Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jantung
Jantung (dalam bahasa Yunani disebut cardia) adalah sebuah rongga, organ berotot
yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.
Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah. Secara
internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke
bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan
ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan
bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri[4].

Gambar 2.1 Jantung manusia


(Sumber: http://3.bp.blogspot.com/ )
Curah jantung adalah volume darah yang dipompa oleh jantung per menit (mL darah /
menit). Cardiac output adalah fungsi dari denyut jantung dan stroke volume. Denyut jantung
hanyalah jumlah denyutjantung per menit.
Para stroke volume adalah volumedarah, dalam mililiter (mL), dipompa keluar dari
jantung masing-masing. Meningkatkan baik denyut jantung atau stroke
volume meningkatkan cardiac output.
Jantung output dalam mL / menit = denyut jantung (denyut / menit) X stroke
volume(mL / denyut). Rata-rata orang memiliki tingkat jantung istirahat dari
70 denyut / menit dan stroke volume istirahat dari 70 mL / mengalahkan. Output jantung
untuk orang ini saat istirahatadalah: Jantung Output = 70 (denyut / menit) X 70
(mL / denyut) = 4900 mL / menit[4].
Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut
diastole). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung
(disebut sistole). Perubahan keadaan antara relaksasi dan kontraksi inilah yang dimanfaatkan
untuk penghitungan jumlah bpm (Amrank Berachunk, 2012 ) Sinyal jantung normal
digambarkan seperti gambar di bawah ini[4]:

Gambar 2.3 Sinyal jantung normal


Interval antara R-R menandakan periode dari detak jantung yang dapat dikonversi
menjadi heart rate[4]. Jumlah denyut jantung normal manusia dapat dibagi beberapa tahap
seperti berikut (Dyah K, 2013) :
Tabel 2.2 Range BPM

No. Usia BPM


1 Bayi baru lahir 130-150 kali per menit
2 Umur di bawah 130-140 kali per menit
umur 1 bulan
3 Umur 1-6 bulan 120-140 kali per menit
4 Umur 6-12 bulan 110-125 kali per menit
5 Umur 1-2 tahun 105-120 kali per menit
6 Umur 2-6 tahun 100-110 kali per menit
7 Umur 6-10 tahun 90-110 kali per menit
8 Umur 10-14 85-110 kali per menit
tahun
9 Umur 14-18 82-105 kali per menit
tahun
10 Umur 18-30 60-100 kali per menit
tahun
11 Umur 30-60 60-70 kali per menit
tahun

(Sumber: Diah Ayu, 2015)


Akan tetapi, tidak selamanya jumlah denyut jantung manusia sesuai seperti range yang
disebutkan di atas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi denyut jantung, seperti yang
ada dibawah ini (Dyah K, 2013):
a) Tingkat aktivitas fisik
b) Tingkat kebugaran
c) Suhu udara
d) Posisi tubuh (berdiri atau berbaring, misalnya)
e) Emosi
f) Ukuran tubuh
g) Konsumsi obat-obatan
Monitoring denyut jantung dapat dilakukan menggunakan teknik langsung (direct)
ataupun tidak langsung (indirect). Secara langsung dilakukan dengan mensensor pada
jantung itu sendiri. Sedangkan secara tidak langsung dengan memanfaatkan pembuluh
darah, yaitu dengan melakukan sadapan atau sensor pada aliran darah tersebut[6].

