Anda di halaman 1dari 9

PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI RESTORAN/RUMAH

MAKAN
1. Lakukan pembersihan di area restoran/rumah makan dari sampah. Bersihkan
lantai, dapur, tempat penyimpanan bahan baku, meja penyajian, meja dan
kursi makan, alat pembayaran elektronik, mesin kasir, permukaan pegangan
tangga, pegangan pintu, toilet Dengan desinfektan secara berkala 3 kali
sehari.
2. Cuci alat masak dan alat makan dengan air bersih mengalir dan sabun
3. Sediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir
(bukan kobokan) dan sabun di dalam restoran/tempat makan, atau sediakan
Hand Sanitizer di pintu masuk, depan toilet dan tempat lain yang mudah di
akses pengunjung.
4. Masak makanan siap saji dengan matang sempurna
5. Tidak mempekerjakan penjamah makanan dan pekerja yang sedang sakit
6. Pasang pesan-pesan kesehatan di tempat strategis yang mudah dilihat
pengunjung (Cara cuci tangan yang benar, etika batuk/bersin, cara mencegah
penularan Covid 19)
7. Anjurkan kepada pengunjung yang sakit demam, batuk/pilek/sesak nafas
untuk tidak masuk ke area restoran/rumah makan. Jika menemukan
pengunjung yang mengalami gejala tersebut, segera laporkan ke Puskesmas
atau Dinas Kesehatan setempat
8. Melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan secara berkala.
PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI PESANTREN
1. Lakukan pembersihan lantai dan tempat/alat yang sering dipegang santri dengan
cairan desinfektan minimal 3 kali sehari
2. Sediakan sarana Cusi Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan Hand
Sanitizer di setiap ruang/kamar dan mudah diakses oleh santri
3. Pasang pesan-pesan kesehatan dan edukasi kepada santri tentang CTPS yang
benar, etika batuk/bersin, pencegahan Covid 19
4. Edukasi kepada santri untuk melapor jika mengalami gejala sakit Covid 19 dan
setelah berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir
5. Himbauan untuk menggunakan AL Quran dan alat sholat pribadi tidak digunakan
bergantian dan dicuci secara rutin
6. Gunakan air mengalir untuk Wudhu, jangan menggunakan bak/genangan air di
tempat Wudhu
7. Tidak berjabat tangan/cium tangan, menjaga jarak kontak dengan orang lain yang
sedang batuk/pilek/bersin
8. Melakukan aktifitas fisik/senam pagi dibawah sinar matahari pagi
9. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, banyak makan sayur dan buah-buahan
segar
10. Jika terdapat santri dengan suhu diatas 38°C dan atau dengan gejala
batuk/pilek/sesak nafas, tidak diijinkan masuk ke kelas/asrama, segera bawa ke
fasilitas pelayanan kesehatan
11. Menyediakan ruang khusus dan kamar mandi terpisah bagi santri yang ditemui
memiliki gejala demam/batuk/pilek/sesak nafas dan lapor ke Puskesmas/Dinas
Kesehatan
12. Keluarga santri tidak dianjurkan melakukan kunjungan jika memiliki gejala
demam/batuk/pilek/sesak nafas
13. Pengelola pesantren tetap memantau dan memperbarui perkembangan informasi
tentang Covid 19 bersama Puskesmas/Dinas Kesehatan.
PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI AREA SEKOLAH/MADRASAH
1. Bersihkan lantai, dan tempat-tempat yang sering dipegang oleh warga sekolah
dengan desinfektan secara berkala minimal 3 kali/hari
2. Sediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan hand
sanitizer di setiap ruangan dan mudah di akses warga sekolah
3. Edukasi warga sekolah untuk melakukan CTPS dan Etika batuk/bersin
4. Tidak berjabat tangan/cium tangan, jaga jarak kontak dengan orang yang sedang
batuk/bersin, anjurkan membawa minuman sendiri dan membatasi penggunaan
dispenser, serta tidak berbagi alat makan/minum.
5. Pasang pesan-pesan kesehatan (CTPS yang benar, etika batuk/bersin, pencegahan
covid 19) di tempat strategis yang mudah di akses warga sekolah
6. Lakukan aktifitas fisik/senam pagi dibawah sinar matahari
7. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, sediakan makanan sehat di kantin
sekolah (buah-buahan)
8. Jika terdapat warga sekolah dengan suhu diatas 38°C dan atau dengan gejala
batuk/pilek/sesak nafas, tidak diijinkan masuk ke kelas, segera bawa ke fasilitas
pelayanan kesehatan
9. Jika ditemukan peningkatan jumlah warga sekolah dengan kondisi yang disebut
pada no. 8, segera laporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan
10. Menginformasikan kepada warga sekolah untuk tidak masuk sekolah jika sakit atau
memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir
11. Menyediakan ruang khusus sementara bagi warga sekolah yang ditemui memiliki
gejala demam/batuk/pilek/sesak nafas
12. Melarang pendamping/pengantar masuk ke lingkungan sekolah
13. Pimpinan sekolah tetap memantau dan memperbarui perkembangan informasi
tentang Covid 19 bersama Puskesmas/Dinas Kesehatan.
PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI MASJID ATAU MUSHALLA
1. Bersihkan lantai, dan alat/tempat yang sering dijamah/dipegang oleh jemaah dengan
cairan desinfektan minimal 3 kali sehari
2. Cuci karpet/kelambu secara berkala dengan detergen
3. Sediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir atau Hand
Sanitizer di tempat yang mudah diakses oleh Jemaah.
4. Himbauan menggunakan Al Quran dan alat sholat pribadi, tidak bergantian
5. Batasi jabat tangan dan jaga jarak kontak dengan orang yang sedang batuk/bersin
6. Pasang pesan-pesan kesehatan (CTPS yang benar, etika batuk/bersin, pencegahan
Covid 19)
7. Informasikan kepada Jemaah jika merasa tidak sehat (memiliki gejala
demam/batuk/pilek/sesak nafas) atau berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari
terakhir, agar melaksanakan salat dirumah.
8. Pengurus masjid tetap memantau dan memperbarui perkembangan informasi
tentang Covid 19 bersama Puskesmas/Dinas Kesehatan.
PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI
GEREJA/KLENTENG/PURA/WIHARA
1. Bersihkan lantai, dan alat/tempat yang sering dijamah/dipegang oleh jemaah dengan
cairan desinfektan minimal 3 kali sehari
2. Cuci karpet/kelambu secara berkala dengan detergen
3. Sediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir atau Hand
Sanitizer di tempat yang mudah diakses oleh Jemaah.
4. Himbauan menggunakan Kitab atau sarana ibadah secara pribadi
5. Batasi jabat tangan dan jaga jarak kontak dengan orang yang sedang batuk/bersin
6. Pasang pesan-pesan kesehatan (CTPS yang benar, etika batuk/bersin, pencegahan
Covid 19)
7. Informasikan kepada Jemaah jika merasa tidak sehat (memiliki gejala
demam/batuk/pilek/sesak nafas) atau berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari
terakhir, agar melaksanakan salat dirumah.
8. Pengurus Gereja/Klenteng/Pura/Wihara tetap memantau dan memperbarui
perkembangan informasi tentang Covid 19 bersama Puskesmas/Dinas Kesehatan.
PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19 DI TEMPAT KERJA
1. Bersihkan lantai, dan tempat-tempat yang sering dipegang oleh pekerja dengan
desinfektan secara berkala minimal 3 kali/hari
2. Sediakan sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir dan hand
sanitizer di setiap ruangan dan mudah di akses oleh pekerja
3. Edukasi para pekerja untuk melakukan CTPS dan Etika batuk/bersin
4. Tidak berjabat tangan/cium tangan, jaga jarak kontak dengan orang yang sedang
batuk/bersin, anjurkan membawa minuman sendiri dan membatasi penggunaan
dispenser, serta tidak berbagi alat makan/minum.
5. Pasang pesan-pesan kesehatan (CTPS yang benar, etika batuk/bersin, pencegahan
covid 19) di tempat strategis yang mudah di akses para pekerja
6. Lakukan aktifitas fisik/senam pagi dibawah sinar matahari
7. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, sediakan makanan sehat di kantin (buah-
buahan)
8. Jika terdapat pekerja dengan suhu diatas 38°C dan atau dengan gejala
batuk/pilek/sesak nafas, tidak diijinkan masuk ke ruangan, segera bawa ke fasilitas
pelayanan kesehatan
9. Hindari menggunakan alat sholat (mukena, sajadah, sarung) bergantian
10. Jika ditemukan peningkatan jumlah pekerja dengan kondisi yang disebut pada no. 8,
segera laporkan ke Puskesmas atau Dinas Kesehatan
11. Menginformasikan kepada pekerja untuk segera berobat jika sakit atau melapor jika
memiliki riwayat berkunjung ke negara terjangkit dalam 14 hari terakhir ke
Puskesmas/Dinas Kesehatan
12. Menyediakan ruang khusus sementara bagi pekerja yang ditemui memiliki gejala
demam/batuk/pilek/sesak nafas
13. Pimpinan tempat kerja tetap memantau dan memperbarui perkembangan informasi
tentang Covid 19 bersama Puskesmas/Dinas Kesehatan.
PROTOKOL PEMBUATAN CAIRAN DESINFEKTAN
DAN CARA DESINFEKTAN PERMUKAAN

