Anda di halaman 1dari 7

Teknik Observasi Dalam Tes Psikodiagnostik

Alasan menggunakan teknik observasi :

1. Informasi dapat diperoleh secara langsung


2. Untuk mendeskripsikan nature (bagaimana perilaku berlangsung)
3. Mengeneralisasi dan menguji hipotesis(observasi awal eksperimen)
4. Karena metode lain tidak dapat diterapkan, misalnya ingin mengetahui
bagaimana reaksi keluarga ketika keluarga kehilangan anggota keluarganya karena
kematian, atau bagaimana reaksi anak saat mendapat potongan uang saku dari ora
ng tua.
5. Ada bukti fisik, atau hasil yang dapat mudah dilihat

 Tujuan teknik observasi :

Sebagai alternative metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial. Observasi


merupakan salah satu kegiatan ilmiah empiris yang mendasarkan fakta-fakta lapangan
maupun teks, melalui pengalaman panca indra tanpa menggunakan manipulasi
apapun.
Tujuan dari observasi adalah deskripsi, pada penelitian kualitatif melahirkan teori dan
hipotesis, atau pada penelitian kuantitatif digunakan untuk menguji teori dan hipotesis.
Untuk dapat mendekati fenomena sosial, seorang observer atau pengamat perlu
memiliki kedekatan akses dengan setting dan subjek penelitian. Melakukan teknik
observasi harus memperhatikan prinsip etis yaitu, menghormati harkat dan martabat
kemanusiaan (respect for human dignity), privasi dan kerahasiaan subjek (respect for
privacy and confidentiality), keadilan dan inklusivitas (respect for justice and
nclusiveness), memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing
harms and benefits).
Metode observasi, apabila diposisikan sebagai satu bagian spectrum metodologis yang
mencakup teknik dan strategi pengumpulan data secara proporsional, maka akan
mencapai tingkat keandalan (reliabilitas) yang tinggi, sehingga menjadi landasan
fundamental bagi semua metode yang ada, untuk menemukan kebijakan-kebijakan
strategis pembangunan
TEKNIK OBSERVASI

Pengertian observasi.

Observasi menurut Paulne Young adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja
atau terencana dan sistematis melalui penglihatan pengamatan terhadap gejala-gejala
spontan yang terjadi pada saat itu.
Jakoda mendefinisikan observasi secara lebih luas yaitu bahwa observasi adalah suatu
cara yang paling dasar untuk mendapatkan informasi mengenai gejala-gejala sosial
mengenai proses pengamatan.

Kedudukan observasi dalam psikodiagnostik


Kedudukan observasi dalam psikodiagnostik berkaitan dengan proses penyelidikan
untuk mengidentifikasi dan memahami variabel psikologis untuk penegakan diagnosis.

Aspek yang diobservasi dan contoh-contohnya ;


1.       Perilaku verbal : Dialek, volume, intonasi, salah ucap, content, gagap, cadel.
2.       Perilaku Non-verbal : Ekspresi wajah, bahasa tubuh.
3.       Peristiwa / kejadian: Banjir, kebakaran, upacara pernikahan, wisuda,
4.       Setting & Lingkungan alam :Setting tempat dirumah, dikampus, dipasar.
Setting waktu : pagi, siang, saat matahari terbenam, jam ... WIB Lingk. Fisik : warna
cat, pintu, jendela, lampu, hiasan dinding, marka jalan Lingk. Sosial : jumlah siswa,
interaksi yg terjadi.
5.   interaksi objek & lingkungan = Cara pedagang melayani pembeli, Sikap ramah,
kedisiplinan
Berdasarkan tujuan / variabel yang menjadi target : Ekspresi verbal, non verbal,
respons verbal/non verbal/perilaku terhadap stimulus, atau kemunculan indikator
khusus.
Level observasi : bisa aspek khusus dari perilaku individu, kelompok, dan situasi/proses
Waktu (kapan, kecepatan, durasi), lokasi (tempat), penampakan eksterior (cara jalan,
berpakaian), gaya bahasa (intonasi, pilihan kata).

Secara umum setiap observasi yang dilakukan tercakup dalam tiga


dimensi, yaitu :

1. Partisipan dan Nonpartisipan


2. Overt dan Covert
3. Alamiah dan Buatan
Fungsi Observasi :

1.   Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang bersifat eksploratif


Bila kita belum mengetahui sama sekali permasalahan, biasanya penelitian-penelitian
pertama dilakukan melalui pengamatan di tempat-tempat gejala terjadi.

