Anda di halaman 1dari 53

Soal Dan Jawaban Kelompok 1

BAB I : NEGARA DAN KONSTITUSI


1. Apa tujuan dibuatnya konstitusi?
 Untuk mengatur jalannya kekuasaan dengan jalan membatasinnya melalui
aturan untuk menghindari terjadinya kesewenangan yang dilakukan
penguasa terhadap rakyatnya serta memberikan arahan kepada penguasa
untuk mewujudkan tujuan negara.

2. Apa contoh bahwa UUD itu jaminan untuk melindungi rakyat?


 Setiap pelanggar hukum akan dikenakan sanksi. Contohnya, semua isi
UUD kan berkaitan dengan HAM, otomatis itu sudah menjadi jaminan
untuk melindungi rakyat Indonesia dan apabila jika ada yang masih
melanggar, mungkin orang yang melanggar itu sudah tak peduli dengan
UUD.

3. Apa arti sempit dari konstitusi?


 Arti sempit: konstitusi adalah undang-undang dasar, yaitu beberapa
dokumen yang memuat aturan yang bersifat pokok dengan demikian,
konstitusi bersumber dari dasar negara.

4. Bagaimana prinsip dari John Locke tentang konstitusi?


 John Locke menjelaskan bahwa dalam konsep trias politika atau
pembagian kekuasaan antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif maka
diantara tiga lembaga kekuasaan itu bersifat saling menguasai.

5. Konstitusi itu memuat tahap apa saja menurut Mariam Budiardjo?


 1. Organisasi Negara, misalnya pembagian kekuasaan antara legislatif,
eksekutif, dan yudikatif
2. Hak-hak asasi manusia
3. Prosedur mengubah undang-undang

1
4. Adakalanya memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari
UUD.
5. Merupakan aturan hukum yang tertinggi yang mengikat semua warga
Negara dan lembaga Negara tanpa terkecuali.
Untuk mengubah UUD 1945 itu dasarnya adalah pasal 37 UUD 1945 yang
menyatakan bahwa :
1. Diusulkan sekurang – kurangnya oleh sepertiga jumlah anggota MPR
2. Keputusan sidang dianggap sah apabila dihadiri oleh 2/3 jumlah
anggota MPR
3. Keputusan dianggap sah apabila dihadiri 2/3 +1 dari jumlah anggota
MPR.

6. Apa pengertian konstitusionalisme menurut Richard S. Kay?


 Menurut Richard S. Kay, konstitusionalisme adalah: “Pelaksanaan aturan-
aturan hukum (rule of law) dalam hubungan individu dengan pemerintah.
Konstitusionalisme menghadirkan situasi yang dapat memupuk rasa aman,
karena adanya pembatasan terhadap wewenang pemerintah yang telah
ditentukan lebih dahulu”.

7. Apa fungsi UUD 1945 dalam ideologi negara?


 1. Mengatur bagaimana kekuasaan negara disusun, dibagi dan
dilaksanakan
2. Menentukan dengan jelas apa yang menjadi hak dan kewajiban negara,
aparat negara dan warga negara.

8. Apa fungsi dari konstitusi menurut Kusnardi?


 Kusnardi membagi fungsi konstitusi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1. Membagi kekuasaan Negara agar tidak memusat
2. Membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa dalam Negara
3. Menjamin Hak Asasi Manusia

2
9. Apa perbedaan trias politika John Locke dengan trias politika di
Indonesia?
 Menurut trias politika John Locke :
Pemisahan kekuasaan antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif (Sendiri –
sendiri tanpa adanya keterkaitan satu sama lain).
Menurut trias politika di Indonesia :
Pembagian antara 1 lembaga (Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif)
ketiganya saling memiliki hubungan dan saling keterkaitan satu sama lain.

10. Apa hakikat dari konstitusi menurut UUD 1945?


 1. Adanya jaminan terhadap HAM dan warga negaranya
2. Ditetapkan susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat
fundamental
3. Adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga
bersifat fundamental

11. Apa tujuan dari konstitusi?


 Konstitusi bertujuan untuk memberikan pembatasan sekaligus
pengawasan terhadap kekuasaan politik, untuk melepaskan kontrol
kekuasaan dari penguasa itu sendiri, untuk memberikan batasan-batasan
ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaannya.

12. Konstitualisme mengatur 2 hubungan sebutkan?


 Konstitusionalisme juga mengatur dua hubungan yang saling berkaitan
satu sama lain, pertama, hubungan antara pemerintahan dengan warga
negara; kedua, hubungan antara lembaga pemerintahan yang satu dengan
lembaga pemerintahan yang lain.

3
13. Apa yang dimaksud kesepakatan tentang bentuk – bentuk intuisi dan
prosedur?
 Kesepakatan ini berkenaan dengan :
1. Bangunan organ Negara dan prosedur-prosedur yang
mengatur kekuasaannya.
2. Hubungan-hubungan antar organ Negara itu dengan sama
lain
3. Hubungan antar organ-organ itu dengan warga Negara
Dengan adanya kesepakatan itu, maka isi konstitusi dapat
dirumuskan dengan mudah karena benar-benar mencerminkan
keinginan bersama berkenaan dengan institusi kenegaraaan dan
mekanisme ketatanegaraan yang hendak dikembangkan dalam
kerangka kehidupan Negara berkonstitusi. 
Keseluruhan  kesepakatan  tersebut  di  atas,  pada  intinya 
menyangkut prinsip pengaturan dan pembatasan kekuasaan.

14. Apa isi dari konstitusi itu dan berasal dari bahasa apa saja?
 Dari segi bahasa istilah konstitusi berasal dari kata constituer (Prancis)
yang berarti membentuk. Maksudnya yaitu membentuk, menata, dan
menyusun suatu negara. Dalam bahasa Belanda, istilah konstitusi dikenal
dengan sebutan gronwet yang berarti undang-undang dasar.

15. Apa artinya konstitusi dalam bahasa inggris?


 Dalam bahasa Inggris kata constitute dapat berarti mengangkat,
mendirikan atau menyusun.

16. Konvensi itu apa dan mempunyai sifat bagaimana?

4
 Konvensi adalah aturan-aturan dasar dalam praktik penyelenggaraan
negara yang muncul karena kebiasaan-kebiasaan namun sifatnya
kebiasaan, tidak tertulis, berjalan sejajar dengan UUD 1945, pelengkap
UUD 1945, diterima oleh rakyat.

17. Apa arti konstitusi dalam arti sempit dan luas?


 Dalam arti sempit: konstitusi adalah undang-undang dasar, yaitu
beberapa dokumen yang memuat aturan yang bersifat pokok dengan
demikian, konstitusi bersumber dari dasar negara.
Dalam arti yang luas: konstitusi adalah hukum tata negara, yaitu
keseluruhan aturan dan ketentuan(hukum) yang mengambarkan sistem
ketatanegaraan suatu negara.

18. Apa cita -cita negara Republik Indonesia yang tertuang dalam di
pembukaan UUD 1945?
 Cita – cita negara Indonesia tertuang dalam pembukaan undang-undang
Dasar 1945 dalam alinea 4 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

5
Soal Dan Jawaban Kelompok 2
BAB II : DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI
1. Negara Indonesia adalah Negara demokrasi apa dasarnya ?
Jawaban : Yaitu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 menyatakan bahwa Negara Indonesia menganut paham
demokrasi yang artinya kekuasaan atau kedaulatan berada di tangan
rakyat.
2. Apa yang dimaksud Negara demokrasi dan apa tujuannya?
Jawaban : Demokrasi adalah suatu pemerintahan yang berasal dari
rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Dan Tujuannya adalah untuk
mensejahterahkan kehidupan bangsa.
3. Apa artinya pemerintahan dari rakyat?
Jawaban : pemerintahan dari rakyat bahwa rakyatlah yang memegang
peranan penting dalam suatu Negara atau bisa disebut rakyatlah yang
berkuasa.
4. Apa arti dari demokrasi langsung dan mengapa bisa dilaksanakan?
Jawaban : Demokrasi langsung adalah system pemerintahan yang
mewujudkan kedaulatan di tangan rakyat pada suatu Negara, setiap
warga negarnya dapat menyampaikan langsung tentang persoalan dan
pendapatnya kepada pihak eksekutif.
Demokrasi langsung di adakan hanya dalam pemilihan lembaga
eksekutif, legislative (lembaga pengawas jalannya pemerintahan),
rakyat (mengontrol jalannya pemerintahan).
5. Pasal 1 ayat 2 bagaimana bunyinya?
Jawaban : “Kedaulatan aadalah di tangan rakyat dan dilakukan
sepenuhnya oleh majelis permusyawaratan rakyat”

6
6. Sebutkan ciri-ciri system poliik demokrasi!
Jawaban :
Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:
 Adanya keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan
politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan)
 Adanya pengakuan, penghargaan dan perlindungan terhadap
hak-hak asasi rakyat.
 Persamaan rakyat dalam praktik politik.
7. Apa demokrasi terpimpin itu?
Jawaban : Demokrasi terpimpin adalah sebuah system demokrasi
dimana seluruh keputusan serta pemikiran berpusat pada pemimpin
Negara.
8. Sebutkan berbagai penyimpangan terhadap demokrasi pancasila di
Indonesia?
Jawaban :
Berbagai penyimpangan terhadap demokrasi pancasila:
 Lembaga-lembaga Negara ber intikan nasionalisme agama
komunis:
1) Nasional di wakili oleh PNI
2) Agama di wakili oleh NU
3) Komunis di wakili oleh PKI
 Prosedur pembentukan DPAS, karena lembaga ini anggotanya
di tunjuk oleh presiden dan di ketuai oleh Presiden. Padahal
tugas dari DPAS adalah memberi jawaban atas pertanyaan
Presiden dan memberi usulan kepada pemerintah
 Prosedur pembentukan MPRS, Karena anggota MPRS di
angkat oleh Presiden. Seharusnya di pilih melalui pemilu.
 Prodsedur pembentukan DPRGR, karena DPRGR di tunjuk
oleh Presiden dan DPR hasil pemilu 1955 justru dibubarkan
oleh Presiden. Padahal kedudukan DPR dan Presiden adalah

