Anda di halaman 1dari 4

Indah Puspa Aulia Agustin

175110701111013

Jenis-Jenis Plagiasi

Plagiasi adalalah tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang yang mengklaim
atau mengambil hasil karya orang lain sebagian ataupun seluruhnya tanpa mencantumkan
sumber atau nama pemilik asli karya yang di klaim.

A. Jenis-jenis plagiarism
Jenis plagiarisme menurut Helen Eassom terbagi menjadi 10, yaitu1:
1. Sumber Sekunder
Plagiarisme jenis ini terjadi saat seorang peneliti menggunakan sumber sekunder
dengan mengutip sumber asli atau utama pada sumber sekunder. Dilihat dari
keumumannya plagiasi jenis ini bernilai 6.9/10 dan dari keseriusannya bernilai
6.4/10.
2. Sumber yang Tidak Valid
Sumber yang tidak valid terjadi ketika sumber rujukan peneliti salah atau sumber
tidak ada. Dilihat dari keumumannya plagiasi ini bernilai 3.9/10 dan
keseriusannya bernilai 7.3/10.
3. Duplikasi
Dupilkasi terjadi ketika seorang peneliti menggunakan kembali karya peneliti lain
untuk studi tanpa atribusi. Dilihat dari keumumannya bernlai 6.3/10 dan
keseriusannya bernilai 7.5/10.
4. Parafrase
Plagiarism jenis ini adalah tindakan mengambil tulisan orang lain dengan
mengubah kata-kata dari sumber asli terlihat seperti ide atau pemikiran peneliti
sendiri. Dilihat dari keumumannya bernilai 7.5/10 dan keseriusannya bernilai
7.6/10
5. Penelitian Berulang
1
Helen Eassom, “10 Type of Plagiarism in Reasearch”, 2016,
https://www.wiley.com/network/researchers/submission-and-navigating-peer-review/10-types-of-plagiarism-
in-research
Plagiarism jenis ini adalah pengulangan data atau teks dalam penelitian serupa
dan metode yang serupa dalam penelitian baru tanpa atribusi yang tepat.
Plagiarism ini terjadi ketika studi dengan suatu topik diulang dengan hasil yang
sama tetapi penelitian sebelumnya tidak dikutip dengan benar. Dilihat dari
keumumannya bernilai 7.1/10 dan keseriusannya 7.6/10.
6. Replikasi
Plagiarism ini adalah pengajuan makalah ke berbagai publikasi. Menghasilkan
makalah yang sama yang dicetak lebih dari satu kali. Dilihat dari keumumannya
plagiasi jenis ini bernilai 4.2/10 dan dari keseriusannya bernilai 7.7/10.
7. Atribusi yang Menyesatkan
Plagiarism jenis ini adalah ketidakakuratan daftar penulis yang berkontribusi
dalam penulisan naskah yang dipublikasi lebih dari satu. Dilihat dari
keumumannya plagiasi jenis ini bernilai 4.8/10 dan dari keseriusannya bernilai
8.2/10.
8. Kolaborasi yang Tidak Etis
Kolborasi yang tidak etis terjadi ketika orang yng bekerja bersama-sama
melanggar kode etik. Menggunakan karya tulis, hasil dan gagasan yang
merupakan hasil dari kolaborasi tanpa mengutip sifat kolaboratif dan peserta yang
terlibat. Dilihat dari keumumannya plagiasi jenis ini bernilai 5.3/10 dan dari
keseriusannya bernilai 8.2/10.
9. Plagiasi kata per kata
Plagiasi jenis ini adalah menyalin pekerjaan orang lain tanpa memberikan atribut
yang tepat, tanpa tanda kutip. Ada dua bentuk, pertama mengutip sumber yang
mereka pinjam, tanpa menunjukkan bahwa itu adalah kutipan langsung. Kedua,
tidak adanya atribusi sama sekali, pada dasarnya mengklaim kata-kata orang lain
menjadi milik mereka. Dilihat dari keumumannya plagiasi jenis ini bernilai 2.3/10
dan dari keseriusannya bernilai 8.4/10.
10. Plagiarisme Lengkap
Plagiarism ini adalah plagiarime yang paling ekstrem ketika peneliti mengambil
penelitian naskah atau karya lain dari peneliti lain dan mengirim kembali dengan
namanya sendiri. Dilihat dari keumumannya plagiasi jenis ini bernilai 2.3/10 dan
dari keseriusannya bernilai 8.8/10.
B. .Contoh-contoh plagiarisme
Berikut adalah contoh-contoh plagiasi2:
1. Heri Ahmad dn Rantan Krisnan  2010. Buku plagiat terbitan IPB Press 
menjiplak tulisan dan data-data dari artikel
2. Guru besar INri berinisial II, mantan Dekan FKIP Unri  2011. Buku plagiat
berjudul Sejarah Maritim  menjiplak seluruh isi Budaya Bahari
3. Soeyono, magister alumnus UGM  1992. Tesis plagiat  menjiplak skripsi
4. Mochammad Zuliansyah, doctor alumnus ITB  2010. Karya ilmiah untuk jurnal
internasional  menjiplak karya ilmiah dari jurnal internasional.
5. Doctor, kepla sekolah. 2010. Arikel di koran lokal Kupang  menjiplak arikel
Media Indonesia

C. Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terkait


1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
3. Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen
4. Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan
5. Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2010 tentang Perubahan PP NO.17 tahun
2010 tentang Pengelolaan dan Penyelengaraan Pendidikan

D. Refleksi
Sebagai mahasiswa saya akan berusaha untuk lebih menghargai karya orang
lain dengan mencantumkan sumber saat mengutip karya orang lain.

Daftar Pustaka

2
Riyadi Dody. 2017. “Plagiarisme dan Korupsi Ilmu Pengetahuan”. Jurnal KORDINAT. Vol. XVI, No. 2,
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kordinat/article/view/6443
Eassom, Helen. “10 Type of Plagiarism in Research”. Diakses 09 Februari 2020 melalui
https://www.wiley.com/network/researchers/submission-and-navigating-peer-review/10-
types-of-plagiarism-in-research

Riyadi Dody. 2017. “Plagiarisme dan Korupsi Ilmu Pengetahuan”. Jurnal KORDINAT. Vol.
XVI, No. 2. Diakses 11 Februari 2020 melalui
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/kordinat/article/view/6443