Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

MANUSIA, SAINS, DAN TEKNOLOGI

Kelompok 6

Disusun Oleh:

Rika Septiyana (181430062)

Asih Muniawati (181430052)

Noviani (181430068)

Ayu Listiasari (181430053)

Daffa Ridwanto Azhar (181430047)

Dosen Mata Kuliah:

Dhony Widyasandy, M.Si.

Asuransi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

UIN SMH Banten 2018-2019


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MANUSIA,
SAINS, DAN TEKNOLOGI”. Penyusunan makalah ini salah satu tugas mata kuliah Ilmu
Sosial dan Budaya Dasar. Kami berharap dapat menambah wawasan dan pengetahuan
khususnya dalam bidang Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Serta pembaca dapat mengetahui
bagaimana dan apa sebenarnya Hubungan Manusia Sains Dan Teknologi.

Menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu, kami sangat
mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca untuk melengkapi segala kekurangan
dan kesalahan dari makalah ini.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu selama proses
penyusunan makalah ini.

i
DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR.................................................................................................................... i

DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii

BAB I

PENDAHULUAN............................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang........................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................................................. 1

1.3 Tujuan Pembahasan............................................................................................... 1

BAB II

PEMBAHASAN................................................................................................................ 2

2.1 Makna Sains..................................................................................................... 2

2.2 Makna Teknologi................................................................................................ 3

2.3 Makna Sains dan Teknologi bagi Manusia……................................................ 4

2.4 Fungsi Sains dan Teknologi Dalam Kehidupan...................................................... 5

2.5 dampak sains dan teknologi dalam kebudayaan…………................................. 5

2.6 dampak positif dan negative sains dan teknologi………………………………. 6

2.7 Dampak Penyalahgunaan Sains dan Teknologi Pada Kehidupan...……………7

2.8 Problematika Pemanfaatan Iptek di Indonesia…………..……………………….. 8

BAB III

PENUTUP.............................................................................................................................. 10

3.1 Kesimpulan............................................................................................................ 10

DAFTAR
PUSTAKA.............................................................................................................................. 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari sains dan teknologi. Seiring dengan
berkembangnya sains dan teknologi hampir semua pekerjaan yang mustahil dapat dilakukan
oleh manusia. Orang dapat melakukan perjalanan jauh dalam waktu singkat dengan alat
transportasi seperti mobil, kerea api, pesawat terbang dan lain-lain. Manusia dapat melakukan
komunikasi dengan orang lain yang berada di kota atau negara lain dengan menggunakan
telepon. Manusia juga dapat mengerjakan sesuatu dengan ringan karena ditemukannya
berbagai macam penemuan yang meringankan pekerjaan manusia.

Namun disamping banyaknya manfaat yang telah diperoleh manusia, disisi lain muncul pula
dampak yang dapat merugikan manusia dan sering pula terjadi penyalahgunaan manfaat dan
fungsi kemajuan teknologi bagi kehidupan manusia. Walaupun sebenarnya dampak positif
jauh lebih diharapkan untuk dapat mengiringi perkembangan jaman. Serta pemanfaatan
kemajuan sains, teknologi, dan seni secara baik harus diterapkan sehingga dapat menjaga
kelestarian budaya bangsa.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah arti Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia?
2. Apakah fungsi Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia?
3. Apakah dampak perkembangan Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia?

1.3 Tujuan Pembahasan


1. Mengetahui arti Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia
2. Mengetahui fungsi Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia
3. Mengetahui dampak perkembangan Sains dan Teknologi dalam kehidupan manusia

1
BAB II

PEMBAHASAN

A.  Makna Manusia, Sains dan Teknologi

2.1      Makna Sains

Menurut Medawar (1984) sains (dari istilah inggris science) berasal dari kata: sienz, ciens,
cience, syence,science, scyense,scienc, sciens, scians.

Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua
ilmu itu boleh di anggap sains yang dimaksud ilnu sains adalah ; ilmu yang dapat diuji (hasil
dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan
kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan
yang dipedomanin tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori. Menurut
kamus besar Bahasa Indonesia sains adalah “ilmu yang teratur(sistematik) yang dapat di uji
atau dibuktikan benerannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misal :
fisika,kimia,biologi)”1

Di pandangan Aristoteles (384 SM – 322 SM), bahwa pengetahuan merupakan pengetahuan


yang dapat diindra dan dapat merangsang budi. Menurut Descrates ilmu pengetahuan adalah
serba budi, oleh Bacon dan David Home (1711-1776) diartikan sebagai  pengalaman indra
dan batin. Menurut Immanuel Kant (1724  -1804) pengetahuan merupakan persatuan antara
budi dan pengalaman. Namun tidak semua ilmu itu boleh dikatakan sains. Yang dimaksud
sains adalah “Ilmu yang dapat diuji ( hasil pengamatan yang sesungguhnya ) kebenarannya
dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran
dan kenyataan secara semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh di
percayai, melalui eksperimen secara teori”.

Untuk mencapai suatu pengalaman yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat
ilmiah. Sikap yang bersifat ilmiah itu meliputi empat hal

1. Tidak ada sifat yang bersifat pamrih, sehingga mencapai pengetahuan ilmiah yang
objetif.

2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapinya supaya


didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang
ada.

3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun


terhadap alat indra dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.

4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, maupun aksioma terdahulu telah
mencapai kepastian, namun terbuka untuk dibuktikan kembali.

1
Elly M. Setiadi, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (Jakarta: Kencana, 2011),h.163.

2
Ilmu pengetahuan itu sendiri mencakup ilmu pengetahuan alam, pengetahuan sosial dan
kemanusiaan, dan sebagai apa yang disebut generik meliputi usaha penelitian dasar dan
terapan serta pengembangannya. Penelitian dasar bertujuan untuk menambah pengetahuan
ilmiah. Penelitian pengembangan diartikan sebagai pembangunan sistematis dari pengetahuan
yang diperoleh penelitian untuk keperluan penciptaan bahan-bahan, perencanaan sistematis,
metode atau proses yang berguna, tetapi tidak mencakup produksi atau enggineering-nya.

Sains memberikan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu
pengetahuan itu, dan kini terdapat pada seluruh alam semesta. Proses mencari kebenaran serta
mencari jawaban atas persoalan-persoalan secara sistematik dinamakan scientific dan ia
menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi satu unsur terpenting peradaban
manusia.

2.2      Makna Teknologi

Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia, dari yunani kuno techne berarti seni


kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang
memiliki keahlian tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan, seseorang menjadi
semakin menjadi tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti,
keterampilan tesebut menjadi lebih teknik.

Seperti yang diucapkan Jacques Ellul (1912-1994), dalam tulisannya yang berjudul “ The


Technology society” tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meski arti dan maksudnya
sama. Teknologi itu sendiri memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal
impersional dan memiliki otonomi mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi likup
teknis. Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak untuk mesin, teknologi atau prosedur
untuk memperoleh hasilnya, meainkan totalitas metode yang dicapai secara rasional dan
mencapai efesiensi (untuk memberikan tngat perkembangannya)  dalam setiap bidang
aktivitas manusia. Batasan inii bukan dalam bentuk teoritis, melainkan peolehan aktivitas
masing-masing dan observasi fakta dari apa yang disebut manusia modern dengan
perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah berbagai usaha, metode, dan cara
untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan diperhitungkan sebelumnnya.

Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan tenologi
adalah transformasi kebutuhan (perubahan bentuk dari alam), teknologi adalah
realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Secara konvensional mencakup penguasaan
dunia fisik dan biologis, tapi secara luas juga mencakup teknologi sosial, terutama teknologi
sosial pembangunan ( The Social Technology Of defelopment ) sehingga teknologi itu adalah
metode sistematis untuk mencapai tujuan insani. Adapun teknologi dalam makna dubjektif
adalah keseluruhan peralatan bahwa teknologi adalah segala hal, dan segala hal adalah
teknologi.2

Fenomena teknik pada manyarakat kini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Rasionalitas
2
Elly M. Setiadi, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (Jakarta: Kencana, 2011),h.164.