7
seimbang. Prsiden tidak dapat membubarkan DPR, begitupun
sebaliknya
 Sidang MPRS dilaksanakan di luar Ibu Kota Negara yaitu di
Bandung
9. Apa syarat-syarat dasar untuk terselenggaranya pemerintahan yang
demokratis?
Jawaban ;
1) Melindungi konstitusional
2) Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak
3) Pemilu yang bebas
4) Membebaskan untuk menyatakan aspirasi
5) Kebebasan untuk berserikat
6) Pendidikan Kewarganegaraan
10. Sebutkan beberapa prinsip demokrasi pancasila!
Jawaban ;
Prinsip demokrasi pancasila :
1) Perlindungan terhadap hak asasi manusia
2) Pengmabilan keputusan atas dasar musyawarah
3) Peradilan yang merdeka berarti badan peradilan (kehakiman)
merupakan badan yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh
kekuasaan pemerintah dan kekuasaan lainnya.
4) Adanya partai politik dan organisasi social politik karena
berfungsi untuk menyalurkan aspirasi rakyat.
5) Pelaksanaan pemilu
6) kedaulatan adalah di tangan rakyat (pasal 1 ayat 2 undang-
undang dasar 1945)
7) Keseimbangan antara hak dan kewajiban
8) Pelaksanaan kebebasan yang bertanggung jawab secara moral
kepada Tuhan YME, diri sendiri, masyarakat dan Negara
ataupun orang lain
9) Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

8
11. Apa yang dimaksud pendidikan demokratis?
Jawaban ; Pendidikan demokrasi adalah pandangan hidup yang
mengutarakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang
sama di dalam berlangsungnya proses pendidikan.
12. Apa yang dimaksud demokrasi material dan formal?
Jawaban ;
Demokrasi material adalah demokrasi yang terjadi pada Negara
sosialis-komunis.
Demokras formal demokrasi yang memberikan kekuatan hokum yang
sama dalam bidang politik tanpa adanya pertimbangan perbedaan
ekonomi.
13. Apa saja nilai-nilai demokrasi yang terjabar dari nilai pancasila?
Jawaban ;
1) Kedaulatan rakyat. Tertuang dalam kalimat pada alenia ke-4
2) Prinsip republik. Tertuang dalam kalimat tersebut diatas pada
kata Republik Indonesia
3) Prinsip Negara berdasar atas hukum. Tertuang dalam kalimat
pada alenia ke-4
14. Mengapa demokrasi langsung hanya bisa dilakukan di Yunani?
Jawaban ; Pada jaman Yunani kuno, demokrasi langsung pernah di
praktekan di Negara-negara kota (polis) di Athena. Pada masa itu,
karena penduduknya sedikit, rakyat dapat dilibatkan secara langsung
dalam membicarakan persoalan-persoalan Negara dalam suatu rapat
bersama.
15. Apa perbedaan demokrasi pancasila pada orde baru dan revormasi?
Jawaban ;
Pada masa orde baru; Pelaksanaan demokrasinya lebih menekan pada
kekuasaan presiden dan UUD 1945 tidak di amalkan secara baik dan
benar. Banyak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme serta maraknya
terjadi penyipangan dalam hal berbangsa dan bernegara.

9
Pada masa revormasi; pelaksanaan demokrasi lebih berorientasi pada
kemerdekaan berpendapat dan berpolitik yang mengedepankan
kebebasan dalam berpendapat di muka umum. Hak asasi manusia di
junjung tinggi dan setiap partai politik bisa ikut serta dalam pemilu
yang demokratis dan pancasila di utamakan dalam pengambilan
keputusan.
16. Mengapa lahir demokrasi pancasila dan kapan berlakunya?
Jawaban ; Era demokrasi pancasila di awali dengan suatu peristiwa
sejarah yang sangat kelam bagi Indonesia yaitu G30S PKI. Masa
demokrasi pancasila menunjukkan keberhasilan dalam politik, hal ini
di buktikan dengan keberhasilan menyelenggarakan pemilu secara
teratur. Yaitu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992.
Berlakunya Demokrasi pancasila ialah upaya untuk meluruskan
kembali penyelewengan terhadap UUD 1945 yang terjadi di dalam
masa demokrasi Terpimpin yaiutu pada periode tahun 1965 sampai
tahun 1998
17. Indonesia pada pembagian kekuasaan yang di sebut legislative,
eksekutif, dan yudikatif kalau di Amerika Serikat apa?
Jawaban : di Amerika Serikat pembagian kekuasaan ialah cabang
legislative, cabang eksekutuf dan cabang yudikatif.
18. Bagaimana demokrasi menurut Abraham Lincoln?
Jawaban ; Menurut Abraham Lincoln, demokrasi adalah pemerintahan
suatu Negara yang di selenggarakan dari rakyat oleh rakyat dan untuk
rakyat.

19. Apa yang dimaksud suprastuktur politik dan infrastruktur politik?


Jawaban ; Suprastruktur politik adalah lembaga politik yang di buat
oleh Negara guna melakukan tugas kekuasaan Negara. Suprastuktur
politik yang dibentuk atas ajaran trias politika.

10
Infrastuktur politik adalah suatu lembaga politik yang ada di
masyarakat. Infrastuktur politik meliputi partai-partai politik , ormas,
LSN, media masa.

Soal Dan Jawaban Kelompok 3


BAB III : NEGARA HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
1. Apa tujuan didirikannya HAM Dan jelaskan sejarah singkat HAM?
Jawaban :
Sejarah HAM di Indonesia : Pemahaman di Indonesia seagai tatanan
nilai,norma,sikap yang hidup di masyarakat dan acuan bertindak pada
dasarnya berlangsung sudah cukup lama. Secra garis besar
Prof.Baghirmanan paa bukunya yang berjudul “PERKEMBANGAN
PEMIKIRAN Dan PENGETAHUAN HAM di Indonesia (2001)” membagi
perkembangan dan pemikiran HAM di Indonesia menjadi dua
periode,yaitu periode sebelum kemerdekaan (1908-1945) dan sesudah
kemerdekaan (1945-sekarang).
Tujuan HAM yaitu:
a. Untuk melindungi manusia dari kekerasan dan kesewenangan.
b. HAM mengembangkan saling menghargai antar sesama.
c. HAM mendorongtindakan yang dilandasi kesadaran dan tanggung
jawab untuk menjamin bahwa hak-hak orang lain tidak dilanggar.
2. Apa ciri-ciri negara hukum di Indonesia?
Jawaban:
Ciri negara hukum di Indonesia:
a. Adanya supremasi hukum.
b. Adanya pemisahan kekuasaan.
c. Adanya pemerintahan berdasarkan Undang-Undang.
d. Adanya kesamaan di hadpan hukum.

11
e. Adanya peradilan administrasi.
f. Adanya jaminan perlindungan terhadap HAM
3. Apa saja instrumen hukum di Indonesia?
Jawaban:
Instrumen hukum di Indonesia:
a. Pancasila.
b. Pembukaan UUD1945.
c. UUD1945 hasil amandmen (pasal 28A-28J).
d. Tap MPR no.XVII/1996.
e. Undang-undang.
f. Peraturan pemerintah.
4. Sebutkan ciri-ciri nrgara hukum menurut Friedrich Julius Stahl?
Jawaban:.
Menurut ahli hukum dari Eropa Kontinental Friedrich Julius Stahl,
ciri-ciri Rechtsstaat sebagai berikut:
a. Hak asasi manusia (HAM)
b. Pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin HAM yang
biasa dikenal dengan sebutan Trias Politika.
c. Pemerintahan berdasarkan peraturan-peraturan.
d. Peradilan administrasi dalam perselisihan.
5. Sebutkan HAM menurut FD Rooselvelt ?
Jawaban:
a. Freedon of speech and expression ( kebebasan berbicara dan
berpendapat )
b. Freedom of religion ( kebebasan beragama )
c. Freedom from want ( kebebasan dari kekurangan )
d. Freedom from fear ( kebebasan dari rasa takut )
6. Sebutkan ciri-ciri negara hukum menurut suseno ?
Jawaban:
a. Fungsi kenegaraan dijalankan oleh lembaga bersangkutan sesuai
dengan ketetapan dalam UUD.

12
b. UUD menjamin HAM yang paling penting, karena tanpa jaminan
tersebut, maka hukum akan menjadi sarana penindasan.
c. Badan-badan negara menjalankan kekuasaan masing-masing selalu
dan hanya taat pada dasar hukum yang berlaku.
d. Terhadap tindakan badan negara, masyarakat dapat mengadu ke
pengadilan.
e. Badan kehakiman bebas tidak memihak.
7. Apa saja ciri-ciri negara demokrasi dibawah Rule of Law ?
Jawaban:
a. Berlakunya supremasi hukum ( hukum menempati kedudukan
tertinggi, semua orang tunduk pada hukum ), sehingga tidak ada
kesewenang-wenangan.
b. Perlakuan yang sama di depan hukum bagi setiap warga negara.
c. Terlindunginya hak-hak manusia oleh UUD.
8. HAM setelah kemerdekaan, pada awal kemerdekaan meliputi apa saja ?
Jawaban:
a. Periode sesudah kemerdekaan ( 1945-sekarang)
periode ini terbagi menjadi 5 periode sebagai berikut :
 Periode 1945-1950. Hak asasi manusia pada periode ini masih
menekankan pada hak untuk kemerdekaan, hak kebebasan untuk
berserikat melalui organisasi politik, dan hak kebebasan untuk
berpendapat. Hak asasi manusia telah mendapatkan legitimasi
formal dalam UUD 1945.
 Periode 1950-1959. Pemikiran HAM pada periode ini ditandai oleh
beberapa hal. Pertama, semakin banyaknya partai politik yang
tumbuh dengan ideologi yang beragam. Kedua, kebebasan pers
yang semakin tinggi. Ketiga, pemilihan umum berlangsung dalam
suasana kebebasan. Ke empat, parlemen sebagai wakil rakyat
menunjukkan kinerja yang baik dan efektif terhadap eksekutif.
Kelima, wawasan tentang HAM semakin baik dan tumbuhnya
kekuasaan yang memberikan ruang kebebasan.

