Anda di halaman 1dari 41

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE, INTENSITAS PERSEDIAAN, RASIO LANCAR,

UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PEMILIHAN METODE AKUNTANSI PERSEDI-


AAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI 2016-2017

PROPOSAL PENELITIAN

Oleh:

IMELDA PUTRI PANGESTU

20170703042042

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN MADURA

2019
A. Judul Proposal

Pengaruh Financial Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, Ukuran Perusahaan


terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI 2016-2017

B. Latar Belakang

Perkembangan dunia usaha yang pesat telah membawa pengaruh besar dalam
perkembangan dunia ekonomi di Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya persaingan yang
ketat dalam dunia usaha dan adanya tuntutan konsumen akan produk dan jasa yang
dikonsumsinya. Adanya persaingan yang ketat mengharuskan perusahaan untuk mengelola
sumber daya secara efisien dan efektif agar perusahaan dapat tetap bertahan. 1
Persediaan merupakan aktiva perusahaan yang menempati posisi yang cukup penting
dalam suatu laporan keuangan perusahaan dagang. Hampir 50% investasi terbesar pada aset
lancar terbesar perusahaan dagang adalah persediaan. Dalam perusahaan dagang persediaan
dapat dikatakan sebagai kunci utama perusahaan. Hal ini dikarenakan ketika terjadi masalah
dalam persediaan, maka hal tersebut akan mengganggu semua kegiatan operasional
perusahaan terutama pada bagian pembelian dan penjualan. Contohnya keterlambatan
pengiriman persediaan. Ketika persediaan kosong karena terlambat, maka kegiatan
operasional perusahaan juga terhenti hingga mendapatkan persediaan untuk kegiatan
operasional perusahaan. Oleh karena itu diperlukannya perencanaan dan pengendalian
persediaan yang baik agar operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar.
Sebagai salah satu aktiva lancar, permasalahan yang timbul adalah bagaimana
melaporkan nilai persediaan akhir pada neraca dan laporan laba rugi. Kesalahan pengakuan
persediaan dapat menimbulkan kelebihan (overstated) atau kekurangan (understated)
terhadap laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Hal ini dapat terjadi jika jumlah persediaan
akhir lebih catat (jika jumlah fisik barang jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan
jumlah yang tercatat) sehingga akan membuat harga pokok penjualan menjadi lebih kecil
dan laba yang

1
Riswan, Restiani Fasa, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penilaian Persediaan pada
Perusahaan Dagang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014”, Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol 7,
No 2(September, 2016), hlm., 193.
dihasilkan akan menjadi lebih besar sehingga menguntungkan perusahaan dimata investor
dan kreditor.2
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) nomor 14 revisi
tahun 2013, pemilihan metode akuntansi yang diakui di Indonesia ada dua yaitu metode
Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP) atau yang sering disebut dengan First In First Out
(FIFO) dan metode rata-rata atau (weighted average). Dari hal tersebut diketahui bahwa
metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP) atau Last In First Out (LIFO) sudah tidak
diakui dan tidak diperbolehkan lagi penggunaannya. Alasan tidak diperbolehkannya
penggunaaan metode Masuk Terakhir Keluar Pertama (MTKP) atau Last In First Out
(LIFO) karena dalam dunia perpajakan metode tersebut hanya akan merugikan negara sebab
laba yang dihasilkan dari penggunaaan metode tersebut kecil sehingga berdampak pada
pajak yang dibayarkan juga semakin kecil.3
Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam menentukan metode
akuntansi persediaan karena, menurut Hutahean pemilihan metode akuntansi persediaan
nantinya akan berpengaruh terhadap neraca maupun laporan laba rugi yang akan dipakai
oleh para pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan-keputusan investasi, kredit
dan keputusan-keputusan ekonomi lainnya. Menurut Sangadah, dalam memilih metode
akuntansi persediaan selain perbedaan kepentingan, perubahan harga (inflasi), peraturan
perpajakan juga mempertimbangkan kondisi internal yang berupa karakteristik operasional
perusahaan. Dalam kaitannnya dengan metode akuntansi persediaan terdapat konflik
kepentingan antara manajer dan pemilik. Bagi pemilik metode rata-rata akan menghasilkan
laba yang relatif kecil lebih disukai karena pemabayaran pajaknya juga relatif kecil,
sedangkan manajer menginginkan metode FIFO karena akan meningkatkan laba perusahaan
yang berarti kinerja yang naik bagi manajer. Metode akuntansi yang berbeda akan
mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kandungan informasi laporan keuangan.4
Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting yang dapat
digunakan oleh pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Tujuan
dibuatnya laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang meliputi kinerja, dan

2
A.Kadim, Adji Suratman, dan Muhammad Abdul Muis, “Analisis Pengaruh Rasio Lancar, Perputaran Persediaan dan
Margin Laba Kotor terhadap Pemilihan Metode Persediaan pada Perusahaan Dagang yang Terdaftar di BEI 2013-2015”
Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma Vol. 2, No.1,(Maret 2019) hlm.,19
3
Teguh Erawati, Jepriansyah, “Pengaruh Variabilitas HPP, Rasio Lancar, dan Financial Leverage terhadap Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar
di BEI 2014-2017)” Jurnal Akuntansi Pajak Dewantara, Vol. 1, No. 2(mei – agustus, 2019) hlm., 207
4
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 84
perubahan posisi keuangan yang memiliki manfaat untuk pengguna laporan keuangan.
Dimana para pemakai laporan keuangan disini ingin mengetahui kinerja keuangan yang
telah dilakukan oleh manajemen atau sebagai pertanggung jawaban atas sumber daya yang
telah dipercayakan oleh pemilik kepada manajemen perusahaan. Unsur-unsur yang disajikan
dalam laporan keuangan oleh manajemen biasaya terdiri dari neraca, laporan laba-rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas. Masing-masing elemen tersebut
memiliki peran yang berbeda, namun masih memiliki keterkaitan antara satu dengan yang
lainnnya.
Dalam penyusunan laporan keuangan tersebut pihak manajemen harus bisa
menyusun sistem dan prosedur yang sesuai dengan jenis operasional perusahaan agar
laporan keuangan yang dihasilkan dapat digunakan secara cepat dan tepat oleh pemakainya.
Dimana sistem dan prosedur yang kurang tepat akan berpengaruh lansung terhadap posisi
keuangan dan hasil usaha perusahaan. Oleh karena itu pihak manajemen harus dapat
menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Peraturan yang
mengatur tentang kebijakan akuntansi di Indonesia diatur dalam Standar Akuntansi
Keuangan atau SAK. Perusahaan yang berpedoman SAK akan menghasilkan laporan
keuangan yang baik, akurat, tidak menyesatkan bagi pengguna laporan keuangan. Karena
pada SAK telah terdapat aturan mengenai pengakuan, pengukuran dan metode akuntansi
yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Salah satu kebijakan akuntansi yang diatur dalam SAK
adalah mengenai persediaan perusahaan.5
Satu hal yang perlu diperhatikan oleh manajemen dalam mengelola persediaan
adalah menentukan metode akuntansi persediaan yang tepat bagi perusahaan. Setiap
perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam menentukan metode akuntansi
persediaan.Fenomena yang menggambarkan pentingnya suatu sistem pemilihan metode
persediaan yang bertujuan untuk proses pengendalian persediaan adalah fenomena pada PT.
Surabaya Perdana Rotopack. Kelebihan maupun kekurangan jumlah persediaan akan
menimbulkan dampak yang merugikan dan dapat membuat total biaya produksi menjadi
tidak tepat. Berdasarkan hal tersebut lah yang mendorong PT. Surabaya Perdana Rotopack
pada tahun 2009 menerapkan sistem pengendalian persediaan, kemudian untuk menunjang
penerapan sistem yang dibuat oleh perusahaan maka PT. Surabaya Perdana Rotopack
memperhatikan semua sistem informasi yang berkaitan dengan persediaan,6

