Anda di halaman 1dari 26

BAHAN SOAL TRY OUT II

KOMPETENSI PROFESIONAL

MATA PELAJARAN KIMIA

Oleh,
Dr. Das Salirawati, M.Si
Dr. Sri Yamtinah, M.Pd

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT PEMBINAAN GURU PENDIDIKAN MENENGAH DAN PENDIDIKAN KHUSUS
2019

1
SOAL TRY OUT II
KOMPETENSI PROFESIONAL

PETUNJUK!
1. Berdo’alah sebelum mengerjakan soal try out ini.
2. Bacalah butir pertanyaan di bawah ini dengan seksama.
3. Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang.
4. Jika jawaban benar mendapat nilai 1 dan salah mendapat nlai 0
5. Bekerjalah dengan jujur dan percaya pada potensi Anda.

32
1. Spesi yang mempunyai jumlah elektron yang sama dengan 16 S adalah ….
35
A. 17Cl-
32
B. 16 S 2-
40
C. 18 Ar 2+
27
D. 13 Al 3+
39
E. 19 K+

2. Perhatikan data berikut ini:


1. Terletak pada periode ke-4
2. Nomor atomnya 30
3. Memiliki bilangan oksidasi tertinggi +2
4. Termasuk unsur alkali tanah
5. Unsur Golongan IIA

Pernyataan yang benar untuk unsur dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d 10 4s2 adalah ….
A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 4
C. 2, 3, dan 4
D. 1, 3, dan 5
E. 2, 3, dan 5

3. Unsur-unsur yang bernomor atom 14, 15, dan 16 tersebut memiliki kesamaan dalam
hal .…
A. elektron valensi
B. jumlah kulit atom
C. sifat fisik
D. sifat kimia
E. jumlah elektron

4. Jika atom X (nomor atom 4) dan Y (nomor atom 17) berikatan, bentuk molekul dan sifat
kepolaran yang terbentuk adalah ….
A. segiempat planar dan polar
B. linier dan polar
C. tetrahedral dan Non polar
D. oktahedral dan non polar
E. linier dan nonpolar

5. Jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas di sekitar atom pusat
dalam senyawa SCl2 secara berurutan (Nomor atom S = 16, Cl =17) adalah ….

2
A. 0 dan 3
B. 3 dan 0
C. 1 dan 2
D. 2 dan 1
E. 2 dan 2

6. Senyawa yang mempunyai titik didih paling tinggi (Ar H = 1, C = 12, N = 14, O = 16, F
= 19, S = 32, Cl = 35,5) adalah .…
A. N2O
B. C3H8
C. SO2
D. HCl
E. HF

7. Suatu senyawa hidrokarbon mengandung 24 gram C dan 4 gram H. Jika diketahui massa
molekul relatifnya 28, maka rumus molekul senyawa tersebut adalah ….
A. CH4
B. C2H4
C. C8H18
D. C7H14
E. C7H12

8. Sejumlah 3,2 gram gas metana dibakar dengan 16,0 gram oksigen dengan reaksi (belum
setara)
CH4 (g) + O2 (g)  CO2 (g) + H2O (l)

Jika (Ar C =12, H = 1, O = 16) maka massa karbondioksida yang dihasilkan adalah….
A. 4,40 gram
B. 4,48 gram
C. 8,80 gram
D. 17,6 gram
E. 22,0 gram

9. Campuran 10 mL butana dan metana dibakar menghasilkan 34 mL CO 2. Volum butana


dan metana masing-masing adalah ....
A. 8 L dan 2 L
B. 7 L dan 3 L
C. 6 L dan 4 L
D. 5 L dan 5 L
E. 2 L dan 8 L

10. Diberikan data-data sebagai berikut:


ΔHf H2O (l) = − 285 kJ/mol
ΔHf CO2 (g) = − 393 kJ/mol
ΔHf C2H2 (g) = + 227 kJ/mol

Diketahui persamaan reaksi pembakaran C2H2 (Mr = 26) sebagai berikut: 


C2H2 (g) + 5/2 O2 (g)  2 CO2 (g)+ H2O (l)

Jumlah kalor yang dilepaskan pada reaksi tersebut sebesar ....

3
A. 451 kJ/mol
B. 728 kJ/mol
C. 844 kJ/mol
D. 905 kJ/mol
E. 1298,0 kJ/mol

11. Perhatikan persamaan termokimia berikut ini:


2 Fe (s) + 3/2 O2 (g)  Fe2O3 (s) H = - 839,6 kJ
2 Al (s) + 3/2 O2 (g)  Al2O3 (s) H = + 1.680 kJ

Besarnya ΔH untuk reaksi 2 Al (s) + Fe2O3 (s)  2 Fe (s) + Al2O3 (s) adalah….
A. – 1.680,8 kJ
B. – 840,4 kJ
C. + 840,4 kJ
D. + 2.519,6 kJ
E. + 3359,2 kJ

12. Data energi ikatan rata-rata:


C − H : 413 kJ/mol
C − Cl : 328 kJ/mol
Cl - Cl : 242 kJ/mol
H − Cl : 431 kJ/mol

Besarnya entalpi reaksi CH2Cl2 (g) + 2 Cl2 (g) → CCl4 (g) + 2 HCl (g) adalah ....
A. - 293 kJ/mol
B. - 208 kJ/mol
C. - 104 kJ/mol
D. + 104kJ/mol
E. + 208 kJ/mol

13. Data percobaan penentuan laju reaksi: Cl ( g) + O3 (g)  ClO (g) + O2 (g) disajikan pada
tabel berikut:

Percobaan [Cl] (M) [O3] (M) Laju Reaksi (M/s)


1 0,4 0,2 0,4
2 0,8 0,2 0,8
3 0,4 0,8 0,64

Tetapan laju reaksi tersebut adalah .…


A. 0,2
B. 12,5
C. 25
D. 31,25
E. 125

14. Diberikan data kondisi reaksi sebagai berikut:

No Bentuk [HCl] M Suhu (oC)


Seng
1. Serbuk 0,2 40
2. Serbuk 0,1 30
3. Lempeng 0,2 10

4
4. Serbuk 0,2 30
5. Lempeng 0,1 10
Laju reaksi yang paling cepat dijumpai pada reaksi nomor ....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

