Anda di halaman 1dari 7

Bab I

I.1 Latar Belakang

Lensa merupakan medium transparan yang salah satu atau kedua permukaannya
memiliki bidang lengkung.Lensa digunakan pada berbagai benda ,misalnya kaca pembesar dan
kacamata.Kaca pembesar merupakan sebuah lensa cembung,sedangkan kacamata bisa
merupakan bisa berupa lensa cembung,lensa cekung,atau gabungan dari keduanya. Permukaan
lensa yang melengkug menyebabkan berkas cahaya yang jatuh pada permukaan lensa dibiaskan
ke arah yang berbeda-beda.Akibatnya, ketika meninggalkan lensa,berkas cahaya bisa
mengumpul ke satu titik atau menyebar ke berbagai arah.Hal itu bergantung pada kelengkungan
permukaan lensa.(Abdullah Mikrajuddin 2006 : 18)

Lensa dipelajari karena sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.Lensa dapat


membantu kita beraktifias maupun dengan pekerjaan yang terutama berhubungan dengan
optik.Contoh sederhana dan mudahdari aplikasi lensa ialah pada kaca mata.Selain kaca mata,alat
optik lain yang tak luput dari penerapan lensa yaitu mikroskop,teropong,lup,dan banyak lagi
yang lain.(Sunaryono,2010)

Pada percobaan menggunakan lensa kali ini,diantara benda dan layar ditempatkan
sebuah lensa cembung Bila benda tersebut digeser-geserkan sepanjang garis pisah benda dengan
layar,maka akan terdapat dua kedudukan lensa yang memberikan bayangan yang jelas pada
layar.Bayangan yang satu diperbesar,sedangkan yang lain diperkecil.Pada lensa cembung,layar
digeser-geser sehingga didapatkan bayangan dari benda setelah melewati lensa cembung.Bila
kemudian ditempatkan sebuah lensa cekung diantara lensa cembung dan layar,maka bayangan
lensa cembung akan menjadi benda lagi bagi lensa cekung.Bayangan oleh lensa cekung dapat
ditangkap lagi pada layar dengan menggeser-geser kedudukan layar tersebut.(Sunaryono,2010)

Praktikum ini sangat penting dan berguna bagi praktikum karna bisa mengetahui lebih
detail tentang pembentukan bayangan pada lensa cembung dan cekung.

Setiap percobaan pasti akan ditemukannya Variabel.variabel disini adalah suatu besaran
yang dapat mempengaruhi hasil sebuah penelitian.Variabel dapat dibagi menjadi beberapa
yaitu :variabel manipulasi adalah variabel yang mengalami perubahan,variabel respon atau
terikat adalah variabel yang berkaitan dan saling berhubungan dengan variabel manipulasi dan
variabel control adalah variabel yang tidak berubah-ubah.

I.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah praktikum menentukan focus lensa ini adalah:

1.Bagaimana pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi ?

2. Bagaimana pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang terjadi ?

3.Bagaimana pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil bayangan
yang terjadi ?

I.3 Tujuan

Adapun tujuan praktikum menentukan fokus lensa ini adalah :

1.Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak posisi benda terhadap bentuk bayangan yang terjadi.

2.mahasiswa mengetahui pengaruh jarak antara lensa dan layar dengan hasil bayangan yang
terjadi.

3.Mahasiswa mengetahui pengaruh jarak antara lensa cembung dan lensa cekung terhadap hasil
bayangan yang terjadi

I.4 Manfaat

Adapun manfaat praktikum menentukan fokus lensa ini dalam kehidupan sehari-hari yakni
dalam pembuatan alat optik.Alat optik yang sering digunakan disekitar seperti kaca
mata,mikroskop,lup,maupun teropong merupakan aplikasi dari penerapan lensa.Tanpa adanya
komponen lensa,alat-alat optic tersebut tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Bab 2

Tinjauan pustaka

II.1 kajian pustaka

Lensa adalah benda bening yang kedua permukaannya mampu memantulkan maupun
membiaskan cahaya kedua permukaannya memiliki bidag lengkung,permukaan lensa yang
melengkung menyebabkan berkas cahaya yang jatuh pada permukaan lensa dibiaskan kearah
yang berbeda-beda,Garis hubung antara pusat lengkungan kedua permukaan disebut sumbu
utama.bayangan yang dibuat oleh permukaan pertama merupakan benda untuk permukaan
kedua.Permukaan kedua akan membuat bayangan akhir (Sarojo,2011).

Terdapat dua jenis lensa,yaitu lensa cembung dan lensa cekung.pada lensa cembung
( lensa positif) sinar dapat mengumpul (konvergen) dan pada lensa cekung ( lensa negative) sinar
dapat menyebar ( divergen).

II.1.1 Lensa Cembung

Ciri fisik lensa cembung adalah ketebalan lensa paling besar berada di pusatnya jika
sinar-sinar sejajar jatuh pada sebuah lensa cembung,maka sinar-sinar tersebut difokuskan kesatu
titik ini dinamakan titik fokus lensa.perhatikan gambar 8.21.