13
 Periode 1959-1966. Pada periode ini masalah hak asasi manusia
tidak mendapat perhatian yang baik karena terjadi pemasungan hak
asasi masyarakat, yaitu hak sipil dan hak politik. Hal ini disebabkan
adanya pergantian sistem pemerintahan parlementer menjadi sistem
demokrasi terpimpin.
 Periode 1988-1998. Sekitar tahun 1970-1980 permasalahan HAM
di indonesia mengalami kemunduran karena HAM tidak lagi di
hormati, dilindungi, dan di tegakkan. Pemerintah pada masa itu
bersikap defensif dan represif. Pemerintah menganggap HAM
adalah produk dunia barat yang tidak sesuai dengan nilai luhur
budaya bangsa dalam pancasila. Pemikiran hak asai manusia di
lingkungan pemerintah mengalami kemunduran, namun pemikiran
HAM terus ada dikalangan masyarakat. Hal ini di buktikan dengan
makin maraknya lembaga swadaya masyarakat (LSM).
 Menjelang periode 1990 an, pemerintah mulai peduli pada
penegakan HAM dengan di brntuknya komisi nasional hak asasi
manusia (KOMNAS HAM ) berdasarkan keppres no. 50 tahun
1993. Periode 1998- sekarang. Pergantian dari masa orde baru ke
masa reformasi memberikan dampak yang besar pada kemajuan
dan perlindungan hak asasi manusia.
Strategi penegakan HAM pada periode ini di lakukan melalui dua
tahap yaitu :
 Tahap satu penentuan di tandai dengan penetapan beberapa
peraturan perundang-undangan tentang HAM seperti amandemen
UUD 1945, TAP MPR No. XVII/MPR/1998, UU No. 39 Tahun
1999, UU No. 26 Tahun 2000, PP No. 2 Tahun 2002 dan ketentuan
lainnya.
 Tahap penataan aturan secara konsisten.
9. Maklumat pemerintahan no berapa tentang awal mula berdirinya partai-
partai?
Jawaban:

14
Maklumat no X ,yang dikeluarkan pada tanggal 3 November
1945.penetapan maklumat sendiri dilakukan oleh prwesiden dan perdana
Mentri Mohammad Hatta di Jakarta.
10. Ciri-ciri pokok negara hukum menurut Montesquieu?
Jawaban:
Menurut Montesqueiu negara yang paling baik adalah negara hukum,
sebab di salam konstitusi
Di banyak negara terkandung tiga inti pokok yaitu:
1. Perlindungan HAM
2. Ditetapkannya ketatanegaraan suatu negara,dan
3. Membatasi kekuasaan dan wewenang organ-organ negara
11. Hubungan negara hukum dan HAM itu apa?
Jawaban :
Negara hukum dan HAM tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
Dikarenakan dalam negara hukum ,hak asasi manusia terlindungi .jika di
dalam suatu negara hak asasi manusia tidak dilindungi,negara tersebut
bukan negara hukum.
12. Negara hukum adalah?
Jawaban:
Pengertian negara hukum secara sederhana adalah negara yang
menyelenggarakan kekuasaan pemerintahannya didasarkan atas hukum
.dan dalam negara hukum nantinya akan terdapat suatu kesatuan sistem
hukuk yan terpunccak pada konstitusi atau undang-undang dasar.
13. Dari 4 definisi HAM simpulkan ham itu adalah?
Jawaban:
HAM atau Hak Asasi Manusia adalah hak yang dimiliki oleh setiap
manusia yang didapatkan sejak lahir. HAM sudah melekat dalam diri
manusia dan tak ada satupun orang lain yang berhak mengganggu gugat
HAM, karena HAM merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.
HAM membuktikan bahwa kita semua memiliki derajat yang sama dalam
beberapa hal yakni berhak bebas dan memiliki martabat dll.

15
14. Periode 1950-1966 bagaimana perkembangan HAM di area ini?
Jawaban:
a. Periode 1950-1959
Periode ini dikenal dengan periode parlementer, menurut catatan Bagir
Manan, masa gemilang sejarah HAM di Indonesia tercrmin dalam
empat indikator HAM:
1. Munculnya partai politik dengan berbagai idiologi.
2. Adanya kebebasan pers.
3. Pelaksanan pemilihan umum secara aman, bebas dan demokratris.
4. kontrol parlemen atas eksekutif.
b. Periode 1959-1966
Periode ini merupakan masa berakhirnya demokrasi liberal dan
digantikan dengan demokrasi terpimpin yang terpusat pada
kekuasanpersidenSeokarno, demokrasi terpimpin (GuidedDemocracy)
tidak lain sebagai bentuk penolakan presiden Seokarno terhadap
demokrasi parlementer yang dinilai merupakan produk barat.
Melalui sistem demokrasi terpimpin kekuasan terpusat di tangan
persiden. Persiden tidak dapat dikontrol oleh parlemen. Sebaliknya
parlemen dikendalikan oleh persiden. Kekuasaan persidenSokarno
bersifat absolut, bahkan dinobatkan sebagai persiden seumur hidup.
Dan akhir pemerintahan peresidenSeokarno sekaligus sebagai awal Era
pemerintahan orde baru yaitu masa pemerintahan presiden Seoharto.
15. Dalam periode 1950-1959 bagaimana pertumbuhan HAM?
Jawaban:
Periode 1950-1959
Periode ini dikenal dengan periode parlementer, menurut catatan Bagir
Manan, masa gemilang sejarah HAM di Indonesia tercrmin dalam empat
indikator HAM:
1. Munculnya partai politik dengan berbagai idiologi.
2. Adanya kebebasan pers.
3. Pelaksanan pemilihan umum secara aman, bebas dan demokratris.

16
4. kontrol parlemen atas eksekutif.

16. Apa arti supermasi hukum?


Jawaban:
Supremasi hukum adalah sebuah hal yang harus dijadikan sebagai
kekuasaan tertinggi dalam suatu negara
17. Apa arti ubi societas ibi ius?
Jawaban:
Ubi Societas Ibi Ius artinya "Ada Masyarakat,Ada Hukum". Jadi jika
dimana ada masyarakat,disitu ada hukum
18. Negara hukum harus memenuhi beberapa unsur coba sebutkan?
Jawaban:
Unsur ngara ukum ada 4:
1. Hak asasi manusia dihargai sesuai dengan harkat dan martabatnya
sebagai manusia
2. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-
hak itu
3. Pemerintahan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan
4. Adanya peradilan administrasi dalam perselisihan antara rakyat
dengan pemerintahannya
19. HAM pada masa BPUPKI meliputi bidang apa saja?
Jawaban:
Bidang sosial dan bidang kebebasan berpendapat,
Buat apa grondwed (konstitusi) menuliskan bahwa manusia bukan saja
mempunyai hak kemerdekaan suara, kemerdekaan hak pemberi suara
mengadakan persidangan dan berapat, jikalah misalnya tidak ada (keadilan
sosial) yang demikian itu? Buat apa kita memberikan grondwed, dan apa
gunanya grondwed kalau tidak bisa mengisi perut orang yang hendak mati
orang kelaparan, (kata Soekarno)

17
20. Bagaimana cara anda menjamin adanya perlindungan terhadap ham di
Indonesia , sedangkan di jaman sekarang ini makin maraknya kasus kasus
ham di Indonesia ?
Jawaban:
Indonesia Menurut Pasal 1 Ayat 6 No. 39 Tahun 1999 yang dimaksud
dengan pelanggaran hak asasi manusia setiap perbuatan seseorang atau
kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak
disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi,
membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok
orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau
dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan
benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.
21. Bagaimana pendapat Aristoteles tentang negara itu dikatakan baik?
Jawaban:
Aristoteles didalam bukunya yang berjudul Politica telah pula dirumuskan
bahwa suatu negara yang baik ialah negara yang diperintah dengan
konstitusi dan berkedaulatan hukum. Bagi Aristoteles, yang memerintah
dalam negara bukanlah manusianya melainkan pikiran yang adil, dan
kesusilaanlah yang menentukan baik buruknya suatu hukum. Apabila telah
tercapai manusia yang bersikap adil dan bersusila, maka terciptalah suatu
negara hukum, karena tujuan negara hukum adalah kesempurnaan
warganya yang berdasarkan atas keadilan.
22. Bagaimana sejarah HAM didunia
Jawaban:
Sejarah HAM di dunia dimulai dari daratan Ratu Elizabeth, Inggris Raya.
Selanjutnya, HAM yang memang menjadi hak dasar manusia, akhirnya
dengan mudah diakui dan ditegakkan di seluruh negara. Perlahan tapi
pasti, tidak ada lagi sistem pemerintahan di dunia yang menyalahi
keutuhan HAM. latar belakang pengakuan HAM di dunia banyak dipicu
oleh kondisi bermasyarakat di beberapa negara besar.
Inggris

18
 Magna Charta Liberium
Inggris mengeluarkan Magna Charta di tahun 1215 Masehi. Di
zaman itu, Inggris dengan banyak negara lain di dunia masih
terbagi atas kerajaan-kerajaan besar. Di Inggris, diterapkan suatu
aturan yang membuat raja kebal terhadap hukum. Jadi, raja berhak
membuat hukum namun tidak terikat dengan hukum tersebut. Raja
Inggris berhak menghukum namun tidak boleh dihukum. Pada
akhirnya, apapun keputusan Raja Inggris, beliau selalu benar dan
harus ditaati.

Hampir sama seperti keadaan Indonesia di orde baru yang dipimpin


oleh Presiden Soeharto, Inggris raya di abad ke-12 menjadi negara
tirani. Rakyat jelata dan golongan di bawah bangsawan boleh
diadili tanpa kesalahan yang berarti atau bahkan dijebloskan ke
penjara tanpa mengalami proses peradilan terlebih dahulu. Memang
tidak dapat diterima oleh setiap orang, namun setiap warga Inggris
harus tunduk kepada perintah raja, benar atau salah.