2.2 Takikardia dan Bradikardia


2.2.1 Takikardia
Takikardia adalah keadaan di mana detak jantung melebihi 100 kali per menit. Dalam
keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 hingga 100 kali per menit. Kondisi
percepatan detak jantung tersebut normal terjadi saat seseorang sedang berolahraga, atau
merupakan respon tubuh terhadap stress, trauma, serta penyakit. Keadaan ini disebut sinus
takikardia. Detak jantung diatur oleh sinyal listrik yang dikirim melalui jaringan jantung.
Takikardia dapat dikatakan abnormal keka serambi atau bilik jantung berdetak lebih cepat,
walaupun saat sedang berisrahat. Terdapat beberapa jenis takikardia yang abnormal
berdasarkan tempat dan penyebabnya, yaitu takikardia pada serambi atau atrium (fibrilasi
atrium dan atrialfluer ), serta takikardia pada bilik jantung atau ventrikel (takikardia
ventrikel dan supaventrikular). Untuk takikardia yang abnormal ini, seringkali juga dak
menimbulkan gejala atau komplikasi. Tapi jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini
dapat mengganggu fungsi jantung sehingga memicu komplikasi serius, seper gagal jantung.
 Penyebab Takikardia
Detak jantung manusia diatur oleh pacu jantung alami bernama nodus sinoatrial yang
terletak di serambi kanan jantung, Nodus tersebut memproduksi sinyal elektrik yang memicu
seap detak jantung. Takikardia terjadi saat terjadi gangguan pada sinyal elektrik yang
mengatur detak jantung untuk memompa darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh:
1. Kondisi medis; anemia, hiperroidisme, hipertensi atau hipotensi, demam.
2. Olahraga berat.
3. Gangguan elektrolit.
4. Penyalahgunaan NAPZA.
5. Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
6. Mengalami stress atau ketakutan.
 Jenis Takikardia
Jenis takikardia berkutnya terjadi pada serambi atau atrium jantung. Jenis tersebut
terdiri dari:
1. Fibrilasi atrium. Pada takikardia jenis ini, impuls elektrik pada atrium atau serambi
atas jantung menjadi kacau. Akibatnya, sinyal terjadi secara cepat, dak teratur, serta
kontraksi pada atrium menjadi lemah.
2. Atrialfluer . Kondisi ini terjadi saat sirkuit dalam atrium menjadi kacau, sehingga
jantung berdetak lebih cepat, namun ritmenya teratur dan kontraksi atrium menjadi
lebih lemah. Penderita takikardia jenis ini juga kerap mengalami fibrilasi atrium.

Tiga jenis takikardia lainnya terjadi pada ventrikel jantung. Kega jenis tersebut adalah :
1. Takikardia ventrikel. Kondisi ini terjadi saat sinyal elektrik pada ventrikel
berlangsung secara abnormal, sehingga kontraksi dak dapat terjadi secara efisien
untuk memompa darah ke seluruh tubuh Fibrilasi ventrikel.
2. Fibrilasi ventrikel terjadi keka sinyal elektrik menjadi cepat dan kacau, sehingga
ventrikel hanya bergetar namun dak efekf memompa darah. Kondisi ini bisa terjadi
pada saat atau setelah terjadinya serangan jantung, dan tergolong fatal.
3. Takikardia supraventrikular. Kondisi ini terjadi saat percepatan detak jantung
abnormal berasal dari atas ventrikel, sehingga menimbulkan putaran sinyal yang
tumpang ndih pada jantung.

 Gejala Takikardia
Pada saat takikardia, denyut jantung dan nadi menjadi cepat, sehingga pasien dapat
merasakan:
1. Jantung berdebar.
2. Nyeri dada (angina).
3. Kelelahan
4. Sesak napas.
5. Pusing.
6. Pingsan.
2.2.2 Bradikardi
Bradikardi merupakan denyut jantung seseorang lebih lambat dari biasanya.
Normalnya, detak jantung manusia berdetak sebanyak 60 hingga 100 kali per menit
pada orang dewasa saat beristirahat. Jantung orang dengan bradikardi berdetak di
bawah 60 kali per menit. Sebenarnya, bradikardia adalah kondisi yang wajar terjadi
saat seseorang sedang tidur nyenyak dan pada kelompok lansia. Bahkan bradikardi
juga masih dianggap normal ketika terjadi pada atlet atau orang yang melakukan
aktivitas sik berat. Namun, pada beberapa orang, bradikardi bisa jadi menandakan
adanya masalah pada sistem elektrik jantung. Itu artinya, pemacu alami di dalam
jantung sedang tidak berfungsi dengan baik, atau aktivitas listrik jantung terganggu.
 Gejala Bradikardi
Gejala umum dari bradikardia adalah:
1. Hampir pingsan atau pingsan (syncope)
2. Pusing Kelemahan
3. Tubuh terasa lelah
4. Kesulitan saat berjalan, naik tangga, atau olahraga
5. Napas terasa lebih pendek
6. Nyeri pada dada
7. Linglung, susah fokus, atau masalah pada ingatan
8. Mudah lelah saat beraktivitas
 Penyebab Bradikardi
Bradikardia adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Jantung
Anda terdiri dari empat ruang, yaitu dua atrium di bagian atas dan dua ventrikel di
bawahnya. Pada atrium kanan, terdapat nodus sinotrial yang berfungsi menjadi alat
pacu alami jantung. Nodus sinotrial mengontrol irama detak jantung dengan cara
memproduksi impuls listrik yang mendorong jantung untuk berdenyut.
Impuls listrik ini akan bergerak melewati atrium, lalu tiba di sekelompok sel
yang disebut nodus atrioventrikular atau nodus AV. Nodus AV yang akan
menerima sinyal dari listrik tersebut ke ventrikel. Sinyal ini menginstruksikan
ventrikel agar jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh.
Aliran impuls listrik yang bermasalah atau terhambat dapat menyebabkan
terjadinya bradikardi karena jantung tidak mendapat instruksi untuk berdenyut
dengan kecepatan normal dari biasanya.

