Anda di halaman 1dari 41

DAFTAR KELENGKAPAN RC

Unit Organisasi :
Satuan Kerja : PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM JAWA TIMUR
PPK :
Nama Paket : Optimalisasi SPAM Kab. Ponorogo
Nilai Pagu : Rp. 23.434.335.000
Lokasi : Kab. Ponorogo - Jatim
Tahun Anggaran : 2020

NO. Uraian Dokumen Lengkap Belum Lengkap Keterangan

A. FISIK
1 Surat Permohonan × Belum ada
2 Spesifikasi Teknis √
3 DED √ Masih di cros cek TA WS
4 HPS √ Masih di cros cek TA WS
5 Bill of Quantity (BOQ) √ Masih di cros cek TA WS
6 Draft Kontrak √
7 SSKK √
8 SSUK √
9 DIPA / RKAKL × Belum ada
10 ID SIRUP × Belum ada
11 Spek Teknis (Daftar pe × Belum ada
ralatan dan personil
managemen)
12 Tabel identifikasi resiko × Belum ada
13 Metode Pelaksanaan × Belum ada
Unit Organisasi
Satuan Kerja PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM JAWA TIMUR
PPK
Nama Paket Optimalisasi SPAM Kab. Ponorogo
Nilai Pagu Rp. 23.434.335.000
Lokasi Kab. Ponorogo - Jatim
Tahun Anggaran 2020

No Uraian Muatan Standar dan Kriteria (Jika ada)

A. Rancangan Detail Kegiatan (Laporan DED)


A.1 Pendahuluan

A.1.1 Latar Belakang

A.1.2 Sasaran Kegiatan


Menjelaskan latar belakang kegiatan perencanaan,
A.1.3 Lingkup Kegiatan sasaran dan lingkup kegiatan serta lokasi kegiatan

A.1.4 Lokasi Kegiatan

A.2 Gambaran Umum Lokasi


Mejelaskan keadaan daerah: geografis (dataran
rendah, pegunungan), geologis, hidrologis,
topografis, klimatologis. Manfaatkan data sekunder.
A..2.1 Kondisi Fisik Daerah
Harus ada peta-peta kab/kota, kecamatan, berisi
batas administrasi, kawasan perumahan, industri,
pendidikan, fasilitas umum, fasilitas sosial, jalan, dll
Menguraikan sarana dan prasarana yang ada,
meliputi: pengelolaan air limbah, persampahan,
A..2.2 Sarana dan Prasarana drainase, sarana perekonomian, sosial dan
kesehatan, peribadatan, transportasi, listrik,
telepon, jalan, obyek wisata

Menjelaskan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya


masyarakat setempat, buatkan tabel-tabelnya:
A..2.3 Sosial, Ekonomi, dan Budaya
PDRB, pekerjaan, adat-tradisi-budaya, migrasi
(urbanisasi), industri, dll
Mengraikan sarana kesehatan dan sanitasi
lingkungan, statistik kesehatan, insidensi sakit,
angka kelahiran, kematian, data penyakit menular
A..2.4 Sarana Kesehatan Lingkungan lewat air (pemula atau waterborne deseases), dan
penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air
seperti penyakit gangguan kulit (water ralated
deseases).

Uraikan dan tabelkan semua penataan ruang dan


lahan, tata guna lahan eksisting, perubahan tata
A..2.5 Ruang dan Lahan
guna lahan pada 5 – 10 tahun terakhir dan
kebijakan tata ruang daerah
Uraikan data kependudukan, yang meliputi jumlah
penduduk, kepadatan, dan penyebarannya, dirinci
A..2.6 Kependudukan
perkecamatan / kelurahan / desa (dalam bentuk
tabel).

A.3 SPAM Eksisting


yang digunakan dan tahun pemasangan jaringan
pipa distribusi dan dicantumkan nama kecamatan
dan kelurahan yang mendapat pelayanan distribusi.
Dilengkapi dengan peta jaringan distribusi utama
(JDU)

Unit Pelayanan
Menjelaskan mengenai jumlah sambungan rumah,
hidran umum dan terminal air. Jelaskan daerah
yang terlayani oleh SPAM JP dan jumlah KK yang
terlayani.
Jelaskan tingkat pelayanan air minum yang
diselenggarakan oleh PDAM, UPTD/BLU,
KSM/masyarakat, BUS, Koperasi
Dilengkapi dengan tabel pelayanan air minum.

