Anda di halaman 1dari 22

1.

Pengertian dan hasil perhitungan rasio-rasio keuangan:


a. Liquidity Ratio
Liquidity ratio adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya saat jatuh tempo. Terdiri dari:
1) Current Ratio
Adalah rasio yang mengukur kinerja keuangan necara likuiditas
perusahaan. Rasio Lancar ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban hutang jangka pendeknya pada 12 bulan ke depan.
Pengertian
Current Assets
Current Ratio=
Current Liabilities

Rp .8 .325.029
Current Ratio= =0,748 X
Rp .11.134 .786
2) Quick, or Acid Test, Ratio
Adalah sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu
perusahaan dalam menggunakan aktiva lancar untuk menutupi utang
lancarnya.
Current assets−Inventories
Quick ,∨ Acid Test , Ratio=
Current Liabilities

Rp .8.325 .029−Rp.2 .658.073


Quick ,∨ Acid Test , Ratio= =0,509 X
Rp .11.134 .786
b. Asset Management Ratio
Assets management ratio adalah pengambilan keputusan dan penerapannya
sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari suatu aset. Terdiri
dari:
1) Inventory Turnover Ratio
Adalah jenis rasio efisiensi yang menunjukkan seberapa efektif
persediaan barang dikelola dengan cara membandingkan Harga Pokok
Penjualan (HPP) dengan persediaan rata-rata untuk suatu periode.
Sales Rp.41 .802.073
Quick ,∨ Acid Test , Ratio= = =15,726 X
Inventories Rp .2 .658.073
2) Days Sales Outstanding
Adalah ukuran jumlah hari rata-rata yang diperlukan perusahaan untuk
menagih pembayaran setelah penjualan dilakukan. DSO sering ditentukan
secara bulanan, triwulanan atau tahunan, dan dapat dihitung dengan
membagi jumlah piutang selama periode tertentu dengan total nilai
penjualan kredit selama periode yang sama, dan mengalikan hasilnya
dengan jumlah hari dalam periode yang diukur.
Receivables Rp .4 .983.471
Days Sales Outstanding= = =43,514 days
Annual Sales/365 Rp 114.526,227
3) Fixed Assets Turnover Ratio
Adalah rasio aktivitas (rasio efisiensi) yang mengukur seberapa efektif dan
efisien perusahaan menggunakan aset atau aktiva tetapnya untuk
menghasilkan pendapatan. Rasio ini menunjukan produktivitas aktiva
tetap dalam menghasilkan pendapatan.
Sales Rp .41.802 .073
¿ AssetsTurnover Ratio= Assets¿= =3,933 X
Net ¿ Rp .10 .627 .387
4) Total Assets Turnover Ratio
Total assets turnover ratio adalah salah satu rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva
yang berputar pada suatu periode atau kemampuan modal yang
diinvesasikan untuk menghasilkan “revenue”. 
Sales Rp .41.802 .073
Total Assets Turnover Ratio= = =2,141 X
Total Assets Rp .19.522 .970
c. Debt Management Ratios
Debt management ratio adalah rasio yang menggunakan hutan dan modal
untuk mengukur besarnya rasio.
1) Total Debt to Total Capital
Total debt to total capital adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin keseluruhan kewajiban
atau hutang.
Total Debt Rp .11.944 .837 Rp.11 .944 .83
Total Debt ¿ Total Capital= = =
Total Debt + Equity Rp.11 .944 .837 + Rp.7 .578 .133 Rp.19 .522.97
2) Times-Interest-Earned Ratio
Adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
atau menutupi beban bunga di masa depan. Merupakan rasio yang
mengukur kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran Bunga
dan Hutang-hutangnya.
EBIT Rp .12.278 .630
TIE Ratio= = =113,02 X
Interest Changes Rp .108.642
d. Profitability Ratios
Profitability ratio adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit) dari pendapatan
(earning) terkait penjualan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran
tertentu.
1) Operating Margin
Operating margin adalah rasio yang mengukur tingkat margin laba operasi
perusahaan berdasarkan perbandingannya dengan pendapatan atau
penjualan bersih yang dihasilkan.
EBIT Rp.12 .278 .630
