Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH KEWIRASWASTAAN

MENJUAL SEBAGAI KEGIATAN DASAR WIRAUSAHA


Dosen Pengampu : Drs. M. Arifin Mukti, MM.

Disusun oleh :

1. Vilyan Jurdila ( C0B017006 )


2. Khikmatul Laili S ( C0B017007 )
3. Nurlaili Istiqomah ( C0B017009 )
4. Dwi Vitasari ( C0B017010 )
5. Astri Siti Anwariyah ( C0B017025 )
6. Mohamad Ganung A ( C0B017033 )
7. Marlinda Dwi Saputri ( C0B017036 )
8. Tiara Mega Maulida ( C0B017040 )
9. Novia Ramadhanti ( C0B017049 )
10. Ratri Kurnia Ekasari ( C0B017051 )
11. Abib Priyatama ( C0B017063 )

PROGRAM STUDI D3 KESEKRETARIATAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun
makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami
membahas mengenai Kewiraswastaan.  
Makalah  ini dibuat dengan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk
membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 
 Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini. Oleh karena itu kami membutuhkan saran serta kritik dari pembaca
yang dapat membangun kami.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita
sekalian. 

Purwokerto, 13 November 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I. PENDAHULUAN 1
A. LATAR BELAKANG 1
B. RUMUSAN MASALAH 1
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH 2
BAB II. PEMBAHASAN 3
A. PROFESI MENJUAL 3
B. SENI MENJUAL 5
C. PENJUAL SEBAGAI ARTIST DAN SCIENTIST 5
D. OBYEK ILMU PENJUAL 6
E. POLITIK DAN HUKUM PENJUALAN 7
F. CARA-CARA MENEMUI DAN MEMPENGARUHI CALON
PEMBELI 8
G. CARA MENGHADAPI PEMBELI 9
H. CARA UNTUK MEMPEROLEH PERHATIAN PEMBELI 10
I. MENDORONG KEINGINAN MEMBELI 11
J. PRINSIP THE CUSTOMER IS KING 11
K. SIFAT-SIFAT PENJUAL YANG DISENANGI PEMBELI 12
L. BEBERAPA TIPE PEMBELI 12
M. MENGATASI KEBERATAN PEMBELI 13
N. BEBERAPA CARA PRAKTIS MENGATASI KEBERATAN-
KEBERATAN YANG DIAJUKAN OLEH CALON PEMBELI 14
O. SIFAT-SIFAT YANG PERLU DIMILIKI PENJUAL 15
P. SYARAT FISIK PENJUAL17
Q. SYARAT MENTAL DAN KARAKTER PENJUAL 18
R. SYARAT-SYARAT SOSIAL PENJUAL 18
S. PENGETAHUAN MENJUAL YANG STRATEGIS 19
T. MENGAPA ADA PENJUAL YANG GAGAL 19
U. PENYEBAB KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN BISNIS 21
V. KUNCI SUKSES MEMBUKA BISNIS BARU 22
B III. PENUTUP 24
A. KESIMPULAN 24
B. SARAN 24
DAFTAR PUSTAKA 25

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Walaupun seorang wirausaha tidak menjadi wiraniaga, namun seorang
wirausaha harus mengetahui dan memahami seluk beluk ilmu menjual.
Kegiatan menjual merupakan kegiatan dasar wirausaha. Seperti telah
disebutkan bahwa wirausaha seseorang yang mengorganisir faktor-faktor
produksi untuk tujuan produksi, maka produksi yang dihasilkan harus dapat
terjual. Jika wirausaha ini tidak berhasil menjual produknya, maka kegiatan
usahanya akan mengalami kegagalan.
Sejak awalnya, seorang wirausaha yang akan membuka usaha, ia harus
mendesain ide – idenya agar dapat membuat keputusan yang tepat. Keputusan
yang dibuat dapat dijadikan landasan kokoh pelaksanaan dengan keyakinan
akan berhasil, tanpa ragu-ragu. Oleh karena itu, pembahasan tentang
Kewiraswastaan di bawah ini akan membahas mengenai menjual sebagai
kegiatan dasar wirausaha.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud profesi penjual ?
2. Apa yang dimaksud seni menjual ?
3. Apa yang dimaksud penjual sebagai artist dan scientist ?
4. Apa saja obyek ilmu menjual ?
5. Apa yang dimaksud politik dan hukum penjualan ?
6. Bagaimana cara-cara menemui dan mempengaruhi calon pembeli ?
7. Bagaimana cara menghadapi pembeli ?
8. Bagaimana cara untuk memperoleh perhatian pembeli ?
9. Bagaimana usaha mendorong keinginan pembeli ?
10. Apa yang dimaksud prinsp the customer is king ?
11. Apa sifat-sifat penjual yang disengani pembeli ?
12. Bagaimana tipe-tipe pembeli ?
13. Bagaimana mengatasi keberatan pembeli ?
14. Bagaimana cara praktis mengatasi keberatan yang diajukan oleh calon
pembeli ?

