telah memerintahkan kita untuk memakan rezeki-Nya tetapi dalam
batasannya tidak berlebihan. Karena dengan kita makan berlebihan akan berdampak buruk bagi
keshatan kita. Mulai dari hipertensi hingga obsesitas dan tak terkecuali diabetes. Sabda Rasul:
“Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu
banyak (tidak sampai kekenyangan) “(Muttafaq Alaih). Makan adalah salah satu sarana untuk
mendapatkan energi agar dapat melanjutkan aktifitas. Namun, jika kita makan terlampau
kenyang juga tak baik untuk kesehatan kita, bisa menyebabkan kegemukan dan jika terlalu
kenyang kita pun akan menjadi malas untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Makan secukupnya
sesuai dengan kadar kemampuan lambung kita untuk menampungnya dan memprosesnya
menjadi energi, juga tak boleh makan terlampau sedikit karena kita akan cepat kehabisan energi
dan akhirnya lemas saat beraktifitas. Makan yang terlalu berlebihan dan tidak terkendali dalam
waktu yang panjang akan menigkatkan resiko obesitas dan diabetes. Makan lah yang secukupnya
yang bergizi untuk kesehatan dan dalam kadar batas nya. Aturannya kapasitas perut dibagi 3
bagian yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair) dan
sepertiga lagi untuk udara. Disabdakan “anak adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih
jelek dari perutnya. cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya.
kalau tidak ditemukan jalan lain maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga makanan,
sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk pernafasan”. (HR majah dan hakim).

1. Berolahraga

Ada banyak manfaat berolahraga secara teratur. Latihan olahraga dapat membantu meningkatkan
sensitivitas tubuh Anda terhadap insulin, yang membantu menjaga kadar gula darah dalam
kisaran normal. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada pria yang diikuti selama 10
tahun, untuk setiap 500 kkal yang dibakar per minggu melalui latihan, ada penurunan 6% risiko
relatif untuk pengembangan diabetes. Penelitian itu juga mencatat manfaat yang lebih besar pada
pria yang lebih gemuk. Dengan meningkatkan olahraga, tubuh menggunakan insulin lebih efisien
sampai 70 jam setelah latihan. Jadi, berolahraga 3-4 kali seminggu akan bermanfaat pada
kebanyakan orang. Penelitian menunjukkan bahwa baik latihan aerobik dan latihan ketahanan
dapat membantu mengendalikan diabetes, tapi manfaat terbesar berasal dari program fitness yang
meliputi keduanya. Perlu dicatat bahwa banyak manfaat olahraga independen terhadap
penurunan berat badan. Namun, bila dikombinasikan dengan penurunan berat badan,
keuntungannya meningkat secara substansial. Rasulullah SAW juga gemar berolahraga, olahraga
yang disukai beliau adalh memanah dan berkuda. Sehingga kesehatan tubuh beliau terjaga. Rasul
selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.
Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan
berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Olahraga sangat banya
manfaatnya bagi tubuh, selain untuk menjaga kebugaran fisik juga mampu merilekskan pikiran,
jauh dari yang namanya stress dan psikosomatis.

1. Makan sayuran di malam hari

Konsumsi sayuran di malam hari juga di lakukan Rasulllah SAW. beberapa riwayat mengatakan,
Rasulullah saw selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Meurut Prof. Dr. Musthofa, di
Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Nama nama ini tak lain adalah sayuran yang
juga banyak kita temui di negara kita. Bentuk olahan sayuran tertentu banyak ragamnya, seperti
CapCay, sayur lodeh dan sayur sup. Manfaat makanan tinggi serat tidak hanya mengurangi risiko
diabetes dengan meningkatkan kontrol gula darah tetapi juga menurunkan resiko penyakit
jantung dan menjaga berat badan ideal dengan membantu kita merasa kenyang. Makanan tinggi
serat antara lain buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan umbi-umbian. Salah
satu makanan tinggi serat yang terbukti dapat mengendalikan diabetes adalah dedak padi atau
bekatul. Rasulullah biasanya tidak langsung tidur setelah makan malam, melainkan beraktivitas
terlebih dulu supaya makanan yang di konsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga
mudah di cerna, caranya juga bisa dengan shalat. Sabda Rasul :”Cairkan makanan kalian dengan
berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan karena
dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a) Rasulullah saw
sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang ia berolahraga sambil bermain dengan
anak anak dan cucu cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah
r.a. Rasulullah saw tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya ia tidur lebih awal
supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk
hak tubuh. Terbukti apa yang dilakukan Nabi sangat baik karena sesuai sesuai dengan irama
biologis tubuh

1. Minum air putih dan madu.

Nabi biasa membuka sarapan dengan air putih dan sesendok madu. Dua unsur ini sangat luar
biasa manfaatnya. Madu Masyur sebagai penyembuh dan air putih kaya akan mineral yang
menyukupi kebutuhan tubuh akan cairan dan sebagai pencuci hati. Madu juga terkenal sebagai
unsur yang dapat membersihkan usus dan mencegah peradangan. Rasul bersabda “hendaknya
kalian menggunakan dua macam obat yaitu madu dan al-quran”. (HR ibnu majah dan hakim)

1. Tidak pemarah dan iri hati

Nasihat Rasulullah: “Jangan Marah” diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan
dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi
oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah: Mengubah
posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring, Membaca Ta
‘awwudz (a’udzubillahimina asy-syaithonirrajiim), karena marah itu dari Syaithan. Segeralah
berwudhu, shalat 2 Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan Hati.
Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa dan mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan
tindakan preventif yang sangat tepat. Kecuali untuk iri kepada 2 hal: Iri kepada orang yang
memiliki harta yang melimpah tapi tidak segan untuk menafkahkan hartanya dijalan kebaikan. Iri
kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas tapi tidak sungkan untuk
mengajarkannya kepada orang lain siapa pun tanpa pilih kasih Dengan menjaga emosi dan hati
kita mampu menurunkan resiko hipertensi dalam tubuh dan gangguan psikis yang bisa berujung
pada psikosomatis. Psikosomatis mampu memicu penyakit lainnya. Itulah serangkain cara
mencegah sindrom metabolik dengan cara hidup Rasulullah SAW. Tidak ada salahnya kita
mencoba, karena beliau adalah suri tauladan kita yang pantas untuk ditiru.

EFEK