Anda di halaman 1dari 17

Saham Treasury Metode Par Value (Nilai Nominal)

Metode Par Value adalag pembelian saham treasury dipandang sebagai penghentian peredaran
sebagian saham yang beredar. Metode par value (nilai nominal) :
a.       Harga perolehan saham treasury dibandingkan dengan jumlah yang diterima pada awal
diterbitkan.
b.      Rekening saham treasury didebit sebesar nilai nominal (nilai ditetapkan).
c.       Kelebihan diatas nominal yang timbul pada waktu penerbitan awal dibebankan ke rekening laba
ditahan.
d.      Jika harga saham treasury dibawah harga penerbitan awal, selisihnya dikredit ke modal disetor
saham treasury.
Contoh :
1.       Tahun 2015 dijual saham biasa sebanyak 100.000 lembar saham dengan nilai nominal @ Rp.
10.000,- dengan harga jual Rp. 12.000,-
2.       Dibeli kembali 10.000 lembar saham dengan harga Rp. 15.000,- sebagai saham treasury
3.       Dibeli kembali 10.000 lembar saham dengan harga Rp. 8.000,- sebagai saham treasury
4.       Dibeli kembali 10.000 lembar saham dengan harga Rp. 11.000,- sebagai saham treasury
5.       Dijual kembali 10.000 lembar saham treasury dengan harga Rp. 13.000,-
6.       Dijual kembali 10.000 lembar saham treasury dengan harga Rp. 8.000,-
Buatlah Jurnalnya..!!!
Jawab :
1.       Saat Penjualan
Kas                         Rp. 1..200.000.000,-
            Modal Saham Biasa         Rp. 1.000.000.000,-
Agio saham biasa             Rp. 200.000.000,-

2.       Dibeli kembali saham biasa pertama


Modal saham treasury              Rp. 100.000.000,-
Agio saham Biasa                     Rp. 20.000.000,-
Laba ditahan                             Rp. 30.000.000,-
                Kas                                                          Rp. 150.000.000,-

3.       Pembelian kembali Kedua


Modal saham treasury                   Rp. 100.000.000,-
Agio saham biasa                          Rp. 20.000.000,-
                Kas                                             Rp. 80.000.000,-
                Modal disetor saham treasury       Rp. 40.000.000,-

4.       PembeliaN Kembali Ketiga


Modal  saham treasury                  Rp. 100.000.000,-
Agio saham biasa                          Rp. 20.000.000,-
                Kas                                         Rp. 110.00.000,-
                Modal disetor saham treasury   Rp. 10.000.000,-
5.       Penjualan kembali pertama
Kas                         Rp. 130.000.000,-
                Modal saham Treasury                  Rp. 100.000.000,-
                Agio saham treasury                       Rp. 30.000.000,-

6.       Penjualan kembali kedua


Kas                                                         Rp. 80.000.000,-
Modal disetor saham treasury                   Rp. 20.000.000,-
                Modal saham treasury                   Rp. 100.000.000,-
EKUITAS SAHAM BIASA dan TREASURY

EKUITAS: SAHAM BIASA TREASURY


DAN PREFEREN

A.    EKUITAS
1.      Pengertian Ekuitas
Ekuitas adalah perbedaan dari nilai suatu harta yang dapat di jual dari tagihan. Dalam
dunia usaha, bagian dari ekuitas dari sebuah perseroan terbatas hanya memuat bagian modal di
setor dan modal ditahan. Akan tetapi dengan semakin, kompleksnya dunia usaha maka di
perlukan pos-pos ekuitas lainnya.misalnya keuntungan dan kerugian yang belum direalisasikan
(unrealized gains or losses) pada sejumlah efek-efek dilaporkan dalam satu kategori ekuitas
tersendiri, demikian juga halnya dengan pengaruh fluktuasi mata uang asing terhadap ekuitas
anak perusahaan di luar negeri.[1]
 
Ekuitas
1.      Modal Disetor
Saham Preferen
Saham Biasa
Tambahan modal disetor (Agio Saham)
2.      Laba Ditahan
Dikurangi : Modal saham yang diproleh kembali
Akumulasi laba komprehensif lainnya :
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan
Penyesuaian kewajiban pension minimum
Laba rugi yang belum direalisasikan atas efek yang tersedia untuk dijual
Laba rugi yang belum direalisasi atas instrument dirivatif
                        Total ekuitas