Tingkat Kehilangan Air


A.3.1 Kondisi SPAM Eksisting Menjelaskan tingkat kehilangan air baik yang terjadi
di unit produksi maupun unit distribusi. Kehilangan
air secara teknis disebabkan oleh kebocoran pada
pipa transmisi dan pipa induk, kebocoran dan
luapan pada tangki reservoir, kebocoran pada pipa
dinas hingga meter pelanggan. Tingkat kehilangan
air dapat dilihat dari hasil pengukuran water meter,
jika tidak tersedia maka tingkat kehilangan air pada
unit distribusi dapat dihitung menggunakan
persamaan berikut ini :

Kehilangan air = (air yang didistribusikan-air yang


terjual)/(air yang didistribusikan) x100%

jelaskan pula tingkat kehilangan air yang


disebabkan oleh faktor non teknis, seperti ada
tidaknya sambungan liar (konsumsi air tidak
resmi,ketidak-akuratan meter pelanggan, dan
Menjelaskan mengenai seluruh permasalahan
A.3.2 Permasalahan SPAM Eksisting penyelenggaraan SPAM yang dihadapi oleh
pemerintah kabupaten baik aspek teknis, keuangan
maupun aspek non teknis

Menjelaskan usulan unit-unit SPAM yang akan


dilakukan perencanaan teknis detilnya sebagai
Usulan Kegiatan SPAM Sesuai upaya penyelesaian permasalahan SPAM yang ada
A.3.3
dengan NUWSP dan disesuaikan dengan persyaratan komponen
kegiatan NUWSP hasil Self Assesment Tools dan
tujuan NUWSP pada komponen tersebut

Menjelaskan lokasi lahan yang akan digunakan


untuk unit-unit SPAM yang akan direncanakan (unit
air baku, IPA, reservoir, ruang pompa, ruang
A.3.4 Kesiapan Lahan genset, ruang laboratorium, gudang bahan kimia &
bangunan pendukung lainnya). Juga menjelaskan
ukuran dan status kepemilikan serta upaya
pembebasannya (jika ada)

Menjelaskan Kesiapan Dana Pendamping (Sumber


A.3.5 Kesiapan Dana Pendamping dan alokasi dana) untuk unit-unit SPAM yang akan
dibangun
A.4 Standar / Kriteria Perencanaan

A.4.1 Periode Perencanaan


Menjelaskan periode perencanaan yang dilakukan
A.4.2 Standar Kebutuhan Air

Memenuhi persyaratan kualitas air minum


A.4.2.1 Kriteria Kualitas Air Minum
berdasarkan PermenKes No.492 Tahun 2010)

Jika tingkat konsumsi air eksisting sama dengan


A.4.2.2 Kriteria Kuantitas Air Minum atau lebih tinggi dari acuan standar kebutuhan,
maka digunakan angka konsumsi air eksisting

A.4.2.3 Kriteria Kontinuitas Air Minum


Memenuhi pelayanan 24 jam

Perhitungan proyeksi jumlah penduduk selama


periode perencanaan (metoda perhitungan proyeksi
A.4.3 Proyeksi Penduduk
penduduk sebagaimana tertuang dalam Lampiran
B Permen PU no. 18 tahun 2007)
Perhitungan proyeksi kebutuhan air minum
menggunakan parameter: (1) tingkat pelayanan, (2)
Standar Kebutuhan Air (Domestik tingkat kebutuhan air, (3) penurunan kehilangan
A.4.4
dan Non Domestik) air. Kebutuhan air minum terdiri dari kebutuhan air
domestik dan air non domestik (sebesar 15% dari
kebutuhan domestik)

A.4.5 Kriteria Perencanaan Unit SPAM

Sumber air baku dapat berupa a) mata air; b) air


tanah; dan c) air permukaan. Ketentuan Teknis
A.4.5.1 Unit Air Baku untuk masing-masing jenis dapat mengacu kepada
Lampiran 3 KETENTUAN TEKNIS SPAM JP
Permen PUPR No. 27 tahun 2016

Perencanaan teknis unit transmisi harus


mengoptimalkan jarak antara unit air baku menuju
unit produksi yang dilengkapi dengan Katup
A.4.5.2 Unit Transmisi pelepas udara, Katup pelepas tekanan, Katup
penguras dan Katup ventilasi udara. Kriteria pipa
transmisi mengacu kepada Lampiran 3 Ketentuan
Teknis SPAM JP Permen PUPR No. 27 Tahun
2016

Perencanaan teknis pengembangan SPAM unit


produksi disusun berdasarkan kajian kualitas air
yang akan diolah, dimana kondisi rata-rata dan
terburuk yang mungkin terjadi dijadikan sebagai
acuan dalam penetapan proses pengolahan air,
yang kemudian dikaitkan dengan sasaran standar
kualitas air minum yang akan dicapai. Unit produksi
dapat terdiri dari unit koagulasi, flokulasi,
sedimentasi, filtrasi, netralisasi, dan desinfeksi.
A.4.5.3 Unit Produksi
Perencanaan unit produksi antara lain dapat
mengikuti standar berikut ini:
1) SNI 03-3981-1995 tentang tata cara
perencanaan instalasi saringan pasir lambat;
2) SNI 19-6773-2002 tentang Spesifikasi Unit Paket
Instalasi Penjernihan Air Sistem Konvensional
Dengan Struktur Baja;
3) SNI 19-6774-2002 tentang Tata Cara
Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air.
Volume reservoir pelayanan (service reservoir)
ditentukan berdasarkan:
a) Jumlah volume air maksimum yang harus
ditampung pada saat pemakaian air minimum
ditambah volume air yang harus disediakan pada
saat pengaliran jam puncak karena adanya
fluktuasi pemakaian air di wilayah pelayanan dan
periode pengisian reservoir.
b) Cadangan air untuk pemadam kebakaran kota
sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk
daerah setempat Dinas Kebakaran.
c) Kebutuhan air khusus, yaitu pengurasan
reservoir, taman dan peristiwa khusus.