15. Data hasil percobaan daya hantar listrik beberapa air limbah tertera berikut ini:

Pengamatan pada Derajat


Limbah Nyala Lampu Elektroda disosiasi
(α)
K Mati Sedikit gelembung gas α=0
L Redup Sedikit gelembung gas α<1
M Terang Banyak gelembung gas α=1
N Mati Sedikit gelembung gas α=0

Berdasarkan data dalam tabel, larutan yang bersifat elektrolit kuat dan elektrolit lemah
berturut-turut adalah ….
A. K dan L
B. M dan N
C. L dan N
D. M dan L
E. N dan K

16. Perhatikan reaksi-reaksi asam Bronsted-Lowry berikut ini:


1. RNH2 + H2O  RNH3+ + OH-
2. H2PO4- + H2O  HPO42- + H3O+
3. HCO3- + H2O  HCO3 + OH-
4. HCO3- +H2O  CO32- + H3O+

H2O yang bersifat asam terdapat pada reaksi nomor ….


A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

17. Sebanyak 1,12 gram besi (Ar Fe = 56) dilarutkan dalam asam, dan besi berubah
menjadi Fe2+. Kemudian larutan ini direaksikan dengan larutan KMnO 4 0,125 M menurut
reaksi:
Fe2+ + MnO4-  Mn2+ + Fe3+

Volume KMnO4 yang diperlukan sebanyak ....


A. 16 mL
B. 25 mL
C. 32 mL
D. 40 mL
E. 42 mL

5
18. Diketahui data E° sel kimia sebagai berikut:
Zn│Zn2+║Cu2+│Cu E° sel=1,1 V
Pb│Pb2+║ Cu2+│Cu E° sel=0,47 V

Berdasarkan data tersebut, pernyataan berikut yang benar adalah ….


A. Di antara Zn, Cu, dan Pb, maka Cu merupakan reduktor terkuat
B. Urutan potensial reduksi standar: E°Cu2+│Cu > E°Pb2+│Pb > E°Zn2+│Zn
C. Di antara ketiga logam tersebut, Zn adalah logam yang paling sulit dioksidasi
D. Jika Pb dan Zn dihubungkan, terjadi sel elektrokimia Pb│Pb2+║Zn2+│Zn E°sel =0,63 V
E. sistem setengah sel Cu adalah anoda

19. Berikut ini pernyataan yang benar tentang NaCl adalah .…


A. padatannya menghantarkan listrik
B. larut dalam CCl4
C. titik leleh rendah
D. memiliki pH netral
E. sukar larut dalam air

20. Sebuah senyawa dibuat dengan mereaksikan padatan kalsium dengan gas nitrogen
sesuai persamaan reaksi:
3 Ca (s) + N2 (g)  Ca3N2 (s)
Nama yang tepat senyawa tersebut adalah ….
A. trikalsium dinitrida
B. kalsium nitrida
C. kalsium(II) nitrida
D. kalsium(II) nitrida
E. kalsium nitrit

21. Gas N2O4 terdisosiasi sebesar 20% menjadi gas NO 2. Jika tekanan total pada kesetim-
bangan adalah 0,75 atm, maka harga tekanan kesetimbangan K p adalah ….
A. 1,5
B. 1,0
C. 0,67
D. 0,125
E. 0,1

22. Pada kondisi tekanan dan temperatur tertentu dalam tabung tertutup 5 L terjadi
kesetimbangan:
CO2 (g) + H2 (g) CO (g) + H2O (g)

konsentrasi gas CO2 dan gas H2 masing-masing adalah 0,2 M, sedangkan konsentrasi
gas CO dan H2O masing-masing adalah 0,4 M. Bila ke dalam tabung tersebut
ditambahkan gas CO dan H2O masing-masing sebanyak 3 mol, maka konsentrasi CO 2 (g)
dalam kesetimbangan yang baru adalah .…
A. 0,80 M
B. 0,70 M
C. 0,60 M
D. 0,50 M
E. 0,40 M

6
23. Satu gram NaOH (Mr = 40) akan menghasilkan larutan NaOH 0,25 M dengan volum
sebanyak ....
A. 50 mL                                       
B. 100 mL                                      
C. 125 mL
D. 150 mL
E. 200 mL

24. Jika harga Kb NH4OH = 2.10−5, maka pH larutan NH4OH 2.10-3 M adalah ....
A. 4 − log 2
B. 8 – log 2
C. 8 + log 2
D. 10 – log 2
E. 10 + log 2

25. Berikut adalah kurva titrasi dari larutan HCl dengan larutan NaOH:

Jika volum larutan HCl yang dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M sebesar 25 mL, maka
konsentrasi larutan HCl adalah ....
A. 0,10 M
B. 0,15 M
C. 0,20 M
D. 0,25 M
E. 0,30 M

26. Terdapat beberapa larutan di laboratorium sebagai berikut:


(1) 20 mL KOH 0,1 M
(2) 20 mL CH3COOH 0,1 M
(3) 20 mL HNO3 0,1 M
(4) 20 mL NH4OH 0,2 M
(5) 20 mL HCl 0,2 M

Campuran dua larutan yang dapat membentuk larutan penyangga adalah .... 
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (4)
D. (3) dan (4)
E. (4) dan (5)

27. Jika Ksp X(OH)2 dalam air = 4 x 10 -12, maka pH larutan jenuh X(OH) 2 dalam air adalah
….

7
A. 10 – log 2
B. 10 + log 2
C. 12 - log 4
D. 12 + log 4
E. 4 – log 2
28. Dicampurkan 400 mL larutan Pb(NO3)2 0,01 M dengan 100 mL KCl 0,01 M. Jika Ksp PbCl 2
= 4×10-6, maka nilai Q sebesar ….
A. 1,6 × 10-5 dan terjadi endapan
B. 1,6 × 10-5 dan tidak terjadi endapan
C. 3,2 × 10-8 dan terjadi endapan
D. 3,2 × 10-8 dan tidak terjadi endapan
E. 1,6 × 10-8 dan tidak terjadi endapan