3
2. Artifisialitas

3. Otomatisme

4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan

5. Monisme

6. Otonomi

Teknologi yang berkembang pesat, meliputi berbagai kehidupan manusia. Luasnya bidang
teknologi, digambarkan oleh Ellus sebagai berikut:

1. Teknik meliputi bidang ekonomi

2. Teknik meliputi bidang organisasional

3. Teknik meliputi bidang menusiawi

Secara hiearki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi yaitu:

1. Teknologi modern

2. Teknologi madya

3. Teknologi tradisional

2.3    Makna Sains dan Teknologi Bagi Manusia

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan satu unsur kebudayaan. Mengingat iptek
merupakan unsur dari kebudayaan, maka unsur tersebut memiliki peran penting bagi
manusia. Kemudian eksistensi serta pengembangannya  saat ini menjadi salaah satu ciri khas
atau tolak ukur suatu masyarakat negara dikatakan maju salah satunya adalah
memansyarakatnya inptek. Iptek merupakan sarana penunjang hidup manusia agar dinamika
persoalan hidup dapat diselesaikan dengan mudah, walaupun efek dari penggunaan iptek bagi
manusia dapat positif maupun negatif. Jadi iptek juga dapat dikatakan memiliki “mata dua”
tergantung bagaimana menusia menggunakan.

Oleh karena itu, selama perjalanan sejarah ummat manusia telah berhasil menciptaka
berbagai macam kebudayaan. Berbagai macam atauragam kebudayaan tersebut meliputi tujuh
unsur kebudayaan. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang
selalu ada pada setiap kebudayaan masyarakat yang ada di belahan dunia.

Ketujuh unsur kebudayaan tersebut meliputi:

1. Peralatan hidup (teknologi)

2. Sistem mata pencaharian (ekonomi)

3. Sistem kemasyarakatan (organisasi sosial)

4
4. Sistem bahasa

5. kesenian (seni)

6. Sistem pengetahuan (ilmu pengetahuan/sains)

7. Sistem kepercayaan (religi)

Ketujuh unsur budaya tersebut merupakan unsur-unsur budaya pokok yang pasti ada apabila
kita meneliti setiap kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap kehidupan masyarakat di
dunia ini, maka ketujuh unsur pokok yang ada di dunia, seringkali dikatakan sebagai unsur-
unsur budaya yang bersifat universal, atau unsur-unsur kebudayaan universal (cultural
universal.

2.4  Fungsi Sains dan Teknologi Dalam Kehidupan Manusia

Salah satu fungsi Sains dan Teknologi bagi manusia adalah sebagai sarana bagi kehidupan
manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas kehidupannya menjadi lebih mudah,
lancar, efesien, dan efektif,  sehingga kehidupannya menjadi lebih bernama dan produktif.
Oleh karena itu melalui pendekatan ilmu antriopologi, istilah atau pengertian ilmu
pengetahuan dan teknologi tersebut sering dipakai untk merujuk pada keterkaitan antara
manusia, lingkungan, dan kebudayaan.

Hal ini dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak mau
pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuam yang dimiliki serta
menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan demikian iptek bagi
manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia untk menciptakan taraf atau kualitas menjadi
lebih baik.

2.5  Dampak Sains dan Teknologi terhadap kebudayaan

Sistem peralatan hidup manusia merupakan unsur kebudayaan yang paling epat berubah.
Sestem peralatan sering juga disebut sebagai sistem teknilogi yang pekembangannya
mempengaruhi sistem sosial budaya yang lain. Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi
unsur religi, kesenian, bahasa, sebagainya. Kemajuan teknologi berasal dari pengembangan
unsur sistem pegetahuan masyarakat. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusua,
umumnya terdiri atas berikut ini.

1. Alat- alat produktif

2. Alat-alat yang didistribusikan dan transportasi dan sistem komusikasi.

3. Wadah atau tempat-tempat untuk menaruh barang kebutuhan.

4. Makanan dan minuman.

5. Pakaian dan perhiasan.

6. Tempat berlindung dan perumahan.

5
Setiap  suku bangsa dan kelompok masyarakat memiliki peralatan-peralatan seperti yang
disebutkan di atas dengan ciri-ciri khas masing-masing. Alat –alat produksi tergantung juga
pada mata pencaharian masyarakat, misalnya petani tentu saja membutuhkan cangkul.
Nelayan membutuhkan pancing dan jala ikan. Nelayan juga membutuhkan perahu sebagai
alat tranportasi, memerlukan wadah atau tempat untuk menyimpan ikan, mempunyai jenis
makanan dan minuman yang khas, ada juga yang memiliki perhiasan-perhiasan dari kerang
atau yang terbuat dari hewan atau tumbuhan laut, ada juga rumah-rumah sederhana dan
berada di tepi pantai dan memiliki senjata untuk berlinung dari hewan buas di laut atau darat.

