Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH SOCIAL MODEL DAN MEDICAL MODEL

DISUSUN OLEH :

DARA SAKINAHTUL DIPA NIM : 193302080012

JULIA IN GLORI GULE NIM : 193302080016

MASRINCE LAIA NIM: 193302080009

SANTALIA SIMATUPANG NIM : 193302080006

PROGRAM STUDI S-1 KEBIDANAN

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

TAHUN 2019/2020

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan atas Kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia –
Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami dengan tepat waktu yang berjudul :
“Social Model dan Medical Model’’.

Harapan kami sebagaimana penyusun yaitu agar pembaca dapat memahami tentang Social
model dan medical model. Kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kami kepada dosen
kami yang bernama ibuk Parida Hanum, SST. M.Kes. yang telah membimbing kami dalam
menyusun makalah ini menjadi lebih baik.

Kami menyadari sepenuhnya dalam penyusunan makalah social model dan medical model ini
masih terdapat banyak kekurangan, baik dalam sistematika penulisan maupun penggunaan
bahasa. Kami berharap semoga dengan adanya makalah ini dapat menambah ilmu wawasan
kita mengenai social model dan medical model. Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

Medan, 7 Oktober 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………….I

KATA PENGANTAR……………………………………………………….II

DAFTAR ISI…………………………………………………………............III

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang…………………………………………………………………………4


1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………………...4
1.3 Tujuan Makalah………………………………………………………........................5
1.4 Manfaat………………………………………………………………………………..5

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Konsep, Model, dalam kebidanan………………………………………..6
B. Konseptual Model Kebidanan…………………………………….............................6
C. Kegunaan Model………………………………………………………………………7
D. Komponen dan Macam- Macam Model kebidanan…………………………………...7
E. Teori Model kebidanan………………………………………………........................16

BAB III PENUTUP

1.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….18
1.2 Saran ……………………………………………………………………...................20

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..21

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Model dalam teori kebidanan indonesia mengadopsi dari beberapa model


negara dengan berdasarkan dari beberapa teori yang sudah ada disamping dari teori &
model yang bersumber dari masyarakat. Model asuhan kebidanan didasarkan pada
kenyataan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan episode yang normal dalam
siklus kehidupan wanita. Model kebidanan ini dapat dijadikan tolak ukur bagi
bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan pada klien sehingga akan
terbina suatu hubungan saling percaya dalam pelaksanaan askeb. Dengan ini
diharapkan profesi kebidanan dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam
upaya menurunkan angka kesakitan, trauma persalinan, kematian & kejadian seksio
sesaria pada persalinan.

Manajemen kebidanan adalah suatu metode/proses berfikir logis


sistematis. Oleh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur fikir bagi
seorang bidan dalam memberikan arah / kerangka dalam menangani kasus
yang menjadi tanggung jawabnya.

Menjelaskan dasar-dasar yang harus diperhatikan oleh bidan dalam


melaksanakan asuhan kebidanan. Pelayanan kebidanan di indonesia dimulai sejak
tahun 1807 pada pemerintahan hindia-belanda (zaman Gubernur Jendral
Hendrik William) dan tenaga persalinannya adalah dukun. Seiring dengan
berjalannya waktu dibuka pendidikan kedokteran dan bidan serta kursus kebidanan
sehingga pelayanan kebidanan lebih bertambah seperti kb dan sebagainya.
Namun,masih terdapat dukun beranak didesa-desa.

B. RumusanMasalah

1. Apakah Definisi Model asuhan kebidanan ?

2. Apa saja macam – macam model dalam asuhan kebidanan ?

4
C. Tujuan

1.Untuk Mengetahui Model asuhan kebidanan.

2.Untuk Mengetahui apa saja macam – macam model dalam asuhan kebidanan.

D. Manfaat

Manfaat yang kami harapkan dengan adanya makalah ini adalah dapat menambah
wawasan pengetahuan bagi penbaca, layaknya penyusun makalah ini dan dapat
digunakan sebagai referensi untuk perbaikan makalah ini kedepannya.