29. Sebanyak 0,1 mol gula dan 0,1 mol garam LX dengan derajat ionisasi 0,5 masing-masing
dilarutkan dalam 1 L air (ρ air = 1 g/mL). Jika penurunan titik beku larutan gula t°C, maka
penurunan titik beku larutan garam LX adalah ….
A. 0,25t°C
B. 0,5t°C
C. 0,75t°C
D. t°C
E. 1,5t°C

30. Tekanan uap jenuh larutan 124 gram zat A (non elektrolit) dalam 684 gram air adalah
76 mmHg. Pada temperatur yang sama tekanan uap jenuh air murni 80 mmHg. Massa
molekul relatif zat A adalah ….
A. 342
B. 180
C. 90
D. 62
E. 60

31. Berikut beberapa peristiwa kimia dalam kehidupan sehari-hari:


(1) etilen glikol dapat ditambahkan ke dalam radiator mobil
(2) desalinasi air laut

Kedua contoh tersebut berhubungan dengan sifat koligatif larutan, yaitu berturut-turut
….
A. penurunan titik beku dan osmosis balik
B. penurunan tekanan uap dan tekanan osmosis
C. tekanan osmosis dan kenaikan titik didih
D. kenaikan titik didih dan penurunan titik beku
E. penurunan titik beku dan kenaikan titik didih

32. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara ….
A. elektrolisis
B. elektroforesis
C. dialisis
D. dekantasi
E. presipitasi

33. Senyawa dengan rumus molekul C5H10O mempunyai isomer aldehid dan keton masing-
masing sebanyak ….

8
A. 4 dan 3
B. 3 dan 4
C. 5 dan 4
D. 4 dan 5
E. 4 dan 4

34. Cermati reaksi di bawah ini:


OH
(a)
H H
CH3 C C C CH3 + 11O2 7CO2 + 8H2O
H
CH3 CH3
O O
(b) C H C + H2O + HO C2H5
2 5 C2H5 C
O C2H5 O H

Jenis reaksi (a) dan (b) masing-masing adalah ….


A. oksidasi dan adisi
B. reduksi dan esterifikasi
C. oksidasi dan hidrolisis
D. substitusi dan eliminasi
E. substitusi dan reduksi

35. Untuk membuktikan bahwa iodium yang terkandung dalam garam dapur yang berbentuk
senyawa kalium iodat (KIO3) menguap ketika dimasukkan dalam air mendidih, maka
Astuti seorang peserta didik yang pandai melakukan percobaan sederhana. Percobaan
yang dilakukan, yaitu dengan memanaskan air lalu memasukkan beberapa sendok
garam dapur beriodium, kemudian tutup panci dibasahi dan ditaburi tepung kanji
(amilum). Selanjutnya tutup panci dibiarkan menutup air tadi hingga mendidih beberapa
saat. Setelah itu Astuti membuka tutup dan ternyata terbukti bahwa iodium dalam KIO 3
yang terkandung dalam garam dapur benar menguap yang ditunjukkan dengan adanya
warna ....
A. hijau pada tutup panci
B. biru pada tutup panci
C. ungu pada tutup panci
D. hijau pada air dalam panci
E. biru pada air dalam panci

36. Protein dapat mengendap dengan penambahan logam, karena logam akan bereaksi
dengan ....
A. gugus karboksil dari protein, sehingga pH protein naik
B. gugus karboksil dari protein, sehingga pH protein turun
C. gugus karboksil dari protein, sehingga pH protein netral
D. gugus amino dari protein, sehingga pH protein naik
E. gugus amino dari protein, sehingga pH protein naik

37. Kopolimer dengan gugus ulang:


H2 H H2
C C C C C CH2
H H n
Cl

9
dapat terbentuk dari monomer….
A. etilena dan vinil klorida
B. etil klorida dan 2 - butena
C. vinil klorida dan 1,3 - butadiena
D. propilena dan 2 – kloro – 1 – propena
E. etilena dan 2 – kloro - 1,3 – butadiena

38. Pada proses pengolahan bijih besi menggunakan proses tanur diperlukan kokas.
Kegunaan kokas tersebut adalah sebagai .…
A. katalisator
B. pemercepat pemanasan
C. pengikat zat pengotor
D. reduktor penyedia CO
E. oksidator penyedia CO

39. Dalam suatu praktikum, Deborah mendapat bagian membuat larutan NaOH dengan
konsentrasi tertentu dimana NaOH harus ditimbang terlebih dahulu. Untuk keperluan
menimbang sejumlah massa kristal NaOH Deborah membutuhkan alat-alat berikut ini ….
A. kaca arloji, sendok besi, dan neraca digital
B. kaca arloji, spatula kaca, dan neraca digital
C. kaca arloji, sendok besi, neraca analitik
D. kertas, spatula kaca, dan neraca analitik
E. cawan porselen, spatula kaca, dan neraca digital

40. Andi diminta oleh gurunya untuk menguji adanya kolesterol dalam suatu sampel yang
mengandung lipid. Uji yang tepat untuk dipilih Andi adalah uji ….
A. akrolein
B. ketidakjenuhan
C. angka penyabunan
D. peroksida
E. Salkowski

10
KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN SINGKAT

40
1. C . 18 Ar 2+
Pembahasan:
32
Dalam 16 S , jumlah elektron = nomor atomnya, karena merupakan atom netral, yaitu 16.
35
A. Jumlah elektron 17Cl - = 17 - (-1) =18
32
B. Jumlah elektron 16 S 2- = 16 - (-2) =18
40
C. Jumlah elektron 18 Ar 2+ = 18 - (+2) = 16
27
D. Jumlah elektron 13 Al 3+ = 13 - (+3) = 10
39
E. Jumlah elektron 19 K + = 19 - (+1) = 18

40
Dengan demikian, spesi yang memiliki jumlah elektron yang sama adalah 18 Ar 2+

2. A. 1, 2, dan 3
Pembahasan:
Unsur dengan konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2 adalah unsur Zn dengan nomor atom 30
yang terletak pada periode 4 (terakhir mengisi sub kulit 4s), dan bilangan oksidasi
tertinggi +2, terletak pada periode ke-4 dan Golongan IIB. Jadi data yang benar adalah
1, 2, dan 3.

