Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN SDIDTK

No. Dokumen : 067 / / Puskesmas


Sungai Bilu
SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 02 Januari 2017
Halaman :1/2

PUSKESMAS dr. Hj. Sri Heriyani


SUNGAI BILU NIP. 19730825 200501 2 009

Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) adalah


pemantauan dan pengelolaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan
1. Pengertian berkualitas melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan
tumbuh kembang pada masa 5 tahun pertama kehidupan yang dilakukan oleh tenaga
yang sudah dilatih SDIDTK
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan SDIDTK
Surat Keputusan No. 060 / 007 / Puskesmas Sungai Bilu Tahun 2017 Tentang
3. Kebijakan
Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Sungai Bilu
4. Referensi Buku Pedoman SDIDTK
a. Timbangan
b. Pengukur Tinggi Badan
c. Pita Ukur
d. Buku KIA
e. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai umur anak
f. Instrumen Tes Daya Dengar (TDD) :
1) Instrumen TDD menurut umur anak
2) Gambar binatang (ayam, anjing, kucing, manusia)
5. Alat &
3) Mainan (boneka, kubus, cangkir, bola)
Bahan
g. Instrumen Tes Daya Lihat :
4) Ruangan yang bersih, tenang, penyinaran baik
5) 2 buah kursi, 1 untuk anak, 1 untuk pemeriksa
6) Poster “E” untuk digantung dan kartu “E” untuk dipegang
7) Alat penunjuk
h. Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
i. Check list for autism in toddlers (CHAT)
j. Check list Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
a. Petugas memanggil balita dan orang tua masuk ke ruang periksa
b. Petugas memperkenalkan diri dan menyapa pasien dan orang tua atau keluarga
yang menemani pasien
c. Petugas menjelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan dan mengatur
posisi pasien senyaman mungkin
d. Petugas menimbang Berat Badan dan mengukur Tinggi Badan/Panjang Badan
anak dan mencatat hasilnya di buku KIA
6. Langkah -
e. Petugas mengukur Lingkar Kepala Anak (LKA) dan mencatat hasilnya di buku KIA
langkah
f. Petugas melakukan skrining perkembangan anak dengan melakukan wawancara
orang tua dengan menggunakan formulir kuesioner Pra Skrining Perkembangan
(KPSP) sesuai umur anak dan mencatat hasilnya di formulir kuesioner tersebut
g. Petugas melakukan Tes Daya Dengar (TDD) pada anak usia 0-3 tahun (lihat SOP
Tes Daya Dengar) dan mencatat hasilnya di buku KIA
h. Petugas melakukan Tes Daya Lihat (TDL) pada anak usia 36-72 bulan (lihat SOP
Tes Daya Lihat) dan mencatat hasilnya di buku KIA
i. Petugas melakukan deteksi dini penyimpangan mental emosional pada anak usia
36-72 bulan dengan menggunakan Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
dan mencatat hasilnya di buku KIA
j. Petugas melakukan test CHAT pada anak usia 18-36 bulan dengan menggunakan
check list CHAT dan mencatat hasilnya di buku KIA
k. Petugas melakukan test GPPH pada usia 36 bulan ke atas dengan menggunakan
check list GPPH dan mencatat hasilnya di buku KIA
l. Petugas merangkum seluruh hasil pemeriksaan dalam rekam medis
m. Petugas menjelaskan hasil pemeriksaan pada orang tua atau keluarga pasien
n. Petugas segera merujuk pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki
layanan terapi tumbuh kembang anak apabila ditemukan kelainan tumbuh
kembang
o. Petugas mencatat hasil pemeriksaan di buku register pasien
7. Unit terkait Poli Anak, Poli KIA, Posyandu