Anda di halaman 1dari 4

Nama : Ianci Putra Sitohang

Kelas : BK Reg C 2018

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

Dosen pengampu : Achmad Yudi, S.Pd.,M.Pd.

Tugas Menulis Teks Ulasan Buku

Judul Resensi: Mengulas Bola Mata di Dalam Botol

Identitas Buku:

Judul Buku: Bola Mata dalam Botol

Pengarang: Mahasiswa BSI B 2013-2014 UNY (Andrian Eksa, Atikanuari Defiliani, Della Amara,
Desvandi, Dwi Puspaningrum, Julitasari, Karla, Luciana Linda Argarina, Maharani Khan Jade, Nuraini
Larasati, Nur Hidayati, Permadi Suntama, Riska SN, Salmi Ramadhani, Sigit Suharsono, Vinna
Wardhani, Wahyu Sekar Sari, Wildan F. Ariefian, dan Wulan Rahmawati)

Penerbit: Kelas Sastra BSI B 2013-2014 FBS UNY, Yogyakarta.

Ukuran Buku: 13 x 19 cm

Tebal Buku: 205 halaman

ISBN: –

Harga: –
Pembukaan

Sebagai mahasiswa yang kuliah di jurusan sastra Indonesia, memiliki sebuah karya tulis rasanya telah
menjadi sebuah kewajiban khusus. Pun demikian yang terjadi oleh mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia ini di tahun 2013 dan 2014 Universitas Negeri Yogyakarta.19 orang mahasiswa ini membuat
satu buah antologi cerpen yang diterbitkan secara indi di penerbit fakultas mereka sendiri. Buku ini
berisi 19 judul cerpen, dimana ke 19 judul ini memiliki tema yang berbeda tetapi masih memiliki benang
merah yang sama.

Mereka menulis sebuah antologi cerpen yang berjudul Bola Mata dalam Botol. Cerita pendek yang
judulnya dijadikan judul utama dalam buku ini adalah karua dari Wulan Rahmawati yang menulis cerpen
dengan judul yang sama.Sedangkan cerita pendek yang dijadikan sebagai cerita pembuka adalah cerita
yang berjudul Odol. Meskipun judulnya terkesan lucu, sebenarnya cerita ini mengambil kearifan lokal
mengenai prewangan dalam ceritanya.

Prewangan sendiri adalah sebuah istilah Jawa yang mengacu kepada penjaga seperti body guard, hanya
saja dalam bentuk ghaib.

Ulasan Isi Buku

Cerita pembuka yang berjudul Odol ini memasukkan salah satu kearifan lokal yang menjadi topik
sekaligus konflik utama. Ceritanya, ada seorang perempuan berdarah Jawa bernama Anjani. Ibu Anjani
berasal dari Bantul dan Ayahnya berasal dari Surabaya.Diceritakan bahwa Anjani memiliki fisik yang
sempurna. Hanya saja, dalam menjalani hidup, dia merasa kewarasannya sedikit terganggu. Alasannya
adalah dia sering melihat sosok lain yang mengikutinya, dari mulai di kamar mandi sekolah, bawah
pohon saat sedang makan malam, dan bahkan di bawah pohon beringim.

Cerita punya cerita, simbah Anjani bercerita pada cucu perempuannya tersebut bahwa ketika Ibu Anjani
sedang hamil besar, simbah buyut Anjani yang telah meninggal mendatangi simbah Anjani.Simbah
buyutnya mengatakan bahwa beliau ingin menumpang pada Ibu Anjani. Tetapi, sejak Anjani lahir dia
tidak pernah diberitahukan soal ini sama sekali. Sehingga dia tidak tahu bahwa keanehan yang
dirasakannya adalah dampak dari hal ini.

Anjani hanya diberitahu oleh simbahnya, bahwa dalam cerita Jawa ada siklus tentang ‘orang yang
menumpang’ ini. Siklusnya adalah jika sekali menumpang, maka si orang ini akan terus menumpang
hingga 7 turunan.Biasanya yang dipilih adalah orang yang disayangi oleh si penumpang ini.
Mengerikannya lagi, jika telah sampai pada tumpangan ke 7, si penumpang menjadi tidak tahu diri
dengan tidak ingin pindah dari tumpangannya sampai tumpangannya ini meninggal.

Anjani mulai merangkai benang merah tentang keanehan yang dia rasakan dari cerita simbahnya. Berarti
dialah orang yang telah ditumpangi, tetapi penumpang itu memiliki saingan.Kecurigaan ini diperkuat
oleh teman kosnya ketika kulia, Dian, yang juga seorang indigo. Saat itu Dian bertanya pada Anjani
apakah gadis itu memiliki prewangan. Anjani yang saat itu belum sadar menjawab bahwa dia tidak tahu
apapun soal ini.
Tapi karena penasaran, Anjani menanyakan hal tersebut kepada Ayahnya. Ayah Anjani membenarkan
bahwa beliau memang menitipkan satu makhluk pada Anjani. Tujuannya agar titipan Ayahnya itu dapat
menjaga Anjani. Nah, di sinilah konflik dari cerpen ini akan dimulai.Sedangkan cerita kedua dalam buku
ini berjudul Arjuna Gugur. Cerita yang satu ini sangat berbeda dengan cerita pertama yang mengandung
kisah mistis.

