Anda di halaman 1dari 12

Nama : Aprilia Prahesti

NIM : 1709035011
Program Studi : Teknik Industri
Mata Kuliah : Perancangan Tata Letak Fasilitas

Tata letak fasilitas dapat didefinisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas pabrik guna
menunjang kelancaran proses produksi. Pengaturan tersebut dilakukan untuk
memanfaatkan luas area untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi
lainnya, kelancaran gerakan perpindahan material, penyimpanan material baik yang
bersifat sementara maupun permanen, personil pekerja dan sebagainya. Dalam tata letak
pabrik ada dua hal yang diperhatikan yaitu pengaturan mesin dan pengaturan
departemen yang terdapat pada pabrik. Istilah tata letak pabrik seringkali diartikan
sebagai pengaturan peralatan atau fasilitas produksi yang sudah ada ataupun bisa juga
diartikan sebagai perencanaan tata letak pabrik baru.

Perancangan tata letak fasilitas merupakan salah satu hal yang penting ketika akan
mendirikan ataupun mengembangkan sebuah pabrik. Dimana tata letak dari masing-
masing sarana mempengaruhi alur dalam suatu proses produksi yang akan berdampak
pada efektifitas dan efesiensi yang terdapat pada proses tersebut. Selain itu,
perancangan tata letak fasilitas bermanfaat untuk meminimalisasi ongkos produksi yang
akan berdampak pada perolehan keuntungan yang maksimal.

Teknik Konvensional

Ada beberapa teknik konvensional yang umum yang dipakai untuk proses perencanaan
aliran bahan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Operation Process Chart

Operation Process Chart (OPC) merupakan suatu diagram yang menggambarkan


langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutan-urutan operasi
dan pemeriksaan sejak dari awal sampai menjadi produk jadi utuh maupun sebagai
komponen, dan juga memuat informasi-informasi yang diperlukan untuk analisa lebih
lanjut. Jadi dalam suatu Operation Process Chart, yang dicatat hanyalah kegiatan-
kegiatan operasi dan pemeriksaan saja, namun terkadang pada akhir proses dicatat
tentang penyimpanan.

Operation Process Chart memiliki beberapa kegunaan, diantaranya adalah bisa


mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya, bisa memperkirakan
kebutuhan akan bahan baku (dengan menghitung efisiensi ditiap operasi atau
pemeriksaan), sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik, sebagai alat untuk
menentukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai, serta sebagai alat untuk latihan
kerja. Operation Process Chart biasanya dimulai dengan bahan baku memasuki pabrik
kemudian dilanjutkan dengan langkah selanjutnya seperti penyimpanan, transportasi,
inspeksi, operasi mesin, dan perakitan sampai menjadi sebuah unit atau bagian dari
sebuah unit yang akan dirangkai.

Adapun informasi-informasi yang bisa didapatkan dalam peta proses operasi adalah
sebagai berikut:
a. Bahan baku dan bahan penunjang yang dibutuhkan (digambarkan dengan garis
panah),
b. Operasi yang dibutuhkan pada masing-masing komponen atau bagian dari bahan
baku (digambarkan dengan lingkaran),
c. Waktu yang dibutuhkan dalam prosses, dan
d. Mesin atau alat yang digunakan.
Operation Process Chart

2. Flow Process Chart

Peta Aliran Proses (Flow Process Chart) adalah suatu diagram yang menunjukkan
urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpanan
yang terjadi selama satu proses atau prosedur berlangsung. Didalamnya juga memuat
informasi-informasi yang diperlukan untuk analisis seperti waktu yang dibutuhkan dan
jarak perpindahan. Waktu biasanya dinyatakan dalam jam dan jarak perpindahan
dinyatakan dalam meter.

Peta aliran proses pada umumnya terbagi menjadi 2, yaitu peta aliran proses tipe bahan
dan peta aliran proses tipe orang. Peta aliran proses tipe bahan adalah peta yang
menggambarkan kejadian yang dialami bahan dalam suatu proses. Pada peta aliran
proses tipe bahan, lebih disukai peta yang menggambarkan tiap komponen satu persatu.
Disamping lebih sederhana, proses penganalisisannya akan lebih mudah. Contoh
penggunaan peta ini dalam praktek misalnya untuk menggambarkan aliran yang dialami
bahan saat penerimaan, pengepakan, dan pengiriman.
Flow Process Chart

3. Multi Product & Activity Process Chart

Activity Process Chart adalah diagram yang menggambarkan worlflow (aliran kerja)
atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Yang perlu diperhatikan adalah
bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan
aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.

