Anda di halaman 1dari 21

Laporan Praktikum Avertebrata Air

PORIFERA

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 1 :
DWIKI FAHRUL S. DAUD ( 1111419033 )
SYUHRIZAL YASANI ( 1111419005 )
ANDRI ( 1111419028)

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN

2020
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberi kami kekuatan dan
petunjuk untuk menyelesaikan tugas laporan ini. Tanpa pertolongan- Nya kami
sekolompok tidak akan bisa menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan ini di susun berdasarkan tugas dan proses pembelajaran yang
telah di titipkan kepada kelompok kami. Laporan ini di susun dengan
menghadapi berbagai rintangan, namun dengan penuh kesabaran kami mencoba
untuk menyelesaikan Laporan ini.
Laporan ini membahas tentang “PORIFERA” tema yang akan di bahas di
laporan ini sengaja di pilih oleh Dosen pembimbing kami untuk kami pelajari
lebih dalam. Butuh waktu yang cukup panjang utnuk mendalami materi ini
sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Semoga laporan yang kami buat ini dapat di nilai dengan baik dan di
hargai oleh pembaca. Meski laporan ini masih mempunyai kekurangan, kami
selaku penyusun mohon kritik dan sarannya. Terima kasih.

Gorontalo, 3 Maret 2020


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL.................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................4
1.2 Tujuan...........................................................................................................4
1.3 Manfaat.........................................................................................................5
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kelas Calcarea..............................................................................................6
2.2 Kelas Demospongiae.....................................................................................8
2.3 Kelas Hexactinillidae....................................................................................9
2.4 Kelas Sclerospongia....................................................................................10
BAB 3 METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat....................................................................................12
3.2 Alat dan Bahan...........................................................................................12
3.2.1 Alat........................................................................................................12
3.2.2 Bahan.....................................................................................................12
3.3 Prosedur Kerja...........................................................................................13
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil.............................................................................................................14
4.2 Pembahasan................................................................................................14
4.2.1 Leucettusa lancifer.................................................................................14
4.2.2 Hemimycale columella...........................................................................15
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan.................................................................................................18
5.2 Saran............................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Nomor Teks Halaman
1. Tabel 1. Alat digunakan dalam praktikum..........................................12
2. Tabel 2. Bahan yang digunkan dalam praktikum................................12
3. Tabel 3. Hasil pengamatan..................................................................14
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ekosistem terumbu karang dan padang lamun merupakan mata rantai yang

sangat penting bagi kelangsungan hidup serta pelestarian berbagai biota laut.

Salah satu kelompok hewan yang hidup bersimbiosis dengan terumbu karang

adalah filum Porifera. Hewan ini ditemukan hampir disemua kedalaman laut.

Pada perairan Indonesia, porifera termasuk filum yang banyak ditemukan.

Sejumlah peneliti asing sejak tahun 1993 datang ke Indonesia dan

menawarkan kerjasama penelitian dengan objek porifera. Eksploitasi terhadap

filum ini sangat tinggi, sehingga menjadi ancaman terhadap kelompok biota

ini (Wiyaniningtiyah, dkk., 2011).

Di dunia ditemukan 10.000 spesies Porifera dan di Indonesia terdapat 830

spesies (Sujatmiko, 2000). Hal ini menunjukkan keanekaragaman jenis

Porifera yang cukup tinggi. Keanekaragaman jenis merupakan gabungan

antara jumlah jenis dan jumlah individu masing-masing jenis dalam suatu

komunitas (Odum, 1993).

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui beberapa spesies popifera

2. Untuk mengetahui klasifikasi dan morfologi spesies porifera

3. Untuk mengetahui Habitat dari spsesies porifera


1.3 Manfaat

Adapun manfat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi Mahasiswa

Agar mahasiswa dapat menambah wawasan atau ilmu pengetahuan

tentang porifera.

2. Bagi Penulis Lain

Makalah ini diharapkan dapat menjadi informasi yang bermanfaat

bagi para penulis untuk menciptakan tulisan yang lebih baik khususnya

pada bidang pendidikan.


