Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH MANAJEMEN STRATEGIK

Judul : Analisa Strategi Bisnis Perusahaan KFC

Disusun Oleh:
1. Agung Tri Saputro
2. Almizan Kadavi
3. Cavin Novandaa
4. Sobrun Jamil

Jurusan Akuntansi S1
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
TA2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji hanyalah bagi Allah SWT, Tuhan pengatur semesta alam yang maha
pengasih lagi maha penyayang. Hanya atas perkenan, rahmat, dan karunia-Nya, serta atas bantuan
semua pihak, makalah ini dapat diselesaikan. Dewasa ini, pasar global semakin berkembang pesat serta
ramai oleh para pendatang baru yang terkadang langsung menjadi trend dan kiblat di masyarakat. Oleh
karena itu, para pebisnis yang sudah lebih dulu berkecimpung harus bergerak cepat dalam segi inovasi
dan kreasi.Jika mereka tidak lihai dalam berinovasi, maka mereka akan dengan mudah tergerus oleh
pesaing-pesaingnya. Kita sebut saja bisnis fast food yang sangat ketat persaingannya dan yang
memimpin di klasemen teratas yaitu KFC.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi
penyajian maupun materinya. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan dan pengetahuan kami.
Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah.
Kami berharap semoga makalah ini akan memberi manfaat, khususnya bagi kami, serta bagi
semuanya. Aamiin.

Pekanbaru,24 Maret 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................................... 1
1.1Latar belakang ..................................................................................................................... 1
1.2Sejarah Perusahaan.............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................ 2
2.1.Analisa Visi Misi ............................................................................................................... 2
2.2Tujuan dan Sasaran ............................................................................................................. 4
2.3Strategi Pemasaran .............................................................................................................. 7
2.4Analisis SWOT ................................................................................................................... 8
2.5Strategi Bisnis Unit ............................................................................................................. 9
BAB III PENUTUP ................................................................................................................ 11
3.1.Kesimpulan ........................................................................................................................ 11
3.2.Saran .................................................................................................................................. 11

ii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya selera masyarakat, banyak perusahaan-
perusahaan berusaha mencari siasat untuk tetap mengembangkan usahanya dan menambah omset
keuntungannya. Salah satunya adalah dengan melakukan pemasaran untuk terus mempromosikan
produk mereka. Sebagai contoh strategi pemasaran yang dilakuan oleh perusahaan KFC.Banyaknya
restoran cepat saji yang berada di Indonesia menimbulkan persaingan ketat dalam kompetisi mutu serta
kualitas dari produk yang dihasilkan. Fast food atau restoran cepat saji, mulai populer di Indonesia
pada awal 1980. Sebagian besar fast food yang merambah pasar Indonesia berasal dari Amerika. Saat
ini tercatat ada beberapa nama besar di dunia “Junk Food” Amerika, yang membuka gerai-gerai di
Indonesia. Sebagai pioneer di Indonesia, adalah Kentucky Fried Chicken. Animo masyarakat cukup
besar terhadap gerai ayam cepat saji ini, terlihat dengan munculnya gerai-gerai serupa yang berusaha
meniru Kentucky Fried Chicken. Ada gerai yang memang berasal dari luar, dan ada pula gerai lokal,
yang mengimitasi dengan memakai nama-nama kota di Amerika, seperti California, Texas,
Washington, Oklahoma, dan Vegas. Seiring berjalannya waktu, beberapa bertahan, dan adapula yang
tidak dapat bertahan. Masuknya beberapa nama Internasional ke dalam kancah franchise restoran cepat
saji di Indonesia seperti Kentucky Fried Chicken, Mc Donald, Texas Fried Chicken semakin
meramaikan kancah restoran cepat saji di Indonesia. Beberapa diantara mereka, menggunakan ide
untuk menambah Menu Fried Chicken sebagai side menu, sebagai alternatif menu utama mereka.