Operating Margin= = =29,373 %
Sales Rp .41.802 .073
2) Profit Margin
Profit margin adalah rasio pendapatan terhadap penjualan yang diperoleh
dari selisih antara penjulan bersih dikurangi dengan harga pokok
penjualan dibagi dengan penjualan bersih. Rasio ini mengindikasikan
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada tingkat penjualan
tertentu dan juga menilai kemampuan manajemen perusahaan untuk
mengontrol berbagai pengeluaran yang langsung digunakan dalam
menghasilkan penjualan yaitu pengeluaran untuk pembelian bahan
baku, tenaga kerja langsung dan overhead pabrik.
Net Income Rp .9.109 .445
Profit Margin= = =21,792 %
Sales Rp .41.802 .073
3) Return to Total Assets
Return to total assets adalah rasio keuangan perusahaan yang terkait
dengan potensi keuntungan mengukur kekuatan perusahaan
membuahkan keuntungan atau juga laba pada tingkat pendapatan, aset
dan juga modal saham spesifik.
Net Income Rp .9 .109.445
ROA= = =46,67 %
Total Assets Rp .19 .522.970
4) Return on Common Equity
Return on common equity adalah rasio profitabilitas yang mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi
pemegang saham di perusahaan tersebut.
Net Income Rp.9 .109 .445
ROE= = =120,207 %
Common Equity Rp.7 .578 .133
5) Return on Invested Capital
Return on invested capital adalah rasio yang menunjukkan hasil dari
jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran
tentang efisiensi manajemen. Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh
aktiva yang dikendalikan dengan mengabaikan sumber pendanaan, rasio
ini biasanya diukur dengan persentase.
EBIT (1−T ) Rp.12 .278 .630(1−0,2545) Rp.9 .153 .718,665
ROI= = = =46,887 %
Debt + Equity Rp .19.522 .970 Rp.19 .522 .970
6) Basic Earning Power (BEP) Ratio
Basic earning power ratio merupakan mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak dengan
menggunakan total aset yang dimiliki perusahaan. Rasio ini
mencerminkan efektivitas dan efisiensi pengeloalaan seluruh investasi
yang telah dilakukan oleh perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti
semakin efektif dan efisien pengelolaan seluruh aset yang dimiliki
perusahaan untuk menghasilkan laba sebelum bunga dan pajak.
EBIT Rp .12.278 .630
BEP= = =62,893 %
Total Assets Rp .19.522 .970
e. Market Value Ratios
Market values ratio adalah rasio yang berhubungan dengan harga saham
perusahaan dengan laba.
1) Price Earning Ratio
Price earning ratio adalah perbandingan antara harga saham dengan laba
bersih perusahaan, dimana harga saham sebuah emiten dibandingkan
dengan laba bersih yang dihasilkan oleh emiten tersebut dalam setahun.
Price per Share Rp .45 .400
PER= = =38,023 X
Earning per Share Rp .1 .194
2) Book Value per share
Book value per share adalah jumlah rupiah yang menjadi milik tiap-tiap
lembar saham dalam modal perusahaan. Nilai buku ini adalah jumlah
yang akan dibayarkan kepada para pemegang saham pada waktu
pembubaran (likuidasi) perusahaan bila aktiva dapat dijual sebesar nilai
bukunya.
Common Equity Rp.7 .578 .133
Book Value per Share= = =Rp.993 .202
Shares outstanding 7.630
3) Market/Book Ratio
Market book ratio adalah rasio dari nilai perlembar saham biasa atas nilai
buku perlembar ekuitas. Nilai pasar perlembar saham mencerminkan
kinerja perusahaan di masyarakat umum, dimana nilai pasar pada suatu
saat dapat dipengaruhi oleh pilihan dan tingkah laku dari mereka yang
terlibat dipasar, suasana psikologi yang ada dipasar, sengitnya perang
pengambilalihan, perubahan ekonomi, perkembangan industri, kondisi
politik, dan sebagainya 
Market price per share Rp.45 .400
Market Book Ratio= = =45,711 X
Book Value per share Rp .993.202
2. Analisis terhadap kondisi keuangan
a. Berdasarkan perbandingan 2 periode (2017 & 2018)

