Anda di halaman 1dari 10

PANGESTI ARYANI_H1A007022

Isomerisme Cis-Trans
Cis-2-butena Trans-2-butena

Dalam kimia, isomerisme cis-trans atau isomerisme geometrik atau


isomerisme konfigurasi adalah sebuah bentuk stereoisomerisme yang menjelaskan
orientasi gugus-gugus fungsi dalam sebuah molekul. Secara umum, isomer seperti ini
mempunyai ikatan rangkap yang tidak dapat berputar. Selain itu, isomer ini juga muncul
dikarenakan struktur cincin molekul yang menyebabkan perputaran ikatan sangat
terbatas.
Istilah "isomerisme geometrik" adalah istilah lama yang sudah tidak digunakan
lagi dan merupakan sinonim dari "isomerisme cis-trans". Ia kadang-kadang juga
merupakan sinonim untuk stereoisomerisme umum (misalnya isomerisme optis); istilah
yang tepat untuk stereoisomerisme non-optis adalah diastereomerisme.
Terdapat dua bentuk isomer cis-trans, yakni cis dan trans. Ketika gugus
substituen berorientasi pada arah yang sama, diastereomer ini disebut sebagai cis,
sedangkan ketika subtituen berorientasi pada arah yang berlawanan, diastereomer ini
disebut sebagai trans. Contoh molekul hidrokarbon yang menunjukkan isomerisme cis-
trans adalah 2-butena.
Senyawa alisiklik juga dapat menunjukkan isomerisme cis-trans. Sebagai contoh
isomer geometrik yang disebabkan oleh struktur cincin, perhatikan 1,2-
diklorosikloheksana:

trans-1,2-diklorosikloheksana cis-1,2-diklorosikloheksana

PANGESTI ARYANI_H1A007022

Sifat fisik cis vs trans


Isomer cis dan isomer trans sering kali memiliki sifat-sift fisika yang berbeda.
Perbedaan antara isomer pada umumnya disebabkan oleh perbedaan bentuk molekul atau
momen dipol secara keseluruhan. Perbedaan ini dapatlah sangat kecil, seperti yang
terlihat pada titik didih alkena berantai lurus 2-pentena (titik didih isomer trans 36°C dan
isomer cis 37°C)[1]. Perbedaan isomer cis dan trans juga dapat sangat bersar, seperti pada
kasus siklooktena. Isomer cis senyawa ini memiliki titik didih 145°C[2], sedangkan isomer
transnya 75°C.[3] Perbedaan yang sangat besar antara kedua isomer siklooktena
disebabkan oleh terikan cincin yang besar untuk trans-siklooktena, yang juga
menyebabkannya kurang stabil dibandingkan isomer cis. Bahkan, kedua isomer asam 2-
butenadioat memiliki sifat-sifat dan reaktivitas yang sangat berbeda sehingga mempunyai
nama yang berbeda pula. Isomer cisnya disebuah asam maleat, sedangkan isomer
transnya disebuat asam fumarat. Polaritas merupakan faktor kunci yang menentukan titik
didih relatif senyawa karena ia akan meningkatkan gaya antar molekul, sedangkan simetri
merupakan faktor kunci yang menentukan titik leleh relatif karena ia mengijinkan
penataan molekul yang lebih baik pada bentuk padat. Oleh karena itu, trans-alkena yang
kurang polar dan lebih simetris cenderung memiliki titik didih yang lebih rendah dan titik
leleh yang lebih tinggi. Sebaliknya cis-alkena secara umum memiliki titik didih yang
lebih tinggi dan titik leleh yang lebih rendah.