5
BAB II

PEMBAHASAN

Model Asuhan kebidanan

A. Pengertian

Konsep adalah penopang sebuah teori yang dapat diuji melalui observasi
atau penelitian. Model adalah contoh atau peraga untuk menggambarkan
sesuatu. kebidanan merupakan ilmu yang terbentuk dari berbagai disiplin ilmu
“multi disiplin” yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu
kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial,ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu
kesehatan masyarakat dan ilmu manajemen untuk dapat memberikan
pelayanan kepada ibu dalam masa prakonsepsi, konsepsi, masa hamil, ibu
bersalin, post partum, bayi dan baru lahir. Pelayanan tersebut meliputi
pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan
pendidikan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat. Model kebidanan adalah
suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang
bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.

B. konseptual Model kebidanan

Dalam memberikan akan suatu gambaran tentang pelayanan dalam praktek


kebidanan dan memberi jawaban - jawaban atas pertanyaan, apa yang merupakan
praktek kebidanan.

Model dalam kebidanan terdiri atas 4 elemen :

1. Orang (wanita, ibu, pasangan, dan orang lain)

2. Kesehatan

3. Lingkungan

4. Kebidanan

6
C. kegunaan Model
1. untuk menggambarkan beberapa aspek (kongkrit maupun abstrak) dengan
mengartikan persamaannya seperti struktur, gambar, diagram, dan rumus.
Model tidak seperti teori, tidak memfokuskan pada hubungan antara dua
fenomena tapi lebih mengarah pada struktur dan fungsi. Sebuah model pada
dasarnya anologi atau gambar simbolik sebuah ide (Wilson 1985).
2. Merupakan gagasan mental sebagai bagian teori yang memberikan bantuan
ilmu-ilmu social dalam mengkonsep dan menyamakan aspek-aspek dalam
proses sosial (Gait dan Smith,1976).
3. Menggambarkan sebuah kenyataan, gambaran abstrak sehingga banyak
digunakan oleh disiplin ilmu lain sebagai parameter garis besar praktek
(Bemer. 1984 ).

Model kebidanan dapat digunakan untuk :

1. Menyatukan data secara lengkap


- Tindakan sebagai bantuan dalam komunikasi antara bidan dan pemimpin.
- Dalam pendidikan untuk mengorganisasi program belajar.
- Untuk komunikasi bidan dengan klien.
2. Menjelaskan siapa itu bidan, apa yang dikerjakan, keinginan, dan
kebutuhan untuk :
- Mengembangkan profesi.
- Mendidik siswi bidan
- Komunikasi dengan klien dan pimpinan.
D. Komponen dan Macam- Macam Model kebidanan

Model kebidanan dibagi menjadi 5 komponen, yaitu :

- Memonitor kesejahteraan ibu


- Mempersiapkan ibu dengan memberikan pendidikan dan konseling
- intervensi teknologi semininal mungkin
- Mengidentifikasi dan memberi bantuan obstetric
- lakukan rujukan

7
Beberapa macam Model kebidanan :
1. Model dalam mengkaji kebutuhan dalam praktek kebidanan
Model ini memiliki 4 unit yang penting, yaitu :
- ibu dalam keluarga
- konsep kebutuhan
- Partnership
- faktor kedokteran dan keterbukaan
2. Model Medical
Merupakan salah satu model yang dikembangkan untuk membantu manusia
dalam memahami proses sehat sakit dalam arti kesehatan. Model ini lebih
banyak digunakan dalam bidang kedokteran dan lebih berfokus pada proses
penyakit dan mengobati ketidaksempurnaan.
Yang tercakup dalam medical model/model medikal adalah:
a. Berorientasi pada penyakit.
b. Menganggap bahwa akal atau pikiran dan badan terpisah.
c. Manusia menguasai alam.
d.Yang tidak biasa menjadi menarik.
e. Informasi yang terbatas pada klien.
f. Pasien berperan pasif.
g.Dokter yang menentukan.
h.Tingginya teknologi menaikkan prestise
i. Prioritas kesehatan individu dari pada kesehatan komunitas.
j. Penyakit dan kesehatan adalah berdominan pada dokter.
k.Pemahaman manusia berdasarkan mekanik dan bioengineering.
Medical model/model medikal ini kurang cocok untuk praktik kebidanan
karena terlalu berorientasi pada penyakit dan tidak memberikan kesempatan
klien untuk menentukan nasibnya sendiri. Walaupun demikian kenyataannya
masih banyak yang terpengaruh pada medical model/model medikal ini.
Berikut ini akan diberikan gambaran bagaimana perbedaan pandangan
mengenai kehamilan sesuai model medical/medical model.
1. Normal dalam perspektif
2. Kasus tidak biasa menjadi menarik
3. Dokter bertanggung jawab

