Anda di halaman 1dari 8

ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM

ANALISIS STERILITAS RUANGAN

Diajukan oleh :

IRMA RACHMA HANIFAH


15020170057

Laboratorium Mikrobiologi Farmasi


Program Studi S1 Ilmu Farmasi
Fakultas Farmasi
Universitas Muslim Indonesia
Makassar
2019
ARTIKEL HASIL PRAKTIKUM
ANALISIS STERILITAS RUANGAN

Dipersiapkan dan disusun oleh


IRMA RACHMA HANIFAH
15020170057

telah dipertahankan didepan asisten pendamping pada tanggal


.......................................

Telah disetujui oleh:

Asisten Pendamping,

Amirullah, S.Farm, M.Si Tanggal …………….


ANALISIS STERILITAS RUANGAN
Irma Rachma Hanifah1 dan Amirullah, S.Farm M.Si2
1
Mahasiswa Fakultas Farmasi, UMI.
2
Asisten Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi, UMI
Email: 15020170057@umi.ac.id

INTISARI

Ruang steril sangat penting dalam bidang kesehatan, contoh ruang steril
antara lain ruang bedah, ruang pasca operasi, termasuk dalam industri farmasi,
khususnya sediaan steril (injeksi dan lain-lain). Ruang-ruang tersebut dibutuhkan
adanya pengujian sterilisasi yang baku. Tujuan praktikum ini adalah mengetahui
tingkat steril (sterilitas) suatu ruangan dan digunakan ruang LAF yang merupakan
contoh ruangan steril. Design yang praktikum ini adalah eksperimental. LAF
disterilkan dengan alcohol 70%, kemudian dimasukkan cawan petri yang berisi
medium NA dan PDA dan dibiarkan terbuka 1/3 bagian selama 15 menit.
Kemudian, cawan petri yang berisi medium NA diinkubasi selama 1x24 jam pada
suhu 37 0C dan medium PDA diinkubasi selama 3x24 jam pada suhu 25oC.
Berdasarkan pengamatan yang didapatkan dari praktikum ini hasil yang diperoleh
jumlah koloni yaitu dengan menggunakan medium NA dan PDA tidak dapat
dihitung.
Kata kunci : Sterilisasi, LAF (Laminar Air Flow)

PENDAHULUHAN
Sterilisasi merupakan proses yang menghancurkan semua bentuk
kehidupan. Suatu benda yang steril dipandang dari sudut mikrobiologi, artinya
bebas dari mikroorganisme hidup'. Pada proses sterilisasi, spora bakteri adalah
yang paling resisten diantara semua organisme hidup. Untuk mengetahui hal
tersebut, diperlukan bakteri berspora dalam pembuktiannya karena spora bersifat
lebih tahan terhadap pengaruh luar yang tidak sesuai dibandingkan dengan bakteri
biasa (bentuk vegetatif). Efektifitas sterilisasi tergantung pada jumlah dan jenis
mikroorganisme, jumlah dan jenis kontaminasi oleh zat lain, serta ada tidaknya
tempat-tempat perlindungan mikroorganisme pada alat (misalnya pada alat yang
bergigi)1
Sterilisasi adalah suatu proses yang menghancurkan semua bentuk
kehidupan mikroba, termasuk spora, pada permukaan benda mati. Prosesnya dapat
berupa pemanasan, pemberian zat kimia, radiasi, atau filtrasi . Ruang steril sangat
penting dalam bidang kesehatan, contoh ruang steril antara lain ruang bedah,
ruang pasca operasi, termasuk dalam industri farmasi, khususnya sediaan steril
(injeksi dan lain-lain). Ruang-ruang tersebut dibutuhka adanya pengujian
sterilisasi yang baku. Untuk pengujian tersebut dibutuhkan adanya kesterilannya
sebab diharapkan tidak adanya kontak bakteri dengan bahan atau alat yang
digunakan yang pada akhirnya akan merugikan bagi manusia.Penyimpanan
dengan lampu UV berfungsi untuk menjaga alat yang telah melewati proses
sterilisasi dan pengeringan agar tetap steril. Lampu germisidaladalah lampu yang
memancarkan sinar ultraviolet dengan konsentrasi tinggi.Daya germisidal paling
efektif terletak pada daerah 260 – 270 nm. Salah satu faktor yang menentukan di
dalam keberhasilan kita melakukan uji inokulasi adalah kwalitas dari LAF Cabinet
itu sendiri terutama pada bahan lapisan filter HEPA (High efficiency particlate Air
Filter) yang digunakan sangat mempengaruhi tingkat kesterilan ruang LAF, tiupan
aliran udara dari blower juga tingkat kesterilan media, alat , juga kedisiplinan
pengguna.
METODE PRAKTIKUM
Jenis Praktikum
Metode yang digunakan dalam percobaan sterilisasi ruangan
menggunakanmetode eksperimental. Dimana pengukuran pada ruangan yang
steril yaitu LAF yang terlebih dahulu disemprotkan dengan alkohol yang 70%.
Dengan membandingkan jumlah pertumbuhan koloni yang terdapat pada medium
NA danPDA.
Alat dan Bahan
Bahan yang di gunakan pada percobaan ini adalah medium NA (Nutrient
Agar), medium PDA (Potato Dextrosa Agar). Adapun alat yang digunakan pada
percobaan ini adalah Cawan petri, enlemeyer, LAF (Laminar Air Flow), lampu
spiritus, dan spoit.