Activity Process Chart


4. Flow Diagram
Diagram alir adalah diagram yang menggambarkan bagaimana jalankan program mulai
dari awal hingga akhir. Setiap diagram alir harus mempunyai titik awal dan titik akhir
(start and stop). Diagram alir dibentuk dengan memanfaatkan simbol-simbol tertentu.
Pembentukan diagram alir umumnya sebagai bahan mentah sebelum kode program
sesungguhnya dibuat.

Diagram aliran ditampilkan dalam bentuk gambar layout dari fasilitas kerja. Tujuan
pokoknya adalah mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas,
di
samping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan di dalam
desain layout fasilitas produksi yang ada. Diagram alir merupakan gambar yang
mewakili
langkah-langkah sebuah proses terurut secara terpisah agar proses tersebut menjadi
lebih
sederhana sehingga mudah dipahami.

Diagram alir memiliki banyak jenis yang disesuaikan dengan tujuannya. Berikut
merupakan jenis – jenis diagram alir.
a. Diagram Alir Dasar, menunjukkan langkah-langkah yang diambil dalam proses,
b. Diagram Alir Kesempatan, menunjukkan langkah-langkah yang diambil dalam
proses serta membedakan antara langkah yang diambil bila ada sesuatu yang benar
dan langkah-langkah yang diambil ketika sesuatu yang salah
c. Diagram Alir Penyebaran, menampilkan yang melakukan langkah-langkah dalam
proses dan menampilkan mana pekerjaan yang mengalir dari satu fungsi ke fungsi
yang lain

Tools Khusus

Ada beberapa tools yang lebih khusus yang dipakai untuk mengevaluasi dan
menganalisa aliran bahan untuk perancangan lay out. Diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Assembly Chart

Assembly Chart merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara komponen-


komponen yang akan dirakit menjadi sebuah produk. Assembly  Process Chart (APC)
menurut Sutalaksana (1979) merupakan peta yang menggambarkan langkah-langkah
proses perakitan yang akan dialami komponen berikut pemeriksaannya dari awal
sampai produk jadi selesai. APC atau peta proses perakitan memiliki beberapa manfaat
diantaranya dapat menentukan kebutuhan operator, mengetahui kebutuhan tiap
komponen, untuk menentukan tata letak fasilitas, dan membantu menentukan perbaikan
cara kerja.

Assembly Chart
2. String Diagram

String Diagram adalah diagram yang menggambarkan arus barang dari bagian pertama
sampai bagian akhir dalam pembuatan barang. Arus ditunjukkan dengan bantuan
benang (string). Arus barang dari gudang bahan baku ke bagian sesudahnya secara
berturut-turut dihubungkan dengan bantuan benang. Untuk menjaga agar benang tidak
berubah posisinya, maka setiap usaha atau tujuan dikaitkan dengan jarum bundle. Pada
alternative pertama diukut Panjang benang mulai dari gudang bahan baku sampai
gudang bahan jadi. Hal ini menunjukkan jatak yang ditempuh barang dalam proses
produksi. Kemudian, diubah pada posisi mesin-mesinnya.

String Diagram

3. Multi Product Process Chart

Multi Product Process Chart (MPPC) merupakan suatu diagram yang menggambarkan
langkah-langkah proses yang akan dialami oleh bahan, baik bahan baku maupun bahan
tambahan, seperti urutan-urutan operasi, pemeriksaan dan penyimpanan, serta dalam
menggambarkannya dipisahkan antara rough lumber, pabrikasi dan assembling, atau
dapat dikatakan MPPC adalah suatu peta yang menggambarkan jumlah pemakaian
kebutuhan mesin dari routing sheet. Kegunaan MPPC ialah menunjukan keterkaitan
produksi antar komponen produk, bahan, bagian, pekerjaan atau kegiatan dan dapat juga
untuk menganalisis dan merencanakan aliran barang dalam pabrik yang sudah berdiri
maupun bagi perencanaan proyek baru.
Multi Product Process Chart

4. From to Chart

From to Chart kadang disebut juga dengan trif frequency chart atau travel chart,
merupakan suatu teknik yang umum digunakan untuk perencanaan tata letak fasilitas
dan pemindahan bahan dalam suatu proses produksi. Teknik ini sangat berguna untuk
kondisi-kondisi dimana banyak item yang mengalir melalui suatu area seperti job shop,
bengkel permesinan, kantor, dan lain-lain. Pada dasarnya from to chart merupakan
adaptasi dari mileage chart yang umumnya dijumpai pada suatu perjlanan (road map),
angka-angka yang terdapat dalam suatu from to chart akan menunjukkan total berat
beban yang harus dipindahkan, jarak perpindahan bahan, volume atau kombinasi-
kombinasi dari faktor-faktor ini.

