Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“KOROSI DAN TEKNIK PELAPISAN LOGAM”

Mata Kuliah : Korosi dan Teknik Pelapisan logam

Dosen Pengampu : Ir.Rizki Elpari Siregar,M.T.

Disusun Oleh :

Nama : Infan Luhut Sipangkar


NIM : 5172121010

FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2020
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan yang maha Esa, yang telah memberikan
karunia dan nikmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah
tentang korosi dan teknik pelapisan

Penulis mengucapkan terimakasih kepada bapak dosen pengampu mata kuliah yang
memberikan bimbingan, mengajari, serta telah memberi motivasi dalam penyusunan makalah
ini, penulis juga mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua kami yang telah banyak
memberikan nasihat, motivasi dan keperluan dalam perkuliahan. Ucapan terima kasih juga
penulis ucapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam penulisan tugas ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini masih banyak terdapat kekurangan
dan kesalahan yang menyebabkan tugas ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca supaya menjadi perbaikan
untuk kedepannya.

Medan, 27 Februari 2020

Infan Luhut Sipangkar


BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Masalah korosi sudah menjadi hal yang wajar dikalangan masyarakat pada umumnya,
khususnya bagi industri-industri. Karena sifat dari korosi itu sendiri adalah merusak fasilitas atau
alat-alat yang berbahan dasar dari logam besi, sehingga masyarakat atau industri merasa takut
akan terjadinya korosi. Namun korosi itu sendiri merupakan proses alami dari reaksi oksidasi
atau redoks akibat adanya singgungan antara logam besi itu sendiri dengan oksigen dan uap air
di udara, sehingga menghasilkan zat yang baru yang berasal dari singgungan tersebut.
Korosi sudah ada sejak manusia dapat mengubah logam campuran besi menjadi logam
besi. Sebab pemurnian logam besi merupakan kebalikan dari proses korosi. Dalam arti lain,
korosi merupakan proses yang mengembalikan besi murni keasalnya. Sejak manusia mengetahui
permasalahan korosi sangat menimbulkan kerusakan dan menyebabkan kerugian yang banyak.
Manusia mulai mencari jalan keluar untuk masalah penanganan pencegahan korosi. Namum,
untuk semua tindakan prefentif tersebut memiliki kelemahan dalam artian masa aktif untuk
mencegah terjadinya korosi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya korosi adalah dengan
pelapisan yang menggunaka unsur yang anti-korosi

B.Rumusan Masalah
Laporan makalah ini memiliki sejumlah rumusan permasalah tentang Korosi dan Teknik
Pelapisan Logam yaitu:
1.Untuk mengetahui pengertian Korosi dan Teknik Pelapisan Logam.
2.Untuk mengetahui tujuan teknik pelapisan logam/ Elektroplating.
3.Untuk mengetahui unsur bahan utama untuk pelapisan logam/ Elektroplating.
4.Untuk mengetahui macam-macam pelapisan logam/ Elektroplating.
5. Untuk mengetahui tahapan proses teknik pelapisan logam/Elektroplating
C.Tujuan Pembahasan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yaitu
Korosi dan Teknik Pelapisan Logam.Selain itu makalah ini bertujuan untuk mempelajari dan
menambah ilmu atau wawasan tentang Korosi dan Teknik Pelapisan Logam.
D.Manfaat penulisan
Penulisan makalah ini berguna untuk menambah pengetahuan kita tentang Korosi dan
Teknik Pelapisan Logam.
BAB II.PEMBAHASAN

1.Pengertian Korosi dan Teknik Pelapisan logam/Elektroplating

a.Pengertian Korosi

Korosi adalah proses perusakan pada permukaan logam yang disebabkan oleh terjadinya
reaksi kimia (reaksi elektro kimia) pada permukaan logam. Pada hakikatnya korosi adalah suatu
reaksi dimana suatu logam dioksidasi sebagai akibat dari serangan kimia oleh lingkungan (uap
air,oksigen di atmosfer, oksida asam yang terlarut dalam air).