Di tahun 1215, kaum bangsawan yang berada di bawah raja mulai


menyadari ketidak adilan kondisi ini. Akhirnya mereka berusaha
melakukan penuntutan dengan cara menekan raja. Golongan mana
lagi yang dapat didengar suaranya oleh raja jika bukan para
bangsawan. Penuntutan ini berhasil melahirkan piagam Magna
Charta Libertatum.

Magna Charta Libertatum berisikan larangan-larangan


penghukuman sewenang-wenang, penahanan tanpa pengadilan
serta perampasan hak milik perseorangan tanpa pembelaan.
Sehingga dengan disetujuinya Magna Charta Libertatum oleh raja
dan para bangsawan, hak asasi mulai berjalan di lingkungan
mereka. Jadi, hanya golongan merekalah yang mendapat jaminan
keadilan hukum. Golongan lainnya belum dimasukkan ke dalam
perjanjian ini. Sehingga kehidupan mereka tetap sama.

19
Walau bagaimanapun juga, Magna Charta tetap menjadi tonggak
awal penegakan HAM di dunia. Sekalipun ikatan perjanjian HAM
hanya melingkupi orang-orang papan atas di Inggris. Raja Inggris
yang bijak tersebut bernama Raja John –yang memerintah Kerajaan
Inggris di abad ke-12.

Selanjutnya, sebagai wujud nyata tindak lanjut dari Magna Charta,


di tahun 1679, para tahanan yang ditahan sebelum Magna Charta
menjadi kesepakatan mulai dihadapkan kepada raja. Kali ini bukan
untuk disiksa atau dihakimi lagi. Mereka mendapatkan kepastian
alasan penahanan selama bertahun-tahun. Sehingga para tahanan
tanpa pengadilan yang dulunya diseret paksa masuk penjara mulai
dapat menerima keadaan dan tidak lagi hidup dalam kebencian.

 Habeas Corpus Act

Tentunya rasa benci, dendam, dan ingin melakukan pembalasan


terhadap raja Inggris yang semena-mena pernah timbul di hati para
pesakitan. Namun sejak diterbitkannya Habeas Corpus Act tahun
1679, tidak ada lagi perseteruan berarti antara keluarga para
pesakitan dengan raja. Karena segalanya telah dijelaskan secara
gamblang.

Sementara itu, orang yang ditahan tanpa alasan boleh saja masuk ke
penjara tanpa menerima penjelasan. Dengan syarat, orang tersebut
harus menerima penjelasan dari hakim maksimal 3 hari setelah dia
menjadi penghuni penjara. Ketentuan ini menjadi bukti penegakan
HAM di Inggris.

 Bill of Rights

Di tahun 1689, Inggris mengeluarkan akta HAM lagi yang dinamai


Bill of Rights. Akta penandatanganan ini membatasi kekuasaan raja

20
yang masih tergolong absolut. Lagi-lagi yang berusaha
memperjuangkan dikeluarkannya akta Bill of Rights adalah
golongan bangsawan. Mereka meminta raja tidak dikebalkan
hukum. Bagaimanapun juga, raja sangat mungkin melakukan
kesalahan karena beliau hanyalah manusia biasa.

Ketika raja melakukan kesalahan, hukum yang berlaku harus


menghukum sesuai pelanggaran yang dilakukan raja. Selain itu,
raja tidak lagi berhak semena-mena menyiapkan pasukan kecuali
dalam kondisi siaga perang. Raja adalah pemimpin pemerintahan
yang harus mempertanggungjawabkan tugasnya di hadapan
parlemen Inggris. Karena telah menyangkut hak-hak parlementer,
piagam Bill of Rights dianggap sebagai piagam modern pertama di
dunia. Terlepas dari prakteknya yang hanya berlaku untuk para
bangsawan berjenis kelamin laki-laki saja.

Amerika Serikat
Setelah mulai berkembang baik di Britania Raya alias Inggris, Hak Asasi
Manusia mulai dikembangkan di negara lain. Tepatnya United States of
America (U.S.A) yang waktu itu masih menjadi negara muda. Amerika
Serikat di awal kemerdekaannya sangat terinspirasi dengan pemikiran-
pemikiran Jean Jacques Rousseau, John Locke serta Mountesquieu.
Sehingga Amerika Serikat memasukkan pendapat mereka mengenai hak
asasi manusia ke dalam dasar negara.

4 Maret 1789 menjadi tanggal yang penting bagi sejarah HAM di Amerika
Serikat. Pada tahun tersebut, Amerika Serikat resmi memasukkan aturan
HAM yang bersumber dari pendapat filsuf terkenal di atas ke dalam
Undang-undang Dasar Negaranya. Padahal semua filsuf yang menjadi
sumber inspirasi mereka tidak ada yang asli warga negara Amerika Serikat.
Namun kebenaran pemikiran mereka tentang hak dasar manusia sejak di
dalam perut ibunya

21
23. Apa yang disebut HAM ?, sebutkan masing-masing pengertiannya.
Jawaban:
Terdapat beberapa definisi tentang Hak Asasi Manusia, 
1. Pertama, Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang melekat pada diri
manusia, dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak
sebagai manusia. 
2. Kedua, Hak Asasi Manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang
telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahirannya, atau
kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. 
3. Ketiga, Hak Asasi Manusia adalah hak-hak dasar yang dibawa
manusia sejak lahir yang melekat pada esensinya sebagai manugerah
Allah SWT. 
4. Keempat, Dalam Undang-Undang Republik Indonesia, nomor 39 tahun
1999 tentang Hak Asasi Manusia, pasal 1 disebutkan bahwa “Hak
Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan
keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan
merupakan anugerahnya-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi
dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang
demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”.
Berdasarkan pengertian-pengertian ini, dapat disimpulkan bahwa yang
dimaksud dengan Hak Asasi Manusia adalah kekuasaan atau wewenang
moral yang dimiliki seseorang berdasarkan martabatnya sebagai manusia.
24. Contoh HAM dalam islam?
Jawaban:
a. Hak untuk hidup
b. Hak milik
c. Hak mendapatkan perlindungan
d. Hak kebebasan beragama
e. Hak berkeadilan
f. Hak untuk memprotes kezaliman, dll
25. Apa maksud negara Indonesia sebagai negara hukum?

22
Jawaban:
Maksud Indonesia negara hukum adalah negara yang berdiri di atas hukum
yang menjamin keadilan kepada warga negaranya. Keadilan merupakan
syarat bagi tercapainya kebahagiaan hidup untuk warga Negara dan
sebagai daripada keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap
manusia agar ia menjadi warga negara yang baik
26. Perlindungan dan kehormatan dalam Al-quran dimuat dalam surah apa
saja. Sebutkan dan jelaskan.
Jawaban:
a. Larangan mengolok-olok kaum/orang lain (Al Hujuurat, 49:11)
b. Larrangan panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk (Al
Hujururat, 49:11)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-
laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan
itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan
merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu
lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri  dan jangan
memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk
panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan
barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang
yang zalim.
c. Larangan berprasangka buruk kepada orang lain (Al Hujuurat, 49:12)
d. Larangan mencari-cari kesalahan orang lain (Al Hujuurat, 49:12)
e. Larangan menggunjing orang lain (Al Hujuurat, 49:12)
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka
(kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang
suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

23
27. Hak-hak apa saja menurut UU No 39 tahun 1999 tentang HAM?
Jawaban:
a. Bahwa manusia, sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang
mengemban tugas mengelola dan memelihara alam semesta dengan
penuh ketaqwaan dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan umat
manusia, oleh pencipta-Nya dianugerahi hak asasi untuk menjamin
keberadaan harkat dan martabat kemuliaan dirinya serta keharmonisan
lingkungannya.
b. Bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati
melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena
itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh
diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun.
c. Bahwa selain hak asasi manusia, manusia juga mempunyai kewajiban
dasar antara manusia yang satu terhadap yang lain dan terhadap
masyarakat secara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
d. Bahwa bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa
mengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi
dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang
ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta berbagai instrumen
internasional lainnya mengenai hak asasi manusia yang telah diterima
oleh negara Republik Indonesia.
e. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf
a, b, c, d, dalam rangka melaksanakan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVII/MPR/1998
tentang Hak Asasi Manusia, perlu membentuk Undang-undang tentang
Hak Asasi Manusia.
28. Apa langkah-langkah pemerintah dalam menangani HAM?
Jawaban:
a. Penegakan Pemerintah Melalui Undang-Undang
 Undang-Undang No. 1 Tahun 1974

24
 TAP MPR Nomor XVII/MPR/1998
 Undang-Undang No. 39 Tahun 1999
 Undang-Undang No. 23 Tahun 2004
 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014
 UUD 1945 Pasal 27 – 34
b. Pembentukan Pemerintah Komisi Nasional
 Komisi Nasional Perempuan
 Komisi Perlindungan Anak Indonesia
c. Pembentukan Pengadilan HAM
d. Penegakan Melalui Proses Pendidikan
29. Bagaimana perkembangan HAM pada periode 1966 sampai 1998?
Jawaban:
Setelah terjadi peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto,
ada semangat untuk menegakkan HAM. Pada masa awal periode ini telah
diadakan berbagai seminar tentang HAM. Salah satu seminar tentang
HAM dilaksanakan pada tahun 1967 yang merekomendasikan gagasan
tentang perlunya pembentukan Pengadilan HAM, pembentukan Komisi
dan Pengadilan HAM untuk wilayah Asia. Selanjutnya pada pada tahun
1968 diadakan seminar Nasional Hukum II yang merekomendasikan
perlunya hak uji materil ( judical review ) untuk dilakukan guna
melindungi HAM. Begitu pula dalam rangka pelaksanan TAP MPRS No.
XIV/MPRS 1966 MPRS melalui Panitia Ad Hoc IV telah menyiapkan
rumusan yang akan dituangkan dalam piagam tentang Hak – hak Asasi
Manusia dan Hak – hak serta Kewajiban Warganegara.
Sementara itu, pada sekitar awal tahun 1970-an sampai periode
akhir 1980-an persoalan HAM mengalami kemunduran, karena HAM
tidak lagi dihormati, dilindungi dan ditegakkan. Pemerintah pada periode
ini bersifat defensif dan represif yang dicerminkan dari produk hukum
yang umumnya restriktif terhadap HAM. Sikap defensif pemerintah
tercermin dalam ungkapan bahwa HAM adalah produk pemikiran barat