2.3 Suhu Tubuh


Perubahan suhu tubuh di luar rentang normal mempengaruhi set point hipotalamus
sebagai kelenjar pengatur suhu tubuh. Perubahan ini dapat berhubungan dengan produksi
panas yang berlebihan, pengeluaran panas yang berlebihan, produksi panas minimal,
pengeluaran panas minimal atau setiap gabungan dari perubahan tersebut. Sifat perubahan
tersebut mempengaruhi masalah klinis yang dialami pasien[4].
Perubahan suhu tubuh juga dapat berpengaruh pada jumlah denyut jantung seseorang
(Harrison, hal.116). Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36 – 37.5 °C. Suhu tubuh
normal seseorang sesungguhnya bervariasi tergantung pada waktu pengukuran (pagi, siang
atau malam), tempat pengukuran (dalam rongga mulut, di ketiak, atau dalam dubur), faktor
usia serta tingkat metabolisme (sebelum atau sesudah makan, sebelum atau setelah
melakukan aktivitas fisik). Suhu normal tubuh yang terukur pada pagi hari berkisar ≤37.2 °C
dan ≤37.7 °C (Harrison, hal..156). Pengukuran suhu tubuh dilakukan pada bagian yang
dekat dengan organ dalam tubuh. Karena semakin dekat dengan inti tubuh, maka suhu yang
terbaca akan semakin valid (Physics Of Human Body, hal.319). Sehingga pengukuran suhu
dengan termometer lewat rongga mulut atau dubur akan lebih tepat daripada lewat ketiak
(Depkes, 2007). Akan tetapi, karena pada batasan masalah penulis menggunakan sensor
LM35 sebagai sensor suhu, maka pengukuran suhu tubuh tetap dilakukan di ketiak, yang
dianggap sebagai bagian terdekat dengan inti tubuh[4].
Suhu tubuh dapat diukur di tempat – tempat berikut dengan waktu minimal:
a) Ketiak/ axilae: termometer didiamkan selama 10-15 menit
b) Anus/ dubur/ rectal: termometer didiamkan selama 3-5 menit3
c) Mulut/ oral: termometer didiamkan selama 2-3 menit[4]
Faktor yang mempengaruhi suhu tubuh manusia:
1) Kecepatan metabolisme
Kecepatan metabolisme tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi dampak
jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan
pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme.
2) Rangsangan saraf simpatis
Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan saraf simpatis dapat
mencegah lemak yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hampir seluruh
metabolisme lemak adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini
dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan
norepineprin yang meningkatkan metabolisme.
3) Hormon pertumbuhan
Hormon pertumbuhan (growth hormone) dapat menyebabkan peningkatan
kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga
meningkat.
4) Hormone tiroid
Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hampir semua reaksi kimia dalam
tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme
menjadi 50-100% diatas normal.
5) Hormon kelamin
Hormon kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme kira-kira 10-15%
kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan,
fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormon
progesteron pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas
suhu basal, (suhu terendah yang dicapai oleh tubuh ketika istirahat atau tidur atau tidak
sedang melakukan aktivitas apapun).
6) Demam ( peradangan )
Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme
sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C.
7) Status gizi
Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%.
Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk
mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah
mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan
lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan
isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas.
8) Aktivitas
Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan
antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat
meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C.
9) Gangguan organ
Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat
menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat
pirogen yang dikeluarkan pada saat terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu
tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat
menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu.
10) Lingkungan
Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh
dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga
sebaliknya, lingkungan dapat memengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu
antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit. (Sutisnatiz, 2012)[7].

