Anda di halaman 1dari 51

MODUL PRAKTIKUM

PENGENALAN AKTA NOTARIS

LABORATORIUM & PERPUSTAKAAN


PROGRAM MAGISTER KENOTARIATAN
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa,
karena atas berkat dan rahmat Nya Modul Pengenalan Akta Notaris Bagi Mahasiswa
Baru Prog. Magister Kenotariatan ini dapat terselesaikan sesuai dengan apa yang
diharapkan.
Modul ini dibuat khusus bagi mahasiswa baru Program Magister Kenotariatan
yang sedang menempuh perkuliahan. Modul ini ditujukan sebagai pengantar
pengenalan akta sebelum mahasiswa yang bersangkutan menempuh mata kuliah
Teknik Pembuatan Akta I, Teknik Pembuatan Akta II dan Kapita Selekta Hukum
Notariat pada semester lanjutan.
Pada Kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak Pengelola Magister Kenotariatan atas kepercayaan dan
kesempatan yang diberikan untuk menyelesaikan modul ini
Penyusun menyadari tak ada gading yang tak retak, oleh sebab itu, penyusun
sangat mengharapkan adanya masukan dan kritikan bagi kesempurnaan modul ini
nantinya.

Denpasar 19 Juni 2017


TIM PENYUSUN
Kadek Sarna
I Gusti Ngurah Wairocana
Desak Putu Dewi Kasih
Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati
Ayu Putu Laksmi Danyathi
I Made Walesa Putra

i
nsnF]dhitosh4d!m*

hgi@rm*stsqdqsen'ddd

Mdd hi ncjd6*4 bb cffi Fruris. dod gft

u&Fa drm i*npd n'a Ldid rnjlli


dd hi di!!Ed'
Fdidib nsjidi ki!{ !s rF r4 n.ojdi isi &n Eii d P@su Msjda
ori|lfuhdidsfui$i9ignenF
nqj!,s bd'e! di llle dqa dqd r'ujd A6ioya $mry 4! ye3
disiih &ro hh ii eodrat heisrui pibd.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
SAMBUTAN PENGELOLA PROGAM. ............................................................. ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
DESKRIPSI MODUL PRAKTIKUM .................................................................. iv
KOMPETENSI PROGRAM PEMBELAJARAN ............................................... viii
TAHAP PEMBELAJARAM ................................................................................ xi
BAB I. BENTUK DAN MACAM AKTA....................................................... 1
BAB II. AKTA NOTARIS
a. Anatomi dan Rangka Akta Notaris……………………………… 4
b. Unsur-Unsur Kepala Akta Notaris……………………………… 4
c. Varian Bektuk Kepala Akta…………………….………………. 4
d. Badan Akta Notaris….........................................……………….. 8
e. Varian Komparisi Akta Notaris………………………….…….... 11
f. Varian Pengenalan Penghadap dalan Akta Notaris……………... 16
g. Penutup Akta Notaris …………………………………………… 18
BAB III. MINUTA, SALINAN, KUTIPAN DAN GROSSE AKTA
a. Minuta Akta Notaris…………………………………………….. 20
b. Salinan Akta Notaris……………………………………………. 21
c. Kutipan Akta Notaris…………………………………………… 21
d. Grosse Akta……………………………………………………... 21
e. Surat Keterangan Notaris……………………………………….. 22
f. Akta in Originali………………………………………………… 22
BAB IV. REGISTER AKTA, RENVOI DAN PROTOKOL NOTARIS
a. Register Akta di Bawah Tangan dan Renvoi……………………. 24
b. Protokol Notaris…………………………………………………. 28
BAB V. LATIHAN
Pembuatan Akta Sewa Menyewa……………………………………. 31

DAFTAR BACAAN

iii
DESKRIPSI MODUL PRAKTIKUM

Nama Praktikum : Pengenalan Akta Notaris Bagi Mahasiswa Baru Prog.


Magister Kenotariatan FH UNUD
Semester : I (Pertama)
Waktu Pertemuan : 5 kali Pertemuan
Tempat Pertemuan : Laboratorium & Perpustakaan
Program Magister Kenotariatan
Fasilitator Praktikum : 1. Kadek Sarna., SH.,M.Kn.
2. Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati, SH., M.Kn., LLM.
3. Ayu Putu Laksmi Danyathi, SH., M.Kn.
4. I Made Walesa Putra, SH., M.Kn.

1. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh setelah menempuh Praktik Pengenalan Akta Notaris, mahasiswa
dapat memahami bentuk, dan menjelaskan substansi dari Akta Notaris serta mampu
menganalisa dan mengaplikasikan persoalan-persoalan hukum yang terjadi berkaitan
dengan pembuatan akta notaris. Untuk memperoleh manfaat tersebut, praktikum
diadakan dalam bentuk tatap muka berupa pertemuan di kelas, diskusi, pemberian tugas
terstruktur dan tugas mandiri.

2. Deskripsi Modul Praktikum


Modul praktikum ini merupakan pengenalan awal sekaligus dasar dari mata kuliah
lanjutan Teknik Pembuatan Akta I, Teknik Pembuatan Akta II, dan Kapita Selekta
Hukum Notariat Dasar sebagaimana kopetensi lulusan Program Studi yang telah
ditetapkan. Substansi Modul ini mencakup aspek bentuk yang berkaitan dengan teori,
konsep dasar maupun substansi dari sebuah akta notaris, perbedaan antara akta di bawah
tangan degan akta notaries, ketentuan-ketentuan yang mencakup tata cara pembuatan
akta dan kewenangan notaris dalam pembuatan akta notaris, serta warkah dan buku yang
diselenggarakan oleh notaries dalam menjalankan tugas, fungsi jabatannya berdasarkan
Undang-Undang No. 2 tahun 2014 tentang Tentang Perubahan atas Undang-Undang
No.30 tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris
.

3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Standar Kompetensi Mata Kuliah ini adalah mahasiswa diharapkan dapat memahami
bentuk, menjelaskan substansi dari Akta Notaris serta mampu menganalisa dan
memecahkan persoalan-persoalan hukum yang terjadi berkaitan dengan pembuatan
substansi pokok akta notaris dsebagaimana diatur dalam Undang Undang No. 2 tahun
2014.

4. Metode dan Strategi Praktikum


Strategi praktikum ini banyak menggunakan diskusi dan pemecahan masalah (problem
solving) dan untuk menambah pemahaman mahasiwa diberikan buku panduan berupa
Modul. Sedangakan metode praktikum yang diterapkan menggunakan metode
perkuliahan 2 arah (two way), dimana pusat pembelajaran ada pada mahasiswa. Metode
yang diharapkan adalah “belajar” (learning) bukan “mengajar” (lecturing).
Strategi pembelajaran merupakan kombinasi 70% praktik dan 30% lecture (perkuliahan)

iv
Perkuliahan dan Praktikum tentang sub-sub pokok bahasan dipaparkan dengan alat bantu
media yang tersedia, seperti papan tulis, power point slide, OHP, serta penyiapan bahan
bacaan tertentu yang dipandang perlu serta sulit diakses oleh mahasiswa.
Teknik praktikum: pemaparan materi, tanya jawab dan diskusi (proses pembelajaran dua
arah).

5. Pelaksanaan Praktikum
Praktikum dilaksankan dalam jangka kurang lebih 1 (satu) minggu atau 5 kali pertemuan,
dengan alokasi waktu yang disesuaikan dengan jadwal yang diperoleh dari Program
Studi Magister Kenotariatan.

6. Materi Pokok
Materi pokok terdiri dari mata kuliah ini terdiri atas :
I. BENTUK DAN MACAM AKTA
a. Pengertian Akta di Bawah Tangan dan Akta Notaris
b. Ciri-Ciri Akta di Bawah Tangan dan Akta Notaris
c. Otentitas Akta Notaris dan Akta di Bawah Tangan
d. Kekuatan Mengikat Sebuah Akta

II. AKTA NOTARIS


a. Anatomi dan Rangka Akta Notaris
b. Unsur-Unsur Kepala Akta Notaris
c. Varian Bektuk Kepada Akta
d. Unsur Unsur pembentuk Badan Akta Notaris
e. Varian Komparisi Akta Notaris.
f. Varian Pengenalan Penghadap dalan Akta Notaris
g. Penutup Akta Notaris

III. MINUTA, SALINAN, KUTIPAN DAN GROSSE AKTA


a. Minuta Akta Notaris
b. Salinan Akta Notaris
c. Kutipan Akta Notaris
d. Grosse Akta
e. Surat Keterangan Notaris
f. Akta in Originali

IV. REGISTER AKTA, RENVOI DAN PROTOKOL NOTARIS PADA UMUMNYA


a. Register Akta di Bawah Tangan dan Renvoi
b. Protokol Notaris

V. LATIHAN
Pembuatan Akta Sewa Menyewa

1. Bahan Bacaan
Buku/bahan bacaan dalam perkuliahan ini adalah sebagai berikut:
1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta

v
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta

2. Tugas
• Mahasiswa mengerjakan tugas-tugas mandiri yang dengan permasalahan yang
berkaitan dengan substansi pertemuan praktikum
• Dari 5 kali pertemuan, mahasiswa diwajibkan (tugas terstruktur) :
o Menyetor karya tulis berupa peper sesuai dengan topik yang dapat dipilih dari
salah satu dari topic tersebut diatas atau topic yang ditentukan oleh fasilitator
o Mempresentasikan tugas dalam bentuk power point presentation maupun media
lainya sesuai dengan situasi dan kondisi.
o mengambil peran masing-masing sesuai dengan pokok materi yang akan
dipresentasikan.

3. Kreteria dan Standar Penilaian


Penilaian dilakukan terhadap proses pembelajaran, dan unjuk sikap dengan komponen
dilakukan dengan standar bobot, sebagai berikut:
Tugas Mandiri : 20%
Tugas tugas tersrtuktur : 20%
Presensi : 20%
Presentasi : 20%
Keaktifan dikelas : 20%
Terkait dengan Standar Penilaian digunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP).
Hasil evaluasi dikategorikan sebagai berikut :
Angka Mutu Angka Mutu Huruf Mutu
(skala 0-10) (skala 0-4) (Skala Kualitatif)
80 – 100 4 A
75 -79 -4 B+
70 -74 3 B
62 – 69 -3 C+
56 - 61 2 C
50 – 55 1 D+
40 - 49 -1 D
0 – 39 0 E

Pada Akhir praktikum sebagai tanda kelulusan mahasiswa akan diberikan sertipikat
sesuai dengan standar penilaian yang telah ditentukan diatas

4. Tata Tertib Peserta

1. Peserta yang diperbolehkan mengikuti praktikum adalah mahasiswa yang sudah


terdaftar sebagai mahasiswa Program Magister Kenotariatan Universitas Udayana
2. Peserta diharapkan hadir 5 menit sebelum pertemuan praktikum dimulai.
Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 10 menit dari jadwal. Lewat
dari batas tersebut mahasiswa boleh masuk tapi tidak mendapat presensi.
3. Mahasiswa wajib hadir minimal 75 % dari tatap muka.

vi
4. Peserta diwajibkan menggunakan pakaian yang sopan (pakaian berkerah) dan pantas
pada waktu mengikuti pertemuan maupun praktikum di laboratorium.
5. Peserta tidak diperkenankan memakai sandal baik waktu mengikuti perkuliahan
maupun pada waktu praktikum.
6. Pada waktu memasuki laboratorium, alas kaki dilepas dan diletakan dengan rapi
sesuai dengan tempat yang telah disediakan.
7. Pada tiap praktikum ataupun pertemuan semua handphone harus dalam keadaan
mati/silent.
8. Tidak diperkenakan melakukan keributan di kelas dalam bentuk apapun selama
pertemuan dan praktikum berlangsung, kecuali pada saat diskusi.
9. Peserta wajib menjaga kebersihan semua peralatan yang digunakan di dalam ruang
pertemuan maupun dalam ruang laboratorium
10. Peserta dilarang memindahkan ataupun merubah peralatan yang digunakan dalam
pertemuan ataupun praktikum.
11. Peserta wajib mengganti peralatan yang digunakan selama pertemuan, apabila terjadi
kerusakan akibat kelalaian ataupun keteledoran peserta.