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Hooper dan van Soest (2002), Berdasarkan spikula penyusun

tubuhnya Porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu kelas calcarea,

kelas demospongia, dan kelas Hexactinellida. sedangkan menurut Warren

(1982), Ruppert and Barmes (1991), filum porifera terdiri dari empat kelas,

yaitu Calcarea, Demospongiae, Hexactinellida, dan Sclerospongia.

2.1 Kelas Calcarea

Calcarea memiliki rangka yang tersusun dari kalsium karbonat. Tubuhnya

kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk seperti vas bunga, dompet, kendi,

atau silinder. Tinggi tubuh kurang dari 10 cm. Calcarea terdiri atas dua ordo,

yaitu Homocoela dan Heterocoela (Hooper dan van Soest, 2002).

Ciri-ciri dari spesies yang termasuk dalam kelas Calcarea bersifat

Calcareous, yaitu; spikula tersusun atas kalsium karbonat yang disebut calcite

(kalsit). Spons atau porifera dari kelas ini sangat sedikit jumlahnya, lebih

kurang hanya 10% dari jumlah semua hewan spons yang ada di laut. Calcarea

hidup di laut dangkal (Romimohtarto dan Juwana, 1999; Hickman, Roberts

dan Larson, 1997). Salah satu contoh dari kelas calcarea adalah Syicon

gelatinosum
Sycon gelatinosum (museum.wa.gov.au)

Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Filum : Porifera

Kelas : Calcarea

Sub Kelas : Calcaronea

Ordo : Leucosolenida

Famili : Sycettidae

Genus : Sycon

Spesies : Sycon gelatinosum

Sycon gelatinosum adalah spesies spons yang tergolong dalam kelas

Calcarea. Spesies ini juga merupakan bagian dari filum Porifera, subregnum

Parazoa, dan regnum Animalia. Nama ilmiah spesies ini pertama kali

diterbitkan pada tahun 1834 oleh Blainville. Seperti spons pada umumnya,

spesies ini memiliki tubuh yang berpori dan permukaan yang keras seperti

batu.
2.2 Kelas Demospongiae

Demospongiae adalah kelompok spons yang paling dominan di antara

filum porifera. Seluruh demospongiae memiliki saluran air tipe leukonoid.

Mereka tersebar luas dialam, jumlah jenis maupun spesiesnya sangat banyak.

Habitat demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun

ada yang di air tawar ( Pechenik, 1991).

Bentuk tubuh spons ini tidak beraturan dan bercabang ( Suparno, 2005).

Salah satu contoh dari kelas demospongiae adalah Clathria sp.

Clathria sp, (Buku Eksplorasi Spons).


Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Phylum : Porifera

Class : Demospongiae

Ordo : Poecilosclerida

Family : Microcionidae

Genus : Clathria

Species : Clathria sp.

Clathria sp. termasuk ke dalam filum Porifera karena memiliki bentuk

tubuh yang asimetris, tubuhnya berlubang-lubang (berpori), dan memiliki

saluran air yang terdiri dari ostium (tempat masuknya air), osculul (tempat
keluar air). Clathria sp. dimasukkan ke dalam kelas Demospongiae karena

memiliki sponges dengan sponging atau sponging-silika (Budiantoro, 2016).

Clathria sp. adalah salah satu spons merah atau orange bercabang seperti

jari, setiap jari memiliki diameter sekitar 6mm. Membentuk koloni lebat yang

bisa mencapai 20cm. Ada pori-pori yang tersebar diseluruh permukaan tubuh

(Borneman, 2001)

2.3 Kelas Hexactinillidae

Kelas Hexactinellida merupakan porifera yang hidup di daerah dalam

dengan kedalaman 50 meter bahkan ada yang dapat tumbuh hingga 1 meter.

Disebut juga sponge gelas. Spikula terdiri dari silikat dan tidak mengandung

spongin. Spikulanya berbentuk bidang “triaxon”, dimana masing-masing

bidang terdapat dua jari-jari (Hexactinal). Sponge dari kelas ini belum banyak

dikenal, karena sulit mendapatkan. Contoh sponge ini adalah Euplectella sp

(Amir dan Budiyanto, 1996).