2.4 Modul GSM SIM 900a


Modul SIM900 GSM/GPRS adalah bagian yang berfungsi untuk komunikasi antara
krokontroler Arduino dengan Web Service. Modul komunikasi GSM/GPRS menggunakan
core IC SIM900A. Modul ini mendukung komunikasi dual band pada frekuensi 900 / 1800
MHz (GSM900 dan GSM1800) sehingga fleksibel untuk digunakan bersama kartu SIM
dari berbagai operator telepon seluler di Indonesia. Operator GSM yang beroperasi di
frekuensi dual band 900 MHz dan 1800 MHz sekaligus: Telkomsel, Indosat, dan XL.
Operator yang hanya beroperasi pada band 1800 MHz: Axis dan Three.
Gambar 2.4 Layout dan pin modul gsm 900a
Sumber : http://www.open-electronics.org/

Pada gambar diatas merupakan tampilan dari konfigurasi pin GSM SIM900. Modul ini
sudah terpasang pada breakout-board (modul inti dikemas dalam SMD/ Surface Mounted
Device packaging) dengan pin header standar 0,1" (2,54 mm) sehingga memudahkan
penggunaan, bahkan bagi penggemar elektronika pemula sekalipun. Modul GSM SIM900
ini juga disertakan antena GSM yang kompatibel dengan produk ini.

Gambar 2.5 Modul SIM GSM 900a


Sumber : tokopedia

Spesifikasi modul GSM SIM900A :


1. GPRS multi-slot class 10/8, kecepatan transmisi hingga 85.6 kbps (downlink),
mendukung PBCCH, PPP stack, skema penyandian CS 1,2,3,4
2. GPRS mobile station class B
3. Memenuhi standar GSM 2/2 +
4. Class 4 (2 W @ 900 MHz)
5. Class 1 (1 W @ 1800MHz)
6. SMS (Short Messaging Service): point-to-point MO & MT, SMS cell broadcast,
mendukung format teks dan PDU (Protocol Data Unit)
7. Dapat digunakan untuk mengirim pesan MMS (Multimedia Messaging Service)
8. Mendukung transmisi faksimili (fax group 3 class 1)
9. Handsfree mode dengan sirkit reduksi gema (echo suppression circuit)
10. Dimensi: 24 x 24 x 3 mm
11. Pengendalian lewat perintah AT (GSM 07.07, 07.05 & SIMCOM Enhanced AT
Command Set)
12. Rentang catu daya antara 7 Volt hingga 12 Volt DC
13. SIM Application Toolkit 14. Hemat daya, hanya mengkonsumsi arus sebesar 1
mA pada moda tidur (sleep mode)
15. Rentang suhu operasional: -40 °C hingga +85 °C

2.5 Modul ECG AD8232

AD8232 adalah chip kecil yang rapi yang mengukur aktivitas listrik jantung. Aktivitas
listrik ini dapat dinyatakan sebagai EKG atau elektrokardiogram. Elektrokardiogram
digunakan untuk membantu mendiagnosis berbagai penyakit jantung. papan AD8232 untuk
menerima sinyal ECG, untuk mulai memproduksi sinyal output dari papan AD8232. Sinyal
output akan memberikan sekitar 1,5 volt, menghasilkan sampel 1k / detik. Kemudian, sinyal-
sinyal ini akan dikirim melalui USB dari Arduino, sehingga kita dapat memeriksanya
melalui Serial Monitor.

Gambar 2.6 Modul AD8232


Sumber : spanish.alibaba.com
Spesifikasi modul AD8232:
1. Tegangan: 2,0 V hingga 3,5 V
2. Sekarang: 170 uA
3. Rasio penolakan mode umum: 80dB (60Hz)
4. Dua atau tiga konfigurasi elektroda
5. Deteksi Leads-Off
6. Pin Shutdown

