Anda di halaman 1dari 2

PENGERTIAN ANALISIS WACANA

Berdasarkan asal usul katanya, kata wacana berasal dari vacana ‘bacaan’ dalam Bahasa
Sanskerta. Kata vacana kemudian masuk kedalam Bahasa Jawa Kuna dan Bahsa Jawa Baru
menjadi wacana dan wacana ‘bicara, kata, ucapan’. Kata wacana dalam Bahasa Jawa Baru
kemudian diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi wacana yang berarti ‘ucapan,percakapan,
kuliah’ (Poerwadarminta 1976:144). Seiring dengan penggunaannya yang semakin meluas,
komponen arti kata wacana juga semakin bertambah banyak. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat dijelaskan bahwa wacana mengandung arti sebagai
berikut. 1. Komunikasi verbal; percakapan; 2. Keseluruhan tutur yang merupakan satu kesatuan;
3. Satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh,
seperti novel, buku, artikel, pidato, atau khotbah; 4. Kemampuan atau prosedur berpikir secara
sistematis; kemampuan atau proses memberikan pertimbangan berdasarkan akal budi; 5.
Pertukaran ide secara verbal (Sugono 2008: 1552). (Pengubahan ejaan dari penulis).

Analisis wacana merupakan suatu kajian yang meneliti dan menganalisis Bahasa yang
digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan (Stubbs,1983:1). Penggunaan
Bahasa secara alamiah tersebut dimaksudkan sebagai penggunaan Bahasa dalam konteks social,
khususnya dalam interaksi antarpenutur yang terjadi di masyarakat pemakai Bahasa.

Brown dan Yule (1983: xii) mengemukakan bahwa analisis wacana merupakan kajian
Bahasa yang dilakukan dengan mengamati bagaimana manusia memakai Bahasa untuk
berkomunikasi, khususnya bagaimana para pembicara menyusun pesan linguistic untuk kawan
bicara dan bagaimana kawan bicara menggarap pesan linguistic tersebut untuk ditafsirkan.
Mereka mengumpulkan berbagai pengertian dari semua bidang antardisiplin dan menyelidiki
aktivitas yang berpengaruh alam bidang – bidang tersebut. Lebih dari semua itu, menurut Brown
dan Yule, yang paling penting dilakukan dalam analisis wacana adalah memberikan penjelasan
tentang bagaimana bentuk Bahasa digunakan dalam berkomunikasi.

Berdasarkan pengertian wacana dari empat sudut pandang tersebut, wacana dapat
dimengerti sebagai satuan kebahasaan terbesar atau tertinggi yang terbentuk oleh teks dan
konteks. Sebagai satuan kebahasaan tertinggi, wacana dapat berupa gugus kalimat (sentence
cluster), paragraf atau alinea, penggalan wacana (pasal, subbab, bab, episode), dan wacana utuh
(novel, puisi, syair lagu, khotbah, pengumuman, iklan, berita, dialog).

Analisis wacana adalah kajian Bahasa yang berusaha menginterpretasi makna sebuah
ujaran atau tulisan dengan memperhatikan konteks yang melatarinya, baik konteks linguistic
maupun konteks etnografinya. Konteks linguistic dimaksudkan sebagai rangkaian kata yang
mendahului atau yang mengikuti satuan Bahasa tertentu, sedangkan konteks konteks etnografi
dimaksudkan serangkaian ciri factor etnografi yang melingkupimya, seperti faktor budaya,
tradisi, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat pemakai Bahasa yang bersangkutan.