Modal perseroan dipisahkan antara modal setoran dan laba yang ditahan.Investasi atau modal
setoran dapat digolongkan menjadi:
1.      Jumlah yang membentuk modal resmi (legal capital) Æ dilaporkan sebagai modal saham.
2.      Sisanya, jika ada yang melebihi modal resmi Æ disebut tambahan modal yang disetor.
Tambahan modal yang disetor dapat berasal dari:
1.      Penjualan saham di atas nilai pari
2.      Transaksi saham treasuri
3.      Sumbangan aktiva (hibah)
Unsur-unsur ekuitas pemilik perseroan yaitu terdiri:
Ekuitas Pemilik:
Modal Setoran :
1.      Modal Resmi
2.      Tambahan Modal Setoran
Laba ditahan :
Jika suatu nilai diberikan pada setiap lembar saham, dan dicatat pada sertifikat saham, maka
saham itu dikatakan mempunyai nilai pari. Tapi jika saham tidak diberi nilai pari, maka disebut
saham tanpa nilai pari. Untuk saham tanpa nilai pari, mengharuskan bahwa semua bayaran yang
diterima dari saham di akui sebagai modal resmi sekalipun saham itu dijual dengan harga yang
berbeda beda.

B.     Saham Biasa (Common Stock)


Pemegang saham biasa dari suatu perseroan dapat disebut sebagai pemilik sesungguhnya
perseroan tersebut. Maka dari itu jika kinerja dari perusahaan tersebut buruk maka pemilik
saham biasa akan dapat kehilangan sebagian atau seluruh investasinya karena mereka dapat
menerima bagian dari perseroan setelah kewajiban terhadap semua pihak lain (seperti kreditor,
karyawan pemerintah, pemegang saham preferen) telah dipenuhi.[2]
Ada hak-hak tertentu yang dimiliki setip pemegang saham biasa adapun hak-hak tersebut
ialah:
1.      Memberikan hak suara terhadapa pemilihan direksi dan dapat menentukan kebijakan tertentu
seperti rencana konpensasi manajemen atau akuisisi perusahaan yang besar.
2.      Memelihara proporsi kepemilikan perusahaan atas saham dalam perusahaan melalui pembelian
saham biasa tambahan jika dan ketika saham tambahan tersebut diterbitkan. Hak ini disebut hak
memesan terlebih dahulu (Preemptive Right) dan menjamin bahwa presentase kepemilikan
pemegang saham biasa dari seseorang pemegang saham tidak terdikasi tanpa dikehendaki
olehnya.

a.      Penerbitan Saham  (Issuance of Capital Stock)


Dalam akuntansi untuk modal saham, saham dapat saja:
1.      Telah diotorisasi tapi belum diterbitkan
2.      Telah dipesan tapi belum diserahkan sampai semua pembayaran atas harganya diterima
3.      Beredar di tangan para pemegang saham
4.      Dibeli kembali dan ditahan oleh perusahaan untuk diterbitkan kembali
5.      Dibatalkan berdasarkan pertimbangan tertentu yang dilakukan perusahaan

b.      Penjualan Saham secara Tunai  (Capital Stock Issued for Cash)
Jika jumlah kas yang diterima dari penjualan saham lebih besar dari nilai pari atau statuter maka
kelebihannya dicatat dengan perkiraan tambahan modal setoran (agio atas nilai pari atau agio
atas nilai statuter)
Contoh :
PT King diizinkan untuk menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dengan nilai pari Rp 1.000.
Pada tanggal 1 april 1997, 4.000 lembar saham dijual tunai dengan harga Rp 4.500.000.
Apr 01 Cash                                                                       4.500.000
            Common Stock                                                                                4.000.000
           Paid-in Capital in Excess of Par                                                          500.000
Contoh :
Jika PT King menerbitkan saham tanpa nilai pari dan tanpa nilai statuter, maka penjualan
sebanyak 4.000 lembar saham seharga Rp 450.000 akan menjadi:
Apr 01 Cash                                                                          450.000
            Common Stock                                                                                   450.000

