Anda di halaman 1dari 12

BAB II

STATUS PENDERITA

2.1 Identitas Pasien


Nama : An. N
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 6 tahun
Agama : Islam
Alamat : Jatirejoyoso, Kepanjen
Pekerjaan : Pelajar
Tanggal kunjungan ke Puskesmas: 21 September 2018

2.2 Identitas Orang Tua


Nama Ayah : Tn. H Nama Ibu : Ny. M
Umur : 32 tahun Umur : 27 tahun
Alamat : Jatirejoyoso Alamat : Jatirejoyoso
Pekerjaan : Wiraswasta Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Perkawinan :I Perkawinan :1

2.3 Anamnesis (Heteroanamnesa tanggal 21 September 2018)


1. Keluhan utama : Bintil - bintil kecil di seluruh tubuh
2. Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke puskesmas Kepanjen pukul 08.00 WIB dengan
dengan keluhan timbul bintil – bintil kecil di seluruh tubuh sejak 3 hari
yang lalu. Awalnya pasien mengeluh tidak enak badan disertai sakit
kepala, batuk, dan pilek sejak 5 hari sebelum periksa. Keesokan harinya,
pasien mengaku demam dan timbul bintil - bintil di bagian wajah. Bintil –
bintil ini kemudian menyebar ke perut, punggung, dan tangan. Bintil yang
tadinya berisi cairan jernih, ada yang berubah menjadi keruh, pecah dan
meninggalkan bekas. Pasien juga merasakan gatal di daerah benjolan
tersebut. Oleh karena itu, pasien menggaruk sehingga ada bentol – bentol

3
yang pecah. Bintil tidak nyeri dan tidak panas. Pasien tidak pernah
mengalami gejala seperti ini sebelumnya. Ibu pasien mengaku ada teman
pasien yang menderita seperti ini juga 2 minggu yang lalu. BAB dan BAK
pasien dalam batas normal.
3. Riwayat Penyakit Dahulu:
a) Riwayat keluhan serupa : disangkal
b) Riwayat MRS : disangkal
c) Riwayat penyakit lain : disangkal
d) Alergi obat dan makanan : disangkal
4. Riwayat Penyakit Keluarga
a) Riwayat keluhan serupa : (+), ibu pasien
b) Alergi obat dan makanan : disangkal
5. Riyawat pengobatan
Pasien belum pernah berobat untuk keluhannya saat ini, hanya
menggunakan obat penurun panas yang beli di apotik
6. Riwayat Kehamilan
- Usia ibu saat hamil: 19 tahun
- Gravid : ke 1
- Gangguan hamil : (-)
7. Riwayat Kelahiran
1) Cara lahir : spontan
2) Tempat lahir : rumah bersalin
3) Ditolong oleh : bidan
4) Masa gestasi : cukup bulan
5) Berat lahir : 3750 gram
6) Panjang lahir : 49 cm
Lahir normal, langsung nangis, sianosis (-), kejang (-)
8. Riwayat Imunisasi
Hepatitis B (+), polio (+), BCG (+), DTP (+), campak (+), varisella (-)
9. Riwayat pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan perkembangan dalam batas normal seperti anak se-
usianya

4
10. Riwayat Gizi dan Nutrisi
Pasien kurang teratur makan. Terkadang pasien tidak sarapan terlebih
dahulu sebelum berangkat sekolah. Setiap hari makan nasi putih dengan
lauk dan sayur.
11. Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya. Lingkungan tempat
tinggalnya tersebut dekat dengan tetangga. Sosial ekonomi pasien
golongan menengah. Biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS.

