Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PEMASTIAN MUTU SEDIAAN OBAT TRADISIONAL

“PENYAKIT DEMAM”

Disusun oleh:
1. Dira Tarica P. (1913206012)
2. Iswari Rahmi A. (1913206018)
3. Muhammad iqbal (1913206028)
4. Jalu Prakoso (1913206020)
5. Luqiyana S. (1913206023)
6. Nurul rahma salsabila (1913206034)
7. Putri mifta f. (1913206040)
8. Ratih salimil u. (1913206042)
9. Zunka arida p. 91913206048)
Kelompok : 3
Nama Dosen : Amalia Eka P.,M.Farm.,Apt

PROGAM STUDI FARMASI

STIKES KARYA PUTRA BANGSA

(TAHUN AJARAN 2020)


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa,karena berkat rahmat dan hidayahnya,penulisan
makalah ini dapat terselesaikan dengan baik,tepat pada waktunya. Adapun penulisan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas matakuliah pemastian mutu obat tradisional,dalam tugas ini
kami mengambil tema dengan kasus penyakit demam yang mana kita akan melakukan analisa
terhadap akar tumbuhan yang dapat menyembuhkan penyakit demam ini.
Penulis berharap agar pengobatan yang menggunakan tanaman obat dapat membantu
masyarakat untuk meredakan penyakit demam yang diderita. Penulis menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna,jadi kritik dan saran dari pembaca untuk
kesempurnaan makalah ini sangat diperlukan untuk masa yang akan datang. Terima kasih.

Tulungagung,10 Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I Pendahuluan
1.1 latar belakang
1.2 rumusan maslah
1.3 tujuan makalah
BAB II Pembahasan
2.1pengertian obat tradisional
2.2pengertian pemyakit demam
2.3Agarati radix
2.4Raphani sativi radix
2.5Albemoschi radix
2.6Formulasi
2.7Pembuatan simplisia
BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar didunia, Negara yang memiliki begitu
banyak keanekaragaman baik habitat, maupun flora dan fauna yang dimilikinya.
Keanekaragaman ini pula membuat Indonesia memiliki banyak keanekaragaman hayati
termasuk juga keanekaragaman tanaman herbal.
Pada masyarakat modern ini, masyarakat belum begitu tahu tentang manfaat apa saja
yang dapat kita peroleh dari tanaman herbal untuk kesehatan, itu dikarenakan masyarakat
lebih mengenal obat – obatan dari bahan kimia, baik karena anjuran dari resep dokter. Contoh
nyata penggunaan tanaman herbal dalam zaman moderen ini seperti Agerati Radix
stimulant,tonik,peredam demam,anti toxic,pembekakan,menghentikan pendarahan,peluru
haid,kencing,pelumuhkentut.Raphani Sativi Radix seperti
batuk,bronchitis,demam,wasir,rematik(obat luar).Albemoschi Radix seperti demam
tinggi,batuk,sulit buang air besar (konstipasi),batu saluran kencing’Itu adalah beberapa
contoh tanaman herbal yang digunakan untuk beberapa penyakit ringan namun sering
terjangkit di dalam masyarakat sehingga menjadikan obat herbal tersebut sangat bermanfaat
selain karena faktor mudah didapatkan di alam, harganya cendrung lebih terjangkau, dan
tidak memiliki efek samping seperti halnya yang diakibatkan oleh obat – obatan kimia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Jenis-jenis tanaman obat yang digunakan untuk meredakan penyakit demam
2. Klasifikasi tanaman obat yang digunakan untuk obat demam
3. Analisa kandungan senyawa yang ada pada tanaman obat
1.3Tujuan Penulisan
1. Mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang digunakan
2. Mengetahui klasifikasi dari tanaman obat untuk demam
3. Mengetahui kandungan yang ada pada tanaman obat yang digunakan untuk demam

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian obat tradisional
Obat tradisional merupakan obat-obatan yang dibuat dari bahan alami secara tradisional. Obat
ini merupakan resep yang berdasarkan nenek moyang atau sudah ada sejak jaman dahulu.
Obat-obatan ini masih banyak dibuat ataupun digunakan untuk mengobati berbagai macam
penyakit. Eksistensi obat-obatan tradisional atau sering disebut sebagai obat herbal ini masih
cukup tinggi. Obat herbal ini masih banyak dimanfaatkan karena memiliki keunggulan
dibanding obat-obatan dari medis. Obat ini terbuat dari bahan alami sehingga aman untuk
digunakan.