Euplectella sp, (Wikipedia.org)

Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Phylum : Porifera

Class : Hexactinillidae
Family : Euplectellinae

Genus: Euplectella sp

 Euplectella aspergillum adalah spons hexactinellid dalam filum Porifera

yang hidup di laut dalam. Spons ini ditemukan di semua samudra dunia,

meskipun mereka sangat umum di perairan Antartika. Euplectella aspergillum

dapat digunakan sebagai alat pembersih karena tubuhnya berstruktur spons

dan mengandung silica.

2.4 Kelas Sclerospongia

Kelas Sclerospongiae merupakan spons yang kebanyakan hidup pada

perairan dalam di terumbu karang atau gua-gua, celah-celah batuan bawah laut

atau terowongan di terumbu karang. Semua jenis ini adalah tipe leuconoid

yang kompleks yang mempunyai spikula silikat dan serat spongin. Elemen-

elemen ini dikelilingi oleh jaringan hidup yang terdapat pada rangka basal

kalsium karbonat yang kokoh atau pada rongga yang ditutupi oleh kalsium

karbonat (Warren, 1982; Kozloff, 1990; Harrison dan De Vos, 1991). Salah

satu contoh spons ini adalah Ceratoporella nicholsoni.

( Ceratoporella nicholsoni, (Spongeguide.org)


Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Phylum : Porifera

Class : Sclerospongia

Family : Asrtoscleridae

Genus : Ceratoporella

Spesies : Ceratoporella nicholsoni

Ceratoporella nicholsoni adalah spesies spons yang tergolong dalam kelas

Sclerospongia. Spesies ini juga merupakan bagian dari genus Ceratoporella

dan famili Astroscleridae. Nama ilmiah spesies ini pertama kali diterbitkan

pada tahun 1911 oleh Hickson. Seperti spons pada umumnya, spesies ini

memiliki tubuh yang berpori dan permukaan yang keras seperti batu. Selain

itu, Ceratoporella nicholsoni juga dapat menyerap oksigen dari air melalui

proses difusi.
BAB 3

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 3 maret 2020 sampai

dengan selesai bertempat di Pantai Blue Merlin, Gorontalo.

3.2 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah :

3.2.1 Alat

Alat-alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah :

Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum.

No Alat Fungsi
1 Masker Sebagai alat bantu untuk melihat
porifera di dalam air.
2 Snorkle Sebagai alat bantu pernapasan di
air
3 Kamera (HP) Sebagai alat dokumentasi
4 Waterprof Sebagai pelindung kamera (HP)
saat merekam di dalam air

3.2.2 Bahan

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam praktikum

No Bahan Fungsi
1 Poriferi kelas calcarea, Sebagai bahan pengamatan
Leucettusa lancifer
2 Porifera kelas demospongie, Sebagai bahan pengamatan
Hemimycale columella
3.3 Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama menyiapkan alat dan bahan


2. Pergi ke lokasi yang terdapat habitat dari spesies porifera
3. Melakukan pencarian jenis spesies porifera untuk dilakukan pengamatan
4. Porifera yang didapatakan diamati untuk di ketahui jenis spesiesnya
5. Dalam pengamatan dilakukan dokumentasi
BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berikut ini hasil yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan :

Tabel 3. Hasil Pengamatan

No Spesies Kelas
1 Leucettusa lancifer Calcarea
2 Hemimycale columella Demospongiae

4.2 Pembahasan

Pada praktikum yang dilakukan didapatkan dua jenis porifera yaitu :

4.2.1 Leucettusa lancifer

1. Klasifikasi :

Adapun kalasifikasi dari Leucettusa lancifer yaitu :

Kingdom : Animalia

Phylum : Porifera

Class : Calcarea

Family : Sycettidae

Genus : Leucettusa

Spesies : Leucettusa lancifer

(Leucettusa lancifer ( Dokumentasi kelompok 1).


2. Morfologi

Dari praktikum yang dilakukan didapatkan spesies porifera Leucettusa

lancifer yang merupakan kelas Calcarea. Dimana porifera ini memiliki warna

tubuh pucat dengan tinggi sekitar 6 cm. porifera ini didapatkan pada perairan

dangkal di pantai Blue Merlin.

Menurut Hooper dan van Soest, 2002, bahwa kebanyakan porifera kelas

Calcarea tubuhnya berwarna pucat dengan tinggi tubuh kurang dari 10 cm.

