Anda di halaman 1dari 7

KESEHATAN

RADIKAL BEBAS DARI SENYAWA TOKSIK


KARBON TETRAKLORIDA (CCL4)
Kristina Simanjuntak j

Abstract

CCL4 is toxic compounds which is used as lipid solvent in the laboratory.


If there is an exposure of CCL4 in the body, though it is only a little, may
cause hepato toxic (hepar damage). The mechanism ofhepato toxic caused by
CCL4 is the chain reactionfromfree radical which is greater than the endogen
antioxidant system. Such free radical will directly damage the lipid peroxide
cell membrane, protein, carbohydrate, and DNA in such away that may form
MDA (Malondialdehyde) as the biomarker of oxidative stress. The prevention
on such free radical is by supplying antioxidant such asfi-caroten, a.-tokoferol,
vitamine C andflavonoid compounds.

Key words: CCL4, radikal bebas, makromolekul, stres oksidatif, antioksidan

A. PendahuJuan
Makanan berserat dan buah- asap rokok, bahan kimia toksik, po-
buahan segar sangat dibutuhkan un- lusi udara dan radiasi.
tuk menjaga kesehatan. Selain pola Salah satu faktor timbulnya pe-
makan yang diatur, harns diimban- nyakit adalah radikal bebas. Radikal
gai dengan olahraga yang teratur. bebas dapat dihasilkan dari hasil me-
Ketidakseimbngan nutrisi / gizi ber- tabolisme makanan dan juga faktor
hubungan dengan timbulnya ber- dan faktor lingkungan luar. Penyakit
bagai penyakit. Selain faktor gizi, degeneratif yang disebabkan oleh
faktor lingkungan luar juga perlu radikal bebas adalah penyakit kar-
mendapat perhatian seperti, terpapar diovaskular, tekanan darah tinggi,

'} Fakultas Kedokteran http://www.univpancasila.ac.id


UPN "Veteran" Jakarta 7/31
RADIKAL BEBAS, Kristina Simanjuntak I 25
KESEHATAN

stroke, sirosis hati, katarak, diabetes arterial, tetapi sebagian besar darah
melitus, penyakit Parkinson, kanker. berasal dari sistem vena. Oleh karena
Patogenesisnya berlangsung sangat itu hati merniliki kesempatan pertama
kompleks, memakan waktu yang untuk memetabolisme senyawa yang
lama dan belum semua mekanisme- berasal dari saluran cerna, termasuk
nya diketahui dengan jelas. (Hal- bahan toksik yang diserap, sehingga
liwell B, Gutteridge JMC, 1999, & hati akan lebih mudah mengalarni
Halliwel B, Aruoma OJ, 1997) kerusakan. (Raymond FB, Kuldeep P,
Radikal bebas berperan dalam James ML, 1983).
teIjadinya berbagai penyakit degene- Pengaruh negatif dari radikal
ratif, karena radikal bebas memiliki bebas dapat diatasi dengan sistem
elektron yang tidak berpasangan antioksidan. Berdasarkan sumbernya
pada orbit terluarnya sehingga bersi- antioksidan dibagi dua yaitu antiok-
fat reaktif untuk bereaksi dengan sidan endogen dan antioksidan ekso-
molekul lain. Radikal bebas dapat gen. Antioksidan endogen adalah an-
merusak makromolekul seperti meru- tioksidan yang dihasilkan oleh tubuh
sak lipid membran sel, DNA, protein yang terdiri atas enzim-enzim super-
yang menyebabkan stres oksidatif oksida dismutase, glutation peroksi-
sel. (Valko M Et aI, 2006). dase atau glutation reduktase serta
Keadaan stres oksidatif bias a- enzim katalase dan antioksidan non
nya teIjadi bila jumlah radikal bebas enzimatik seperti glutation (GSH),
dalam tubuh lebih tinggi dari jumlah transferin, asam urat dan lain-lain.
sistem antioksidan. Stres oksidatif Antioksidan eksogen adalah an-
yang ditimbulkan oleh radikal be- tioksidan yang dibutuhkan dari luar
bas terse but dapat ditentukan dengan seperti senyawa-senyawa flavonoid,
mengukur salah satu parameter beru- vitamin C, vitamin E dan karotenoid
pa malondialdehid (MDA). Bila ka- yang banyak ditemukan dalam sayur-
dar MDA tinggi dalam plasma, maka sayuran dan buah-buahan. (Heinonen
dapat dipastikan sel mengalami stres Op, Albanes D, 1994). .
oksidatif. (Valko M Et aI, 2006).
Sumber radikal bebas yang di- B. Pembahasan
hasilkan dari luar yang dapat me- 1. Radikal Bebas
nimbulkan stres oksidatif adalah Radikal bebas adalah molekul
senyawa toksik seperti karbon tetrak- yang memiliki elektron yang tidak
lorida (CCL4). CCL4 banyak digu- berpasangan pada orbit terluamya,
nakan di laboratorium, bila tubuh ter- sehingga bersifat reaktif dan tidak
papar dapat menyebabkan kerusakan stabil, sehingga cenderung untuk
hati. Diketahui hampir semua zat berikatan dengan senyawa lain un-
yang diabsorpsi oleh usus diangkut tuk membentuk molekul yang stabil.
menuju hati. Hati merupakan kelen- Radikal bebas dapat dihasilkan dari
jar terbesar dan terberat dalam tubuh, dalam tubuh (endogen) dan juga dari
menerima darah tidak saja dari sistem luar tubuh (eksogen). Radikal bebas

