Anda di halaman 1dari 1

PENGADAAN BARANG/JASA

PL/NILAI DI BAWAH 200 JT


1. PPK membuat hps/ bisa ditugaskan kepada staf ulp
2. Atas usulan ulp dibuatkan sk pejabat pengadaan
3. Pejabat pengadaan melihat dipa dan mengklasifikasi belanja sesuai pengadaannya
masing-masing
4. Mengirim undangan kepada calon penyedia untuk memasukkan penawaran
5. Rekanan memasukan penawaran, kemudian dilakukan pembukaan penawatran dan
dievaluasi serta negosiasi harga
6. Surat penunjukan penyedia/rekanan
7. Pembuatan kontrak sesuai jangka waktu pelaksanaan.
8. Setelah selesai dilaksanakan pekerjaan dibuatkan berita acara pemeriksaan barang, ba
serah terima, ba pembyaran
9. Tanda tangan kuitansi dan lengkapi berkas untuk dimasukkan ke bagian keuangan.

PELELANGAN/DIATAS 200 JUTA


1. PPK membuat hps
2. Atas usulan ulp dibuatkan sk pokja pengadaan
3. Atas usulan ulp dibuatkan sk admin agency lpse
4. Admin agency membuat kepanitian sesuai sk pokja pengadaan dan membuat nama paket
5. Pasword pokja diserahkan dari admin agency kepada pokja pengadaan
6. Selanjutkan pokja membuat paket sesuai kepanitian yang telah dibuat admin agency
dalam sistem lpse
7. Paket yang bisa dilelang apabila telah termuat dalam sistem sirup oleh admin sirup pada
bagian perencanaan, sehingga telah terintegrasi dengan sistem lpse
8. Pokja memasukan data kualifikasi pekerjaan
9. Membuat jadwal pelelangan
10. Memasukkan dokumen lelang, rab, gambar, spesifikasi teknis dan lain-lan
11. Pengumuman lelang dan diikuti sesuai jadwal yang ditetapkan

PENGADAAN LANGSUNG MENGGUNAKAN E-CATALOG


1. Pejabat pengadaan membuka sistem e-catalog lewat lpse
2. Pejabat pengadaan membeli barang dan membuat paket
3. Mengirim data paket ke penyedia
4. Apabila harga telah sepakat maka dikirim ke ppk untuk dibuatkan kontraknya