5 A.Kadim, Adji Suratman, dan Muhammad Abdul Muis, “Analisis Pengaruh Rasio Lancar, Perputaran Persediaan dan
Margin Laba Kotor terhadap Pemilihan Metode Persediaan pada Perusahaan Dagang yang Terdaftar di BEI 2013-2015”
Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma Vol. 2, No.1,(Maret 2019) hlm.,19.
6 Teguh Erawati, Jepriansyah, “Pengaruh Variabilitas HPP, Rasio Lancar, dan Financial Leverage terhadap Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar
di BEI 2014-2017)” Jurnal Akuntansi Pajak Dewantara, Vol. 1, No. 2(mei – agustus, 2019) hlm., 207.
Pengelolaan persediaan yang tepat dalam perusahaan akan berdampak kepada
lancarnya proses produksi perusahaan, yang juga akan berpengaruh terhadap kemampuan
perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Namun sebaliknya, pengelolaan
persediaan yang kurang baik juga akan memberikan dampak buruk bagi aktivitas
operasional, yang akan menimbulkan potensi kerugian bagi perusahaan. Salah satu hal yang
perlu diperhatikan oleh manajemen dalam mengelola persediaan adalah menentukan metode
akuntansi persediaan yang tepat bagi perusahaan. Setiap perusahaan memiliki kebijakan
yang berbeda dalam menentukan metode akuntansi persediaan.7
Financial leverage menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka
panjang dengan kekayaan yang dimilikinya. Perusahaan dengan financial leverage tinggi
berarti perusahaan tersebut mempunyai hutang yang besar sehingga resiko dan biaya atas
perusahaan juga tinggi maka perusahaan akan berusaha memilih metode yang bisa
menaikkan laba yaitu metode FIFO, sedangkan perusahaan dengan tingkat financial
leverage rendah maka resiko dan biaya atas hutangnya juga kecil.8
Intensitas persediaan yaitu suatu ukuran yang dihitung dari harga pokok penjualan
dibagi rata-rata persediaan selama satu periode. Perusahaan harus secepat mungkin menjual
persediaannya agar dapat menghasilkan laba. Semakin cepat perusahaan menjual
persediaan, semakin tinggi laba yang diperoleh, dan hal sebaliknya berlaku untuk barang
yang bergerak lambat. Idealnya perusahaan harus bisa beroperasi tanpa memiliki persediaan,
tetapi sebagian besar perusahaan, harus memiliki sejumlah barang ditangan.9
Menurut Harahap rasio lancar adalah suatu ukuran yang digunakan untuk
mengetahui kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Rasio ini menunjukan seberapa besar tuntutan dari kreditor atas suatu kewajiban jangka
pendek yang dimiliki perusahaan yang dapat dipenuhi oleh aktiva yang diperkirakan dapat
menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan saat jatuh tempo kewajiban tersebut.
Menurut Keown, Martin, Petty, Scott rasio lancar merupakan rasio yang menunjukkan
likuiditas perusahaan yang diukur dengan membandingkan aktiva lancar terhadap hutang
lancar. 10

7
Tutuk Mahardika, Hj. Anik Malikah dan Afifudin, “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan,
Variabilitas Harga Pokok Penjualan, Rasio Perputaran Persediaan dan Margin Laba Kotor Terhadap Pemilihan Metode
Akuntansi Persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia’’ Jurnal Ilmiah Riset
Akuntansi, Jilid 6, (Februari, 2017), hlm.,68
8
Siti Sangadah dan Kusmuriyanto, “Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur”,
Accounting Analysis Journal, 3 (3) (2014), hlm.,294
9
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 152
10
Rudy Mahardika, Elva Nuraina dan Purweni Widhianningrum, “analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek
indonesia)”, Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, Vol.4 No.2, (Oktober 2015), hlm.,101
Siti Sangadah Kusmuriyanto berpendapat bahwa ukuran perusahaan menunjukan
pencapaian operasi lancar dan pengendalian persediaan. Pada perusahaan besar cenderung
memilih metode average yang dapat menurunkan laba sehingga bisa memperoleh tax saving,
sedangkan pada perusahaan skala kecil memilih metode FIFO yang dapat meninggikan laba
untuk mendapatkan dana dari bank atau lembaga keuangan lain karena dianggap
mempunyai kinerja baik. 11
Terdapat beberapa penelitian yang sudah dilakukan terkait factor-faktor yang
mempengaruhi pemilihan metode akuntansi persediaan. Diantaranya penelitian yang
dilakukan oleh Teguh Erawati dan Jepriansyah tentang Pengaruh variabilitas harga pokok
penjualan, rasio lancar, dan financial leverage terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan di perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di
bursa efek indonesia periode menunjukkan bahwa Financial laverage tidak berpengaruh
terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan. Berdasarkan hasil analisis nilai signifikan
sebesar 0,818 dan beta memiliki koefisien regresi negatif sebesar 1,491, artinya variabel
financial laverage tidak berpengaruh terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan,
karena nilai signifikansi pada variabel financial laverage lebih besar dari alpha (0,818 ˃
0,05)12. Penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri Ayem dan
Agus Pratama Putra Harjanta tentang pengaruh ukuran perusahaan, variabilitas persediaan,
kepemilikan manajerial, financial leverage dan laba sebelum pajak terhadap pemilihan
metode akuntansi persediaan di perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di bursa efek
indonesia yang menyebutkan bahwa financial leverage tidak berpengaruh tehadap pemilihan
metode akuntansi persediaan.13
Akan tetapi penelitian yang dilakukan oleh Riswan dan Restiani Fasa tentang
analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penilaian persediaan di
perusahaan dagang yang terdaftar di bursa efek indonesia menunjukkan bahwa financial
leverage berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan. Pengujian variabel
financial leverage dengan menggunakan regresi logistik menghasilkan koefisien regresi
bernilai positif sebesar 4,302 dengan nilai signifikansi sebesar 0,015 yang menunjukkan
berada dibawah 0,05. Hal ini berarti variabel financial leverage berpengaruh secara
signifikan terhadap

11
Ibid
12
Teguh Erawati, Jepriansyah, “Pengaruh Variabilitas HPP, Rasio Lancar, dan Financial Leverage terhadap Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar
di BEI 2014-2017)” Jurnal Akuntansi Pajak Dewantara, Vol. 1, No. 2(mei – agustus, 2019) hlm., 214
13
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 92
pemilihan metode penilaian persediaan pada perusahaan dagang yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia14
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Siti Sangadah dan Kusmuriyanto tentang
analisis pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur menunjukkan
bahwa intensitas persediaan atau rasio perputaran persediaan tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan. Perusahaan yang menggunakan
metode ratarata memiliki indikasi inventory turnover yang tinggi, sebaliknya perusahaan
yang menggunakan metode FIFO mempunyai indikasi inventory turnover yang rendah. 15
Hasil penelitian ini sebanding dengan penelitian yang dilakukan oleh Herlin Tundjung
Setijaningsih dan Cecilia Dewi Pratiwi tentang pengaruh beberapa variabel terhadap
pemilihan metode penilaian persediaan pada perusahaan manufaktur yang menunjukkan
bahwa intensitas persediaan atau rasio perputaran persediaan juga tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pemilihan metode penilaian persediaan.16
Akan tetapi pada penelitian yang dilakukan oleh Angga Muhammad Qosim tentang
analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan
pada perusahaan dagang yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Menyatakan bahwa
Intensitas Persediaan menunjukkan nilai signifikan 0,013. Tingkat signifikan yang
digunakan sebesar 0,05 berarti nilai 0,013 < 0,05 ini mengidentifikasi bahwa diterima,
sehingga dari hasil penelitian terbukti bahwa intensitas persediaan berpengaruh terhadap
pemilihan metode penilaian persediaan.17
Penelitian selanjutnya yaitu yang dilakukan oleh Rudy Mahardika, Elva Nuraina dan
Purweni Widhianningrum tentang analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
bursa efek Indonesia menunjukkan bahwa rasio lancar memiliki nilai signifikansi sebesar
0,012. Nilai tersebut lebih dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa rasio lancar berpengaruh
terhadap pemilihan metode penilaian persediaan. Artinya, kemampuan perusahaan dalam
membayar hutang-hutang jangka pendek menjadi pertimbangan dalam memilih metode
akuntansi

14
Riswan, Restiani Fasa, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penilaian Persediaan pada
Perusahaan Dagang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014”, Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol 7,
No 2(September, 2016), hlm., 205.
15
Siti Sangadah dan Kusmuriyanto, “Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur”,
Accounting Analysis Journal, 3 (3) (2014), hlm.,298
16
Herlin Tundjung Setijaningsih danCecilia Dewi Pratiwi, “pengaruh beberapa variabel terhadap pemilihan metode
penilaian persediaan pada perusahaan manufaktur”, J o u r n al The WINNERS , Vol. 10 No. 1, Maret 2009, hlm., 63
17
Angga Muhammad Qosim, “analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan
pada perusahaan dagang yang terdaftar di bursa efek Indonesia”,
18
persediaan tertentu. Penelitian ini sebanding dengan penelitian yang dilakukan oleh
Shofyah, Nur Hidayati , dan M. Cholid Mawardi tentang pengaruh variabilitas harga pokok
penjualan, rasio lancar, variabilitas persediaan, perputaran persediaan terhadap pemilihan
metode akuntansi persediaan yang menyatakan Rasio Lancar dan rasio perputaran
persediaan secara simultan berpengaruh terhadap Metode Akuntansi Persediaan.19

Penelitian tentang ukuran perusahaan salah satunya penelitian yang dilakukan oleh
Sendi Betha Oktavianto, Maslichah, dan Afifudin tentang pengaruh ukuran perusahaan,
margin laba kotor, dan variabilitas persediaan terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei) menunjukkan Ukuran
Perusahaan memiliki nilai Wald (0.183) yang bernilai lebih kecil dari nilai Chi Square
(3.841) serta signifikansi (0.669) yang lebih besar dari 0.05. hal ini menunjukkan Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan secara parsial tidak dipengaruhi oleh Perusahaan.20
Namun pada penelitian yang dilakukan oleh Seyla Sangeroki tentang ukuran
perusahaan dan margin laba kotor terhadap pemilihan metode penilaian persediaan di
perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara signifikan
berpengaruh terhadap pemilihan metode penilaian persediaan.21
Dari sekian banyak penelitian yang telah dilakukan terutama tentang Faktor-Faktor
yang berpengaruh terhadap Pemilihan Metode akuntansi Persediaan dengan variabel, objek
dan periode yang berbeda-beda (terutama pada variabel Financial Leverage, Intensitas
Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan) dalam setiap penelitian. Peneliti merasa
perlu diadakannya penelitian ulang tentang variabel yang disebutkan yang jarang sekali
diteliti secara bersamaan dalam satu penelitian.
Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ingin meneliti tentang “Pengaruh
Financial Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persedturiaan Pada Perussahaan Manufaktur
yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2017“