Metoda Perhitungan Volume Efektif Reservoir


(Mengacu kepada Lampiran 3 Ketentuan Teknis
SPAM JP PermenPUPR No. 27 Tahn 2016)
1) Secara tabulasi, 2) Metoda kurva masa, 3)
Secara persentase

A.4.5.4 - Unit Distribusi


Tipe sistem distribusi ditentukan berdasarkan
keadaan topografi wilayah pelayanan. Jika keadaan
topografi tidak memungkinkan untuk sistem
gravitasi seluruhnya, diusulkan kombinasi sistem
gravitasi dan pompa. Jika terdapat perbedaan
elevasi wilayah pelayanan terlalu besar atau lebih
dari 40 m, wilayah pelayanan dibagi menjadi
beberapa zone sedemikian rupa sehingga
memenuhi persyaratan tekanan minimum. Kriteria
pipa transmisi mengacu kepada Lampiran 3
Ketentuan Teknis SPAM JP Permen PUPR No. 27
Tahun 2016

Debit pompa distribusi ditentukan berdasarkan


fluktuasi pemakaian air dalam satu hari. Pompa
harus mampu mensuplai debit air saat jam puncak.
Ketentuan teknis teknis pompa dapat mengacu
kepada Lampiran 3 Ketentuan Teknis SPAM JP
PermenPUPR No. 27 Tahn 2016

Merupakan titik pengambilan air yang terdiri atas


A.4.5.5 Unit Pelayanan sambungan langsung, hidran umum, dan/atau
hidran kebakaran.
A.5 Rencana Pengembangan dan Detail Desain

Rencana Komponen Sistem yang Menjelaskan komponen tiap unit dari rencana
A.5.1
akan dibangun sistem yang akan dibangun

Menggambarkan lokasi detil daerah rencana


A.5.2 Rencana Daerah Pelayanan pelayanan
Menguraikan kondisi fisik khusus daerah rencana
pelayanan
Perhitungan jumlah penduduk dan kebutuhan air di
A.5.3 Proyeksi Penduduk & Kebutuhan Air
daerah pelayanan hasil proyeksi

Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi penduduk


di daerah pelayanan dan proyeksi kebutuhan air di
A.5.4 Kapasitas Sistem wilayah pelayanan disajikan ringkasan hasil analisa
besarnya kebutuhan air dan rencana kapasitas
sistem
A.5.5 Perencanaan Detail Unit SPAM

- Menjelaskan rencana unit air baku terpilih yang


akan dimanfaatkan (Jenis dan Lokasi Sumber).
- Bangunan pengambil air baku disesuaikan
A.5.5.1 Unit Air Baku dengan jenis air baku yang digunakan (air
permukaan, air tanah dan mata air). Komponen
Unit Air Baku yang digunakan serta kriteria teknis
-dapat mengacupanjang,
Menjelaskan kepada dimater
Lampiran 3 Permen
dan PUPR
jenis pipa serta
No. 27 Tahun
aksesoris yang2016.
digunakan dalam jaringan pipa
transmisi. Jaringan pipa yang digunakan dapat
berupa jenis PVC, HDPE dan galvanis. Spesifikasi
teknis untuk pipa PVC mengacu kepada SNI 03-
6419-2000 dan SK SNI S-20-1990-2003, untuk pipa
Polietilena Untuk Air Minum mengacu kepada SNI
06-4829-2005, pipa baja kelas medium mengacu
kepada Standar BS 1387-67.

Sebagai metode analisis kondisi jaringan (eksisting


dan perencanaan), debit aliran dan tekanan yang
kritis di jaringan. Penentuan diameter pipa dapat
menggunakan formula Hazen- William

Q = 0,27853 C.D2.63S0,54
S =[Q/(0,27853.C.D2.63)]1.85
A.5.5.2 Unit Transmisi Hf = S x L
D = [Q/(0,27853.C.S0,54)]0.38
C = Koefisien kekasaran dalam pipa
v = Q/A (m/dt)
A = 0.25xπxD2
D = Diameter pipa (m)
Q = Debit pengaliran (m3/dt)
S = Slope/kemiringan hidrolis
Hf= Kehilangan Tekanan kerena friksi dalam pipa
(m).
L = Jarak/Panjang pipa (m)
v = Kecepatan pengaliran (m/dt)
A = Luas permukaan pipa (m2)
π = 3.14
Analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan
aplikasi epanet 2.0. otuput data dapat berupa tabel
dan grafik
Perhitungan mengacu pada tata cara perancangan
A.5.5.3 Unit Produksi
teknis unit produksi terpilih