Korosi merupakan reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di
lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tak dikehendaki. Contoh korosi yang
paling lazim adalah perkaratan besi.Pada peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan
oksigen (udara) mengalami reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida dan karbonat.
Rumus kimia karat besi adalah Fe2O3. xH2O, suatu zat padat yang berwarna coklat-merah.

b.Pengertian Teknik Pelapisan/Elektroplating

Para perancang pada industri, terutama industri otomotif, aeronautik dan industri lainnya sering
menghadapi permasalahan dengan pemilihan material yang akan digunakan menjadi komponen
dasar suatu mesin atau konstruksi. Material yang dipilih haruslah memenuhi persyaratan-
persyaratan tertentu; misalnya memeliki kekuatan yang tinggi, tahan terhadap keausaan atau
tahap terhadap korosi, indah dipandang mata, mudah melakukan proses finising dan lain-lain.
Untuk dapat memenuhi kriteria diatas, maka bahan yang dipilih haruslah mempunyai kualitas
tinggi bila dipandang dari sudut ilmu logam.

Penggunaan logam berkualitas tinggi tentu saja akan menaikan biaya / harga jual suatu
mesin atau peralatan. Hal ini dapat mengakibatkan perusahaan yang memproduksi material
kurang mampu bersaing dengan perusahaan sejenis di pasaran. Dengan demikian penggunaan
bahan berkualitas tinggi , secara ekonomis, tidak senantiasi menguntungkan, akan tetapi yang
dicari oleh perusahaan adalah penggunaan bahan berkualitas tetapi saat diproduksi dengan biaya
yang tidak terlalu tinggi. Ini dapat dilakukan dengan pemilihan metode pembuatan dengan biaya
yang relatif rendah.

Atas dasar pertimbangan tersebut, para perancang berupaya menggunakan bahan dasar dari
bahan berkualitas sedang (dengan pertimbangan harga lebih murah), tetapi dilakukan perlakuan
khusus pada permukaannya (surface treatment). Dengan perlakuan ini, bahan dapat memiliki
sifat-sifat fisis dan mekanis yang lebih baik dari bahan dasarnya, bahkan dapat lebih bahan
berkualitas tinggi. Perlakuan khusus tersebut salah satunya dapat berupa pelapisan permukaan
(coating).

Proses Pelapisan adalah suatu cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu
pada suatu permukaan benda kerja, dimana diharapkan benda tersebut akan mengalami
perbaikan baik dalam hal struktur mikro maupun ketahanannya, dan tidak menutup kemungkinan
pula terjadi perbaikan terhadap sifat fisiknya. Pelapisan logam merupakan bagian akhir dari
proses produksi dari suatu produk. Proses tersebut dilakukan setelah benda kerja mencapai
bentuk akhir atau setelah proses pengerjaan mesin serta penghalusan terhadap permukaan benda
kerja yang dilakukan. Dengan demikian, proses pelapisan termasuk dalam kategori pekerjaan
finishing atau sering juga disebut tahap penyelesaian dari suatu produksi benda kerja.

2.Tujuan Teknik Pelapisan Logam/Elektroplating

Elektroplating merupakan proses pelapisan yang biasa dilakukan pada permukaan logam
berdasarkan pergerakan arus listrik. Elektropalting juga merupakan penempelan spesies kimia
pada substrat atau logam lain secara elektrolisis.

Elektroplating digunakan dengan tujuan agar logam yang rentan terhadap korosi dapat
terlindungi, sehingga, umur logam tersebut dapat lebih panjang. Seperti logam besi, logam besi
(Fe) merupakan logam yang paling dikenal dan paling sering digunakan oleh manusia di bidang
konstruksi bangunan. Namun memiliki sisi kelemahan, yaitu rentan terhadap korosi. Dengan
adanya teknik elektroplating, logam besi dapat terlindungi untuk beberapa waktu dari korosi.

3.Unsur Bahan Utama Teknik Pelapisan Logam/Elektroplating.

Bahan utama yang digunakan untuk elektroplating sebenarnya bermacam-macam, salah


satunya unsur kromnium. Kromnium merupakan unsur transisi periode empat golongan VI B
dalam sistem periodik unsur (SPU) dengan lambang Cr dan nomor atom 24. Unsur ini
merupakan unsur jenis logam yang tahan korosi, sehingga banyak digunakan sebagai inhibitor
korosi dalam campuran baja (alloy) dapat digunakan sebagai bahan pelapis logam pada teknik
elektroplating. Karena kromnium memiliki warna yang mengkilat, kromnium banyak digunakan
untuk melapisi ornamen-ornamen bangunan, kompnen kendaraan, hingga untuk melapisi
perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromnium disebut dengan emas putih.

