Anda di halaman 1dari 31

Film Radiografi

MATERI KULIAH RADIOFOTOGRAFI 1

DISAMPAIKAN OLEH:
AGUNG N.S.
FOTOGRAFI
2

 Proses pencatatan bayangan dengan menggunakan


cahaya biasa
 Cahaya pantul dr obyek direkam oleh film
 Tidak ada resiko
 Perbedaan kehitaman film ditentukan oleh
jumlah/intensitas cahaya pantul
RADIOFOTOGRAFI
3

 Proses pencatatan bayangan menggunakan sinar-X


 Sinar-x menembus obyek, bayangan terekam dalam
film
 Menimbulkan risiko, sebab sinar-X bisa merusak sel
tubuh
 Perbedaan tingkat kehitaman ditentukan oleh daya
tembus sinar-X thd obyek yang dilalui (tergantung
tenaga sinar-X, ketebalan obyek, kerapatan dan NA).
STRUKTUR FILM RONTGEN
4

1
2
3
4

Keterangan:
1. Film base (dasar film)
2. Substratum layer (lapisan perekat)
3. Emulsion layer (lapisan emulsi)
4. Supercoat (lapisan pelindung)

 Ketebalan film total antara 175 - 300μm (0,007 – 0,012 inci)

Sumber gambar: http://www.e-radiography.net/radtech/f/film.htm


1. FILM BASE
5

 Tebal: 150-250 μm
 Dahulu: terbuat dari : kaca, selulosa nitrat (mudah terbakar).
 Terbuat dari : polyester (selulosa triasetat)
 Sifat harus : flexible, kuat, stable, tidak mudah terbakar.
Flexible : mudah dalam handling, dan memberi kontak yang
baik antara film-screen. Kuat : tidak mudah robek. Stable :
tidak mudah terpengaruh panas.
 Warna bening , jernih – diberi pewarna biru agar mudah
dalam dalam pembacaan foto dan enak dipandang
 Anti halation : biasanya pada film single emulsi untuk
mengurangi pantulan cahaya dari film base.
 Effect crossover : terjadi bila cahaya dari screen satu
menembus film menuju screen yg lain. Yang berakibat :
gambar kabur.
2. LAPISAN PEREKAT
(Substratum / Adhesive layer)
6

 Berfungsi untuk melekatkan emulsi film dengan film


base dan untuk mencegah adanya gelembung udara,
atau perubahan bentuk ketika film dimasukkan
dalam cairan pengolah film.
 Bahan terbuat dari selulosa ester + gelatin + aseton.
3. LAPISAN EMULSI
7

 Tebal: 5-10 μm
 Merupakan bahan yang sensitive terhadap foton
sinar atau cahaya.
 Berfungsi untuk mencatat gambar.
 Terbuat dari perak halida: AgBr, AgI, dan AgCl.
 Bahan tersebut dicampur dengan gelatin (terbuat
dari asam amino dr kulit +tulang binatang).
lanjutan
8

 Gelatin yang baik harus memenuhi syarat:


 Mempunyai daya ikat yg baik thd butir-butir perak halide

 Tidak memberi pengaruh thd perak halide

 Menambah sensitifitas film

 Mudah mengembang dan memberi kesempatan kepada zat


lain ikut bereaksi
 Pada suhu tertentu akan mudah bersenyawa secara merata,
dan pada suhu dingin akan mudah mengeras lagi.

 Kristal perak halide dalam emulsi film terbuat dari 96-


98% AgBr dan 2-4 % AgI.
4. LAPISAN PELINDUNG
9

 Tebal: 2-5 μm
 Lapisan pelindung agar emulsi tidak mudah
tergores, tidak mudah lengket.
 Terbuat dari gelatin bening yang dikeraskan.
 Didesain : anti static.
EMULSION FILM MANUFACTURING
10

TAHAP PEMBUATAN EMULSI


 Tahap emulsi film terdiri dari :
1. produksi kristal,
2. ripening,
3. mixing ,
4. coating.

www.harmantechnology.com
1. Produksi kristal (precipitation)
11
 Dilakukan ditempat yang benar-benar gelap dengan cara
Pengendapan AgBr yang dilakukan dengan cara mereaksikan
AgNO3 (silver nitrat) dengan potassium bromide.