Covid-19 bisa menular dari manusia ke manusia dan dari benda yang terkontaminasi. Virus
bisa bertahan hingga 24 jam di permukaan benda mati.
Seseorang bisa terineksi COVID-19 dengan menyentuh benda yang terkontaminasi virus,
virus akan menginfeksi bila orang tersebut menyentuh wajah, mulut, hidung dan mata
DISINFEKTAN PERMUKAAN
1. Disinfeksi permukaan adalah proses pengurangan atau mematikan mikroorganisme
ke tingkat bahaya lebih rendah pada permukaan yang terindikasi kontaminasi oleh
mikroorganisme
2. Disinfeksi permukaan memiliki sasaran
a. Disinfeksi lingkungan permukaan datar seperti lantai, dinding, meja, kursi,
lemari, perabot rumah tangga dan tempat fasilitas umum (pusat perbelanjaan,
tempat wisata, masjid, terminal, stasiun, hotel, halte, sekolah.. dll).
b. Disinfeksi benda yang paling sering bersentuhan dengan tangan seperti : gagang
pintu, pegangan eskalator, pegangan tangga, pegangan angkutan umum, pagar
pengaman di Mall, gagang telpon, keyboard ATM, troly, tombol lift, tempat duduk
umum, workstation, peralatan dapur dan makan..dll
c. Disinfeksi ventilasi buatan seperti air conditioner, air sterilization, air purifier, AC
sentral.
3. Jenis desinfektan yang dapat digunakan adalah
a. Bleaching (Pemutih) / Kaporit
Pastikan produk pemutih tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Jangan
mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya.
Pemutih rumah tangga yang tidak kadaluwarsa akan efektif melawan virus
corona bila diencerkan dengan benar.Siapkan larutan pemutih dengan
mencampurkan:
● 1/2 sendok makan kaporit untuk per 1 liter
● 1/2 sendok makan Pemutih untuk per 1 liter
b. Karbol/Lysol dengan takaran 1 sendok makan per 1 liter air
c. Pembersih Lantai (wipol, supersol, dll) dengan takaran 1 tutup botol per 1 liter
air
d. Alkohol 70% juga bisa dipergunakan untuk disinfentan permukaan benda
e. N-(3-aminopropyl)-N-dodécylpropane–1,3-diamine,contoh di pasaran dg nama
Netbiokem. Cara pemakaiannya sesuai dengan instruksi pada produk.
f. Hidrogen peroksida, contoh dipasaran dg nama Sanosil
Cara pemakaian Sanosil :
i. Bersihkan permukaan secara menyeluruh agar diperlakukan dengan pembersih
yang sesuai.
ii. Lembabkan kain microfibre / lap pembersih dengan Hidrogen Peroksida.
iii. Basahi permukaan untuk didesinfeksi dengan kain dan biarkan lembab. Benda
tanpa permukaan halus atau bahan penyerap juga bisa disemprotkan secara
langsung. Jika tetesan tetap berada di permukaan, bersihkan dengan kain yang
sesuai. Jika tidak, tetesan dapat meninggalkan noda abu-abu setelah
pengeringan dalam kondisi buruk.
iv. Biarkan desinfektan kering. Tidak perlu dibilas dengan air.