2.   Sebagai metode pembantu dalam penelitian yang sifatnya sudah lebih mendalam.
Dalam hal ini biasanya observasi dijadikan sebagai metode pembantu untuk menunjang
wawancara sebagai metode utama. Observasi akan membantu untuk mengontrol,
memeriksa di lapangan, seberapa jauh hasil wawancara tersebut sesuai dengan fakta
yang ada.

3.   Sebagai metode utama dalam penelitian. Penelitian-penelitian yang menyangkut


tingkah laku bayi ataupun hewan akan menggunakan metode observasi.

Keuntungan metode observasi :

1.   Memungkinkan perekaman gejala-gejala pada waktu terjadinya/apa adanya.


2.   Dengan pengamatan langsung dapat mengetest kebenaran dan keyakinan peneliti,
kebenaran data dan menghapus keraguan adanya bias.
3.   Ada studi sosial atau psikologis yang tidak mungkin menggunakan metode lain, jadi
metode observasi merupakan satu-satunya metode yang dapat dilakukan.
Contoh : meneliti tingkah laku hewan, anak-anak,bayi,orang yang terganggu jiwa, orang
cacat mental.
4.   Observasi tidak tergantung pada kemauan objek yang diobservasi untuk melaporkan
atau menceritakan pengalamannya. Misalnya : bila akan mengobservasi orang yang
akan menempuh ujian, maka tidak perlu menanyakan apakah orang yang akan
diobservasi bersedia atau tidak diobservasi.
5.   Mampu memahami tingkah laku yang kompleks dan situasi yang rumit
6.   Memperoleh gambaran berbagai tingkah laku dalam waktu yang bersamaan.

Kelemahan metode observasi  :

1. observasi sangat tergantung pada individu yang melakukan observasi


-          Terjadi hallo effect : Tanpa pengarahan yang terperinci akan diperoleh hasil yang
sangat subjektif, dimana observer cenderung menilai seseorang dengan sikap
menggneralisasikan penilaian (positif/negative). Misalnya jika kita menyukai seseorang,
kita cenderung memberikan penilaian positif padanya dan untuk seterusnya akan timbul
kecenderungan memberikan penilaian positif, demikian pula sebaliknya.
-          Ada refleksi observer, yaitu berpengaruhnya struktur kepribadian observer
(berkaitan dengan latar belakang observer)

2. observasi dipengaruhi oleh responden yang diamati


Jika responden  yang diamati mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi, bisa
terjadi hawthome effect, yaitu suatu kecenderungan pada individu untuk mengatur
tingkah lakunya agar tampak menjadi lebih baik, sehingga menjadi berbeda dari kondisi
yang alamiah.

Berdasarkan prosedur dan pelaksanaanya, Pauline Young membagi


observasi menjadi dua jenis, yaitu :
1.       Controlled observation ( observasi terstruktur)
2.       Uncontrolled observation ( observasi tidak terstruktur)

Controlled observation adalah suatu observasi yang prosedur dan pelaksanaannya


sangat ketat dan biasanya dibantu dengan alat-alat yang peka , dan dalam lembar
observasinya dipergunakan proses control yang memungkinkan observasi untuk
dilakukan kembali. Oleh larena itu lembar observasinya biasanya sangat terperinci  dan
rancangan sangat kompeleks. Selain itu biasanya sebelum observasi dilakukan
simulasi terlebih dahulu.

Uncontrolled observation adalah diartikan sebagai suatu proses observasi  yang


dilakukan secara spontan terhadap suatu gejala tertentu tanpa mempergunakan alat-
alat yang peka.

Jenis-jenis observasi Berdasarkan keterlibatan observer :

-          Observasi Non – Partisipan


observer tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan.
Observer berlaku sebagai penonton.
Kelemahannya : observer akan bertingkah laku tidak wajar/dibuat-buat jika tahu bahwa
dirinya sedang di observasi.
Cara mengatasinya adalah hendaknya observer dapat mengatur sedemikian rupa,
sehingga observasi itu berlangsung secara tidak formal, seakan-akan tanpa
kesengajaan.