1.2 SEJARAH PERUSAHAAN

PT Fastfood Indonesia Tbk. adalah pemilik tunggal waralaba KFC di Indonesia, didirikan oleh
Gelae Group pada tahun 1978 sebagai pihak pertama yang memperoleh waralaba KFC untuk
Indonesia. Perseroan mengawali operasi restoran pertamanya pada bulan Oktober 1979 di Jalan
Melawai, Jakarta, dan telah memperoleh sukses. Kesuksesan outlet ini kemudian diikuti dengan
pembukaan outlet-outlet selanjutnya di Jakarta dan perluasan area cakupan hingga ke kota-kota besar di
Indonesia.
Perseroan memperoleh hak waralaba KFC dari Yum! Restaurants International (YRI), sebuah badan
usaha milik Yum! Brands Inc., yaitu sebuah perusahaan publik di Amerika Serikat yang juga pemilik
waralaba dari empat merek ternama lainnya, yakni Pizza Hut, Taco Bell, A&W, dan Long John Silvers.
Lima merek yang bernaung dibawah satu kepemilikan yang sama ini telah memproklamirkan Yum!
Group sebagai fast food chain terbesar dan terbaik di dunia dalam memberikan berbagai pilihan
restoran ternama, sehingga memastikan kepemimpinannya dalam bisnis multi- branding. Untuk
kategori produk daging ayam cepat saji, KFC tak terkalahkan.

1
BAB II. PEMBAHASAN
2.1 ANALISA VISI DAN MISI

Visi
Visi perusahaan KFC adalah menjadi restoran cepat saji dengan pelayanan terbaik di dunia. Untuk
mencapai visi ini, KFC selalu menjamin mutu produk-produknya, memberikan pelayanan yang
memuaskan, menawarkan kebersihan dan keamanan produk pangan serta nilai-nilai tambah lainnya..
Misi

1. menjadi perusahaan terbaik bagi semua karyawan kami di setiap komunitas di seluruh dunia.
2. menghadirkan pelayanan dengan sistem operasional yang unggul bagi setiap pelanggan kami di
setiap restoran cabang KFC.
3. terus mengalami perkembangan ke arah yang menguntungkan sebagai sebua brand, serta terus
mengembangkan sistem operasional KFC ke arah yang lebih baik lagi lewat inovasi dan teknologi.

Alasan Kentucky Fried Chicken Menyingkat Mereknya Menjadi KFC

Singkatan KFC ini muncul pada tahun 1991 bukan tanpa alasan. Pihak manajemen
Kentucky Fried Chicken menyingkat namanya menjadi KFC,didasari oleh banyak hal sehingga
pemilik brand Kentucky Fried Chicken ini harus berpikir keras untuk mengambil keputusan
melakukan pemasaran merek dagang dengan singkatan KFC padahal sebelumnya nama
Kentucky Fried Chicken sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat dunia. Dulu sebelum
muncul singkatan merek KFC, banyak orang-orang menyingkat nama restoran junk food ini
hanya dengan sebutan Kentucky untuk mempermudah berkomunikasi dengan orang lain jika
mereka ingin pergi ke restoran tersebut. Walaupun bisnis KFC sangat berkembang pesat tetapi ibarat
tiada gading yang tak retak, muncul banyak protes dan kritikan atas bisnis ayam goreng ini. Sebelum
mengiklankan brandnya dengan merek dagang KFC, Kentucky Fried Chicken mendapat kecaman keras
dari berbagai kalangan kritikus karena penggunaan kata Fried berkonotasi negatif dan
menunjukkan bahwa segala jenis makanan yang digoreng bukanlah makanan yang sehat
untuk dikonsumsi dan memunculkan berbagai kemungkinan atas efek-efek buruk bagi
kesehatan manusia di masa mendatang. Tidak hanya itu kata ‘Fried’ juga dituding
memunculkan pernyataan yang terkesan ‘abuse’ terhadap hewan. Muncul demo di mana-mana
menentang keberadaan KFC karena KFC tidak menciptakan menu masakan yang sehat dan
bergizi selain itu proses penggorengan ayamnya pun dinilai tidak sesuai dengan etika
pemanfaatan hewan sebagai sumber konsumsi. Untuk keluar dari permasalahan ini dan
kembali menarik simpati masyarakat atas keberadaan KFC, pihak KFC menemukan solusi
yaitu dengan menyingkat nama Kentucky Fried Chicken menjadi KFC sebagai bentuk
pengelakkan atas tuduhan konotasi ‘fried’ yang dinilai tidak sehat oleh praktisi kesehatan di
Amerika.