1
15. Apa saja sifat-sifat yang perlu dimiliki penjual ?
16. Apa syarat fisik penjual ?
17. Apa syarat mental dan karakter penjual ?
18. Apa syarat-syarat sosial penjual ?
19. Apa pengetahuan menjual yang strategis ?
20. Apa yang dimaksud mengapa ada penjual yang gagal ?
21. Apa penyebab kegagalan dn keberhasilan bisnis ?
22. Apa kunci sukses membuka bisnis baru ?
C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui profesi menjual.
2. Untuk mengetahui seni menjual.
3. Untuk mengetahui penjual sebagai artist dan scientist..
4. Untuk mengetahui obyek ilmu menjual.
5. Untuk mengetahui politik dan hukum penjualan.
6. Untuk mengetahui cara-cara menemui dan mempengaruhi calon pembeli.
7. Untuk mengetahui cara menghadapi pembeli.
8. Untuk mengetahui cara untuk memperoleh perhatian pembeli.
9. Untuk mengetahui usaha mendorong keinginan pembeli.
10. Untuk mengetahui prinsp the customer is king.
11. Untuk mengetahui sifat-sifat penjual yang disengani pembeli.
12. Untuk mengetahui tipe-tipe pembeli.
13. Untuk mengetahui mengatasi keberatan pembeli.
14. Untuk mengetahui cara praktis mengatasi keberatan yang diajukan oleh
calon pembeli.
15. Untuk mengetahui sifat-sifat yang perlu dimiliki penjual.
16. Untuk mengetahui syarat fisik penjual.
17. Untuk mengetahui syarat mental dan karakter penjual.
18. Untuk mengetahui syarat-syarat sosial penjual.
19. Untuk mengetahui pengetahuan menjual yang strategis.
20. Untuk mengetahui mengapa ada penjual yang gagal.
21. Untuk mengetahui penyebab kegagalan dn keberhasilan bisnis.
22. Untuk mengetahui kunci sukses membuka bisnis baru.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PROFESI MENJUAL
Menjual adalah suatu seni untuk meyakinkan, mempengaruhi atau
menggerakan orang lain agar berpikir dan melakukan seuatu yang dianjurkan
oleh penjual. Menjual ialah masalah perorangan yang sifatnya kreatif.
Pekerjaan menjual merupakan keahlian yang tidak mungkin diganti dengan
mesin. Pada zaman modern seperti sekarang ini seorang penjual yang pandai
masih sangat dibutuhkan.
Seorang penjual professional harus dapat menjawab pertanyaan : What
can I do for my prospects and customers? (Charles Atkinson Kirkpatrick,
1966), apa yang dapat saya lakukakan untuk kepentingan pelanggan dan masa
depan saya ? bukan sebaliknya : What can my prospects and customers do for
me? ( Apa yang saya harapan dari langganan dan masa depaan saya ) Seorang
penjual professional harus memiliki dedikasi yang tinggi untuk melayani
kebutuhan dan mengatasi masalah yang dihadapi oleh pembeli.
Gambaran seorang penjual professional adalah sebagai berikut :
1. He posses a satisfactory amount of basic ability to sell (memiliki
kemampuan menjual yang memuaskan).
2. He consciously chose the selling field and is proud of it (dia bangga memilih
pekerjaan menjual ini).
3. He loyal to high ethical standards (dia memiliki standar etika yang tinggi).
4. He is skilled in his work (terampil dalam pekerjaannya).
5. His knowledge is throuht (memliki pengetahuan).
6. He is true to his obligations (benar bila berjanji).
7. He stays up to date because he never stops learning (dia tidak ketinggalan
jaman karena selalu belajar).
8. He maintains his self-respect and his independence (dia memilihara
keutuhan pribadinya dan kemerdekaannya).
9. He knows that to sell is to serve (dia mengetahui bahwa pekerjaan menjual
berarti melayani).

3
Keuntungan dan kelemahan apabila seseorang terjun kedalam bidang
profesi penjualan ini.
Keuntungannya :
1. Akan memperoleh gaji / penghasilan yang cukup tinggi dibandingkan
dengan orang – orang yang menerima pah / gaji tetap.
2. Memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang, dibandingkan
dengan pegawai tetap pada umumnya.
3. Memiliki kesempatan mngadakan tour ke berbagai daerah dan ini akan
menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman, bergaul dengan banyak
orang dari segala lapisan.
4. Rasa bangga akan pekerjaannya dan lebih bebas, tidak selalu bekerja
dibawah seorang mandor seperti dalam pabrik.
5. Pribadinya dapat berkembang, karena banyak mendaapat ide – ide baru dari
hasil interelasinya dengan orang lain.
6. Memiliki rasa tanggung jawab tinggi karena sudah terlatih.
Kelemahan :
1. Kurang waktu tinggal dirumah, karena seorang penjual banyak berpergian
keluar daerah.
2. Kurang kekuasaan, karena segala kegiatan yang dilakukan sudah ditetapkan
oleh perusahaan.
3. Monoton, pekerjaan bisa membosankan karena hari = hari yang dilakukan
tidak ada perubahan.
Bagaimanapun juga karir seorang penjual, banyak tergantung pada orang
itu sendiri. Jika ada bakat, mau belajar, gandrung dengan prestasi, bukan
mengejar prestise, maka seorang penjual akan sukses menjadi seorang
pengusaha besar. Banyak contoh dapat dilihat dari sejarah hidup para
pengusaha besar, baik dalam negeri maupun luar megeri dimulai dari pekerjaan
menjual ini. Di Jepang seorang sarjana ekonomi perusahaan yang baru masuk
bekerja pada satu perusahaan harus memulai karirnya dari bawah. Dia harus
menjadi pelayan / pramuniaga terlebih dahulu, baru kemudian naik pangkat
secara bertahap.

4
B. SENI MENJUAL
Seni kita artikan sebagai suatu usaha mencapai hasil yang diinginkan
dengan jalan menggunakan kepandaian. Jadi merupakan tindakan untuk
menerapkan ilmu yang kita miliki dalam praktik atau juga merupakan keahlian
dalam melaksanakan penjualan.
Keahlian dalam menjual mungkin karena seseorang itu telah mempunyai
bakat sejak kecil. Kemudian bakat itu dikembangkan dengan intuisi,
pengetahuan langsung serta pengalaman pribadinya dalam melakukan praktik
penjualan, sehingga ia menjadi ahli. Orang yang ahli melakukan kegiatan
tertentu sehingga mendapat pengakuan dari masyarakat atau lingkungannya
disebut “JENI”. Ia dapat melakukan keahliannya dengan baik, mempunyai
keistimewaan dari yang lain dan dapat mengembangkannya disebut Self Made
Man. Ia menjadi orang yang penting, disegani dan luwes dalam pergaulan dan
dalam menjalankan tugasnya.
Dengan adanya orang – orang yang mempunyai bakat istimewa dalam
berjualan sehingga ia sukses, sehingga timbul pendapat yang mengatakan :
salesman are born, not made; artinya seorang penjual yang berhasil karena
memang ia telah dikaruniai bakat istimewa sejak lahir dan ditakdirkan untuk
menjadi penjual yang sukses. Bukannya ia diberi teori-teori menjual yang
muluk-muluk dibangku sekolah. Pandangan tersebut terlalu ekstrim untuk
dipakai sebagai pegangan oleh calon pedagang. Sebab mungkin akan timbul
rasa pesimis pada diri seseorang karena ia merasa seolah-olah tidak berbakat,
sekalipun sebenarnya ia mempunyai minat dan keinginan untuk menjadi
seorang penjual. Pendapat tadi baru merupakan pendapapat beberapa orang ahli
yang masih harus diuji kebenarannya. Kita harus juga ingat bahwa Tuhan telah
mewajibkan kepada setiap umat untuk merubah nasibnya, diantara dengan
mencari ilmu pengetahuan dan cara baru untuk memecahkan srtiap persoalan
hidup. Keberhasilan seseorang tersebut tidak ditemukan oleh bakat saja, tetapi
juga oleh segala daya upaya pikirannya yang mendorong ke arah keberhasilan.
C. PENJUAL SEBAGAI ARTIST DAN SCIENTIST