Tipe sistem distribusi ditentukan berdasarkan


keadaan topografi wilayah pelayanan. Jika keadaan
topografi tidak memungkinkan untuk sistem
gravitasi seluruhnya, diusulkan kombinasi sistem
gravitasi dan pompa. Dalam mendesain sistem
distribusi harus diperhatikan tekanan air minimum/
A.5.5.4 Unit Distribusi maksimum dalam perpipaan dan kecepatan air
minimum/ maksimum didalam perpipaan

Menjelaskan panjang, dimater dan jenis pipa serta


aksesoris yang digunakan dalam jaringan pipa
distribusi. Jaringan pipa yang digunakan dapat
berupa jenis PVC, HDPE dan galvanis. Spesifikasi
teknis untuk pipa PVC mengacu kepada SNI 03-
6419-2000 dan SK SNI S-20-1990-2003, untuk pipa
Polietilena Untuk Air Minum mengacu kepada SNI
06-4829-2005, pipa baja kelas medium mengacu
kepada Standar BS 1387-67
Unit Pelayanan terdiri dari sambungan rumah,
A.5.5.5 Unit Pelayanan hidran/kran umum, terminal air, hidran kebakaran
dan meter air.
A.5.6 Sebagai metode analisis kondisi jaringan distribusi
(eksisting dan perencanaan), debit aliran dan
Analisa Jaringan Pipa Distribusi tekanan yang kritis di jaringan distribusi. Analisis ini
(menggunakan Epanet) dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi
Epanet 2.0. output data dapat berupa tabel dan
grafik
A.5.6.1 tekanan, kecepatan aliran dianalisa sesuai dgn
Tabel hasil analisis
kriteria
A.5.6.2 Gambar analisis
A.5.6.3 Disesuaikan dgn jam operasi pelayanan PDAM
Simulasi waktu running Epanet
(pattern) 8, 12, 24 jam masing-masing. Patern transmisi dan distribusi
disesuaikan dengan SNI
A.5.6.4 Penggambaran node proposional sesuai kontur
Simulasi Epanet memakai backdrop
lapangan
A.5.6.5 Digambarkan sesuai dengan lingkup kegiatan
Aksesoris (PRV, Gate Valve, dsb)
dengan input pattern tersendiri
A.5.6.6 Grafik Kurva Pompa (Jika sistem
menggunakan pompa)
A.5.6.7 Diameter Pipa Input untuk epanet memakai diameter dalam
A.5.6.8

Nilai koefisien pipa Disesuaikan dengan jenis dan umur pipa yang dipas

penamaan dibedakan antara pipa eksisting dan


Pelabelan terhadap pipa
yang baru
B. Perhitungan dan Gambar Teknis
B.1 Gambar Teknis
Gambar layout rencana lahan, site
B.1.1 plan, kontur tanah, tata letak
bangunan)

Gambar desain (Denah, potongan


B.1.2
dan detail bangunan SPAM)

Gambar bangunan penunjuang


B.1.3
(denah, potongan dan detail)

Gambar jaringan pipa (layout, profil


B.1.4 hidrolis, deatil junction, profil
memanjang dan melintang)

Gambar typical dan detail (jembatan,


B.1.5 perlintasan, thrust block, wash out,
dll)

B.1.6 Gambar Mekanikal-elektrikal


B.2 Nota Desain

B.2.1 Kriteria Perencanaan Kriteria perencanaan yang digunakan dalam


analisa dan perhitungan detil

Perhitungan Perencanaan per unit Analisa Perhitungan Perencanaan, dilengkapi data


B.2.2 sistem (sesuai dengan lingkup hasil pengukuran, Survey Topografi, Hasil
kegiatan) Penyelidikan Tanah, Hasil Analisa Kualitas Air Baku
(sesuai dengan lingkup perencanaan)
C. Rencana Anggaran Biaya
C.1 Harga Satuan Upah & Bahan Perhitungan anggaran biaya disusun dengan
memperhatikan rencana kerja dan syarat-syarat
(RKS) dan gambar perencanaan teknis. RAB terdiri
dari Harga Satuan Upah & Bahan, analisa harga
satuan dan analisa anggaran biaya per unit
C.2 Analisa Harga Satuan
bangunan dan Rekap RAB. Perhitungan analisis
harga satuan pekerjaan dapat mengacu kepada
Permen PUPR No. 28 Tahun 2016 tentang AHSP
C.3 Rencana Anggaran Biaya tiap unit Bidang Cipta Karya.
Menjelaskan juga rencana sumber dana untuk
setiap unit SPAM yang akan dibangun.
C.4 Rekapitulasi Biaya

D. Spesifikasi Teknis

Menjelaskan informasi umum terkait pekerjaan


D.1 Spesifikasi Umum seperti : lokasi pekerjaan, lingkup pekerjaan yang
akan dilakukan, tanda papan nama, perizinan, dll

Menjelaskan spesifikasi pekerjaan sipil (pekerjaan


tanah, pekerjaan beton, pekerjaan baja, pekerjaan
plesteran dan pasangan, pekerjaan lain-lain),
D.2 Spesifikasi Khusus
pekerjaan kayu, pekerjaan IPA, pengadaan dan
pemasangan pipa dan aksesoris, Pengujian
Hidrostatis dan desinfeksi)