3. B. jumlah kulit atom


Pembahasan:
Unsur yang terletak dalam satu perioda memiliki jumlah kulit atom yang sama, namun
sifat kimianya berbeda, sedangkan jika terletak dalam satu golongan memiliki jumlah
elektron valensi dan sifat kimia yang sama.

4. E. linier dan nonpolar


Pembahasan:
X (nomor atom 4) = 2 2  Jumlah elektron valensi = 2
Y (nomor atom 17) = 2 8 7  Jumlah elektron valensi = 7

Jika X dan Y berikatan maka akan membentuk molekul XY2. Atom Y memiliki elektron
valensi 7, sehingga hanya mungkin membentuk ikatan kovalen tunggal, karena hanya
membutuhkan 1 buah elektron lagi agar stabil secara oktet. Oleh karena jumlah elektron
valensi atom X hanya 2, berarti ada dua ikatan kovalen tunggal antara X dan Y,
sehingga rumus molekulnya XY2. Ini adalah molekul yang menyimpang dari aturan oktet,
karena elektron di sekitar atom pusat X tidak berjumlah 8.

Molekul XY2, memiliki:


Atom pusat = X
Jumlah Pasangan Elektron Ikatan (PEI) = 2

11
elektron valensi− jumlah PEI 2−2 0
Jumlah PEB = = = =0
2 2 2

Tipe molekul = AX2


Bentuk molekul = linier
Kepolaran = non polar

5. E. 2 dan 2
Pembahasan:
16S = 2 8 6

17Cl = 2 8 7

Jadi jumlah:
Pasangan Elektron Ikatan (PEI) = 2
Pasangan Elektron Bebas (PEB) = 2

6. E. HF
Pembahasan:
Urutan senyawa menurut titik didih yang meningkat (dari yang paling rendah ke yang
paling tinggi):
1. HCl : mempunyai gaya London (Mr = 36,5)
2. C3H8 : mempunyai gaya London (Mr = 44)
3. SO2 : mempunyai gaya London (Mr = 64)
4. NO2 : mempunyai gaya antardipol
5. HF : mempunyai ikatan hidrogen

Senyawa yang memiliki ikatan hidrogen menjadikannya memiliki titik didih tinggi, sebab
untuk mencapai titik didihnya diperlukan lebih banyak energi (dalam bentuk panas),
sehingga berakibat titik didihnya akan berada lebih tinggi dibandingkan senyawa lain
yang tidak memiliki titik didih.

7. B. C2H4
Pembahasan:
Diketahui:
Senyawa hidrokarbon terdiri dari 24 gram C, 4 gram H
Mr hidrokarbon = 28

Ditanya:
Rumus molekul senyawa tersebut?

Jawab:
Penentuan rumus empiris
Perbandingan massa C : H = 24 gram : 4 gram
Perbandingan mol C : H = 24/12 : 4/1 = 1 : 2
Rumus empiris : CH2

12
Penentuan rumus molekul
(CH2)x = 28
(12 + 2)x = 28
14x = 28
x=2
Jadi rumus molekulnya: C2H4

8. C. 8,80 gram
Pembahasan:
Diketahui:
Massa metana = 3,2 gram
Massa oksigen = 16,0 gram
Ar C =12, H = 1, O = 16

Ditanya:
Gas karbondioksida (CO2) yang terbentuk?

Jawab:
Mol 3,2 gram CH4 = gram/Mr
= 3,2/16
= 0,2 mol
Mol 16 gram O2 = gram/Mr
= 16/32
= 0,5 mol

CH4 + 2 O2  CO2 + 2 H2O


m 0,2 mol 0,5 mol - -
r 0,2 mol 0,4 mol 0,2 mol 0,4 mol
s 0 mol 0,1 mol 0,2 mol 0,4 mol

Massa CO2 = mol x Mr


= 0,2 x 44
= 8,8 gram
9. A. 8 L dan 2 L
Pembahasan:
Diketahui:
Gas butana + metana = 10 mL
Misal volume metana = x mL, maka volume butana = (10 – x) mL
Volum CO2 yang dihasilkan = 34 mL

Ditanya:
Volum butana dan metana?

Jawab:
Reaksi:
CH4 + 2 O2  CO2 + 2 H2O
x mL x mL

C4H10 + 13/2 O2  4 CO2 + 5 H2O

13
(10 - x) mL 4(10 - x) mL

Volum CO2 = x + 4(10 –x )


34 = x + 40 – 4x
35 – 40 = x – 4x
-6 = - 3x
−6
x =
−3
x =2

Jadi:
Volum CH4 = 2 mL
C4H10 = (10 – x) mL = (10 – 2) mL = 8 mL

10. E. 1298,0 kJ/mol


Pembahasan:
Diketahui:
Entalpi pembentukan standar:
ΔHf H2O (l) = − 285 kJ/mol
ΔHf CO2 (g) = − 393 kJ/mol
ΔHf C2H2 (g) = + 227 kJ/mol

Ditanya:
ΔH reaksi: C2H2 (g) + 5/2 O2 (g)  2 CO2 (g)+ H2O (l)?

Jawab:
C2H2 (g) + 5/2 O2 (g)  2 CO2 (g)+ H2O (l)
ΔHr = [2 ΔHf CO2 + ΔHf H2O] – [ΔHf C2H2 + 5/2 ΔHf O2]
= [2 x (- 393 kJ/mol) + (- 285 kJ/mol)] – [(+ 227 kJ/mol) + 0]
= [- 786 kJ/mol - 285 kJ/mol] - 227 kJ/mol
= - 1071 kJ/mol - 227 kJ/mol
= - 1298 kJ/mol
Jadi kalor yang dilepaskan adalah sebesar 1298 kJ

11. D. + 2.519,6 kJ
Pembahasan:
Diketahui:
2 Fe (s) + 3/2 O2 (g)  Fe2O3 (s) H = - 839,6 kJ
2 Al (s) + 3/2 O2 (g)  Al2O3 (s) H = + 1.680 kJ

Ditanya:
ΔH untuk reaksi 2 Al (s) + Fe2O3 (s)  2 Fe (s) + Al2O3 (s)?