2.2 Pengertian penyakit demam


Demam adalah kondisi meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 380C,demam
menandakan adanya penyakit atau kondisi lain di dalam tubuh. Demam umumnya terjadi
sebagai reaksi dari system imun dalam melawan infeksi virus,bakteri,jamur,atau parasit
penyebab penyakit. Beberapa penyakit yang sering menyebabkan demam adalah: flu,radang
tenggorokan,dan infeksi saluran kemih.

2.3Agerati Radix
Klasifikasi
1 Kingdom : Plantae
2 Divisi : Spermatophyta
3 Sub divisi : Angiospermae
4 Kelas : Dicotyledonae
5 Bangsa : Asterales
6 Suku : Asteraceae
7 Marga : Ageratum
8 Species : Ageratum conyzoides L
9 Nama umum : Bandotan, wedusan, babadotan

Pemerian
Bau agak langu, Rasa agak kelat

Uji makroskopik
Akar sebagai besar terdiri dari cabang akar,dan serabut akar,permukaan luar berwarna coklat
kelabu sampai coklat kehijauan,akar tunggal berbentuk silindri,lurus agak terpilin,serabut
akar berbentuk senar halus agak berkelok kelok panjang sampai lebih kurang 8cm,garis
tengah 3ml-5ml,bekas patahan tidak rata warna keputih-putihan.

Uji mikroskopik
Pada sayatan akar tanpak jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis sel berbentuk poli
gonal,dinding tebal berlapis-lapis.Parenkim korteks terdiri dari beberapa lapis sel
besar,dinding tipis berisi butir pati,diantaranya terdapat sel sekresi besar dan sel batu kecil
dinding tebal bernoktah.Parenkim floem terdiri dari lapis sel,bentuk bundar,dinding
tipis.Dibawah parenkim terdapat floem.Silem terdiri dari trakea dan parenkim silem,dinding
tebal berlignin,diantaranya terdapat serabut silem.Jari-jari teras terdiri dari beberapa lapis sel
serbuk berwarna coklat kelabu-coklat kehujauan.Fragmen pengenal adalah jaringan gabus
fragmen parenkim floem,untuk memanjang,dinding tipis,berisi butir pati,fragmen jari-jari
empulur dengan sel slerenkim,panajang dinding tebal,fragmen trakea dengan penebalan
nokhtah seperti jala.

Uji histokimia
Sebanyak 470g simplisia akar bandotan di maserasi dengan methanol teknik dengan
pergantian pelarut setiap 3-5 hari.
Larutan ekstrak dengan pelarut methanol yang diperoleh segera diuapkan pelarutnya dengan
menggunakan protary evaporator, hingga mendapatkan ekstrak akar bandotan sebanyak
28,6g.
Sebagian ekstrak kasar methanol tersebut (10g) di fraksinasi dengan etil asetat yang diduga
pada fraksi tersebut mengandung sejumlah senyawa senyawa kumarin.
Hasil akhir ekstraksi kasar methanol 28,6g dan ekstrak fraksi etil asetat 3,48g.
Kadar abu : Tidak lebih dari 6%
Kadar sari yang larut dalam air : Tidak kurang dari 10%
Bahan organic asing : Tidak lebih dari 2%
Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.

2.4Rapani Radix
Klasifikasi :
Kingdom : plantae
Divisi ; spermatophyte
Sub divisi : angiospermae
Kelas : eudikotil
Bangsa : Brassicales
Suku : Brassicaceae
Marga : Raphanus
Spesies : R.Sativus

Pemerian
Bau tajam,khas : rasa pedas ,agak menggigit
Uji Makroskopik
Makroskopik. Akar tunggang, warna putih kchiljauan, berbc- tuk tombak, lurus alau agak
bcngkok, garis tengah di baglan tengah sampal lebih kurang 3,5 cm, permukaan luar licin
dengan slsa akar pada celalh-celah nelintang yang dangkal. Bila dibelah melintang, baglan
dalam berwarna putih.