-      Observasi partipisan
Berpartisipasi secara lengkap. Peneliti menjadi anggota penuh dari kelompok yang
diamati sehingga peneliti mengetahui dan menghayati secara utuh dan mendalam
sebagaimana yang dialami subjek yang diteliti lainnya.
Berpartisipasi secara fungsional. Maksudnya peneliti sebenarnya bukan anggota asli
kelompok yang diteliti, melainkan dalam peristiwa – peristiwa tertentu bergabung dan
berpartisipasi dengan subjek yang diteliti dalam kapasitas sebagai pengamat.
Berpartisipasi sebagai pengamat. Peneliti ikut berpartisipasi dengan kelompok subjek
yang diteliti, tetapi hubungan antara peneliti dan subjek yang diteliti bersifat terbuka,
tahu sama tahu, akrab, bahkan subjek yang diteliti sebagai sponsor penelitian itu
sendiri. Kepentingan penelitian tidak hanya bagi peneliti, melainkan juga bagi subjek
yang diteliti
Observasi partisipan

Observer turut ambil bagian & ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh subyek
yang diselidiki.
Observer sbg pelaku atau peserta.
Umumnya digunakan untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Untuk menyelidiki
satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa
Bentuk ini pada dasarnya timbul sebagai usaha untuk mengatasi kelemahan dari
observasi non-partisipan.

Syarat-syarat Observer yang baik


1. Memiliki alat indera yang baik
2. Adanya minat dan kesediaan melakukan observasi
3. Mengerti latar belakang tentang materi yg akan diobservasi
4. Mampu memahami kode–kode/tanda–tanda tingkah laku untuk membedakan tingkah
laku yang satu dg yang lain.
5. Membagi perhatian dan memusatkan perhatian
6. Dapat melihat hal –hal yang detail
7. Dapat mereaksi dengan cepat dan menerangkan contoh – contoh tingkah laku
secara verbal/ nonverbal.
8. Menjaga hubungan antar observer dan observee.
9. Observer sebaiknya bersikap netral dan bebas prasangka serta tidak cepat
mengambil keputusan.

 Langkah-langkah observasi dalam penelitian

Rummel telah merumuskan petunjuk–petunjuk penting bagi mereka yang


menggunakan metode observasi untuk mengumpulkan fakta – fakta seperti berikut ini.
Problem research, Perlu bekal pengetahuan ttg apa yang akan diobservasi. Dari
penelitian terdahulu, literatur, dll.

Selidiki tujuan–tujuan, baik secara umum maupun khusus untuk menentukan apa yang
harus diobservasi.
Perumusan masalah dan aspek–aspek khusus dari penyelidikan akan menentukan apa
yang harus diobservasi.

Buatlah suatu cara untuk mencatat hasil–hasil observasi.


Adakan dan batasi dengan tegas macam–macam kategori yg akan digunakan.
Kecuali mencatat jumlah frekuensi dari suatu jenis tingkah laku, sering kali penyelidik
perlu mengetahui besar kecilnya jenis tingkah laku yang muncul.

Adakan observasi secermat – cermatnya.


Catatlah tiap gejala secara terpisah.
Ketahuilah dengan baik alat – alat pencatatan dan tata cara mencatat sebelum
melakukan observasi.

yang perlu diperhatikan agar hasil optimal :

Dalam penelitian sosial observasi biasanya dilakukan untuk mengamati gejala-gejala


sosial, seperti suasana kerja di pabrik/perusahaan, gerakan yg menyangkut t.l manusia,
upacara keagamaan yg sangat suci
Biasanya dikenakan pada gejala sosial yg sangat kompleks & di dalam
melaksanakannya tanpa bantuan alat-alat yg peka.
Tingkah laku sosial yang terjadi
fenomena tingkah laku tertentu yang terjadi diantara para participan dalam setting tsb di
atas, perlu diperhatikan jenis-jenis tingkah laku apa,interaksi sosial apa yang terjadi
Tujuan
mengapa para participan dalam setting tersebut. di atas terkumpul, apakah
kebersamaan mereka ini sec. kebetulan saja, apakah berkumpul karena ada
kesengajaaan
Frekuensi dan durasi
beberapa gejala yang diobservasi tsb terjadi dan berapa lama setiap gejala itu terjadI

Anda mungkin juga menyukai