Jawab:
Kita susun sedemikan rupa dua persamaan yang diketahui agar zat-zat posisinya seperti
posisi pada persamaan reaksi yang ditanya. Jika reaksi letaknya dibalik (ruas kiri menjadi
kanan dan sebaliknya), maka harga H berubah tanda. Berikut tahapannya:
1. Persamaan 1 dibalik, karena untuk mendapatkan Fe 2O3 di sebelah kiri:
Fe2O3 (s)  2 Fe (s) + 3/2 O2 (g) H = + 839,6 kJ
2. Persamaan 2 tidak berubah
2 Al (s) + 3/2 O2 (g)  Al2O3 (s) H = + 1.680

14
Selanjutnya disusun dan dijumlahkan sebagai berikut:
Fe2O3 (s)  2 Fe (s) + 3/2 O2 (g) H = + 839,6 kJ
2 Al (s) + 3/2 O2 (g)  Al2O3 (s) H = + 1.680 kJ
+
2 Al (s) + Fe2O3 (s)  2 Fe (s) + Al2O3 (s) ΔH = + 2.519,6 kJ

12. B. - 208 kJ/mol


Pembahasan:
Diketahui:
Data energi ikatan rata-rata:
C − H : 413 kJ/mol
C − Cl : 328 kJ/mol
Cl - Cl : 242 kJ/mol
H − Cl : 431 kJ/mol

Ditanya:
ΔHr CH2Cl2 (g) + 2 Cl2 (g) → CCl4 (g) + 2 HCl (g)?

Jawab:
H Cl
│ │
H ─ C ─ Cl + 2 Cl ─ Cl  Cl ─ C ─ Cl + 2 H ─ Cl
│ │
Cl Cl
ΔHr = Σ Energi ikatan kiri − Σ Energi ikatan kanan
ΔHr = Σ energi pemutusan ikatan – Σ energi pembentukan ikatan
= {2(C – H) + 2 (Cl ̶ Cl)} – {2(C – Cl) + 2 (H – Cl)}
= (826 + 484) – (656 + 862)
= 1.310 – 1.518
= – 208 kJ/mol
Jadi ΔHr pada reaksi : CH2Cl2 (g) + 2 Cl2 (g) → CCl4 (g) + 2 HCl (g) sebesar – 208
kJ/mol

13. C. 25
Pembahasan:
Diketahui:
Reaksi: Cl (g) + O3 (g)  ClO (g) + O2 (g)

Percobaan [Cl] [O3] (M) Laju Reaksi (M/s)


(M)
1 0,4 0,2 0,4
2 0,8 0,2 0,8
3 0,4 0,8 0,64

Ditanya:
Tetapan laju reaksi Cl (g) + O3 (g)  ClO (g) + O2 (g)?

Jawab:
Menentukan orde reaksi
Dari percobaan 1 dan 3

15
v 1 0,4 x 0,2 y
=( ) ( )
v 3 0,4
×
0,8
y
0,4 1
()
=
0,64 4
1 1 y
=
16 4() y=2

Dari percobaan 1 dan 2


v 1 0,4 x 0,2 y
=( ) ( )
v 2 0,8
×
0,2
x
0,4 1
=
0,8 2()
1 1 x
=
2 2() x=1

Mencari harga tetapan laju reaksi


Persamaan laju reaksi = v = k [A] [B]
Dengan data percobaan 1:
0,4 = k [0,4] [0,2]2
0,4 = k (0,016)
k = 25

14. A. 1
Pembahasan:
Berdasarkan option yang tersedia menunjukkan bahwa ada dua faktor yang
mempengaruhi laju reaksi yang ditampilkan dalam option, yaitu faktor luas permukaan
dan suhu. Semakin besar luas permukaan semakin cepat laju reaksinya. Serbuk memiliki
luas permukaan lebih besar daripada lempeng. Demikian juga semakin tinggi suhunya
semakin cepat reaksinya. Dengan demikian yang paling cepat adalah reaksi yang
memiliki luas permukaan besar dan suhu tinggi, yaitu reaksi pada option A.

15. D. M dan L
Pembahasan:
Dalam percobaan uji daya hantar listrik ditandai dengan dua indikator yaitu nyala
tidaknya lampu dan terbentuk tidaknya gelembung gas pada elektroda. Apabila lampu
menyala, maka larutan tersebut elektrolit. Sebaliknya apabila lampu tidak menyala,
maka larutan tersebut non-elektrolit. Demikian juga pada elektroda, apabila dalam suatu
elektroda menghasilkan gelembung gas, maka larutan tersebut elektrolit, dan
sebaliknya. Ketentuan lain adalah:
 Apabila lampu menyala dan terbentuk gelembung gas banyak pada elektrodanya,
menandakan ion-ionnya terionisasi sempurna (elektrolit kuat)
 Apabila lampu menyala redup dan terbentuk sedikit gelembung gas pada
elekttrodanya, maka berarti ion-ion larutan tersebut terionisasi sebagian atau jumlah
ionnya sedikit. (elektrolit lemah)
 Apabila lampu menyala redup dan tidak terbentuk gelembung gas pada elektrodanya,
maka berarti ion-ion larutan tersebut terionisasi sebagian atau jumlah ionnya sedikit.
(elektrolit lemah)

16
 Apabila lampu tidak menyala redup, tetapi terbentuk gelembung gas pada
elektrodanya, maka berarti ion-ion larutan tersebut terionisasi sebagian atau jumlah
ionnya sedikit. (elektrolit lemah)
 Apabila lampu tidak menyala dan elektroda nya tidak menghasilkan gelembung gas,
maka larutan tersebut non elektrolit atau tidak terionisasi. (non elektrolit)
 Larutan elektrolit kuat memiliki α = 1, sedangkan larutan elektrolit lemah memiliki α <
1, dan larutan non elektrolit memiliki α = 0.

16. B. 1 dan 3
Pembahasan:
Menurut teori asam – basa Bronsted – Lowry:
Asam adalah : zat yang bertindak sebagai pemberi H + (donor proton)
Basa adalah zat yang bertindak sebagai penerima H + (akseptor proton)

Dengan demikian H2O yang memberikan H+ sehingga berperan sebagai asam dan
berubah menjadi OH- terdapat pada reaksi nomor 1 dan 3.

