Anda di halaman 1dari 5

KEDUDUKAN ILMU ADMINISTRASI

KEDUDUKAN ADMINISTRASI

  Administrasi sebagai seni,

  Administrasi sebagai ilmu,

  Administrasi sebagai “Bidang Studi” atau “Disiplin Akademik”,

  Administrasi sebagai “Profesi”

ADMINISTRASI SEBAGAI SENI

Administrasi sebagai seni, karena sifat-sifat seni dimiliki oleh Administrasi:


            “Kecakapan penerapan pengetahuan yang dimiliki pada situasi, tempat,
dan jenis kegiatan tertentu”
           
            “Know-how dalam menyelesaikan pekerjaan secara efektif dan efisien”
           
            “ Penggunaan kemahiran, kecerdikan, pengalaman, firasat, dan
penerapan pengetahuan secara sistematis, yang dilakukan oleh para
administrator dalam suatu kegiatan kerjasama dalam upaya mencapai tujuan
yang diinginkan. (Silalahi, 2008)

Seseorang dapat memiliki seni administrasi karena :

  Pembawaan kodrati (bakat),

  Pendidikan dan Latihan,

  Pengalaman praktek

ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU

  Administrasi sebagai ilmu à dapat dipelajari & diajarkan

  Tugas-tugas ilmu (Depdikbud, 1983), adalah

  Menggambarkan (deskriptif) à menggambarkan dengan jelas dan cermat, hal-


hal yang dipersoalkannya,
  Menerangkan (eksplanasi)à menerangkan kondisi-kondisi yang mendasari
terjadinya peristiwa-peristiwa,

  Menyusun teori àmencari dan merumuskan hukum-hukum atau tata hubungan


antara suatu kondisi dengan kondisi lainnya atau hubungan antara suatu
peristiwa dengan peristiwa lain,

  Memprediksi à membuat ramalan, estimasi, dan proyeksi mengenai peristiwa-


peristiwa yang akan terjadi atau gejala-gejala yang akan muncul,

  Pengendalian à melakukan tindakan-tindakan guna mengendalikan peristiwa-


peristiwa atau gejala-gejala.

Administrasi sebagai ilmu, karena memiliki sifat-sifat (Silalahi, 2008),


sebagai berikut :

  Landasan Ontologik : obyek yang diamati terpisah dari subyek yang


mengamati,

  Landasan Epistemologik : metode pendekatan yang digunakan dan bagaimana


menerapkan metode ilmiah yang berkenaan dengan cara untuk mengetahui
sesuatu.

  Landasan Aksiologik : tujuan atau sasaran yang hendak dicapai

Administrasi sebagai ilmu, karena memiliki sifat-sifat (The Liang Gie,


1980) :

  Empiris : eksistensi, perkembangan dan penerapannya didasarkan atas


pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaanempiris, yang menimbulkan
aneka pendekatan.

  Sistematis : keseluruhan proses administrasi merupakan rangkaian kegiatan dan


tindakan yang dilaksanakan secara bertahap, berkesinambungan, berurutan,
serta tersusun dalam satu kesatuan fungsi yang saling
berhubungan/mempengaruhi untuk tercapainya tujuan.

  Objektif : analisis dan telaahannya bebas dari prasangka dan keinginan pribadi
penganalisis atau penelaah.
  Analitis : memperlihatkan spesifikasi atau spesialisasi atas berbagai bidang atau
objek telaahan dalam memahami berbagai sifat, fungsi menurut bidang masing-
masing (Publik/bisnis).

  Dapat dibuktikan kebenarannya : Seluruh proses kegiatan dan dinamika


kerjasama administrasi ditujukan ke arah terciptanya efisiensi & efektifitas.

Administrasi sebagai “Bidang Ilmu” atau Disiplin Akademik


“… a teachable body of knowledge is in corporated in to the curricula of school,
colleges, and technical institutions (Bittle, 1978)
 Bagian dari badan pengetahuan yang dapat
    diajarkan yang dihimpun ke dalam kurikulum
    di sekolah, perguruan tinggi dan institusi-institusi
    teknis.