5
Banyak para penjual mengalami rintangan dan kesulitan serta kerugian
dalam tugasnya. Mereka membuat kesalahan dalam mengambil keputusan
karena terdapat kelemahan pada dirinya. Mungkin karena ia tidak bersekolah,
hanya mengandalkan nasibnya pada bakat yang ada sehingga setiap
tindakannya itu terlampau subyektif, didorong oleh perasaannya bukan oleh
pertimbangan yang rasional. Padahal bagaimanapun juga, sikap yang jernih,
pandangan yang obyektif serta penuh perhitungan berdasarkan data
keteranagan nyata dalam mengambil keputusan perlu dipertimbangkan,
sehingga dengan cara demikian kerugian minimum dapat dieliminir (dikurangi)
dan keuntungan maksimal bisa diperjuangkan.
Oleh karena itu untuk mengatasi kelemahan-kelemahan seseorang yang
dibawa sejak lahir dan dibesarkan dengan intuisi serta pengalaman, maka para
ahli telah mencoba menyusun pengetahuan menjual itu secara sistematis dari
data dan informasi yang terus dikembangkan menjadi teori-teori yang dapat
dipelajari. Dengan ketekunan, kerja keras, penuh inisiatif dan kemauan, maka
lama kelamaan seseorang akan menjadi ahli dalam menjual. Jadi seorang
penjual harus berlaku sebagai “Artist” dalam melakukan transaksi penjualan
dan bersikap “Scientist” dalam memecahkan persoalan menjual melalui analisa
secara ilmu pengetahuan agar dipeoleh cara-cara menjual yang obyektif,
rasional, dan menguntunngkan.
D. OBYEK ILMU PENJUAL
Bagi seorang penjual agar berhasil dalam menjalankan usahanya, perlu
mengetahui serta bidang pekerjaan yang harus dilakukannya. Adapun yang
menjadi obyek penjualan adalah :
a. Diri penjual
Dalam praktik terjadinya jual beli, umumnya melalui tahap persiapan,
membuka pembicaraan, memajangkan barang, mengarahkan pembeli agar
terjadinya penjualan dan tercapainya kepuasan pada pembelinya. Seorang
penjual sebelum melakukan penjualan harus mengetahui dirinya menyangkut
keadaan fisik, pendengaran, penglihatan, nada suara, cara berbicara, dan
sebagainya.
b. Barang yang akan dijual.

6
Sebelum penjualan dilakukan, penjual perlu mengetahui terlebih dahulu
keadaan, sifat dan guna dari barang yang akan dijualnya. Hal ini bisa dipelajari
dari buku petunjuk, keterangan atau label, surat kabar, atau meminta bantuan
kepada orang yang ahli tentang barang tersebut yang biasanya pula disediakan
oleh produsen, sehungga dapat menarik dan mempercepat proses terjadinya
penjualan.
c. Keadaan pembeli atau langganan.
Langganan merupakan jiwa perusahaan, mereka harus dperlakukan seperti
raja, artinya mereka harus mendapat pelayanan yang baik sehingga
menyenangkan dan memuaskan.
E. POLITIK DAN HUKUM PENJUALAN
1. Politik penjualan
Politik penjualan merupakan suatu cara atau siasat untuk mencapai
keberhasilan dalam melakukan penjualan. Dalam menjalankan politik
penjualan harus berdasarkan ilmu dan seni. Diusahakan agar siasat
penjualan dapat memperbesar jumlah penjualan dan menguntungkan serta
memuaskan para pelanggan.
2. Hukum penjualan
Dalam perniagaan, kita tidak hanya membicarakan penjual dan
pembeli saja, tetapi dua obyek itu tidak dapat dipisahkan dalam jual beli.
Dalam hal ini, dipakai hubungan sebab dan akibat atau saling pengaruh
mempengaruhi, dan hubungan ini lah yang disebut hubungan hukum.
Dalam terjadinya jual beli, kita kenal ada hukum pembeli dan hukum
penjual.
Dalam hukum pembelian dikatakan bahwa tiap-tiap orang mau
membeli suatu barang dengan uangnya, karena ia berpendapat bahwa
barang itu lebih berharga, menguntungkan, dan memuaskan daripada uang
yang dikeluarkannnya.
Sedangkan dalam hukum penjualan dikemukakan bahwa tiap orang
mau menukarkan barangnya dengan uang, karena ia menganggap bahwa
uang itu sangat diharapkannya dan akan menguntungkan serta memuaskan
hatinya.

7
Urutan hukum penjualan adalah sebagai berikut :
1. Tiap manusia adalah penjual.
2. Jual beli merupakan pertukaran antara dua jenis barang atau jasa.
3. Orang mau menjual sesuatu karena didorong oleh keuntungan dan kepuasan
yang akan diperoleh dari hasil penjualan itu.
F. CARA-CARA MENEMUI DAN MEMPENGARUHI CALON PEMBELI
Sebelum melakukan penjualan, maka terlebih dahulu harus dipikirkan
bagaimana cara mendekati calon pembeli. Cara yang dapat ditempuh untuk
mengadakan kontak dengan calon pembeli, yaitu :
1. Datang sendiri dengan memperkenalkan diri.
Seorang penjual itu bukan hanya menunggu pembeli datang ke toko, bila
perlu didatangi. Pada zaman sekarang, masalah komunikasi bukan lagi
masalah yang sukar, kalau mau dapat segera dilakukan. Siapkanlah
sebelumnya apa yang diperlukan untuk mendatangi seseorang atau toko
sehingga semua berjalan lancar.
2. Dengan perantara orang lain.
Apabila kita akan berkunjung atau mendatangi calon-calon pembeli yang
belum kita kenal, maka mintalah pertolongan teman yang berada di daerah
tersebut atau melalui orang-orang penting yang berpengaruh agar membantu
memperkenalkan. Dengan demikian rasa kaku dan asing dapat teratasi dan
akan melancarkan komunikasi.
3. Dengan perantara surat.
Mungkin Penjual telah mendapatkan alamat calon-calon pembelinya.
Akan tetapi karena jaraknya cukup jauh maka untuk mempercepat
pertemuan kita dapat mengirimkan surat pemberitahuan kedatangan kita
atau menyampaikan order barang yang akan di tawarkan. Hal ini
memudahkan pembeli mengambil pertimbangan akan berbagai
kemungkinan barang yang akan di pesanya.
4. Dengan perantara telepon.
Dalam pembicaraan telepon janganlah terlalu lama sebab bisa
menggangu tetapi, tidak berarti membatsi apabila orang yang diajak bicara
itu cukup punya luang waktu.