25
yang tidak sesuai dengan nilai –nilai luhur budaya bangsa yang tercermin
dalam Pancasila serta bangsa Indonesia sudah terlebih dahulu mengenal
HAM sebagaimana tertuang dalam rumusan UUD 1945 yang terlebih
dahulu dibandingkan dengan deklarasi Universal HAM. Selain itu sikap
defensif pemerintah ini berdasarkan pada anggapan bahwa isu HAM
seringkali digunakan oleh Negara – Negara Barat untuk memojokkan
Negara yang sedang berkembang seperti Inonesia.
Meskipun dari pihak pemerintah mengalami kemandegan bahkan
kemunduran, pemikiran HAM nampaknya terus ada pada periode ini
terutama dikalangan masyarakat yang dimotori oleh LSM ( Lembaga
Swadaya Masyarakat ) dan masyarakat akademisi yang concern terhaap
penegakan HAM. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat melalui
pembentukan jaringan dan lobi internasional terkait dengan pelanggaran
HAM yang terjadi seprti kasus Tanjung Priok, kasus Keung Ombo, kasus
DOM di Aceh, kasus di Irian Jaya, dan sebagainya.
Upaya yang dilakukan oleh masyarakat menjelang periode 1990-an
nampak memperoleh hasil yang menggembirakan karena terjadi
pergeseran strategi pemerintah dari represif dan defensif menjadi ke
strategi akomodatif terhadap tuntutan yang berkaitan dengan penegakan
HAM.
Salah satu sikap akomodatif pemerintah terhadap tuntutan
penegakan HAM adalah dibentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia
(KOMNAS HAM ) berdasarkan KEPRES No. 50 Tahun 1993 tertanggal 7
Juni 1993. Lembaga ini bertugas untuk memantau dan menyeliiki
pelaksanaan HAM, serta memberi pendapat, pertimbangan, dan saran
kepada pemerintah perihal pelaksanaan HAM.
30. Konvensi-konvensi internasional tentang HAM yang telah diratifikasi itu
apa saja?
Jawaban:

26
a. Konvensi Jenewa 12 Agustus 1949. Telah diratifikasi dengan UU No.
59 Tahun 1958

b. Konvensi Tentang Hak Politik Kaum Perempuan – Convention of


Political Rights of Women. Telah diratifikasi dengan UUD No. 68
tahun 1958

c. Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap


Perempuan – Convention on the Elmination of Discrimination againts
Women. Telah diratifikasi dengan UU No. 7 tahun 1984.

d. Konvensi Hak Anak – Convention on the Rights of the Child. Telah


diratifikasi dengan Kepres 36 tahun 1990.

e. Konvensi Pelarangan, Pengembangan, Produksi dan Penyimpanan


Senjata Biologis dan Penyimpanannya serta pemusnahannya –
Convention on the Prohobition of the Development, Production and
Stockpilling of Bacteriological (Biological) and Toxic Weaponsand
on their Destruction. Telah diratifikasi denga Kepres No. 58 tahun
1991.

f. Konvensi Internasional terhadap Anti Apartheid dalam Olahraga –


International Convention Againts Apartheid in Sports. Telah
diratifikasi dengan UU No. 48 tahun 1993.

g. Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman


Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan, atau
merendahkan martabat Manusia – Toture Convention. Telah
diratifikasi dengan UU No. 5 tahun 1998.

h. Konvensi orgnisasi Buruh Internasional No. 87, 1998 tth Kebebasan


Berserikat dan Perlindungan Hak untuk Berorganisasi – ILO
(International Labour Organisation) Convention No. 87, 1998

27
Concerning Freedom Association and Protection on the Rights to
Organise. Telah diratifikasi dengan UU No. 83 tahun 1998.

i. Konvensi Internasional tentang Penghapusan Semua Bentuk


Diskriminasi Rasial – Convention on the Elemination of Racial
Discrimination. Telah diratifikasi dengan UU No. 29 Tahun 1999

j. Optional protokol Konvensi tentang Penghapusan Semua Bentuk


Diskriminasi Terhadap Perempuan – Convention on the Elmination of
Discrimination Againt Women. Telah ditandatangi pada Maret 2000
tetapi belum bisa diratifikasi.

k. Konvensi Internasional untuk penghentian Pembiayaan terorisme –


International Convention for the Supression of the Financing
Terrorism. Telah ditandatangani pada 24 September 2001.
31. Apa dasar bahwa negara Indonesia negara hukum?
Jawaban:
1. UUD 1945 alenia ke 4
2. Pasal 1 ayat 1 UUD 1945.
3. Pasal 4 ayat 1 UUD.
4. Pasal 27 ayat 1 dan pasal 28D ayat 1 UUD 1945.
32. Perlindungan konstitusi terhadap HAM tercantum dalam pasal berapa dan
bagaimana bunyinya dalam UUD 1945 ?
Jawaban:
UUD 1945 dimuat dalam Pasal 28A ayat (1) sampai dengan Pasal 28J ayat
(2), yaitu sebagai berikut.
1. Setiap orang berhak untuk hidup dan mempertahankan hidup dan
kehidupannya. Pasal 28A ayat (1) ini dapat dibagi menjadi dua bagian,
yaitu: (i) setiap orang berhak untuk hidup; dan (ii) setiap orang berhak
mempertahankan hidup dan kehidupannya;
2. Setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan
keturunan melalui perkawinan yang sah. Pasal 28B ayat (1) ini dapat

28
dibagi dua, yaitu: (i) setiap orang berhak untuk membentuk keluarga
melalui perkawinan yang sah; dan (ii) setiap orang berhak melanjutkan
keturunan melalui perkawinan yang sah;
3. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi. Ketentuan Pasal 28B ayat (2) ini berisi dua prinsip, yaitu:
(i) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan
berkembang; dan (ii) Setiap anak berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan diskriminasi;
4. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh
manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi
meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat
manusia. Pasal 28C ayat (1) ini dapat pula dipecah-pecah dalam
beberapa prinsip, yaitu: (i) setiap orang berhak mengembangkan diri
melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya demi meningkatkan kualitas
hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia; (ii) setiap orang
berhak mendapat pendidikan demi meningkatkan kualitas hidupnya
dan demi kesejahteraan umat manusia; (iii) setiap orang berhak
memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan
budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan
umat manusia;
5. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan
haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan
negaranya;
6. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan
hukum. Dalam ketentuan ini tercakup juga pengertian hak atas
pengakuan sebagai pribadi di hadapan hukum yang menurut Pasal 28I
ayat (1) merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi
dalam keadaan apapun;

29
7. Setiap orang berhak untuk bekerja, mendapat imbalan, dan mendapat
perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja;
8. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam
pemerintahan; 
9. setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.
10. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,
memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan
meninggalkannya, serta berhak kembali. Pasal 28E ayat (1) ini dapat
dirinci ke dalam beberapa prinsip, yaitu: (i) setiap orang bebas
memeluk agama dan beribadat menurut agamanya; (ii) setiap orang
bebas memilih pendidikan dan pengajaran; (iii) setiap orang bebas
memilih pekerjaan; (iv) setiap orang bebas memilih kewarganegaraan;
(v) setiap orang berhak memilih tempat tinggal di wilayah negaranya,
meninggalkannya, dan berhak kembali lagi ke negaranya;
11. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,
menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya;
12. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat (freedom of
association), kebebasan berkumpul (freedom of peaceful assembly),
dan kebebasan mengeluarkan pendapat (freedom of expression);
13. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi
untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak
untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan
menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran
yang tersedia. Ketentuan ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu (i) setiap
orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi guna
mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, (ii) setiap orang
berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah,
dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis
saluran yang tersedia;

30
14. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga,
kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya,
serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan
untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.
Pasal 28G ayat (1) ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (i) setiap orang
berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat,
dan harta benda yang di bawah kekuasaannya; dan (ii) setiap orang
berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk
berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi;
15. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang
merendahkan derajat martabat manusia dan berhak memperoleh suaka
politik dari negara lain. Pasal 28G ayat (2) ini dapat dibagi menjadi
dua, yaitu (i) setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau
perlakuan lain yang merendahkan derajat martabat manusia, dan (ii)
setiap orang berhak memperoleh suaka politik dari negara lain;
16. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal,
dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak
memperoleh pelayanan kesehatan;
17. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk
memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai
persamaan dan keadilan;
18. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan
pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat;
19. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik
tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang oleh
siapapun;
20. Setiap orang berhak untuk hidup, untuk tidak disiksa, berhak atas
kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak
diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan
hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. Hak-hak
tersebut merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi

31
dalam keadaan apapun, yang dapat dirinci menjadi tujuh macam hak
asasi manusia, yaitu bahwa setiap orang mempunyai: (i) hak untuk
hidup; (ii) hak untuk tidak disiksa; (iii) hak atas kemerdekaan pikiran
dan hati nurani; (iv) hak atas kebebasan beragama; (v) hak untuk tidak
diperbudak; (vi) hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum;
dan (vii) hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut;
21. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif
atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap
perlakuan yang bersifat diskriminatif itu;
33. Perkembangan HAM pada 1998 - sekarang sebutkan ?
Jawaban:
1. Periode 1945 – 1950
Pemikiran HAM pada periode awal kemerdekaan masih pada hak
untuk merdeka, hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi
politik yang didirikan serta hak kebebasan untuk untuk menyampaikan
pendapat terutama di parlemen.
1) Periode 1950 – 1959
2. Periode 1950 – 1959 dalam perjalanan Negara Indonesia dikenal
dengan sebutan periode Demokrasi Parlementer. Pemikiran HAM pada
periode ini menapatkan momentum yang sangat membanggakan,
karena suasana kebebasan yang menjadi semangat demokrasi liberal
atau demokrasi parlementer mendapatkan tempat di kalangan elit
politik.
3. Periode 1959 – 1966
Pada periode ini sistem pemerintahan yang berlaku adalah sistem
demokrasi terpimpin sebagai reaksi penolakan Soekarno terhaap
sistem demokrasi Parlementer. Pada sistem ini (demokrasi terpimpin)
kekuasan berpusat pada dan berada ditangan presiden. Akibat dari
sistem demokrasi terpimpin Presiden melakukan tindakan
inkonstitusional baik pada tataran supratruktur politik maupun dalam