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
261 Bina Widya Vol 18 No. 01, April 2007
KESEHATAN

endogen adalah radikal yang dihasil- I R.d!U:kioM I


kan dari dalam tubuh misalnya ra-
dikal dari mitokondria, xantin oksi-
dase, NADPH oksidase, mikrosom, ~~
membran inti sel dan peroksisom. r I
Radikal bebas eksogen adalah radi- -= J.....
:=s. '":.F' F
kal yang dihasilkan dari lingkungan
, l<a:.1UJSAAAN sa. !
luar seperti, asap rokok, radiasi UV,
bahan kimia toksik. Jenis-jenis radi-
kal bebas yang merusak sel terdiri Gambar 1. Mekanlsme timbulnya penyaklt
degeneratlf
dari : (Setiati S, 2003). Sumber : Halliwell B, Gutteridge
a. Reactive Oxygen Species (ROS), JMC, 1999, & HaIliwel B, Aruoma 01, 1997
yaitu senyawa reaktif turunan
oksigen misalnya radikal super- 2. Toksisitas Karbon Tetraklori-
oksida (°2*), radikal hidroksil da (CCL4>
(OH*), radikal alkoksil (RO*), Karbon tetraklorida (CCI4)
radikal peroksil (R02 *) serta adalah bahan kimia yang bersifat
senyawa bukan radikal yang toksik. CCL4 sebagai pelarut lipid
berfungsi sebagai pengoksida- memudahkan senyawa tersebut dapat
sian atau senyawa yang mudah menyeberangi membran sel dan ter-
mengalami perubahan menjadi distribusi ke semua organ. Sifat tok-
radikal bebas seperti hidrogen sik CCL4 telah terbukti dari beberapa
peroksida (HP), ozon (03) dan penelitian, bahwa dosis yang kecil
HOCI. sekalipun dapat menimbulkan efek
b. Reactive Nitrogen Species pada berbagai organ tubuh termasuk
(RNS), misalnya nitrogen dio- susunan saraf pusat, hati, ginjal dan
ksida (N02 *), dan peroksinitrit peredaran darah. Efef toksik CCL4
(ONOO*) dan bukan radikal yang paling terlihat adalah pada
seperti HN02 dan NP4' hati (toksisitas CCL4 melebihi dari-
pada kloroform) walaupun keduanya
Radikal bebas umumnya meru- sarna-sarna merusak organ-organ
sak struktur seluler dan subseluler lain. Kerusakan hati akibat terpapar
melalui tiga tahapan yaitu: tahap in- CCL4 tergantung pada dosis yang
siasi (pembentukan radikal bebas), diberikan. Absorpsi CCL4 selain ber-
tahap propagasi (reaksi berantai ra- langsung melalui saluran nafas juga
dikal) dan tahap terminasi (reaksi dapat melalui seluruh permukaan tu-
dengan radikal lain atau dengan an- buh termasuk kulit. Pada prinsipnya
tioksidan untuk membentuk senyawa kerusakan sel hati akibat pemberian
yang stabil). Mekanisme timbulnya CCL4 disebabkan oleh pembentukan
penyakit degeneratif akibat radikal radikal bebas, peroksidasi lemak dan
bebas. (gambar 1). penurunan aktivitas enzim-enzim an-
tioksidan. Manifestasi kerusakan hati

