Anda di halaman 1dari 1

Penyebaran Cilliata

Terdapat paling banyak di daerah yang beriklim panas. Pada


manusia frekuensinya rendah, sekitar 0,77 % (Belding,1952), pada
babi (63-91%) menurut Young, pada tahun 1950. Ada dua spesies
yang berbeda, yaitu Balantidium coli, yang dapat ditularkan dari babi
pada manusia dan Balantidium suiis yang tidak dapat ditularkan pada
manusia. Sumber utama yaitu pada manusia yang menderita penyakit.
Infeksi dapat timbul dan meningkat pada manusia yang sering
berhubungan dengan babi seperti peternak babi, pekerja di rumah-
rumah pemotongan hewan yang biasanya memotong hewan terutama
babi memiliki sanitasi yang buruk, dan tempat-tempat yang padat
seperti di penjara, rumah sakit jiwa, asrama ,dll.

Epidemiologi
Pada manusia frekuensi Balantidium coli rendah,
sedangkan frekuensi pada babi tinggi berkisar anatar 63 –
91%. Babi mengandung Balantidium coli dan Balantidium suis.
Spesies Balantidium coli dapat menular kepada manusia
sedangkan Balantidium suis tidak dapat ditularkan kepada
manusia.
Bukti epidemiologik yang menyokong pendapat bahwa
babi bukan sumber utama daripada infeksi manusia, dan ini
bertentangan dengan pendapat dahulu. Frekuensi infeksi
rendah pada manusia yang bekerja di daerah-daerah yang ada
hubungan erat antara mereka dengan babi dan manusia
refrakter terhadap infeksi dengan “strain” babi. Bila terjadi suatu
wabah maka manusia yang menjadi sumber infeksi utama, di
mana penularan terjadi dari tangan ke mulut dan dari makanan
yang terkena kontaminasi.