2
Pada tahun 1994 perusahaan mengubah sedikit informasi yang terkandung dalam
brand KFC, brand KFC jika tidak disingkat tidak lagi menunjuk pada Kentucky Fried Chicken
tetapi menjadi Kitchen Fresh Chicken walaupun di benak masyarakat KFC tetap merupakan
singkatan atas Kentucky Fried Chicken, usaha ini dilakukan demi mengembalikan kepercayaan
masyarakat bahwa ayam goreng yang diproduksi merupakan ayam goreng yang dimasak
secara higienis dan dibuat dari bahan-bahan yang benar-benar fresh. Alasan ini merupakan
alasan yang cenderung lebih untuk menjaga imej di depan masyarakat dan mencegah
pelanggan untuk mengkonsumsi produk restoran junk food sejenis.
Selain itu singkatan KFC dinilai lebih menunjukkan bahwa menu masakan di restoran ini tidak
terbatas hanya ayam goreng karena kenyataannya memang KFC tidak hanya menjual masakan yang
digoreng
tetapi ada beberapa masakan lain yang tidak digoreng. Untuk alasan terakhir sebenarnya
hanya alasan teknis mengapa Kentucky Fried Chicken menyingkat namanya menjadi KFC.
Jika melihat dari sudut pandang bisnis, sebenarnya perusahaan KFC mengambil
keputusan untuk menyingkat merek dagangnya tidak hanya untuk menghindari konflik tetapi
juga ada faktor lain yang melandasi munculnya singkatan KFC. Para manajer pemasaran
berani mengambil resiko ini karena melihat animo masyarakat yang tinggi atas produk ayam
goreng ini dan sudah meramalkan pertumbuhan pangsar pasar yang cukup signifikan di masa
mendatang. Selain itu dari data statistik mayoritas customer adalah para remaja yang
mendapatkan nilai product dengan merasa “gaul” jika beramai-ramai makan di KFC, untuk itu
KFC berani menyingkat namanya menjadi KFC sebagai bentuk umpan balik terhadap para
customer tersebut sehingga mereka para remaja menjadi lebih percaya diri untuk menyebut
merek KFC sebagai salah satu tempat favorit mereka. Sebutan KFC memang terdengar trendi
dan modern, karena jika dibaca dengan lafal bahasa Inggris atau spelling KFC menjadi
singkatan yang enak disebut. Hal ini otomatis membuat masyarakat menjadi sering mendengar
nama KFC karena banyak customer yang membicarakan di mana-mana. Hal ini menjadi
promosi yang bagus dan menciptakan brand yang sangat akrab di telinga masyarakat karena
penyebutan KFC yang sudah sangat familiar. Selain itu bagi masyarakat Indonesia yang
pendapatan per kapitanya kecil, harga menu KFC sangatlah tidak bersahabat dengan isi
dompet mereka dan KFC menjadi brand yang sangat popular karena terkesan eksklusif dan
hanya diperuntukkan bagi mereka yang berduit. Sehingga orang berlomba-lomba makan di
KFC demi mendapatkan rasa bangga dan merasa lebih dipandang orang jika mampu membeli
produk KFC dan menyebut brand KFC di depan kerabat mereka. Bagi remaja, makan di KFC
adalah bentuk penunjukkan identitas mereka sebagai remaja yang gaul, erta dari golongan orang
berada.