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
RADIKAL BEBAS, Kristina Simanjuntak I 27
KESEHATAN

secara histologis terlihat berupa infil- 3. Antioksidan


trasi lemak, nekrosisi sentrolobuler, Antioksidan didefinisikan seb-
dan akhimya sirosis. (Gene DL, et ai, agai senyawa yang terdapat dalam
1999). kadar rendah bila dibandingkan den-
Pemberian CCL4 pada hewan gan substratnya, yang secara signifi-
coba akan menyebabkan terjadinya kan dapat mencegah atau mengham-
pelemakan hati. Pelemakan disebab- bat oksidasi subtrat tersebut sehingga
kan karena adanya gangguan sintesis kerusakan yang diakibatkan oleh
lipoprotein VLDL yang berfungsi se- radikal bebas terhadap sel, jaringan
bagai alat transpor lipid dalam tubuh. atau organ dapat dicegah. Biasanya
Biotransformasi CCL4 dalam hati efektivitas antioksidan disebabkan
melalui sistem retikulum endoplas- oleh sifat senyawa yang akan dilind-
mik (sitokrom P4SO)' mekanismenya ungi. Tubuh mempunyai mekanisme
adalah CCL4 yang masuk ke dalam yang dapat menetralisir bahaya ra-
tubuh akan dimetabolisme di dalam dikal bebas dengan sistem antiok-
hati dan kemudian diubah menjadi ra- sidan, namun timbulnya penyakit
dikal triklorometil (CC13*) dan (Cl*). disebabkan karena jumlah radikal
(Raymond FB, Kuldeep P, James MI, bebas melebihi jumlah sistem antio-
1983). ksidan. Antioksidan berperan dengan
eara : (Halliwell B, Gutteridge JMC,
Reduksi elektron 1999, Halliwel B, Aruoma 01, 1997
------ CCL} * + CL
Sitokrom P450 & Valko M, et aI, 2006 )
a. Mengkatalisis radikal bebas
Radikal CCL) * yang terbentuk oleh enzim SOD, katalase dan
dengan adanya oksigen akan mem- peroksidase.
percepat reaksi membentuk radikal b. Mengikat pro-oksidan (ion Fe,
CCLP2*' Reaksi ini akan semakin Cu, dan hem), eontohnya trans-
kompleks membentuk reaksi beran- ferin, haptoglobin, hemopeksin
tai. (gambar 2) dan seruloplasmin.
c. Membersihkan ROS oleh an-
tioksidan dari senyawa-se-
nyawa dengan berat molekul
kecil seperti glutation tereduksi
(GSH), asam askorbat, biliru-
bin, a-tokoferol dan asam urat.

Antioksidan dapat dibedakan


menjadi 5 go longan, yaitu :
a. Antioksidan enzimatik (SOD,
glutation peroksidase, katalase).
Gambar 2. Mekanisme hepatotoksik CCL,
Sumber: Halliwell B, Gutteridge JMC, 1999, & Halliwel b. Antioksidan hidrofilik (asam
B, Aruoma 01, 1997 askorbat, GSH, asam urat).

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
28 I Bina Widya Vol 18 No. 01, April 2007
KESEHATAN

c. Antioksidan lipofilik (tokofer- dalam kelompok karotenoid (suatu


01, flavonoid, karotenoid, ubi- tetraterpenoid C40), Karoten yang
kuinol). mengandung cincin P ionon meru-
d. Antioksidan pereduksi (gluta- pakan prekursor vitamin A. Dari je-
tion reduktase, dehidroaskorbat nis karotenoid yang jumlahnya lebih
reduktase, tioredoksin reduk- dari 400, hanya sekitar 50 - 60 jenis
tase) yang memperlihatkan aktivitas seba-
e. Antioksidan pendukung per- gai provitamin A. (Jane CJ., et ai,
eduksi (glukosa 6-fosfat dehi- 2002).
drogenase) Struktur bag ian tengah p-karoten
berperan sebagai donor e1ektron. Ka-
Efek radikal bebas dapat diatasi rotenoid yang paling aktif adalah J3-
dengan sistem antioksidan. Meka- karoten, sehingga senyawa terse but
nisme ketja antioksidan endogen sering digunakan untuk mencegah
terhadap radikal bebas dalam tubuh. keadaan stres oksidatif. Mekanisme
(gambar 3) kerja antioksidan J3-karoten terhadap
radikal bebas dalam tubuh. (Gambar
4).
Supcrobida e.tismus:ax Fez.t Fe)+