Menguraikan tahapan dan jadwal pelaksanaan


E. Tahapan dan Jadwal Pelaksanaan
pembangunan yang akan dilakukan

Menguraikan Dokumen-dokumen pelaksanaan


Dokumen Pelaksanaan
F. kegiatan yang diperlukan seperti dokumen lelang,
Kegiatan jadwal pelelangan, pemaketan
DAFTAR CHEK LIST DED
R MINUM JAWA TIMUR

Check Memenuhi Krteria


Muatan di laporan (Hasil Identifikasi laporan)
Ada Tidak Ya Tidak

√ √ Sarana Penyediaan Air Bersih BNA PDAM Kab.


Ponorogo s.d akhir thun 2018 melayani 6.515 SR. Dari
jumlah penduduk sebesar 127.179 jiwa, atau melayani
√ √ sebesar 26%. Sumber air baku PDAM enggunakan
sumur bor dalam sebanyak 8 buah, dengan total
kapasias terpasang sebesar 176 l/dt, dan sebanyak 81
√ √ l/dt yang terpakai, ini dikarenakan ada 2 sumur bor yang
ridak berfungsi (Belakang kantor dan Kolam) yang
masing-masing berkapastas 12 dan 7,5 l/dt. Dengan
adanya SPAM NUWSP di IKK BNA Kabupaten Ponorogo,
√ √ maka akan meningkatkan pelanggan sebanyak 1.500 SR

√ √ Sudah menjelaskan kondisi fisik dan geografis daerah


dan dengan dilengkapi peta-peta Administrasi

Tidak ada penjelasan sarana dan prasarana yang ada,


meliputi: pengelolaan air limbah, persampahan, drainase,
√ √ sarana perekonomian, sosial dan kesehatan,
peribadatan, transportasi, listrik, telepon, jalan, obyek
wisata

sudah ada penjelasan sosial ekonomi dan budaya dan


√ √ sudah ada penjelsan tentang pertumbuhan sektor tetapi
tahun 2011
√ √ sudah ada penjelasan mengenai tentang sarana dan
fasilitas kesehatan

√ √ Ruang lahan ada tetapi belum dilengkapi dengan peta


RTRW

√ √ Data demografi yang ada adalah tahun 2011

Kondisi exixting sumber air baku dari 9 unti sumur bor


dalam dengan total produksi 129.816 M3, dari unti 2 unit
√ √ tidak terpakai yaitu di belakang kantor dan kolam,
masing-masing mempunyai debit sebesar 12 l/dt dan 7,5
l/dt. Secara keseluruhan kualitas sumber air memenuhi
syarat
Pada halaman IV-2...Kebocoran PDAM Kab. Ponorogo
√ √ adalah sebesar 24,7%, . Efisiensi produksi masih masih
rendah atau dibawah 80%, Jam Produksi tidak selama 24
jam pelanggan mendapatkan air. Pada halaman IV-6

Pada Bab VI. Rencana Pengembangan , belum ada


√ √ penjelasan rencana usulan untuk NUWSP, dan dengan
dilengkapai peta dan koordintas titik yang akan di
bangun,

√ √ belum ada uraian terkait kesiapan lahan untuk unit-unit


SPAM yang akan direncanakan

√ √ belum ada uraian terkait kesiapan Dana Pendamping

√ √ Periode perencanaan 10 tahun

Hasil laporan yang berdasarkan dari hasil lab, bahwa ada


√ √ beberapa kualitas air dari sumber Sumur 20 yang kualitas
(Fe&Mn) mendekati ambang batas

√ √ Kuantitas air minum sesuai dengan kriteria kota sedang


(140l/dt)

agar pelayanan bisa untuk memnuhi ke pelanggan


√ √ selama 24 jam, maka agar dilengkapi dengan 2 pompa (1
operasi, 1 cadangan) agar umur pompa sesui dengan
spesifikasi yang tertera dalam pompa

√ √ Sudah mencantumkan kebutuhan air melalui proyeksi


penduduk sesuai dengan umur perencanaan (10)tahun
Sudah ada dan lengkap perhitungan proyeksi kebutuhan
air minum menggunakan parameter sesuai dengan
√ √ standar antara lain: tingkat pelayanan, tingkat kebutuhan
air,penurunan kehilangan air. Kebutuhan air minum terdiri
dari kebutuhan air domestik dan air non domestik
(sebesar 15% dari kebutuhan domestik)

Sumber air baku yang digunakan adalah sumur dalam 2


√ √ titik, titik 1 terletak di desa Nologaten Kec. Ponorogo dan
1 unit lainya terletak di desa Singosaren Kec. Jenangan
kedua sumber tersebut sudah dilakukan Uji Geolistrik.