3
2.2 TUJUAN DAN SASARAN

Makanan yang siap saji merupakan makanan yang disajikan dengan cepat biasa disebut “Fast
Food”. Jenis makanan ini merupakan gaya hidup dalam kehidupan masyarakat dengan cara yang serba
cepat dan mempermudah individu untuk mengkonsumsi makanan siap saji. Keuntungan yang diperoleh
dari fast food adalah menghemat waktu, dengan mengikuti kehidupan sekarang yang serba cepat ini,
tidak ada pilihan lebih baik daripada mendapatkan makanan siap saji. Tidak peduli berapa banyak koki
memuji manfaat makanan segar, ketika jam pulang kantor, ketika seorang pulang ke rumah dengan
keadaan lelah dan lapar, makanan siap saji merupakan makanan yang paling mudah di peroleh tanpa
harus menghabiskan waktu di dapur, memasak makanan yang mengharuskan seseorang untuk
melakukan perjalanan ke supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk hidangan yang sebelum
dikonsumsi, semua bahan masakan membutuhkan proses mencuci, mengupas, memasak, dan
seterusnya hingga proses penyajian. Maka itu makanan fast food lebih disukai daripada masakan
makanan sendiri bagi orang-orang yang sibuk. Selain waktu, dapat menghemat biaya sehingga
memberikan fast food keunggulan atas makanan yang disiapkan di dapur.
Kentucky Fried Chiken (KFC) salah satu restoran cepat saji (fast food) dengan menggunakan menu
andalan daging ayam goreng. Selain menawarkan produk ayam goreng, KFC juga memenuhi selera
konsumen dengan menu pilihan lain seperti nasi, perkedel, kentang goreng, spaghetti, cream soup,
twister, dan burger serta menawarkan produk-produk baru seperti combo double, colonel yakiniku dan
yang lainnya juga. KFC menspesialisasikan perusahaannya pada menu ayam goreng dan memposisikan
dirinya sebagai “jagonya ayam” dengan target pasar keluarga segala usia dan segmentasi pasar yang
dibidik adalah anak-anak usia 6-15 tahun, dan remaja 16-25 tahun. Berikut beberapa hal yang menjadi
kelebihan KFC sebagai perushaan makanan siap saji dalam menjaring konsumennya dari berbagai
kalangan :

1. Harga Produk KFC :


 Harga yang cukup terjangkau,
 Produk yang memiliki keunggulan dengan rasa jago nya ayam,
 Jumlah porsi dan banyaknya makanan dan minuman dalam satu porsi,
 Variasi dan banyak nya menu yang ditawarkan oleh KFC kepada konsumen,
 Daftar menu adalah nam jenis-jenis produk yang disediakan berdasarkan harga nya.
 Promosi dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk yang ditawarkan kepada
konsumen.
 Diskon merupakan potongan harga yang diberikan oleh pihak KFC kepada konsumen
 Aroma diartikan sebagai tanggapan indera terhadap rangsangan indera pencium pada ayam
goreng KFC
 Rasa diartikan sebagai tanggapan indera terhadap rangsangan indera pengecap pada ayam
goreng KFC
4
2. Pendapatan :
 Pendapatan merupakan faktor bagi masyarakat karena pendapatan juga yang menjadi pilihan
bagi konsumen untuk membeli atau tidak, dengan harga yang bervariasi dan terjangkau
memungkinkan konsumen untuk membeli dengan harga yang sesuai pendapatan tiap individu.