8
5. Melalui organisasi / perkumpulan.
Kita mengetahui ada perkumpulan/ organisasi ibu ibu seperti arisan,
PKK, perkumpulan olahraga, sepak bola, tenis , volley ball dan sebagainya.
Semua ini dapat dijadikan media untuk menemui para pembeli.
G. CARA MENGHADAPI PEMBELI
Untuk mengetahui dan mendapatkan calon pembeli, kita harus
melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Menciptakan suasana yang menyenangkan
Adapun langkah-langkah yang dapat dijalankan untuk menciptakan
suasana yang menyenangkan bagi pembeli adalah :
1) Buatlah suasana persahabatan yang intim.
2) Besarkanlahperasaan hati konsumen agar dirinya itu ialah orang yang
penting.
3) Tanamkanlah kepercayaan pada dirinya agar ia mempunyai ilham atau
inspirasi / pikiran.
4) Berikanlah jalan untuk mempermudah pembeli dalam menentukan
keputusannya.
b. Mengadakan pendekatan terhadap pembeli.
Cara-cara untuk mengadakan pendekatan terhadap pembeli yang dapat
dilakukan oleh seorang pramuniaga yaitu:
1) Memberi salam.
Tujuan kita menegur atau menyapa demikian itu adalah untuk menarik
simpati pembeli atau mendekatkan persahabatan
2) Menunggu sejenak.
Dalam hal ini kita mencoba membantu menanyakan apabila ada
sesuatu yang dicari oleh pembelinya. Tidak perlu calon pembeli yang
masuk kita kita buntuti ikuti terus menerus, karena akan timbul rasa
kesal seakan akan calon pembeli di curigai. Biarkan calon pembeli itu
jalan jalan secara bebas dan setelah berhenti baru di dekati pelan pelan.
3) Pendekatan dagang.
Cara ini dapat dilakukan apabila pembeli langsung melihat dan
meraba suatu barang kemudian memeriksanya. Sambutlah dengan

9
gembira lalu cobalah berikan bantuan dengan sedikit menjelaskan barang
diperiksanya dengan sugesti.

4) Dengan menaruh perhatian.


Mungkin pada saat anda sedang melayani pembeli, datang pemebeli
yang baru. Cukup kita memberi perhatian dengan mengangguk.
H. CARA UNTUK MEMPEROLEH PERHATIAN PEMBELI
Untuk mendapatkan perhatian dari calon pembeli, maka penjual harus
ingat akan sikap, tindak-tanduk, bahasa, dan cara berbicara serta cara
berpakaian.
Seorang ahli dalam ilmu menjual mengatakan bahwa kesan pertama yang
menyenangkan akan membawa pengaruh yang lebih intim daripada berulang
kali datang. Selagi calon pembeli menaruh perhatian, maka penjual harus
menggunakan kesempatan tersebut sebagai pembuka jalan. Timbulkan rasa
pada diri calon pembeli bahwa “sekali melihat” terus ingin mendengarkan
keteangan-keterangan selanjutnya. Tunjukan keuntungan-untungan yang
diperoleh jika mwembeli barang tersebut.
Perhatian dari calon pembeli bersifat sementara. Oleh sebab itu, penjual
harus berusaha agar perhatian itu cukup lama sehingga membangkitkan
keinginn calon pembeli. Untuk dapat menjaga perhatian calon pembeli, maka
percakapan harus dimulai dari calon pembeli. Berbicaralah tentang suatu yang
menarik perhatiannya, berceritalah dan berikanlah bantuan yang dikehendaki
olehnya, akhirnya tunjukanlah manfaat pembelin barang kepadanya.
Penjual harus dpat membangkitkan rasa melihat dan mendengarkan. Cara
lain yang lebih efektif ialah dengan mendemonstrasikan barang yang akan
dijual. Mengusahakan agar perhatian menjadi minat pembeli merupakan
tingkat kdua dalam proses pendekatan penjualan. Berikut ini proses
pendekatan:
1. Perhatian pembeli hanya bersifat semntara
2. Perhatin perlu dijaga spaya cukuplama sehingga berubah menjadi minat
untuk membeli.

10
3. Adanya perhatian yang memusat sangat diperlukan untuk membangkitkan
minat untuk membeli.
Tegasnya, selama masih ada perhatian ari calon pembeli, penjual harus
segera memualai pembicaraan masalah penjualan. Langkah seterusnya
membangkitkan minat pmbeli dengan cara mendemonstrasikan barang utuk
membuktikan atau memperkuat keterangan-keterangan yang dibeikan.
I. MENDORONG KEINGINAN MEMBELI
Pembeli pada umumnya mengambil keputusan karena didorong oleh:
1. Untung yang akan diperoleh bila ia memiliki barang tersebut
2. Akan menyenangkan dan memberi kenikmatana
3. Akan meyehatkan dan menyelamatkan dalam hidupnya
4. Akan meningkatkan harga dirinya untuk mendapatkan penghormatan atau
pujian orang lain.
5. Akan mendapatkan kebahagiaan tersendiri
Usaha penjual untuk mendorong pengambilan keputusan oleh calon
pembeli, dengan memberikan keterangan atau penjelasan yang bersifat sugesti
tentang:
1. Manfaat atau daya guna yang ada pada barang tersebut.
2. Setiap orang berpendirian untuk medapatka suatu barang yang baik dengan
harga yang pantas atau murah.
Setiap penjual harus dapat meyakinkan pembeli, cara utuk meyakinkan
pembeli:
1. Jangan mengelabui pembeli, pembeli harus membuktikan kebenaran kata-
katanya
2. Jangan berbohong, penjua harus jujur dalam menjelaskan mutu barang.
J. PRINSIP THE CUSTOMER IS KING
Sebelas pernyataan yang harus dipelajari oleh dalam prinsip customer is
king, yakni:
1. Pembeli adalah orang pentingdalam dunia usaha
2. Pembeli tidak tergantung paa kita, justru kita tergantung padanya
3. Pembeli bukan pngganggu alam pekejaan kita, tapi sebgai tujuan usaha