4. Macam-Macam Teknik Pelapisan Logam/Elektroplating

4.1 Pelapisan Dekoratif

Pelapisan dekoratif bertujuan untuk menambah keindahan tampak luar suatu benda atau
produk. Sekarang ini pelapisan dengan bahan krom sedang digemari karena warnanya yang
cemerlang, tidak mudah terkorosi dan tahan lama. Produk yang dihasilkan banyak digunakan
sebagai aksesoris pada kendaraan bermotor baik yang beroda 2 maupun pada kendaraan beroda
4. Dengan kata lain pelapisan ini hanya untuk mendapatkan bentuk luar yang baik saja. Logam-
logam yang umum digunakan untuk pelapisan dekoratif adalah emas, perak, nikel dan krom.

4.2 Pelapisan Protektif

Pelapisan protektif adalah pelapisan yang bertujuan untuk melindungi logam yang
dilapisi dari serangan korosi karena logam pelapis tersebut akan memutus interaksi dengan
lingkungan sehingga terhindar dari proses oksidasi.

4.3 Pelapisan Untuk Sifat Khusus Permukaan

Pelapisan ini bertujuan untuk mendapatkan sifat khusus permukaan seperti sifat keras,
sifat tahan aus dan sifat tahan suhu tinggi atau gabungan dari beberapa tujuan diatas secara
bersama-sama. Misalnya dengan melapisi bantalan dengan logam nikel agar bantalan lebih keras
dan tidak mudah aus akibat gesekan pada saat berputar.

4.4 Pelapisan Logam Ditinjau Dari Sifat Elektrokimia Bahan Pelapis

4.4.1 Pelapisan Anodik

Pelapisan anodik merupakan pelapisan dimana potensial listrik logam pelapis lebih
anodik terhadap substrat. Contohnya pelapisan pada baja yang memiliki potensial listrik -0,04
Volt yang dilapisi dengan logam Seng yang memiliki potensial listrik -0,0762 Volt. Logam seng
bersifat lebih anodik terhadap baja sehingga logam Seng akan mengorbankan dirinya dalam
bentuk korosi sehingga logam yang lebih katodik terhindar dari reaksi korosi. Pelapisan ini
termasuk dalam jenis pelapisan protektif. Keunggulan dari pelapisan ini adalah sifat logam
pelapis yang bersifat melindungi logam yang dilapisi sehingga walaupun terjadi cacat pada
permukaan pelapis karena sebab seperti tergores, retak, terkelupas dan lain-lain sehingga terjadi
“eksposure” terhadap lingkungan sekitarnya, sampai batas tertentu tetap terproteksi oleh logam
pelapis.

4.4.2 Pelapisan Katodik

Pelapisan katodik merupakan pelapisan dimana potensial listrik logam pelapis lebih
katodik terhadap substrat. Contohnya pelapisan pada tembaga yang memiliki potensial listrik
+0,34 Volt yang dilapisi dengan logam Emas yang memiliki potensial listrik +1,5 Volt. Logam
Emas bersifat lebih mulia dibandingkan dengan logam tembaga, maka apabila logam pelapis
mengalami cacat, logam yang dilapisi akan terekspose ke lingkungan dan bersifat anodik
sehingga akan terjadi korosi lokal yang intensif terhadap substrat. Pelapisan katodik sangat
cocok digunakan pada pelapisan dekoratif karena umumnya aksesoris dan perhiasan dari bahan-
bahan imitasi tidak dikenai gaya-gaya dari luar sehingga kecil kemungkinan untuk mengalami
cacat local pada permukaan.

5.Tahapan proses teknik pelapisan logam/Elektroplating

Dalam elektroplating, proses yang terjadi adalah melalui elektroforesis. Proses


elektroforesis digunakan untuk memisahkan koloid dari logam yang akan dilapisi. Setelah koloid
tersebut terpisah, maka akan terbentuk sebuah lapisan tipis yang disebut plate. Berikut tahap-
tahap proses elektroplating

5.1 Butting
Yaitu proses penghalusan permukaan logam yang akan dilapisi. Dalam proses penghalusan
tersebut menggunakan emery (amplas) yang berupa kain 120 – 320 kali putaran. Tetapi tidak
semua bahan menggunakan proses ini.
5.2 Preparasi
Yaitu proses inspeksi keseluruhan kondisi barang yang akan di elektroplating. Setelah
inspeksi dilakukan, barang yang akan diplating ditempatkan pada rig yang disesuaikan dengan
bentuk dan dimensi barang tersebut.