Uji Mikroskopik
Mikroskopik. Pada penampang melintang akar lampak lapisan gabus terdiri dari beberapa
lapisan sel, bentuk pipilh, berdin- ding tipis. Parenkim kortcks terdiri dari beberapa lapis sel,
benluk isodlametris, dinding tipls, di antaranya terdapat hablur kalsium oksalat berbentuk
pasir. Pada korteks terdapat floem. Kambium terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk pipili,
dinding tipis. Pada teras terdapat xilem, terdiri dari trakca dan trekeida. Pada parenkim teras
terdapat hablur kalsium oksalat bentuk pasir. Jari-Jari cmpulur terdiri dari beberapa lapis sel.
Scrbuk berwarna coklat muda. Fragmen pengenal adalah (ragmen gabus tcrdiri dari beberapa
lapis sel, bentuk segi pan- Jang: fragmen scrabut dinding tipis mengandung hablur kalsium
oksalat bentuk pasir; fragmen pembuluh kayu dengan penebalan jala.

Uji Histokimia
Timbang 300 mg serbuk akar campur dengan 5 ml metanol P dan panaskan di atas tangas
udara selama 2 menit, dinginkan dan saring. Cuci endapan dengan metanol P sccukupnya
schingn diperolch 5 m! filtrat. Pada titik pertama, kedua dan ketiga lempeng KLT masing-
masing berjumlah 40 pl filtrat. Pada titik Ganda tutulkan 5 ul zat warna I LP. Eluasi dengan
dikloroetana P dengan Jarak rambat 15 cın. Setelah itu lcmpeng di udara sclama 10 menit,
klik lagi dengan tolucna P dengan Arah eluasi dan jarak yang sama. Amati dengan sinar
biasa dan dengan sinar ultraviolet 366 nm. Selanjutnya diskmprol dengan pereaksi
anisaldehida-asam sulfat LP, panaskan pada suhu 110 ° C sclama 10 menit. Amati lagi
dengan sinar biasa dan sinar ultraviolet 366 nm. Dengan bantuan yang sama seperti cara
kerja di atas dilakukan juga penyemprolan dengan pereaksi AICI, LP.
Tidak lebih dari 6% Kadarabu yang tidak larut dalam asam. Tidak lebih dari 1,596. Kader
sari yang larut dalam udara. Tidak kurang dari 10%. Kadar sari yang larut dalam etanol.
Tidak kurang dari 196. Baha n organlk asing. Tidak lebih dari 2%.
Tidak lebih dari l3,596. Kadar abu yang tidak larut dalam asam. Tidak lebih dari 2 5%
Kadar sari yang larut dalam air. Tidak kurang dari 34,5% Kadar sari yang larut dalam etanol.
Tidak kurang dari 7.5% Bahan organik asing.

2.5Albelmoschi Radix
Klasifikasi
1. Kingdom: Plantae
2. Subkingdom: Tracheobionta
3. Superdivisi: Spermatophyta
4. Divisi: Magnoliophyta
5. Kelas: Magnoliopsida
6. Subkelas: Dilleniidae
7. Ordo: Malvales
8. Famili: Malvaceae
9. Genus: Abelmoschus
10. Spesies: Abelmoschus manihot

Pemerian
Warna coklat kekuningan,tidak berbau,tidak berasa

Uji Makroskopik
Akar berbentuk potongan tidak beraturan, bentuk silindrik, berkelok-kelok. Kulit luar
berwarma coklat, beralur memanjang, tersedia tonjolan seperti duri pendek. Bagian kayu
jelas, bagian dalam berwarma putih, liat, patahan bagian dalam berserat membujur

Uji Mikroskopik
Pada penampang melintang akar tampak jaringan gabus terdiri dari beberapa lapis sel bentuk
segi empat agak beraturan. Parenkim korteks dengan selapis dinding tipis, di atas berisi
butir-butir tunggal atau majemuk bentuk bundar telur atau bundar, hilus cksentris, dan kristal
kalsium oksalat berbentuk roset. Pada parenkim korteks tersedia kelompok serabut
berdinding tebal dan berlignin dengan lumen padat atau lebar dan saluran sekresi. File Kapal
terdiri dari trakea dan serabut sklerenkim. Jari-jan empulur tersusun 1 sampai 3 lapis di
diambilfada yang bernoktah. Serbuk. Warna putih kecoklatan Fragmen pengenal adalah
fragmen jaringan gabus terpotong paradermal bentuk poligonal, dengan dinding tebal,
fragmen jaringan gabus dengan sel bentuk empat persegi panjang, fragmen parenkim korteks
bentuk lonjong atau bundar berdinding, dengan kristal cksalat bentuk roset, fragmen
parenkim xilem Alternatif isodiametris, dinding bernoktah, fragmen serabut sklerenkim,
fragmen trakea dengan penebalan jala, fragmen jari-jari teras; dan pati kristal oksalat bentuk
roset lepas.