RASIO 2018 2017 Analisis


Liquidity Current 0,748x 0,634x Rasio lancar pada tahun
Ratios ratio 2018 mengalami kenaikan
sebesar 11,4% dibanding
dengan 2017,
menandakan bahwa
kemampuan perusahaan
untuk memenuhi
kewajiban jangka
pendeknya lebih besar
daripada tahun 2017 yang
menunjukkan risiko
likuiditas yang tinggi.
Namun disamping itu,
rasio lancer yang tinggi
menunjukkan adanya
kelebihan asset lancar
yang akan mempunyai
pengaruh kurang baik
terhadap profitabilitas
perusahaan karena aktiva
lancar secara umum
menghasilkan tingkat
return yang lebih rendah
dibandingkan dengan
asset tetap.
Quick or 0,509x 0,443x Rasio cepat pada tahun
acid test 2018 mengalami kenaikan
ratio sebesar 6,6%
dibandingkan dengan
2017, menandakan bahwa
perusahaan mampu
mempergunakan asset
lancar untuk memenuhi
kewajiban jangka pendek
lebih baik dari tahun
sebelumnya. Namun,
asset lancar mengalami
kenaikan dikarenakan
meningkatnya persediaan
yang disebabkan oleh
peningkatan barang jadi.
Akan tetapi, jumlah
liabilitas tahun 2018 turun
dibanding tahun 2017.
Assets Inventory 15,726x 17,215x Terjadi penurunan tingkat
Managemen turnover perputaran persediaan dari
t Ratios ratio tahun 2017 ke 2018
sebesar 9,468%,
dikarenakan naiknya
tingkat penjualan.
Days 43,514 41,772 Adanya peningkatan DSO
sales days days sebesar 4,17%
outstandin dikarenakan adanya
g peningkatan piutang dan
peningkatan rata-rata
penjualan per hari
dibandingkan dengan
tahun sebelumnya.
Fixed 3,933x 3,954x Adanya penurunan
assets sebesar 0,531% hal ini
turnover menunjukkan perusahaan
ratio sudah efektif dan efisien
dalam menggunakan aset
atau aktiva tetapnya untuk
menghasilkan pendapatan
dibuktikan dengan
kenaikan tingkat sales dan
net fixed asset
dibandingkan tahun
sebelumnya.
Total 2,141x 2,179x Adanya penurunan
assets sebesar 1,744%
turnover menunjukkan bahwa
ratio perusahaan sudah mampu
mengelola modal yang
diinvesasikan untuk
menghasilkan “revenue”
yang dibuktikan dengan
keinaikan tingkat sales dan
total asset dibandingkan
tahun sebelumnya.
Debt Total debt 61,184 72,637 Adanya penurunan
Managemen to total % % sebesar 15,767% yang
t Ratios capital menunjukkan semakin baik
kemampuan perusahaan
dalam membayar
kewajiban jangka panjang
yang dibuktikan dengan
penurunan tingkat debt
dan kenaikan tingkat
ekuitas dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
Time 113,02x 74,37x Terjadi kenaikan pada
interest tahun 2018 sebesar
earned 51,969%, TIE yang tinggi
ratio menunjukkan bahwa
perusahaan mampu
membayar beban
bunganya pada saat jatuh
tempo. Perusahaan yang
memiliki TIE Ratio tinggi
memiliki risiko kredit yang
lebih rendah. Kenaikan TIE
ratio pada tahun 2018
disebabkan oleh kenaikan
laba usaha dan penurunan
interest change.
Profitabilities Operating 29,373 23,045 Terjadi kenaikan pada
Ratios margin % % tahun 2018 sebesar
27,489%, hal ini
menunjukkan adanya
peningkatan laba usaha
dan tingkat penjualan dari
tahun sebelumnya.
Profit 21,792 17% Terjadi kenaikan pada
margin % tahun 2018 sebesar
28,188%, hal ini
menunjukkan adanya
peningkatan laba bersih
dan tingkat penjualan dari
tahun sebelumnya.
ROA 46,67% 37,049 Terjadi kenaikan pada
% tahun 2018 sebesar
25,968%, hal ini
menunjukkan adanya
peningkatan laba bersih
dan total asset.
ROE 120,207 135,396 Terjadi penurunan pada
% % tahun 2018 sebesar
11,218%, menandakan
bahwa tingkat
pengembalian atas ekuitas
lebih baik dari tahun
sebelumnya dengan
indikasi kenaikan laba
bersih dan common equity
dari tahun sebelumnya.
ROI 46,887 37,54% Terjadi kenaikan pada
% tahun 2018 sebesar
24,898%, menandakan
bahwa tingkat
pengembalian atas
investasi lebih baik dari
tahun sebelumnya dengan
indikasi kenaikan total debt
dan equity yang diikuti
dengan kenaikan laba
usaha.
BEP ratio 62,893 50,225 Terjadi kenaikan pada
% % tahun 2018 25,222%,
dengan indikasi kenaikan
laba usaha dan total asset.
Semakin tinggi rasio ini
berarti semakin efektif dan
efisien pengelolaan
seluruh aset yang dimiliki
perusahaan untuk
menghasilkan laba
sebelum bunga dan pajak.