10. Jadwal Praktikum

No. Pokok Bahasan Pertemua Fasilitator


n Ke.
1 BENTUK DAN MACAM AKTA I TEAM TEACHING

2 AKTA NOTARIS II TEAM TEACHING

3 MINUTA, SALINAN, KUTIPAN DAN III TEAM TEACHING


GROSSE AKTA
4 REGISTER AKTA, RENVOI DAN IV TEAM TEACHING
PROTOKOL NOTARIS PADA
UMUMNYA

5 LATIHAN V TEAM TEACHING

11. Lain-lain
• Apabila ada hal-hal yang diluar ketentuan dalam modul ini yang perlu
disepakati, dapat dibicarakan secara teknis pada saat setiap pertemuan ataupun
praktikum.
• Apabila ada perubahan isi modul, akan ada pemberitahuan terlebih dahulu.

vii
Kompetensi Program Pembelajaran
Pengenalan Akta Notaris Bagi Mahasiswa Baru
Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNUD

Program Studi : Magister Kenotariatan


Nama Program : Pengenalan Akta Notaris Bagi Mahasiswa Baru Prog. Magister Kenotariatan.
Semester : I
Tempat : Laboratorium & Perpustakaan Program Magister Kenotariatan FH UNUD
Waktu : Disesuaikan dengan jadwal Program Studi (per pertemuan 100 menit)
Fasilitator : 1. Kadek Sarna., SH.,M.Kn.
2. Ni Gusti Ayu Dyah Satyawati, SH., M.Kn., LLM.
3. Ayu Putu Laksmi Danyathi, SH., M.Kn.
4. I Made Walesa Putra, SH., M.Kn.

Standar Kompetensi : - Mahasiswa diharapkan dapat memahami bentuk, menjelaskan substansi dari Akta Notaris serta
- Mampu menganalisa dan memecahkan persoalan-persoalan hukum yang terjadi berkaitan dengan pembuatan
substansi pokok akta notaris sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.2 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas
Undang-Undang No.30 tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris (UUJN)

No. Kompetensi Materi Pokok Pengalaman Belajar Indikator Pencapaian Penilaian Alokasi Waktu Sumber/
Dasar T UK US TM P L Bahan/Alat
1. Mengetahui, BENTUK DAN MACAM Mempelajari , Mahasiswa mampu √ √ √ 60 20 20 • UUJN
memahami dan AKTA mendiskusikan bentuk, mengerti, memahami, • Modul
Menjelaskan 1. Pengertian Akta di dan menjelaskan memberi definisi, • Texbook
Materi Bentuk Bawah Tangan dan substansi Akta di bawah menjelaskan, dan dapat
dan Macam Akta tangan dan Akta menyimpulkan ciri, bentuk, • Power point/
Akta Notaris
Notaris, otentitas Akta otentitas dan kekuatan computer
2. Ciri-Ciri Akta di
Bawah Tangan dan dan kekuatan mengikat mengikat sebuah akta. • KUH
Akta di bawah tangan Perdata
Akta Notaris
3. Otentitas Akta dan Akta Notaris
Notaris dan Akta di
Bawah Tangan

viii
4. Kekuatan Mengikat
Sebuah Akta
2. Menganalisa, AKTA NOTARIS Mempelajari, Mahasiswa mampu √ √ √ 20 40 40 • UUJN
memecahkan 1. Anatomi dan Mendiskusikan dan memahami substansi dari • Modul
masalah dan Rangka Akta latihan mengenai anatomi akta secara • Texbook
mengimplementa Notaris Anatomi dan rangka keseluruhan dan mahasiswa
sikan pembuatan akta notaris, Unsur- mampu membuat varian • Power point/
2. Unsur-Unsur computer
anatomi dan unsur Kepala Akta, berkaitan dengan betuk dari
Kepala Akta • KUH
rangka akta Varian bentuk kepala tiap unsur anatomi dan
notaris Notaris akta, Badan rangka akta notaris sesuai Perdata
berdasarkan 3. Varian Bektuk Akta,Varian Komparisi, UUJN • Tugas
UUJN Kepala Akta Varian Pengenalan terstruktur
4. Unsur Unsur Penghadap dan Penutup
pembentuk Badan Akta berdasarkan
Akta Notaris UUJN
5. Varian Komparisi
Akta Notaris.
6. Varian Pengenalan
Penghadap dalan
Akta Notaris
7. Penutup Akta
Notaris
3 Menganalisa, MINUTA, SALINAN, Mempelajari, Mahasiswa mampu √ √ √ 20 40 40 • UUJN
memahami dan KUTIPAN DAN Mendiskusikan dan memahami substansi dari • Modul
mengimplementa GROSSE AKTA latihan mengenai anatomi akta secara • Texbook
sikan pembuatan 1. Minuta Akta minuta, salinan,kutipan keseluruhan dan mahasiswa
minuta, dan grosse akta Notaris mampu membuat varian • Power point/
Notaris computer
salinan,kutipan berdasarkan UUJN berkaitan dengan minuta,
2. Salinan Akta • KUH
dan grosse akta salinan,kutipan dan grosse
Notaris Notaris akta, surat keterangan Perdata
3. Kutipan Akta notaris dan akta in
Notaris oroginali sesuai UUJN
4. Grosse Akta
5. Surat Keterangan

ix
Notaris
6. Akta in Originali
4 Mengetahui, REGISTER AKTA, Mempelajari, Mahasiswa mampu √ √ √ 20 40 40 • UUJN
memahami, RENVOI DAN Mendiskusikan Register, memahami register, • Modul
menganalisaRegi PROTOKOL Renvoi, Protokol renvoi, bentuk dan • Texbook
ster, renvoi dan NOTARIS PADA Notaris Pada Umumnya protokol yang digunakan
Protokol yang serta presentasi dari • Power point/
UMUMNYA notaris pada umumnya computer
digunakan tugas terstruktur.
1. Register Akta di sertamenganalisa, • KUH
Notaris pada
umumnya serta Bawah Tangan dan memecahkan masalah Perdata
memecahkan Renvoi atas tugas terstruktur • Tugas
masalah tugas 2. Protokol Notaris yang diajukan dan terstruktur
terstruktur yang 3. Daftar Buku yang menghubungkannya
terefleksikan digunakan pada dengan kenyataan di
kedalam umumnya oleh lapangan
kenyataan yang Notaris
terjadi di
lapangan
5 Mengerti, LATIHAN Mempelajari, Mahasiswa mampu √ √ √ - 50 50 • UUJN
mengetahui dan Pembuatan Akta memahami, mengkaji memahami secara • Modul
memahami Sewa Menyewa dan menelaah yang mendalam terhadap materi • Texbook
materi secara diwujudkan dalam secara keseluruhan, serta
keseluruhan dan presentasi tugas mahasiswa menganalisa,
• Power point/
mendalam yang terstruktur dan latihan memecahkan masalah atas computer
diwujudkan pembuatan akta sewa tugas terstruktur yang • KUH
dalam bentuk menyewa diajukan dan Perdata
latihan menghubungkannya dengan • Tugas
kenyataan di lapangan dan terstruktur
latihan pembuatan akta
sewa menyewa
Keterangan :
T : Tertulis; UK : Unjuk Kerja; US : Unjuk Sikap; Tm : Tatap muka; P : Praktikum; L : Latihan

x
Tahap Pembelajaran I

1. Nama Program Pengenalan Bentuk dan Macam Akta


3. WAKTU PERTEMUAN 100 menit
4. PERTEMUAN KE- 1
5. INDIKATOR Peserta/ Mahasiswa mampu memahami bentuk, dan menjelaskan substansi
PENCAPAIAN dari Akta Notaris serta mampu menganalisa dan mengaplikasikan persoalan-
persoalan hukum yang terjadi berkaitan dengan pembuatan akta notaris.

6. MATERI POKOK BENTUK DAN MACAM AKTA


1. Pengertian Akta di Bawah Tangan dan Akta Notaris
2. Ciri-Ciri Akta di Bawah Tangan dan Akta Notaris
3. Otentitas Akta Notaris dan Akta di Bawah Tangan
4. Kekuatan Mengikat Sebuah Akta

7. PENGALAMAN Peserta/ Mahasiswa mampu memahami bentuk, dan menjelaskan substansi


BELAJAR Akta di bawah tangan dan Akta Notaris, otentitas Akta dan kekuatan
mengikat Akta di bawah tangan dan Akta Notaris

STRATEGI PEMBELAJARAN
KEGIATAN MEDIA DAN ALAT
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN
MAHASISWA PEMBELAJARAN
(1) (2) (3) (4)
Pembukaan Menyampaikan isi Modul dan Melihat, mendengarkan Modul, Rencana dan Jadwal
memberikan ulasan umum penjelasan, serta mencatat (study guide) Texbook, ,
mengenai jabatan Notaris Power point presentasi
Penyajian Menjelaskan dan memberikan Melihat, mendengarkan Idem
pemahaman secara umum penjelasan, mencatat,
mengenai substansi Akta di bertanya, dan berdiskusi
bawah tangan dan Akta Notaris,
otentitas Akta dan kekuatan
mengikat Akta di bawah tangan
dan Akta Notaris
Penutup Merangkum isi pokok bahasan, Menyimak, mengajukan Idem
memberikan evaluasi dan pertanyaan dan pendapat,
memberikan materi tuga/ latihan menjawab pertanyaan
evaluasi
Referensi 1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

xi
Tahap Pembelajaran II

1. Nama Program Pengenalan Anatomi, Unsur serta Substansi Materi Akta Notaris
3. WAKTU PERTEMUAN 100 menit
4. PERTEMUAN KE- 2
5. INDIKATOR Mahasiswa mampu memahami substansi dari anatomi akta secara keseluruhan
PENCAPAIAN dan mahasiswa mampu membuat varian berkaitan dengan betuk dari tiap unsur
anatomi dan rangka akta notaris sesuai UUJN