Romimohtarto dan Juwana, 1999, mengatakan bahwa porifera kelas calcarea

merupakan porifera yang hidup di perairan dangkal.

3. Habitat

Pada praktikum yang kami lakukan, kami mendapat porifera jenis

Leucettusa lancife pada perairan dangkal dengan kedalam 1 m – 2 m di pantai

Bluemerlin kota Gorontalo. Leucettusa lancife hidup menempel pada

bebatuan.

4.2.2 Hemimycale columella

1. Klasifikasi

Adapun kalasifikasi dari Hemimycale columella yaitu :

Kingdom : Animalia

Subkingdom : Parazoa

Filum : Porifera

Kelas : Demospongiae

Ordo : Poecilosclerida

Famili : Hymedesmiidae
Genus : Hemimycale

Spesies :Hemimycale columella

(Hemimycale columella ( Dokumentasi kelompok 1).

2. Morfologi

Hemimycale columella adalah spons sessile yang membentuk lapisan tebal

setidaknya 1 cm, dan mencapai lebar hingga 30 cm. Hemimycale columella

memiliki tekstur yang cukup lembut, kerangka spikula silika (duri) dan serat

spongin. Hemimycale columella memiliki bentuk tidak teratur yang bervariasi

dengan warna dari merah muda ke oranye pucat. Permukaan Hemimycale

columella memiliki penampilan sarang lebah yang dibuat oleh banyak rongga,

yang rimnya didukung oleh spikula. Di dalam setiap rongga terdapat

setidaknya satu pori kecil (inhalans) (oscula) dengan diameter hingga 0,1 cm.

Secara umum oscula jarang. Hemimycale columella dibedakan dari spesies

serupa dengan megascleres besar (spikula) yang berbentuk klub di ujungnya,

dan oleh tidak adanya spikula yang lebih kecil.

3. Habitat

Pada praktikum yang dilalkukan di dapatkan Hemimycale columella

menempel pada bebatuan di perairan laut dangkal. Hemimycale columella


dapat ditemukan di perairan dangkal, di atas batu, kumpulan coralligenous

atau permukaan keras lainnya, pada kedalaman 1 m hingga kedalaman 60 m.


BAB 5

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah :


1. Leucettusa lancifer merupakan kelas Calcarea dengan tinggi tubuh
kurang dari 10 cm. Leucettusa lancifer diklasifikasikan kedalam kelas
Calcarea. Leucettusa lancifer terdapat pada laut dangkal dan hidup
menempel pada bebatuan.
2. Hemimycale columella tergolong dalam kelas Demospongie.
Hemimycale columella adalah spons sessile yang membentuk lapisan
tebal setidaknya 1 cm, dan mencapai lebar hingga 30 cm. Hemimycale
hidup pada perairan dangkal dengan hidup menempel pada bebatuan.
5.2 Saran
Dengan adanya laporan ini penulis berharap adanya saran dan kritik guna

menjadikan penyusunan laporan ini menjadi lebih baik untuk penyusunan

selanjutnya. Selain itu penulis berharap semoga laporan ini bisa bermanfaat

untuk banyak orang.


DAFTAR PUSTAKA

Borneman, E. H. 2001. Aquariumcorals : selection. Husbandry, and Natural


History . New York : W. H. Fressmand and Company.

Budiantoro, Agung. 2016. Petunjuk Praktikum Keanekaragaman Invertebrata dan


Vertebrata. Yogyakarta. Laboratorium Fakultas MIPA Universitas
Ahmad Dahlan.

Buyang Yorinda, 2014. Magistra, Kimia Organik Terapan: Ekstraksi Dan Profil
Kimia Spons Clathria Sp. Volume 2 Nomor 1, Juli 2014.

Marzuki Ismail. 2018. Nas Media Pustaka. Eksplorasi Spons Indonesia: Seputar
Kepulauan Spermonde. Makassar, 2018.

Sari Prawita D.P.N. 2016. Skripsi. Aktivitas Antimikroba Jamur Endofit


Penicillium Oxalicum Dari Spons Genus Homaxinella. Fakultas
Farmasi Universitas Airlangga Departemen Farmakognosi Dan
Fitokimia Surabaya 2016.
LAMPIRAN