2D,- ~ jo, ---- \.l ,olr , Olf

211' D, / ~ 2GSH ",NAlW

/
j
•..•.
J-I:(~
nta!ax
Glutation~A'utatiOn
pcroksidase./";::dUl-use

rI "i GSSG / H
9

NADPH
J}-broten
H,O.D, 2H,O

Gambar 4. Mekanisme p-karoten


terhadap radikal bebas
Gambar 3. Mekanisme kerja antioksidan Sumber: Halliwell B, Gutteridge JMC, 1999, & Valko
enzimatik terhadap radikal bebas M, et ai, 2006
Sumber : Halliwell B, Gutteridge JMC, 1999, & Halliwel
B, Aruoma 01, 1997
Aktivitas antioksidan karotenoid
1. Mekanisme Antioksidan p- terdapat pada kemampuannya untuk
karoten dan a- tokoferol memberi elektron dari struktur ikatan
B-karoten dan a-tokoferol (vita- rangkapnya. Elektron yang dilepas-
min E) adalah senyawa larut lipid dan kan ini akan berkonjugurasi dengan
merupakan antioksidan yang bekerja elektron yang belum berpasangan
pad a membran lipid sel. Beberapa dari radikal bebas.
penelitian yang telah dilakukan me- Aktivitas pada a-tokoferol (vi-
nyatakan, senyawa karotenoid dapat tamin E) juga terdapat pada lipid
mencegah kanker, aterosklerosis, pro- membran sel, karena vitamin E bersi-
ses penuaan dan penyakit lain. (Don- fat lamt lipid. Vitamin E berperan
ald Voet & Yudith Voet, 2004). sebagai antioksidan dalam pencega-
Karoten dibagi dalam karoten han pembentukan peroksidasi lipid
a, p dan y yang semuanya termasuk membran sel. Vitamin E dibedakan

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
RADIKAL BEBAS, Kristina Simanjuntak I 29
KESEHATAN

atas dua kelompok, yaitu tokoferol dekatnya. Mekanisme keIja antioksi-


dan tokotrienol. Kedua kelompok dan p-karoten terhadap radikal bebas
mempunyai cincin kroman dan ran- dalam tubuh. (Gambar 5).
tai sam ping fitil. Kelompok tokoferol
mempunyai rantai samping jenuh,
sedangkan tokotrienol mempunyai 3
ikatan rangkap pada posisi 3, 7, dan
11 rantai fitilnya. Tokoferol dan tokot-
rienol mempunyai empat isomer ber-
bentuk alfa, beta, delta dan gamma. Gambar 5. Mekanisme a-tokoferol terhadap radikal
Pemberian nama ini disebabkan oleh bebas
adanya perbedaan jumlah dan posisi
Sumber : Halliwell B. Gutteridge JMC. 1999. & Nau-
gugus metil pada cincin kroman. Per- mov. W. Vaslrev RF. 2003
bedaan ini ternyata berkaitan dengan
aktivitas biologis dan efek antioksi- c. Simpulan
dan vitamin E tersebut. 1. CCL4 yang masuk ke dalam tu-
u- tokoferol merupakan baris buh akan mengalami metabo-
pertama pertahanan terhadap proses lisme di hati membentuk radikal
peroksidasi asam lemak tak jenuh bebas triklorometil (CCL)).
yang terdapat dalam fosfolipid mem- 2. Kerusakan sel hati akibat CCL4
bran selular dan subselular. Tokofer- disebabkan karena pembentuk-
01 bekeIja sebagai antioksidan pemu- an radikal bebas yang melebihi
tus rantai mempunyai kemampuan kemampuan anti oksidan en-
memindahkan hidrogen fenolik ke dogen untuk meredam radikal
radikal peroksil. Aktivitas vitamin bebas tersebut.
E sebagai antioksidan dengan cara 3. Antioksidan berperan untuk
memberikan atom H yang terletak meredam bahaya radikal bebas.
pada gugus OH cincin kroman kepada Bila sistem antioksidan endogen
radikal bebas. Gugus OH cincin kro- tidak .mencukupi untuk mere-
man berhadapan dengan daerah hi- dam radikal bebas, maka sangat
drofil, sedangkan rantai fitil vitamin dibutuhkan antioksidan dari luar
E akan tertambat di daerah hidrofolo seperti vitamin E, vitamin A, vi-
membran. Gerakan untuk member- tamin C dan senyawa-senyawa
sihkan radikal bebas adalah dengan flavonoid yang banyak terdapat
cara cincin kroman akan bergerak tu- dalam sayuran. Hal ini digunak-
run naik tegak lurus terhadap mem- an untuk mencegah timbulnya
bran. Disamping itu, walaupun ujung berbagai macam penyakit.
rantai fitilnya tertambat dalam mem- 4. Senyawa toksik CCL4 bila terpa-
bran, cincin kroman vitamin ini dapat par dalam tubuh akan memben-
bergerak dengan mudah ke segala tuk reaksi berantai yang berba-
arah, sehingga memudahkan mengi- haya. CCL4 setelah masuk dalam
kat radikal bebas yang terdapat di hati akan mengalami metabo-