AgNO3 + KBr -----› AgBr + KNO3

 Kristal yg dihasilkan berbentuk pipih, triangular dengan


ukuran : 1 μm (0,00004 inci). 1 kubik mm > 500.000.000
kristal.
 Kristal tsb merupakan kristal lattice (matrix) dalam bentuk
kubus terdiri dari perak, bromide dan iodine atom.
 Satu kristal berisi 1010 atom.
 Pada tahap ini Kristal Perak Halida ditambah bintik kepekaan
(sensitivity speck) dengan komponen Gold.
12

Perak bromida sensitivity speck


http://www.sprawls.org/ppmi2/FILMSEN/#SENSITIVITY
2. RIPENING
13

 AgBr dipanaskan 50°C shg kristal AgBr mengalami


perubahan bentuk mulai yg halus hingga kasar (pada
tahap penyaringan).
 Dari yang kecil hingga besar.
 Semakin lama waktu ripening semakin besar kristal
dan semakin sensitive.
HUBUNGAN KRISTAL FILM DAN EMULSI
14

Karakteristik Ukuran kristal Tebal lapisan

Kecil besar Tipis Tebal

Resolusi High low High low

Speed Slow fast Slow fast

Kontras High low High low

Latitude Narrow wide Narrow wide


3. MIXING
15

 Tahap pematangan kembali dengan suhu lebih tinggi.


Maksudnya utk mempertinggi daya sensitifitasnya pada
emulsi film, kemudian pada suhu yg sama dicampur
dengan gelatin.
 Pada tahap ini ditambah zat additives spt :
 Pewarna (colored dyes) agar gelombang cahaya sesuai dengan
pancaran screen.
Panchromatic : film yg sensitif thd semua warna.
Orthochromatic: film yang tidak sensitif thd spektrum warna
merah.
 Hardeners utk mencegah kerusakan fisik, dengan Chrom alum
 Bactericidies dan fungicidies : untuk mencegah pertumbuhan
organisme/jamur pada film.
 Anti fogging : mengurangi sensitivitas emulsi thd pengaruh
lingkungan spt panas.
4. COATING
16

 Dalam tahap akhir emulsi film direkatkan pada


permukaan film base.
 Biasanya sekaligus direkatkan dengan ukuran lebar
102 cm, kemudian dipotong sesuai ukuran yg
dikehendaki.
 Hanya ada beberapa perusahaan dunia yg mampu
dalam tahap ini.
Ukuran-ukuran film
Metric/U.S. 17
U.S. Customary
Conversions Metric
Sizes Equal -
35 x 43 cm 14 x 17 inches

35 x 35 cm 14 x 14 inches

Metric sizes slightly


different from inch -
size

18 x 43 cm 7 x 17 inches
Metric size without
-
U.S. equivalent
30 X 40 cm -
30 X 35 cm -
24 X 30 cm -
18 X 24 cm -

U.S size without


-
metric equivalents

- 8 x 10 inces
- 10 X 12 inches

- 11 x 14 inches

http://compepid.tuskegee.edu/syllabi/clinical/small/radiology/chapter8.html
KARAKTERISTIK FILM
18

Karakteristik Fotografik film radiografi: Kontras film, kecepatan


(speed) film, dan resolusi (graininess).

1. KONTRAS
 Kontras film: kemampuan suatu film dalam memberikan
respon terhadap perbedaan eksposi yang akan
menghasilkan suatu perbedaan tingkat kehitaman.

 Kontras dipengaruhi oleh ukuran dan sensitivitas kristal


perak halide.
Ukuran Kontras Speed Resolusi
butiran
Kecil Tinggi Rendah Baik
Besar Rendah Tinggi Rendah
2. KECEPATAN (SPEED)
19

 Kecepatan film: kemampuan film untuk menerima


sejumlah sinar untuk memperoleh bayangan dengan
tingkat densitas tertentu

 Kecepatan film dipengaruhi oleh :


 ukuran kristal,
 tebal lapisan emulsi,
 sensitivitas kristal perak halide thd spectrum
warna.

 Film dikatakan memiliki kecepatan yg tinggi, bila film


tersebut hanya membutuhkan nilai eksposi yang sedikit
untuk memperoleh densitas = 1.
3. GRAININES/RESOLUSI FILM
 Ukuran butiran kristal perak halide yang terdistribusi
dalam film. 20

 Bila butiran berukuran besar akan menghasilkan


resolusi yang rendah.