32
tataran infrastruktur poltik. Dalam kaitan dengan HAM, telah terjadi
pemasungan hak asasi masyarakat yaitu hak sipil dan dan hak politik.
4. Periode 1966 – 1998
Setelah terjadi peralihan pemerintahan dari Soekarno ke Soeharto, ada
semangat untuk menegakkan HAM. Pada masa awal periode ini telah
diadakan berbagai seminar tentang HAM. Salah satu seminar tentang
HAM dilaksanakan pada tahun 1967 yang merekomendasikan gagasan
tentang perlunya pembentukan Pengadilan HAM, pembentukan
Komisi dan Pengadilan HAM untuk wilayah Asia. Selanjutnya pada
pada tahun 1968 diadakan seminar Nasional Hukum II yang
merekomendasikan perlunya hak uji materil (judical review) untuk
dilakukan guna melindungi HAM. Begitu pula dalam rangka
pelaksanan TAP MPRS No. XIV/MPRS 1966 MPRS melalui Panitia
Ad Hoc IV telah menyiapkan rumusan yang akan dituangkan dalam
piagam tentang Hak – hak Asasi Manusia dan Hak – hak serta
Kewajiban Warganegara.
5. Periode 1998 – sekarang
Pergantian rezim pemerintahan pada tahan 1998 memberikan dampak
yang sangat besar pada pemajuan dan perlindungan HAM di
Indonesia.
34. HAM menurut UU no 39 tahun 1999 itu apa saja ?
Jawaban:
1. Hak Untuk Hidup
Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup,
meningkatkan taraf kehidupannya, hidup tenteram, aman, damai,
bahagia, sejahtera lahir dan batin serta memperoleh lingkungan hidup
yang baik dan sehat.
2. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan
Setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan
keturunan melalui perkawinan yang sah atas kehendak yang bebas.
3. Hak Mengembangkan Diri

33
Setiap orang berhak untuk memperjuangkan hak pengembangan
dirinya, baik secara pribadi maupun kolektif, untuk membangun
masyarakat, bangsa dan negaranya.
4. Hak Memperoleh Keadilan
Setiap orang, tanpa diskriminasi, berhak untuk memperoleh keadilan
dengan mengajukan permohonan, pengaduan, dan gugatan, baik dalam
perkara pidana, perdata, maupun administrasi serta diadili melalui
proses peradilan yang bebas dan tidak memihak, sesuai dengan hukum
acara yang menjamin pemeriksaan secara objektif oleh hakim yang
jujur dan adil untuk memperoleh putusan adil dan benar.
5. Hak Atas Kebebasan Pribadi
Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politik,
mengeluarkan pendapat di muka umum, memeluk agama masing-
masing, tidak boleh diperbudak, memilih kewarganegaraan tanpa
diskriminasi, bebas bergerak, berpindah dan bertempat tinggal di
wilayah Republik Indonesia.
35. HAM meliputi beberapa bidang sebutkan ?
Jawaban:
a. Hak Asasi Pribadi (Perseonal Rights)
Hak Asasi Pribadi adalah hak yang meliputi kebebasan menyatakan
pendapat, kebebasan memeluk agama, kebebasan bergerak, kebabasan
dalam untuk aktif setiap organisasi atau perkumpulan dan sebagainya.
b. Hak Asasi Ekonomi (Property Rights)
Hak Asasi Ekonomi adalah Hak untuk memiliki, membeli dan
menjual, serta memanfaatkan sesuatu.
c. Hak Asasi Politik (Politik Rights)
Hak Asasi Politik adalah hak ikut serta dalam pemerintahan, hak pilih
maksunya hak untuk dipilih contohnya : mencalonkan sebagai Bupati ,
dan memilih dalam suatu pemilu contohnya memilih Bupati atau
Presiden), hak untuk mendirikan parpol, dan sebagainya.
d. Hak Asasi Hukum (Rights Of Legal Equality)

34
Hak Asasi Hukum adalah hak untuk mendapatkan perlakukan yang
sama dalam hukum dan pemerintahan.

Soal Dan Jawaban Kelompok 4


BAB IV : WAWASAN NUSANTARA SEBAGAI GEOPOLITIK
INDONESIA
 PERTANYAAN
1. Bagaimana hubungan wawasan nusantara dengan
pancasila?
2. Sebutkan fungsi dari wawasan nusantara!
3. Bagaimana hakikat wawasan nusantara?
4. Bagaimana cara menjaga wawasan nusantara?
5. Bagaimana pelaksanaan dari wawasan nusantara itu?

35
6. Apa isi Deklarasi Juanda yang dikokohkan dalam UU
No.4/PRP/1960 tentang perairan Indonesia?
7. Apa visi wawasan nusantara?
8. Apa kesimpulan dari beberapa pendapat tentang wawasan
nusantara?
9. Apa pengertian wawasan nusantara menurut Prof. Wan
Usman?
10. Apa artinya wawasan nusantara menurut GBHN
tahun 1998?
11. Bagaimana kedudukan wawasan nusantara?
12. Apa yang disebut prinsip geopolitik?
13. Apa keunikan atau identitas wilayah Indonesia?
14. Sebutkan bunyi teori geopolitik dari Frederick
Ratzel !
15. Apa otonomi daerah itu?
16. Sebutkan daerah-daerah otonom menurut UU No.32
tahun 2004 !
17. Urusan-urusan yang tidak diserahkan kepada daerah
adalah?
18. Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya konsepsi
wawasan nusantara?
19. Geopolitik apa?
20. Apa yang disebut otonomi yang nyata?
21. Sebutkan teori geopolitik dari Rudolf Kjellon!
22. Teori geopolitik Korl Haushofer?
23. Apa yang disebut otonomi yang luas?
24. Apa yang disebut otonomi yang bertanggung jawab?

 JAWABAN

36
1. Pancasila merupakan landasan dari Undang-undang Dasar.
Sedangkan Undang-undang Dasar merupakan dasar dari
wawasan nusantara yang mana wawasan nusantara ini
merupakan bekal ilmu bibit bangsa untuk mempertahankan
kecintaan kepada tanah air, guna melaksanakan ketahanan
nasional.
2. Fungsi wawasan nusantara adalah sebagai motivasi,
dorongan, pedoman, serta rambu-rambu dalam menetukan
segala tindakan, keputusan, kebijaksanaan, dan perbuatan
bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah
maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan dan kesatuan
wilayah nasional. Dengan kata lain, hakikat Wawasan
Nusantara adalah “persatuan bangsa dan kesatuan
wilayah”.
4. Cara menjaga wawasan nusantara adalah:
a. Menjaga kelestarian budaya nusantara
b. Mengenal lebih dalam tentang wilayah nusantara
c. menjaga wilayah nusantara agar tetap aman dan
tentram
5. Pelaksanaan wawasan nusantara sebagai berikut:
a. Kehidupan politik
b. kehidupan ekonomi
c. Kehidupan sosial
d. Kehidupan pertahanan dan ketahanan
6. Isi Deklarasi Djuanda dalam UU No.4/PRP tahun 1960
tentang perairan Indonesia adalah:
a. Perairan Indonesia adalah laut wilayah Indonesia beserta
perairanpedalaman Indonesia.

37
b. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut 12 mil laut.
c. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan
yang terletak pada sisi dalam dari garis dasar.
7. Visi wawasan nusantara adalah menjadi bangsa yang
dengan wilayah yang satu dan utuh pula.
8. Kesimpulan dari beberapa pendapat bahwa nusantara
berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan
lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
9. Menurut prof. Wan Usman, “Wawasan Nusantara adalah
cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah
airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek
kehidupan yang beragam.”
10. Menurut GBHN 1998, Wawasan Nusantara adalah cara
pandang dan sikapbangsa Indonesia mengenai diri dan
lingkungannya, dengan dalampenyelenggaraan kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
11. Kedudukan wawasan nusantara adalah sebagai berikut:
a. Pancasila sebagai falsaah, ideologi bangsa dan dasar
negara berkedudukan sebagai landasan idil.
b. UUD 1945 adalah landasan konstitusi negara yang
berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
c. Sebagai visi nasional yang berkedudukan sebagai
landasan visional 13.
d. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional yang
berkedudukan sebagai landasan konsepsional.
e. GBHN (garis-garis besar haluan negara) sebagai politik
dan strategi nasional atau sebagai kebijakan dasar

38
nasional yang berkedudukan sebagai landasan
operasioal.
12. Prinsip geopolitik adalah bahwa bangsa Indonesia
memanndang wikayahnya sebagai ruang hidupnya namun
bangsa Indonesia tidak ada semangat untuk memperluas
wilayah sebagai ruang hidup (lebensraum).
13. Keunikan atau identitas wilayah Indonesia adalah:
a. Indonesia bercirikam negara kepulauan atau maritim.
b. Indonesia terletak anata dua benua dan dua
sameudera(posisi silang).
c. Indonesia terletak pada garis khatulistiwa.
d. Indonesia berada pada iklim tropis dengan dua musim.
e. Indonesia menjadi pertemuan dua jalur pegunungan
yaitu sirkumpasifik dan Mediterania.
14. Teori menurut Friedrich Ratzel adalah Negara seperti
halnya organisme yang hidup, selalu harus tumbuh dan
berkembang. Jika tidak tumbuh dan berkembang akan mati.
15. Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban
daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat
setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
16. Daerah-daerah otonom menurut UU No.32 Tahun 2004:
1. Daerah Provinsi
2. Daerah Kabupaten
3. Daerah Kota
17. Urusan-urusan yang tidak diserahlan pada daerah adalah:
1. Politik luar negeri, misalnya pengangkatan pejabat
diplomatic.
2. Pertahanan, misalnya membentuk angkatan
bersenjata.