c.       Penjualan Saham berdasarkan Abonemen Pesanan (Capital Stock Sold on


Subscription)
Modal saham dapat diterbitkan berdasarkan abonemen pesanan. Abonemen pesanan
yaitu suatu kontrak yang mengikat secara hukum antara pemesan dan perseroan.
Contoh:
Misalkan PT ABC diizinkan untuk menerbitkan 10.000 lembar saham dengan nilai pari sebesar
Rp 100 .1-30 Nov Diterima pesanan atas 5.000 lembar saham biasa bernilai pari Rp 100 dengan
harga Rp 125 per saham dan Uang muka sebesar 50% diterima dan sisanya dibayar dalam waktu
60 hari .
Common Stock Subscriptions Receivable                            625.000
            Common Stock Subscribed                                                                500.000
           Paid-in Capital in Excess of Par                                                          125.000
         Cash                                                                             312.500
          Common Stock Subscriptions Receivable             312.500 1-31 Des Diterima ½ dari sisa
harga pesanan yang jatuh tempo dan diserahkan saham untuk jumlah saham yang telah dibayar
penuh oleh pemesan, yaitu 2.500 lembar .

Cash 156.250
Common Stock Subscriptions Receivable 156.250
Common Stock Subscribed  250.000
Common Stock  250.000

Maka aktiva lancar pada akhir 31 Desember akan mencakup piutang pemesanan sebesar Rp
156.250. Sisa ekuitas pemegang saham pada neraca akan terlihat sebagai berikut:

Ekuitas Pemegang Saham

Contributed Capital:
 Common Stock, pari Rp 100, diotorisasi, diterbitkan dan beredar
2.500 lembar                                                                                     250.000
Common Stock Subscribed  2.500 lembar                                        250.000

125.000

625.000
Paid-in Capital in excess of par                                                 + 
Total contributed Capital                            

d.      Ketidak mampuan Membayar Harga Pesanan (Subscription Defaults)

Jika pemesan tidak memenuhi syarat kontrak pemesanan karena tidak mampu
melakukan pembayaran ketika jatuh tempo, maka perusahaan akan:

1.      Mengembalikan kepada pemesan jumlah yang telah dibayarkan

2.      Mengembalikan kepada pemesan jumlah yang telah dibayarkan dikurangi dengan
penurunan harga atau biaya yang akan terjadi dalam penjualan kembali saham itu

3.      Menyatakan semua jumlah yang telah dibayarkan sebagai denda

4.      Menyerahkan saham kepada pemesan sesuai dengan jumlah yang dibayar penuh.

Contoh:
Misalkan PT ABC dalam contoh diatas mendapatkan seorang pemesan yang memesan sebanyak
100 lembar saham tidak mampu membayar setelah menyerahkan uang muka sebesar 50%.
Saham yang tidak terbayar kemudian dijual dengan harga Rp 110.
1.      Jika jumlah yang telah dibayarkan, dikembalikan kepada pemesan
              Saham Biasa yang dipesan 10.000
              Agio atas Nilai Pari 2.500
                  Piutang pemesanan Saham Biasa 6.250
                   Kas 6.250
               Kas 11.000
                   Saham Biasa 10.000
                  Agio atas Nilai Pari 1.000

2.      Jika jumlah yang telah dibayar dikembalikan setelah dikurangipenurunan harga dalam penjualan
saham itu kembali.
Saham biasa yang dipesan                  10.000             Agio atas nilai
                        Pari                  2.500
            Piutang pemesanan saham biasa                                             6.250
            Hutang karena ketidakmampuan pemesanan                          6.250
Kas      11.000 hutang karena ketidakmampuan pemesanan   1.500
                        Saham biasa                                                                            10.000
                        Agio atas nilai Pari                                                                  2.500
            Hutang karena ketidakmampuan pemesanan              4.750
                        Kas                                                                                          4.750
3.      Jika semua jumlah yang telah dibayarkan dinyatakan sebagai denda
Saham biasa yang dipesan                  10.000             Agio atas nilai
            Pari                              2.500
Piutang pemesanan saham biasa                                                   6.250
Modal setoran dan denda pemesanan saham                                6.250
                        Kas                                                                              11.000
Saham biasa                                                                                  10.000
Agio atas nilai pari                                                                          1.000
4.      Jika saham sesuai dengan jumlah yang telah dibayar penuh diserahkan kepada pemesan
              Saham Biasa yang dipesan 10.000
              Agio atas Nilai Pari 1.250
                  Piutang pemesanan Saham Biasa 6.250
                   Saham biasa 5.000
               Kas 5.500
                   Saham Biasa 5.000
                  Agio atas Nilai Pari 500

e.       Pembayaran Saham dengan Aktiva selain Kas (Capital Stock Issued for
Consideration Other Than Cash)
Jika modal saham diterbitkan untuk dibayar dengan aktiva selain kas atau dalam
bentuk jasa, maka nilai pasar yang wajar dari saham tersebut atau nilai dari imbalan
yang diterima akan di pakai untuk mencatat transaksi tersebut.