√ √ Jumlah Gate Vale rencana tidak sesuai antara RAB


dengan gambar penampang memanjang

Dalam RAB ada kegiatan optimlisasi unit produksi


√ √ Clorinasi dan aerator, tetapi dalam laporan DED tidak
tercantum
Kapasitas dan volume reservoar, tidak ada dasar
√ √ perhitungan berdasarkan jam puncak dan jam minimum,
termasuk cadangan untuk pemadam kebakaran dan
kebutuhan khusus

√ √ Sudah menjelaskan zona pelayanan berdasarkan


topografi

Pompa yang dipakai adalah pompa dengan kapasitas


20l/dt, sehingga sudah mampu untuk memenuhi dala
√ √ zona tersebut, tetapi direncanakan distribusi untuk 24
jam, sehingga perlu penambahan pompa cadangan agar
umur pompa bisa optimal

√ √ Unit pelayanan direncakan langsung keSambunga


Rumah

√ √ Dalam Bab IV-19 skematik sistem pengembangan BNA


Ponorogo, tetapi tidak ada penjelasan Ground Reservoar

√ √ Rencana pelayanan dijelaskan dalam Skematik SPAM


√ √ Kebutuhan air sudah di hitung berdasarkan proyeksi
penduduk dengan menggunakan Aritmetik

Kapasitas sistem sudah berdasarkan perhitungan


√ √ proyeksi kebutuhan air sesuai dengan umur perencanaan
(10 tahun)

Sumber air baku yang digunakan adalah sumur dalam 2


√ √ titik, titik 1 terletak di desa Nologaten Kec. Ponorogo dan
1 unit lainya terletak di desa Singosaren Kec. Jenangan
kedua sumber tersebut sudah dilakukan Uji Geolistrik.

√ √ Perencanaan jaringan distribusi menggunakan epanet


√ √ Distribusi untuk pelayanan ke masing-masing Zona


menggunakan Pompa

√ √ Unit pelayanan sesuai sudah mengakses untuk SR, dan


kabutuhan untuk fasilitas umum

√ √ terjadi negative pressure dikarenakan head pompa


singosaren hanya 40 meter

√ √ tidak ada tabel hasil analisis Ephanet


√ √

√ √ simulasinya cukup 24 jam , namun hasil awalnya running


tidak sukses,

√ √ Tidak ada hasil perhitungan epanet, untuk


mengambarkan hasil perhitungan Jaringan

√ √ Tidak memerlukan

√ √ Tidak ada grafik pompa


√ √ Diamater sesuai dengan yang direncanakan
Perhitungan hasil epanet, pipa yang direncanakan adalah
√ √ pipa HDPE, tetapi measukan nilan C nya 150,
seharusnya menggunakan nilai 140

√ √ Tidak Ada hasil perhitungan epanet

√ √ Gambar rencana lay out, site plan , kontur tanah dan tata
letak bangunan tidak ada, tidak ada arah mata angin

Pada gambar desain sumur hanya terdapat denah tidak


√ √ ada potongan, serta gambar tidak dilengkapi arah mata
angin, tidak dilengkapi gambar kontur tanah

Dalam Laporan DED tidak mencantuman kegiatan


√ √ pembangunan Rumah pompa dan Panel, tetapi dalam
RAB ada

Dalam gambar potongan memanjang seharusnya gambar


elevasi sejajar dengan gambar jalur pipa sehingga
meundahkan dalam pembacaan gambar dan
√ √ pelaksanaan dilapangan, tidak ada accessories pipa yang
digunakan, tidak terlihat gambat perlintasan sungai
sedangkan di rab ada. Dalam gambar tidak jelas mana
jalur sewelud dan mama jalur mrican.

Gambar typical yang ditampilkan adalah gambar standar ,


bukan gambar sesuai dengan pengukuran dilapangan,
√ √ pada RAB di buat siphon untuk perlitasan sungai, namun
pada gambar tidak gambar perlintasan sungai. tidak ada
arah mata angin

√ √ belum dilengkapi dengan gambar ME (wiring diagram)

√ √

√ √ Perhitungan Reservoar cukup lengkap dan detail


Perhitungan volume accessories tidak berdasarkan
√ √ gambar (tidak ada gambar yang menunjukkkan item ini),
untuk analisa perlintasan sungai dasarnya apa? Karena
tidak ada gambar perlintasan sungai (gambar tidak).

√ √ Analisa ada dan sudah sesuai dengan SNI

√ √ Ada dan sesuai dengan SNI

√ √ Ada dan sesuai dengan SNI

√ √ Ada, tetapi masih kurang legkap, BAB 8, BAB


11,12,13,14 tidak ada

√ √ Ada dan lengkap

√ √ Ada lengkap (kurva S)

√ √ Ada dan lengkap


Rekomendasi Perbaikan Laporan

Sudah cukup jelas menggambarkan

Cukup jelas

Lengkapi uraian sarana dan


prasarana dalam bentuk tabulasi,
peta

mohon bisa diupdate PDRB tahun


minimal 2019
Cukup lengkap

agar dilengkapi dengan peta RTRW

Update tabel Prosentase penduduk


dan kepadatan dengan
menggunakan data yang terupdate
(2019)

Cukup lengkap
Ditambahkan tabulasi yang
menjelaskan kapasitas produksi
yang belum optimal dimanfaatkan

Lengkapi usulan kegiatan NUWSP

ditambahkan uraian terkait kesiapan


lahan untuk unit-unit SPAM yang
akan direncanakan

ditambahkan uraian terkait kesiapan


Dana Pendamping

Cukup jelas

Sudah ada Clorinasi

Cukup jelas

Lengkapi dengan 2 pompa untuk


dioperasikan secara bergantian,
saat 1 beroperaso dan 1 cadangan.