5.3 Degreding
Yaitu prose pembersihan dari kotoran, minyak, cat, ataupun lemak. Dalam proses
pembersihan ini digunakan larutan NaOH (air sabun) sebagai metalcleaner. Alat yang digunakan
dalam proses ini adalah bak yang terbuat dari plat seng yang didalamnya berisi larutan NaOH
yang dipanaskan selama 30-60 menit, dengan suhu 60-70 oC, dengan konsentrasi larutan 20 gr/
liter – 100 gr/liter. Bak yang digunakan 150 x 120 x 70 cm. Setelah proses degreding dilakukan
pembilasang dengan air.

5.4 Pickling
Setelah dicuci dengan air bersih dari larutan degreding, pada tahap ini barang dicelupkan
kedalam larutan pickling yang terbuat dari asam klorida (HCL) 32%, yang berfungsi untuk
menghilangkan koral pada permukaan barang. Proses ini dilakukan selama 3-5 menit. Setelah
itu, dibilas dengan air sebanyak tiga kali disetiap tempat yang berbeda.

5.5 Etching
Yaitu proses pembukaan pori-pori dengan menggunakan larutan asam sulfat yang
digunakan untuk mempercepat proses pelapisan nickel crhome. Proses ini dilakukan selama 3-5
menit. Setelah itu dibilas dengan pengaliran air di 3 tempat.

5.6 Nickel Plating


Yaitu proses pelapisan logam dengan menggunakan logam nickel sebagai pelapisnya.
Tujuannya adalah untuk melindungi logam dasar dari serangan korosi. Larutan elektrolit (bahan)
yang sering dipakai adalah larutan nickel sulfat. Benda yang akan dilapisi dicelupkan dalam
larutan elektrolit selama kurang lebih 15 menit pada temperatut 55-65 o C. Dalam proses Nickel
Plating ini digunakan mesing yang berkapasitas tegangan 6 Volt dalam arus 300 Ampere. Setelah
proses ini dilakukan pembilasan dengan air yang mengalir dalam 3 tabung pencelupan.

5.7 Chrome Plating


Yaitu proses finishing pada proses elektroplating Nickel. Fungsinya sebagai usaha untuk
meningkatkan ketahanan terhadap korosi, aus dan anti gores, serta untuk meningkatkan aspek
dekoratif terhadap benda yang dihasilkan sehingga menjadi mengkilat dan halus permukaannya.
Pencelupan dilakukan selama + 15 – 60 menit pada temperature 40-55 oC dalam larutan chromic
acid. Dalam hal ini mengalami proses elektrofolesis dengan elektrodanya yaitu logam yang
dicelup itu sendiri.

5.8 Drying
Yaitu proses pengeringan dari proses chromeplating. Dalam proses ini terdiri dari 2 cara :
a. Dengan media pencelupan air panas 60 oC (Suhu), hanya sebentar saja untuk pembersihan.
b.Dengan menganealling (mengoven) barang yang sudah dilapisi, proses ini digunakan untuk
menghilangkan air bekas chromeplating, dilakukan selama 20 menit dengan suhu 60 oC
BAB III.
PENUTUP
A.Kesimpulan
Proses Pelapisan merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu
pada suatu permukaan benda kerja, dimana diharapkan benda tersebut akan mengalami
perbaikan baik dalam hal struktur mikro maupun ketahanannya, dan tidak menutup kemungkinan
pula terjadi perbaikan terhadap sifat fisiknya. Pelapisan logam merupakan bagian akhir dari
proses produksi dari suatu produk. Dalam proses elektroplating dibutuhkan bahan sebagai
pelapis logam, salah satunya dengan menggunakan kromnium (Cr).
Kromnium memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam melindungi logam besi dari
korosi, dan memiliki warna yang mengkilat.Tahap-tahap proses elektroplating terdiri dari
Butting, Preparasi, Degreding, Pickling, Etching, Nickel Palting, Chrome Plating, dan Drying,
dengan hasil akhirnya berupa logam yang telah terlindungi oleh lapisan krom.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pelapisan_krom(diakses pada 27 februari 2018)

http://wwwmakalahkimiadasar.blogspot.co.id/2015/10/makalah-korosi.html (diakses pada 27

februari 2020)

http://icheanindita.blogspot.co.id/2012/06/makalah-korosi.html (diakses pada 27 februari 2020)

https://ardra.biz/sain-teknologi/metalurgi/korosi-corrosion/proteksi-korosi-dengan-lapis-lindung-

organik-cat/ (diakses pada 27 februari 2020)