Jika ada harga pasar yang tercatat di bursa saham untuk saham tersebut, harga ini
dapat dipakai untuk mencatat transaksi tersebut.
Contoh:
PT BOBO  menerbitkan sebanyak 200 lembar saham dengan nilai pari sebesar Rp 1.000 per
lembar untuk memperoleh sebidang tanah yang nilai pasarnya sebesar Rp 300.000. 

         Land                                                                               300.000


            Common Stock                                                                                   200.000
            Paid-in Capital in excess of par                                                          100.000
Jika di pihak lain tanah tersebut tidak dapat ditentukan nilai pasarnya tapi saham biasa PT BOBO
saat itu laku dijual seharga Rp 1250 per lembar, maka: 

         Land                                                                               250.000


            Common Stock                                                                                   200.000
            Paid-in Capital in excess of par                                                            50.000

C.    Saham Treasuri  (Treasury Stock)

merupakan saham sendiri yang dibeli kembali dan disimpan atas nama perseroan
dan tidak dihentikan peredarannya secara formal.[3] Perlakuan saham treasuri:

1.     Tidak boleh dianggap sebagai aktiva


2.     Saham ini harus dilaporkan sebagai pengurang terhadap modal sendiri secara total
3.     Tidak mempunyai hak-hak seperti yang dimiliki oleh para pemegang saham perseroan seperti
dividen atau hak suara
4.     Modal resmi tidak akan terpengaruh oleh pembelian atau penerbitan  kembali saham treasuri
5.     Pembelian saham treasuri menurunkan jumlah saham yang beredar, sementara penerbitannya
kembali akan menaikkan jumlah saham yang beredar tapi modal resmi tidak berubah baik
dengan adanya pembelian saham sendiri maupun penerbitan atau pengeluarannya kembali.
6.     Tidak ada pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul dengan adanya pembelian saham
sendiri, penerbitan kembali atau penghentian peredaran saham treasuri untuk selamanya.
7.     Laba ditahan dapat berkurang dengan adanya transaksi saham treasuri tapi tidak akan pernah
bertambah dengan adanya transaksi seperti diatas.

A.    Akuntansi untuk saham treasuri (Accounting for Treasury Stock)


Ada 2 metode yang dipakai untuk pencatatan transaksi saham treasuri yang dapat diterima
umum:
1.      Metode biaya atau harga perolehan (cost method) di mana pembelian saham treasuri dianggap
menimbulkan elemen modal yang tujuan akhirnya masih akan ditentukan
·         Pembelian saham treasuri dicatat dengan cara:
Dr        Saham Treasuri          xx
  Cr               Kas                                             xx
·         Harga perolehan ditentukan menurut harga pasar saham yang berlaku dan tidak dihubungkan
dengan harga penerbitan awal saham.
·         Saldo saham treasuri dilaporkan dalam neraca sebagai pengurangan terhadap total ekuitas
pemegang saham.
·         Jika Saham treasuri akan disimpan selamanya, maka saldo debet dalam perkiraan saham treasuri
dieliminasi dengan mengalokasikan jumlah yang setara pada perkiraan modal saham, atau
tambahan modal setoran atau laba yang ditahan.
·         Jika saham treasuri dijual, maka selisih antara harga perolehan dengan harga penjualan
dilaporkan sebagai penambahan atau pengurangan ekuitas pemegang saham

1997
Perseroan yang baru didirikan menerbitkan 10.000 lembar saham biasa, nilai pari Rp 100 dengan
harga jual Rp 150 per lembar saham.

 Cash                                                                   1.500.000


      Common Stock                                                                    1.000.000
      Paid-in Capital in excess of par                                               500.000

Laba bersih untuk operasi tahun pertama sebesar Rp 300.000

  Income Summary                                                  300.000


      Retained Earning                                                                    300.000

1998
Dibeli 1.000 lembar saham biasa sendiri dengan harga Rp 160

  Treasury Stock                                                      160.000


                Cash                                    160.000 Neraca setelah perolehan saham treasuri
           Modal setoran:
                Saham Biasa                                                              1.000.000
               Agio atas nilai pari                                                         500.000
           Laba yang ditahan                                                            300.000 + 
            Jumlah                                                                           1.800.000
          Dikurangi saham treasuri (sebesar harga perolehan)          160.000 - 
           Jumlah ekuitas pemegang saham                                   1.640.000

