Anda di halaman 1dari 2

1.

Oklusi statis merupakan hubungan gigi geligi rahang atas (RA) dan rahang bawah (RB)
dalam keadaan tertutup atau hubungan daerah kunyah gigi-geligi dalam keadaan tidak
berfungsi (static). Oklusi statis merupakan kontak gigi tanpa adanya gerakan mandibula.
(Color atlas of dental medicine 51)

2. Oklusi statis ialah keadaan dimana mandibula tidak bergerak atau istirahat, maka prinsip
oklusi statis digunakan pada saat tidur dan menelan.

Posisi gigi didalam mulut dimana tekanan pada labiolingual dan bukolingual
sama. Posisi ini disebut posisi netral. Gam 3.1. jika selama erupsi, gigi diposisikan terlalu
ke lingual, maka tekanan oleh lidah, bibir, dan pipi akan menekan gigi sehingga akan
kembali ke posisi netral.

Bahkan setelah gigi erupsi banyak perubahan yang terjadi, bisa dalam ukuran, arah, dan
frekuensi dari tekanan muskulus, yang dapat menggerakkan gigi ke posisi dimana tekanan
tersebut dalam keadaan seimbang. Gangguan dapat terjadi apabila lidah sangat aktif atau lebih
besar dari ukuran normal. Keadaan ini akan menyebabkan tekanan yang dihasilkan lidah lebih
besar yang mengakibatkan openbite. Gam 3.2. jika individu ini di minta untuk menelan, akan
terlihat lidahnya akan mengisi space anterior antar gigi RA dan RB.

(okesson, 47)