3. Pelayanan dan Fasilitas yang diberikan KFC:


 Adanya koneksi WIFI
 Ruangan khusus para perokok
 Tempat parkir untuk menyimpan kendaraan para pengunjung KFC
 Keramahaan pelayan merupakan sikap yang ditampilkan oelh pelayan kepada konsumen selama
proses pembelian
 Penampilan pelayanan adalah pakaian yang dikenakan karyawan berupa seragam yang bersih
dan sopan
 Kecepatan penyajian adalah waktu yang diperlukan untuk menyajikan makanan dan minuman
sampai ke tangan konsumen
 Kecepatan transaksi adalah kecepatan kasir dalam melayani pembayaran konsumen
 kebersihan restoran meliputi kebersihan ruangan tempat makan, toilet dan wastafel.
 dekorasi ruangan adalah hiasan dinding atau hiasan gantung yang berada di ruangan tempat
makan.
 temperatur ruangan diartikan sebagai suhu ruangan yang memberikan kenyamanan bagi
konsumen.
 keharuman ruangan adalah keharuman yang tercium di sekitar ruangan makan.
 musik adalah alunan musik yang dapat didengar oleh konsumen pada saat berada di KFC
 kemasan bawa pulang adalah bungkus yang digunakan apabila konsumen membeli produk di
KFC untuk dibawa pulang.

Pengaruh Lingkungan
Pengaruh lingkungan memiliki peranan yang cukup besar terhadap perilaku konsumen. Informasi yang
lengkap mengenai faktor-faktor lingkunganyang mempengaruhi perilaku konsumen memberikan
masukan yang sangat berarti terhadap strategi pemasaran sebuah perusahaan. Faktor lingkungan ini
terdiri dari budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga dan situasi.
 Budaya
Dalam studi perilaku konsumen, budaya mengacu pada nilai, gagasan, artefak dan simbol-simbol lain
yang bermakna membantu individu untuk berkomunikasi, melakukan penafsiran dan evaluasi sebagai
anggota masyarakat (Engel, Blackwell dan Miniard, 1994). Budaya mempengaruhi perilaku konsumen
dalam tiga faktor yaitu
(a) budaya mempengaruhi struktur konsumsi,
(b) budaya mempengaruhi bagaimana individu mengambil keputusan
5
(c) budaya adalahvariabel utama dalam penciptaan dan komunikasi makna dari sebuah produk.
 Kelas Sosial
Kelas sosial adalah pembagian di dalam masyarakat yang terdiri dari individu-individu yang berbagi
nilai, minat dan perilaku yang sama. Kelas sosial tidak ditentukan oleh faktor tunggal seperti
pendapatan tetapi merupakan kombinasi dari pekerjaan, pendapatan, pendidikan, kekayaan dan variabel
lainnya. Kelas sosial memperlihatkan preferensi dan pemilihan merek yang berbeda-beda dalam
berbagai kategori produk tertentu, seperti pakaian, perabotan rumah, kegiatan waktu luang dan
kendaraan.
 Pengaruh Pribadi
Pengaruh pribadi kerap memainkan peranan penting dalam pengambilan keputusan konsumen,
khususnya bila ada tingkat keterlibatan yang tinggi dan resiko yang dirasakan dari produk atau jasa
memiliki visibilitas publik. Hal ini diekspresikan baik melalui kelompok acuan maupun melalui
komunikasi lisan. Pemasar dapat memanfaatkan pengaruh pribadi dengan memonitor komunikasi lisan
dan berusaha mengendalikannya bila komunikasi itu bersifat negatif. Strategi lain mencakup
menciptakan pemberi pengaruh yang baru, menstimulasi pencarian informasi melalui sumber ini,
mengandalkan sepenuhnya pada pengaruh antar pribadi untuk mempromosikan produk dan memerangi
komunikasi lisan yang negatif.
 Keluarga
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1994), keluarga adalah kelompok yang terdiri atas dua orang
atau lebih yang dihubungkan melalui darah, perkawinan atau adopsi dan yang tinggal bersama.
Keluarga memainkan peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku manusia.
Oleh karena itu manajemen pemasaran berkepentingan mempelajari perilaku anggota keluarga,
terutama dalam melakukan pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.
 Situasi
Situasi dapat memberikan pengaruh yang kuat dalam perilaku konsumen. Pengaruh situasi ini dapat
timbul dari lingkungan fisik (sifat nyata yangmerupakan situasi konsumen), lingkungan sosial (ada
tidaknya orang lain dalam situasi bersangkutan), waktu (sifat sementara dari situasi), tugas (tujuan atau
sasaran tertentu yang dimiliki konsumen dalam situasi) dan keadaan anteseden (suasana hati dan
kondisi sementara konsumen).