Uji Histokimia
Timbang 500 mg serbuk akar, maserasi dengan 10 ml eter selama 2 jam, saring. uapkan
Filtrat dalam cawan penguap, pada residu iambahkan 2 tetes asetat anhidrat P dan 1 tetes
asam sulfat pekat P; terjadi warna ungu hijau.
Timbang 50 mg serbuk akar dimasukkan ke dalam tabung mikrodestilasi yang telah diisi wol
kaca di ujung dekat bagian kapiler. Masukkan tabung mikrodestilasi ke dalam tanur TAS
yang sudah dipanaskan pada suhu 50 "C selama 30 menit dan dipasang lempeng KLT. Atur
suhu hingga 220 ° C. Pada titik pertama dari lempeng KLT pralapis akan tampak tutulan
yang dihasilkan dari tanur TAS, pada titik saat tutulkan I0plikasi pembanding eugenol dalam
toluen P. Elusi dengan benzena P dengan jarak rambat 15 cm. Amati dengan sinar biasa dan
dengan sinar ultraviolet 366 nm. Pada kromatogram tampak bercak dengan warna dan hRx.
Kadar abu. Tidak Iebih dari 4,5%. Kadar abu yang tidak larut dalam asam. Tidak lebih dari
0,5%. Kadar abu yang larut dalam udara. Tidak kurang dari 0,5%. Kadar sari yang larut
udara dalarm. Tidak kurang dari 3%. Kadar sari yang larut dalam etanol. Tidak kurang dari
1%.

2.6 Formulasi
R/ Agerati Radix 1,5 kg
Raphani Radix 1,5 kg
Abelmoschi Radix 1,5 kg
(NB: Dalam Bentuk Akar)

2.7 Proses Pembuatan Simplisia


1. Panen ketiga akar yang akan digunakan sebagai formulasi masing-masing seberat 1,5
kg.pemanenan dilakukan dengan cara memotong bagian tertentu akar
2. Kumpulkan masing-masing bahan pada wadah lakukan sortasi basah dan lakukan
pencucian
3. Keringkan pada wadah yang berbeda untuk mengurangi air pada pencucian tadi.
4. lakukan perajangan timbang seluruh sedian simplisia dan catat
5. lakukan pengeringan dengan cara dioven,hitung susut pengeringan hingga kurang dari
10%
6. setelah bahan simplisia setelahmencapai susust pengeringan yang diinginkan
lakukukan sortasi kering untuk memisahkan benda asing saat dilakukannya
pengeringan simplisia.
7. Pembuatan serbuk simplisia dengan metode penumbukan bahan atau bahan diblender
agar bahan menjadi simplisia serbuk kemudian diayak.
8. Timbang hasil bobot simplisia.
9. Kemas.

BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.formulasi akar bandotan,akar lobak,dan akar kapasan sebagai obat demam.
2.kandungan dari akar bandotan alkaloid
3.kandungan dari akar lobak rafanol,rafanin,vitamin C sebagai penurun panas
4kandungan dari akar kapasan minyak atsiri,lemak,asam palmitat,sterol/terpen.

3.2Saran
Untuk pembaca formulasi obat baru perlu dikembangkan dengan baik,harus rajin
membaca buku mengenai obat-obat herbal beserta fungsinya.
Daftar Pustaka

1.Kusnadi,Fitriani Any dan Hernawati.2010.Uji Toksisitas Ekstrak Tumbuhan Ageratum


Conyzoides L. Terhadap Pertumbuhan dan Fisiologi Darah Mencit.J.BIO.&
Pend.BIO.hlm.1-9.vol.1
2.Buku Materia Medika Indonesia Jilid V
3.Buku Materi Medika Indonesia Jilid VI