18
Rudy Mahardika, Elva Nuraina dan Purweni Widhianningrum, “analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek
indonesia)”, Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, Vol.4 No.2, (Oktober 2015), hlm.,107
19
Shofyah, Nur Hidayati, dan M. Cholid Mawardi, “pengaruh variabilitas harga pokok penjualan, rasio lancar,
variabilitas persediaan, perputaran persediaan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan”, E-JRA Vol. 08 No. 11
Agustus 2019, hlm., 84
20
Sendi Betha Oktavianto, Maslichah, dan Afifudin, “pengaruh ukuran perusahaan, margin laba kotor, dan variabilitas
persediaan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
bei)”, E-JRA Vol. 08 No. 01( Februari 2019), hlm., 127
21
Seyla Sangeroki, “tentang ukuran perusahaan dan margin laba kotor terhadap pemilihan metode penilaian persediaan
di perusahaan manufaktur’’, Jurnal EMBA 1185 Vol.1 No.3 September 2013,, hlm., 1191
C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh dari financial leverage, intensitas persediaan, rasio lancar, dan
ukuran perusahaan, secara simultan terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2017 ?
2. Bagaimana pengaruh dari financial leverage, secara parsial terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode
2016-2017 ?
3. Bagaimana pengaruh dari intensitas persediaan, secara parsial terhadap pemilihan
metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada
periode 2016-2017 ?
4. Bagaimana pengaruh dari rasio lancar, secara parsial terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode
2016-2017 ?
5. Bagaimana pengaruh dari ukuran perusahaan, secara parsial terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode
2016-2017 ?
D. Tujuan Penelitian

1. Untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh dari financial leverage, intensitas
persediaan, rasio lancar, dan ukuran perusahaan, terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2017.
2. Untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh dari financial leverage secara
parsial terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2017
3. Untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh dari intensitas persediaan secara
parsial terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2017
4. Untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh dari rasio lancar secara parsial
terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di BEI pada periode 2016-2017
5. Untuk menguji dan menganalisis bagaimana pengaruh dari ukuran perusahaan secara
parsial terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI pada periode 2016-2017
E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti
Menjadi salah satu langkah dalam mengembangkan, menerapkan,dan melatih berpikir
secara ilmiah sehingga dapat memperluas wawasan ilmu pengetahuan utamanya
mengenai topik yang menjadi bahasan peneliti serta sebagai media untuk menyelesaikan
tugas akhir peneliti.
2. Bagi IAIN Madura
Dapat dijadikan bahan bacaan, referensi dan bahan acuan bagi teman-teman mahasiswa
utamanya di perpustakaan IAIN Madura.
3. Bagi Objek(perusahaan)
Membantu manajer dalam memilih metode akuntansi persediaan yang menguntungkan
perusahaan untuk memenuhi keinginan investor dalam kaitannya dengan nilai pasar
suatuperusahaan.

F. Asumsi Penelitian

Asumsi penelitian adalah anggapan dasar atau postulat tentang suatu hal berkenaan
dengan masalah penelitian yang kebenarannya sudah diterima oleh peneliti.22 Adapun
asumsi yang diajukan dlam penelitian ini adalah:
1. Financial leverage menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka
panjang dengan kekayaan yang dimilikinya.
2. Intensitas persediaan yaitu suatu ukuran yang dihitung dari harga pokok penjualan
dibagi rata-rata persediaan selama satu periode.
3. Rasio lancar adalah suatu ukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan suatu
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
4. ukuran perusahaan menunjukan pencapaian operasi lancar dan pengendalian persediaan.
5. Pemilihan metode akuntansi persediaan berpengaruh terhadap neraca maupun laporan
laba rugi yang akan dipakai oleh para pemakai laporan keuangan untuk membuat
keputusan-keputusan investasi, kredit dan keputusan-keputusan ekonomi lainnya.

22
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Mdura, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,Edisi revisi,
(Pamekasan: STAINPamekasan 2015), hlm. 10
G. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang kebenarannya


masih harus diuji secara empiris. Hipotesis merupakan jawaban terhadap masalah penelitian
yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. 23
Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan kuantitatif
tetapi tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis, penelitian kuantitatif yang
bersifat eksploratif dan deskriptif sering tidak perlu merumuskan hipotesis.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

1. H1: Financial Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan
secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode
2016-2017
2. H2: Financial Leverage secara parsial: memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI pada periode 2016-2017
3. H3: Intensitas Persediaan secara parsial: memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI pada periode 2016-2017
4. H4: Rasio Lancar secara parsial: memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemilihan
metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada
periode 2016-2017
5. H5: Ukuran Perusahaan secara parsial: memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di
BEI pada periode 2016-2017

H. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian merupakan suatu batasan yang dapat memudahlan


dilaksanakannya penelitian agar lebih efektif dan efisien. Dalam penelitian ini ruang lingkup
penelitian terdiri dari:
1. Ruang Lingkup Objek

23
Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IAIN Mdura, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah,Edisi revisi,
(Pamekasan: STAINPamekasan 2015), hlm.11
Ruang lingkup objek pada penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia periode 2016-2017 dan untuk data yang diteliti melalui laporan
tahunan perusahaan yang dimaksud yaitu perusahaan yang menerapkan metode
akuntansi persediaan FIFO dan Average.
2. Ruang Lingkup Variabel

Ruang lingkup variabel yang diteliti adalah variabel Financial Leverage (X1), Intensitas
Persediaan (X2), Rasio Lancar (X3), Ukuran Perusahan (X4) dan Pemilihan metode
akuntansi persediaan (Y).

I. Definisi Istilah

1. Financial leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahan dibiayai oleh hutang.24
2. Intensitas persediaan yaitu suatu ukuran yang dihitung dari harga pokok penjualan
dibagi rata-rata persediaan selama satu periode. Perusahaan harus secepat mungkin
menjual persediaannya agar dapat menghasilkan laba25
3. Rasio lancar merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar.26
4. Ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya asset yang dimiliki oleh
perusahaan.27
5. Metode akuntansi persediaan yang boleh digunakan di Indonesia sekarang ini ada 2
Metode akuntansi persediaan tersebut adalah ratarata dan FIFO.
a) Metode FIFO adalah metode dimana persediaan yang dijual pertama adalah
persediaan yang pertama kali dibeli.

24
Kasmir. Analisis laporan keuangan, cetakan 5 .Jakarta: Raga Grafindo Persada 2012. Hlm.,
25
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 152
26
Riswan, Restiani Fasa, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Penilaian Persediaan pada
Perusahaan Dagang yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2014”, Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol 7,
No 2(September, 2016), hlm., 198
27
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 85
b) Metode rata-rata adalah dimana semua persediaan pada satu periode akan di bebani
harga pokok dengan menghitung rata-rata semua persediaan yang ada dalam satu
peri- ode yang sama.28

J. Kajian Pustaka

1. Kajian Teoritis
a. Teori Akuntansi Positif
Teori akuntansi positif menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
menejemen dalam memilih prosedur akuntansi yang optimal dan mempunyai tujuan
tertentu. Menurut teori akuntansi positif, prosedur akuntansi yang digunakan oleh
perusahaan tidak harus sama dengan yang lainnya, namun perusahaan diberi
kebebasan untuk memilih salah satu alternatif prosedur yang tersedia untuk
meminimumkan biaya kontrak dan memaksimalkan nilai perusahaan. Dengan
adanya kebebasan itulah, maka manajer mempunyai kecenderungan melakukan suatu
tindakan yang menurut teori akuntansi positif dinamakan sebagai tindakan oportunis
. Tindakan oportunis adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam
memilih kebijakan akuntansi yang menguntungkan dan memaksimumkan kepuasan
perusahaan tersebut

b. Teori Keagenan (Agency Theory)


Teori agensi adalah hubungan atau kontrak antara principal dan agent . Teori
agensi ini berasumsi bahwa tiap-tiap individu semata-mata termotivasi oleh
kepentingan dirinya sendiri sehingga menimbulkan konflik kepentingan antara
principal dan agent. Konflik kepentingan yang terjadi antara principal dan agent
dalam pemilihan metode akuntansi persediaan adalah terkait dengan laba yang akan
dihasilkan perusahaan29.