6. MATERI POKOK AKTA NOTARIS


1. Anatomi dan Rangka Akta Notaris
2. Unsur-Unsur Kepala Akta Notaris
3. Varian Bektuk Kepala Akta
4. Unsur Unsur pembentuk Badan Akta Notaris
5. Varian Komparisi Akta Notaris.
6. Varian Pengenalan Penghadap dalan Akta Notaris
7. Penutup Akta Notaris
7. PENGALAMAN Mempelajari, Mendiskusikan dan latihan mengenai Anatomi dan rangka akta
BELAJAR notaris, Unsur-unsur Kepala Akta, Varian bentuk kepala akta, Badan
Akta,Varian Komparisi, Varian Pengenalan Penghadap dan Penutup Akta
berdasarkan UUJN
STRATEGI PEMBELAJARAN
MEDIA DAN ALAT
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN KEGIATAN MAHASISWA
PEMBELAJARAN
(1) (2) (3) (4)
Pembukaan Menyampaikan ketentuan secara Melihat, mendengarkan • UUJN
umum mengenai akta notaries penjelasan, serta mencatat • Modul
sebagaimana yang diatur dalam • Texbook
UUJN • Power point/ computer
• KUH Perdata
• Tugas terstruktur
Penyajian Menjelaskan dan memberikan Melihat, mendengarkan Idem
pemahaman dan latihan penjelasan, mencatat,
mengenai Anatomi dan rangka bertanya, dan berdiskusi dan
akta notaris, Unsur-unsur Kepala latihan
Akta, Varian bentuk kepala akta,
Badan Akta,Varian Komparisi,
Varian Pengenalan Penghadap
dan Penutup Akta berdasarkan
UUJN
Penutup Merangkum isi pokok bahasan, Menyimak, mengajukan Idem
memberikan evaluasi dan pertanyaan dan pendapat,
memberikan materi tugas/ latihan menjawab pertanyaan
evaluasi
Referensi 1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

xii
Tahap Pembelajaran III

1. Nama Program Pengenalan Minuta, salinan, Kutipan dan Grrose Akta


3. WAKTU PERTEMUAN 100 menit
4. PERTEMUAN KE- 3
5. INDIKATOR Mahasiswa mampu memahami substansi dari anatomi akta secara keseluruhan
PENCAPAIAN dan mahasiswa mampu membuat varian berkaitan dengan minuta,
salinan,kutipan dan grosse akta, surat keterangan notaris dan akta in oroginali
sesuai UUJN
6. MATERI POKOK MINUTA, SALINAN, KUTIPAN DAN GROSSE AKTA
1. Minuta Akta Notaris
2. Salinan Akta Notaris
3. Kutipan Akta Notaris
4. Grosse Akta
5. Surat Keterangan Notaris
6. Akta in Originali

7. PENGALAMAN Mempelajari, Mendiskusikan dan latihan mengenai minuta, salinan,kutipan


BELAJAR dan grosse akta , surat keterangan notaris dan akta in oroginali berdasarkan
UUJN

STRATEGI PEMBELAJARAN
MEDIA DAN ALAT
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN KEGIATAN MAHASISWA
PEMBELAJARAN
(1) (2) (3) (4)
Pembukaan Menyampaikan ketentuan secara Melihat, mendengarkan • UUJN
umum mengenai minuta, salinan, penjelasan, serta mencatat • Modul
kutipan , grosse akta, Surat • Texbook
Keterangan notaris dan Akta in • Power point/ computer
Originali. • KUH Perdata
Penyajian Menjelaskan dan memberikan Melihat, mendengarkan Idem
pemahaman dan latihan penjelasan, mencatat,
mengenai Anatomi, Unsur-unsur bertanya, dan berdiskusi dan
serta ,Varian Komparisi, Varian latihan
dari minuta, salinan,kutipan dan
grosse akta, Surat Keterangan
Notaris dan Akta in Originali
berdasarkan UUJN
Penutup Merangkum isi pokok bahasan, Menyimak, mengajukan Idem
memberikan evaluasi dan pertanyaan dan pendapat,
memberikan materi tugas/ latihan menjawab pertanyaan
evaluasi
Referensi 1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

xiii
Tahap Pembelajaran IV

1. Nama Program Pengenalan Protokol dan Daftar Buku Notaris


3. WAKTU PERTEMUAN 100 menit
4. PERTEMUAN KE- 4
5. INDIKATOR Mahasiswa mampu memahami register, renvoi, bentuk dan protokol yang
PENCAPAIAN digunakan notaris pada umumnya sertamenganalisa, memecahkan masalah
atas tugas terstruktur yang diajukan dan menghubungkannya dengan kenyataan
di lapangan
6. MATERI POKOK REGISTER AKTA, RENVOI DAN PROTOKOL NOTARIS PADA
UMUMNYA
1. Register Akta di Bawah Tangan dan Renvoi
2. Protokol Notaris

7. PENGALAMAN Mempelajari, Mendiskusikan Register, Renvoi, dan Protokol Notaris Pada


BELAJAR Umumnya serta presentasi dari tugas terstruktur.

STRATEGI PEMBELAJARAN
MEDIA DAN ALAT
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN KEGIATAN MAHASISWA
PEMBELAJARAN
(1) (2) (3) (4)
Pembukaan Menyampaikan ketentuan secara Melihat, mendengarkan • UUJN
umum mengenai Register, penjelasan, serta mencatat • Modul
Renvoi,dan Protokol yang • Texbook
digunakan notaries pada • Power point/ computer
umumnya • KUH Perdata
• Tugas Tersetruktur
Penyajian Menjelaskan dan memberikan Melihat, mendengarkan Idem
pemahaman mengenai Register, penjelasan, mencatat,
Renvoi, dan Protokol Notaris bertanya, dan berdiskusi dan
berdasarkan UUJN dan latihan
Presentasi tugas terstruktur oleh
mahasiswa
Penutup Merangkum isi pokok bahasan, Menyimak, mengajukan Idem
memberikan evaluasi dan pertanyaan dan pendapat,
memberikan materi tugas/ latihan menjawab pertanyaan
evaluasi
Referensi 1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

xiv
Tahap Pembelajaran V

1. Nama Program Latihan Pembuatan Akta


3. WAKTU PERTEMUAN 100 menit
4. PERTEMUAN KE- 5
5. INDIKATOR Mahasiswa mampu memahami secara mendalam terhadap materi secara
PENCAPAIAN keseluruhan, serta mahasiswa menganalisa, memecahkan masalah atas tugas
terstruktur yang diajukan dan menghubungkannya dengan kenyataan di
lapangan dan latihan pembuatan akta sewa menyewa
6. MATERI POKOK LATIHAN
Pembuatan Akta Sewa Menyewa

7. PENGALAMAN Mempelajari, memahami, mengkaji dan menelaah yang diwujudkan dalam


BELAJAR presentasi tugas terstruktur dan latihan pembuatan akta sewa menyewa

STRATEGI PEMBELAJARAN
MEDIA DAN ALAT
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN KEGIATAN MAHASISWA
PEMBELAJARAN
(1) (2) (3) (4)
Pembukaan pemaparan secara secara umum Melihat, mendengarkan • UUJN
materi pembelajaran yang telah penjelasan, serta mencatat • Modul
dilaksanakan • Texbook
• Power point/ computer
• KUH Perdata
Penyajian Menjelaskan sekaligus Latihan Melihat, mendengarkan Idem
pembuatan akta sewa menyewa penjelasan, mencatat,
bertanya, dan berdiskusi dan
latihan pembuatan akta

Penutup Memberikan evaluasi dan Menyimak, mengajukan Idem


memberikan materi tugas/ latihan pertanyaan dan pendapat,
menjawab pertanyaan
evaluasi
Referensi 1. Andasasmita, 1987;1990;1991, Notaris I, II, III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa
Barat, Bandung.
2. Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta
3. Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan,
PT. Citra Aditya Bakti, Bandung
4. Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi
Praktek Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

xv
BAB I
BENTUK DAN MACAM AKTA
Akta ada 2 macam yaitu akta di bawah tangan dan akta otentik;
• Akta di bawah tangan adalah akta yang dibuat dan ditandatangani oleh dan antara para
pihak
• Akta otentik (psl 1868 KUHPerdata) adalah akta yang bentuknya ditentukan oleh Undang
Undang, dibuat oleh atau dihadapan pejabat umum yang berwenang. Seperti : Akta
Notaris, Akta PPAT, Akta Catatan Sipil

Macam akta notaris :


Pasal 1 angka 7 UUJN menyebutkan sebagai berikut :
“Akta Notaris adalah akta otentik yang dibuat oleh atau di hadapan Notaris menurut bentuk
dan tata cara yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini.”
Akta otentik yang dibuat oleh Notaris dapat dibedakan menjadi 2 , yaitu:
1. Akta yang dibuat oleh Notaris disebut “Akta Pejabat” (Ambtelijke Akten)
2. Akta yang dibuat dihadapan Notaris disebut “Akte Parte” (Partij Akten)
Ad.1. Akta yang dibuat dihadapan Notaris disebut “Akta Pejabat” (Ambtelijke Akten) adalah
akta yang menceritakan kesaksian Notaris mengenai apa yang dilihat, didengar mengenai
mengenai jalannya sebuah peristiwa hukum. Dalam minuta akta tidak ada kewajiban
comparantes (para penghadap) untuk menandatanganinya.
Contoh : Berita Acara RUPS, Pencatatan Boedel.
Ad.2. Akta yang dibuat dihadapan Notaris disebut “Akte Parte” (Partij Akten) adalah akta yang
isinya merupakan pernyataan kehendak dari para pihak. Notaris hanya menuangkan
kehendak dari para pihak ke dalam aktanya. Dalam akta ini para pihak diwajibkan untuk
menandatangani akta atau membubuhkan cap jempol tangan kirinya untuk menjamin
autentitasnya.
Apa yang menjadi otentitas sebuah Akta Notaris :
1. Tanggal dan tempat dibuatnya akta
2. Tanda tangan yang ada dalam akta
3. Identitas para pihak yang hadir (comparantes)

1
4. Isi dari akta yang diterangkan oleh para pihak
Perbedaan antara akta otentik dan akta dibawah tangan :
Akta di bawah Tangan :
1. Bentuknya yang bebas
2. Pembuatannya tidak harus di hadapan pejabat umum
3. Pembuktiannya tidak sempurna yaitu tetap mempunyai kekuatan pembuktian selama tdk
disangkal oleh pembuatnya
4. Tidak mempunyai kekuatan eksekutorial (harus melalui proses dan putusan pengadilan)

Akta Otentik :
1. Bentuknya terikat dengan peraturan Undang-Undang
2. Pembuatanya oleh dan dihadapan pejabat umum
3. Pembuktiannya sempurna tidak perlu disangkal
4. Mempunyai kekuatan eksekutorial

Kekuatan Pembuktian Akta Otentik :


1. Kekuatan pembuktian diri/luar (uitwendige bewijskracht)
“Acta Publica Probat Sese Ipsa” akta otentik membuktikan sendiri keabsahannya artinya
apabila suatu akta sebagai akta otentik berkenaan dengan syarat-syarat formal suatu akta
otentik dipenuhi atau tidak. Yang dimaksud dengan kekuatan pembuktian lahir/luar
adalah suatu surat yang kelihatannya seperti akta, diperlakukan sebagai akta, sampai
terbukti kebalikannya.
2. Kekuatan Pembuktian Formil (Formele Bewijskracht)
Adalah kekuatan bukti yang berkenaan soal kebenaran peristiwa yang disebutkan dalam
akta tersebut. Jadi segala keterangan yang diberikan, tanggal maupun penandatangan
dalam akta tersebut dianggap benar sebagai keterangan yang dituturkan dan dikehendaki
oleh yang bersangkutan. kekuatan pembuktian formil ini diatur dalam Pasal 1871 KUH
Perdata yaitu sebagai berikut:
“Suatu akta otentik namunlah tidak memberikan bukti yang sempurna tentang apa
yang termuat di dalamnya sebagai suatu penuturan belaka, selainnya sekadar apa yang

2
dituturkan itu ada hubungannya langsung dengan pokok isi akta. Jika apa yang termuat di
situ sebagai suatu penuturan belaka tidak ada hubungannya langsung dengan pokok isi
akta, maka itu hanya dapat berguna sebagai permulaan pembuktian dengan tulisan.”

