Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rifta Askiana

NIM : 17/412915/PN/15237
Kelompok :5
1. Salmonella sp.

Salmonella sp. adalah kelompok bakteri Gram negatif berbentuk batang dan tidak
berspora. Bakteri ini ditemukan pada tahun 1880 pada penderita demam tifoid oleh Eberth
dan dibenarkan oleh Robert Koch dalam budidaya bakteri pada tahun 1881. Bakteri ini
memiliki sifat parasit yang menyebabkan reaksi peradangan tractus intestinal pada manusia
dan hewan. Salmonella digolongkan dalam bakteri patogenik yang menjadi penyebab
foodborne disease yang disebut Salmonellosis (Karsinah, 2004). Di laboratorium, Salmonella
dapat tumbuh pada suhu 5-470C dan optimum pada suhu 35-37oC. pH pertumbuhan sekitar
4,0-9,0 dengan pH optimum 6,5-7,5 (Khaq & Lusiawati, 2016).

2. Vibrio cholerae

Vibrio cholerae merupakan bakteri yang berbentuk batang bengkok seperti koma
berukuran (0,5 μm x 1,5–3,0 μm), Gram negatif, tidak berspora, hidup secara aerob atau
anaerob fakultatif, bergerak melalui flagel yang monotrik, tidak membentuk spora, dan pada
biakan tua dapat menjadi berbentuk batang lurus. Morfologi dan sifat-sifat V. cholerae ini
dapat dijadikan pedoman dalam diagnosa atau identifikasi V. cholerae secara konvensional.
(Chomvarin, 2007) V. cholerae dapat ditemukan di lingkungan sekitar seperti air sungai, air
laut, air sumur, air penampungan, bahkan dihewan-hewan air yang biasa dikonsumsi
manusia. V. cholerae dapat menyebabkan penyakit diare kolera. Penyakit ini disebabkan oleh
enterotoksin yang dihasilkan oleh V. cholerae. V. cholerae banyak ditemukan pada
permukaan air yang telah terkontaminasi oleh tinja yang mengandung bakteri V. Cholerae
(Guntina dan Sri, 2017)

3. Vibrio parahaemolyticus

Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri gram negatif dengan bentuk batang


melengkung serta bersifat anaerob fakultatif (Jawetz et al., 2007). Salah satu jenis bakteri dari
marga Vibrio yang hidup di laut dan merupakan patogen yang berbahaya bagi kesehatan
manusia adalah Vibrio parahaemolyticus. Bakteri ini adalah jenis bakteri yang hidupnya di
laut, memiliki daya tahan terhadap salinitas cukup tinggi. Oleh sebab itu bakteri patogen ini
dapat mencemari pangan hasil laut (Liston, 1989). V. parahaemolyticus bila masuk ke dalam
tubuh manusia dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal, yang ditandai dengan muntah-
muntah, diare, dan rusaknya pembuluh darah. V. parahaemolyticus sering ditemukan pada
udang mentah, ikan mentah, serta kerang, ikan dan pangan hasil laut lainnya yang kurang
sempurna memasaknya (Volk dan Wheeler, 1990).

4. Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan flora normal pada tubuh manusia tergolong bakteri
gram positif dengan bentuk bulat, hidup berkoloni menyerupai anggur dan mampu
menghasilkan pigmen. Bakteri ini umumnya ditemukan dalam udara, debu, limbah, tumbuh
pada makanan dan menghasilkan enterotoksin yang menyebabkan keracunan namun tidak
mempengaruhi penampilan luar dari makanan (Ray dan Bhunia, 2008). Gejala yang timbul
akibat keracunan berupa mual, muntah, hipotermia, diare, lemah dan lesu. Adapun penyakit
yang ditimbulkan seperti infeksi pada folikel rambut, infeksi pada luka, meningitis dan
pneumonia (Supartono, 2006).

DAFTAR PUSTAKA

Chomvarin, C. 2007. Application of duplex-PCR in rapid and reliable detection of toxigenic


Vibrio cholerae in water samples in Thailand. J. Gen. Appl. Microbiol 53: 229- 237.
Guntina, R.K. dan Sri Agung F.K. 2017. Deteksi bakteri vibrio cholerae. Farmaka Suplemen
15 (1).
Jawetz, Melnick, dan Adelberg. 2007. Mikrobiologi Kedokteran Ed.23, Translation of
Jawetz, Melnick, and Adelberg’s Medical Microbiology, 23thEd. Alih bahasa oleh
Hartanto, H. EGC, Jakarta.
Karsinah. 2004. Deteksi Salmonella. Universitas Airlangga, Surabaya.
Khaq, K.N dan Lusiawati Dewi. 2016. Deteksi cemaran bakteri koliform dan Salmonella sp.
pada tempe yang dikemas daun pisang di daerah Salatiga. AGRIC 28 (1&2): 79 – 86.
Liston, J. 1989. Microbial Hazard of Seafood Consumption dalam Food Technology.
Anaheim, California.
Supartono, 2006. Pemeriksaan Staphylococcus aureus Pada Organ Dalam Hewan dan Bahan
Makanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor.
Volk, W.A. dan Wheeler M.F. 1990. Mikrobiologi Dasar jilid II. Erlangga, Jakarta.
Ray, B and Bhunia A., 2008. Fundamental of Food Microbiology, 4th edition. CRC
Press, London and New York.
LAMPIRAN

Gambar 1. Koloni Salmonella sp. Gambar 2. Koloni V. Cholerae


dalam medium Briliant Green Agar dalam medium TCBS Agar

Gambar 3. Koloni V. Parahaemolyticus Gambar 4. Staphylococcus


dalam TCBS Agar aureus dalam medium NA