8
4. Informasi terbatas
5. Outcome yang diharapkan
6. Ibu dan bayi hidup dan sehat
Medical model/model medikal merupakan fondasi dari praktek-praktek
kebidanan yang sudah meresap dimasyarakat meliputi: proses penyakit,
pemberian tindakan, dan komplikasi dari penyakit/tindakan konsekuensi.
3. Model sehat untuk semua (health for all- HFA)
Model ini dicetuskan oleh WHO dalam Deklarasi Alma Atta tahun 1978.
Fokus pelayanan ditujukan pada wanita, keluarga dan masyarakat serta
sebagai sarana komunikasi dari bidan- bidan negara lain.
Tema HFA menurut Euis dan Simmet 1992:
- Mengurangi ketidaksamaan kesehatan.
- Perbaikan kesehatan melalui usaha promotif dan presentif .
- Partispasi masyarakat
- kerjasama yang baik pemerintah dengan sector lain yang terkait;.
- Primary Health Care (PHC) adalah dasar pelayanan utama dari sistem
pelayanan kesehatan. PHC adalah pelayanan kesehatan pokok yang didasarkan
pada praktek, ilmu pengetahuan yang logis dan metode sosial yang tepat serta
teknologi universal yang dapat diperoleh oleh individu dan keluarga dalam
komunitas melalui partisipasi dan merupakan suatu value dalam masyarakat
dan negara yang mampu menjaga setiap langkah perkembangan berdasarkan
kepercayaan dan ketentuannya.
Dari model HFA dan definisi PHC terdapat 5 konsep (WHO 1998).
1. Hak penentuan kesehatan oleh cakupan populasi universal dengan penyedia
asuhan berdasarkan kebutuhan.
2. Pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, dimana pelayanan
dapat memenuhi segala macam tipe-tipe kebutuhan yang berbeda harus
disediakan dalam satu kesatuan (semua pelayanan dalam satu tempat).
3. Pelayanan harus efektif, dapat diterima oleh norma, dapat menghasilkan dan
diatur, yaitu pelayanan harus dapat memenuhi kebutuhan yang dapat diterima
oleh masyarakat dan pelayanan harus dimonitor dan diatur secara efektif.
4. komunitas harus terlibat dalam pengembangan, penentuan pemonitoran
pelayanan, yaitu penentuan asuhan kesehatan merupakan tanggung jawab

9
semua komunitas dan kesehatan dipandang sebagai faktor yang berperan
untuk pengembangan seluruh lapisan masyarakat.
5. kolaborasi antar sekolah untuk kesehatan itu sendiri dan pelayanan kesehatan
tidak dapat bergantung pada pelayanan kesehatan saja tetapi juga dipengaruhi
oleh beberapa faktor seperti : perumahan, polusi lingkungan, persediaan
rnakanan dan metode pubikasi.
Delapan area untuk mencapai kesehatan bagi semua pihak melalui PHC,
delapan area ini adalah.
 Pendidikan tentang masalah kesehatan umum & metode pencegahan dan
pengontrolannya
 Promosi kesehatan tentang persediaan makanan dan nutrisi yang layak
 Persediaan air yang sehat dan sanitasi dasar yang adekuat
 kesehatan ibu dan anak termasuk keluarga berencana
 imunisasi
 Pencegahan dan pengawasan penyakit endemic
 Pengontrolan yang tepat terhadap kecelakaan dan penyakit umum
 Persediaan obat-obat essensial (morley at all, 1989).
4. Model asuhan home based
Dasar asuhan kebidanan berdasarkan home based merupakan
unsur therapeutic yang terdiri dari sebuah kesadaran dan menjaga
hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan dibentuk untuk
memfasilitasi asuhan yang berkualitas. Tanggungjawab dan kejujuran
merupakan hal yang harus dibangun dalam hubungan antara bidan dank lien.
Proses persalinan dirumah (home birth) sejak lama telah menggunakan konsep
Aearly discharge sebagai bagian dari home based Midfwifery care.
Asuhan kebidanan secara tradisional telah memiliki asuhan yang
berpusat pada wanita. kontinuitas dari asuhan kebidanan dapat membentuk
waktu yang efektif dalam pemantauan selama kunjungan prenatal sehingga
dapat terjalin hubungan therapeutic secara personal antara bidan dan
keluarganya.
Asuhan yang berkelanjutan “continuity of care” dapat membuat bidan
dan keluarga belajar satu sama lain untuk menentukan rencana dan
memberikan asuhan yang baik sesuai dengan kebutuhan, khusunya untuk