11
4. Pembeli berbuat kepada kita sebagai suatu hal yang menyenangkan, maka
jangan berbuat ha yang tdak menyenangkan
5. Pembeli adalah sutu bagian dari usaha dn kegiatan kita
6. Pembeli bukan benda beku, melainkan seorang manusia
7. Pembeli bukan lawan berdebat, namun kawan yang bersahabat
8. Pembeli seseorang yang membawa kebutuhan kepada kita dan pekerjaan
kita sebagai penjual untuk memenuhi kebutuhannya
9. Pembeli orang yang harus dilayani dan dimengeri dengan penuh perhaian
10. Pembeli adalah orang yang memungkinkan mendapat keuntungan bagi
pendapatan kita
11. Pembeli adalah jiwa penghidupan bagi dunia usaha.
Berikut kelas-kelas pelanggan yang perlu kita ketahui:
1. Pelanggan kelas satu yaitu mereka yang selalu berbelanja pada toko kita
2. Langganan kelas dua, dimana mereka berbelanja sewwaktu-waktu ke toko
kita tetapi dilain waktu ketoko lain
3. Langganan kelas tiga, mereka yang bereanja karena hanya kebetulan masuk
ketoko kita.
K. SIFAT-SIFAT PENJUAL YANG DISENANGI PEMBELI
Para penjual perlu memiliki sifat-sifat yang baik. Sifat-sifat
penjual yang baik menurut pembeli ialah :
1) Jujur dalam informasi
2) Pengetahuan yang baik tentang barang
3) Tahu kebutuhan konsumen
4) Pribadi yang menarik
Sifat lain yang dituntut oleh pembeli, seperti cepat dan
terampil dalam melayani, informative, bersahabat, tidak
memperlihatkan rasa kesal/sabar.
L. BEBERAPA TIPE PEMBELI
Selanjutnya mengenai langganan atau para konsumen ada
beberapa golongan sebagai berikut :
1) The decided customer

12
Mereka ini telah mengetahui dan memutuskan apa yang
akan dibeli dan penjual harus cepat melayani dan
mengambilkan barangnya.
2) The know it all customers
Ini adalah tipe pembeli yang mengetahui segalanya,
dialah yang bercerita kepada penjual. Walaupun apa yang
diceritakannya itu tidak seluruhnya benar, tetapi penjual
tidak usah membantahnya. Penjual dapat memberi
keterangan-keterangan yang cepat secara bijaksana dengan
menempuh cara yang tidak langsung dan ini bisa
mempengaruhi sikap langganan tersebut.
3) The deliberate customers
Langganan ini menghendaki fakta-fakta yang kadang-
kadang advis tentang konstruksi dan cara-cara penggunaan
barang yang akan dibelinya. Langganan ini banyak
mengambil waktu untuk mempertimbangkan setiap
pembelinya.
4) The undecided customers
Customers ini tidak dapat memutuskan ukuran, warna
dari barang yang akan dibelinya. Tugas penjual disini ialah
mencoba menentukan apa sebenarnya yang dibutuhkan
langganan.
5) The talkative customers
Langganan ini sengang ngobrol, tetapi tidak mengarah
kepada pembelian. Jika pada saat itu tidak banyak
langganan yang lain maka penjual bisa melayani obrolan itu
dan mengarahkan sedikit ke arah pembelian. Jik pembelian
sudah terjadi, segera barang-barangnya dibungkus dan
bersiap menghadapi langganan yang lain.
6) The silent timid customers
Customer ini terasa canggung di dalam toko dan merasa
takut kalau-kalau kekurangan pengetahuannya tentang

13
suatu barang akan diketahui jiki ia bertanya-tanya.
Salesman harus pandai melayani langganan ini, jangan
sekali-kali menunjukkan kesan bahwa langganan itu
memang tidak mengerti apa-apa tentang barang-barang
yang dilihatnya.
7) The decided but mistaken customers
Langganan ini mendatangi toko dengan suatu keputusan
dalam pikirannya untuk membeli suatu barang tertentu.
Akan tetapi, menurut penjual pilihannya itu tidak sesuai
dengan maksud penjualannya. Dalam hal ini, salesman tidak
perlu berdebat dengan langganan tetapi cukup
memberitahukan manfaat dan kegunaan dari barang-barang
itu.
8) The I get discount customers
Ini adalah customer yang selalu menghendaki discount
atau potongan harga dari barang yang dibelinya.
M. MENGATASI KEBERATAN PEMBELI
Untuk meyakinkan langganan atau calon pembeli agar mau membeli tak
dapat dipisahkan dengan cara menawarkan. Supaya pembeli merasa yakin,
seorang penjual harus benar-benar mengenal barang yang dijual serta
mempunyai kemampuan untuk mengatasi setiap keberatan dan keluhan para
langganan. Dalam usaha meyakinkan pembeli, penjual harus memperkecil
kekurangan-kekurangan yang terdapat pada barang dagangannya. Sebaliknya,
tunjukanlah setiap kelebihan yang terdapat dalam barangnya. Akan tetapi
semua keterangan tersebut harus dibuktikan, dan jangan bohong.
Kelurusan hati dan kejujuran penjual akan menimbulkan keyakinan baik
terhadap barang, jasa maupun terhadap diri penjual sendiri, jelaskan
segalanya seperti apa adanya, jangan berlebih- lebihan.
Demontrasi merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk
menyakinkan, sebab melihat dengan mata kepala sendiri maka calon pembeli
akhirnya dapat menilai apakah barang-barang itu diperlukan. Mengatasi
keberatan tersebut, seorang penjual dapat menggunakan segala