2.4 Pemeriksaan Fisik (Tanggal 21 September 2018)


Status Generalikus
Keadaan umum : tampak sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
Nadi : 82 x/menit, reguler
Frekuensi pernapasan : 18 x/menit
Suhu : 36.7C (axilla)
Berat Badan : 19 kg
Tinggi : 112 cm
Pemeriksaan Head to Toe
Kepala :
Mata : Konjungtiva palpebrae anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil
bulat, isokor,  3 mm/3 mm, refleks cahaya (+/+)
Hidung : Tidak ada nafas cuping hidung, deviasi septum tidak ada,
sekret tidak ada
Tenggorokan : Faring hiperemis (-), detritus (-) tosil membesar (-)
Telinga : Sekret (-/-)
Leher : Pembesaran KGB (-).
Thoraks :
Pulmo : I: Bentuk simetris, pergerakan dada kanan sama dengan dada
kiri, retraksi dinding dada (-)
P: Stemfemitus hemithoraks kanan=kiri
P: Sonor pada kedua lapangan paru

5
A: Wheezing (-/-), rhonkhi (-/-)
Cor : Bunyi jantung I dan II (+) normal, regular, murmur (-), gallop
(-)
Abdomen : Datar, lemas, nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien tidak
teraba, timpani, bising usus (+) normal.
Ekstemitas : Deformitas (-), akral hangat, akral pucat (-), edema (-)
Status Dermatologis
Distribusi : Generalisata
Lokasi : Di daerah badan, muka dan ekstrimitas.
Eflorosensi :
 papul-papul berukuran milier
 vesikel, dasar eritema gambaran seperti tetesan air
 vesikel yang pecah dan menjadi krusta

Gambaran pada wajah dan punggung pasien

2.5 Resume
Pasien datang dengan dengan keluhan timbul bintil – bintil kecil di seluruh
tubuh sejak 3 hari yang lalu. Awalnya pasien mengeluh tidak enak badan disertai
sakit kepala, batuk, dan pilek sejak 5 hari sebelum periksa. Keesokan harinya,
pasien mengaku demam dan timbul bintil - bintil di bagian wajah. Bintil – bintil
ini kemudian menyebar ke perut, punggung, dan tangan. Bintil yang tadinya berisi
cairan jernih, ada yang berubah menjadi keruh, pecah dan meninggalkan bekas.
Bintil terasa gatal (+), nyeri (-), panas (-). Pasien tidak pernah mengalami gejala

6
seperti ini sebelumnya. Ibu pasien mengaku ada teman pasien yang menderita
seperti ini juga 2 minggu yang lalu.
Pada status dermatologis pasien didapatkan papul dan vesikel tersebar banyak
di wajah, dada, dan perut dengan tepi kemerahan. Sebagian kecil papul tersebar di
ekstremitas.

2.6 Diagnosa Holistik


 Diagnosis dari segi biologis
Varicella
 Diagnosis dari segi psikologis
Hubungan dengan anggota keluarga saling mendukung, dan saling
memperhatikan kondisi kesehatan.
 Diagnosis dari segi sosial ekonomi
Status ekonomi cukup. Penghasilan keluarga didapatkan dari ayah pasien
yang bekerja sebagai wiraswasta, sedangkan ibu pasien sebagai ibu rumah
tangga.
Aspek Personal:
Keluhan Utama : Bintil - bintil kecil di seluruh tubuh
Harapan : Pasien berharap agar keluhannya hilang
Kekhawatiran : Pasien khawatir bintil-bintil tidak dapat hilang dna
semakin banyak
Persepsi : Pasien peduli terhadap penyakitnya
Aspek Klinis:
Varicella
Aspek Resiko Internal:
Pasien merupakan seorang anak yang baru memasuki usia TK dimana
anak mulai sering bermain di luar rumah. Banyaknya aktifitas pasien
membuat pasien sering merasa kelelahan. Pasien jarang sarapan sebelum
berangkat ke sekolah dan lebih sering beli jajan di sekolah
Aspek Resiko Eksternal:
Adanya teman pasien yang mempunyai riwayat penyakit serupa 2 minggu
yang lalu.