Dijual 200 lembar saham treasuri seharga Rp 200 per lembar

               Cash                                                                  40.000


                  Treasury Stock                                               32.000
                 Paid-in Capital from Treasury Stock               8.000

Dijual 500 lembar saham treasuri dengan harga Rp 140 per


lembar

               Cash                                                                  70.000


             Paid-in Capital from Treasury Stock                   8.000
              Retained Earnings                                              2.000
                  Treasury Stock                                               80.000

Dihentikan peredaran 300 lembar saham treasuri untuk


selamanya 

              Common Stock                                                  30.000


              Paid-in Capital in excess of par                          15.000
              Retained Earnings                                              3.000
                  Treasury Stock                                               48.000
 
2.      Metode Nilai Pari atau Nilai Statuter (Par or stated Value Method)
Dalam metode ini, setiap pembelian saham treasuri dianggap pengunduran diri
sekompok pemegang saham.
Setiap terjadi penjualan atau penerbitan kembali saham treasuri berarti dianggap
masuknya kelompok pemegang saham baru, sehingga diperlukan ayat jurnal yang
memperlihatkan adanya pengaruh dari investasi kelompok tersebut.
Contoh:
1997
Perseroan yang baru didirikan menerbitkan 10.000 lembar saham biasa, nilai pari Rp 100 dengan
harga jual Rp 150 per lembar saham.

                Cash                                                                             1.500.000


                  Common Stock                                                                               1.000.000
                Paid-in Capital in Excess of Par                             500.000           Laba bersih untuk
operasi tahun pertama sebesar Rp 300.000

               Income Summary                                                             300.000


                  Retained Earnings                                                                      300.000

1998
Dibeli 1.000 lembar saham biasa sendiri dengan harga Rp 160 per lembar

               Treasury Stock                                                                 100.000


             Paid-in Capital in Excess of par                                          50.000
              Retained Earnings                                                              10.000
                   Cash                                                                                          16.000

Maka Ekuitas Pemegang Saham memperlihatkan:

Ekuitas Pemegang Saham (Stockholders’ Equity)

Contributed Capital:
               Common Stock                                            1.000.000
              -/- Treasury Stock at par value                         100.000 -
                                                                                       900.000
              Paid-in Capital in Excess of par                      450.000 +  1.350.000
           Retained Earnings                                                             290.000 +
          Total Stockholders’ Equity                                             1.640.000

Dijual 200 lembar saham treasuri dengan harga Rp 200 per


lembar
               Cash                                                                  40.000
                  Treasury Stock                                               20.000
                 Paid-in Capital in Excess of Par                     20.000

Dijual 500 lembar saham treasuri dengan harga Rp 140 per


lembar

               Cash                                                                  70.000


                  Treasury Stock                                               50.000
                 Paid-in Capital in Excess of Par                     20.000

Dihentikan peredaran 300 lembar saham treasuri

              Common Stock                                                  30.000


                  Treasury Stock                                               30.000

Perbandingan Pengaruh terhadap Ekuitas Pemegang Saham (Comparison of


Stockholders’ Equity)
Cost Method Par Value 
(Harga Method 
Perolehan)
Contributed Capital :
  Common Stock  970.000 970.000
  Paid-in Capital in Excess of Par  485.000 490.000
Retained Earnings  295.000 290.000
Total   Contributed   Capital    and Retained 1.750.000 1.750.000
Earnings
Less Treasury Stock               0              0
Total Stockholders’ Equity  1.750.000 1.750.000

Hibah Saham Treasuri (Donated Treasury Stock)

Saham treasuri yang diperoleh melalui hibah dapat berguna bagi perusahaan antara lain:

1.   Membantu perusahaan menambah modal dengan menjual kembali saham tersebut
2.   Menghilangkan defisit
3.   Menghibahkan persentase tertentu, sehingga proporsi hak milik dalam perusahaan tidak berubah

Jika tidak ada dasar penilaian yang obyektif, perolehan saham treasuri melalui hibah dapat
dilaporkan dengan ayat memorandum. Setelah saham hibah dijual, maka ayat jurnalnya:

            Dr        Kas                                                                  xx


            Cr                   Tambahan Modal Setoran                                xx

Jika saham treasuri diperoleh dari hibah  dan nilai pasar saham diketahui, maka transaksi itu akan
dicatat seperti biasa apakah memakai metode biaya atau metode nilai pari.  Tapi perkiraan
kreditnya adalah modal setoran dari hibah.