Administrasi Sebagai Profesi

Kriteria atau karakteristik profesi :


  Memiliki badan pengetahuan dan teori yang esoterik (tidak dimiliki oleh
sembarang orang),

  Merupakan suatu keahlian (ekspertise) yang diperoleh melalui proses


pendidikan formal, training, dan pengalaman dalam praktek,

  Memiliki kode etik yang ketat yang mengatur hubungan antar anggota
profesional atau profesional dengan kastamer untuk tujuan perlindungan,

  Memiliki tanggung jawab dan dedikasi sosial maupun institusional atau


organisasi sesuai kode etik,

  Memiliki perhimpunan (corporateness/associateness) yang mendapat


pengetahuan dari pemerintah, masyarakat dan lingkungan,

 Apabila diuji dengan kriteria di atas, maka tingkat perkembangan


    Administrasi belum sepopuler profesi lain seperti : dokter, notaris, hakim, dll
  Sedangkan tugas-tugas ilmu di antaranya:
 
Menggambarkan secara jelas dan cermat persoalan yang dibahas;

 
Menerangkan kondisi-kondisi yang mendasar persoalan;  
Mencari, merumuskan, dan menetapkan teori;
Membuat ramalan atau prediksi, estimati, dan proyeksi dari gejala-gejala; dan
Melakukan tindakan pengendalian. Selain teori, ilmu juga harus memiliki
prinsip yang kuat. Prinsip adalah suatu pernyataan atau kebenaran pokok yang
memberikan petunjuk mengenai suatu pemikiran atau tindakan;
 atau singkatnya suatu kebenaran yang bersifat fundamental (mendasar) dan
universal (menyeluruh).
3. Administrasi sebagai Bidang Studi
Sehubungan dengan sifat administrasi sebagai ilmu, tentulah ia juga dapat
dipelajari. Di universitas, administrasi dibagi menjadi dua konsentrasi yaitu
administrasi negara atau publik dan administrasi bisnis atau niaga. Di beberapa
perguruan tinggi, administrasi dimasukkan kedalam Fakultas Ilmu Administrasi
atau Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Administrasi sebagai disiplin ilmu
dapat diartikan sebagai
4. Administrasi sebagai Profesi
 Kriteria-kriteria ini dapat dijabarkan kembali menjadi enam karakteristik:
Memiliki badan pengetahuan dan teori yang esoterik;
Merupakan suatu keahlian yang diperoleh melalui pendidikan;
Memiliki kode etik yang mengatur hubungan antarpihak terlibat;
Memiliki tanggung jawab profesional dan dedikasi sosial, institusional, serta
organisasional sesuai dengan kode etik yang berlaku;
Memiliki perhimpunan yang mendapat pengakuan masyarakat;
Memasuki profesi harus melalui syarat dan kriteria tertentu.

BAB III
KEDUDUKAN ILMU ADMINISTRASI

A. Administrasi sebagai “seni”


Seni merupakan kecakapan penerapan pengetahuan yang dimiliki pada situasi
dan tempat dan jenis kegiatan tertentu. Melalui berbagai bidang pengalaman
yang diperoleh, maka penerapan pengetahuan dimiliki akan bberkembang
menjadi suatu keahlian, bakat, atau kecakapan yang bersifat intuitif.
B. Administrasi sebagai “Ilmu”
Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, pengetahuan
daripadanya dapat disimpulkan dalil – dalil tertentu menurut kaidah – kaidah
yang umum.

C. Administrasi sebagai “Bidang Studi” atau Disiplin Akademik


Sehubungan dengan kedudukan administrasi sebagai ilmu, hal itu berarrti
bahwa administrasi dapat dipelajari dan diajarkan. Perkembangan dewasa ini
menunjukan bahwa disiplin ilmu administrasi telah diajarkan dan sekaligus
menjadi bidang studi dan kajian dalam fakultas Ilmu Administrasi dengan
spesialisasi administrasi negara dan administrasi niaga. Ini juga menjadi bukti
yang tidak dapat diingkari, bahwa di Indonesia juga telah diakui administrasi
sebagai ilmu dan sekaligus sebagai disiplin akademik yang mandiri.

D. Administrasi sebagai “Profesi”


Semakin mendesaknya akan orang atau orang – orang yang ahli dalam bidang
administrasi untuk keberhasilan pencapaian tujuan organisasi usaha maupun
organisasi pemerintah mendorong kemajuan kearah proses profesionalisasi
administrasi dan manajemen.
Profesi ilmiah (scientific profession) administrasi dituntut untuk semakin
dikembangkan hingga menjadi professions job, seperti halnya dengan profesi
kedokteran, teknologi, hukum, psikologi termasuk dalam rangka
institusionalisasi dan fungsionalisasi profesi administrasi