39
3. Keamanan, misalnya membentuk kepolisian Negara.
4. Yustisi, misalnya kehakiman dan peradilan.
5. Moneter, misalnya berhubungan dengan uang atau
keuangan, dan fiscal, misalnya berkenaan dengan
urusan pajak atau pendapatan Negara.
6. Agama, misalnya menetapkan hari libur keagamaan
yang berlaku secara nasional.
18. Faktor yang mempengaruhi tumbuhnya konsepsi wawasan
nusantara adalah:
a. wilayah
b. Faktor geopolitik
c. Perkembangan wilayah Indonesia dan dasar hukumnya
19. Geopolitik adalah metode analisis kebijakan luar negeri
yang berupaya memahami, menjelaskan dan
memperkirakan perilaku politik internasional dalam variabel
geografi.
20. Otonomi nyata adalah keleluasaan daerah untuk
menyelenggarakan kewenangan pemerintah dibidang
tertentu yang secara nyata ada dan diperlukan serta
tumbuh hidup dan berkembang di daerah.
21. Teori geopolitik menurut Rudolf Kjellen adalah tiap Negara
disamping berupaya untuk menjaga kelangsungan
hidupnya, juga mewajibkan bangsanya untuk
berswasembada mengembangkan kekuatan nasionalnya
secara terus-menerus.
22. Teori geopolitik menurut Karl Houshoffer mengajarkan
faham geopolitik sebagai ajaran ekspansionisme dalam
bentuk politik geografi yang menitikberatkan kepada soal-
soal strategi perbatasan, ruang hidup bangsa dan sosial

40
sebagai factor yang mengharuskan pembagian baru
kekayaan dunia.
23. Otonomi yang luas adalah keleluasan daerah untuk
menyelenggarakan pemerintahan yang mencakup semua
bidang pemerintahan kecuali bidang politik luar negeri,
pertahanan keamanan, peradilan, moneter dan fiscal
agama serta kewenangan dibidang lainnya ditetapkan
dengan peraturan perundang-undangan.
24. Otonomi yang bertanggung jawab adalah otonomi yang
dalam penyelenggaraannya harus benar-benar sejalan
dengan tujuan dan maksud pemberian otonomi, yang pada
dasarnya untuk memberdayakan daerah termasuk untuk
meningkatkan kesejahteraan rakyat yang merupakan
bagian utama dari tujuan nasional.

Soal Dan Jawaban Kelompok 5


BAB V : KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI
INDONESIA
1. Apakah ketahanan saat ini sudah terwujud? Contohnya

41
- Keamanan dan pertahanan di negara Indonesia blum terwujud dengan
baik dikarenakan warga negaranya tidak sadar hukum. Contohnya
masih banyak kasus di indonesia seperti penculikan, pelecehan
seksual, perampokan dan lainnya.

2. Apa hubungan antara pancagatra dan trigatra?


- Antara tri gatra dan pancagatra serta antara gatra itu sendiri terdapat
hubungan timbal balik yang erat dan lazim disebut dengan hubungan
(korelasi) dan ketergantungan. Oleh karena itu tri gatra dan panca gatra
tergambar dengan jelas secara utuh menyeluruh di dalam asta gatra
(delapan gatra).

Dalam hal ini, pemimpin dan calon pemimpin wajib memahami


konsep gatra “statis” dan gatra “dinamis”. Ideology dalam hal ini
agama, misalnya; merupakan bagaian terpenting dalam kehidupan
berbangsa di Indonesia. Keberagaman manusia Indonesia dalam
meyakini dan menjalankan agamanya menjadi tantangan tersendiri
bagi keberlangsungan kehidupan. Jadi pada dasarnya, jika Indonesia
ingin memperkuat ketahanan nasional, agama adalah kuncinya. Agama
merupakan penyeimbang dan pedoman hidup yang diberikan Tuhan
bagi masyarakat Indonesia untuk mengelola tri gatra yang juga
pemberian-Nya. Agama harus menjadi kekuatan dalam mengelola dan
memperbaiki keutuhan panca gatra. Untuk itu pemimpin dan calon
pemimpin di Indonesia harus menunjukkan visi dan misi bagaimana
mengelola agama sebagai bagian menjaga ketahanan dan keutuhan
bangsa.

Bidang politik misalnya, sebagai panca gatra nomor dua tidak mampu
berdiri sendiri tanpa dukungan panca gatra yang lain. Dalam
berpolitik, nilai-nilai kebenaran yang memanusiakan manusia mampu
diterapkannya dengan baik dalma bentuk perbuatan maupun perkataan.

42
3. Apa yang dimaksud ketahanan ideology?
- Ketahanan Ideologi adalah kondisi mental bangsa Indonesia yang
berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideology Pancasila yang
mengandung kemampuan untuk menggalang memelihara persatuan
dan kesatuan nasional. Di samping itu kemampuan untuk menangkal
penetrasi ideology asing dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan
kepribadian bangsa.

4. Apa buktinya Indonesia melaksanakan tujuan Negara tersebut?


- Untuk mengetahuinya maka kita akan menganalisa satu persatu:
 Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia
Menurut saya, point pertama dari tujuan negara ini telah
tercapai dapat dilihat buktinya bahwa kehidupan kita dinegara
Indonesia ini sudah terasa aman yaitu dengan adanya aparat-aparat
negara yang melindungi dan mengayomi rakyat dan mencegah
terjadinya perang antar suku dan ancaman dari pihak asing baik
dalam bentuk pencurian maupun peperangan.

 Memajukan kesejahteraan umum


Untuk point yang kedua ini menurut saya belum tercapai,
karena secara umum kita belum maju tetapi malah mengalami
banyak kemunduran dalam berbagai aspek. Salah satu contoh
nyatanya adalah saat ini kita sedang mengalami kemunduran dalam
segi ekonomi, diantaranya yaitu angka kurs rupiah turun, cadangan
devisa menurun, serta nilai ekspor turun.
 Mencerdaskan kehidupan bangsa
Untuk point ini sebenarnya telah ada usaha dari pemerintah
yaitu dengan berbagai program pemerintah dibidang pendidikan
contohnya melalui sekolah gratis dan program wajib sekolah 9

43
tahun. Namun pada kenyataan dilapangan masih terdapat anak-
anak usia sekolah yang masih tidak bersekolah karena berbagai
faktor. Hal ini menujukan bahwa program pemerintah untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa belum sepenuhnya tercapai.

 Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan


kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial
Untuk point yang terakhir menurut saya sudah tercapai, yaitu
dengan keikut sertaan Indonesia dalam organisasi dunia yaitu PBB
maupun regional yaitu ASEAN. Contoh nyata peran Indonesia
dalam melaksanakan ketertiban dunia adalah saat Indonesia
menerima pengungsi kasus Rohingya dan saat Indonesia ikut
menjadi negosiator dalam berbagai permasalahan yang dialami
negara lain baik kasus dengan berbagai negara maupun kasus
intern negara lain.

5. Sebutkan kekuatan Negara menurut Parakras Chandra?


- Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas tiga, yaitu :
a. Alamiah terdiri atas geografi, sumber daya, dan penduduk.
b. Sosial terdiri atas perkembangan ekonomi, struktur politik,
budaya dan moral nasional.
c. Ide, inteligensi, diplomasi, dan kebijaksanaan kepemimpinan

44
6. Sebutkan kekuatan nasional menurut James Leeray?
- Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua faktor, yaitu :
a. Tangible faktors terdiri atas penduduk industri, dan militer.
b. Intangible faktors  terdiri atas karakter nasional, moral nasional,
dan kualitas kepemimpinan.

7. Apa persiapan untuk merealisasikan tujuan untuk ikut melaksanakan


perdamaian dunia?
- 1. mematuhi apa yg telah ditetapkan oleh pemerintah.
2. ikut berpartisipasi dalam perdamaian dunia.
3. tidak melanggar aturan2 yg telah ditetapkan.
4. tidak mencela atau menjelek jelekan negara lain.

8. Apa bentuk ancaman Negara pada masa sekarang?


- 1. Berdasarkan asal datangnya ancaman 
a. Ancaman dari luar, yaitu segala ancaman terhadap ketahanan
nasional yang berasal dari luar negeri
b. Ancaman dari dalam, yaitu segala ancaman terhadap
ketahanan nasional yang berasal dari dalam negeri 
- 2. Berdasarkan bentuk ancaman
a. Ancaman fisik, yaitu segala bentuk ancaman yang dapat
mnegganggu ketahanan nasional suatu negara yang dilakukan
dengan tindakan secara fisik. Ancaman fisik atau militer adakah
ancaman yang menggunakan senjata yang dapat membahayakan
kedaulatan negara, jeutuhan wilayag, dan keselamatan bangsa
dan negara. ancaman militer dapat berasal dari luar negeri
Berikut ini ancaman yang berasal dari luar negeri
1. Agresi, yaitu serangan bersenjata dari negara lain terhadap
negara RI
2. pelanggaran wilayah oleh negara lain dengan kapal atau
pesawat nonkomersial

45
3. spionase atau mata mata dari negaralain yang berusaha
mengetahui rahasia militer negara RI
4. sabotase yang merusak jaringan militer atau objek penting
nasional yang membahayakan keselamatan bangsa
5. aksi teror dari jaringan internasional  
Adapun ancaman fisik atau militer yang berasal dari dalam
negeri sebagai berikut
1. Pemberontakan bersenjata
2. perang saudara antar kelompok masyarakat 
3. aksi teror dalam negeri
4. sabotase dari dalam negeri yang merusak jaringan militer
dan negara

b. Ancaman Ideologis atau non fisik. yaitu segala bentuk


ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu
negara yang dilakukan dalam tataran pemikiran,
Berikut ini jenis jenis ancaman non fisik atau ideologis
1. Dibidang Ideologi,
Ancaman terhadap ideologi negara Pancasila dapat muncul
akibat munculnya paham dari luar negeri
2. Dibidang ekonomi
Adanya pasar bebas membuat barang barang dari luar
negeri bebas dipasarkan didalam negeri. akibatnya ekonomi
Indonesia bisa dikuasai negara lain bila produk Indonesia
kalah saing.
3. Dibidang sosial budaya
Dengan kemajuan teknologi dan informasi, maka budaya
luar negeri mudah masuk ke Indonesia. kita sebagai warga
negara harus waspada. sebab selain memberi dampak
positif,pengaruh budaya asing dapat membawa dampak
negatif yang dapat merusak moral bangsa.