28
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 152
29
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 84-84
c. Persediaan
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 14 (revisi
2015) yang dimaksud dengan persediaan adalah aset: (a) yang tersedia untuk dijual
dalam kegiatan bahan baku atau perlengkapan (suplies) untuk digunakan dalam
proses atau pemberian jasa. Dalam pandangan Harrisonn et al., (2012) persediaan
didefinisikan sebagai asset yang yang disimpan untuk dijual dalam operasi rutin
perusahaan, dalam proses produksi untuk penjualan, atau dalam bentuk bahan atau
perlengkapan yang akan dikonsumsi selama proses produksi atau penyerahan biasa.

d. Persediaan Perusahaan Manufaktur


Perusahaan manufaktur memiliki tiga akun persediaan yaitu persediaan bahan
baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi. Sedangkan
perusahaan dagang hanya memiliki satu akun persediaan yang terkandung dalam
laporan keuangannya, yaitu persediaan barang dagang. Pengelolaan persediaan pada
perusahaan dagang dan manufaktur memiliki perbedaan. Hal ini dikarenakan
persediaan barang pada perusahaan dagang diperoleh dan langsung dijual kembali
secara fisik tanpa diubah oleh perusahaan pembeli, sehingga indikator rasio
perputaran persediaan belum tentu dapat memastikan efisiensi manajemen dalam
mengelola persedian.30
e. Metode Pencatatan Persediaan
Barang Perencanaan dan pengendalian persediaan sangat penting bagi
manajemen. Sistem akuntansi yang akurat dan catatan yang up-todate merupakan hal
yang sangat penting. Penjual dan pelanggan bisa hilang jika produk-produk yang
dipesan oleh pelanggan tidak tersedia dengan model, kualitas dan kuantitas yang
diinginkan. Begitu juga perusahaan harus selalu memonitor tingkat persediaan secara
seksama untuk membatasi biaya pembiayaan akibat banyaknya timbunan persediaan.
Ada dua jenis metode pencatatan persediaan yang digunakan oleh perusahaan yaitu
sistem pencatatan periodik (fisik) dan sistem pencatatan perpetual (buku).
1. Sistem pencatatan Periodik (Fisik)
Sistem pencatatan periodik adalah pencatatan yang harus melakukan
pengecekan fisik terhadap persediaan dengan cara mengukur dan menghitung
berapa jumlah barang yang ada di gudang. Dalam penerapannya, sistem

30
Tutuk Mahardika, Hj. Anik Malikah dan Afifudin, “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan,
Variabilitas Harga Pokok Penjualan, Rasio Perputaran Persediaan dan Margin Laba Kotor Terhadap Pemilihan Metode
Akuntansi Persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia’’ Jurnal Ilmiah Riset
Akuntansi, Jilid 6, (Februari, 2017), hlm.,70
persediaan ini kurang cocok untuk perusahaan yang memiliki berbagai jenis
persediaan. Sistem ini akan banyak digunakan pada jenis usaha dimana suatu
keharusan untuk memonitor jumlah persediaan secara fisik menjadi yang lebih
diutamakan.

2. Sistem Pencatatan Perpetual (Buku)


Menurut Martani sistem pencatatan perpetual merupakan sistem pencatatan
persediaan dimana pencatatan yang up-to-date terhadap barang persediaan selalu
dilakukan setiap terjadi perubahan nilai persediaan.

Penerapan sistem ini membutuhkan biaya yang mahal dan pencatatan yang cukup
rumit tapi akan memberikan manfaat yang besar. Walaupun demikian sistem ini
banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan dagang, industri maupun perusahaan
kecil yang merupakan bagian yang intergral dengan sistem pengendalian intern.31

f. Metode Penilaian Persediaan


Dari beberapa metode penentuan harga pokok tidak semua metode bisa
digunakan oleh perusahaan yang ada di Indonesia. Hanya metode biaya rata-rata dan
metode fist-in, fistout yang diperbolehkan digunakan. Peraturan tentang penentuan
harga pokok untuk perusahaan yang berada di Indonesia sudah diatur dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 14 tahun 2008 revisi
bahwa biaya persediaan harus dihitung dengan menggunakan rumus biaya masuk
pertama keluar pertama (MPKP) atau last-in, fistout (FIFO) dan rata-rata tertimbang
(weighted average). Menurut Waluyo peraturan diatas selaras dengan peraturan
perpajakan Pasal
10 ayat (6) Undang-undang pajak penghasilan yang yang menyebutkan bahwa
persediaan dan pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok dinilai
berdasarkan harga perolehan yaitu dilakukan secara rata-rata atau dengan cara
mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama. 32

31
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 151
32
Rudy Mahardika, Elva Nuraina dan Purweni Widhianningrum, “analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek
indonesia)”, Jurnal Akuntansi dan Pendidikan, Vol.4 No.2, (Oktober 2015), hlm.,101
g. Financial leverage
Financial Leverage menunjukkan sejauh mana perusahaan dapat memenuhi
kewajibannya dalam membayar hutang dengan menggunakan aktiva yang
dimilikinya. Apabila perusahaan memiliki tingkat leverage yang tinggi, maka
perusahaan akan memilih metode-metode penilaian yang dapat menaikkan laba
untuk menghindari terjadinya pelanggaran debt covenant atau perjanjian hutang,
dimana pelanggaran terhadap perjanjian hutang akan menimbulkan biaya. 33
Financial leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana
aktiva perusahan dibiayai oleh hutang . Financial leverage dapat dihitung dengan
cara total kewajiban dibagi dengan total asset. Pengukuran ini juga telah dilakukan
oleh Setiyanto34
Total Kewajiban
Total Aset)

h. Intensitas persediaan
Intensitas persediaan menunjukkan sejauh mana efisiensi manajemen dalam
mengelola persediaan. Semakin rendah persediaan akhir, maka dapat disimpulkan
bahwa manajemen persediaan berjalan dengan baik. Intensitas persediaan dapat
mempengaruhi pemilihan metode akuntansi persediaan yang digunakan. Ketika
persediaan tinggi, maka manajer akan memilih metode rata-rata agar persediaannya
menjadi lebih kecil daripada ketika menggunakan metode FIFO. Hal ini dilakukan
agar kinerja manajer dalam mengelola persediaan dianggap baik oleh perusahaan
karena semakin rendah persediaan, maka semakin efisien pula pengelolaan
persediaannya.35 Intensitas persediaan atau perputaran persediaan dapat digunakan
untuk mengukur efisiensi perusahaan. Intensitas persediaan diukur dengan cara:36

𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑜𝑘𝑜𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛


𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑤𝑎𝑙 + 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟/2

33
Thresya Memoriana Hutahaean dan Iskandar Muda, “pengaruh ukuran perusahaan, variabilitas persediaan,
variabilitas harga pokok penjualan, laba sebelum pajak, dan financial leverage terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei tahun 2010-2012” (Februari, 2014), hlm., 4
34
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 88
35
Siti Sangadah dan Kusmuriyanto, “Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur”,
Accounting Analysis Journal, 3 (3) (2014), hlm.,293
36
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 154
i. Rasio Lancar
Rasio lancar atau current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh
tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak
aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera
jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula di katakan sebagai bentuk untuk mengukur
tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan. Perhitungan rasio lancar
dilakukan dengan membandingkan antara total aktiva lancar dengan total utang
lancar37 Rasio lancar dapat dihitung dengan cara membagi asset lancar dengan
kewajiban lancar. Pengukuran ini juga dilakukan Setiyanto dan Kukuh Rumus untuk
mencari rasio lancar dapat digunakan sebagai berikut:38

AktivaLancar
HutangLanca

j. Ukuran perusahaan
Ukuran Perusahaan merupakan proksi volatilitas operasional dan inventory
controllability dalam skala besarnya perusahaan menunjukkan pencapaian operasi
lancar dan pengendalian persediaan, ada banyak proksi yang bisa digunakan dalam
menentukan besar atau kecilnya perusahaan seperti besar atau kecilnya asset dan
penjualan perusahaan. Ukuran perusahaan adalah rata–rata total penjualan bersih
untuk tahun yang bersangkutan sampai beberapa tahun. Dalam hal ini penjualan
lebih besar daripada biaya variabel dan biaya tetap, maka akan diperoleh jumlah
pendapatan sebelum pajak. Sebaliknya jika penjualan lebih kecil daripada biaya
variabel dan biaya tetap maka perusahaan akan menderita kerugian.39 Ukuran
perusahaan merupakan ukuran atau besarnya asset yang dimiliki oleh perusahaan
Ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan nilai Logaritma natural dari total
asset sebagai dasar

37
A.Kadim, Adji Suratman, dan Muhammad Abdul Muis, “Analisis Pengaruh Rasio Lancar, Perputaran Persediaan dan
Margin Laba Kotor terhadap Pemilihan Metode Persediaan pada Perusahaan Dagang yang Terdaftar di BEI 2013-2015”
Jurnal Ilmiah Manajemen Forkamma Vol. 2, No.1,(Maret 2019) hlm.,21
38
Teguh Erawati, Jepriansyah, “Pengaruh Variabilitas HPP, Rasio Lancar, dan Financial Leverage terhadap Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar
di BEI 2014-2017)” Jurnal Akuntansi Pajak Dewantara, Vol. 1, No. 2(mei – agustus, 2019) hlm., 210
39
Seyla Sangeroki, “tentang ukuran perusahaan dan margin laba kotor terhadap pemilihan metode penilaian persediaan
pada perusahaan manufaktur’’, Jurnal EMBA 1185 Vol.1 No.3 September 2013,, hlm., 1191
pengukuran . Variabel ukuran perusahaan menggunakan skala pengukuran berupa
skala rasio. Pengukuran ini juga telah dilakukan oleh Riswan 40

𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡

2. Kajian Terdahulu
Tabel 1.1
N JUDUL Variabel Metode Objek Hasil Penelitian
o Peneliti
an
1. Riswan Variabel Uji Fit perusahaa  Financial leverage
danrestiani Fasa Independen Model n dagang berpengaruh secara
dengan judul  Financial dan yang signifikan terhadap
analisis faktor- Leverage Analisi terdaftar di pemilihan metode
faktor yang  Ukuran s bursa efek penilaian
mempengaruhi Perusahaan Regresi Indonesia persediaan pada
pemilihan  Kepemilikan Logisti periode perusahaan dagang
metode Manajerial k 2010-2014 yang terdaftar di
penilaian  Rasio Lancar BEI periode 2010-
persediaan pada 2014.
perusahaan Variabel  Ukuran perusahaan
dagang yang Dependen berpengaruh secara
terdaftar di bursa  Metode tidak signifikan
efek indonesia Penilaian terhadap pemilihan
periode 2010- Persediaan metode penilaian
2014 persediaan pada
perusahaan dagang
yang terdaftar di
BEI periode 2010-
2014.
 Kepemilikan
manajerial

40
Sri Ayem Agus, Pratama Putra Harjanta, “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan, Kepemilikan
Manajerial, Financial Leverage dan Laba Sebelum Pajak terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan (Studi
Empiris pada Perusahaan Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2016)”, Akuntansi
Dewantara, Vol. 2, No. 1(April, 2018), hlm., 88
berpengaruh secara
tidak signifikan
terhadap pemilihan
metode penilaian
persediaan pada
perusahaan dagang
yang terdaftar di
BEI periode 2010-
2014.
 Rasio lancar
berpengaruh secara
tidak signifikan
terhadap pemilihan
metode penilaian
persediaan pada
perusahaan dagang
yang terdaftar di
BEI periode 2010-
2014
2. Siti Sangadah Variabel Uji Perusahaa  Hasil pengujian
dan Independen Variat n univariate
Kusmuriyanto  Financial Tungga Manufaktu mendapatkan
dengan judul Leverage l r yang bukti bahwa
analisis  Ukuran (Univar terdaftar di variabel
pemilihan Perusahaan iate) Bursa Efek variabilitas
metode  Variablitas Uji Indonesia persediaan dan
akuntansi Persediaan Variat tahun 2010 margin laba kotor
persediaan pada  Intensitas Bergan s.d 2012 berbeda
perusahaan Persediaan da signifikan antara
manufaktur  Margin Laba (Multiv perusahaan yang
Kotor ariate) memilih metode
 Variabilitas akuntansi
Laba Akun persediaan FIFO
dan rata-rata
tertimbang.
 Variabilitas  Hasil pengujian
HPP multivariate
 Likuiditas dengan
menggunakan
Variabel regresi logistic
Dependen mendapatkan
 Metode bukti bahwa
Penilaian variabel
Persediaan variabilitas
persediaan
berpengaruh
signifikan
terhadap
pemilihan metode
akuntansi
persediaan
sedangkan
variabel ukuran
perusahaan,
intensitas
persediaan,
margin laba
kotor, variabilitas
laba akuntansi,
variabilitas harga
pokok penjualan,
financial leverage
dan likuiditas
tidak mamiliki
pengaruh
signifikan
terhadap
pemilihan metode
akuntansi
persediaan.
3 Herlin Tundjung Variabel Uji perusahaa  Hasil pengujian
Setijaningsih Independen statistik n untuk intensitas
dan Cecilia  Intensitas regresi manufaktu persediaan
Dewi Pratiwi Persediaan logistik r yang menyatakan
dengan judul  Ukuran (logisti terdaftar di bahwa intensitas
pengaruh Perusahaan c Bursa Efek persediaan atau
beberapa  Variablitias regressi Indonesia rasio perputaran
variabel HPP on). pada persediaan tidak
terhadap  Variablitas periode berpengaruh
pemilihan Laba 2005-2009 secara signifikan
metode Akuntansi terhadap
penilaian Variabel pemilihan metode
persediaan pada Dependen penilaian
perusahaan  Metode persediaan.
manufaktur. Penilaian  ukuran
Persediaan perusahaan tidak
berpengaruh
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan karena
perusahaan yang
digunakan dalam
penelitian ini
adalah
perusahaan yang
terdaftar di BEI;
dengan kata lain,
perusahaan yang
digunakan dalam
penelitian ini
adalah tergolong
perusahaan besar.
 Hasil pengujian
untuk variabilitas
harga pokok
penjualan
menyatakan
bahwa
variabilitas harga
pokok penjualan
tidak
berpengaruh
secara signifikan
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan.
 Hasil pengujian
terakhir yaitu
pengujian pada
variabilitas laba
akuntansi
menyatakan
bahwa
variabilitas laba
akuntansi tidak
berpengaruh
secara signifikan
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan.
4. Angga Variabel Uji Fit perusahaa  Hasil pengujian
Muhammad Independen Model n dagang untuk intensitas
Qosim dengan  Intensitas dan yang persediaan
judul analisis Persediaan Analisi terdaftar di menyatakan
faktor-faktor  Variabilitas s bursa efek bahwa intensitas
yang Persediaan Regresi indonesia persediaan
berpengaruh berpengaruh
terhadap  Rasio Lancar Logisti periode secara signifikan
pemilihan  Financial k 2013-2015 terhadap
metode Leverage pemilihan metode
penilaian  Variabilitas penilaian
persediaan pada HPP persediaan
perusahaan Variabel  Hasil pengujian
dagang yang Dependen untuk variabilitas
terdaftar di bursa  Metode persediaan
efek indonesia Penilaian membuktikan
periode 2013- Persediaan bahwa
2015 variabilitas
persediaan tidak
berpengaruh
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan
 Hasil pengujian
regresi logistik,
variabel rasio
lancar
menunjukkan
bahwa rasio
lancar
berpengaruh
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan
 Hasil pengujian
yang dilakukan
menyatakan
bahwa financial
leverage
berpengaruh
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan.
 Hasil pengujian
untuk variabilitas
harga pokok
penjualan
menyatakan
bahwa
variabilitas harga
pokok penjualan
tidak
berpengaruh
terhadap
pemilihan metode
penilaian
persediaan.
5. Teguh Erawati Variabel Uji Perusahaa  Variabilitas harga
dan Jepriansyah Independen Kelaya n pokok penjualan
dengan judul  Variabilitas kan Manufaktu berpengaruh
pengaruh HPP Model r Sub positif terhadap
variabilitas  Rasio Lancar Regresi Sektor pemilihan metode
harga pokok  Financial Logisti Makanan akuntansi
penjualan, rasio Leverage k dan persediaan.
lancar, dan Variabel uji Minuman  Rasio lancar
financial Dependen asumsi yang berpengaruh
leverage  Metode klasik terdaftar di positif terhadap
terhadap Penilaian yang Bursa Efek pemilihan metode
pemilihan Persediaan terdiri Indonesia akuntansi
metode dari, Periode persediaan
akuntansi Uji 2014-2017  Financial
persediaan (studi Multiko laverage tidak
pada perusahaan lonierit berpengaruh
manufaktur sub as dan
sektor makanan Uji terhadap
dan minuman Heterok pemilihan metode
yang terdaftar di edastisi akuntansi
bursa efek tasUji persediaan
indonesia Aoutok
periode 2014- orelasi
2017)
6. Rudy Variabel Analisi pada  Variabilitas
Mahardika, Elva Independen s perusahaa persediaan
Nuraina dan  Variabilitas Regresi n berpengaruh secara
Purweni Persediaan Logisti manufaktu signifikan terhadap
Widhianningru  Ukuran k r yang pemilihan metode
m dengan judul Perusahaan terdaftar di penilaian
analisis faktor-  Rasio Lancar bursa efek persediaan
faktor yang Variabel indonesia  Ukuran perusahaan
berpengaruh Dependen tidak berpengaruh
terhadap  Metode secara signifikan
pemilihan Penilaian terhadap pemilihan
metode Persediaan metode penilaian
akuntansi persediaan
persediaan (studi  Rasio lancar
pada perusahaan berpengaruh secara
manufaktur yang signifikan terhadap
terdaftar di bursa pemilihan metode
efek indonesia) penilaian
persediaan.