10
klien. Dengan proses ini akan terbuka komunikasi dan membangun komitmen
dari bidan dan keluarga dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan
bersama. Partisipasi secara alami dalam home based midwifery care dapat
memberikan kesempatan pada calon orangtua untuk mempelajari cara-cara
mengasuh bayinya. Keterampilan ini komponen yang penting dalam
pendidikan prenatal karena bidan tidak selalu mendampingi ibu.

Hubungan therapeutic dan dukungan secara “team” yang ditetapkan


dalam home based midwifery care telah digunakan bertahun-tahun lalu.
Dengan pendekatan ini diharapkan klien bisa mandiri secara dini. hal ini yang
telah menunjukan hasil yang baik, dimana resiko yang terjadi pada ibu bisa
segera diketahui. yang baik sesuai dengan kebutuhan, khusunya untuk klien.
Dengan proses ini akan terbuka komunikasi dan membangun komitmen dari
bidan dan keluarga dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan
bersama. Partisipasi secara alami dalam home based midwifery care dan dapat
ditetapkan sebagai sebuah model pada wanita yang memilih melahirkan di
rumah sakit.

5. Model sistem maternitas di komunitas yang ideal university of southeer


Queensland :
- Model kurikulum konseptual patnership dalam praktek kebidanan
berdasarkan pada model pelayanan kesehatan dasar. (guiilliland dan pairman,
1995)
- Patnership kebidanan adalah sebuah filosofi prospektif dan suatu model
kepedulian ( modelof care ) sebagai model fillosofi prospektif berpendapat
bahwa wanita dan bidan dapat berbagi pengalaman dalam proses persalinan.
- Persalinan merupakan proses yang sangat normal
- sebuah hubungan patnership menggambarkan dua orang yang bekerjasama
dan saling menguntungkan.
- bidan bekerja keras bahwa bidan tidak memaksakan suatu tindakan melainkan
membantu wanita untuk mengambil keputusan sendiri
- konsep “ wanita” dalam asuhan kebidanan meliputi mitra perempuan tersebut,
keluarga, kelompok dan budaya.