46
4. Dibidang pertahanan dan keamanan
Ancaman non militer dapat berupa kejahatan internasional,
seperti imigran gelap, penyeludupan narkoba, bajak laut,
pencurian kekayaan alam Indonesia

9. Menurut anda apakah orang yang belum dewasa juga wajib dalam upaya
bela negara? Jelaskan.
- Menurut saya dalam melakukan atau melaksanakan dalam bela negara
wajib bagi semua usia dan tidak terkecuali. Hal ini juga ada di
peraturan negara, seperti halnya menurut Menteri Pertahanan
Ryamizard Ryacudu, kewajiban membela negara pada setiap warga
negara Indonesia sesuai dengan amanat undang-undang.

BELA NEGARA diartikan sebagai suatu sikap, tekat dan juga


tindakan dari warga Negara yang dilaksanakan dengan teratur,
menyeluruh, terpadu dan juga berlanjut dilandasi oleh rasa cinta
kepada tanah air.

Adapun DASAR HUKUM dari Bela Negara ini antara lain sebagai
berikut:

● Pasal 27 ayat (3) dalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap
warga Negara Indonesia berhak dan juga wajib untuk ikut serta dalam
upaya bela Negara.

● Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan setiap warga Negara
Indonesia berhak dan wajib ikut serta di dalam usaha pertahanan &
keamanan negara Indonesia.

● UU No. 20 Tahun 1982 mengenai Ketentuan Pokok Pertahanan


Keamanan Negara RI.

47
● TAP MPR No.VI/MPR/2000 mengenai Pemisahan Tentara Nasional
Republik Indonesia & Kepolisian Negara RI.

● TAP MPR No.Vii/MPR/2000 mengenai Peranan Tentara Nasional


RI & Peranan Kepolisian Negara RI.

● UU No. 56 tahun 1999 mengenai Rakyat Terlatih.

● UU No. 2 Tahun 2002 mengenai Kepolisian Negara RI.

● UU No. 3 Tahun 2002 mengenai Pertahanan Negara.

10. Sebutkan unsur kekuatan nasioanl di Indonesia?


- Unsur-unsur kekuatan nasional Indonesia di kenal dengan nama
Astagatra yang terdiri atas Trigatra dan Pancagatra.
a. Trigatra adalah aspek alamiah (tangible) yang terdiri atas
penduduk, sumber daya alam, dan wilayah.
b. Pancagtra adalah aspek sosial (intangible) yang terdiri atas
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan.

11. Di Indonesia unsur wilayah meliputi apa saja?


- Suatu bagian/daerah tertentu dapat disebutkan sebagai sebuah wilayah
dari suatu kesatuan administratif pemerintahan apabila daerah tersebut
memiliki unsur-unsur:
a. Ruang: berupa bentangan geografi dengan batas-batas jelas beserta
infrastruktur di dalamnya dengan udara di atasnya sesuai yang
diakui secara hukum yang berlaku.
b. Sumbrdaya: yang dimaksud dengan sumberdaya disini adalah
kekayaan-kekayaan yang ada dalam wilayah itu yang dapat

48
menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk
melakukan pengembangan wilayah itu yaitu: Sumbadaya Manusia
(SDM), dan Sumberdaya Alam (SDA) lain misalnya sumberdaya
air, kandungan mineral, minyak dan lain-lainnya.
c. Pelaksana administrasi/pemerintah yang sah atau legitimate sesuai
hukum yang berlaku dan bertugas melaksanakan pngaturan yang
diperlukan bagi kelangsungan eksistensi wilayah itu.

12. Apa yang dimaksud Ideologi itu?


- Ideology adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan
serta kepercayaan yang bersifat sistematis dengan arah dan tujuan yang
hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan Negara.

13. Tuliskan pengertian Geostrategi dan jelaskan hubungannya dengan


Geopolitik?
- Pengertian Geostrategi:
Geostrategi pertama kali diartikan sebagai geopolitik untuk
kepentingan militer atau perang. Di Indonesia geostrategi diartikan
sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, sebagaimana
tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, melalui proses pembangunan
nasional. Karena tujuan itu ia menjadi doktrin pembangunan dan diberi
nama Keamanan Nasional. Mengingat geostrategis Indonesia
memberikan arahan tentang cara membuat strategi untuk
pengembangan masa depan yang lebih baik, lebih aman, dan
sebagainya, maka itu menjadi wajah yang sangat berbeda dengan yang
diusulkan oleh Haushofer, Ratzel, Kjellen dan sebagainya.

- Hubungan antara Geostrategi dengan Geopolitik:


Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik
Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut
Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. sedangkan

49
geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional
yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya dan pertahanan keamanan. 

14. Sebutkan unsure kekuatan Negara menurut Plamer dan Parkins?


- Unsur-unsur kekuatan nasional terdiri atas tanah, sumber daya,
penduduk, teknologi, ideologi, moral, dan kepemimpinan.

15. Di Indonesia unsure penduduk meliputi apa saja?


- Unsur negara yang pertama adalah rakyat. Pengertian rakyat adalah
semua orang yang ada di wilayah suatu negara dan taat pada peraturan
pada negara tersebut. Rakyat lah yang mendirikan negara dan
kemudian tinggal di dalamnya. Tanpa ada rakyat maka tidak ada
negara.
Secara umum, ada dua jenis rakyat dalam suatu negara yakni :
 Penduduk, yakni semua orang yang tinggal dan menetap di
suatu negara, bisa dibedakan menjadi warga negara dan
bukan warga negara.
 Bukan penduduk, yakni orang asing yang tinggal sementara
di suatu negara, misalnya turis yang sedang berlibur.

16. Apa wujud keikutsertaan warga Negara dalam upaya bela Negara?
- Berdasarkan pasal 9 ayat (1) UU nomor 3 tahun 2002 bahwa “Setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara
yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara”.
Sedangkan dalam pasal 9 ayat (2) UU No.3 Tahun 2002 bahwa
keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara disenggarakan
dalam bentuk-bentuk;
a. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
b. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib.

50
c. Pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara
sukarela atau wajib.
d. Pengabdian secara profesi.
17. Apa wujud dari usaha bela Negara itu?
- Wujud dari usaha Bela Negara adalah kesiapan dan kerelaan setiap
warga negara untuk berkorban demi mempertahankan : kemerdekaan
dan kedaulatan negara, Kesatuan dan persatuan bangsa, Keutuhan
wilayah dan yuridiksi nasional dan Nilai-nilai Pancasila dan UUD
1945. Upaya Bela Negara selain sebagai kewajiban dasar manusia,
juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang
dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela
berkorban dalam pengabdian kepada negara dan bangsa. Pembelaan
negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi juga segenap warga
negara yang sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagaimana dinyatakan
dalam pasal 27 ayat 3 UUD 1945, bahwa usaha Bela Negara
merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Hal ini
menunjukkan adanya asas demokrasi dalam pembelaan negara yang
mencakup dua arti. Pertama, bahwa setiap warga negara turut serta
dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara melalui
lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan
perundang-undangan yang berlaku. Kedua, bahwa setiap warga negara
harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara, sesuai dengan
kemampuan dan profesinya masing-masing.

18. Apa yang dimaksud ketahanan politik ekonomi dan social budaya?
- Ketahanan politik
adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang
berlandaskan demokrasi politik berdasarkan Pancasila dan Undang-
Undang Dasar 1945 yang mengandung kemampuan memelihara sistem

51
politik yang sehat dan dinamis serta kemampuan menerapkan politik
luar negeri yang bebas dan aktif.
- Ketahanan sosial budaya
adalah kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai
kepribadian nasional berdasarkan Pancasila yang mengandung
kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial
budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air,
berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan.

19. Apa ketahanan nasional menurut GBHN TAP.MPR th 1973


- Rumusan mengenai ketahanan nasional dalam GBHN 1998 adalah
sebagai berikut:
a. Untuk tetap memungkinkan berjalannya pembangunan nasional
yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai agar dapat
secara efektif dielakkan dari hambatan, tantangan, ancaman, dan
gangguan yang timbul baik dari luar maupun dalam maka
pembangunan nasional diselenggarakan melalui pendekatan
ketahanan nasional yang mencerminkan keterpaduan antara segala
aspek kehidupan nasional bangsa secara utuh dan menyeluruh.
b. Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis yang merupakan
integrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara.
Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan
ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan
hidup menuju kejayaan bangsa dan negara.
c. Ketahanan nasional meliputi, ketahanan ideologi, ketahanan
politik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial budaya, dan
ketahanan pertahanan keamanan.

20. Sebutkan unsur kekuatan nasional menurut Hans James Morgentow?


- Unsur kekuatan nasional negara terbagi menjadi dua faktor, yaitu :

52
a. Faktor tetap (stable factors) terdiri atas geografi dan sumber daya
alam.
b. Faktor berubah (dynamic faktors) terdiri atas kemampuan industri,
militer, demografi, karakter nasional , moral nasional, dan kualitas
diplomasi.
21. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan kesejahteraan dan
keamanan dalam penyelenggaraan ketahanan nasional?
- Pengertian dari pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan
dalam penyelenggaraan ketahanan nasional dapat dikatakan sebagai
pendekatan dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat sehingga
terjalinlah hubungan yang baik antara masyarakat dengan masyarakat
lain maupun antara masyarakat dengan pemerintah dengan cara seperti
ini masa kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara akan
menjadi tenteram, sehingga dapat dikatakan sudah
terselenggarakannya ketahanan nasional.

53