2.6  Dampak Positif dan Negatif Sains dan Teknologi

1.     Beberapa dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan sains dan
teknologi adalah :

1. Manusia dapat melakukan perjalanan yang jauh dalam waktu yang singkat
menggunakan alat transportasi modern.

2. Manusia dapat berkomunikasi dengan sesama meski berada di tempat yang jauh
dengan menggunakan teknologi komunikasi modern.

3. Manusia dapat melakukan tugas yang berat dengan seditik tenaga, seperti contoh
mencuci dengan menggunakan mesin cuci dan lain lain.

4. Manusia dapat menyelesaikan tugas yang membutuhkan waktu lama dalam waktu
yang singkat, seperti contoh : menyalin ribuan tulisan dengan mesin fotokopi

5. Manusia dapat melakukan hal yang berada diluar kemampuan tubuh manusia, seperti
contoh : Menjelajah angkasa luar menggunakan roket dan perlengkapan astronout.

6. Manusia dapat mengetahui informasi-informasi aktual dari belahan dunia manapun


dengan teknologi internet.

7. Meningkatkan tingkat keamanan dan pertahanan suatu negara dengan adanya


penemuan-penemuan bidang militer.

8. Mempermudah bisnis perdagangan di seluruh dunia.

2. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan sains dan teknologi
adalah:

1. Manusia menunda nunda silaturrohim dengan sesama karena dengan adanya


teknologi komuniksai modern mereka dapat berkomunikasi dengan sesama meski
berada di tempat yang jauh.

2. Manusia menjadi malas melakukan pekerjaan berat karena dengan adanya teknologi,
tugas yang berat dapat diselesaikan dengan seditik tenaga, seperti contoh mencuci
dengan menggunakan mesin cuci dan lain lain.

6
3. Manusia menjadi malas melakukan pekerjaan yang lama karena dengan adanya
teknologi, tugas yang membutuhkan waktu lama dapat diselesaikan dalam waktu yang
singkat, seperti contoh : menyalin ribuan tulisan dengan mesin fotokopi.

4. Manusia dapat mengkases informasi informasi yang berbahaya dan tidak mendidik
dari internet hanya untuk pemuas nafsu dan kepentingan pribadi.

5. Munculnya para cyber crime di dunia maya yang mana merekan mampu meretas
sistem keamanan.

6. Banyaknya penipuan bisnis perdagangan yang dilakukan secara online.

2.7   Dampak Penyalahgunaan Sains dan Teknologi Pada Kehidupan

Pengaruh negaif iptek secara manusiawi dirasakan pada masyarakat dewasa ini, terlihat dari
kondisi manusia itu sendiri. Manusia pada saat ini telah begitu jauh dipengaruhi oleh iptek.
Gambaran kondisitersebut sebagai berikut.

1. Situasi Tertekan, manusia mengalami ketegangan akibat penyarapan iptek. Contoh


pada sistem industri ban berjalan, seorang pekerja meskipun sakit atau lemah ataupun
ada berita duka bahwa anaknya sedang sakit dirumah sakit, mungkin pekerjaan
tersebut tidak bisa ia tinggalkan karena akan membuat macet gais produksi dan upah
temannya. Keadaan tertekan demikian, akan menghilangkan nilai-nilai sosial dan
tidak manusiawi lagi.

2. Perubahahan ruang dan lingungn bagi manusi., Iptek telah mengubah lingkungan
manusia dan hakikat manusia. Contoh yang sederhana dalam hal makan atau tidur
manusia tidak ditentukan dari lapar atau kantuk tetapi diatur oleh jam. Lingkungan
manusia menjadi terbatas, tidak berhubungan dengan padang rumput, pantai atau
pepohonan secara langsung. Yang ada hanyalah bangunan yang tinggi dan padat
sehingga sinar matahari tidak menyentuh ermukaan kulit manusia.

3. Perubahan waktu dan gerak manusia. Akibat iptek, menusia terlepas dari hakikat
kehidupan. Sebelumnya tidur diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan
peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia sifatnya konkret dan alamiah. Tetapi
sekarang waktu hanya memiliki nilai kuantitas belaka tidak ada nilai kualitas
manusiawi dan sosial.

4. Tebentuknya suatu masyarakat massa. Akibat iptek, manusia hanya membentuk


masyarakat massa, artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Hal ini
dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat, maka muncul keguncangan.
Masyarakat masih memegang nilai-nilai asli sepert agama tau adat istiadat secara
ideologis, akan tetapi struktur masyarakat dunia norma tetap saja hukum ekonomi,
politik, atau persaingan kelas.