Untuk melukis bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung,kita dapat menggunakan
sinar-sinar utama yang dihasilkan oleh benda.arah pembiasan sinar-sinar utama sebagai berikut.

a) Sinar yang datang sejajar sumbu utama lensa dibiaskan melalu tiitk fokus diseberang
lensa (Gambar 8.22a)
b) Sinar yang datang melalui titik fokus pertama dibiaskan sejajar sumbu utama lensa
( gambar 8.22b)
c) Sinar yang datang melalui pusat lensa diteruskan tanpa dibiaskan ( gambar 8.22c) .
Dengan sifat pembiasan seperti diatas maka bayangan benda yang dihasilkan oleh lensa
cembung dapat kita lukis.Misalkan terdapat sebuah benda yang berada didepan lensa
cembung.kita dapat melukiskan bayangan benda tersebut.Bayangan benda dibentuk oleh
perpotongan sinar-sinar bias seperti tampak pada gambar 8.23.

Hubungan antara Jarak Benda dan Bayangan


Hubungan antara jarak benda dan bayangan yang berlaku pada cermin juga berlaku pada
lensa cembung,yaitu :

1 1 1
+ =
s s' f ¿
¿
Dengan S= jarak benda ke pusat lensa (cm),S ‘ = jarak bayangan ke pusat lensa (cm),dan
f= panjang fokus lensa (cm), bernilai positif(+)
Catatan :
i) Jika s’ positif maka bayangan yang terbentuk bersifat nyata.
ii) Jika s’ negatif maka bayangan yang terbentuk bersifat maya.

Perbesaran Bayangan
Rumus pembesaran bayangan yang berlaku pada cermin juga berlaku pada lensa
cembung,yaitu

h' s'
M= =¿ ∨¿
h s
(8.8)

Perhatikan! Jika bayangan diperbesar, maka M lebih besar dari


satu.Sebaliknya,jika bayangan diperkecil ,maka M lebih kecil dari satu.
(Abdullah Mikrajuddin 2006 : 18-19)

II.1.2Lensa Cekung

Ciri fisik lensa cekung yang dapat langsung kita kenal adalah bagian tengahnya
memiliki ketebalan paling kecil.makin ketepi ketebalan lensa makin bertambah.Jika sinar-sinar
sejajar jatuh pada lensa cekung maka,sinar –sinar bias disebarkan seolah olah berasal dari titik-
titik fokus lensa.
Bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung dapat dilukiskan dengan menggambarkan
arah pembiasan sinar-sinar utama (gambar 8.28).

a) Sinar yang datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik
fokus pertama lensa (Gambar 8.29 a)
b) Sinar yang menuju titik fokus kedua dibiaskan sejajar sumbu utama lensa
( Gambar 8.29 b)
c) Sinar yang datang melewati pusat lensa diteruskan tanpa dibiaskan ( gambar 8.29
c).
Dengan sifat-sifat utama diatas, maka selanjutnya kita dapat melukis bayangan
yang dibentuk oleh lensa cekung.
Hubungan antara jarak benda dan jarak bayangan yang berlaku untuk lensa
cembung juga berlaku untuk lensa cekung.hanya,jarak fokus antara lensa cekung
diberi tanda negatif.jadi

1 1 1
+ ' =f
s s ¿
¿

Dengan s = jarak benda,s’ = jarak bayangan,dan f = panjang fokus atau (bernilai


negatif).
Penggunaan tanda pada lensa cembung dan cekung,dapat diringkas sebagai
berikut :
Panjang fokus ( f)
f adalah positif untuk lensa cembung
f adalah negatif untuk lensa cekung
jarak bayangan (s’)
s’ adalah positif untuk bayangan nyata (bayangan berada pada sisi yang
berlawanan dengan posisi benda )
s’ adalah negatif untuk bayangan maya ( bayangan berada pada sisi yang sama
dengan posisi benda )
jarak benda (s)
s adalah positif untuk benda nyata
s adalah negative untuk benda maya
(Abdullah Mikrajuddin 2006 : 23-26)

II.1.3 Daya lensa

Dalam dunia optik,karakteristik lensa biasanya dinyatakan dalam daya.Makin


besar daya sebuah lensa,makin dekat posisi bayangan kelensa yang berasal dari benda yang
jaraknya sangat jauh.Daya lensa didefinisikan sebagai

1
P= f
¿
¿

Dengan f = panjang fokus lensa ( m) dan P = daya lensa (dioptric disingkat D).( Abdullah
Mikrajuddin ,2006 : 27)

II.1.4 Hubungan antara kelengkungan dan jarak fokus lensa

Jarak fokus sebuah lensa ditentukan oleh jari-jari kelengkungan permukaan


lensa.perhatikan gambar 8.32 yang memperlihatkan dua buah benda lensa dengan kelengkungan
permukaan masing-masing R1 dan R2 .

Jarak fokus lensa memenuhi hubungan sebagai berikut

dengan n2 adalah indeks bias lensa dan n1 adalah indeks bias medium.

daftar pustaka

Abdullah Mikrajuddin . 2006. fisika 1 b SMA dan MA untuk kelas X Semester II .Jakarta : penerbit esis the innovative learning