Price 38,023x 60,89x Terjadi penurunan PER


Earning pada tahun 2018 sebesar
per share 37,555%, yang disebabkan
oleh laba per saham yang
relatif tinggi dibandingkan
dengan harga sahamnya,
sehingga tingkat returnnya
lebih baik dan payback
periodnya lebih singkat
lagi. Hal ini akan
menguntungkan
perusahaan dikarenakan
PER yang kecil merupakan
slah satu pertimbangan
utama bagi value investing
disamping factor-faktor
lain.
Market Book Rp.993. Rp.678. Terjadi kenaikan pada
Value Ratios value per 202 032 tahun 2018 sebesar
share 46,483% dikarenakan
kenaikan common equity
yang disebabkan oleh
kenaikan laba tahun
berjalan yang di-offset
dengan pembayaran
dividen kepada pemegang
saham.
Market 45,711x 82,44x Terjadi penurunan sebesar
book ratio 44,552% yang disebabkan
oleh penurunan harga
saham pada tahun 2018.
b. Berdasarkan perbandingan dengan industri sejenis:
Perbandingan Unilever dan Indofood di dasarkan pada ketidaktersediaan
data perusahaan bergerak dibidang sama seperti Unilever yaitu Home and
Personal Care dan Food and Refreshment. Pertumbuhan yang kecil dari
Unilever bagian Food and Refreshment cukup kecil dikarenakan adanya
pesaing besar dari pihak Salim Grup yang bergerak di bidang tersebut yaitu
Indofood (INDF, ICBP & ROTI).