11
- konsep bidan dalam asuhan kebidanan meliputi bidan itu sendiri, mitranya
atau keluarga, budaya/sub kultur bidan tersebut dan wewenang profesional
bidan
- Dengan membentuk hubungan antara bidan dan wanita akan membawa
mereka sendiri sebagai manusia kedalam suatu hubungan patnership yang
mana akan mereka gunakan dalam teurapetik. bidan harus mempunyai self
knowing, self nursing, dan merupakan jaringan pribadi dan kolektif yang
mendukung.
- sebagai model of care the midwifery patnership didasarkan pada prinsip
midwifery care berikut ini : Mengakui dan mendukung adanya keterkaitan
antara badan, pikiran, jiwa. fisik, dan lingkungan kultur sosial “ holism”
- berasumsi bahwa mayoritas kasus wanita yang bersalin dapat di tolong tanpa
adanya intervensi.
- Mendukung dan meningkatkan proses persalinan alami tersebut.
- bidan menggunakan suatu pendekatan pemecahan masalah dengan sen dan
ilmu pengetahuan.
- relationship-based dan dan kesinambungan dalam motherhood, woman
centered dan bertukar pikiran antara wanita
- kekuasaan wanita yaitu berdasarkan tanggung jawab bersama untuk suatu
pengambilan suatu keputusan, tetapi wanita mempunyai kontrol atas
keputusan terakhir mengenai keadaandiri dan bayinya
- Dibatasi oleh hukum dan ruang lingkup prakterk individu dengan persetujuan
wanita bidan merujuk fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas
.hubungan antara wanita, bidan dan dokter harus didasari oleh rasa saling
menghormati dan saling percaya, bidan boleh mempertanyakan masalah
medis atau perlindungan hukum untuk wanita untuk alasan apapun, jika
wanita tersebut tidak mampu berbicara atas namanya sendiri.
6. Sosial model
a. Keadilan pelayanan
Keadilan pelayanan dalam penerapan model asuhan kebidanan di Indonesia
adalah keadilan dalam memberi pelayanan kebidanan merupakan aspek pokok
dalam pelayanna bidan di Indonesia. Keadilan dalam pelayanan ini dimulai
dengan:

12
1. Pemenuhan kebutuhan klien yang sesuai dengan kondisi klien.
2. Keadaan sumber daya kebidanan yang selalu siap untuk melayani.
3. Adanya penelitian untuk mengembangkan/meningkatka pelayanan.
4. Adanya keterjangkauan ke tempat pelayanan.
b. Karakteristik petugas kesehatan
Karakteristik petugas kesehatan dalam penerapan model asuhan kebidanan di
Indonesia adalah pasien memerlukan pelayanan dari petugas kesehatan
(provider) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Semangat untuk melayani.
Simpati.
Empati.
Tulus ikhlas.
Memberi kepuasan.
c. Dimensi kepuasan pasien
Dimensi kepuasan pasien dalam penerapan model asuhan kebidanan di
Indonesia adalah dimensi kepuasan pasien yang dibedakan menjadi 2 macam
yaitu:
1. Kepuasan yang mengacu pada penerapan kode etik serta standar
pelayanan profesi kebidanan.
Kepuasan yang dimaksud pada dasarnya mencakup penilaian terhadap
kepuasan pasien mengenai:
 Hubungan bidan dengan pasien.
 Kenyamanan pelayanan.
 Kebebasan melakukan pilihan.
 Pengetahuan dan kompetensi.
 Efektivitas pelayanan.

2. Kepuasan yang mengacu pada penerapan semua persyaratan


pelayanan kebidanan.

d. Pelayanan kebidanan yang bermutu

Pelayanan kebidanan yang bermutu dalam penerapan model asuhan kebidanan


di Indonesia adalah suatu pelayanan dikatakan bermutu apabila penerapan

13
semua persyaratan pelayanan kebidanan dapat memuaskan pasien. Ukuran
pelayanan kebidanan yang bermutu ialah:

1. Ketersediaan pelayanan kebidanan.


2. Kewajaran pelayanan kebidanan.
3. Kesinamungan pelayanan kebidanan.
4. Penerimaan jasa pelayanan kebidanan.
5. Ketercapaian pelayanan kebidanan.
6. Keterjangkauan pelayanan kebidanan.
7. Efisiensi pelayanan kebidanan.
8. Mutu pelayanan kebidanan.
E. Teori Model kebidanan
Teori adalah seperangkat konsep atau pernyataan yang dapat secara
jelas menguraikanfenomena yang penting dalam sebuah disiplin.
Teori yg termasuk dalam teori model kebidananan adalah :
1. Ruper, Logan dan Tierney Activity of living Model
Model yang dipengaruhi oleh Eirginia Henderson Model.
terdiri dari 4 elemen:
 tentang kehidupan
 aktivitas kehidupan
 ketergantungan atau kebebasan individu
 faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas individu

Dalam model ini diidentifikasi adanya 10 macam kebutuhan manusia


sebagai proses kehidupan yaitu :

• Mempertahankan lingkungan yang aman


• Komunikasi
• Bermapas
• Makanan dan minuman
• Eliminasi
• Berpakaian dan kebersihan diri
• Pengaturan suhu tubuh
• Mobilisasi (bekerja dan bermain)
• Seksualitas.