6
2.3 STRATEGI PEMASARAN
Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control,
mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan
nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

Perusahaan KFC menggunakan bauran pemasaran (marketing mix) yang mencakup 4P


yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi).

1. Produk
KFC selalu menyempurnakan cita rasanya setiap saat untuk memberikan kepuasan kepada
pelanggan atau konsumennya. Cita rasa yang selalu disempurnakan tersebut merupakan inovasi untuk
tetap menjadi yang terdepan dari jajaran makanan cepat saji.
Inovasi yang disempurnakan ini mampu menciptakan kreasi menu baru yang beragam dengan tidak
melupakan cirri khas dari KFC.

2.Harga
KFC menerapkan strategi harga dengan memberikan berbagai penawaran harga yang menarik
kepada konsumennya. Di antara strategi ini adalah dengan memberikan paket harga yang sangat
menarik dan menguntungkan bagi konsumennya.

3.Tempat
KFC di bangun dengan penempatan lokasi yang strategis sesuai dengan mobilitas masyarakat.
Sebagian besar KFC didirikan pada daerah yang memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Dengan
pemilihan lokasi yang tepat itu diharapkan konsumen bisa menjangkau counter KFC dengan mudah.

4.Promosi
Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan KFC adalah dengan merangkul beberapa industri
music untuk bekerjasama sehingga melalui music KFC bisa berpromosi baik untuk kalangan remaja
maupun dewasa.
Selain itu dalam hal promosi ini KFC memberikan hadiah kepada konsumen dengan beberapa
CD music yang telah di buat dari kerjasama tersebut. Inilah mengapa sampai saat ini KFC tetap selalu
terdepan dalam segi apapun.
KFC juga memanfaatkan media televisi,radio untuk mempromosikan produk mereka dengan
cara memasang iklan.yang tentunya dengan cara ini sangat efektif untuk membuat masyarakat
penasaran dengan rasa makanan atau minuman yang ditawarkan terutama untuk menu baru.

7
2.4 ANALISIS SWOT PADA KFC

A. Strength
1. Sebagai pelopor penyedia makanan cepat saji.

2. Memiliki cabang di seluruh Indonesia,sehingga daerah pemasarannya cukup luas.

3. Memiliki manajemen produksi yang cukup baik.

4. Memiliki brand resmi yang terkenal di seluruh dunia.

5. Pelayanan yang cepat dan ramah.

6. Disukai oleh banyak kalangan masyarakat.

7. Rasa yang khas dan lezat.

8. Dibuat dari ayam kualitas terbaik.

B. Weakness
1. Harga yang kurang terjangkau bagi kalangan masyarakat bawah.

2. Kurang memperhatikan nilai gizi.

C. Opportunities
1. Mengembangkan jenis varian yang lain,antara lain dalam bentuk penyajian dan rasa yang baru.

2. Bisa dijadikan bisnis waralaba yang bisa menjadi pemasukan dari menjual brand dan sistem
manajemennya.

D. Threat
1. Banyak pesaing lain yang menciptakan jenis makanan cepat saji lain seperti burger,pizza,dll.

2. Kelangkaan bahan baku ayam berkualitas.

3. Masyarakat merasa takut mengkonsumsi ayam akibat merebaknya virus flu burung.

4. Banyak masyarakat yang beralih ke jenis makanan yang lebih sehat dan mulai meninggalkan
mengkonsumsi “junk food”.

5. Pedagang kaki lima yang menjual fried chicken dengan harga yang lebih terjangkau.

6. Banyak bermunculan produk tepung bumbu ayam goreng yang memungkinkan masayarakat lebih
suka membuat fried chicken sendiri daripada membeli.