7
Aspek Fungsional:
Derajat 2

2.7 Rencana Terapi


Aspek kedokteran keluarga
a. Promotif : Menjelaskan tentang penyakit varicella
b. Preventif : Menghindari kontak dengan penderita, meningkatkan
daya tahan tubuh. Memberikan vaksinasi yang diberikan pada anak yang
berumur 12 bulan atau lebih. Kemudian diulang lagi 4-6 tahun, pemberian
secara subkutan, 0,5 ml. Pada anak yang berusia 12 tahun ke atas juga
diberikan 0,5 ml, setelah 4-8 minggu diulang dengan dosis yang sama.
c. Kuratif :
 Terapi non medikamentosa :
- Bed rest
- Makan makanan yang begizi dan teratur untuk meningkatkan daya
tahan tubuh
- Menjaga dan dapat menahan diri untuk merawat lesi di kulit dengan
tidak memencetnya dan membiarkan pecah sendiri.
 Terapi Medikamentosa :
- Acyclovir tab 4 x 400 mg
- Paracetamol 3 x ½ tab
- Cetirizin 1 x 1o mg
- Acyclovir cream untuk lesi basah (vesikel di badan)
- Bedak salisil untuk lesi kering (papul di ekstremitas)
 Rehabilitatif :
 Penderita dianjurkan untuk membatasi aktifitas dan banyak beristirahat
untuk pemulihan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
 Upayakan agar tidak terjadi infeksi sekunder pada kulit, misalnya
mandi dengan air yang bersih ( bukan air ledeng) atau pemberian
antiseptic.
 Penderita dianjurkan untuk mengikuti saran dan nasihat dokter.

8
2.8 Prognosis
Quo ad vitam : dubia ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad bonam

2.9 Karakteristik Demografi Keluarga


Nama kepala keluarga : Tn. H
Nama pasien : An. N
Alamat : Jatirejoyoso
Bentuk keluarga : Nuclear family
Tabel 2.1 Daftar anggota keluarga Tn H yang tinggal dalam 1 rumah
No Nama Kedu- L/P Umur Pendidikan Pekerjaan Pasien Ket.
Dukan PKM
1. Tn. H KK L 32 thn SMA Wiraswasta - -
2. Ny. M Istri P 27 thn SMA IRT - -
3. An. N Anak I L 6 thn TK Pelajar Ya Varicella
Sumber: data primer, 21 September 2018
Kesimpulan
Keluarga Tn.H adalah nuclear family (keluarga inti yang terdiri dari ayah,
ibu, dan anak) yang terdiri atas 3 orang yang tinggal dalam satu rumah. Terdapat
anggota keluarga yang sakit yaitu An. N. Diagnosis klinis pasien adalah Varicella.
Pasien adalah anak pertama dalam keluarga tersebut.

2.10 Identifikasi Fungsi Keluarga


A. Fungsi Holistik
1) Fungsi biologis
Keluarga terdiri dari Tn.H, Ny.M, An. N. Pasien An. N didiagnosa dokter
mengalami Varicella
2) Fungsi Psikologis
Hubungan An. N dengan anggota keluarga sangat baik, satu sama lain
saling mendukung, memperhatikan dan saling pengertian.
3) Fungsi Sosial
Keluarga ini mempunyai kedudukan sosial biasa di masyarakat. An. N
keluar rumah untuk berkumpul dengan teman-temannya dan mengikuti
kegiatan desa.

9
4) Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan Kebutuhan
Penghasilan keluarga berasal dari penghasilan Tn. H sebagai Wiraswasta.
Untuk biaya hidup sehari-hari, biaya sekolah sudah tercukupi. Apabila
sakit, keluarga pasien biasa menggunakan obat dari warung.
Kesimpulan :
Dari poin satu sampai empat dari fungsi holistik, fungsi biologis dan
pemenuhan kebutuhan mengalami gangguan, dimana An. N mengalami
varicella, namun kesadaran pasien untuk berobat di layanan kesehatan
kurang. Fungsi psikologis, sosial dan ekonomi An. N cukup baik.