2.6 Sensor Suhu DS18B20


DS18B20 adalah sensor suhu digital seri terbaru dari Maxim IC (dulu yang buat
adalah Dallas Semiconductor, lalu dicaplok oleh Maxim Integrated Products). Sensor ini
mampu membaca suhu dengan ketelitian 9 hingga 12-bit, rentang -55°C hingga 125°C
dengan ketelitian (+/-0.5°C ). Setiap sensor yang diproduksi memiliki kode unik sebesar 64-
Bit yang disematkan pada masing-masing chip, sehingga memungkinkan penggunaan sensor
dalam jumlah besar hanya melalui satu kabel saja (single wire data bus/1-wire protocol). Ini
merupakan komponen yang luar biasa, dan merupakan batu patokan dari banyak proyek-
proyek data logging dan kontrol berbasis temperatur di luar sana.
Sebagai acuan dan informasi pendukung, sensor ini memiliki fitur utama sebagai
berikut:
1. Antarmuka hanya menggunakan satu kabel sebagai komunikasi (menggunakan protokol
Unique 1-Wire)
2. Setiap sensor memiliki kode pengenal unik 64-bit yang tertanam di onboard ROM
3. Kemampuan multidrop yang menyederhanakan aplikasi penginderaan suhu terdistribusi
4. Tidak memerlukan komponen tambahan
5. Juga bisa diumpankan daya melalui jalur datanya. Rentang dayanya adalah 3.0V hingga
5.5V
6. Bisa mengukur temperatur mulai dari -55°C hingga +125 °C
7. Memiliki akurasi +/-0.5 °C pada rentang -10 °C hingga +85 °C
8. Resolusi sensor bisa dipilih mulai dari 9 hingga 12 bit.
9. Bisa mengkonversi data suhu ke 12-bit digital word hanya dalam 750 milidetik
(maksimal)
10. Memiliki konfigurasi alarm yang bisa disetel (nonvolatile)
11. Bisa digunakan untuk fitur pencari alarm dan alamat sensor yang temperaturnya diluar
batas (temperature alarm condition)
12. Penggunaannya bisa dalam lingkungan kendali termostatis, sistem industri, produk
rumahan, termometer, atau sistem apapun yang memerlukan pembacaan suhu.

Gambar 2.8 Sensor DS18B20


Sumber : https://duwiarsana.com/produk/sensor-suhu-ds18b20/
2.7 Arduino Uno
Uno Arduino adalah board berbasis mikrokontroler pada ATmega328. Board ini
memiliki 14 digital input / output pin (dimana 6 pin dapat digunakan sebagai output PWM),
6 input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack listrik tombol reset.
Pin-pin ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, hanya
terhubung ke komputer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat dari adaptor
AC-DC atau baterai untuk menggunakannya.
Kata " Uno " berasal dari bahasa Italia yang berarti "satu", dan dipilih untuk menandai
peluncuran Software Arduino (IDE) versi 1.0. Arduino. Sejak awal peluncuran hingga
sekarang, Uno telah berkembang menjadi versi Revisi 3 atau biasa ditulis REV 3 atau R3.
Software Arduino IDE, yang bisa diinstall di Windows maupun Mac dan Linux, berfungsi
sebagai software yang membantu anda memasukkan (upload) program ke chip ATMega328
dengan mudah[9].
Spesifikasi:
1. Mikrokontroler : Atmega328
2. Tegangan Pengoperasian : 5V
3. Tegangan Input :7-12V
4. Batas Tegangan Input : 6-20V
5. Jumlah Pin I/O Digital : 14 (6 Di Antaranya Menyediakan Keluaran PWM)
6. Jumlah Pin Input Analog : 6
7. Arus DC Tiap Pin I/O :40 mA
8. Arus DC Untuk Pin 3.3V : 50 mA
9. Memori Flash : 32 KB (Atmega328) dan 0.5 KB Bootloader
10. SRAM : 3 KB (Atmega328)
11. EEPROM : 1 KB (Atmega328).
12. Clock Speed :16 Mhz

Gambar 2.7 Arduino Uno


(Sumber: https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/I/81A621O1eoL._SX466_.jpg)

2.8 LCD 16x 2


LCD (Liquid Cristal Display) berfungsi untuk menampilkan karakter angka, huruf
ataupun simbol dengan lebih baik dan dengan konsumsi arus yang rendah. LCD (Liquid
Cristal Display) dot matrik M1632 merupakan modul LCD buatan hitachi. Modul LCD
(Liquid Cristal Display) dot matrik M1632 terdiri dari bagian penampil karakter (LCD)
yang berfungsi menampilkan karakter dan bagian sistem prosesor LCD dalam bentuk
modul dengan mikrokontroler yang diletakan dibagian belakang LCD tersebut yang
berfungsi untuk mengatur tampilan LCD serta mengatur komunikasi antara LCD dengan
mikrokontroler yang menggunakan modul LCD tersebut. Modul prosesor M1632 pada
LCD tersebut memiliki memori tersendiri sebagai berikut.