Notasi E/Z

Bromin mempunyai prioritas CIP yang lebih tinggi daripada klorin, sehingga
alkena ini merupakan isomer Z.
Sistem penamaan isomer cis/trans tidaklah efektif ketika terdapat lebih dari dua
substituen pada ikatan ganda. Notas E/Z dapat digunakan untuk kasus seperti ini. Z
(berasal dari Bahasa Jerman zusammen) berarti bersama dan berkorespondensi dengan
istilah cis; E (berasal dari Bahasa Jerman entgegen) berarti berlawanan dan
berkorespondensi dengan istilah trans.
Sebuah konfifurasi molekul disebut E atau Z tergantung pada kaidah prioritas
Cahn-Ingold-Prelog (nomor atom yang lebih tinggi memiliki prioritas lebih tinggi).
Untuk setiap atom yang melekat pada ikatan ganda, diperlukan penentuan substituen
mana yang memiliki prioritas lebih tinggi. Jika dua substituen berprioritas leih tinggi
berada pada sisi yang sama, susunan ini disebut Z; sedangkan jika berlawanan, susunan
ini disebut
PANGESTI ARYANI_H1A007022

Diambil dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Isomerisme_cis-trans

Epimer
Dalam kimia, epimer adalah sebuah senyawa stereoisomer yang mempunyai
konfigurasi yang berbeda hanya pada satu dari banyak pusat stereogenik. Stereoisomer
ini meliputi enantiomer dan diastereomer, yang kedua-duanya mempunyai pusat
stereogenik (kecuali pada isomer geometrik yang merupakan bagian dari diastereomer).

Sebagai contoh, gula α-glukosa dan β-glukosa merupakan epimer. Pada α-


glukosa, gugus -OH yang berada pada karbon pertama (anomerik) mempunyai arah yang
berlawanan dengan gugus metilena (pada posisi aksial). Pada β-glukosa, gugus -OH
memiliki arah yang searah dengan gugus metilena (paa posisi ekuatorial).[1] Kedua
molekul ini merupakan epimer dan anomer.

Pada kasus di atas, β-D-glukopiranosa dan β-D-manopiranosa adalah epimer


karena mereka hanya berbeda secara stereokimia pada posisi 2. Gugus hidroksi pada β-D-
glukopiranosa adalah aksial. Kedua molekul ini adalah epimer, namun bukan anomer.

Dalam tatanama kimia, satu dari pasangan epimerik diberikan prefiks epi-,
sebagai contoh pada kuinina dan epi-kuinina. Ketika pasangan tersebut enantiomer,
prefiksnya menjadi ent-

Diambi dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Epimer


PANGESTI ARYANI_H1A007022

Adisi Sin dan Anti

Etilena mengalami adisi anti dan sin

Dalam kimia organik, adisi sin dan anti merujuk pada dua cara yang berbeda ketika dua
substituen diadisi ke ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga.

Adisi sin adalah adisi dua substituen pada sisi yang sama (atau muka) dari ikatan rangkap
dua atau ikatan rangkap tiga, menghasilkan penurunan derajat ikat namun peningkatan
jumlah substituen. Secara umum substrat yang terlibat adalah alkena atau alkuna. Contoh
adisi sin adalah oksidasi alkena menjadi diol via oksidator seperti OsO4 atau KMnO4.

Adisi anti adalah lawan dari adisi sin. Pada adisi anti, dua subtituen diadisi ke sisi (atau
muka) yang berlawanan pada ikatan rangkap dua atau tiga, menghasilkan penurunan
derajat ikat namun peningkatan jumlah substituen. Contoh klasik adisi anti adalah
brominasi alkena.

Tergantung pada ikatan ganda substrat, adisi dapat mempunyai efek yang berbeda pada
molekul. Pada alkena berantai tunggal (misalnya etena), setelah adisi, alkana yang
dihasilkan akan secara cepat berotasi pada ikatan sigma, sehingga apakah sebuah
substituen diadisi pada sisi yang sama atau berlawanan pada ikatan ganda biasanya dapat
diabaikan karena rotasi bebas. Namun jika kiralitas atau orientasi substituen
diperhitungkan, perbedaan adisi ini sangat signifikan. Berbeda dengan alkena rantai
tunggal, adisi sin sikloalkena akan menghasilkan substituen pada sisi yang sama pada
cincin dan struktur cincin senyawa ini akan menghalangi rotasi bebas.