14
2. Rosemary Methven
Merupakan aplikasi dari oream dan hendeson, model terhadap asuhan
kebidanan, dimana dalam sistem perawat anada. metode pemberian
bantuan yaitu:
 Mengerjakan untuk klien
 Membimbing klien
 Mendukung klien (secara fisik dan psikologis)
 Menyediakan lingkungan yang mendukung kemampuan klien untuk
memenuhi kebutuhan sekarang dan masa akan datang
 Mengajarkan klien
Peran bidan adalah mengidentifikasi masalah klien dan melakukan
sesuatu untuk membantu klien untuk memenuhi kebutuhannya.
Manfaat dari model ini menurut Methuen adalah sebagai bukti praktek
pengkajian kebidanan yang tidak didasarkan pada kerangka kerja dari
tradisi manapun. sebagai dasarnya adalah kesehatan bukan kesakitan
sehingga asuhan yang di berikan efektif bagi ibu dan memberikan
kebebasan pada bidan untuk melakukan asuhan.
3. Roy adaption Model
Pencetusnya adalah suster callista roy (1960), sebagai dasarnya makhluk
biopsikososial yang berhubungan dengan lingkungan. Dikemukakan tiga
macam stimulasi yang mempengaruhi adaptasi kesehatan dari individu,
yaitu
a. vokal stimuli.
yaitu stimuli dari lingkungan di dekat individu,
contohnya : kesehatan bayi akan mempengaruhi ibu yang baru saja
melakukan fungsinya.
b. kontekstual stimuli
yaitu factor-faktor umum yang mempenagaruhi wanita.
contohnya : kondisi kehidupan yang buruk.
c. Residual stimuli
yaitu faktor internal meliputi kepercayaan, pengalaman, dan
sikap. Model kebidanan ini berguna bagi bidan dalam melakukan pengkajian
secara menyeluruh (holistic)

15
Teori-teori yang mempengaruhi model kebidanan

1. Teori Reva Rubin

Menekan pada pencapaian peran sebagai ibu, dimana untuk mencapai peran
ini seorang wanita memerlukan proses belajar melalui serangkaian aktifitas
atau latihan. Dengan demikian, seorang wanita terutama calon ibu dapat
mempelajari peran yang akan dialaminyakelak sehingga ia mampu beradaptasi
dengan perubahan-perubahan yang terjadi khususnya perubahan psikososial
dalam kehamilan dan setelah persalinan

Menurut rubin, seorang wanita sejak hamil sudah memiliki harapan-


harapan, antara lain :

 kesejahteraan ibu dan bayinya


 Penerimaan dari masyarakat
 Penetuan identitas diri
 Mengerti tentang arti memberi dan menerima

Perubahan yang terjadi pada ibu hamil adalah:

1. ibu cenderung lebih tergantung dan lebih memerlukan perhatian sehingga


dapat berperansebagai calon ibu dan dapat memperhatikan perkembangan
janinnya.

2.ibu memerlukan sosialisasi

Tahap-tahap psikososial yang biasa dilalui oleh calpon ibu dalam mencapai
perannya :

 Anticipatory stage seorang ibu mulai melakukan latihan peran dan


memerlukan interaksi dengan anak yang lain.
 Honeymoon stage ibu mulai memahami sepenuhnya peran dasar yang
dijalaninya. Pada tahap ini ibu memerlukan bantuan dari anggota keluarga
yang lain.

16
Plateu stage
Ibu akan mencoba apakah ia mampu berperan sebagai seorang ibu. Tahap ini
memerlukan waktu beberapa minggu sampai ibu kemudian melanjutkan
sendiri.
Disengagement
Merupakan tahap penyelesaian yang mana latihan peran sudah
berakhir.Aspek-aspek yang diidentiflkasi dalam peran ibu adalah gambaran
tentang idaman, gambaran diri dan tubuh. Gambaran diri seorang wanita
adalah pandangan wanita tentang dirinya sendiri sebagai bagian dari
pengalaman dirinya, sedangkan gambaran tubuh adalah berhubungan dengan
perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan dan perubahan spesifik yang
terjadi salama kehamilan dan setelah persalinan.
2.Teori Jeall Ball
Menurut Jeall Ball respon terhadap perubahan setelah melahirkan akan
mempengaruhi personality seseorang dan dengan dukungan mereka akan
mendapatkan sistem keluarga dan social. Persiapan yang sudah dilakukan
bidan pada masa postnatal akan mempengaruhi respon emotional wanita
terhadap perubahan akibat proses kelahiran tersebut.