17. C. 32 mL
Pembahasan:
Diketahui:
1,12 gram besi (Ar Fe = 56)
Larutan KMnO4 0,125 M
Fe2+ + MnO4-  Mn2+ + Fe3+

Ditanya:
Volum KMnO4 yang diperlukan?

Jawab:
mol Fe2+ = 1,12/56 = 0,02 mol

Menyetarakan reaksi redoks:


5 Fe2+ + MnO4- + 8 H+  Mn2+ + 5 Fe3+ + 4 H2O
0,02 mol 0,02/5 =
0,004 mol

M = mol/V
0,125 = 0,004/V
V = 0,032 L = 32 mL

18. E. sistem setengah sel Cu adalah anoda


Pembahasan:
Diurutkan sesuai urutan deret Volta:
Zn Pb Cu
-----------------0,63 v ------------------0,47 v
------------- ---------------------
-----------------------------------------------1,1 v
-----------------------------------

A. salah, urutan reduktor dari yang terlemah Cu > Pb > Zn


B. salah, urutan potensial reduksi standar: E°Cu2+│Cu< E°Pb2+│Pb<E°Zn2+│Zn
C. salah, Zn paling mudah teroksidasi
D. jika setengah sel Pb dan Zn dihubungkan, terjadi sel elektrokimia Zn 2+│Zn ││Pb│Pb2+

17
E. benar, pasangan Zn dan Pb dengan Cu, Cu selalu menjadi anoda.

19. D. memiliki pH netral


Pembahasan:
NaCl merupakan senyawa ionik, sehingga padatannya tidak dapat menghantarkan listrik,
namun lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik. NaCl larut dalam polar,
seperti air dan tidak larut dalam pelarut non polar, seperti CCl 4 dan C6H6. NaCl memiliki
titik leleh dan titik didih yang tinggi. NaCl merupakan garam yang dapat terbentuk dari
HCl dan NaOH, dimana NaCl memiliki pH netral karena tidak dapat menghidrolisis air.
Jadi jawaban yang benar adalah D

20. B. kalsium nitrida


Pembahasan:
Nama Ca3N2 adalah kalsium nitrida, tidak perlu menggunakan angka romawi karena
kalsium hanya memiliki 1 bilangan oksidasi, yaitu +2. Penggunaan nama trikalsium
dinitrida tidak dibenarkan karena nama yang memakai mono, di, tri sebagai awalan
hanya ditujukan untuk senyawa non logam yang berikatan dengan non logam,
sedangkan kalsium adalah logam.

21. D. 0,125
Pembahasan:
Diketahui:
Gas N2O4 terdisosiasi sebesar 20% menjadi gas NO2
Tekanan total (Ptotal) = 0,75 atm

Ditanya:
Harga Kp kesetimbangan tersebut?

Jawab:
Memasukkan data yang diketahui dan mengisi bagian yang kosong:
α = 20%
N2O4 (g) 2 NO2 (g)
Mula-mula x mol -
Terurai 0,2x mol 0,4x mol
Dlm kesetimbangan (x – 0,2x) mol 0,4x mol
0,8x mol

Menghitung tekanan parsial masing-masing zat yang terlibat dalam reaksi


kesetimbangan:
Mol total = (0,8x + 0,4x) mol = 1,2x mol

mol[ N 2 O 4 ]
Tekanan parsial N2O4 (g) = X Ptotal
mol total

P N O = 0,8 x mol X 0,75 atm


2
1,2 x mol
4( g)

P N O = 0,5 atm
2 4( g)

mol[ N O 2 ]
Tekanan parsial NO2 (g) = X Ptotal
mol total

18
P N O = 0,4 x mol X 0,75 atm
2
1,2 x mol
4( g)

P N O = 0,25 atm
2 4( g)

Menghitung Kp:
[ PNO ]2
Kp = 2

[ PN O ]
2 4

(0,25 atm)2
Kp =
(0,5 atm)

0,0625 atm2
Kp =
0,5 atm

Kp = 0,125 atm

22. A. 0,80 M
Pembahasan:
Diketahui:
Reaksi kesetimbangan: CO2 (g) + H2 (g) CO (g) + H2O (g)
Volum = 5 L
[CO2] = [H2] = 0,2 M
[CO] = [H2O] = 0,4 M
Ditanya:
[CO2] dalam kesetimbangan baru jika ke dalam tabung ditambahkan gas CO dan H2O
masing-masing sebanyak 3 mol?

Jawab:
[ H ¿¿ 2O][CO ]
Kc = ¿
[CO¿¿ 2][H 2 ]¿

( 0,2 mol )(0,2 mol)


Kc =
( 0,4 mol )(0,4 mol)

( 0,04 mol )
Kc =
( 0,16 mol )

Kc = 0,25

Mol CO2 dan H2 pada kesetimbangan awal: 0,2M × 5L = 1 mol


Mol CO dan H2O pada kesetimbangan awal: 0,4M × 5L = 2 mol

Setelah ditambah produk, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, maka:

19
CO2 (g) + H2 (g) CO (g) + H2O (g)
Setimbang 1 1 mol 1 mol 2 mol + 3 mol 2 mol + 3 mol
Reaksi + x mol + x mol - x mol - x mol
Setimbang 2 (1 + x) mol (1+ x) mol (5 – x) mol (5 – x) mol

[ H ¿¿ 2O][CO ]
Kc = ¿
[CO¿¿ 2][H 2 ]¿

5−x mol 5−x mol

Kc =
( 5 L )( 5 L )

( 1+5xLmol )( 1+5xLmol )
(5−x)2
0,25 =
(1+ x )2

(5−x)
√ 0,25 = (1+ x )
(5−x)
0,5 =
(1+ x )
0,5 (1 + x) = 5 – x
0,5 + 0,5x = 5 – x
0,5x + x = 5 – 0,5
1,5x = 4,5
x = 4,5/1,5
x =3
Jadi [CO2] dalam kesetimbangan baru sebanyak (1 + 3) mol : 5 L = 0,8 M
23. B. 100 mL
Pembahasan:
Diketahui:
Massa NaOH = 1 gram
Mr NaOH = 40

Ditanya:
Volum NaOH 0,25 M yang dihasilkan dari 1 gram NaOH?

