Anda di halaman 1dari 24

DRAINASE TAMBANG

PERTEMUAN 2
NOVALISAE, S.T., M.T

JURUSAN/PRODI TEKNIK PERTAMBANGAN


UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2019
▪ Hidrologi tambang adalah bagian dari hidrologi
yang terkait dengan kegiatan pertambangan
dan relevan dengan penyaliran tambang.
▪ Hidrologi secara umum juga mencakup air tanah
atau air yang berada di bawah permukaan bumi.
Karakteristik dari air tanah yang khas
dipengaruhi oleh kondisi gelogi dan ilmu yang
HIDROLOGI mempelajari berbagai hal tentang air tanah
disebut hidrogeologi.
TAMBANG
▪ Karena air yang dapat mempengaruhi kegiatan
penambangan dapat berupa air limpasann
hujan, air permukaan dan juga air tanah, maka
selain hidrologi tambang juga diperkenalkan
istilah hidrogeologi tambang. Seperti hidrologi
tambang, hidrogeologi tambang juga hanya
membahas aspek-aspek dari air tanah yang
terkait dengan penyaliran tambang
▪ Curah Hujan :
Curah Hujan adalah jumlah atau volume
air hujan yang jatuh pada satu satuan luas,
dinyatakan dalam satuan mm. Curah
hujan 1 mm, berarti dalam luasan 1 m2
tertampung air setinggi 1 mm atau
tertampung air sebanyak 1 liter.
HUJAN/ ▪ Distribusi Curah Hujan :
PRESIPITASI Sebaran curah hujan pada suatu wilayah
yang dibuat berdasarkan data curah hujan
dari beberapa stasiun meteorologi yang
ada dengan menggunakan metode
tertentu. Tujuannya untuk mengetahui
karakteristik pola sebaran dan
kecenderungan arah tinggi-rendahnya
curah hujan.
▪Awan terdiri dari uap air
▪Konsentrasi molekul air pada inti
kondensasi
▪Temperatur menurun, kondensasi
meningkat
FAKTOR
PENYEBAB ▪Ukuran embun dan atau kristal es
bertambah besar
▪Jatuh sebagai hujan
1) Hujan konvektif (Convectional stroms), tipe
hujan ini disebabkan oleh adanya beda
panas yang diterima permukaan tanah
dengan panas yang diterima oleh lapisan
udara di atas permukaan tanah tersebut.
• Intensitas tinggi
TIPE HUJAN • Berlangsung relatif cepat
• Mencakup wilayah yang tidak terlalu luas
2) Hujan orografik (Orographic stroms), jenis
hujan yang umum terjadi di daerah
pegunungan, yaitu ketika masa udara bergerak
ke tempat yang lebih tinggi mengikuti bentuk
lahan pegunungan sampai pada saatnya terjadi
proses kondensasi. (Pemasok air tanah, danau,
bendungan, dan sungai).
TIPE HUJAN
 Besarnya curah hujan diukur dengan
menggunakan alat penakar curah hujan
yang umumnya terdiri atas dua jenis
yaitu alat penakar hujan tidak otomatis
dan alat penakar hujan otomatis.
 Dimensi diameter dan ketinggian alat
PENGUKURAN penakar curah hujan tidak otomatis
CURAH HUJAN (standar) menurut Dunne dan Leopold,
1978.
 D: 15 – 30 cm dan T: 50 – 75 cm
ALAT
PENAKAR
CURAH HUJAN
 Biasa diterapkan pada daerah yang
landai (dataran rendah) dengan jumlah
data relatif banyak, merata dan
perbedaan nilai rata-ratanya tidak besar.
 Metode ini adalah metode yang paling
sederhana untuk menghitung hujan
METODE rata-rata pada suatu daerah.
ARITHMATIC Pengukuran dilakukan di beberapa
stasiun dalam waktu yang bersamaan
dijumlahkan dan kemudian dibagi
dengan jumlah stasiun.
 𝑃 ̅=(𝑃1+𝑃2+𝑃3…+𝑃𝑛)/𝑛
 Metode ini biasa diterapkan pada daerah
yang memiliki kemiringan permukaan tanah
tinggi (dataran tinggi dan pegunungan).
Dengan metode ini masing-masing titik
pengukuran memiliki daerah pengaruh.
 𝑃=(𝐴1.𝑃1+𝐴2.𝑃2+…+𝐴𝑛𝑃𝑛)/(𝐴1+𝐴2+…+𝐴𝑛)
METODE  Dimana:
POLYGON P = Curah hujan rata-rata (mm)
 P1,P2,...,Pn = Curah di tiap titik
pengamatan
 A1,A2,...,An = Luas daerah pengaruh titik
pengamatan
 Diterapkan untuk daerah yang memiliki
kemiringan permukaan tanah sedang (dataran
rendah hingga perbukitan rendah) dengan data
curah hujan cukup dan merata. Luas daerah
diantara dua garis isohyet dihitung dan curah
hujan area tersebut adalah nilai rata-rata dari
kedua isohyet yang mengapitnya.
 𝑃 ̅=(𝐴1 (𝐼1+𝐼2)/2+𝐴2 (𝐼2+𝐼3)/2+…+𝐴𝑛
METODE (𝐼𝑛+𝐼𝑛+1)/2)/(𝐴1+𝐴2+…+𝐴𝑛)
ISOHYET  Dimana:
P = Curah hujan rata-rata (mm)
 P1,P2,...,Pn = Curah di tiap titik pengamatan
 A1,A2,...,An = Luas daerah pengaruh titik
pengamatan
 I1,I2,...,In = Garis isohyet ke 1, 2, 3,....., n, n + 1
 Metode ini dapat digunakan pada
daerah dimana variasi curah hujan
terhadap ketinggian (elevasi) dapat
diabaikan. Penggunaan metode ini
membutuhkan seorang penganalisis
METODE yang berpengalaman dan dapat
diterapkan hanya untuk selang waktu
KURVA hujan yang panjang.
HYPSOMETRI
PENGUAPAN
1. Limpasan
2. Sistem Penyaliran Air Permukaan

MATERI
PERTEMUAN
BERIKUTNYA :
1. Membuat resume tentang :
a. Limpasan
b. Metode Pengukuran Debit pada
Pipa dan Saluran Terbuka
Resume di tulis tangan dan
TUGAS dikumpulkan di jurusan/prodi Teknik
Pertambangan UPR pada :
Hari : Selasa
Tanggal : 1 Oktober 2019
Pukul : 10.00 WIB – 12.00 WIB
TERIMA KASIH