17
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Model kebidanan adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan
kerangka kerja seorang bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.
2. Macam – macam model kebidanan
a. Model dalam mengkaji kebutuhan dalam praktek kebidananModel ini
memiliki 4 unit yang penting, yaitu :
- ibu dalam keluarga
- konsep kebutuhan
- Partnership
- faktor kedokteran dan keterbukaan
b. Model Medical
Merupakan salah satu model yang dikembangkan untuk membantu manusia dalam
memahami proses sehat sakit dalam arti kesehatan. tujuannya adalah sebagai
kerangka kerjauntuk pemahaman dan tindakan sehingga dipertanyakan dalam
model ini.
c. Model sehat untuk semua (health for all- HFA)
Model ini dicetuskan oleh WHO dalam Deklarasi Alma Atta tahun 1978. Fokus
pelayanan ditujukan pada wanita, keluarga dan masyarakat serta sebagai sarana
komunikasi dari bidan- bidan negara lain.
d. Model asuhan home based
Merupakan unsur therapeutic yang terdiri dari sebuah kesadaran dan menjaga
hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan dandibentuk untuk memfasilitasi
asuhan yang berkualitas.
e. Model sistem maternitas di komunitas yang ideal university of southeer
Queensland :
 Model kurikulum konseptual patnership dalam praktek kebidanan berdasarkan
pada model pelayanan kesehatan dasar. (guiilliland dan pairman, 1995)
 Patnership kebidanan adalah sebuah filosofi prospektif dan suatu model
kepedulian ( modelof care ) sebagai model fillosofi prospektif berpendapat bahwa
wanita dan bidan dapat berbagi pengalaman dalam proses persalinan.

18
 Persalinan merupakan proses yang sangat normal
 sebuah hubungan patnership menggambarkan dua orang yang bekerjasama dan
saling menguntungkan.
f. Social model
 Keadilan pelayanan
Keadilan pelayanan dalam penerapan model asuhan kebidanan di Indonesia
adalah keadilan dalam memberi pelayanan kebidanan merupakan aspek pokok
dalam pelayanna bidan di Indonesia.
 Karakteristik petugas kesehatan
Karakteristik petugas kesehatan dalam penerapan model asuhan kebidanan di
Indonesia adalah pasien memerlukan pelayanan dari petugas kesehatan
(provider) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Semangat untuk melayani.
Simpati.
Empati.
Tulus ikhlas.
Memberi kepuasan.
 Dimensi kepuasan pasien
Dimensi kepuasan pasien dalam penerapan model asuhan kebidanan di
Indonesia adalah dimensi kepuasan pasien yang dibedakan menjadi 2 macam
yaitu:
o Kepuasan yang mengacu pada penerapan kode etik serta standar
pelayanan profesi kebidanan.
o Kepuasan yang mengacu pada penerapa semua persyaratan pelayanan
kebidanan.
 Pelayanan kebidanan yang bermutu
Pelayanan kebidanan yang bermutu dalam penerapan model asuhan kebidanan
di Indonesia adalah suatu pelayanan dikatakan bermutu apabila penerapan
semua persyaratan pelayanan kebidanan dapat memuaskan pasien.

19
SARAN
Sebagai bidan kita harus dapat menempatkan diri kita dalam mengambil tindakan
yang sesuai dalam kebutuhan klien. Dan kami berharap dalam pembahasan ini,
pembaca dapat memberikan kritikan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.

20
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/30270063/Model_Asuhan_Kebidanan

https://id.scribd.com/document/410414995/KELOMPOK-1-MEDICAL-MODEL-DALAM-
ASUHAN-KEBIDANAN-docx

21