B. Fungsi fisiologis (APGAR SCORE)


Untuk menilai fungsi fisiologis keluarga ini digunakan A.P.G.A.R SCORE
dengan nilai hampir selalu = 2, kadang = 1, hampir tidak pernah = 0.
A.P.G.A.R SCORE disini akan dilakukan pada masing-masing anggota
keluarga dan kemudian dirata-rata untuk menentukan fungsi fisiologis
keluarga secara keseluruhan. Nilai rata-rata 1-4 = jelek, 5-7 = sedang, 8-10 =
baik.
Tabel 2.2 APGAR Tn.. H terhadap keluarga.
APGAR Tn.S Terhadap Keluarga Sering/se Kadang- Jarang/
lalu kadang Tidak
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya bila √
saya menghadapi masalah
Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan √
membagi masalah dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan √
mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan baru
atau arah hidup yang baru
Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan √
kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti
kemarahan, perhatian dll
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi √
waktu bersama-sama
Total skor APGAR Tn.H adalah 9

10
Tabel 2.3 Nilai APGAR Ny.M terhadap keluarga
APGAR Ny.E Terhadap Keluarga Sering/se Kadang- Jarang/
lalu kadang Tidak
Saya puas bahwa saya dapat kembali ke keluarga saya √
bila saya menghadapi masalah
Saya puas dengan cara keluarga saya membahas dan √
membagi masalah dengan saya
Saya puas dengan cara keluarga saya menerima dan √
mendukung keinginan saya untuk melakukan kegiatan
baru atau arah hidup yang baru
Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan √
kasih sayangnya dan merespon emosi saya seperti
kemarahan, perhatian dll
Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya membagi √
waktu bersama-sama
Total skor APGAR Ny.M adalah 8
APGAR score keluarga Tn.H = (9+8) : 2 = 8.5
Kesimpulan : Fungsi fisiologis keluarga Tn. H adalah baik

C. Fungsi patologis
Fungsi patologis dinilai dengan SCREEM score, dengan rincian sebagai
berikut.
Tabel 2.5 Fungsi patologis ( S.C.R.E.E.M ) dari keluarga An. N

Sumber Patologis
Social An. N berhubungan baik dengan tetangganya dan aktif mengikuti -
kegiatan di desa
Culture Keluarga An. Nmenggunakan bahasa jawa dalam kegiatan sehari-hari. -
Religious Anggota keluarga menjalankan sholat 5 waktu di rumah. -
Economic Penghasilan keluarga An. N yang mungkin dapat naik turun membuat -
Tn.H harus bekerja keras agar pemasukan ekonomi tetap stabil
Educational Tingkat pendidikan tergolong cukup, namun pengetahuan tentang +
kesehatan masih kurang
Medication Jarang memanfaatkan pelayanan kesehatan +
Kesimpulan :
Hasil penilaian fungsi patologis keluarga An. N didapatkan gangguan
patologis pada sisi Educational dan Medication.

2.11 Genogram Tn. H


Bentuk keluarga : Nuclear Family

Tn. H Ny.M Keterangan:


: laki-laki

An. N : perempuan

: Pasien

11
A
H
n
T
.M
y
N
Gambar 2.1 Genogram keluarga Tn. H

2.12 Tahapan Keluarga

Perkembangan keluarga adalah proses perubahan dari sistem keluarga


yang terjadi dari waktu ke waktu meliputi perubahan interaksi dan hubungan
di antara keluarga dari waktu ke waktu. Kelurga Tn.H termasuk dalam tahap 4
yaitu: keluarga dengan anak sekolah, dimulai saat anak pertama usia 6 tahun
(mulai sekolah) dan berakhir pada saat anak berumur 12 tahun.. Tugas
perkembangan tahap 4 adalah sebagai berikut:
1. Membantu sosialisasi anak dengan tetangga, sekolah dan lingkungan
2. Mendorong anak untuk mencapai pengembangan daya intelektual
3. Menyediakan aktivitas untuk anak
4. Menyesuaikan pada aktivitas komuniti dengan mngikutserakan anak.
5. Memenuhi kebutuhan dan biaya kehidupan yang semakin meningkat,
termasuk kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan anggota keluarga.
Masalah kesehatan pada tahap 4 adalah:
1. Orang tua akan mulai berpisah dengan anak karena anak sudah mulai
memiliki banyak teman sebaya (hati-hati dengan pengaruh lingkungan
anak).
2. Orang tua mengalami banyak tekanan dari luar, misalnya dari sekolah dan
komunitas, untuk menyesuaikan anak dengan komunitas dan sekolah.
3. Kelemahan anak akan tampak pada periode ini melalui pengamatan
perawat sekolah dan guru. Mereka dapat mendeteksi gangguan
penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan wicara, kesulitan belajar,
gangguan tingkah laku, perawatan gigi yang tidak adekuat, pengamanan
anak, penyalahgunaan obat/zat, dan penyakit menular.

2.13 Pola Interaksi Keluarga

12
Gambar 2.2 Pola interaksi keluarga Tn. H

Kesimpulan :
Hubungan antar anggota keluarga An. N baik.

2.14 Identifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi Kesehatan

1. Faktor Perilaku Keluarga


Pengetahuan
Pengetahuan keluarga terhadap kesehatan kurang memadai.
Sikap
An. N sebagai pasien varicella tidak segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan
Tindakan
Apabila terdapat anggota keluarga yang sakit, keluarga ini memilih mengobati
dengan obat warung untuk menyembuhkan anggota keluarga yang sakit.

2. Faktor Non Perilaku Keluarga


Lingkungan
Lingkungan rumah tidak terlalu padat penduduk, suasana udara yang sejuk
karena banyak pepohonan dan ada kebun disamping rumah. Rumah yang
cukup ventilasi dan relatif bersih.
Pelayanan kesehatan
Puskesmas setempat cukup dekat dengan rumah An. N
Keturunan
Penyakit yang diderita An. N bukan merupakan penyakit yang diturunkan.

Faktor Perilaku Faktor Non Perilaku


Pemahaman: keluarga kurang memahami penyakit
Lingkungan:
penderita
padat penduduk, ventilasi cukup, namun jarang dibuka secara teratur, banyak gte

Sikap: tidak segera mempunyai inisiatif untuk berobat ke layanan kesehatan Keturunan:
KeluargaNy. T
Keluarga An. N tidak terdapat faktor keturunan

Pelayanan Kesehatan:
Tindakan: jika ada yang sakit diobati dengan obat warung
puskesmas cukup dekat dengan
rumah An. N
13

Gambar 2.3 Faktor perilaku dan non perilaku


yang berhubungan dengan kasus An. N
2.15 Identifikasi Lingkungan Rumah
1. Gambaran Lingkungan
Lingkungan rumah dapat dikatakan cukup memenuhi syarat rumah sehat.
Kebersihan lingkungan terjaga dengan baik. Pencahayaan ruangan cukup baik,
dan ventilasi cukup untuk terjadinya pertukaran udara didalam rumah.
Kebutuhan air sehari-hari diperoleh dari PDAM dan memenuhi syarat fisik air
bersih. Lingkungan dalam rumah terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, satu
dapur, satu kamar mandi dan memiliki satu fasilitas jamban keluarga. Luas
secara keseluruhan rumah ini sekitar 12x8 m2. Pintu masuk dan keluar ada di
bagian depan rumah. Jendela terdapat dibagian depan rumah dan samping
rumah. Lantai rumah keramik. Ventilasi cukup. Atap rumah tersusun dari
genteng. Kamar memiliki satu kasur untuk tidur. Dinding rumah berupa
embok. Perabotan rumah tangga lengkap. Sumber air untuk kebutuhan sehari-
harinya keluarga ini menggunakan air PDAM.

2. Denah Rumah

KM Dapur

Kamar

Kamar Tidur
R.tamu

Gambar 2.4 Denah Rumah An. N

Kesimpulan : Lingkungan rumah cukup memenuhi syarat rumah sehat.

14