14
kemampuannya yang memperoleh dalam praktik ketrampilan menjual, antara
lain bijaksana dan tidak mudah putus asa. Hal yang diperlukan untuk
mengatasi keberatan calon pembeli ialah, ajaklah calon pembeli berbicara.
Jangan hanya penjual sendiri yang berbicara. Terimalah dan dengarkanlah
segala keberatan dan keluhannya dengan senang hati. Kemudian ajukan
beberapa pertanyaan dan pengaruhi dengan anjuran atau tarkan barang jenis
lain sebagai alternative pengganti.
N. BEBERAPA CARA PRAKTIS MENGATASI KEBERATAN-
KEBERATAN YANG DIAJUKAN OLEH CALON PEMBELI
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi persoalan ini ialah
sebagai berikut.
1) Penjual harus mengetahui lebih dulu, berupa apa saja keberatan yang
diajukan. Misalnya calon pembeli sebuah kemeja, mengajukan keberatan.
Penjual harus cepat mengangkap apakah keberatan. Penjual harus cepat
menangkap apakah keberatannya terletak pada ukuran kemeja, harga
kemeja, motif, corak, warna dan sebagainya.
2) Dengarkan baik-baik segala keberatan yang diajukan dan jangan memotong
pembicaraan calon pembeli.
3) Ulangi keberatan yang dikemukakan calon pembeli tadi secara pelan-pelan,
tetapi yakin bahwa segala keberatan itu dapat diatasi. Sebenarnya, mungkin
saja keberatan-keberatan yang dikemukakan itu tidak beralasan atau alasan
yang dicari-cari agar tidak jadi membeli. Penjual tidak boleh menganggap
keberatan yang diajukan calon pembeli itu salah , artinya jangan ditentang,
tetapi ulasnya pertanyaan pembeli itu secara baik. Tugas penjual di sini ialah
membantu calon pembeli , mengarahkan dia menuju titik klimaks yang
memuaskan, sehingga dia kelak menjadi langganan yang setia.
O. SIFAT-SIFAT YANG PERLU DIMILIKI PENJUAL
Hubungan antaraa ilmu menjual dengan kepribadian erat sekali, boleh
dikatakan sebagai dwitunggal yang tak terpisahkan. Seseorang yang berhasil
menjadi penjual ulung tentu merupakan seorang yang berhasil menjadi penjual
ulung entu merupakan seorang yang berkepribadian menarik. Sebaliknya,
seorang yang pribadinya menarik tentu berbakat menjadi penjual yang sukses.

15
Kepribadian penjual dapat diartikan sebagai kualitas pribadi penjual yang
memiliki daya tarik dan menimbulkan kesan pertama yang baik kepada para
pelanggan. Dilihat dari sudut ilmu jiwa setiap orang mempunyai dua
kepribadian:
1. Kepribadian bakat
2. Kepribadian didikan
Kepribadian bakat antara lain senang berkawan, ramah tamah , sabar, dan
sebagainya. Kepribadian bakat dapat dikembangkan (dididik) sehingga, orang
orang yang memiliki sifat-sifat sabar, ramah tamah setelah di kembangkan
dapat menjadi seorang penjual yang sukses. Inilah yang dimaksud dengan
kepribadian didikan. Memang sulit untuk mengetahui kepribadian bakat
seseorang. Untuk engembangkan kepribadian, penjual dapat melakukan dengan
belajar intensif dan latihan-latihan. Untuk mengembangkan kepribadian
penjual perlu ditanamkan pengetahuan dasar seperti:
a. Pengetahuan akan diri sendiri
b. Pengetahuan tentang barang-barang yang dijual
c. Pengetahuan tentang langganan-langganan/calon-calon pembeli
Pengetahuan kepribadian penjual yang baik, selalu berdasarkan pada diri
sendiri. Dengan rasa kepercayaan pada diri sendiri yang kuat, akan
menghasilkan seorang penjual yang sukses dan mampu menghadapi segala
kesulitan. Rasa percaya pada diri sendiri dapat dilihat dari pancaran mata,
ekspresi air muka, dan sikap. Keelokan paras, kecantikan belum menjamin
keberhasilan penjualan. Seorang pemuda atau pemudi dari desa memiliki
kepribadian, ramah tamah, suka berkawan, suka humor, dan mau bekerja keras
ditambah dengan ilmu menjual dan latihan yang terarah akan menjadi seorang
penjual yang sukses.
Sepuluh macam sifat kepribadian penjual yang perlu dipelajari anatara lain:
a. Selalu gembira
Gembira adalah suatu kebiasaan yang baik.
b. Lurus hati dan disiplin
Setiap perbuatan yang lurus akan membawa perasaan menyenangkan,
membawa suasana yang terbuka dan tidak kaku.

16
c. Bijaksana
Seorang yang bijaksana ialah seorang yang dapat melihat situasi serta
dapat mengambil keputusan dengan cepat guna kepentingan relasi-
relasinya.
d. Sopan santun
Berlaku sopan santun menimbulkan penghargaan orang terhadap diri kita.
Oleh karena itu, tindakan penjual harus sopan santun serta menyenangkan
calon pembeli.
e. Periang
Setiap orang periang akan menimbulkan kesan baik serta akan
menimbulkan suasana menyanangkan.
f. Mudah bergaul
Jika orang ingin pandai bergaul harus berusaha mendengarkan
pembicaraan orang lain. Jangan suka membantah dan menghargai pikiran
orang lain. Sikap ini perlu dimiliki oleh seorang penjual yang ingin
memiliki kepribadian yang menarik.
g. Penuh inisiatif
Selalu bertindak dengan memberikan saran-saran dan mengajukan usul
yang berharga untuk kepentingan calon-calon pembeli atau para
langganannya.
h. Tidak putus asa
Orang-orang yang memiliki semangat tinggi atau dalam kata lain tidak
mudah putus asa mereka akan cenderung lebih menarik dan dikagumi oleh
orang-orang disekitarnya.
i. Ketajaman daya ingatan
Orang yang pelupa akan menimbulkan perasaan tidak enak. Sebagai
penjual yang berkepribadian menarik harus memiliki daya ingat yang kuat.
j. Penuh perhatian
Didalam pekerjaan kita harus selalu penuh perhatian. Tidak boleh
berbicara dengan perhatian kurang kepada apa yang menjadi inti
pembicaraan, apalagi mengalihkan perhatian kepada soal-soal yang bukan
menjadi tujuan.