3. Kekuatan Pembuktian Materiil (Materiele Bewijskracht)


Pembuktian ini meliputi materi atau isi dari akta yang dibuat oleh Pejabat adalah
kebenaran dari apa yang dilihat, didengar, disaksikan dan dinyatakan oleh Notaris
sebagaimana yang tercantum dalam akta

3
BAB II
AKTA NOTARIS

Tata cara Penulisan Akta Notaris


Dalam penyusunan akta notaris ada bebrapa hal yang harus diperhatikan sebagaimana yang
diatur dalam pasal 42dan pasal 43 UUJN sebagai berikut :
Pasal 42
1) Akta Notaris dituliskan dengan jelas dalam hubungan satu sama lain yang tidak terputus-
putus dan tidak menggunakan singkatan.
2) Ruang dan sela kosong dalam akta digaris dengan jelas sebelum akta ditandatangani, kecuali
untuk akta yang dicetak dalam bentuk formulir berdasarkan peraturan perundangundangan.
3) Semua bilangan untuk menentukan banyaknya atau jumlahnya sesuatu yang disebut dalam
akta, penyebutan tanggal, bulan, dan tahun dinyatakan dengan huruf dan harus didahului
dengan angka.
4) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku bagi surat kuasa yang belum
menyebutkan nama penerima kuasa.

Pasal 43
(1) Akta wajib dibuat dalam bahasa Indonesia.
(2) Dalam hal penghadap tidak mengerti bahasa yang digunakan dalam Akta, Notaris wajib
menerjemahkan atau menjelaskan isi Akta itu dalam bahasa yang dimengerti oleh
penghadap.
(3) Jika para pihak menghendaki, Akta dapat dibuat dalam bahasa asing.
(4) Dalam hal Akta dibuat sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Notaris wajib
menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
(5) Apabila Notaris tidak dapat menerjemahkan atau menjelaskannya, Akta tersebut
diterjemahkan atau dijelaskan oleh seorang penerjemah resmi.
(6) Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran terhadap isi Akta sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), maka yang digunakan adalah Akta yang dibuat dalam bahasa Indonesia.”

4
Anatomi/Rangka Akta Notaris
Pola yang merupakan anatomi atau rangka sebuah akta, sebagaimana yang diatur dalam pasal 38
Undang-Undang No.2 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.30 tahun 2004
Tentang Jabatan Notaris yaitu:

1. Awal akta atau Kepala Akta


2. Badan Akta
3. Akhir atau penutup akta
Ad. 1. Awal Atau Kepala Akta memuat :
a. Judul akta
b. Nomor akta
c. Jam, hari, tanggal, bulan dan tahun; dan
d. Nama lengkap dan tempat kedudukan notaris
Dalam awal atau kepala akta, notaris diwajibkan untuk memberikan nomor pada akta yang
dibuatnya yang dimulai dengn nomor 1 (satu) tiap awal bulannya. Kemudian pada bulan
berikutnya dimulai lagi dengan nomor 1 (satu) dan seterusnya. Jika terjadi penggantian
notaries kepada notaris pengganti, maka nomor akta kembali ke nomor 1 (satu) lagi
meskipun penggantian terjadi pada pertengahan bulan.

Contoh Kepala akta :


1. Varian 1 (akta dibuat oleh Notaris sendiri)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada jam 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--------------------
-----------------------------------------------------------------------------
Menghadap kepada saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
Notaris di Denpasar dengan dihadiri oleh para saksi nama-namanya akan disebutkan
pada bagian akhir akta ini:------------------------------------

5
2. Varian 2 (akta dibuat oleh notaris sendiri)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini,
hari Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--------------
--------------------------------------------------------------------------------
Berhadapan dengan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
Notaris di Denpasar dengan dihadiri oleh para saksi yang nama-namanya akan
disebutkan pada bagian akhir akta ini:------------------------------------

3. Varian 3(akta dibuat oleh notaris sendiri)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--
Hadir di hadapan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris
di Denpasar dengan dihadiri oleh para saksi yang nama-namanya akan disebutkan pada
bagian akhir akta ini:--------------------------------------

4. Varian 4(akta dibuat oleh notaris sendiri)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--
Menghadap di hadapan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
Notaris di Denpasar dengan dihadiri oleh para saksi yang nama-namanya akan disebutkan
pada bagian akhir akta ini:--------------------------------------

6
5. Varian 5 (dibuat oleh notaris penggati)

Akta Dibuat oleh Notaris Pengganti Apabila Notaris Cuti tidak lebih dari 6 bulan
(Psl. 27 ayat 2 huruf a jo.Pasal 38 ayat 5 UUJN)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--
Berhadapan dengan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
berdasarkan Surat Penetapan Majelis Pengawas Daerah Denpasar tanggal 12-10-2007
(Duabelas bulan Oktober tahun duaribu tujuh) Nomor:05/X/MPD-Dps/2007, dingkat
sebagai Notaris Pengganti dari MADE TERMOS, Sarjana Hukum, Notaris di Denpasar
dengan dihadiri oleh para saksi yang nama-namanya akan disebutkan pada bagian akhir
akta ini:----------------------

6. Varian 6

Akta Dibuat oleh Notaris Pengganti Apabila Notaris Cuti lebih dari 6 bulan
Sampai dengan 1 tahun
(Psl. 27 ayat 2 huruf b jo.Pasal 38 ayat 5 UUJN)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--
Berhadapan dengan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
berdasarkan Surat Penetapan Majelis Pengawas Wilayah Propinsi Bali tanggal 12-10-2007
(Duabelas bulan Oktober tahun duaribu tujuh) Nomor:05/X/MPW-BL/2007, dingkat
sebagai Notaris Pengganti dari MADE TERMOS, Sarjana Hukum, Notaris di Denpasar
dengan dihadiri oleh para saksi yang nama-namanya akan disebutkan pada bagian akhir
akta ini:----------------------

7
7. Varian 7

Akta Dibuat oleh Notaris Pengganti Apabila Notaris Cuti lebih dari 1 tahun
(Psl. 27 ayat 2 huruf c jo.Pasal 38 ayat 5 UUJN)

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor: 01.
Pada pukul 12.30 Wita (Duabelas tigapuluh Waktu Indonesia Bagian Tengah) hari ini, hari
Jumat tanggal enam belas Nopember tahun dua ribu tujuh (16-11-2007).--
Berhadapan dengan saya, WAYAN LOCONG, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
berdasarkan Surat Penetapan Majelis Pengawas Pusat tanggal 12-10-2007 (Duabelas
bulan Oktober tahun duaribu tujuh) Nomor:05/X/MPP/2007, dingkat sebagai Notaris
Pengganti dari MADE TERMOS, Sarjana Hukum, Notaris di Denpasar dengan dihadiri oleh
para saksi yang nama-namanya akan disebutkan pada bagian akhir akta ini:-------------------
---------------------------------------

Ad.2. Badan Akta memuat :


a. Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, jabatan,
kedudukan, tempat tinggal para penghadap dan/atau orang yang mereka wakili
b. Keterangan mengenai kedudukan bertindak penghadap
c. Isi akta yang merpakan kehendak dan keinginan dari pihak yang berkepentingan, dan
d. Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, jabatan,
kedudukan, tempat tinggal dari tiap-tiap saksi pengenal (jika ada)

8
Contoh : Badan Akta

I. Tuan MADE WASTRA, lahir di desa Banjar pada tanggal duapuluh delapan Nopember
tahun seribu sembilan ratus limapuluh dua (28-11-1952), Warga Negara Indonesia,
duda, Wiraswasta, pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 22.0806.281152.0001,
bertempat tinggal di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Denpasar
Utara, Kotamadya Denpasar, dalam melakukan perbuatan hukum ini bertindak untuk
dan atas nama diri sendiri selaku pihak yang menyewakan, untuk selanjutnya disebut
sebagai:--------------------------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------Pihak Pertama-------------------------------------------------- Komparisi
II. Nyonya LUH SINI, Lahir di Seririt pada tanggal satu Januari tahun seribu sembilan ratus
empat puluh delapan (01-01-1948), Warga Negara Indonesia, Janda, Pedagang,
pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: 22.0807.014148.0004, bertempat tinggal di
Jalan S. Parman Gang Bangau No.2, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar barat,
Kotamadya Denpasar, dalam melakukan perbuatan hukum ini bertindak untuk dan
atas nama diri sendiri selaku pihak Penyewa, untuk selanjutnya disebut sebagai:---------
------------------------------------------------ Pihak Kedua------------------------------------
Para Penghadap telah dikenal oleh saya, Notarisl.----------------------------------------------
Para penghadap menerangkan lebih dahulu dalam akta ini, sebagai berikut:------------
- Bahwa Pihak Pertama adalah Pemilik dari tanah dan bangunan yang akan disebutkan di
bawah ini.---------------------------------------------------------------------------
- Bahwa Pihak Pertama bermaksud menyewakan sebidang tanah berikut bangunan yang
didirikan diatasnya kepada pihak Kedua dengan Sertpikat Hak Milik Nomor:273/Desa
Pemecutan Kaja, dengan Surat Ukur Nomor: 00020/Pemecutan Kaja/ 2006, tertanggal
2
22-06-2006, Luas:330 M (Tigaratus tigapuluh meter persegi) yang terletak di Propinsi
Bali, Kotamadya Denpasar, Kecamatan Denpasar Barat, Desa Pamecutan Kaja, premis
tercantum atas nama Made Wastra (“Tanah”).------------------------------------------------------
------------------------
- Bahwa Tanah dan bangunan yang akan disewakan oleh Pihak Pertama kepada Pihak
Kedua tersebut mempunyai batas-batas sebagai berikut :---------------------- Utara
: Gang.-------------------------------------------------------------------
Barat : Rumah MADE SUDA.------------------------------------------------
Selatan : Sanggah/Tempat Sembahyang.-----------------------------------
Timur : Jalan Raya.-------------------------------------------------------------
- Selanjutnya para penghadap menerangkan, bahwa sewa menyewa ini dilangsungkan
dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:--
--------------------------------------------------------- Pasal 1 -------------------------------------------
Isi akta
-----------------------------------------------------------Pasal 2------------------------------------------