Arjuna Gugur bahkan cerita heroik mengenai Hantoro yang pernah bekerja sebagai pembunuh bayaran
seorang jenderal. Ketika menikah, Hantoro memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai pembunuh
bayaran dan lebih memilih untuk mengurus ladang saja.Tidak ada hal yang menyusahkan selama
Hantoro bekerja mengurus ladang. Semua berjalan lancar sampai istrinya hamil di bulan ke delapan.
Lazim diketahui bahwa di bulan ke delapan kehamilan adalah bulan kritis dari kehamilan. Karena
sebentar lagi akan melahirkan.Pada bulan ini pulalah kondisi keuangan Hantoro memburuk. Dengan
masa panen yang masih 3 bulan lagi dan istri yang akan melahirkan, membuat Hantoro merasa gundah
dan kekurangan uang.

Orang gundah cenderung menjadi berpikir pendek, maka dengan ragu Hantoro meminta bantuan untuk
meminta bantuan pada Jenderal yang dulu menjadi bosnya. Meskipun itu keputusan yang berat,
Hantoro tetap menjalaninya karena dia benar-benar membutuhkan uang.Jadi, Hantoro kembali menjadi
pembunuh bayaran dengan terpaksa. Dia harus membunuh seseorang dan di sinilah konflik bermain.

Ketika selesai membunuh, dia langsung melarikan diri pulang ke rumah demi menghilangkan jejak. Dia
menjemput istrinya untuk kabur bersama ke Pulau Sumatera. Di tengah laut, saat di kapal, istrinya
melahirkan seorang anak perempuan yang kelak akan bernama Putri dan tumbuh dewasa di Pulau
Sumatera.

Kelebihan Buku

Buku antologi cerpen berjudul Bola Mata dalam Botol memiliki banyak kelebihan yang membuat buku
ini menjadi layak baca. Hal pertama adalah karena buku ini ditulis oleh 19 orang dengan 19 gaya
penceritaan yang berbeda.Hal ini akan memperkaya sudut pandang dan wawasan pembaca, karena 19
cerita yang ada di dalam buku ini tentu memiliki 19 informasi yang berbeda. Selain itu, tema dan konflik
yang terdapat dalam antologi cerpen ini juga berbeda-beda, sehingga pembaca selalu mendapat
pembaruan dan penyegaran setiap selesai membaca satu cerpen. Pembaca tidak akan merasakan
perasaan monoton dan bosan ketika membaca buku ini.

Kelebihan lainnya adalah meskipun ditulis oleh seorang mahasiswa jurusan sastra, bahasa yang
digunakan dalam buku ini tidak melulu sastra. Gaya penceritaan dan bahasa yang digunakan cenderung
ringan, mudah dipahami, sekaligus mengalir.Ini adalah tipe buku yang bisa kamu selesaikan dalam sekali
duduk karena mudah dipahami dan bahasa yang ringan. Buku ini sangat disarankan dibaca oleh usia
remaja, dewasa muda, sampai ke usia dewasa. Tetapi bukan tipe buku yang cocok dibaca oleh anak-anak
karena temanya yang dewasa.

Ada banyak nilai moral mengenai banyak hal. Buku ini kaya akan tema yang berguna untuk mengasah
pengetahuan pembaca mengenai berbagai tema yang bisa diterapkan dalam sebuah cerpen.
Kekurangan Buku

Meskipun memiliki banyak kelebihan, selayaknya buku pada umumnya, buku ini juga memiliki
kekurangan. Kekurangan yang dimiliki buku ini adalah beberapa perilaku tokoh yang cenderung ekstrem
dan tidak boleh ditiru sama sekali.

Buku ini mengandung aksi-aksi yang bersifat kekerasan. Misalnya saja adegan membunuh, bunuh diri,
dan beberapa adegan kekerasan lain. Juga beberapa adegan yang melibatkan makhluk halus hingga
cenderung menceritakan tentang kesyirikan.

Selain itu, beberapa adegan dalam cerita ini sangat klise dan terdapat beberapa bagian cerita yang
terkesan dipaksakan. Tetapi secara keseluruhan, buku ini jelas mendapatkan predikat sangat
direkomendasikan untuk dibaca pada masa senggang.

Kesimpulan

Terlepas dari segala kekurangannya, buku ini sebenarnya memiliki banyak kelebihan yang bisa
mengcover segala kekurangan. Misalnya banyak pesan moral yang bertebaran bahkan sejak di cerita
pertama. Dengan tema yang beragam, tentu pesan moral yang disampaikan juga banyak dan bisa
dijadikan pelajaran untuk semua orang.

Pesan tentang kasih sayang, perjuangan, kekeluargaan, hingga tema umum seperti percintaan semua
berada dalam satu buku. Benar-benar sebuah buku yang layak mendapatkan predikat paket lengkap.
Saya berani merekomendasikan buku ini sebagai bahan bacaan di waktu senggang kepada pada remaja
dan semua orang dewasa!