Gambar 2.8 LCD (Liquid Cristal Display)


Datasheets LCD (Liquid Cristal Display)
PIN SIMBOL NILAI FUNGSI
1 Vss – Power supply 0 volt (ground)
2 Vdd/Vcc – Power supply Vcc
3 Vee – Seting kontras
4 RS 0/1 0: intruksi input / 1: data input
5 R/W 0/1 0: tulis ke LCD / 1: membaca dari LCD
6 E 0–>1 Mengaktifkan sinyal
7 DB0 0/1 Data pin 0
8 DB1 0/1 Data pin 1
9 DB2 0/1 Data pin 2
10 DB3 0/1 Data pin 3
11 DB4 0/1 Data pin 4
12 DB5 0/1 Data pin 5
13 DB6 0/1 Data pin 6
14 DB7 0/1 Data pin 7
15 VB+ – Power 5 Volt (Vcc) Lampu latar (jika ada)
16 VB- – Power 0 Volt (ground) Lampu latar (jika ada)

Dalam modul LCD (Liquid Cristal Display) terdapat microcontroller yang berfungsi
sebagai pengendali tampilan karakter LCD (Liquid Cristal Display). Microntroller pada
suatu LCD (Liquid Cristal Display) dilengkapi dengan memori dan register. Memori yang
digunakan microcontroller internal LCD adalah :
• DDRAM (Display Data Random Access Memory) merupakan memori tempat karakter
yang akan ditampilkan berada.
• CGRAM (Character Generator Random Access Memory) merupakan memori untuk
menggambarkan pola sebuah karakter dimana bentuk dari karakter dapat diubah-ubah
sesuai dengan keinginan.
• CGROM (Character Generator Read Only Memory) merupakan memori untuk
menggambarkan pola sebuah karakter dimana pola tersebut merupakan karakter dasar yang
sudah ditentukan secara permanen oleh pabrikan pembuat LCD (Liquid Cristal Display)
tersebut sehingga pengguna tinggal mangambilnya sesuai alamat memorinya dan tidak
dapat merubah karakter dasar yang ada dalam CGROM.

Register control yang terdapat dalam suatu LCD diantaranya adalah.


• Register perintah yaitu register yang berisi perintah-perintah dari mikrokontroler ke
panel LCD (Liquid Cristal Display) pada saat proses penulisan data atau tempat status dari
panel LCD (Liquid Cristal Display) dapat dibaca pada saat pembacaan data.
• Register data yaitu register untuk menuliskan atau membaca data dari atau keDDRAM.
Penulisan data pada register akan menempatkan data tersebut keDDRAM sesuai dengan
alamat yang telah diatur sebelumnya.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Diagram Blok Sistem

INPUT PROSES OUTPUT

PERSONAL
KOMPUTER
(Pemberi Perintah)

DS18B20 ARDUINO
UNO
(PROSESSOR)

ELEKTRODA NOTCH
ECG FILTER DISPLAY
(LCD)

SIM 900a

Gambar 3.1 Blok Diagram Keseluruhan


Monitoring heart rate (BPM) dan suhu tubuh tampil LCD karakter dilengkapi
notifikasi, memiliki beberapa parameter yaitu suhu, dan BPM. Rangkaian projek ini
memiliki 3 input-an berupa DS18B20, Elektroda, dan SIM 900a. DS18B20 memiliki
fungsi mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan, Elektroda
berfungsi sebagai tranduser yang berguna untuk mengaliri sinyal listrik yang terdapat
pada tubuh pasien, dan sebagai pembaca BPM pada tubuh pasien. Setiap input
selanjutnya akan di proses. Suhu tubuh pasien akan dideteksi DS18B20 dan output dari
DS18B20. Untuk sinyal listrik yang terdapat ditubuh pasien akan masuk ke rangkaian
instrumen dan melalui beberapa proses pemfilteran menggunakan rangkaian notch filter
untuk mendapatkan sinyal ECG yang nantinya akan di proses lebih lanjut oleh arduino,
rangkaian ECG menghitung detak jantung pasien dalam satu menit. Modul sim 900a
berfungsi untuk mengirim SMS yang berisi notifikasi berupa kondisi BPM tidak normal
(takikardia atau bradikardia). Output dari Arduino ditampilkan di LCD karakter dan
notifikasi SMS.