Eliminasi sin dan eliminasi anti adalah proses lawan dari adisi sin dan anti, yakni
menghasilkan ikatan rangkap.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Adisi_sin_dan_anti"


PANGESTI ARYANI_H1A007022

Zat Bantu Kiral


Zat bantu kiral adalah sejenis senyawa kimia yang dilibatkan ke dalam sintesis
organik untuk sementara waktu sehingga reaksi ini dapat berjalan secara asimetirik dan
selektif terhadap salah satu enantiomer[1] [2] . Zat bantu kiral merupakan senyawa yang
secara optis aktif dan membuat senyawa rasemat menjadi kiral. Stereopusat sementara ini
kemudian memaksa pembentukan stereopusat kedua yang disebabkan oleh rintangan
sterik atau gugus pengarah. Setelah pembentukan stereopusat kedua, zat bantu kemudian
dapat dilepaskan.
Zat bantu kiral diperkenalkan oleh E.J. Corey pada tahun 1978 dengan 8-
fenilmentol kiral dan oleh B.M. Trost pada tahun 1980 dengan asam mandelat. Senyawa
mentol sangat sulit dibuat dan sebuah alternatif trans-2-fenil-1-sikloheksanol
diperkenalkan oleh J. K. Whitesell pada tahun 1985.

Zat bantu oksazolidon


Salah satu contoh zat bantu kiral yang baik adalah zat bantu Evans, yang terdiri
dari oksazolidinon bersubstituen pada posisi 4 dan 5. Dengan menggunakan rintangan
sterik, substituen mengontrol arah substitusi berbagai macam gugus. Zat bantu ini
kemudian dilepaskan dengan menggunakan hidrolisis.

Zat bantu pseudoefedrina


Baik (R,R)-pseudoefedrina maupun (S,S)-pseudoefedrina digunakan sebagai zat
bantu kiral.[3]. Pseudoefedrina direaksikan dengan asam karboksilat, anhidrida asam, atau
asil klorida, menghasilkan amida pseudoefedrina.
Proton α senyawa karbonil dengan mudah dideprotonasi menggunakan basa non-
nukleofilik, menghasilkan enolat yang dapat bereaksi lebih lanjut. Konfigurasi senyawa
adisi dikontrol oleh gugus metil. Produk adisi akan anti terhadap metil dan sin terhadap
gugus hidroksil. Zat bantu kiral pseudoefedrina kemudian dilepaskan dengan pembelahan
ikatan amida menggunakan nukleofil tertentu.
Pada hasil kerja awal Myers (1994), salah satu substratnya adalah asam propionat:
PANGESTI ARYANI_H1A007022

Amida reaksi ini tidak hanya dapat dihidrolisis, namun juga dapat direduksi
menjadi aldehida (Litium aluminium hidrida alkoksida) atau menjadi alkohol (kompleks
borana dengan pirolidina) Pada satu kajian, zat bantu kiral yang digunakan adalah (-)-
efedrina:

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Zat_bantu_kiral"


PANGESTI ARYANI_H1A007022

Isomerisme Konformasi

Konformer butana
Dalam kimia, isomersime konformasi adalah sebuah bentuk stereoisomerisme
dari molekul-molekul dengan rumus struktural yang sama namun konformasi yang
berbeda oleh karena rotasi atom pada ikatan kimia. Konformer yang berbeda dapat saling
berubah dengan melakukan rotasi pada ikatan tunggal tanpa memutuskan ikatan kimia.
Keberadaan lebih dari satu konformasi, biasanya dengan energi yang berbeda,
dikarenakan oleh rotasi hibridisasi orbital sp3 atom karbon yang terhalang. Isomerisme
konformasi hanya terjadi pada ikatan tunggal karena ikatan rangkap dua dan rangkap tiga
mempunyai ikatan pi yang menghalangi rotasi ikatan. Perbandingan stabilitas konformer-
konformer yang berbeda biasanya dijelaskan dengan perbedaan dari kombinasi tolakan
sterik dan efek elektronik. Contoh yang sederhana terlihat pada molekul butana yang
dilihat dengan menggunakan proyeksi Newman seperti pada gambar di atas. Rotamer
adalah konformer yang berbeda hanya pada rotasi ikatan tunggal.[1]. Sawar rotasinya
PANGESTI ARYANI_H1A007022

adalah energi aktivasi yang diperlukan untuk berubah dari satu konformer ke konformer
lainnya.
Terdapat dua bentuk isomerisme konformasi yang penting:
1. Konformasi alkana linear, dengan konformer anti, tindih, dan gauche
2. Konformasi sikloheksana, dengan konformer kursi dan perahu.
Contoh lain dari isomerisme konformasi adalah pelipatan molekul, di mana beberapa
bentuk pelipatan stabil dan fungsional, namun yang lainnya tidak. Isomerisme
konformasi juga terlihat pada atropisomer

