Anda di halaman 1dari 4

AKSES AIR MINUM (100.0.

100)

100-0-100
Pada RPJMN 2015-2019, sasaran pembangunan bidang permukiman nasional antara
lain pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0%, meningkatnya keamanan dan
keselamatan bangunan gedung, tercapainya akses air minum yang aman menjadi 100%, serta
meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak (air limbah domestik, persampahan,
dan drainase lingkungan) menjadi 100%. Progam 100-0-100 adalah program Direktorat
Jendral Cipta Karya dari Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).
Menurut Direktur KIP Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Dwityo Akoro Soeranto,
program 100-0-100 merupakan tanggung jawab pemda. Bagi sebagian besar pemda, alokasi
dana untuk bidang cipta karya sangat minim karena proyek pembangunan jalan dan
penerangan listrik dianggap paling penting ketimbang sanitasi dan drainase.

Strategi Utama Kementrian PUPR


Pencapaian target 100% pelayanan air minum bagi seluruh penduduk Indonesia pada
akhir periode perencanaan, akan dicapai melalui strategi utama (Rencana Strategis
Kementrian PUPR 2015-2019):
1. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) SPAM khusus 1.500
Liter/Detik.
2. Pengembangan SPAM PDAM terfasilitasi untuk 174 PDAM dan 522 kawasan
MBR, dan pengembangan SPAM non PDAM terfasilitasi untuk 50 Non PDAM
dan 106 Kawasan MBR.
3. Pembinaan penyelenggaraan SPAM/penyehatan sebanyak 13 Laporan.
4. Pendampingan restrukturisasi utang pada 75 PDAM.
5. Fasilitasi Opsi pembiayaan SPAM (perbankan) sebanyak 113 Laporan.
6. Fasilitasi kepengusahaan SPAM (pendampingan KPS dan B to B) sebanyak 112
Laporan.

Data tiap tahun


Pada Juni 2014, capaian akses air minum baru mencapai 67%, akses sanitasi layak
60%, dan menyisakan 12% kawasan pemukiman kumuh. Ditjen Cipta Karya dituntut untuk
meraih rata-rata capaian 6-7%/tahun, dibandingkan capaian 25 tahun sebelumnya dengan
rata-rata 3%/tahun.
Target akses air minum
(Sumber: Agenda RPJMN Bappenas 2015-2019)

Capaian akses air minum tiap tahun


Tahun Akses air minum (%) Keterangan
2014 68,38 Menurut BPS
2015 70,79 Menurut BPS
2016 - Belum ada data

Anggaran untuk Ditjen Cipta Karya


Tahun Anggaran (triliun Keterangan
rupiah)
2015 19,8 -
2016 16,233 Setelah dikurangi penghematan dan alokasi self-blocking
2017 15,935 Hasil pembahasan RAPBN dengan DPR
27 Usulan Ditjen Cipta Karya

Penyebab kekurangan akses air minum


 Kebocoran PDAM
Menurut Direktur PDAM Tirta Raharja, Rudie Kusmayadi, hingga bulan Januari
2016, rata-rata kebocoran air PDAM secara nasional mencapai 33%.
 Kontaminasi
Menurut Laporan Bank Dunia tahun 2007 menyebutkan bahwa hanya 1,3 persen
penduduk Indonesia memiliki sistem pembuangan kotoran. Di Jakarta, Badan
Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta menunjukkan bahwa 41 persen
sumur gali yang digunakan oleh rumah tangga berjarak kurang dari 10 meter dari septik
tank

 Kekeringan
Terjadinya hal ini menyebabkan pasokan air PDAM berkurang, karena sebagian besar
PDAM menggunakan air tanah dan air sungai sebagai sumber baku air.
 Degradasi sungai
Degradasi sungai diakibatkan oleh berbagai macam hal, seperti kerusakan DAS,
masalah antropogenik,dan melemahnya perlindungan terhadap sungai.

Daerah dengan akses air PDAM tertinggi dan terrendah


Tertinggi:
1. Jambi (36,46%)
2. Sulawesi Utara (33,42%)
3. Jawa Tengah (32,49%)

Terendah
1. Riau (6,11%)
2. Lampung (7,04%)
3. Banten (7,85%)

Contoh Kasus
Warga Beting alami krisi air bersih (http://riaumandiri.co/read/detail/31359/warga-beting-
alami-krisis-air-bersih.html , 2 Maret 2016).
Ratusan KK warga Desa Beting Kecamatan Rangsang Pesisir sepanjang masa
senantiasa mengalami kekurangan air bersih. Kemarau sebentar saja seluruh warga desa akan
kehabisan persediaan air. Apalagi kemarau panjang seperti saat ini, semakin menyulitkan.
Saat ini warga sudah semakin jauh mencari sumber air tawar yang masih tersisa di pedalaman
pulau tersebut. Untuk saat ini warga harus berjalan kaki sejauh 2 Km untuk mendapatkan air
rada payau dari tanah itu. Semakin lama musim kemarau, maka air dalam tanah pun akan
mengering. Untuk itu masyarakat Desa Beting sangat berharap kepada pemerintah agar dapat
membangun fasilitas air bersih.

Referensi
http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/?p=1377

http://ciptakarya.pu.go.id/binaprogram/_old/dok/ProKer2016_KIP_/files/assets/basic-
html/page1.html (Program Kerja 2016 Direktorat Keterpaduan Infrastruktur
Pemukiman)

Renstra PUPR 2015-2019

http://properti.kompas.com/read/2016/08/26/200000921/Kantongi.Rp.17.9.Triliun.Ditjen.Cip
ta.Karya.Wajib.Rampungkan.Proyek.Prioritas
http://pu.go.id/berita/11779/Komisi-V-DPR-Sepakati-Anggaran-RAPBN-TA-2017-
Kementerian-PUPR-Sebesar-Rp-101,496-Triliun

http://ciptakarya.pu.go.id/v3/v5/index.php?section=berita&bacaberita=6324

https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1549

http://ciptakarya.pu.go.id/water/post.php?q=462-Departemen-PU-Minta-PDAM.html

Ringkasan Kajian UNICEF Indonesia 2012

http://himatesil.lk.ipb.ac.id/2015/07/27/permasalahan-ketersediaan-air-bersih-dan-solusinya/

http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2016/01/19/357646/tingkat-kebocoran-air-
pdam-masih-tinggi