Cukup lengkap
Cukup lengkap

Cukup lengkap

Dilengkapi dan disesuaikan antara


gambar dan RAB

Agar dicantumka dalam laporan


DED
dilengkapi dengan perhitungan
kapasitas reservoar, berdasarkan
debit pada in let dan oulet

Cukup lengkap

Perlu penambahan pompa


cadangan, agar umur pompa bisa
optimal

Lengkapi dengan skematik posisi


dan letak ground reservoar

Cukup lengkap
Cukup lengkap

Cukup lengkap
Cukup lengkap

Cukup lengkap

Poma singosaren dirubah headnya


menjadi 60 meter

dibuat tabel analisis

agar sukse head pompa singosaren


diganti 60

agar dilengkapi uraian dan


penjelasan perhitungan jaringan

Lengkapi dengan grafik pompa


cukup jelas
Di sesuaikan dengan niai kekasaran
sesuai dengan jenis pipa yang akan
direncanakan, sehingga debit dan
kecepatan akan sesuai

Lengkapi dengan Perhitungan


Epanet

Lengkapi gambar site paln, kontur


tanah dan letak bangunan

Lengkapi dengan kontur tanah

Lengkapi dalam gambar agar sesuai


dengan yang tercantum dalam RAB

Perbaikan gambar sesuai engan


kaidah gambar perencanaan ,
penambahan detail junction, gambar
memanjang sebaiknya diberi judul
yang jelas sehingga memudahkan
membaca gambar, sebaiknya
dilengkapi kolom legenda dan notasi
, lebih diperjelas, ditambah arah
mata angin,

Dibuat gambar jembatan pipa atau


siphon atau perlintasan pipa yang
sesuai dengan lapangan

dilengkapi dengan gambar ME


(wiring diagram)

Perlu dibuat justifikasi mengenai


penggunaaan metode perlintasan
baik jalan maupun sungai.

Cukup jelas
RAB dibuat berdasarkan gambar,
jadi apa yang dihitung dalam RAB
harus seuai dengan gambar.

Cukup lengkap

Cukup lengkap

Cukup lengkap

Lengkapi BAB 8, 11,12,13 dan 14

Cukup lengkap

Cukup lengkap

Cukup lengkap
CEKLIST DAT
PDAM : Kab Ponorogo
KELURAHAN / DESA :
KABUPATEN / KOTA : Kab Ponorogo
PROVINSI : Jawa Timur

Kelengkapan Dokumen
No Tanggal Review
SFG.1 SFG.2 SFG.3 SFG.4 SFG.5 SFG.6 SFG.7

RMAC II

1. 16 Maret 2020
Keterangan :
: Belum terkirim
: Masih proses
Ö : sudah terkirim
CEKLIST DATA SAFEGUARD RMAC II TH 2020

Kelengkapan Dokumen

Dokumen Rekomendasi
Dokumen Lingkungan Sosial/Lahan Dokumen Lingkungan

UPL-UKL Mrican Tidak ada


Dari DLH Kab
UPL-UKL Sewelut Ponorogo
MAC II TH 2020

Rekomendasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


(Berdasarkan RKL/RPL) Hasil Review Atas Dokumen Lingkungan

Dalam dokumen RKL/RPL beberapa kegiatan yang harus 1. PDAM agar membuat penapisan form SFG 1-7
dilakukan oleh PDAM/Kontraktor sebagai kelengkapan Dokumen Safeguard NUWSP

1. TAHAP PRA KONSTRUKSI

a. Sosialisasi kepada masyarakat, terkait Rencana


kegiatan Pengeboran Sumur Bor Dalam untuk SPAM. Dan
Sosialisasi kepada masyarakat yang dilewati jalur Pipa

b. Melakukan pencatatan pengaduan, agar ada Surat Pernyataan di TTD dengan tidak keberatan
pemahaman tentang SPAM terhadap Rencana kegiatan

c. Adanya legalitas lahan , dengan pembebasan lahan


oleh PDAM

2. TAHAP KONSTRUKSI
Item item ini yg ada di RKL-RPL untuk di tambahkan dan
a. Pengaturan lalulintas, Pemindahan jalur ketika bisa di masukan dalam RAB / Overhead Penyedia
Jalan / Gang terhalang oleh Pek Pipa ( Flag Man ),
pemberian rambu safeguard / lalulintas sehingga
tidak mengganggu pengguna jalan dan mengurangi
resiko kecelakaan

b. Melakukan penyiraman lokasi konstruksi untuk


mengurangi debu
c. Membersihkan sisa tanah galian di jalan dan Tanah
Sisa Pengeboran di tempat yang Baik dan Aman

c. Mengatur Jalur Truck Akibat Pekerjaan Beton


untuk Beton Ready Mix , terhadap Lalu Lintas Truck
Ready Mix

d.Penggunaan APD / penggunaan Alat Perlindungan 3. Diberlakukanya manajemen K3 ( Kesehatan,


diri untuk mengurangi resiko kecelakaan pekerja Keselamatan Kerja), diantaranya APD (sudah ada)
Direksikit, MCK untuk pekerja, P3K, dan pemeriksaan
kesehatan pekerja oleh dokter puskesmas disekitar
lokasi kegiatan