9
Dalam badan akta terdapat :
a) Komparisi : merupakan tindakan penghadap dalam hukum atau di hadapan Notaris.
Komparisi berasal dari bahasa belanda yang diambil dari bahasa perancis “
Comparution” yang berarti “tindakan menghadap dalam hukum atau di depan seorang
notaries atau pejabat umum lain”. Hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan
komparisi dalam dunia notariat; yaitu komparisi tidak hanya mengenai persoalan apakah
orang yang menghadap itu mempunyai kecakapan brtindak (rechtsbekwaam), tetapi juga
apakah ia mempunyai hak untuk melakukan tindakan hukum (rechtsbevoegd) mengeni
soal yang dinyatakan (geconstateerd) dalam akta.
b) Premis : merupakan keterangan pendahulu dari para pihak yang mengadakan perjanjian
yang merupakan alasan untuk membuat perjanjian tersebut. Premis biasanya dimulai
dengan kata-kata, sebagai berikut:
“Para penghadap menerangkan terlebih dahulu, bahwa: “
c) Isi Akta : merupakan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dari perjanjian yang disetujui
oleh para pihak dan isinya tergantung dari apa yang diperjanjikan atau sesuai dengan
kehendak dari para pihak.
Dalam pembuatan isi perjanjian ada 3 bagian dari perjanjian yang harus diperhatikan
agar perjanjian tersebut mempunyai kekuatan hukum, yaitu:
1) Unsur Essentialia adalah bagian perjanjian yang merupakam unsure yang harus
ada pada perjanjian tertentu atau merupakan ketentuan umum bersifat memaksa.
Contoh: dalm perjanjian sewa menyewa harus ada objek dan harga sewa.
2) Unsur Naturalia adalah bagian perjanjian yang karena sifat perjanjian tertentu
dianggap ada tanpa diperjanjikan secara khusus oleh para pihak karna telah diatur
dalam UU.
Contoh : pihak penyewa tidak boleh mengubah wujud atau susunan barang
selama masa sewa (pasal 1554 KUHPerdata
3) Unsur accidentalia adalah bagian dr perjanjian berupa ketentuan yang
ditambahkan secara khusus oleh para pihak.
Contoh : mengenai cara pembayaran uang sewa dan denda atas keterlambatan
penyerahan kembali setelah sewa berakhir, pilihan penyelesaian hukum, dll.

10
Contoh : Varian Komparisi

1. Komparisi Biasa

Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….;------------------------------------------------------

2. Penghadap seorang duda/janda

Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di……………., menurut keterangannya duda/janda;-----

3. Penghadap belum menikah

Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di……………., menurut keterangannya belum menikah secara hukum
apapun;----------------------------------------------------------------------------------

4. Penghadap tidak bertempat tinggal di tempat kedudukan Notaris

Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
………., Untuk sementara berada di………………………;--

5. Suami/Istri

• Suami/istri bertindak berdasarkan persetujuan

Tuan/Nyonya………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..,-
Menurut keterangannya dalam melakukan perbuatan hukum di bawah ini telah
mendapatkan persetujuan dari istrinya/suaminya yaitu Tuan………., lahir di
………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,
pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..…., bertempat tinggal yang
sama dengan Istrinya/suaminya tersebut diatas yang turut pula hadir menghadap saya,
Notaris..-----------------------------------

11
• Suami/istri bertindak berdasarkan persetujuan akan tetapi salah satunya tidak hadir
ke hadapan Notaris

Tuan/Nyonya………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..,-
Menurut keterangannya dalam melakukan perbuatan hukum di bawah ini telah
mendapatkan persetujuan dari istrinya/suaminya yaitu Tuan………., lahir di
………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,
pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..…., bertempat tinggal sama
dengan istrinya/suaminya tersebut diatas, demikian sah berdasarkan Surat Persetujuan
yang dibuat dibawah tangan tertanggal……….bermaterai cukup dan dilekatkan pada
minuta akta ini.-------------

• Suami/istri bertindak bersama-sama

1. Tuan/Nyonya………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ………………


(…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor: …………..,bertempat tinggal di…………….-----
2. Tuan/Nyonya………., lahir di ……………………………... pada tanggal ……………… (…-
….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor: ……………,bertempat tinggal di………………...---------
Menurut keterangan mereka tanah………tersebut dalam akata ini merupakan
harta benda perkawinan sebagai harta bersama dalam perkawinan penghadap
Tuan……..dan Nyonya…….tersebut, yang telah bercerai di……demikian
sebagaimana ternyata dalam Akta Perceraian tanggal……Nomor…..yang telah
dikeluarkan oleh Pegawai Luar Biasa Sipil Kepala Kantor Catatan Sipil………, akta
mana salinannya bermaterai cukup diperlihatkan kepada saya notaris.--------------
------------------------------

12
• Salah satu memberikan kuasa kepada yang lain

Tuan/Nyonya………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………),


Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor:
…………….……..,bertempat tinggal di…………………..------------------------------------------------------
-------------------------
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak :----------------------------------------
a. Untuk diri sendiri.--------------------------------------------------------------------------
b. Berdasarkan Surat Kuasa Menjual di bawah tangan tanggal……………---
Yang telah dilegalisasi oleh saya, Notaris, pada tanggal………Nomor………..dan
dilekatkan pada minuta akta ini, sebagai kuasa dari dan selaku demikian untuk dan
atas nama Tuan/Nyonya………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal
……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu
Tanda Penduduk Nomor: …………..,bertempat tinggal di………………..----------------------
-----------------------------------------------------
Tanah tersebut di bawah ini merupakan harta benda perkawinan yang menjadi milik
bersama penghadap Tuan……dan Nyonya……..tersebut yang telah bercerai
di……….,demikian sebagaimana ternyata dalam Kutipan Akta Cerai
tanggal……..Nomor…….yang telah dikeluarkan oleh Pegawai Luar Biasa Sipil Kepala
Kantor Catatan Sipil……..akta mana salinannya bermaterai cukup diperlihatkan kepada
saya, Notaris.----------------------------------------------------------

6. Anak di bawah umur

a. Orang tua masih ada sehingga yang mewakili adalah ayah

Tuan/Nyonya………., lahir di ….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku ayah yang menjalankan
kekuasaan orang tua dari dan selaku demikian untuk dan atas nama anaknya yang masih
di bawah umur yaitu Tuan/nona………………, lahir di ………….. pada tanggal …… (…-….-
………),berdasarkan Kutipan Akta Kelahiran dari……….tanggal………Nomor………,
bertempat tinggal sama dengan penghadap tersebut di atas.-------------------------------------

b. Salah satu orang tua meninggal

Tuan/Nyonya………., lahir di ….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak sebagai satu-satunya orang tua yang
masih hidup dengan demikian sebagi wali menurut undang-undang dan oleh karena itu
mewakili anaknya yang masih di bawah umur yaitu Tuan/nona……, lahir di ….. pada
tanggal…… (…-….-…),berdasarkan Kutipan Akta Kelahiran dari….tanggal……Nomor……,
bertempat tinggal sama dengan penghadap tersebut di atas. -------------------------------------
----------------------------

13
c. Kedua orang tua meninggal sehingga walinya orang lain yang ditunjuk (lihat pasal 309
dan 393 KUHPerdata)

Tuan/Nyonya………., lahir di ….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku wali berdasarkan Surat
Penetapan Ketua Pengadilan Negeri……….tanggal……..Nomor…….., dengan berita Acara
Sumpah tanggal…….., Nomor…….., Surat Penetapan dan Berita Acara Sumpah tersebut
masing-masing salinannya bermaterai cukup diperlihatkan kepada saya, Notaris dari dan
sebagai demikian untuk dan atas nama anak yang masih di bawah umur yaitu
Tuan/nona……, lahir di ….. pada tanggal…… (…-….-…),berdasarkan Kutipan Akta
Kelahiran dari….tanggal……Nomor…….,-------------------- ------------------------------------------

d. Orang tua masih hidup namun kepentingan anak bertentangan dengan kepentingan
orang tuanya sehingga diwakili oleh pengampu istimewa (Pasal 310 KUHPerdata)

Tuan/Nyonya………., lahir di ….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ……………..…,--------------------
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku wali berdasarkan Surat
Penetapan Ketua Pengadilan Negeri……….tanggal……..Nomor…….., dengan berita Acara
Sumpah tanggal…….., Nomor……., yang salinannya bermaterai cukup diperlihatkan
kepada saya, Notaris selaku Pengampu Istimewa dari dan selaku demikian untuk dan
atas nama anak yang masih di bawah umur yaitu Tuan/nona……, lahir di ….. pada
tanggal…… (…-….-…),berdasarkan Kutipan Akta Kelahiran
dari….tanggal……Nomor…….,demikian karena kepentingan anak tersebut bertentangan
dengan kepentingan orang tuanya----------------------

7. Penghadap bertindak berdasarkan kuasa

a. Kuasa di bawah tangan

Tuan/Nyonya………., lahir di….…….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ………..,bertempat tinggal di……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Kuasa di bawah
tangan tertanggal…….yang bermaterai cukup serta dilekatkan pada minuta akta ini,
sebagai kuasa dari dan selaku demikian untuk dan atas nama Tuan/Nyonya…..., lahir
di….….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan……., pekerjaan..., pemegang Kartu
Tanda Penduduk Nomor: …..,bertempat tinggal di……-----------------------------------------------
-------

14
b. Kuasa di bawah tangan yang dilegalisasi

Tuan/Nyonya………., lahir di….…….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ………..,bertempat tinggal di……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Kuasa di bawah
tangan Tertanggal…….yang bermaterai cukup dan telah dilegalisasi oleh saya, Notaris
dibawah Nomor….., tanggal…….. yang dilekatkan pada minuta akta ini, sebagai kuasa
dari dan selaku demikian untuk dan atas nama Tuan/Nyonya…..., lahir di….. pada
tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan……., pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor: …..,bertempat tinggal di……------------------------------------------------------
----

c. Kuasa Notaris yang dibuat sendiri oleh Notaris yang bersangkutan

Tuan/Nyonya………., lahir di….…….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ………..,bertempat tinggal di……
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Kuasa
tanggal……Nomor……...yang dibuat dihadapan saya, Notaris, sebagai kuasa dari dan
selaku demikian untuk dan atas nama Tuan/Nyonya…..., lahir di….. pada tanggal …. (…-
….-…), Kewarganegaraan……., pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor:
…..,bertempat tinggal di……--------------------------

d. Kuasa notaris yang dibuat oleh Notaris lain

Tuan/Nyonya………., lahir di….…….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ……..,bertempat tinggal
di…………….---------------------------------------------
Menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan Surat Kuasa
tertanggal……Nomor……...yang dibuat dihadapan ……….., Sarjana Hukum Magister
Kenotariatan, Notaris di…….., bermaterai cukup yang salinannya telah diperlihatkan
kepada saya, Notaris, sebagai kuasa dari dan selaku demikian untuk dan atas nama
Tuan/Nyonya…..., lahir di….. pada tanggal …. (…-….-…), Kewarganegaraan…….,
pekerjaan..., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..,bertempat tinggal di……-----
-----------------------------------------------------