5. Material Handling Planning Sheet

Pemindahan bahan atau material handling merupakan istilah terjemahan dari


material handling adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam kegiatan produksi
dan memiliki kaitan erat dengan perencanaan tata letak fasilitas produksi.
Material Handling Planning Sheet (MHPS) merupakan suatu tabel yang digunakan
untuk menghitung biaya penanganan bahan. Disini dilakukan minimasi biaya
penanganan bahan tetapi dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip pemindahan bahan,
prinsip-prinsip tersebut adalah seluruh aktivitas pemindahan harus direncanakan,
mengoptimasi aliran bahan dengan merencanakan sebuah urutan operasi dan pengaturan
peralatan, mengurang mengkombinasi dan menghilangkan pergerakan atau peralatan
yang tidak diperlukan, memanfaatkan prinsip gravitasi bagi pergerakan bahan jika
memungkinkan, meningkatkan jumlah, ukuran dan berat muatan yang dipindahkan,
menggunakan peralatan pemindahan yang mekanis dan otomatis, mengurangi waktu
non produktif dari peralatan dan tenaga kerja.

Material Handling Planning Sheet

6. Activity Relationship Chart

Peta hubungan aktivitas sering dinyatakan dalam penilaian “kualitatif” dan cenderung
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat subjektif. Peta ini memiliki
banyak kegunaan di antaranya yaitu menunjukkan hubungan keterkaitan antar kegiatan
beserta alasannya, sebagai masukan untuk menentukan penyusunan daerah selanjutnya,
dan lokasi kegiatan dalam satu usaha pelayanan.

Activity Relatioship Chart sangat berguna unutuk perencanaan dan analisis hubungan
aktivitas antar masing-masing departemen. Pada dasarnya diagram ini menjelaskan
mengenai hubungan pola aliran bahan dan lokasi dari masing-masing departemen
penunjang terhadap departemen produksinya. Pada dasarnya Activity Relatioship Chart
ini hampir mirip dengan from to chart, hanya saja disini analisanya bersifat kualitatif.
Kalau pada from to chart analisi dilaksanakan berdasarkan angka-angka berat atau
volume dan jarak perpindahan bahan dari satu departemen ke departemen lain, maka
Activity relationship Chart akan menggantikan kedua hal tersebut dengan kode huruf
yang akan menunjukkan derajat hubungan aktivitas secara kualitatif dan juga kode
angka yang akan menjelaskan alasan untuk pemilihan kode huruf tersebut.

Activity Relationship Chart

Tipe-tipe Pola Aliran Bahan

Dalam sebuah proses produksi, terdapat aliran material dari tiap-tiap proses. Terdapat
beberapa pola aliran bahan, yaitu:

1. Straight Line
Pada umumnya pola ini digunakan untuk proses produksi yang pendek dan relatif
sederhana, dan terdiri atas beberapa komponen. Adapun ciri-ciri dari pola aliran
bahan straight line ini diantaranya adalah proses yang berlangusng singkat dan
proses produksi yang relatif sederhana, pola aliran ini akan memberikan jarak
perpindahan yang pendek antar proses, proses berlangsung lurus sesuai urutan
mesin, dan jarak perpindahan bahan total akan kecil.
Straight Line
2. Serpentine atau Zig-Zag (S Shape)
Pola aliran seperti huruf “S” sangat baik diterapkan bilamana aliran proses produksi
lebih panjang dibandingkan dengan panjang area yang tersedia. Untuk itu aliran
bahan dibelokkan untuk mengurangi panjangnya garis aliran yang ada.

Serpentine atau Zig-Zag (S Shape)

3. U – Shape
Pola aliran ini dipakai bilamana dikehendaki akhir dari proses produksi akan berada
pada lokasi yang sama dengan awal proses produksi. Hal ini meningkatkan
pemanfaatan fasilitas transportasi dan mudah untuk mengawasi keluar masuknya
material dan produk jadi. Aliran perpindahan bahan relatif panjang.

U – Shape

4. Circular (O – Shape)
Pola aliran circular ini sangat baik diterapkan pada proses yang mengkehendaki
pengembalian material atau produk jadi pada titik awal produksi. Pola ini juga dapat
diterapkan pada proses yang menempatkan proses penerimaan bahan atau material
dan pengiriman barang jadi pada area yang sama.

O-Shape

5. Odd Angel
Pola ini jarang dipakai karena pada umumnya pola ini digunakan untuk perpindahan
bahan secara mekanis dan keterbatasanruangan. Dalam keadaan tersebut, pola ini
memberi linatsanterpendek dan berguna banyak pada area yang terbatas.

Ood Angel