3.2 Diagram Alir Alat

Start

Inisialisasi

Notifikasi
SMS BPM SUHU

LCD

Selesai

Gambar 3.2 Diagram Alir


Menekan saklar ON lalu melakukan inisialisasi program untuk menjalankan BPM,
dan suhu kemudian setelah melakukan inisialisasi program dan apabila inisialisasi sudah
benar maka selanjutnya mengirim program ke Arduino. Setelah program terkirim di
Arduino maka Arduino akan mengendalikan rangkaian BPM, dan suhu kemudian hasil dari
proses rangkaian BPM, dan suhu akan di tampilkan pada LCD dan BPM ditampilkan pada
notifikasi SMS pada android. Jika ingin mengakhiri hasil yang ditampilkanmaka yang
harus dilakukan yaitu menekan tombol off, maka proses terebut selesai dan program
berhenti berjalan.

3.3 Diagram Mekanis


Gambar 3.3 Diagram Mekanis
3.3.1 Alat
Pengamatan, maupun pengujian digunakan beberapa peralatan. Peralatan –
peralatan tersebut antara lain:
Tabel 3.1 Daftar Alat Yang diperlukan
NO NAMA ALAT
1. Toolset (lengkap)
2 Gergaji
3. Cutter
4. Project Board
5. Bor Tangan
6. Solder
7. Penyedot Timah
8. Laptop

3.3.2 Bahan
Mempersiapkan bahan untuk pembuatan alat merupakan hal yang harus
diperhatikan agar bahan yang didapat sesuai dengan kebutuhan modul.
Berikut merupakan data-data bahan yang diperlukan dalam pembuatan alat :
Tabel 3.2 Nama Bahan
No Bahan Jumlah
1 Arduino uno 1
2 Baterai 5V 2
3 IC TL 084 4
4 IC LM 35 1
5 IC 7805 1
6 Banana Plug 3
7 Kabel Power 1
8 Kabel USB 1
9 Dioda 2
10 Modul HC05 1
11 Modul MAX 30100 1
12 Modul FC04 1
13 Saklar on/off 1
14 Kapasitor 21
15 Potensio 4
16 Resistor 25
19 Jack 2
20 Modul DC Converter 1
21 Modul Step Up 1
22 Modul Charger 1

3.4 Jenis Penelitihan


Rancangan penelitihan model alat ini menggunakan metode pre-eksperimental
dengan jenis penelitihan One group post test design. Pada rancangan ini, peneliti hanya
melihat hasil perlakuan pada satu kelompok obyek tanpa ada kelompok pembanding dan
kelompok kontrol.
Desain dapat digambarkan sebagi berikut:
X------------------------------------------O
X = Treatmen/perlakuan yang diberikan (variabel independen).
O = Observasi (variabel dependen).

3.5 Variabel Penelitian


3.5.1 Variabel Bebas
Pemilihan Lead pada ECG.
3.5.2 Variabel Dependen
Nilai referensi dari Heart Rate yang diambil dari ECG.
3.5.3 Variabel Terkendali
Sebagai variabel terkendali yaitu IC 7660.
3.5.4 Definisi Operasional
Dalam kegiatan operasionalnya, variabel-variabel yang digunakan dalam pembuatan
Patient monitor, baik variabel tekendali, tergantung, dan bebas memiliki fungsi-
fungsi antara lain :
Tabel 3.3 Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Hasil ukur Skala-
Variabel ukur
Pemilihan Pemilihan LEAD Osiloscope Gel. P<2,5mV. Interval
LEAD yang akan digunakan digital GelQ<1/3Gel
ECG untuk data ECG akan R.k Kompleks
(V.Bebas) mempengaruhi bentuk QRS<10 detik.
dari sinyal ECG.
Nilai Sebagai Penentu dari Android 60 - 100 BPM Interval
referensi nilai Heart Rate, jika (Roboremo)
dari Heart referensi terlalu
Rate yang rendah BPMnya akan
diambil dari tinggi dan sebaliknya
ECG(V.Ter
gantung)

IC 7660 Sebagai konversi Multimeter Positif =+12V Nominal


(V.Terkend tegangan positif Negatif=-12V
ali) menjadi tegangan
negatif

3.6 Simulasi Heart Rate


Berikut merupakan data Heart Rate yang di dapatkan dari ke 5 anggota kelompok kami :
Tabel 3.4 Hasil Rata-rata BPM