17
P. SYARAT FISIK PENJUAL
Seorang penjual harus memperhatikan dan memelihara keadaan dirinya
(jasmani) agar selalu terlihat segar, menarik, dan simpatik. Persyaratan-
persyaratan yang harus dimiliki penjual antara lain:
a. Kesehatan, misalnya dengan memperhatikan makanan yang bernilai gizi,
waktu istirahat yang teratur, dan sesekali perlu diadakan pemeriksaan,
jangan kelihatan lesu, letih karena kurang darah.
b. Badan tegap. Diusahakan dengan melakukan olahraga, permainan atau
atletik sehingga mempunyai potensi tubuh yang tegap atletis.
c. Mudah tersenyum. Senyuman adalah modal bagi penjual untuk memikat
dan menarik dengan ketulusan hati.
d. Lancar berbicara. Seorang penjual jangan gugup, sebab kelancaran
berbicara merupakan alat komunikasi yang baik dengan pembeli dalam
memberikan penjelasan dan mengandalikan keberatan pembeli.
e. Riang dan ramah. Seorang yang bermuka riang dan ramah dapat
membawa orang yang diajak berbicara terhibur dan merasa senang.
f. Mata jernih. Peliharalah mata agar tidak terdapat kotoran yang bisa
menyebabkan mata sakit.
g. Nafas bersih. Peliharalah nafas dengan gerakan olahraga menghirup dan
mengeluarkan udara pada pagi yang segar.
h. Pakaian rapi, bersih, dan pantas. Kombinasi pakaian yang harmonis akan
mempunyai daya tarik sebagai promosi tidak langsung.
Q. SYARAT MENTAL DAN KARAKTER PENJUAL
Seorang penjual dituntut memiliki sikap yang jujur, tulus, dan halus.
Mempunyai inisiatif, kreatif, dinamis, dan optimis dengan kesungguhan hati.
Karakter adalah pembawaan, tetapi dalam hal mental bisa diubah melalui
pendidikan atau pengaruh lingkungan yang baik. Adapun syarat mental yang
perlu diperhatikan oleh penjual antara lain:
a. Sekasama e. Berkeahlian i. Berani
b. Waspada f. Optimis j. Mempunyai daya
c. Simpati g. Percaya diri imajinasi
d. Berinisiatif h. Jujur k. Tanggung jawab

18
l. Kontrol

Sedangkan syarat-syarat karakter yang diperlukan adalah:

a. Kesetiaan e. Hati-hati
b. Rajin f. Sungguh-sungguh
c. Teliti g. Tepat waktu
d. Tulus hati h. Patuh

R. SYARAT-SYARAT SOSIAL PENJUAL


Sifat-sifat yang perlu dimilki ialah :

a. Pandai bergaul d. Bijaksana g. Simpati


b. Lancar e. Halus budi h. Sikapmau
berbicara pekerti bekerja dan
c. Sopan santun f. Toleran i. Tenang, tabah

Perpaduan antara bakat, ilmu yang dipelajari serta seni penyesuaian dan
keterampilan memberikan penyajian barang-barang yang dijualnya adalah
merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan pada waktu penjual
melaksanakan tugasnya. Kematangan jiwa seseorang penjual akan lebih
dimiliki apabila ia sudah berpengalaman dapat ia peroleh karena melihat,
memandang, mendengar atau melakukan sendiri melalui job training
misalnya atau tugas-tugas khusus yang dilakukan dalam berjualan.
S. PENGETAHUAN MENJUAL YANG STRATEGIS
Untuk berhasil dalam menjual, beberapa faktor yang perlu diperhatikan
sebagai berikut :
a. Pengetahuan tentang produk
Suatu produk bukan sekedar berada benda dalam bentuk tertentu.
Produk memadukan wujud fisik dengan harga, jaminan atau garansi,
perawatan, pengiriman, dan berbagai faktor yang telah dipadukan dalam
suatu bauran pemasaran untuk menarik minat pembeli. Pengetahuan
produk merupakan factor utama bagi profesionalisme dalam menjual.
b. Pengetahuan tentang ciri khas produk

19
Manfaat suatu produk merupakan inti informasi yang harus
disampaikan dalam suatu aktivitas penawaran kepada calon konsumen.
Calon pembeli tertarik pada ciri khas suatu produk ketika penjual
melepaskan manfaatnya bagi pengguna.
c. Strategi menggunakan ciri khas produk
Ilustrasi tentang ciri khas suatu produk harus dapat menunjukan
manfaat suatu produk bagi calon konsumen. Strategi penjualan yang paling
menentukan adalah menunjukan sesuatu yang diinginkan oleh calon
konsumen dan arti produk untuk memenuhi kebutuhan mereka.
d. Pengetahuan tentang daya saing produk
Persaingan produk telah berkembang di hampir setiap pasar,
karenanya penjual harus mengetahui produk yang sedang mengalami trend
untuk ditawarkan kepada calon konsumen. Untuk menjual dengan efektif,
seorang penjual harus mengetahui ciri khas dan manfaat produk yang
ditawarkan oleh pesaing, selain itu juga persaingan waktu pengiriman,
garansi, persyaratan perawatan, pelayanan, strategi, dan harga.
T. MENGAPA ADA PENJUAL YANG GAGAL
Sebab-sebab apakah sehingga banyak penjual gagal dalam melakukan
usahanya. Krik Patrick telah melakukan suatu survey kepada 500 perusahaan di
Amerika, diantaranya 450 perusahaan menjelaskan kegagalan para penjual itu
karena :
1. Kurang Inisiatif
2. Tidak membuat rencana dan organisasi yang kurang baik
3. Tidak memiliki pengetahuan tentang barang produk
4. Kurang sungguh-sungguh
5. Penjual tidak berorientasi pada langganan
6. Kurangnya latihan yang memadai
7. Kurang luwes dalam mengikuti keinginan pembeli
8. Tidak mengetahui pengetahuan pasar
9. Kurang memiliki pengetahuan perusahaan
10. Karir penjual kurang menguntungkan
11. Tidak memlilki pengalaman menjual

20
12. Kurang disiplin
13. Kurang menaruh perhatian pada perkembangan/ masa depan dengan
pribadinya
14. Bekerja tidak dengan prihatin
15. Kegagalan dalam mengikuti instruksi
16. Kurang percaya pada diri sendiri
17. Tidak cakap dalam mengarahkan dan membimbing pembeli kearah
pembelian,
18. Tidak pandai berbicara
19. Kurang daya imajinasi
20. Banyak terpengaruh tentang persoalan pribadi
21. Kesukaran dalam mengadakan komunikasi
22. Kurang bijaksana
23. Sikap tidak meyakinkan
24. Kegagalan mengatasi yang diajukan pembeli
25. Kurang sopan dan kurang ramah.
26. Suka berjudi dn minuman keras
27. Banyak melamun
28. Sering terganggu kesehatan dan selalu mengeluh.
U. PENYEBAB KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN BISNIS
Zimmer dan Scarborough (1996:14) menyatakan The most common
causes of business failure include the following :
1. Managerial incompetence. Sifat tidak kompetennya pimpinan perusahaan
mungkin disebabkan oleh belum berpengalaman, tidak mampu membuat
keputsan, sehingga tidak jelas arah yang dituju. Sifat ini akan
mempengaruhi karyawan, yang menyebabkan serba salah dalam bertindak.
2. Lack of experience, sebaliknya pemimpin memiliki pengetahuan dasar
terhadap bisnis yang dilakukan, termasuk technical skill, dan conceptual
skill. Harus mengkoordinasi bawahan, membangun sinergi, memberi
motivivasi sehingga membangkitkan performance mereka.
3. Poor financial control. Top manajemen merupakan kuvi membuat
keberhasilan atau suksesnya suatu perusahaan. Tiga hal pokok yang