Melibatkan tenaga kerja Lokal dalam pekerjaan


Konstruksi

Harus di lakukan Pek Hydro Tes, ( Tes Kebocoran )


Satu Kali sebelum dilakukan MC100

Inspeksi Penyusunan Material Pipa, Ø 300 sd 500,


( Buku Pedoman Standar Pemasangan Pipa PAM
Jaya ) harus 3 Susun diberi bantalan dan tertutup
Terpal untuk menghindari Cahaya matahari

Perlu dilakukan kegiatan Flushing untuk


membersihkan kotoran dalam pipa saat
pelaksanaan.sebelum Operasional

2. Tahap Operasional

a). Kegiatan O & P, PDAM harus sesuai dengan SOP


yang telah ada
RAB Ket

NUWSP PEMDA

5,000,000 3 Kali

RC Pemda

Masuk K3

K3
K3

K3

ran )
HASIL REVIEW ENVIRONMENTAL AND SO
PDAM : Kab Ponorogo
KELURAHAN / DESA :
KABUPATEN / KOTA : Kab Ponorogo
PROVINSI : Jawa Timur

Rekomendasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan


No (Berdasarkan RKL/RPL)

Dokumen RKL/RPL beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh Kontraktor pada tahap pra kontruksi,
konstruksi dan PDAM selama masa Operasional dan Pemeliharaan.
Kegiatan tersebut antara lain :

1. Tahap pra Konstruksi

a. Sosialisasi kepada masyarakat, agar ada pemahaman adanya kegiatan SPAM

b. Melakukan pencatatan pengaduan, agar ada pemahaman tentang SPAM


1

c. Adanya legalitas lahan , dengan pembebasan lahan oleh PDAM

d. Lokasi Kelurahan Mrican dan Sewelut, Lokasi Pembangunan


2
i. Survey awal Studi Kelayakan dan pengurusan Izin

2 Tahap Konstruksi
3
a. Pengaturan lalulintas dan pemberian rambu safeguard/ lalulintas sehingga tidak mengganggu
pengguna jalan dan mengurangi resiko kecelakaan

b. Melakukan penyiraman lokasi konstruksi untuk mengurangi debu

c. Membersihkan sisa tanah galian di jalan dan Tanah Sisa Pengeboran di tempat yang Baik dan Aman

d. Penggunaan APD / penggunaan Alat Perlindungan diri untuk mengurangi resiko kecelakaan pekerja

3 Tahap Operasional & Pemeliharaan

a. Timbulnya Limbah B3 akibat ganti Oli ( Perawatan Genset ) dengan melakukan kegiatan RE USE yang
di Laporkan secara Berkala dan memastikan Ruang Gen Set memiliki sirkulasi udara yang baik 4

b. Memberikan Insentif bagi pelanggan yang Tepat Waktu dalam Pembayaran iuran & Mempermudah
Biaya Penyambungan
Memberikan Insentif bagi pelanggan yang Tepat Waktu dalam Pembayaran iuran & Mempermudah
Biaya Penyambungan
5

Dibuat Oleh : Disetujui Oleh :


Pada Tanggal : Pada Tanggal :

(….......................................................) (….......................................................)
TA Safeguard RMAC-II TA Safeguard CMC
NMENTAL AND SOCIAL SAFEGUARD

Asessment & Review

PDAM agar membuat penapisan FORM SFG 1-7, sebagai kelengkapan proses Safeguard NUWSP

Pihak Pemrakarsa Harap menyiapkan / membuat surat Pernyataan tidak ada Permasalahan Clean
and Clear dengan masyarakat yg tanah nya dibeli dgn Pemrakarsa sebelum masuk masa lelang dan
bisa dibuktikan dgn bukti kepemilikan lahan

Item item ini yg ada didalam RKL-RPL untuk di tambahkan dan bisa di masukan dalam RAB /
Overhead Penyedia

Diberlakukanya manajemen K3 ( Kesehatan, Keselamatan Kerja), diantaranya APD (sudah ada)


Direksikit, MCK untuk pekerja, P3K, dan pemeriksaan kesehatan pekerja oleh dokter puskesmas
disekitar lokasi kegiatan
Pemda/PDAM harus menetapkan prosedur pengelolaan/penanganan keluhan masyarakat sebelum
masa konstruksi dimulai

.......................................)
Safeguard CMC
Estimasi
Biaya
Rp