7 Sendi Betha Variabel Uji Perusahaa  Metode akuntansi


Oktavianto, Independen Regresi n AVERAGE
Maslichah dan  Ukuran Logisti manufaktu digunakan oleh
Afifudin dengan Perusahaan k r yang sebagian besar
Judul pengaruh  Margin Laba terdaftar di perusahaan
ukuran Kotor BEI tahun manufaktur.
perusahaan,  Variablitas 2012-2017 Metode
margin laba Persediaan AVERAGE
kotor, dan digunakan oleh
variabilitas Variabel 150 perusahaan
persediaan Dependen sampel, sedangkan
terhadap  Metode metode FIFO
pemilihan Penilaian digunakan oleh 48
metode Persediaan perusahaan.
akuntansi  Secara simultan
persediaan (studi pemilihan metode
pada perusahaan akuntansi
manufaktur yang persediaan pada
terdaftar di bei) perusahaan
manufaktur yang
terdaftar di Bursa
Efek Indonesia
dipengaruhi oleh
variabilitas
persediaan, margin
laba kotor dan
ukuran perusahaan.
 Hasil pengujian
regresi logistik
menunjukkan
bahwa ukuran
perusahaan tidak
berpengaruh
signifikan terhadap
pemilihan metode
akuntansi
perusahaan. d.
Pengujian dengan
regresi logistik
membuktikan
bahwa margin laba
kotor berpengaruh
signifikan terhadap
pemilihan metode
akuntansi
persediaan.
 Variabilitas
persediaan juga
memberikan
pengaruh yang
signifikan terhadap
pemilihan metode
akuntansi
persediaan.
8 Achmad Variabel Uji F perusahaa  Hasil pengujian
Tjahjono dan Independen dan Uji n sub hipotesis
Vica Novica  Ukuran Koefisi sektor menunjukkan
Chaerulisa Perusahaan en perdagang bahwa ukuran
dengan judul  Intensitas Determ an besar perusahaan
analisis faktor- Persediaan inasi barang berpengaruh
faktor yang  Variabilitas produksi terhadap pemilihan
berpengaruh HPP dan sub metode akuntansi
terhadap sektor persediaan
pemilihan Variabel perdagang  Hasil pengujian
metode Dependen an eceran hipotesis
akuntansi  Metode yang menunjukkan
persediaan pada Penilaian terdaftar di bahwa intensitas
perusahaan sub Persediaan bursa efek pesediaan tidak
sektor indonesia berpengaruh
perdagangan (bei) tahun terhadap pemilihan
besar barang 2010- metode akuntansi
produksi dan 2013. persediaan
sub sektor  Hasil pengujian
perdagangan hipotesis
eceran yang menunjukkan
terdaftar di bursa bahwa variabilitas
efek indonesia harga pokok
(bei)
penjualan tidak
berpengaruh
terhadap pemilihan
metode akuntansi
persediaan
 Dari pengujian
hipotesis dengan
menggunakan uji
nilai F diperoleh
hasil nilai p value
(sig) sebesar 0,038
< α sebesar 0,05,
hal ini berarti dapat
disimpulkan
variabel ukuran
perusahaan,
intensitas
perusahaan, dan
variabilitas harga
pokok penjualan
secara serempak
berpengaruh positif
signifikan terhadap
pemilihan metode
akuntansi
persediaan.
K. Metodologi Penelitian
1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian dengan
menggunakan analisis statistik atau angka-angka.41 Sedangkan jenis penelitian ini
adalah kausal, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel
dengan variabel lainnya atau bagaimana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya.42
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi
logistic. dimana variabel dependen dan variabel independennya campuran variable
meterik dan non-metrik. Menurut Ghozali penelitian yang dilakukan dengan
menggunakan uji regresi logistik tidak memerlukan asumsi normalitas pada variable
independennya, dalam hal ini variabel dependennya dalam bentuk variabel dummy
(diantara 0 dan 1). Dalam penelitian ini, variabel dummy dilambangkan 1 dan 0, yaitu
0 berarti perusahaan menggunakan metode FIFO dan 1 melambangkan perusahaan
menggunakan metode average.
 Operasional Variabel
Menurut Sugiyono , variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. 43
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis variabel, yaitu:
a) Variabel Bebas (Independent variabel)
Variabel independent adalah kondisi atau karakteristik yang oleh peneliti
dimanipulasikan dalam rangka menerangkan hubungan-hubungan dengan
fenomena yang di observasi. Vaiabel ini mempengaruhi variabel lain. 44 Dalam
penelitian ini variabel independennya yaitu Financial Leverage (𝑋1) Intensitas
Persediaan (𝑋2), Rasio Lancar (𝑋3), dan Ukuran Perusahaan(𝑋4)
b) Variabel Terikat (Dependent)
Variabel dependen adalah kondisi atau karakteristik yang berubah atau
muncul ketika penelitian mengintroduksi, mengubah, atau mengganti variabel
bebas. Variabel terikat (dependen) dalam penelitian ini yaitu Pemilihan Metode
Akuntansi Persediaan. Yaitu antara FIFO dan Average (Y). Dalam penelitian
ini

41
Sugiyono, Metodologi Penelitian Bisnis (Bandung: Alfabeta, 2002), hlm. 12.
42
Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Pers 2013), hlm. 35.
43
Achmad Tjahjono dan Vica Novica Chaerulisa, “Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan metode
akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan
eceran yang terdaftar di bursa efek Indonesia”, jurnal kajian bisnis vol. 23, no. 2, (Juli, 2015), hlm. 153
44
Usman Rainse dan Abdi, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi (Teori dan Praktek), (Bandung : Alfabeta 2008),
hlm. 81
hanya mengambil kedua metode tersebut karena sesuai dengan pernyataan yang
terdapat dalam PSAK No. 14 (revisi 2008) dan peraturan yang tertuang dalam
Undang-Undang Pajak nomor 36 Pasal 10 ayat (6) Tahun 2008.
Variabel ini diukur menggunakan variable dummy, dimana indikatornya ialah
nilai 0 pada penggunaan metode FIFO dan nilai 1 pada penggunaan metode
Average.

 Kerangka Konseptual

Financial Leverage
Metode Pemilihan Akuntansi Persediaan
Intensitas Persediaan

Rasio Lancar

Ukuran Perusahaan

2. Sumber Judul dan Jenis Data


a) Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data
sekunder diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dagang dan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2017. Laporan keuangan yang
digunakan sebagai data dapat diunduh di https://www.idx.co.id/.
b) Jenis Data
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan yaitu jenis data time series yaitu
perusahaan yang digunakan hanya satu dan periode yang digunakan juga banyak
(lebih dari satu), seperti yang digunakan dalam penelitian ini, dimana jumlah
perusahaan yang digunakan sebagai sampel adalah 30 Perusahaan dan periode yang
digunakan adalah 2 periode yaitu 2016-2017

3. Populasi dan Sampel


a) Populasi
Populasi merupakan suatu keseluruhan dari objek atau individu yang merupakan
sasaran penelitian. Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang
terdiri atas subjek/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
telah ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.45
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar
di bursa efek Indonesia pada tahun 2016-2017
Tabel 1.2
Populasi Penelitian
Kriteria Sampel Jumlah Perusahaan
Perusahaan manufaktur yang terdaftar 169
di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Perusahaan manufaktur yang delisting (46)
di BEI, tidak mempublikasikan laporan
keuangannya secara berturut-turut
Perusahaan manufaktur di BEI, tidak (93)
mempublikasikan laporan keuangan
yang sesuai dengan variabel yang
diteliti
Jumlah sampel 30
Sumber: Data Penelitian. 2019

b) Sampel
Sampel penelitian merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti. Sampel
merupakan bagian dari suatu populai yang diambil dengan cara tertentu
sebagaimana yang ditetapkan peneliti.46
Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu
Teknik pengambilan sampel penelitian dengan maksud atau pertimbangan tertentu
dari anggota populasi. Pengambilan sampel dengan maksud atau pertimbangan
tertentu ini sebelumnya peneliti telah menetapkan kriteria sampel yang
diharapkan.47 Adapun kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah:
1. Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara
berturut turut selama periode tahun 2016-2017.
2. Mempublikasikan laporan keuangan perusahaannya yang sudah diaudit
secara berturutturut pada periode tahun 2016-2017.

45
Gunawan Sudarmanto, Statistik Terapan Berbasis Komputer (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2013) hlm. 26
46
Ibid. hlm. 30
47
Ibid. hlm 42
3. Laporan keuangan dinyatakan dalam nilai rupiah secara konsisten selama
periode pengamatan.
4. Menyajikan data lengkap yang mendukung dalam penelitian
5. Menggunakan salah satu metode persediaan FIFO atau Average.