15
8. Penghadap bertindak sebagai ahli waris

Versi 1

1. Tuan/Nyonya….,. lahir di ………. pada tanggal ……… (…-….-……), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan……., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..,bertempat tinggal di….---
2. Tuan/Nyonya….., lahir di …….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,
pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …,bertempat tinggal di…...--
Semuanya adalah ahli waris dari almarhum Tuan/Nyonya………yang meninggal dunia di……,
pada tanggal……..berdasarkan Surat Keterangan Waris tanggal…., Nomor……yang telah
dikeluarkan oleh Camat Pemerintahan Kota…..untuk keperluan tersebut diperlihatkan kepada
saya, Notaris.-------------------------------------------------------

Versi 2

1. Tuan/Nyonya….,. lahir di ………. pada tanggal ……… (…-….-……), Kewarganegaraan…….,


pekerjaan……., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …..,bertempat tinggal
di……………..-------------------------------------------------
2. Tuan/Nyonya….., lahir di …….. pada tanggal ……… (…-….-………), Kewarganegaraan…….,
pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …,bertempat tinggal
di…......................----------------------------------------------
Semuanya adalah ahli waris dari almarhum Tuan/Nyonya………yang meninggal dunia di……,
pada tanggal……..berdasarkan Surat Keterangan Waris tanggal…., Nomor……yang telah
dikeluarkan oleh Camat Pemerintahan Kota….. foto copy mana telah disahkan kecocokannya
dengan aslinya, bermaterai cukup dan dilekatkan pada minuta akta ini.------------------------------
--------------------------------------------------------------

16
Pada badan akta terdapat variasi penulisan pengenalan penghadap yang harus dinyatakan tegas
(Psl.39 ayat 2 dan 3UUJN)

Contoh: Varian pengenalan Penghadap

1. Para penghadap dikenal oleh Notaris


Para Penghadap telah dikenal oleh saya, Notaris.-------------------------------------------------

2. Para penghadap tidak dikenal oleh Notaris tetapi dikenalkan oleh 2 saksi pengenal yang
dikenal oleh Notaris
Masing-masing penghadap dikenalkan kepada saya, Notaris oleh dua orang saksi pengenal
yang saya, Notaris kenal, dan turut hadir dihadapan saya, Notaris dengan dihadiri saksi-saksi,
sebagi berikut:--------------------------------------------------------------------
1. Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),
Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….;------------------------------------
2. Tuan………., lahir di ………………………….. pada tanggal ……………… (…-….-………),
Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….;------------------------------------

3. Penghadap 2 orang dan 2 orang saksi tidak dikenal semuanya oleh Notaris
Masing-masing penghadap dikenalkan kepada saya, Notaris oleh dua orang saksi pengenal
yang turut hadir dihadapan saya, Notaris dengan dihadiri saksi-saksi, yag atas pertanyaan
saya, Notaris menerangkan bernama:------------------------------------------
1. Tuan………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-………),
Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….;------------------------------------
2. Tuan………., lahir di ……………………………... pada tanggal ……………… (…-….-………),
Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….;------------------------------------

4. Penghadap lebih dari 2 orang tidak dikenal oleh Notaris dan tidak ada saksi pengenal
Masing-masing penghadap dikenalkan kepada saya, Notaris oleh dua orang kawan penghadap
lainnya.-------------------------------------------------------------------------------------

17
5. Seorang penghadap dikenal oleh Notaris sedangkan penghadap lainnya tidak dikenal,
dikenalkan oleh kawan penghadap dan 1 saksi pengenal yang tidak dikenal oleh notaris :
Penghadap Tuan…….saya, Notaris kenal, sedangkan penghadap Tuan…………diperkenalkan
kepada saya, Notaris oleh kawan penghadapnya dan seorang saksi pengenal yang turut
hadir dihadapan saya, Notaris, menerangkan Tuan………., lahir di ……………………………... pada
tanggal ……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu
Tanda Penduduk Nomor: …., bertempat tinggal di…………….;--------------------------------------

6. Para penghadap tidak dikenal oleh notaries, dikenalkan oleh 2 orang saksi pengenal, 1
orang saksi dikenal oleh Notaris, yang lainnya tidak dikenal

Masing-masing penghadap dikenalkan kepada saya, Notaris oleh dua orang saksi pengenal
yang turut hadir dihadapan saya, Notaris dengan dihadiri saksi-saksi, yaitu
Tuan/nyonya/nona………., lahir di ………………………….…….. pada tanggal ……………… (…-….-
………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di…………….dan seorang saksi pengenal lainnya yang ata pertanyaan saya,
Notaris menerangkan bernama Tuan………., lahir di ……………………………... pada tanggal
……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor: …., bertempat tinggal di…………….;--------------------------------------

Ad.3. Akhir atau Penutup Akta memuat :


a. Uraian tentang pembacaan akta ;
b. Uraian tentang penandatangan dan tempat penandatanganan atau penerjemahan akta
apabila ada;
c. Nama lengkap, tempat tanggal lahir, kewarganegaraan, pekerjaan, jabatan, kedudukan,
tempat tinggal dari tiap-tiap saksi akta;
d. Uraian tentang tidak adanya perubahan yang terjadi dalam pembuatan akta atau uraian
tentang adanya perubahan yang terdapat berupa penambahan, pencoretan, atau
penggantian.

18
Contoh : akhir akta

Saksi yang merupakan pegawai notaris :


------------------------------------------- DEMIKIANLAH AKTA INI --------------------------------------
Dibuat sebagai minuta dan dislesaikan di Denpasar pada hari dan tanggal tersebut pada bagian
awal akta ini, dengan dihadiri oleh Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal
……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda
Penduduk Nomor: …., bertempat tinggal di……………., dan Tuan/nyonya/nona………., lahir di
………………………….. pada tanggal ……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., pekerjaan……..,
pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: …., bertempat tinggal di……………, keduanya adalah
karyawan kantor Notaris, sebagai saksi-saksi.--------------------------------------------------------------------
--------------------------------
Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para saksi, maka saat
itu juga akta ini ditandatangani oleh para penghadap, para saksi dan saya, Notaris.-------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Dibuat dengan tanpa perubahan.-------------------------------------------------------------------------

Saksi-saksi yang tidak dikenal oleh notaries :


------------------------------------------- DEMIKIANLAH AKTA INI --------------------------------------
Dibuat sebagai minuta dan dislesaikan di Denpasar pada hari dan tanggal tersebut pada bagian
kepala akta ini, dengan dihadiri oleh :--------------------------------------------------
1. Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal ……………… (…-….-………),
Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk Nomor: ….,
bertempat tinggal di……………., dan;-----------------
2. Tuan/nyonya/nona………., lahir di ………………………….. pada tanggal ……………… (…-….-
………), Kewarganegaraan……., pekerjaan…….., pemegang Kartu Tanda Penduduk
Nomor: …., bertempat tinggal di……………, -
Yang masing-masing identitas dan kewenangannya telah diterangkan kepada saya, Notaris
berturut-turut oleh Tuan/Nyonya/nona........dan Tuan/Nyonya/nona..........keduanya sebagai
saksi-saksi.-------------------------------------------
Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para saksi, maka saat
itu juga akta ini ditandatangani oleh para penghadap, para saksi dan saya, Notaris.-------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
Dibuat dengan tanpa perubahan.-------------------------------------------------------------------------

Mengenai penulisan penghadap berkaitan dengan pembacaan akta harus dinyatakan secara tegas
pada akhir akta (pasal 44 ayat 4 UUJN)

19
Contoh : Varian Penghadap dalam akhir akta

1. Penghadap tidak mengerti bahasa dalam akta maka notaris wajib menerjemahkan atau
menjelaskan isi akta dalam bahasa yang dimengerti oleh penghadap serta harus
dinyatakan secara tegas pada akhir akta (psl.43 ayat 2 jo Psl. 44 ayat 4 UUJN)

Segera Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para
saksi,serta dijelaskan oleh saya Notaris dalam bahasa...........kepada penghadap
Tuan/nyonya/nona........yang menurut keterangannya kurang paham bahasa Indonesia,
maka saat itu juga akta ini ditandatangani oleh para penghadap, para saksi dan saya,
Notaris.-------------------------------------------------------------------------

2. Penghadap tidak mengerti bahasa dalam akta dan Notaris tidak mengerti bahasa
penghadap maka diterjemahkan oleh penerjemah resmi yang disumpah (psl.43 ayat 5 jo
Psl. 44 ayat 4 UUJN)

Segera Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para
saksi,serta dijelaskan oleh Tuan………., lahir di …………………………..…... pada tanggal
……………… (…-….-………), Kewarganegaraan……., penerjemah tersumpah, pemegang Kartu
Tanda Penduduk Nomor: …., dalam bahasa...........kepada penghadap
Tuan/nyonya/nona........yang menurut keterangannya kurang paham bahasa Indonesia,
maka saat itu juga akta ini ditandatangani oleh para penghadap, para saksi dan saya,
Notaris.----------------------

3. Seorang tidak dapat menulis dan seorang lagi tangannya lumpuh


Segera Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para
saksi, maka akta ini ditandatangani oleh para saksi dan saya, Notaris sedangkan penghadap
Tuan/nyonya/nona……….dan Tuan/Nyonya/nona…………………,tidak turut menandatangani
akta ini oleh karena menurut keterangannya Tuan/nyonya/…………..A tidak pernah belajar
menulis dan penghadap tuan/nyonya/nona………B.tangannya lumpuh. Dan oleh karenanya
untuk itu penghadap tuan/nyonya/nona……...
Tuan/Nyonya/nona………………B….membubuhkan cap ibu jari tangan kirinya pada minuta
akta ini.-------------------------------------------------------------------------------------------

3. Salah seorang penghadap mengundurkan diri sebelum akta ditandatangani oleh mereka

Segera Setelah akta ini dibacakan oleh saya, Notaris kepada para penghadap dan para
saksi, maka akta ini ditandatangani oleh para saksi dan saya, Notaris sedangkan para
penghadap mengundurkan diri pada waktu akta ini dipersiapkan.---

20
BAB III
MINUTA, SALINAN, KUTIPAN DAN GROSSE AKTA

Notaris hanya dapat memberikan, memperlihatkan, atau memberitahukan isi akta, Grosse Akta,
Salinan Akta atau Kutipan Akta, kepada :
1. orang yang berkepentingan langsung pada akta,
2. ahli waris, atau
3. orang yang memperoleh hak, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundangundangan.
(pasal 54 Ayat (1) UUJN)