Cara kerja
Pengujian Awal
Dalam penyiapan media yaitu NA yaitu pertama Disiapkan alat dan bahan
yang dibutuhkan. Ditimbang bahan yang dibutuhkan. Dilarutkan dengan aquades
dengan gelas kimia. Dipanaskan hingga larut. Disterilkan ke dalam autoklaf pada
suhu 121ºC selama 15 menit. Dan dalam penyiapan medium PDA yaitu Disiapkan
alat dan bahan yang dibutuhkan. Dilarutkan dengan aquades dengan gelas kimia.
Dipanaskan hingga larut. Disterilkan ke dalam autoklaf pada suhu 121ºC selama
15 menit.
Dibuat medium Na dan PDA, kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri
sebanyak 9-10 mL dan dibiarkan memadat. Setelah itu, capet yang berisi medium
tadi dimasukkan ke dalam Laminar Air Flow dalam keadaan capet dibuka 1/3
bagian. Lalu diamkan selama 15 menit, setelah itu diinkubasi, untukbakteri 1 x 24
jam sedangkanuntukjamur 3 x 24 jam. Kemudian diamati.

Pengujian Akhir
Dibuat medium Na dan PDA, kemudian dimasukkan ke dalam cawan petri
sebanyak 9-10 mL dan dibiarkan memadat. Sementara itu, dilakukan
penyemprotan Alkohol 70% pada Laminar Air Flow (LAF lalu didiamkan selama
15 menit. Setelah itu, capet yang berisi medium tadi dimasukkan ke dalam
Laminar Air Flow yang telah diaktifkan dalam keadaan capet dibuka 1/3 bagian.
Lalu diamkan selama 15 menit, setelah itu diinkubasi, untukbakteri 1 x 24 jam
sedangkanuntukjamur 3 x 24 jam. Kemudian diamati.
Analisis Hasil
Hasil praktikum berupa jumlah koloni mikroorganisme. Masing-masing
ruang akan dikategorikan berdasarkan jumlah koloni kontaminannya sesuai
dengan CPOB.
HASIL PRAKTIKUM
Tabel 1. Uji Analisis Sterilitas Ruangan dan Personil

Tabel Jumlah Koloni

Medium Awal Akhir Keterangan


NA - 13 Kelas C
NA - 7 Kelas B
PDA - 9 Kelas B
PDA - 2 Kelas B

PEMBAHASAN
Sterilisasi merupakan proses yang menghancurkan semua bentuk
kehidupan. Sterilisasi adalah suatu proses yang menghancurkan semua bentuk
kehidupan mikroba, termasuk spora, pada permukaan benda mati. Prosesnya
dapatberupa pemanasan, pemberian zat kimia, radiasi, atau filtrasi. Menurut
BPOM, batas yang di sarankan untuk cemaran mikroba yaitu apabila sampel
udara untuk kelas A kurang dari 1cfu/m , kelas B 10 cfu/m , kelas C 100 cfu/m3,
3 3

dan kelas D 200 cfu/m . Batas cemaran mikroba untuk cawan kontak untuk kelas
3

A kurang dari 1cfu/plate, kelas B 5 cfu/plate , kelas C5cfu/plate, dan kelas D 50


cfu/plate.
Untuk hasil yang didapatkan pada praktikum dimana jumlah kontaminasi
pada LAF yaitu 13 koloni untuk medium NA dan pada medium PDA yaitu 9
koloni. Berdasarkan literature yang ada maka LAF (Laminar Air Flow) termasuk
ruang steril Kelas C untuk medium NA dan Kelas B untuk medium PDA.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum, jumlah mikroorganisme pada metode akhir
lebih banyak dari pada metode awal, dari yang seharusnya tentu sangat berbeda.
Hal ini disebabkan oleh faktor kesalahan yaitu kurang aseptis dalam perlakuan.

SARAN
Dalam melakukan praktikum harus teliti dan menjaga alat, seta dikerjakan
secara aseptis agar diperoleh hasil yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
1. Adji, D., Zuliyanti., Larashantyz, H. 2007, Perbandingan Efektifitas
Sterilisasi Alkohol 70% Inframerah, Otoklaf, dan Ozon Terhadap
Pertumbuhan Bakteri Bactilus Subtillis, J Sain Vet,
2. Gruendemann, B.J., dan Fernsebner, B. 2006. Buku Ajar Keperawatan
3. Perioperatif . Kedokteran EGC. Jakarta.
4. Hadioetomo, R. S., 1985, Mikrobiologi Dasar dalam Praktek, Jakarta : PT.
Gramedia.
5. Harjanto S dan Rahardjo, 20017, Peran Laminar Air Flow Cabinet Dalam Uji
Mikroorganisme Untuk Menunjang Keselamatan Kerja Mahasiswa Di
Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Pendidikan, Departemen Kimia
Fakultas Sains dan Matematika, Semarang : Universitas Diponegoro

LAMPIRAN

Foto
Uji sterilitas ruangan
(a)
(b)
Gambar 1. Hasil
uji sterilitas ruangan pada LAF: (a) sebelum penyemprotan alkohol, (b)
setelah penyemprotan alkohol