RASIO UNILEVER INDOFOOD Analisis


Liquidity Current ratio 0,748x 1,066x CR pada
Ratios unilever kurang
likuid
dibandingkan
dengan Indofood
dikarenakan
terjadinya
kenaikan hutang
dagang pada
pihak unilever.
Quick or acid 0,509x 0,693x QR pada
test ratio unilever lebih
rendah atau
kurang likuid .
hal ini terjadi
karena kenaikan
hutang disertai
penambahan
persediaan yang
meningkat dari
tahun 2017,
akan tetapi tidak
terjadi
peningkatan
yang signifikan
dari asset.
Assets Inventory 15,726x 6,303x Rata – rata
Management turnover Perputaran
Ratios ratio persediaan
untuk unilever
yaitu 16 hari dan
Indofood 6 hari
hal ini
dikarenakan
produk yang
dijual unilever
selain produk
Food and
Refreshment
yang merupakan
barang
kebutuhan
sehari-hari.
Days sales 43,514 days 26,865 days Rata-rata
outstanding Perputaran
Piutang pada
Unilever lebih
dari 30 hari
dikarenakan
produk yang
dipasarkan
berupa Home
and personal
care yang
memiliki periode
kadaluarsa lebih
lama
dibandingkan
produk yang
dijual oleh
Indofood.
Fixed assets 3,933x 1,731x Rasio
turnover perputaran asset
ratio tetap pada
Indofood lebih
cepat
dikarenakan
terjadi
pembelian
asset tetap baru
berupa
bangunan dan
mesin.
Total assets 2,141x 0,76x Rasio dari
turnover perputaran total
ratio asset pada
unilever lebih
lama
dibandingkan
dengan Indofood
dikarenakan
peningkatan
penjualan pada
unilever lebih
besar daripada
peningkatan
penjualan yang
ada di Indofood.
Debt Total debt to 61,184% 48,293% DER (Debt to
Management total capital Equity Ratio)
Ratios lebih besar pada
Unilever
dikarenakan
terjadinya
peningkatan
pada total
hutang.
Sehingga
Indofood lebih
kurang beresiko
untuk di
investasi
daripada
Unilever.
Time interest 113,02x 4,521x Rasio EBIT/
earned ratio Bunga Unilever
lebih besar
dibandingkan
Indofood
dikarenakan
kenaikan
penjualan
unilever lebih
besar
dibandingkan
Indofood.
Sehingga untuk
tingkat
kemampuan
pembayaran
lebih baik
unilever
dibandingkan
Indofood.
Profitabilities Operating 29,373% 12,457% Perbandingan
Ratios margin Operating
Margin lebih
besar
didapatkan
Unilever karena
adanya
pendapatan
lainnya yaitu
penjualan lisensi
spread oleh
pihak unilever.
Profit margin 21,792% 6,761% Rasio profit
margin Indofood
lebih kecil dari
unilever
dikarenakan
Biaya bunga
yang meningkat
dan kenaikan
penjualan yang
tidak signifikan
dari periode
sebelumnya.
ROA 46,67% 5,14% ROA untuk
Unilever lebih
besar
dibandingkan
dengan Indofood
hal ini
dikarenakan
hutang bank
atau pihak
ketiga yang
menyebabkan
biaya Bunga
mengalami
penurunan
dibandingkan
periode
sebelumnya.
Sehingga
apabila investor
berinvestasi di
unilever tingkat
imbal hasil 47%
dibandingkan
Indofood yang
hanya 9%.
ROE 120,207% 9,94% ROE untuk
unilever lebih
besar daripada
Indofood karena
Retained
Earnings yang
didapatkan oleh
Unilever lebih
besar daripada
Indofood.
Sehingga
investor akan
memilih untuk
berinvestasi di
Unilever karena
tingkat imbal
hasil mencapai
120%.
ROI 46,887% 6,36% ROI untuk
Unilever sebesar
47% sedangkan
untuk Indofood
6%. Hal ini
menunjukkan
bahwa ROI
untuk Unilever
lebih besar
daripada
Indofood.
Karena Unilever
merupakan
perusahaan
yang menjual
produk selain
makanan
walaupun terjadi
kenaikan pada
total hutang.
Akan tetapi
kenaikan
tersebut dapat
tidak sebanding
dengan
kenaikan
pendapatan
yang didapatkan
pada tahun
2018. sehingga
tingkat imbal
hasil untuk
kreditur (Bank &
non-Bank) dan
pemegang
saham lebih
tinggi
dibandingkan
Indofood.
BEP ratio 62,893% 9,47% Rasio BEP
untuk Indofood
sebesar 9%
lebih rendah
dibandingkan
Unilever karena
posisi Indofood
yang merupakan
perusahaan
dengan focus
produk di
makanan.
Sehingga
margin
penjualan
Indofood lebih
rendah
dibandingkan
unilever.
Price 38,023x 15,717x Rasio harga
Earning per /laba lebih besar
share unilever
dibandingkan
Indofood.
Penyebab nya
adalah karena
perbedaan
harga saham
keduanya. Hal
ini
menggambarkan
bahwa Unilever
lebih berisiko
rendah dan
memiliki
