Anda di halaman 1dari 3

Nama: Ratna Anggun Srikandi

Nim: 013.06.0051

Tugas Essay : Pneumonia

PNEUMONIA

1.1 Latar belakang masalah


Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditandai dengan peradangan pada
satu atau kedua paru-paru yang dapat disebabkan oleh virus, juamur, bakteri sehingga
menyebabkan berkurangnya kemampuan kantung udara untuk menyerap oksigen
(misnadiarly, 2008)
Ditinjau dari asal patogennya pneumonia dibagi menjadi tiga macam yang berbeda
penatalaksanaan nya. Community acquired penumonia, nosokomial pneumonia, dan
pneumonia aspirasi (depkes RI,2005)
Dari riskesdes 2007 menunjukkan prevalensi pneumonia pada bayi cukup tinggi di
indonesia yaitu sebanyak 0,76%. Prevalensi tertinggi adalah provensi gorontalo 13,2% dan
bali berada di peringkat ke du 12,9%, sedangkan provensi lainnya di bawah 10%(riskesdes,
2009)
Pneumonia juga merupakan penyebab kematian balita nomer dua dari seluruh kematian
balita di indonesia. Jumlah kematian balita akibat penumonia tahun 2007 adalah 30.470
balita (15,5%) atau setara pneumonia mengakibatkan 83 oarang balita meninggal setiap hari
(riskesdes, 2009)
Berdasarkan paparan di atas pneumonia harus mendapatkan perhatian yang lebih serius
karena dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi pada anak
(kemenkes, 2012)
1.2 Definisi
Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dan bronkiolus
respiratorius, di alveoli serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan pertukaran gas
setempat(sudoya, 2010)
1.3 Etiologi
Mikroorganisme pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Terdapat sedikit perbedaan penyebab pneumonia di negara maju dibanndingkan dengan
negara berkembang di asia khususnya indonensia.bakteri batang gram negarif dan
staphylococcus aureus cukup sering didapati di negara asia namunjan jarang ditemukan
dinegara barat. Penyebab paling sering di daerah eropa dan amerika adalah streptococcus
pneumoniae, mycoplasma pneumoniae, haemophilus pneumoniae, dan virus repiratori
Pada pasien anak patogen penyebab pneumonia umumnya tumpang tindih oleh bakteri
dan virus. Kebanyakan disebabkan oleh rhinovirus dan streptococcus pneumoniae
1.4 Patofisiologi
Dalam keadaan sehat terjadi pertumbuhan mikroorganisme di paru keadaan ini
disebabkan oleh mekanisme pertahanan paru. Apabila terjadi ketidak seimbangan antara daya
tahan tubuh, mikroorganisme dapat berkembang baik dan menimbulkan penyakit. Resiko
infeksi di paru sangat tergantung pada kemampuan mikroorganisme untuk sampai dan
merusak permukaan epitel saluran napas. Ada beberapa cara mikroorganisme mencapai
permukaan yaitu inokulasi langsung. Penyebaran melalui pembuluh darah, inhalasi bahan
aerosol, kolonisasi dipertemukan mukosa. Dari keempat cara tersebut yang terbanyak adalah
secara kolonisasi. Secara inhalasi terjadi pada infeksi virus, mikroorganisme atipikal,
mikrobakteria atau jamur. Kebanyakan bakteri dengan ukuran 0,5-2,0 m melalui udara
dengan mencapai bronkus terminal atau alveoli dan selanjutnya terjadi proses infeksi
1.5 Pemeriksaan fisik
Temuan pemeriksaan fisik dada tergantung dar luas lesi paru
- Inspeksi
o Dapat terlihat bagian yang sakit tertinggal waktu bernapas
- Palpasi
o Fermitus dapat mengeras
- Perkusi
o Suara redup
- Auskultasi
o Terdapat suara napas bronkovaskuler sampai ronkial yang mungkin disertai ronki
basah halus yang menjadi ronki basah kasar stadium resolusi
1.6 Pemeriksaan penunjang
a. Gambaran radiologi
- Terdapat gambaran bronkopneumonia
- Gambaran airbronkogram
b. Pemeriksaan laboraturium
- Terdapat peningkatan jumlah leukosit biasanya lebih dari 10.000/ul
- Terjadi peningkatan laju endapan darah
- Analisis gas darah menunjukkan hipoksemia pada stadium lanjut
1.7 Tatalaksana farmakologi dan atau non farmakologi
a. Farmakologi
 Pemberian antibiotik
 Kontrimoksazol
 Amoksisilin
b. Non farmakologi
 Pemberian oksigen

SudoyoW. 2010. Ilmu Penyakit Dalam. Cetakan Pertama. Jakarta : Internal Publishing
Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 2005. Pharmaceutical Care untuk Penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan. Jakarta: Departemen Kesehatan RI
Ostapcus M. 2004. Community-Acquired Pneumonia In Infants And Children. American
Family Physician
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2009 . Riset Kesehatan Dasar. Kementrian
Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.2012. Modul
Tatalaksana Standar Pneumonia. Jakarta: Kementrian Kesehatan