Anda di halaman 1dari 2

Nomor : 669/VI-11/0320 Pati, 17 Maret 2020

Lampiran : 1 (satu) lembar


Hal : Program Jaminan Kesehatan Nasional
Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)

Yth. Pimpinan Badan Usaha


Se-Wilayah Kantor Cabang Pati
di
Tempat

Pertama-tama perkenankan kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak/Ibu


dalam pelaksanaan Program Strategi Nasional, Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional
Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Menunjuk Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan,


bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
a. Pengertian peserta, pekerja, pemberi kerja, Gaji/upah, dan Pekerja Penerima Upah (PPU)
sesuai Pasal 1 sebagai berikut:
1) Peserta adalah setiap orang, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6
(enam) bulan di Indonesia, yang telah membayar Iuran Jaminan Kesehatan
2) Pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima Gaji, Upah, atau imbalan
dalam bentuk lain
3) Pemberi Kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan
lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara negara yang
mempekerjakan Pegawai Aparatur Sipil Negara dengan membayar gaji, upah, atau
imbalan dalam bentuk lainnya
4) Gaji atau upah adalah hak Pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang
sebagai imbalan dari Pemberi Kerja kepada Pekerja yang ditetapkan dan dibayar
menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan
termasuk tunjangan bagi Pekerja dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa
yang telah atau akan dilakukan
5) Pekerja Penerima Upah (PPU) adalah setiap orang yang bekerja pada Pemberi Kerja
dengen menerima Gaji/upah
b. Sesuai Pasal 13 Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 bahwa pemberi kerja wajib
mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta Jaminan Kesehatan kepada BPJS
Kesehatan dengan membayar iuran
c. Sesuai dengan Pasal 39 bahwa Pemberi Kerja wajib memungut Iuran dari Pekerjanya,
membayar Iuran yang menjadi tanggung jawabnya, dan menyetor Iuran tersebut kepada
BPJS Kesehatan paling lambat tanggal 10 setiap bulan
d. Kami sampaikan juga bahwa dalam hal suami istri yang masing-masing merupakan pekerja
maka keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta PPU oleh masing-masing pemberi kerja
dan membayar iuran sesuai dengan pasal 14

KANTOR CABANG PATI


Jl.Diponegoro No.34 Pati
Telp.(0295) 381801 ,Fax: (0295) 386602
www.bpjs-kesehatan.go.id
Menunjuk Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 Perubahan ayat (1) Pasal 32 bahwa
Batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan
besaran Iuran bagi Peserta Pekerja Penrima Upah yaitu sebesar Rp 12.000.000,- (dua belas
juta rupiah).

Menunjuk Peraturan Menteri Sosial Nomor 21 Tahun 2019 Pasal 7 ayat (2) c bahwa dalam
hal status pekerja terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan dan sesuai
kriteria termasuk kategori mampu maka wajib didaftarkan sebagai Peserta Pekerja Penerima
Upah.

Terkait hal tersebut di atas, kami mohon Bapak/Ibu Pimpinan Badan Usaha untuk dapat
memenuhi kewajiban selaku pemberi kerja untuk mendaftarkan seluruh pekerja dan
melaporkan gaji atau upah yang baik dan benar dan bagi pekerja yang belum mendaftarkan
seluruh anggota keluarganya untuk segera mendaftarkan sebagai peserta JKN KIS, karena
penambahan anggota keluarga tidak berpengaruh pada besaran iuran.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima
kasih.

Kepala Cabang

Tarmuji

AG/lc/PS0001