D.    Saham Preferen (Preferred Stock)


Jika suatu perusahaan menerbitkan saham biasa dan preferen, hak istimewa untuk saham
preferen terdiri dari:[4]
1.      Klaim terlebih dahulu atas dividen
2.      Persyaratan dividen untuk saham preferen harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum segala
sesuatunya dibayarkan untuk saham biasa
Jika saham preferen mempunyai nilai pari, maka dividen dinyatakan dengan suatu persentase dan
nilai pari. 

Tapi jika saham preferen tidak mempunyai nilai pari, maka dividen harus dinyatakan dalam
jumlah uang. 

Contohnya: Pemegang   saham preferen 5% dengan nilai pari 50 akan berhak atas dividen
tahunan sebesar 2,5 per saham sebelum dilakukan distribusi kepada para pemegang saham biasa,
dan pemegang saham preferen 5%, tanpa nilai nominal, berhak atas dividen tahunan sebesar 5
per saham sebelum dividen dibayarkan kepada para pemegang saham biasa.

Saham preferen dapat dikelompokan menjadi:

1.      Saham preferen kumulatif (cumulative preferred stock)


2.      Saham preferen konvertibel (convertible preferred stock)
3.      Saham preferen yang dapat ditarik kembali (callable preferred stock)
1.      Saham preferen Kumulatif dan Nonkumulatif (Cumulative and Noncumulative)
Saham preferen kumulatif menetapkan bahwa jika perusahaan tidak mengumumkan
dividen untuk golongan ini, dividen itu diakumulasikan dan harus dibayar kemudian hari
sebelum dividen dibayarkan kepada para pemegang saham biasa.
Contoh:
PT ABC mempunyai 100.000 lembar saham preferen kumulatif 9% yang beredar dengan nilai
pari sebesar Rp 10. 
Dividen yang dibayarkan terakhir adalah tahun 1994.
Total dividen sebesar Rp 300.000 telah diumumkan oleh dewan direksi pada tahun 1997.
Mayoritas dari jumlah tersebut akan diperuntukkan bagi para pemegang saham preferen dengan
komposisi sebagai berikut:

Dividen bagi Dividen bagi Jumlah


Pemegang Pemegang Dividen
Saham  Saham 
Preferen Biasa
Dividen kumlatif - 1995 90.000 0 90.000
Dividen kumlatif - 1996 90.000 0 90.000

90.000

30.000

120.000

270.000

30.000

300.000
Dividen untuk tahun 1997

Jumlah
Jika saham preferen bersifat nonkumulatif, penetapan jumlah dividen yang berlaku tidak
diperlukan. Dividen yang tidak dibayarkan pada tahun tertentu berarti tidak akan dibayarkan
untuk selamanya.

Contoh diambil dari contoh diatas

Dividen bagi Dividen bagi Jumlah


Pemegang Pemegang Dividen
Saham  Saham 
Preferen Biasa
Dividen kumlatif - 1995 0 0 0
Dividen kumlatif - 1996 0 0 0

90.000

210.000

300.000

90.000

210.000

300.000
Dividen untuk tahun 1997
Jumlah

·         Saham Preferen Konvertibel (Convertible Preferred Stock)


Saham preferen dapat dikonversi jika syarat penerbitan menetapkan bahwa saham
preferen itu dapat ditukarkan oleh pemiliknya dengan surat berharga lain dari perseroan
yang menerbitkannya.
·         Saham Preferen yang dapat ditarik (Callabel Preferred Stock)
Saham preferen dapat ditarik jika saham itu dapat ditebus sesuai dengan kehendak perusahaan. 
·         Saham Preferen yang dapat ditebus (Redeemable Preferred Stock)
Saham preferen kadang tunduk pada persyaratan penebusan yang diharuskan atau
ketentuan penebusan lain yang mengakibatkan sifat surat berharga itu tumpang tindih
antara sifat hutang dan sifat ekuitas. Jenis saham ini disebut sebagai saham preferen yang
dapat ditebus. 
·         Saham Aktiva dan dividen dalam likuiditas Perseroan (Asset and Dividend Preferences
Upon Corporation Liquidation)
Saham preferen biasanya didahulukan terhadap saham biasa atas pendistribusian aktiva
dalam likuiditas perseroan.

Anda mungkin juga menyukai