Jawab:
Karena massa NaOH = 1 gram,
Massa zat x 1000
Molaritas =  
Mr zat x Volume (mL)
1 gram x 1000
0,25 M =  
40 x Volume (mL)
1 gram x 1000
Volume (mL) =   = 100 mL
40 x 0,25 M

24. E. 10 + log 2
Pembahasan:
Diketahui:

20
Kb NH4OH = 2.10−5

Ditanya:
pH larutan NH4OH 2.10-3 M?
Jawab:

Menentukan pH melalui tetapan basa yang diketahui: 


[OH-] = √ K b. M
dimana:
Kb = tetapan ionisasi basa
M = konsentrasi asam
Jadi:
[OH-] = √ K b . M
[OH-] = √ (2.10 -5  )( 2.10-3 )
[OH-] =√ 4.10 -8  
[OH-] = 2.10-4 M
maka:
pOH = - log [OH-]
pOH = - log (2 . 10-4)
pOH = 4 – log 2
sehingga:
pH = 14 – ( 4 – log 2)
pH = 10 + log 2

25. C. 0,20 M
Pembahasan:
Diketahui:
25 mL larutan HCl dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M

Ditanya:
Konsentrasi larutan HCl yang dititrasi?

Jawab:

Berdasarkan kurva terlihat bahwa titik ekivalen terjadi saat volume NaOH adalah 50 mL.
Data selengkapnya:
VHCl = Va = 25 mL
MHCl = Ma = .....?
nHCl = na = 1
VNaOH = Vb = 50 mL
MNaOH = Mb = 0,1 M
nNaOH = nb = 1

maka konsentrasi HCl adalah: 


Va . Ma . na = Vb . Mb . nb
Vb . Mb . nb
Ma =
Va . na
50. 0,1 . 1
Ma =
25 . 1

21
Ma = 0,20 M

26. D. (3) dan (4)


Pembahasan:
Diketahui:
(1) 20 mL KOH 0,1 M
(2) 20 mL CH3COOH 0,1 M
(3) 20 mL HNO3 0,1 M
(4) 20 mL NH4OH 0,2 M
(5) 20 mL HCl 0,2 M

Ditanya:
Campuran dua larutan yang dapat membentuk larutan penyangga?

Jawab:
Salah satu cara untuk memperoleh larutan penyangga adalah dengan mereaksikan
larutan asam lemah + basa kuat atau asam kuat + basa lemah dengan syarat pada
akhir reaksi asam lemahnya atau basa lemahnya masih sisa.
Tersedia:
20 mL KOH 0,1 M  2 mmol
20 mL CH3COOH 0,1 M  2 mmol
20 mL HNO3 0,1 M  2 mmol
20 mL NH4OH 0,2 M  4 mmol
20 mL HCl 0,2 M  4 mmol
Larutan yang memungkinkan adalah NH4OH dan HNO3

Reaksinya:
NH4OH + HNO3  NH4NO3 + H2O
Awal 4 mmol 2 mmol
Reaksi 2 mmol 2 mmol
Sisa 2 mmol -

Nampak tersisa NH4OH sebanyak 2 mmol yang berarti terbentuk larutan penyangga.

27. B. 10 + log 2
Pembahasan:
Diketahui:
Ksp X(OH)2 dalam air = 4 x 10-12

Ditanya:
pH larutan jenuh X(OH)2 dalam air?

Jawab:
X(OH)2 X2+ + 2 OH-
x x 2x

22
Ksp X(OH)2 = [X2+] [2 OH-]2
4 x 10-12 = (x) (2x)2
4 x 10-12 = (x) (4x2)
4 x 10 -12
= 4x3
4 x 10−12
x3 =
4
x = √3 10−12
x = 10-4
Jadi [2 OH-] = 2 x 10-4

pOH = - log [OH-]


pOH = - log 2 x 10-4
pOH = 4 – log 2
pH = 14 – pOH
pH = 14 – (4 – log 2)
pH = 10 + log 2

28. D. 3,2 × 10-8 dan tidak terjadi endapan


Pembahasan:
Diketahui:
400 mL larutan Pb(NO3)2 0,01 M + 100 mL KCl 0,01 M
Ksp PbCl2 = 4×10-6

Ditanya:
nilai Q dan terjadi tidaknya endapan?

Jawab:
Pb(NO3)2 (aq) + KCl (aq)  PbCl2 (s) + 2 KNO3 (aq)
PbCl2 (s) Pb2+ (aq) + 2 Cl- (aq)
Volum total = 400 mL + 100 mL = 500 mL
[Pb2+] = (400 mL x 0,01 M) : 500 mL
= 4 mmol : 500 mL
= 8 x 10-3 M
[Cl ]
-
= (100 mL x 0,01 M) : 500 mL
= 1 mmol : 500 mL
= 4 x 10-6 M

Q = [Pb2+] [Cl-]2
Q = (8 x 10-3 M) (4 x 10-6 M)
Q = 3,2 x 10-8 M

Karena Q < Ksp, maka tidak terjadi endapan.

29. E. 1,5t°C
Pembahasan:
Diketahui:
0,1 mol gula dan 0,1 mol garam LX
α = 0,5
ρair = 1 g/mL
Tf larutan gula t°C

23
Ditanya:
Tf larutan garam LX?

Jawab:
∆Tf gula = m. Kf
∆Tf gula = 0,1 mol x 1000/1000 mL. Kf
t°C = 0,1. Kf
Kf = toC/0,1
∆Tf LX = m. Kf
∆Tf LX = 0,1 mol x 1000/1000 mL × (1 + (2 - 1) 0,5) . Kf
∆Tf LX = 0,1 mol x 1,5 x toC/0,1 mol
∆Tf LX = 1,5t°C

30. D. 62
Pembahasan:
Diketahui:
Massa zat A (non elektrolit) = 124 gram
Tekanan uap jenuh larutan dalam 684 gram air = 76 mmHg
Pada T yang sama, tekanan uap jenuh air murni = 80 mmHg

Ditanya:
Mr zat A?

