Anda di halaman 1dari 12

7. Persiapan pemeriksaan usg, jenis- jenis usg serta indikasi masing –masing?

Jawab :

a. Persiapan pemeriksaan usg

Sebenarnya tidak diperlukan persiapan yang khusus. Walaupun demikian pada


penderita dengan obesitas, sebaiknya semalam sebelumnya diberikan laksansia. Untuk
pemeriksaan alat-alat di rongga perut bagian atas, sebaiknya dilakukan dalam keadaan puasa
dan pagi hari dilarang makan dan minum yang dapat menimbulkan gas dalam perut karena
akan mengaburkan gambar organ yang diperiksa. Untuk pemeriksaan kandung empedu
dianjurkan puasa sekurang-kurangnya 6 jam sebelum pemeriksaan, agar diperoleh dilatasi
pasif yang maksimal. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah pelvis, buli-buli harus penuh.
b. Jenis pemeriksaan usg
1. ultrasonografi traktus biliaris

Indikasi :

a. Kolelitiasis

A B.

C D

Pada gambar a. Kolelitiasis . terlihat 2 buah gambaran sangat hiperekoik dengan


bayangan akustik dibawahnya. Gambar b. Kontur dan batas kandung empedu tidak
jelas lagi, karena terisi oleh batu yang massif. Tampak ekocairan empedu sedikit saja
pada sebelah atasnya. Gambar c merupakan gambaran kolelitiasis akut yang ditandai
dengan penebalan dinding dan adanya ekocairan di sekelilingnya (merupakan ciri
khas ) sebagai reaksi perikolesitisi. Gambar d. Kolelitiasis kronik ekocairan menjadi
hiperekoik dengan dinding kandun empedu ireguler terlihat batu multipel denan
bayangan akustik
b. Polip kandung emepedu

Pada gambar tampak ekopadat, bulat dan tanpa bayangan akustik. Letaknya dekat
dengan dinding dan tidak berubah pada perubahan posisi penderita.

c. Pelebaran saluran empedu

Pada gambar pelebaran duktus biliaris hepatika tampak berupa saluran –saluran
anekoik yang berkelok-kelok (serpiginosa) dan berjalan di anterior vena porta
hepatika
d. Lumpur empedu

Pada gambar Lumpur empedu (sludge) tampak membentuk gambaran hiperekoik


tanpa adanya bayangan akustik dibawahnya. Kandung empedu terlihat kecil sebagai
akibat dari kolelitiasis kronik

2. Ultrasonografi hepar
Indikasi :
a. Sirosis hepar

Pada gambar ekoparenkim hati sangat kasar dan hiperekoik. Permukaan hati
sangat ireguler karena fibrosis.ukuran kedua lobus hepar mengecil. Terlihat tanda
sekunder berupa asites (a), splenomegali dan adanya pelebaran vena lienalis (vl)
dan vena porta (vp)(hipertensi portal.
b. Hepatitis akut

Pada gambar tampak ekoparenkim hati lebih dengan hipoekoik secara difus
dengan permukaan rata. Terlihat ekorefleksi dinding cabang- cabang Vv.. portae
perifer yang meningkat.

c. Hepatitis kronik

Pada gambar terlihat sangat sungkar membedakan dengan perlemakan hati.


Perhatikan permukaan hepar yang ireguler dengan ekoparenkim yang hiperekoik
difus. Batas vena hepatika ireguler karna banyak fibrotik

d. Kista hepar

Pada gambar kistahati (c), lobus kiri memperlihatkan lesi bulat berdinding tipis
dengan penyagutan bayangan eko di belakangnya (backwall enhancement)
e. Hemangioma

Pada gambar tampak lesi bulat dengan batas tegas, dengan ekostruktur hiperekoik,
tidak terlihat bercak-bercak anekoik (nekrosis) di dalamnya

f. Abses hepar

Pada gambar tampak sebagai lesi bulat atau oval dengan dinding relatif
tebal.bagian dalamnya lebih memperlihatkan eko cairan dengan bercak-bercak
padat di dalamnya.
g. Karsinoma hepatoseluler

Pada gambar tampak lesi bulat, hipoekoik, tepi tidak rata. Didapatkan bercak-
bercak anekoik (cairan karena adanya proses nekrosis)

3. Ultrasonografi pankreas
Indikasi :
a. Pankreatitis akut

Pada gambar tampak terjadi pembengkakan seluruh pankreas(p), densitas eko


menurun

b. Pseudokista pankreas

Pada gambar tampak massa bebas eko, berbatas tegas (+), pada bagian kauda
pankreas, p= pankreas, h= hati, lk= ginjal kiri
c. Karsinoma pankreas

Pada gambar tampak pembesaran di kaput pankreas (*) yang iregular dengan
densitas eko rendah homogen atau heterogen. Pada irisan membujur (kiri) tampak
pendesakan pada vena kava inferior

4. Ultrasonografi lien
Indikasi :
a. Splenomegali

Pada gambar tampak pembesaran pada lien dengan pelebaran diameter vena
lienalis (1,4cm) serta kolateral
b. Kista limpa

Pada gambar tampak lesi anekoik dengan batas licin.

5. Ultrasonografi ginjal
Indikasi
a. Nefritis kronik

Pada gambar tampak ukuran ginjal lebih kecil daripada normal. Ekokorteks
memperlihatkan sonodensitas meninggi (hiperekoik). Pada sinus renal gambaran
bercak-bercak/ garis-garis anekoik dari sistem kalises berkurang.
b. Nefritis akut

Pada gambar tampak korteks lebih tebal karena edema dan lebih hiperekoik.
Terlihat adanya kaliektasis karena rejeksi.

c. Hidronefrosis

Pada gambar tampak pelebaran pada pielokalises, terlihat sama baiknya seperti
pada urografi.
d. Nefrolitiasis

Pada gambar tampak batu berupa bayangan hiperekoik dengan reflektif tinggi,
disertai acoustic shadow, dan tampak pula pelebaran sistem kalises.

6. Ultrasonografi vaskuler
Indikasi
a. Aortoskelerosis

Pada gambar tampak dindin Ao berekelok-kelok dengan plak ateroma dengan


bayangan akustik di bawahnya, sering terjadi pada pasien hipertensi
b. Aneurisma aortae

Pada gambar aneurisma otak dengan potongan memanjang. terlihat diameter aorta
yang lebar dengan tepi yang berkelok