1. Minuta Akta
Minuta akta adalah asli akta notaris yang diandatangani oleh para pihak, saksi dan notaries
sendiri (pasal 1 ayat (8) UUJN).
Minuta akta disimpan oleh Notaris dan merupakan bagian dari protokol notaris. Berkaitan
dengan pengeluaran salinan, kutipan dan grosse akta harus berdasarkan Minuta akta (pasal 16
ayat 1 huruf (b), (c) dan (d) UUJN)
Minuta akta merupakan asli akta notaris yang tidak boleh dirubah atau ditambah, baik berupa
penulisan tindih, penyisipan, pencoretan, penghapusan ataupun mengganti tulisan kata, huruf
maupun kalimat di dalam akta tersebut tanpa sepengetahuan dari para penghadap dan saksi.
Apalagi perubahan ataupun penambahan tersebut bertujuan menguntungkan salah satu pihak
ataupun notaris, hal tersebut dilarang.
Notaris diberikan kewenangan untuk membetulkan kesalahan pada penulisan atau pengetikan
minuta akta, dengan membuat berita acara dan memberikan catatan tentang hal tersebut dalam
minuta akta dengan menyebutkan tanggal dan nomor berita acara. Selanjutnya membuat salinan
akta berita acara yang wajib disampaikan pada para pihak/penghadap (pasal 51 UUJN)
Apabila sudah ditandatangani minuta pada bagian akhir akta ditutup dengan kata-kata:
- Dilangsungkan dengan tanpa perubahan
- Minuta akta ini telah ditandatangani dengan sempurna

21
2. Salinan
Salinan akta adalah salinan kata demi kata dari seluruh akta dan pada bagian bawah salinan akta
tercantum frasa “diberikan sebagai salinan yang sama bunyinya” (Pasal 1 ayat (9) UUJN).
Salinan diberikan kepada penghadap setelah minuta akta selesai ditandatangani oleh para
penghadap, saksi dan notaris. Salinan tersebut dijarit dalam map khusus dari notaris, diberikan
garis pembatas dan ditandatangani oleh notaries dan dicap notaris diatas materai yang cukup.
Dalam salinan tidak boleh ada renvoi karena renvoi hanya dilakukan pada minuta akta.

3. Kutipan
Kutipan akta adalah kutipan kata demi kata dari satu atau beberapa bagian dari minuta akta dan
pada bagian bawah kutipan harus mencantumkan frasa “”Diberikan sebagai kutipan” (Pasal 1
ayat (10) UUJN)

4. Grosse Akta
Grosse akta adalah salah satu salinan akta untuk pengakuan hutang dengan kepala akta “DEMI
KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”, yang mempunyai
kekuatan eksekutorial (Pasal 1 ayat (11) UUJN)
Kekuatan eksekutorial artinya pelaksanaan ekskusi terhadap jaminan debitur dapt dilaksanakan
tanpa adanya putusan hakim
Yang berhak mengeluarkan grosse akta adalah notaris yang membuatnya, notaris
pengganti/pemegang prtokol notaris yang sah.
Notaris yang mengeluarkan Grosse Akta membuat catatan pada minuta akta mengenai penerima
Grosse Akta dan tanggal pengeluaran dan catatan tersebut ditandatangani oleh Notaris.
Grosse Akta pada bagian kepala akta memuat frasa "DEMI KEADILAN BERDASARKAN
KETUHANAN YANG MAHA ESA", dan pada bagian akhir atau penutup akta memuat frasa
"diberikan sebagai grosse pertama", dengan menyebutkan nama orang yang memintanya dan
untuk siapa grosse dikeluarkan serta tanggal pengeluarannya.
Grosse Akta kedua dan selanjutnya hanya dapat diberikan kepada orang sebagaimana dimaksud
berdasarkan penetapan pengadilan. (pasal 55 UUJN)

22
Surat Keterangan Notaris
Surat keterangan Notaris atau yang biasanya disebut dengan “Cover Note” adalah surat
keterangan yang menyatakan bahwa akta atau dokumen dari klien sedang dalam pengurusan di
kantor notaris yang bersangkutan. Surat keterangan ini dikeluarkan oleh notaris apabila akta atau
dokumen sedang dalam pengurusan di kantor notaris (belum selesai pengurusannya) namun
pihak klien sangat membutuhkan akta atau dokumen tersebut.
Misalnya :
Klien sebagai debitur suatu bank hendak mengambil kredit di bank dan barang yang
dijaminkan masih dalam proses roya fidusia. Disisi lain bank akan mencairkan kredit jika
barang telah selesai diroya maka pihak notaries mengeluarkan cover note bahwa surat-surat
kepemilikan barang tersebut sedang dalam proses roya dan akan diserahkan ke bank apabila
proses roya telah selesai.
Umumnya tidak dikenal aturan baku mengenai bentuk dan tata cara penulisannya, akan tetapi
dalam praktek cover note ditulis diatas kop surat notaris, ditandatangani dan dicap notaris,
sedangkan isinya disesuaikan dengan proses apa yang sedang dalam pengurusan kantor notaris.

Akta originali (Acte Brevet)


Mengenai akta originali ini diatur dalam pasal 16 ayat 2 s/d 5 UUJN. Akta ini merupakan akta
dalam aslinya (in originali) ditandatangani oleh para penghadap, saksi-saksi dan Notaris tetapi
tidak di simpan oleh notaris sebgaimana minuta, melainkan langsung diserahkan oleh notaries
kepada pihak yang berkepentingan.
Akta originali sebagaimana dimaksud dapat berbentuk pembayaran uang sewa, bunga, dan
pensiun; penawaran pembayaran tunai; protes terhadap tidak dibayarnya atau tidak diterimanya
surat berharga; akta kuasa; keterangan kepemilikan; atau akta lainnya berdasarkan peraturan
perundang-undangan.
Akta originali ini boleh dibuat atau dikeluarkan lebih dari satu rangkap, ditandatangani pada
waktu yang sama, bentuk yang sama dan isi yang sama; masing-masing lembar rangkap
mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan ketentuan pada setiap akta tertulis kata-kata
”berlaku sebagai satu dan satu berlaku untuk semua”

23
Akta originali mengenai kuasa dalam hal yang belum diisi nama penerima kuasa atau penerima
kuasanya dikosongkan atau yang disebut Kuasa Blanko (blanco Volmacht) hanya boleh dibuat
dalam 1 (satu) rangkap.
Meskipun akta originali ini merupakan akta otentik tetapi apabila dalam pembuatan akta notaris,
harus dilekatkan/dijahitkan pada minuta akta, jadi mendapat perlakuan yang sam dengan akta di
bawah tangan.

24
BAB IV
REGISTER, RENVOI DAN PROTOKOL NOTARIS PADA UMUMNYA

Register akta di bawah tangan yang disahkan dan dibukukan serta pencocokan fotokopi
Selain membuat akta, notaries juga mempunyai kewenangan untuk melakukan pengesahan tanda
tangan, menetapkan kepastian tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftarkan dalam buku
daftar akta yang disahkan (legalisasi); membukukan surat-surat di bawah tangan dalam buku
daftar akta yang dibukukan (waarmerking) dan melakukan pengesahan kecocokan fotokopi
dengan surat aslinya (Copy Collatione) hal ini diatur dalam pasal 15 ayat 2 huruf (a), (b), (c) dan
(d) UUJN.

a. Legalisasi

Selain melakukan pengesahan tanda tangan, menetapkan kepastian tanggal surat dibawah
tangan dengan mendaftarkan dalam daftar akta yang disahkan, notaris juga harus memperhatikan
hal-hal sebagaimana ditur dlam pasal 1847 KUHPerdata yaitu :

1) Penandatanganan atau penghadap telah dikenal atau diperkenalkan kepada


notaris,

2) Isi akta telah dijelaskan atau diterangkan kepada penandatangan atau penghadap.

3) Penandatangan akta di bawah tangan dilakukan di hadapan notaris.

Disamping itu legalisasi yang merupakan penandatanganan dokumen atau akta oleh para pihak di
hadapan notaris, sehingga tanggal dibuatnya dokumen atau akta harus sama dengan tanggal
legalisasi yang dilakukan oleh notaris.

25
Contoh :

LEGALISASI
Nomor:……/………… /…../……… (…….jumlah halaman)
Saya yang bertanda tangan dibawah ini, …………, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan,
Notaris di ………. menerangkan bahwa isi surat ini telah saya bacakan dan terangkan
kepada :------------------------------------------------------------------
I. Tuan …………, lahir di….., pada tanggal………(…….), Warga Negara Indonesia,
pekerjaan……, bertempat tinggal di ………, Desa ….., Kecamatan ….., Kabupaten
…….., pemegang Kartu Tanda penduduk Nomor :…………………………,-----------------
II. Nyonya ………, lahir di….., pada tanggal………(…….), Warga Negara Indonesia,
pekerjaan……, bertempat tinggal di ………, Desa ….., Kecamatan ….., Kabupaten
…….., pemegang Kartu Tanda penduduk Nomor :…………………………,-----------------
Penghadap tersebut saya, Notaris kenal dan kemudian membubuhkan tanda tangan/cap
jempol tangan kirinya di atas Surat ini dihadapan saya, Notaris, pada hari ini , ……, tanggal
…….bulan…..Tahun ………. (…-….-…….).--------------------------------
Notaris di ……………..
Materai, cap dan tanda tangan notaris

(Nama Notaris)

b. Waarmerking
Waarmerking berbeda dengan legalisasi; dalam waarmerking, notaries hanya bertindak
membukukan atau mencatatakan surat dibawah tangan pada daftar akta notaris.

Contoh :

Nomor : ………… /…… /……. (…..jumlah halaman)

Dicatat dan didaftarkan dalam buku pendaftaran yang khusus untuk itu pada hari ini,
……, tanggal …….bulan…..Tahun ………. (…-….-…….), Oleh saya………., Sarjana Hukum,
Magister Kenotariatan, Notaris di …………..---

Notaris,

Materai, cap dan tanda tangan notaris


(Nama Notaris)

26
c. Copy collationnee
Copy collationnee adalah pengesahan fotokopi dan pencocokan kata demi kata sesuai
dengan aslinya.
Contoh :

Fotokopi ini telah dicocokan kata demi kata sesuai dengan asli surat yang
diperlihatkan pada hari ini, ……, tanggal …….bulan…..Tahun ………. (…-….-…….)
kepada saya, Notaris.-------------------------------------

Notaris di………………

Cap dan tanda tangan notaris

(Nama Notaris)

MENGETAHUI FOTOKOPI INI SESUAI DENGAN ASLINYA

Denpasar,………………………….

Notaris di Denpasar

Cap dan tanda tangan notaris

(Nama Notaris)

27
Renvoi
Berkaitan dengan pembuatan akta, isi akta tidak boleh dirubah atau ditambah tanpa
sepengetahuan para penghadap, saksi dan notaries. Akan tetapi, setiap perubahan pada isi akta
berupa penambahan, penggantian, atau pencoretan hanya sah apabila perubahan tersebut telah
diketahui, diparaf atau diberi tanda pengesahan lain oleh para penghadap, saksi, dan Notaris.
Perubahan itu dilakukan pada sisi kiri akta yang kemudian diparaf oleh para penghadap, saksi, dn
Notaris; hal inilah yang dikenal dengan istilah Renvoi
kita lihat dalam pasal per pasal dalam UUJN :
Pasal 48
(1) Isi Akta dilarang untuk diubah dengan:
a. diganti;
b. ditambah;
c. dicoret;
d. disisipkan;
e. dihapus; dan/atau
f. ditulis tindih.
(2) Perubahan isi Akta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf
d dapat dilakukan dan sah jika perubahan tersebut diparaf atau diberi tanda pengesahan lain
oleh penghadap, saksi, dan Notaris.
(3) Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
mengakibatkan suatu Akta hanya mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah
tangan dan dapat menjadi alasan bagi pihak yang menderita kerugian untuk menuntut
penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga kepada Notaris.”

