Anda di halaman 1dari 1

Disfunctional konflik: tidak ada manfaat, lebih personal, merugikan perusahaan.

Mengapa ada konflik? Ada ketergantungan antar individu. Tidak menghasilkan hal yg positif.
Msg2 org ada keterkaitan tugas.
Incompatibilitas: perbedaan kompetensi, pendapat
Unclear boundaries: mengembangkan peran tanpa batas.

Individu mendapatkan ketidakpastian


Semakin bnyk jumlah isu, smkn sulit mana yg harus dipilih atau jd prioritas.

pertanyaan
Konflik yg baik tu seperti apa?

Konflik sbg perang/ quality


Ketika ada perbedaan pendapat, mereka akan membawanya ke personal.

1. Culture
2. Kekuasaan
3. Personality

Jika degree of conxiousnya tinggi, memunculkan conflict yg tinggi.

Outcome conflict positif: agreement, stronger relation, learning.

Bentuk emphaty dari conflict: listening dr apa yg diinginkan oleh personnya.

Bbrp aspek why ppl avoid conflict: harm, rejection, anger, being seen as selfish, loss of
relationship, intimacy.

Work fam conflict: ssorg punya peran di keluarga sm organisasi, terdapat conflict ,ketika
msg2 peran dihadirkan pd wkt yg sama (ex: kerja lembur). Yg jd masalah ketika perusahaan
memnberikan flexible work/ bs bekerja di rumah. Malah bisa menimbulkan konflik di rumah.
Occurs when the demands or pressures from work and family are mutually incompatible.

Intergroup conflict: semakin sering anggota group face to face, makan akan saling mengenal
satu sama lain dan jarang terdapat conflict.

Kalau work from home, ada gangguan yg banyak dan need commitment.

Devil’s advocacy: ada ssorg yg tbtb mengkritik pekerjaan kita, bisa ditegaskan oleh
organisasi. Dia punya power utk memberikan critic

Dialectic: Dua klmpk mempunyai pendapat masing2.

Employee’s fam supportive philosophy: memberikan wkt bagi ibu menyusui, flexible work
hours, tidak ada kerja lembur.