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
30 I Bina Widya Vol 18 No. 01. April 2007
KESEHATAN

Iisme membentuk radikal bebas 1289-301.


yang mengikat senyawa mak-
romoIekuI dan tubuh dan peru- Jane CJ, et aI, 2002, Effect offJ-carotene,
vitamin C and E on antioxidant
sakan sistem antioksidan seperti
status in hiperlidemic smokers,
glutation (GSH) sehingga jumiah
J. Nutr. Biochem, edisi 13, p.
antioksidan GSH menjadi menu- 427-34.
run. Efek yang ditimbulkan dan
CCL4 akan menyebabkan stres Naumov. VV., Vasll'ev RF, 2003, Anti-
oksidatif sel dan selanjutnya oxidant and prooxidant effect of
akan berdampak timbulnya ber- tocopherol, J. Biochem Physic,
bagai macam penyakit. Rusia.
5. Pencegahan dilakukan dengan
memberikan antioksidan untuk Priscilla Me, Heather ST, 2000, Anti-
oxidant; What role do they play
meredam reaksi berantai senya-
in physical activity and health,
wa toksik CCL4•
Am.J. elin Nutr. USA, edisi 72,
p.637S-46S.

DAFTAR PUSTAKA Raymond FB, Kuldeep P., James ML.,


1983, Reduced glutathione
Donald Voet & Judith Voet, 2004, Bio- against rat liver microsomal
chemistry 3 rd, Wiley John Wiley injury by carbon tetrachloride,
& Sons, Inc Pendilvania. 1.Biochem Gastr. Nut., edisi
215, p. 441-45.
Halliwell B, Gutteridge JMC, 1999, Free
radical in biology and medicine,
Setiati S., 2003, Radikal bebas, an-
3 rd , Oxford.
tioksidan dan proses menua,
Halliwell B, Aruoma 01, 1997, Free rad-
ical and antioxidants. The need
Majalah Medika; Jakarta, ed-
for in vivo marker of oxidative isi 6 (19); hal. 366-368.
stress. In antioxidants method:
In vivo & in vivo concepts, Au- Valko M, et aI, 2006, Free radical,
oroma 01 Cuppett SL (editor), metal and antioxidant in oxi-
AOCS Press. dative stress inducced cancer,
J.Chem-BioI, Rusia, edisi 160,
Heinonen OP, Albanes D., 1994, The ef- p. 1-40.
fect of vitamin E and fJ-carotene
on the incidence of lung cancer
and other cancer inmale smok-
ers, 1. Med. Edisi 330, p. 1029-
1035.

Gene DL, et aI, 1999, Acute carbon


tetrachloride feeding induces
damage of large, 1.Med, G

http://www.univpancasila.ac.id 7/31
RADIKAL BEBAS, Kristina Simanjuntak I 31