4. Proses disinfeksi adalah sebagai berikut


a. Alat yang digunakan :
i. Alat Pelindung Diri (APD) berupa : masker, sarung tangan, kaca mata pelindung,
tisu, kain mikrofiber (MOP) atau kain lap dan botol sprayer.
b. Sprayer bisa menggunakan spycan untuk permukaan yang luas, seperti tempat
duduk di fasilitas umum, dan permukaan lainnya luas
c. Untuk tempat ibadah (Masjid), karpet sebaiknya dilepas dan digulung untuk
meminimalisir penularan, untuk sementara karpet tidak difungsikan sehingga
disinfektan permukaan lantai lebih mudah dilakukan
d. Petugas cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan desinfeksi.
e. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD). Disarankan sarung tangan dan masker yang
telah digunakan tidak digunakan kembali (sekali pakai). APD sarung tangan dan
masker harus dibuang setelah setiap selesai proses pembersihan.
f. Persiapkan cairan disinfektan yang akan digunakan sesuai dengan takaran yang
telah ditetapkan
g. Jika permukaan benda kotor, sebaiknya dibersihkan menggunakan deterjen atau
sabun dan air sebelum melakukan desinfeksi.
h. Bagi penggunaan kain mikrofiber (MOP), rendam kain mikrofiber (MOP) kedalam
air yang telah berisi cairan disifektan. Lakukan pengelapan pada lingkungan
permukaan datar dan biarkan tetap basah selama 10 menit.
i. Bagi penggunaan botor sprayer, isi botol dengan cairan disinfektan. Ambil 2
lembar tisu dan dilipat 2 atau 4. Semprotkan cairan disinfektan pada tisu dan
lakukan pengelapan secara zig-zag atau memutar dari tengah keluar.
j. Untuk disinfeksi ventilasi buatan, sebelum dinyalakan lakukan penyemprotan
pada Evaporator, Blower dan penyaring udara (filter) dengan botol sprayer yang
telah berisi cairan disinfektan. Dilanjutkan dengan disinfeksi pada permukaan
chasing indoor AC. Pada AC Sentral dilakukan disinfeksi permukaan pada
mounted dan kisi-kisi exhaust dan tidak perlu dibilas. Selama disinfektan AC
dalam keadaan mati/off.
k. Untuk disinfeksi peralatan pribadi pekerja dapat menggunakan cairan
disinfektan personal pada saat sebelum digunakan untuk bekerja.
l. Lepaskan APD dan lanjutkan dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.
m. Frekuensi disinfeksi diupayakan sehari sekali
n. Selalu melaksanakan Cuci Tangan Pakai Sabun dan Air Mengalir sebagai bentuk
personal hygiene