5. Iptek manusiawi dalam arti ketat. Artinya, iptek manusiawi harus memberikan kepada
manusia suatu kehidupan yang sehat dan seimbang, bebas dari tekanan-

7
tekanan.iptek harus menyelaraskan diri dengan menusia bukan sebaliknya. Manusia
bukan menjadi objek iptek tetapi harus menjadi subjek iptek. Kondisi sekarang
menusia itu menjadi objek iptek dan harus selalu menyesuiaikan diri dengan iptek

2.8    Problematika Pemanfaatan Iptek di Indonesia

Merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang masalah yang
dihadapi bangsa Indonesia terkait dengan pemanfaatan iptek dapat diidentiikasikan sebagai
berikut.

1. Rendahnya kemampuan iptek nasiaonal dalam menghadapi perkembangan global. Hal


ini ditunjukkan dengan Indeks Pencapaian Teknologi (IPT) dalam laporan UNDP
tahun 2001 menunjukkan tingkat pencapaian teknologi indonesia masih berada pada
urutan ke-60 dari 72 negara.

2. Rendah nya konstribusi iptek nasional di sektor produksi. Hal ini antara lain
ditunjukkan oleh kurangnya efesiensi dan rendahnya produktivitas, serta minimnya
kandungan teknolgi dalam kegiatan ekspor (misalnya produktivitas BBM yang selalu
bermasalah)

3. Belum optimalnya mekanisme intermediasi iptek yang menjembatani interaksi antara


kapasitas penyedia iptek yang menjembatani intraksi antara kapasitas penyedia iptek
dengan kebutuhan pengguna. Masalahnya saat ini dapat dilihat dari belum tertatanya
infrastruktur iptek, antara lain institusi yang mengolah dan menerjemahkan hasil
pengembangan iptek menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai untk difungsikan
dalam sistem produksi.

4. Lemahnya sinergi kebijakan iptek, sehingga kegiatan belum sanggup memberikan


hadi yang signifikan.

5. Masih terbatasnya sumber daya iptek, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM
dan kesenjangan pendidikan. Rasio tenanga peneliti Indonesia pada tahun 2001 adalah
4,7 peneliti per 10.000 penduduk, jauh lebih kecil dibandingkan jepang sebesar 70,7
(baca rasio  peneliti Indonesia pada tahun 2001)

6. Belum berkembangnya buaya iptek di kalangan masyarakat. Budaya bangsa secara


umum masih belum mencerminkan nilai-nilai iptek yang mempunyai penalaran
objektif, rasional, maju, unggul, dan mandiri. Pola pikir masyarakat belum
berkembang ke arah yang lebih suka menciptakan daripada memakai dan membeli,
serta lebih suka belajar berkreasi daripada sekedar menggunakan teknologi yang ada,
presepsi lain lebih suka menjadi konsumen daripada produsen.

7. Belum optimalnya peran iptek dlam mengantisipasi dan menanggulangi bencana


alam. Wilayah indonesia dalam konteks ilmu kebumian global merupakan indikator
yang rawan bencana. Banyaknya koban akibat bencanan alam merupakan inds
terhikator bahwa pembangunan indonesia berwawasan bencana. Kemampuan iptek
nasional belum optimal dalam memberikan entisipasi dan solusi strategi terhadap

8
berbagai permasalahan bencana alam, seperti pemanasan global, anomali iklim,
kebakaran hutan, banjir bandang, banjir lumpur, longsor, gempa bumi, dan tsunami.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari beberapa pembahasan yang sudah diulas pada BAB 2, dapat diperoleh kesimpulan
sebagi berikut :

1. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.

2. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk


memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak
kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia.

3. Khusus dalam bidang teknologi, masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang
dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun
manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi
mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Oleh karena itu untuk mencegah
atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, manusia harus bertekad pada diri
sendiri untuk tetap berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan yang baik agar tidak
terjerumus dalam penyalahgunaan teknologi.

10
Daftar Pustaka

Eko Digdoyo, 2015, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, Bogor, Ghalia Inonesia

Rusmin Tumanggong, Kholis Ridho, Nurochim, 2010, Ilmu Sosial 

Setiadi M Elly, Hakam A Kama, Effendi Ridwan, 2006, Ilmu Sosial dan Budaya Dasar,
Jakarta, Kencana

11