Anda di halaman 1dari 2

Hasil dan Pembahasan Bisacodyl

Pembahasan :
Hasil pengamatan menunjukan bahwa kondisi diare dapat menyebabkan peningkatan
nilai hematokrit darah. Peningkatan nilai hematokrit setelah tikus mengalami diare umumnya
terjadi pada saat tikus mengalami kondisi diare sedang, hal ini dikarenakan pada saat diare
sedang feses menjadi lunak dan tidak berbentuk akibat konsentrasi air di dalam feses cukup
tinggi. Nilai hematokrit semakin tinggi saat tikus mengalami diare berat hingga diare sangat
parah. Hal ini dikarenakan jumlah air yang terkandung di dalam feses semakin meningkat seiring
dengan bertambahnya tingkat keparahan diare. Tingginya konsentrasi air di dalam feses
menyebabkan kandungan air di dalam tubuh berkurang yang berakibat pada peningkatan nilai
hematokrit. Suharyono (2017) mengungkapkan bahwa bila suatu individu mengalami diare akut
maka akan mengakibatkan dehidrasi. Ganong (2015) mengatakan bahwa dehidrasi adalah suatu
kondisi saat tubuh kehilangan sejumlah cairan yang mengakibatkan konsentrasinya berkurang.
Keadaan dehidrasi dapat meningkatkan nilai hematokrit dan konsentrasi sodium plasma di dalam
tubuh (Alper et al. 2017).
Pada pemberian bisacodyl sebanyak 3cc setelah 3 jam pada tikus putih menghasilkan
perubahan pada feses yaitu jumlah bertambah, mengakibatkan perubahan bentuk feses,
konsistensi feses lembek dan terdapat banyak lender Bisacodyl adalah laksatif yang bekerja lokal
dari kelompok turunan difenil metan. Sebagai laksatif perangsang (hidragogue antiresoptive
laxative), DULCOLAX merangsang gerakan peristaltis usus besar setelah hidrolisis dalam usus
besar, dan meningkatkan akumulasi air dan elektrolit dalam lumen usus besar (Goodman, 2016)

Bisacodyl adalah laksatif yang bekerja lokal dari kelompok turunan difenilmetan.
Sebagai laksatif perangsang (hidragogue antiresorptive laxative), bisakodyl merangsang gerakan
peristaltis usus besar setelah hidrolisis dalam usus besar, dan meningkatkan akumulasi air dan
elektrolit dalam lumen usus besar (Brunton, 2016)

Hasil :

Pada tikus percobaan (Rattus norvegicus), hanya didapatkan jumlah feses 2 dengan
konsistensi cukup keras dan belum terlihat lendir bisa dikarenakan waktu pengamatan hanya 4
jam sedangkan efek kerjanya terlihat setelah 6-10 jam dalam pemberian oral.

Alper RH, Demoresy KT, Moore KE. 2017 Changes in the rate of dopamine synthesis in
the posterior pituitary during dehydration and rehydration: relationship to plasma sodium
concentrations. www.pubmed.gov. [21 Maret 2020]
Goodman, Gilman. 2016. Manual of Pharmacology and Therapeutics. USA: The Mc Graw Hill.
Brunton, L. L., Lazo, J. S., & Parker, K. L. (2016). Goodman & Gillman's the