Pasal 49
(1) Setiap perubahan atas Akta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 ayat (2) dibuat di sisi kiri
Akta.
(2) Dalam hal suatu perubahan tidak dapat dibuat di sisi kiri Akta, perubahan tersebut dibuat
pada akhir Akta, sebelum penutup Akta, dengan menunjuk bagian yang diubah atau dengan
menyisipkan lembar tambahan.
(3) Perubahan yang dilakukan tanpa menunjuk bagian yang diubah mengakibatkan perubahan
tersebut batal.
(4) Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
mengakibatkan suatu Akta hanya mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah
tangan dan dapat menjadi alasan bagi pihak yang menderita kerugian untuk menuntut
penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga kepada Notaris.”

28
Pasal 50
(1) Jika dalam Akta perlu dilakukan pencoretan kata, huruf, atau angka, pencoretan dilakukan
sedemikian rupa sehingga tetap dapat dibaca sesuai dengan yang tercantum semula, dan
jumlah kata, huruf, atau angka yang dicoret dinyatakan pada sisi kiri Akta.
(2) Pencoretan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah setelah diparaf atau diberi
tanda pengesahan lain oleh penghadap, saksi, dan Notaris.
(3) Dalam hal terjadi perubahan lain terhadap pencoretan sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
perubahan itu dilakukan pada sisi kiri Akta sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 49 ayat (2).
(4) Pada penutup setiap Akta dinyatakan tentang ada atau tidak adanya perubahan atas
pencoretan.
(5) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4),
serta dalam Pasal 38 ayat (4) huruf d tidak dipenuhi, Akta tersebut hanya mempunyai
kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan dan dapat menjadi alasan bagi pihak
yang menderita kerugian untuk menuntut penggantian biaya, ganti rugi, dan bunga kepada
Notaris.”
Contoh 1 :

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor : 13.
Y
. 09.45-------- Pada jam Y09.00 Wita (Sembilan Waktu Indonesia Bagian
Disahkan ------ Tengah) hari ini, hari Selasa tanggal Delapan belas Bulan April
coretan -------
tahun duaribu delapan (18-04-2008).---------------------
empat angka -
-------------------------------------------
dengan --------
Menghadap kepada saya, Wayan locong, Sarjana Hukum,
gantian ------
empat angka.- Magister Kenotariatan, Notaris di Singaraja dengan dihadiri oleh
saksi-saksi yang telah dikenal oleh saya, Notaris kenal dan akan
disebutkan pada bagian akhir akta ini.---------------------

Contoh 2 :

PERJANJIAN SEWA MENYEWA


Nomor : 13.
€. Locong------ Pada jam 09.00 Wita (Sembilan Waktu Indonesia Bagian Tengah)
Disahkan ---- hari ini, hari Selasa tanggal Delapan belas Bulan April
tambahan---
Menghadap kepada saya, Wayan €, Sarjana Hukum, Magister
satu-----------
Kenotariatan, Notaris di Singaraja dengan dihadiri oleh saksi-
perkataan.----
saksi yang telah dikenal oleh saya, Notaris kenal dan akan
disebutkan pada bagian akhir akta ini.---

29
Protokol Notaris
Protokol notaris adalah kumpulan dokumen yang merupakan arsip Negara yang harus disimpan
dan dipelihara oleh notaris. (pasal 1 angka 13 UUJN) selanjutnya mengenai protokol notaris
diatur dalam pasal 58 sampai dengan pasal 65 UUJN
Kumpulan dokumen yang merupakan arsip Negara meliputi :
a. Minuta-minuta akta berikut segala berkas pendukungnya
1. Kumpulan arsip dari akta dibawah tangan yang dilegalisasi oleh Notaris.
2. Kumpulan arsip dari akta di bawah tangan yang dilegalisasi oleh Notaris,
3. Kumpulan arsip dari akta di bawah tangan yang dibuatkan copie collationenya.
b. Buku yang harus diselenggarakan oleh notaris :
1. Buku daftar akta atau reportorium.
2. Buku daftar akta di bawah tangan yang penandatangannanya dilakukan dihadapan
notaries (legalisasi) atau akta di bawah tangan yang didaftar (waarmerkt).
3. Buku daftar nama penghadap/ Klaper.
4. Buku daftar protes (wesel)
5. Buku daftar wasiat
6. Buku daftar copie collationnee
c. Buku daftar yang harus disimpan oleh notaris berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan seperti buku daftar PT, CV, Firma.

1) Buku daftar akta (reportorium), buku daftar akta di bawah tangan disahkan dan di
waarmerken
o Notaris mencatat setiap hari tanpa sela-sela kosong masing-masing ruang, tiap bulan
buku daftar ditutup dengan garis-garis tinta, akan tetapi nomor urut terus berlanjut
sedangkan nomor akta diganti dengan nomor baru
o Daftar akta mencantumkan nomor urut, tanggal sifat surat dan nama semua orang
yang bertindak baik untuk diri sendiri maupun sebagai kuasa dari orang lain.
o Pada setiap halaman diberi nomor unit dan diparaf oleh Majelis Pengawas Daerah,

30
o Pada halaman pertama dicantumkan keterangan tentang jumlah halaman daftar akta
yang kemudian ditandatangani oleh MPD, halaman terakhit daftar akta juga
ditandatangani oleh MPD.
o Sama hal dengan buku daftar akta, buku daftar surat di bawah tangan yang disahkan
(legalisasi) dan buku daftar surat di bawah tangan yang dibukukan (waarmerken)
Penutupan harus diberi garis penutup dengan tinta merah pada akhir bulannya.

2) Buku daftar nama penghadap (klaper)


Klaper digunakan untuk mencatat semua nama penghadap berdasarkan abjad yang terdapat
dalam reportorium, maupun yang terdapan dalam surat dibawah tangan yang dilegalisasi maupun
di waarmerking yang dikerjakan tiap bulannya

31
BAB V
LATIHAN
PERJANJIAN SEWA MENYEWA

Soal
Tuan andi mempunyai los/bangunan yang letaknya di pinggir jalan Ahmad Yani No 102,
Los/Bangunan tersebut berdiri diatas tanah hak milik Tuan Andi dengan sertipikat Nomor :
41/Desa Pemecutan Kaja, seluas: 200 M2 yang diuraikan dalam Surat Ukur tertanggal 19-2-2000,
Nomor:10/Pemecutan Kaja/2000; tercantum atas nama Andi; Luas Los/bangunan tersebut yaitu
7 M2.
Tempat yang strategis menyebabkan los/bangunan tersebut banyak yang mengicar untuk beli
ataupun disewa dijadikan sebagai tempat usaha. Tuan Waluyo adalah salah satu orang yang
tertarik untuk menyewa los/bangunan tersebut. Ia dating ke rumah tuan Andi untuk
mengutarakan maksudnya, dan tidak beberapa lama keduanya terlibat pembicaraan yang serius
yang bermuara padakesepakatan kedua belah pihak untuk mengadakan perjanjian sewa menyewa
tersebut. Adapun substansi pembicaraannya adalah sebagai berikut :
1. Tuan andi setuju menyewakan bangunan tersebut kepada tuan waluyo dengan
peruntukan tempat usaha toko kerajinan
2. Sewa tersebut disetujui dengan harga 30 juta pertahun
3. Tuan waluyo menyewa los/bangunan tersebut selama 5 tahun
4. Tuan Waluyo dan Tuan Andi mengadakan perjanjian sewa menyewa dengan
syarat-syarat yang mereka sepakati bersama yaitu :
a. Pembayaran terhadap sewa menyewa tersebut diadakan dengan 2 termin
pembayaran yaitu pembayaran pertama sejumlah 50% pada saat
penandatangan perjanjian di Notaris dan pembayaran kedua sejumlah 50%
dilakukan 1 bulan setelah penandatangan akta notaris.
b. Pembayan pertama dilakukan secara cash sedangkan Pembayaran kedua
dilakukan melalui rekening bank AZ dengan nomor rekening 123-777-1117 atas
nama Andi .

32
c. Apabila terjadi keterlambatan terhadap pembayaran termin kedua, tuan
waluyo dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp. 100.000/hari
keterlambatan.
d. Selama masa sewa tuan waluyo tidak diperkenankan merubah bentuk
bangunan tersebut. Namun apabila dilakukan penambahan-penambahan
ataupun perbaikan terhadap bangunan yang mana berkaitan dengan
kelancaran usaha Tuan Waluyo diperbolehkan asal dengan persetujuan Tuan
Andi dan ditanggung oleh Tuan Waluyo.
e. Segala kewajiban ataupun biaya yang timbul akibat dijalankannya usaha
seperti listrik, telpon, air dan pajak-pajak ditanggung oleh Tuan Waluyo.
f. Kerusakan-kerusakan terhadap fisik bangunan menjadi tanggungan tuan
waluyo.
g. Dalam menjalankan usahanya tuan waluyo harus memperhatikan pelestarian
dan kebersihan lingkungan sekitar.
h. Selama menjalankan usahanya apabila terjadi force majeur ataupun gangguan
pihak akan menjadi tanggungan tuan waluyo.
Kemudian keesokan harinya tanggal 24 april 2017 tuang waluyo dan tuan Andi dan
istrinya Nyonya rosa datang ke Tomblos seorang notaris di Denpasar untuk membuat
perjanjian sewa menyewa.
Tugas :
1. Buatlah Perjanjian sewa menyewa diamana dalam hal ini anda sebagai Tomblos
dengan menggunakan syarat dan kondisi yang telah ditentukan diatas !
2. Perhatikan syarat, unsur dan substansi dari akta Perjanjian Sewa Menyewa !

33
DAFTAR BACAAN

Andasasmita, Komar, 1991, Notaris I, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa Barat,


Bandung.

Andasasmita, Komar, 1990, Notaris II, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa Barat,
Bandung

Andasasmita, Komar, 1987, Notaris III, Ikatan NotarisIndonesia Daerah Jawa Barat,
Bandung

Herlien Budiono, 2007, Kumpulan tulisan Hukum Perdata di Bidang Kenotariatan, PT.
Citra Aditya Bakti, Bandung

Santia Dewi dan Fauwas Diraja, 2011, Panduan Teori dan Praktik Notaris, Pustaka
Yustitia, Yogyakarta

Tan Thong Kie, 2007, Studi Notariat Beberapa Mata Pelajaran dan Serba Serbi Praktek
Notaris, PT. Ichtivar Baru Van Hoeve, Jakarta.

Undang-Undang No.2 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No.30 tahun
2004 Tentang Jabatan Notaris (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 3)