4. LATITUDE FILM
 Respon film thd suatu rentang eksposi dalam
menghasilkan tingkatan densitas yang masih bisa
dilihat oleh mata (densitas guna).
 Karakteristik film yang berupa kontras dan
kecepatan dapat dilihat dengan menggunakan
sebuah KURVA KARAKTERISTIK.
 Resolusi tidak dapat dilihat dengan kurva
karakteristik.
JENIS-JENIS FILM RONTGEN
(DILIHAT DARI LAPISAN EMULSI)
21

1. Double emulsi (emulsi ganda)


 Film roentgen yang memiliki dua lapisan emulsi yang
sama tebalnya di kedua permukaan dasar film. Film ini
dapat digunakan secara bolak balik.

 Keuntungan :
 Sensitifitas lebih tinggi, shg nilai eksposi lebih rendah –
shg dosis juga dapat ditekan.
 Waktu eksposi lebih singkat.
 Pergerakan pasien bisa diminimalisasi.
 Kontras radiograf semakin baik
 Dapat mengurangi kerusakan film pada bentuk film
lengkung.
Lanj-Double emulsion
22
 Kerugian :
 larutan pembangkit cepat lemah,
 harga lebih mahal,

 efek paralak bila radiograf tidak dilihat secara


tegak lurus.
 Contoh : utk pemeriksaan radiografi secara umum
(kepala, abdomen dll).
2. Single emulsion (emulsi tunggal)
23

 Film yang mempunyai lapisan emulsi hanya pada


satu permukaan.
 Perak lebih sedikit karena hanya satu emulsi dan
cairan pembangkit awet.
 Hanya utk pemotretan tertentu, tidak bisa
digunakan bolak-balik
 Contoh : film MCS, film mammografi, Film gigi dll.
MCS dan mammography
24
Lanj-Single emulsion
25
 Non-curl backing
 Hanya ada pada single emulsion

 Lapisan emulsi mengembang pada saat proses pencucian, shg


bs jd melengkung
 Diatasi dg melapisi sisi lain dg lapisan perekat dan lapisan
gelatin yg disebut non-curl backing
 Anti halation layer
 Cahaya yg menembus lapisan emulsi, dpt sampai ke lapisan
base dan memantul
 Menghasilkan gambaran yg menyebar/diffuse atau “halo” di
sekeliling gbr yg sesungguhnya, menimbulkan unsharpness
 Diatasi dg menambahkan dye / pewarna pd lapisan non-curl
backing atau pd lapisan base yg disebut anti halo layer atau gel
coat
26

Magnified cross-section
of single emulsion film
Sumber: Chesney’s
Radiographic Imaging, hal.65

“Halation”
sumber: Chesney’s
Radiographic Imaging, 1995
Via Google books
JENIS-JENIS FILM RONTGEN
(DITINJAU DARI PENGGUNAAN SCREEN)
27

A. SCREEN FILM
 Dalam pemakaiannya selalu digunakan screen
 Eksposi rendah, dengan gambar yg baik.
 Dalam penggunaanya selalu menggunakan kaset
(agar terlindung dari cahaya)
 Radiasi thd penderita dapat ditekan sekecil mungkin
 Akan tetapi resolusi lebih rendah karena kristal
peraknya lebih kasar dari single emulsi
 Dapat timbul bayangan kurang tajam bila kontak
screen-film kurang sempurna.
lanjutan
28

B. NON-SCREEN FILM
 Film yang dalam penggunaanya tanpa menggunakan
screen.
 Ciri-cirinya adalah :
 Digunakan tanpa screen.
 Dosis radiasi lebih tinggi (5-25 kali lebih tinggi).
 Emulsinya lebih tebal (2-3 x)
 Detail yg dihasilkan lebih tinggi. Karena butir-butir peraknya
lebih halus.
 Gambaran yg dihasilkan 100% dari sinar X.
Film-screen system
29
JENIS-JENIS FILM RONTGEN
(DARI SEGI KECEPATAN FILM)
30

1. High Speed :
 Film dengan kecepatan tinggi
 Film yang memiliki kristal perak halide yang relative
kasar, sehingga film ini menghasilkan kontras yg
relative rendah/kurang baik, tetapi memerlukan
jumlah penyinaran yg relative kecil.
2. Medium Speed/Par speed/jenis universal:
 Butiran sedang, ekpose sedang, kontras sedang.
3. Low speed:
 Kristal perak halus/kecil, kontras tinggi, resolusi baik,
dan kecepatan rendah.
Hubungan speed dan kontras berbanding terbalik.
Bersambung ke Bagian 2, Insya Allah…
31

Be a good radiographer student before


be a professional radiographer

Anda mungkin juga menyukai