Dengan pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling, maka


penelitian ini mengambil perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI diantaranya
yang memenuhi kriteria adalah 30 perusahaan.
Tabel. 1.3
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
Periode 2016-2017.
NO Kode Saham Nama Emiten
1 AMFG PT. Asahimas Flat Glass. Tbk
2 ALKA PT. Alaska Industrindo. Tbk Tbk

3 ALMI PT. Alumindo Light Metal Industri.


4 INAI PT. Indal Alumunium Industri. Tbk

5 LION PT. Lion Metal Work. Tbk

6 LMSH PT. Lion Mesh Prima. Tbk


7 EKAD PT. Ekadharma International. Tbk

8 ETWA PT. Eterindo Wahanatama. Tbk

9 SRSN PT. Indo Acitama. Tbk


10 APLI PT. Asiaplast Industries. Tbk

11 BRNA PT. Berlina. Tbk


12 MAIN PT. Melindo Feedmill. Tbk
13 FASW PT. Fajar Surya Wisesa. Tbk
14 ASII PT. Astra International. Tbk
15 BRAM PT. Indo Kordsa. Tbk

16 GJTL PT. Gajah Tunggal. Tbk

17 PRAS PT. Prima Alloy Steel Universal. Tbk


18 SMSM PT. Selamat Sempurna. Tbk
19 UNIT PT. Nusantara Inti Corpora. Tbk
20 VOKS PT. Voksel Electric. Tbk
21 ADES PT. Akasha Wira International. Tbk

22 DLTA PT. Delta Djakarta. Tbk

23 MLBI PT. Multi Bintang Indonesia. Tbk

24 ROTI PT. Nippon Indosari Corporindo. Tbk

25 ULTJ PT. Ultrajaya Milk Indsutry. Tbk


26 DVLA PT. Darya Varia Laboratoria. Tbk
27 KLBF PT. Kalbe Farma. Tbk
28 MERK PT. Merck. Tbk
29 UNVR PT. Unilever Indonesia. Tbk
30 KICI PT. Kedawung Setia Industri. Tbk

Sumber: Data diolah, 2019

4. Tekhnik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini
menggunakan metode dokumentasi. Metode dokumentasi yang digunakan sendiri
melalui pengumpulan data sekunder berupa laporan keuangan. . Data sekunder
bertujuan untuk membantu memahami masalah, variabel atau gejala yang diteliti.
Karena data sekunder mudah di dapat dan murah tetapi bermanfaat dan membantu
merumuskan masalah sebelum data primer dan konsumen tersedia, misalnya data
demografis, psikografis, regulasi, data kompetitor perusahaan, laporan keuangan, pajak
dan lain-
lain..48 Dalam penelitian ini data diperoleh dari laporan keuangan tahunan Perusahaan
Manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2016-2017 yang dipublikasikan dalam situs
resmi yaitu https://www.idx.co.id/

5. Instrumen Penelitian
Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran terhadap fenomena
sosial maupun alam. Instrument penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk
mengumpulkan data.49 Meneliti dengan data yang sudah ada lebih tepat kalau
dinamakan membuat laporan dari pada melakukan penelitian. Adapun instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi berupa data laporan keuangan
publikasi laporan keuangan publikasi tahunan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di
BEI periode 2016- 2017 yang diperoleh dari situs resmi yaitu https://www.idx.co.id.

6. Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen adalah pengujian regresi logistik (logistic regresision).
Regresi logistik dipilih karena pemilihan metode persediaan yang merupakan variabel
dependen dalam penelitian ini berupa data nominal sedangkan variabel independenya
adalah data rasio.50
a. Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif pada penelitian ini bertujuan untuk menghitung
besarnya mean, minimum, maksimum, dan standar deviasi. Mean adalah rata-rata
hitung untuk mengetahui rata-rata tiap rasio keuangan yang diuji pada penelitian
ini. Minimum untuk mengetahui berapa nilai rasio keuangan yang paling kecil
untuk tiap jenis rasio keuangan. Maksimum untuk mengetahui berapa nilai rasio
keuangan yang paling besar untuk tiap jenis rasio keuangan. Standar deviasi untuk
mengetahui berapa besar penyimpangan dari tiap variabel independen.51

48
Jonathan Sarwono dan Ely Suhayati, Riset Akuntansi Menggunakan SPSS (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010), hlm. 9..
49
Tim Penyusunan Pedoman Penulis Karya Imiah, Penulis Karya Ilmiah (Pamekasan: STAIN Press, 2011), hlm. 14. 50
Tutuk Mahardika, Hj. Anik Malikah dan Afifudin, “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan,
Variabilitas Harga Pokok Penjualan, Rasio Perputaran Persediaan dan Margin Laba Kotor Terhadap Pemilihan
Metode Akuntansi Persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia’’ Jurnal
Ilmiah Riset Akuntansi, Jilid 6, (Februari, 2017), hlm.,74
51
Herlin Tundjung Setijaningsih danCecilia Dewi Pratiwi, “pengaruh beberapa variabel terhadap pemilihan metode
penilaian persediaan pada perusahaan manufaktur”, J o u r n al The WINNERS , Vol. 10 No. 1, Maret 2009, hlm., 55
b. Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan tujuan dan penelitian ini, maka beberapa metode analisis data yang
akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
o Uji Multikoloneritas
Uji multikolinearitas Menurut Ghozali bertujuan untuk mengetahui apakah
terdapat korelasi diantara variabel independen dalam model regresi. Cara
yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikolnearitas dalam
variabel independen adalah dengan melihat nilai tolerance dan VIF-nya.
Suatu model regresi dinyatakan terdapat multikolinearitas apabila nilai
tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10. 52
o Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model
regresi linier terdapat hubungan yang kuat baik positif maupun negatif
antardata yang ada pada variabel -variabel penelitian.
Uji asumsi autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model
regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t
dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Autokorelasi sering
ditemukan pada dats runtut waktu. Umtuk mendeteksi ada atau tidaknya
auto korelasi yaitu dengan uji Durbin Watson (DW). Regresi yang bebas
dari autokorelasi apabila dl ≤ DW ≤ du atau du < DW < 4-du.
Tabel 1.3
Pengambilan Keputusan Durbin Watson
No. Persamaan Keputusan
1 DW < dL Ada korelasi Positif
2 dL ≤ DW ≤ du Tidak dapat mengambil kesimpulan apa-apa

3 du < DW < 4- du Tidak ada korelasi positif maupun negatif

4 4- du ≤ DW ≤ 4 – dL Tidak dapat mengambil kesimpulan apa-apa.


5 DW > 4 – dL Ada korelasi negatif53

52
Thresya Memoriana Hutahaean dan Iskandar Muda, “pengaruh ukuran perusahaan, variabilitas persediaan,
variabilitas harga pokok penjualan, laba sebelum pajak, dan financial leverage terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei tahun 2010-2012” (Februari, 2014), hlm., 9
53
Nachrowi D Nachrowi, Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan, hlm.
189.
o Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroksedasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke
pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan
kepengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedatisitas dan jika berbeda
disebut Heteroskedastisitas.54 Terjadinya Heteroksedasitas dapat dilihat dari
titik- titik yang ada menyebar dan membentuk pola tertentu (biasanya
membentuk persegi atau lingkaran atau bentuk lainnya yang terarur).
Apabila titik-titik tersebut menyebar akan tetapi tidak membentuk pola
(menyebar di atas dan di bawah angka 0 ) maka kemungkinan tidak terjadi
Heteroksedasitas.55

c. Uji Hipotesis
o Analisis Regresi Logistic
analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen adalah pengujian regresi logistik
(logistic regresision). Regresi logistik dipilih karena pemilihan metode
persediaan yang merupakan variabel dependen dalam penelitian ini berupa
data nominal sedangkan variabel independenya adalah data rasio56. Model
regresi logistik yang digunakan dlam penelitian ini adalah:
𝑳𝒏 𝟏−
𝐏
= a + β1FL + β2IP + β3RL + β4UP + ₑ
Keterangan:
P = Pemilihan metode akuntansi persediaan
a = konstanta
FL = Financial Leverage
IP = Intensitas Persediaan
RL = Rasio Lancar
UP = Ukuran Perusahaan
e = error
Pengujian hipotesis pada regresi logistik dilakukan dengan menggunakan
tingkat signifikansi (α) 5%. Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis

54
Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS (Semarang: Badan Penerbit Universitas
Diiponegoro, 2011), hlm. 134.
55
Nur Asnawi dan Masyuri, Metodologi Riset Manajemen Disertai Contoh dan Hasil Penelitian, (Malang: UIN Maliki
Press 2011), hlm. 138
56
Tutuk Mahardika, Hj. Anik Malikah dan Afifudin, “Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan, Variabilitas Persediaan,
Variabilitas Harga Pokok Penjualan, Rasio Perputaran Persediaan dan Margin Laba Kotor Terhadap Pemilihan Metode
Akuntansi Persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia’’ Jurnal Ilmiah Riset
Akuntansi, Jilid 6, (Februari, 2017), hlm.,74
akan didasarkan pada nilai p-value. Keputusan berdasarkan probabilitas
sebagai berikut:
a. Jika p-value > 0,05 maka hipotesis ditolak
b. Jika p-value < 0,05 maka hipotesis diterima

o Uji Simultan atau Uji F


Uji F dilakukan untuk menguji apakah semua variabel independen yang dia-
mati berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adapun langkah-
langkah pengujian signifikan secara simultan adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis
H0: β1= β2= β3= β4= 0 Artinya tidak ada pengaruh variabel (Financial
Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan)
secara simultan terhadap Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan
Ha : Minimal ada satu βi ≠ 0, i =1,2,3,4 artinya ada pengaruh variabel
(Financial Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran
Perusahaan) secara simultan terhadap Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan
Memilih uji statistik, memilih uji F karena hendak menentukan
pengaruh berbagai variabel independen secara bersama-sama terhadap
variaebel dependen.