pertumbuhan
yang bagus
kedepannya
untuk diinvestasi
daripada
Indofood.
Market Value Book value Rp 993.202 Rp5.685,285 Terjadi
Ratios per share perbedaan yang
signifikan antar
keduanya
karena
perbedaan
modal antar
perusahaan dan
saham beredar.
Akan tetapi
apabila
dibandingkan
maka
perusahaan
dengan
pertumbuhan
tinggi dan resiko
rendah untuk
investasi adalah
unilever.
Market book 45,711x 1,31x Keduanya
ratio melebih 1x yang
baik untuk
keduanya akan
tetap apabila
investor
dihadapkan
kedua
perusahaan
maka tingkat
imbal hasil lebih
tinggi unilever
dibandingkan
dengan
Indofood.
Rekomendasi berdasarkan keempat ratio:
- Liquidity Ratio: Untuk Unilever kurang likuid dimana penambahan total
hutang tidak diimbangi oleh kenaikan penjualan yang signifikan.
Sehingga diharuskan melakukan kenaikan penjualan dengan
mengurangi HPP perusahaan dan biaya operasional perusahaan.
Selain itu dapat menggunakan cara penurunan hutang dagang, atau
dengan keduanya.
- Asset management ratio: Karena Unilever memiliki lini usaha yang
tidak dimiliki Indofood. Maka perbandingan ratio ini akan bias, akan
tetapi untuk peningkatan management asset maka jangka waktu untuk
periode piutang dapat diperkecil dan melakukan pembelian asset tetap
yang produktif agar lebih efektif dan efisien kedepannya. Untuk
Indofood diharuskan melakukan peningkatan penjualan atau dengan
menurunkan asset lancer yang dimiliki oleh Indofood.
- Debt Management: Indofood dapat meningkatkan penjualan dengan
menurunkan biaya bunga atau dengan menurunkan biaya operasional.
Sedangakan untuk unilever dapat menurunkan total hutang atau
penjualan asset tetap agar dapat mengurangi beban hutang dagang.
- Profitability ratio: perbandingan cukup bias karena perbedaan market
perusahaan sehingga. Unilever sebagai market leader di sector Food
dan Personal Care mendapatkan profit yang lebih besar walaupun
untuk sector Food unilever lebih kecil daripada sector Personal care.
Sehingga untuk profitability ratio akan lebih tinggi unilever
dibandingkan Indofood.
3. Konsep DuPONT analysis
Dupont Equation is a formula developed by the chemical giant’s financial staff in
the 1920s. DuPont Equation shows that rate of ROE can be found as the profit
margin, total assets turnover, and the equity multiplier. It shows the relationships
among asset management, debt management, and profitability ratios.
Persamaan DuPont digunakan untuk menganalisa cara-cara memperbaiki
kinerja. Mumusatkan pada margin laba, bagian pemasaran dapat mempelajari
pengaruh peningkatan harga jual (atau menurunkannya untuk meningkatkan
volume penjualan), pengaruh perpindahan ke produk atau pasar baru dengan
margin yang lebih tinggi, dan seterusnya. Akuntan biaya dapat mempelajari
berbagai pos beban dan bekerjasama dengan bagian Teknik, agen pembelian,
dan bagian operasional lainnya untuk mencari cara menurunkan biaya.

ROE yang digunakan dalam analisis Dupont karena ROE dapat menggambarkan
besarnya pengembalian yang di dapatkan pemegang saham, sehingga dengan
menjabarkan kompenen perhitungan ROE, kita bisa mengetahui kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dan memberikan imbal hasil pada para
pemegang sahamnya.

ROE = ROA X Equity Multiplier


= Profit Margin X Total assests turnover X Equity Multiplier
= (Net Margin / Sales ) X (Sales / Total Assests) X ( Total Assests / Total
common equity)
= (9.109.445 / 41.802.073) X (41.802.073 / 19.522.970) X (19.522.970 /
7.578.133)
= 21,791 % X 2,141 Times X 2,576 Times 
= 120,182 %

Profit margin Unilever tinggi sampai dengan 21,791% membuat ROE bisa
mencapai 120,182% dengan didukung dengan Total assests turnover dan equity
multiplier juga tinggi. Profit margin tinggi karena disebabkan meningkatkannya
Net margin dan sales pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 dan di dukung
dengan meningkatnya penghasilan lain-lain atas keuntungan penjualan asset
kategori Spreads.