Jawab:
P = Po x Xp
np
76 = 80 x
np+nt
684
18
0,95 =
124 684
+
Mr A 18

117,8
+ 36,1 = 38
Mr A

Mr A = 62

31. A. penurunan titik beku dan osmosis balik


Pembahasan:
(1) Etilen glikol ditambahkan ke dalam radiator mobil agar air radiator memiliki titik
beku yang lebih rendah dari nol, sehingga pada daerah yang memiliki musim
dingin/salju, air dalam radiator mobil tidak membeku.
(2) Desalinasi air laut adalah proses pembuatan air tawar dari air laut yang memanfaatkan
proses osmosis balik/reverse osmosis.

32. B. elektroforesis
Pembahasan:
Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara
elektroforesis dimana kelebihan ion-ion elektrolit akan tertarik pada plat yang
bermuatan.

24
33. A. 4 dan 3
Pembahasan:
Rumus molekul C5H10O dapat ditulis dalam beberapa struktur:
Struktur aldehid/alkanal: (a) n-pentanal, (b) 2-metilbutanal, (c) 3-metilbutanal, dan (d)
2,2-dimetilpropanal, sedangkan struktur keton/alkanon: (a) 2-pentanon, (b) 3-pentanon,
dan (c) 3-metil-2-pentanon.

Dengan demikian ada 4 isomer aldehid dan 3 isomer keton.

34. C. oksidasi dan hidrolisis


Pembahasan:
Reaksi (a) merupakan reaksi senyawa organik dengan O 2, dikenal sebagai reaksi
pembakaran/oksidasi, sedangkan reaksi (b) merupakan reaksi hidrolisis/pemeecahan air
oleh ester (kebalikan dari esterifikasi).

35. B. biru pada tutup panci


Pembahasan:
Pereaksi yang biasa digunakan untuk menguji adanya amilum adalah larutan iodin yang
lebih dikenal dengan LUGOL. Amilum terdiri dari -amilosa dan amilopektin, dimana -
amilosa larut dalam air, sedangkan amilopektin tidak larut dalam air. -amilosa akan
menunjukkan warna positif biru bila bereaksi dengan lugol, yaitu senyawa kompleks
yang terbentuk akibat reaksi antara larutan iodin dengan amilosa. Amilopektin akan
membentuk senyawa kompleks lain bila bereaksi dengan lugol.

36. A. gugus karboksil dari protein, sehingga pH protein naik


Pembahasan:
Protein merupakan polimer asam amino, yaitu tersusun dari monomer asam-asam amino
dengan ikatan peptida antar asam amino tersebut. Protein dapat mengendap dengan
penambahan alkohol, logam, maupun garam ammonium sulfat jenuh dengan berbagai
prinsip mekanisme pengendapan yang berbeda. Ketika ke dalam larutan protein
ditambahkan logam, maka terjadilah pengendapan protein yang disebabkan logam yang
bermuatan positif mampu berikatan dengan gugus karboksil dari protein yang
bermuatan negatif pada bentuk zwitter ionnya, sehingga pH protein menjadi naik dari
pH isoelektriknya. Akibatnya protein akan mengendap karena pH isoelektriknya
terganggu atau bergeser. Adapun reaksi sederhananya dapat dituliskan:
O O
R – CH – C – O + L  R – CH – C - OL
- +

NH3+ NH3+
L+ = ion positif logam

37. C. vinil klorida dan 1,3 - butadiena


Pembahasan:
Jika diputus pada tanda merah berikut, maka isomer yang dimaksud adalah vinil klorida
dan 1,3 butadiena.

H2 H H2
C C C C C CH2
H H n
Cl
38. D. reduktor penyedia CO

25
Pembahasan:
Fungsi kokas (karbon) adalah sebagai reduktor reduksi penyedia CO sesuai reaksi:
Fe2O3 + CO  2 FeO + CO2
FeO + CO  Fe + CO2

39. B. kaca arloji, spatula kaca, dan neraca digital


Pembahasan:
Dalam melakukan penimbangan sejumlah zat yang berbentuk kristal dan berbahaya
kalau dipegang langsung, karena menyebabkan panas dan terbakar, maka diperlukan
alat-alat berupa kaca arloji untuk menempatkan kristal tersebut di atas neraca digital,
spatula kaca untuk mengambil kristal NaOH dari tempatnya, dan neraca digital.
Penggunaan kertas atau cawan porselen untuk menempatkan kristal NaOH tidak tepat,
karena keduanya dapat rusak terkena kristal NaOH yang panas. Demikian pula
pemakaian sendok besi dapat rusak dan berkarat jika bersentuhan dengan kristal NaOH.
Neraca digital memiliki ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan neraca analitik, dan juga
lebih praktis penggunaannya.

Jadi alat-alat yang tepat digunakan untuk mengambil sejumlah massa kristal NaOH
adalah kaca arloji, spatula kaca, dan neraca digital.

40. E. Salkowski
Pembahasan:
Lipid merupakan ester dari asam lemak dengan gliserol yang kadang-kadang
mengandung gugus lain. Kolesterol merupakan salah satu contoh steroid dari golongan
lipid, selain asam lemak, lemak, dan fosfolipid. Keberadaan kolesterol dapat diidentifikasi
dengan menggunakan uji Salkowski atau Libermann Burchard, yang memang kedua uji
tersebut khusus untuk menguji adanya kolesterol yang ditandai dengan terbentuknya
hijau lumut (hijau tua). Uji akrolein bertujuan untuk mengetahui adanya gliserol dalam
asam lemak yang dioksidasi menjadi akrolein yang berbau menyengat. Uji
ketidakjenuhan bertujuan untuk mengetahui adanya ikatan rangkap dalam lipid yang
dapat dioksidasi/diadisi oleh Br2 dalam kloroform. Uji angka penyabunan bertujuan untuk
mengetahui reaksi asam lemak dengan basa alkali yang ditunjukkan dengan
terbentuknya sabun. Uji peroksida bertujuan untuk mengetahui adanya reaksi oksidasi
pada asam lemak yang ditandai dengan terbentuknya peroksida.

26