2) Menetukan taraf nyata (α)


a) Taraf nyata yang digunakan adalah 5%
b) Nilai F table memiliki derajat bebas V1=1;V2=n-2

3) Menentukan kriteria pengujian


a) Dengan membandingkan nilai F hitungnya dan F table.
Apabila Ftabel > Fhitung, maka H0 diterima dan Ha ditolak.
Apabila Ftabel < Fhitung, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
b) Dengan menggunakan angka probabilitas signifikan.
Apabila angka probabilitas signifikan > 0.05 maka H0 diterima dan
Ha ditolak.
Apabila angka probabilitas signifikan < 0.05 maka H0 ditolak dan
Ha diterima.
c) Menentukan nilai uji statistic.
d) Membuat kesimpulan: Menyimpulkan H0 diterima atau ditolak.

o Uji Parsial atau Uji t


Uji-t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara
parsial terhadap variabel dependen, yaitu pengaruh masing-masing
variabel inde- penden (bebas) yang terdiri dari variabel (Financial
Leverage, Intensitas Persediaan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan)
terhadap variabel de- penden (terikat) yaitu Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan. Pengujian terhadap hasil regresi dilakukan dengan
menggunakan uji t pada derajat keyakinan 95% atau α = 5%.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
Menentukan hipotesis
a. H01 : artinya tidak ada pengaruh Financial Leverage, Intensitas Persedi-
aan, Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan secara parsial terhadap
Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan
Ha1 : artinya ada pengaruh Financial Leverage, Intensitas Persediaan,
Rasio Lancar, dan Ukuran Perusahaan secara parsial terhadap Pemili-
han Metode Akuntansi Persediaan.
1) Membandingkan probabilitas tingkat kesalahan t hitung dengan tingkat
signifikan tertentu.
2) Membuat keputusan
Pengambilan keputusan uji hipotesis secara parsial didasarkan pada nilai
probabilitas yang didapatkan dari hasil pengolahan data melalui program
SPSS sebagai berikut:
 Jika probabilitas < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
 Jika probabilitas > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.57

o Uji Koefisien Determinasi


Koefisien determinasi (Goodness oof Fit), yang dinotasikan dengan 𝑅2
merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat
menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi. Atau
dengan kata lain, angka tersebut dapat mengukur seberapa dekatkah garis
regresi yang terestimasi dengan data sesungguhnya.

57
Syofiyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS, hlm. 335.
Nilai koefisien determinasi (𝑅 2) ini mencerminkan seberapa besar
variasi dari variabel terikat Y dapat diterangkan oleh variabel bebas X. Bila
nilai koefisien determinasi sama dengan 0 (𝑅 2 = 0), artinya variasi dari Y
tidak dapat diterangkan oleh X sama sekali. Sementara bila 𝑅2 = 1, artinya
variasi dari Y secara keseluruhan dapat diterangkan oleh X. Dengan kata
lain bila 𝑅 2 = 1, maka semua titik pengamatan berada tepat pada garis
regresi. Dengan demikian baik atau buruknya suatu persamaan regresi
ditentukan oleh 𝑅2-nya yang mempunyai nilai antar nol dan satu.
𝑅2 didefinisikan atau dirumuskan berdasarkan langkah-langkah
sebagaimana yang dilakukan pada tabel ANOVA. Adapun rumusannya
adalah:

2
𝑆𝑆𝑅
𝑅 = 𝑆𝑆𝑇
Telah dijelaskan bahwa tidak tepatnya titik-titik berada pada garis
regresi disebabkan karena faktor yang berpengaruh terhadap variabel bebas.
Bila tidak ada penyimpangan tentunya tidak akan eror. Bila hal tersebut
terjadi, maka SSE = 0, artinya SSR = SST atau 𝑅 2 = 1. Atau dengan kata
lain, semua titik observasi berada tepat di garis regresi. Jadi, SST
sesungguhnya adalah variasi dari data, sedangkan SSR adalah variasi dari
garis regresi yang dibuat.
58

L. Daftar Pustaka
Asnawi, Nur dan Masyuri. Metodologi Riset Manajemen Disertai Contoh dan Hasil
Penelitian, (Malang: UIN Maliki Press 2011).
Ayem Sri, dan Agus Pratama Putra Harjanta. Pengaruh ukuran perusahaan, variabilitas
persediaan, kepemilikan manajerial, financial leverage dan laba sebelum pajak
terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan (studi empiris pada perusahaan sub
sektor farmasi yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2012-2016) .
AKUNTANSI DEWANTARA VOL. 2 NO. 1 APRIL 2018
Erawati, dan Teguh Jepriansyah. Pengaruh variabilitas harga pokok penjualan, rasio
lancar, dan financial leverage terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan (studi
pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di
bursa efek indonesia periode 2014-2017). JURNAL AKUNTANSI PAJAK
DEWANTARA VOL. 1 NO. 2 MEI - AGUSTUS 2019

58
Djalal Nachrowi, Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, 2006), hlm., 20-21.
Fasa, Restiani dan Riswan. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode
penilaian persediaan pada perusahaan dagang yang terdaftar di bursa efek indonesia
periode 2010-2014. JURNAL Akuntansi & Keuangan
Ghozali Imam, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diiponegoro, 2011
Hutahaean, Thresya Memoriana dan Iskandar Muda. Pengaruh ukuran perusahaan,
variabilitas persediaan, variabilitas harga pokok penjualan, laba sebelum pajak, dan
financial leverage terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di bei tahun 2010-2012.
Kadim A, Adji Suratman dan Muhammad Abdul Muis. Analisis pengaruh rasio lancar,
perputaran persediaan dan margin laba kotor terhadap pemilihan metode persediaan
pada perusahaan dagang yang terdaftar di bei tahun 2013-2015. JURNAL ILMIAH
MANAJEMEN FORKAMMA Vol. 2, No.1, Maret 2019
Mahardika, Rudy Elva Nuraina dan Purweni Widhianningrum. Analisis faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan (studi pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia). Jurnal Akuntansi dan
Pendidikan, Vol.4 No.2, Oktober 2015
Mahardika, Tutuk Hj. Anik Malikah dan Afifudin. Analisis Pengaruh Ukuran Perusahaan,
Variabilitas Persediaan, Variabilitas Harga Pokok Penjualan, Rasio Perputaran
Persediaan dan Margin Laba Kotor Terhadap Pemilihan Metode Akuntansi
Persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia). e_Junal Ilmiah Riset Akuntansi
Marwah, Shofaa. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode penilaian
persediaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei tahun 2007-2010.
Nachrowi Djalal, Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika. Jakarta: Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006.
Nachrowi D Nachrowi, Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis
Ekonomi dan Keuangan
Oktavianto, Sendi Betha Maslichah dan Afifudin. Pengaruh ukuran perusahaan, margin
laba kotor, dan variabilitas persediaan terhadap pemilihan metode akuntansi
persediaan (studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bei). E-JRA Vol.
08 No. 01 Februari 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang
Qosim, Angga Muhammad. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan
metode penilaian persediaan pada perusahaan dagang yang terdaftar di bursa efek
indonesia periode 2013-2015.
Rainse,Usman dan Abdi. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi (Teori dan Praktek),
(Bandung : Alfabeta 2008).

Sangadah, Siti dan Kusmuriyanto. Analisis pemilihan metode akuntansi persediaan pada
perusahaan manufaktur. Accounting Analysis Journal 3 (3) (2014)
Sarwono ,Jonathan dan Ely Suhayati. Riset Akuntansi Menggunakan SPSS (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2010).

Shofyah, Nur Hidayati dan M. Cholid Mawardi. Pengaruh variabilitas harga pokok
penjualan, rasio lancar, variabilitas persediaan, perputaran persediaan terhadap
pemilihan metode akuntansi persediaan. E-JRA Vol. 08 No. 11 Agustus 2019
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang
Setijaningsih, Herlin Tundjung dan Cecilia Dewi Pratiwi. Pengaruh beberapa variabel
terhadap pemilihan metode penilaian persediaan pada perusahaan manufaktur. J o u r
n al The WINNERS , Vol. 10 No. 1, Maret 2009
Sudarmanto, Gunawan Statistik Terapan Berbasis Komputer (Jakarta: Mitra Wacana
Media, 2013)
Sugiono, Metode Penelitian Kuntitatif, Kualitatif, dan R&D, Cet. Ke-14. Bandung: Alfabeta,
2011.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2009.
Syofian Seregar, Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenadamedia Group, 2013.
Tjahjono, Achmad dan Vica Novica Chaerulisa. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap pemilihan metode akuntansi persediaan pada perusahaan sub sektor
perdagangan besar barang produksi dan sub sektor perdagangan eceran yang
terdaftar di bursa efek indonesia (bei). JURNAL KAJIAN BISNIS VOL. 23, NO. 2,
2015, 150
– 161
Umar Husein, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis, (Jakarta: Rajawali Pers 2013
https://www.idx.co.id/
https://www.edusaham.com/2019/04/sektor-perusahaan-manufaktur-yang-terdaftar-di-
bei.html