21
menyababkan munculnya masalah keuangan ialah kekurangan modal kerja,
kebijaksanaan pemberian kredit kepada pembeli, dan terlalu banyak uang
dibelikan ke peralatan kantor ( fix assets ).
4. Failure to plan, kegagalan membuat rencana masa depan, akan melemahkan
gerakan maju perusahaan, terutama dalam meghadapi ekspansi.
5. Inappropriate location, gagal memilih lokasi yang sesuai dengen bisnis yang
dilakukan. Seringkali para pengusaha gagal memilih lokasi karena tidak
teliti lebih dulu, dan kurang perencanaan.
6. Lack of inventory control, persediaan barang kurang pengawasan, sehingga
akibatnya kekurangan barang, atau mungkin pula kelebihan stock. Jika
kelebihan stock, banyak uang tertanam tidak menghasilkan, dan juga ada
kemungkinan stock barang menjadi rusak.
7. Improper attitudes hal ini disebabkan perilaku manajer kurang siap.
8. Inability to make the entrepreneurial transition, biasanya setelah perusahaan
maju dan makin bertumbuh, manajer tidak bisa mendelegasikan
pekerjaannya kepada orang lain.
Megginson (2.000), menyatakan sebab-sebab kegagalan dalam usaha small
business secara berurutan adalah :
1. Lack of capital, kekurangan modal, tidak bisa memupuk relasi, sehingga
tiak bisa memperoleh tambahan modal
2. No business knowladge kurang memiliki pengetahuan tentang bisnis
3. Poor management , tidak memiliki keterampilan dalam manajemen, mulai
dari perencanaan, mengorganisasi, meggerakkan karyawan dan mengawasi
aktivitas bisnisya.
4. Inadequate planning, tidak mampu membuat planning, karena
mengganggapnya tidak penting atau memang tidak mampu menyusun
planing.
5. Inexperience. Kurang pengalaman, dan tidak mau belajar dari pengalaman
sebagai tambahan ada yang menyatakan karena pembatasan oleh pemerintah
dengan berbagai peraturan.
Karakteristik wirausaha sukses karena dipacu oleh :
1. Imgin bekerja independen

22
2. Memiliki inisiatif tinggi
3. Dimotivasi oleh pribadi sendiri atau oleh famili
4. Ingin cepat memperoleh hasil dari investasi yang ia lakukan
5. Mampu bereaksi secara cepat, terhadap apa saja yang berhubungan dengan
bisnisnya
Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan wirausaha:
1. Mampu melayani konsumen secara baik, dan mengetahui persis target
marketnya
2. Memiliki modal cukup
3. Bisa mengangkat tenaga kerja yang baik yang baik dan tepat, apalagi bisa
memperoleh “ tangan kanan “ yang terampil
4. Mencari dan menggunakan informasi secara teratur
5. Menyimak, dan mengikuti peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh
pemerintah
6. Memiliki tenaga ahli yang bisa diandalkan
7. Mampu memanage waktu secara efektif
V. KUNCI SUKSES MEMBUKA BISNIS BARU
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuka bisnis :
1. Putuskan anda ingin bergerak dalam komoditi apa , jenis usaha perdagangan
atau industri
2. Putuskan apakah anda akan berkongsi atau sendirian, masing-masingnya
ada keuntungan dan kelemahannya
3. Analisa bagaimana prosepek lokasi dan lingkungan bisnis anda
4. Apakah anda akan memulai murni usaha baru, atau membeli usaha yang
sudah ada atau franchise, masing-masing memilki keuntungan dan
kelemahan
5. Apakah anda akan memulai murni usaha baru, atau membeli usaha yang
sudah ada atau franchise, masing-masing memiliki keuntungan dan
kelemahan.
6. Buat planning, walaupun dalam bentuk sederhana, tujuan anda membuka
bisnis, pasar sasran, kesiapan modal dsb.

23
7. Apakah anda akan memasarkan barang atau jasa secara umum atau bentuk
“niche marketing” yaitu mencari pasar relung = celah yang belum terisi oleh
bisnis yang sudah ada. Misalnya anda memasarkan barang berdasarkan
pesanan, produknya dibuat dirumah secara khusus dsb. Bagaimana mencari
pegawai, atau tenaga yang dapat diandalkan sebagai tangan kanan.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Menjual ialah masalah perorangan yang sifatnya kreatif sehingga penjual
harus bisa selalu membuat perkembangan dalam produk yang akan
dipasarkannya. Produk yang dipasarkan harus mempunyai kulitas yang baik
disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penjual agar bisa menjadi penjual
yang profesional adalah memahami pembeli, memiliki sifat yang perlu dimliki
penjual sehingga disenangi pembeli, syarat fisik dan mental penjual,
memahami penyebab kegagaln dan keberhasilan bsinis. Hal-hal tersebut perlu

24
dipelajari oleh penjual agar penjual selalu bisa memiliki langganan atau
pembeli dari produk yang dipasarkannya.
B. SARAN
Penulis tentunya masih menyadari jika makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Kami berharap para pembaca setelah membaca makalah ini
memberikan kritik dan saran, karena kami sebagai mahasiswa masih dalam
tahap belajar sehingga kami belum begitu banyak menguasai materi dalam
membuat makalah ini. Semoga ada lagi penulis yang menulis makalah lain
dengan materi yang lebih lengkap.

DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari.2010.Kewirausahaan.Bandung:Alfabeta.
Machfoedz, Mas’ud dan Mahmud Machfoedz.2004.Kewirausahaan Suatu
Pendekatan Kontemporer.Yogyakarta:UPP AMP YKPN.

25