No Nama BPM
1 Riska 87,7
2 Georgia 86,5
3 Rizki 87,2
4 Yanti 88
5 Azam 88,2

3.7 Simulasi SPO2


Berikut merupakan data SPO2 yang di dapatkan dari ke 5 anggota kelompok kami :
Tabel 3.5 Hasil Rata-rata SpO2

No Nama SpO2(%)
1 Riska 97,6
2 Georgia 98
3 Rizki 98
4 Yanti 97,2
5 Azam 97

3.8 Simulasi Suhu


Berikut merupakan data Suhu yang di dapatkan dari ke 5 anggota kelompok kami:
Tabel 3.6 Hasil Rata-rata Suhu

No Nama SUHU
1 Riska 35
2 Georgia 33,8
3 Rizki 34
4 Yanti 34,8
5 Azam 35,2

3.9 Simulasi Respiration Rate


Berikut merupakan data Respiration Rate setiap 1menit yang di dapatkan dari ke 5 anggota
kelompok kami :
Tabel 3.7 Hasil Rata-rata Respiration Rate

RESPIRATION
No Nama
RATE/MENIT(RR)
1 Riska 17,4
2 Georgia 18,4
3 Rizki 24,6
4 Yanti 18,8
5 Azam 21,6

3.10 Teknik Analisa Data


3.10.1 Rata – rata
Rata–rata adalah bilangan yang di dapat dari hasil pembagian jumlah nilai
data oleh banyaknya data dalam kumpulan tersebut.
Rumus rata – rata adalah:
Rata-rata ( x ) =
 Xi
n
Dimana :
X = rata-rata
 Xi = Jumlah nilai data
n = Banyak data (1,2,3,...n)
3.10.2 Simpangan (ERespiration Rateor)
Simpangan adalah selisih dari rata-rata nilai harga yang dikehendaki dengan
nilai yang diukur. Rumus simpangan adalah :

Simpangan = Xn - X

Dimana :
Xn = nilai yang diukur
X = nilai yang dikehendaki

3.10.3 Respiration Rateor (%)


Persen eRespiration Rateor adalah nilai persen dari simpanga (eRespiration
Rateor) terhadap nilai yang dikehendaki.Rumus % eRespiration Rateor adalah:

%Error =

Xn  ( X )
x100%
Xn

Dimana :
Xn = rata-rata data kalibrator
X = rata-rata data modul

3.10.4 Standart Deviasi


Standart deviasi adalah suatu nilai yang menunjukkan tingkat (derajat) variasi
kelompok data atau ukuran standart penyimpangan dari meannya. Rumus standar
deviasi (SD) adalah

SD =
  
( X 1  X ) 2  ( X 2  X ) 2  ......  ( X 5  X ) 2
n 1

Dimana :
SD = standart deviasi
X = rata-rata
X1,..,Xn = nilai data
n = banyak data (1,2,3 ….n )

3.10.5 Ketidak Pastian (UA)


Ketidak pastian adalah perkiraan mengenai hasil pengukuran yang didalamnya
terdapat harga yang benar. Rumus dari ketidakpastian adalah

SD
Ketidakpastian(UA) =
N
Dimana :
SD = Standart Deviasi
n = Banyaknya data

3.11 Urutan Kegiatan


1. Mempelajari literatur
2. Membuat diagram mekanis, diagram blok sistem dan diagram alir proses/program
3. Merancang rangkaian mekanik
4. Membuat rangkaian elektronik dalam bentuk modul-modul.
5. Menyatukan modul-modul membentuk sistem modul
6. Menguji sistem modul dan mengukur besaran-besaran fisis yang diperlukan
7. Menghitung parameter-parameter kinerja sistem
8. Membuat ulasan mengenai hasil-hasil dari penelitian ini meliputi
kelebihan/kekuatan sampai dengan kekurangan/kelemahan sistem
9. Menarik kesimpulan dan saran untuk perbaikan system
10. Menyusun laporan.

3.12 Tempat dan Jadwal Kegiatan Penelitian


3.12.1 Tempat Penelitian
Lokasi yang dilakukan pelaksanaan penelitian atau tempat mengambil data
penelitian yaitu di Ruang Rapat Kampus Teknik Elektromedik Surabaya.
3.12.2 Pencatatan Pengambilan Data
a. Waktu : 16.45 WIB
b. Tempat: Ruang Rapat
c. Laptop : HP