Populasi kesetimbangan konformer

Distribusi Boltzmann % konformasi energi terendah pada berbagai temperatur


(derajat Celcius) dan perbedaan energi dalam kcal/mol (sumbu-x)
Populasi konformer-konformer yang berbeda mengikuti distribusi Boltzmann:

Sisi kira persamaan adalah nisbah kesetimbangan konformer i terhadarp total konformer.
Erel adalah energi relatif konformer ke-i dari konformer berenergi minimum. R adalah
tetapan molar gas 8.31 J/K/mol dan T adalah temperatur dalam Kelvin (K). Penyebut
pada sisi kanan adalah fungsi partisi.

Konsekuensi
Jika konformasi tindih sebuah isomer memiliki potensial yang cukup tinggi, maka ia
dapat dihalangi untuk berotasi menjadi konformasi lainnya. Hal ini akan menyebabkan
PANGESTI ARYANI_H1A007022

campuran rasemat konformasi yang bisa saja mempunyai reaktivitas yang berbeda
(misalnya pada reaksi enzim yang biasanya bergantung pada bentuk molekul).

Reaksi yang bergantung pada konformer


Mekanisme eliminasi E2 bergantung pada konfigurasi substituen dalam bentuk
antiperiplanar. Prasyarat reaksi ini sangat penting dalam pemahaman lintasan reaksi
eliminasi organik, terutama senyawa-senyawa yang melibatkan alkana siklik berhalogen.
Dua substituen yang bersebelahan pada alkana siklik hanya dapat menjalani eliminasi E2
jika kedua-duanya berada pada posisi aksial pada cincin. Kombinasi dari substituen aksial
dan ekuatorial tidak akan dapat bereaksi dengan mekanisme E2.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Isomerisme_konformasi"

Terikan Alilik
Terikan alilik atau 1,3-terikan alilik dalam kimia organik dan energi terikannya
diakibatkan dari konformasi molekul dari gugus alil yang tidak difavoritkan. Representasi
paling sederhana dari alil, propena, pada keadaan dasarnya mempunyai ikatan metil C-H
yang bertindih dengan ikatan ganda karbon-karbon. Ketika ikatan ini mengarah keluar,
konformasi yang tidak favorit ini disebut bisected' (terbagi dua).

Energi aktivasi untuk pemutaran ikatan alil C-C adalah 1,98 kcal/mol. Terikan semacam
ini juga berlaku untuk karbonil..

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Terikan_Alilik"

Proyeksi Haworth

Proyeksi Haworth atas struktur α-D-glukopiranosa


PANGESTI ARYANI_H1A007022

Proyeksi Haworth ialah cara umum menggambarkan struktur lingkar


monosakarida dengan perspektif tiga dimensi sederhana.. Proyeksi Haworth dinamai
menurut kimiawan Inggris Sir Walter N. Haworth. Proyeksi Haworth projection memiliki
ciri-ciri berikut:
• Karbon ialah jenis implisit atom. Dalam contoh di kanan, atom-atom yang diberi
angka 1 hingga 6 semuanya atom karbon. Karbon 1 dikenal sebagai karbon anomer.
• Atom hidrogen pada karbon itu implisit. Dalam contoh ini, atom 1 sampai 6 memiliki
atom hidrogen akstra yang tak digambarkan.
• Garis yang dipertebal menandai atom yang lebih dekat ke pengamat. Dalam contoh
ini di kanan, atom 2 dan 3 (dan grup OH yang berhubungan) paling dekat ke
pengamat, atom 1 dan 4 lebih jauh dari pengamat dan akhirnya atom sisanya (5, dsb.)
ialah yang terjauh.

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Proyeksi_Haworth"