8
2.5 STRATEGI BISNIS UNIT

PRIORITAS I

Pengembangan produk untuk meningkatkan penjualan dengan cara memperbaiki atau mengembangkan
menu-menu yang sudah ada dengan menu yang lebih sehat, dan memperbaiki pelayanan yang
memuaskan.
Faktor Penentu Keberhasilan : Inovasi menu yang varian dengan menu-menu yang organik dan sehat,
dan harga yang terjangkau.
Aktivitas yang dilakukan : Meningkatkan layanan menu cepat saji dengan pilihan menu yang sehat dan
dengan pengadaan SDM yang berkompeten di masing-masing bidangnya.

Output : Menu Fresh Garden Salad + Crispy Strip

Outcome : Meningkatkan volume penjualan dan service pada market share

Impact : Citra perusahaan meningkat dan sebagai pelopor restoran makanan cepat saji dengan pilihan
menu organik yang sehat.

PRIORITAS II

Menciptakan menu baru serta meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk menu tertentu melalui usaha
pemasaran yang unik.
Faktor Penentu Keberhasilan : SDM yang berkompeten di bidang pemasaran, memiliki strategi
pemasaran dan tersedianya anggaran biaya
Aktivitas yang dilakukan : Merekrut SDM yang ahli di bidang pemasaran baik ekternal maupun
internal minimal sarjana, Melakukan promosi/mengefektifkan iklan dan mengalokasikan dana sesuai
kebutuhan

Output : menguasai pangsa pasar dengan new menu varian dan promosi lewat band indie

Outcome : Meningkatkan volume penjualan pada market share agar total penjualan industri dan profit
perusahaan meningkat

Impact : Semakin meluasnya pangsa pasar dengan menjadikan restoran makanan cepat saji yang
berkualitas dengan makanan sehat

9
PRIORITAS III

Mengembangkan menu–menu baru yang saling berhubungan untuk pangsa pasar yang sama dan atau
pangsa pasar yang baru.
Faktor Penentu Keberhasilan : inovasi menu yang varian dan pengadaan SDM yang ahli dan harga
yang kompetitif.
Aktivitas Yang dilakukan : merekrut SDM yang berkompeten di bidangnya minimal sarjana.

Output : Menu breakfast dan KFC coffe

Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan

Impact : Citra perusahaan dan penjualan meningkat

PRIORITAS IV

Menambah produk – produk baru yang saling tidak berhubungan untuk pangsa pasar yang berbeda
Faktor Penentu Keberhasilan : Inovasi produk, harga yang terjangkau dan kapasitas produk yang besar
Aktivitas yang dilakukan : Mengembangkan ide-ide baru, pemberian discount promosu dan menambah
kapasitas yang lebih besar dari produk yang sudah ada.

Output : Menu Kombo dan Menu Goceng

Outcome : Meningkatkan penjualan produk dan profit perusahaan

Impact : Citra perusahaan meningkat

10
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dengan semakin canggih dan berkembangnya pengetahuan dan teknologi masyarakat mulai berfikir
cerdas dan menuntut adanya produk yang tidak hanya menguntungkan dari harga tapi juga dari segi
manfaat ekonomis. KFC sebagai perusahaan yang sudah mapan harus tanggap dalam memenuhi
tuntutan perubahan global baik dari segi competitor maupun keinginan konsumen.

3.2 Saran
1. Perusahaan mampu berkompetisi dengan harga yang kompetitif.
2. Terus menerus melakukan inovasi terutama dengan melakukan penciptaan produk makanan yang
sesuai gaya hidup sehat.
3. Total Quality Management harus dilakukan untuk control kualitas terhadap pelayanan, servis,
kebersihan dan cita rasa dari makanan itu sendiri.
4. Memanfaatkan kemajuan teknologi seperti internet untuk meningkatkan penjualan dan memberikan
kemudahan bagi pelanggan.

11

Anda mungkin juga menyukai