Anda di halaman 1dari 3

INVENTARISASI, PENGELOLAAN,

PENYIMPANAN DAN PENGGUNAAN


BAHAN BERBAHAYA
No. Dokumen :
No. Revisi : 01
SOP
Tanggal Terbit : Februari 2020
Halaman : 1/3

PUSKESMAS dr. Hj. Sri Heriyani


SUNGAI BILU NIP. 19730825 200501 2009

Inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan


berbahaya adalah suatu mekanisme mendata, menyimpan dan
menggunakan bahan berbahaya
1.

Pengertian

2.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah inventarisasi, pengelolaan,
penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya.

Tujuan

3.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sungai Bilu No. Tahun 2020
Tentang Kebijakan Penunjang Pelayanan Klinis Puskesmas Sungai Bilu

Kebijakan
1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun
2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan di
4. Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 tahun
2019 tentang Puskesmas
Referensi
-
5.

Alat dan bahan


6. Prosedur/ 1. Penanggung jawab inventarisasi bahan berbahaya mengundang tim
langkah- inventarisasi, pengelolaan, penyimpanan dan penggunaan bahan
langkah berbahaya
2. Penanggung jawab dan anggota menginventarisasi bahan-bahan
berbahaya yang ada di setiap ruangan
3. Petugas mengelola bahan berbahaya dengan melakukan
penggolongan bahan berbahaya untuk memudahkan pengenalan dan
cara penanganan bahan berbahaya
4. Petugas menempatkan bahan-bahan berbahaya pada tempat yang
telah ditetapkan
5. Petugas menggunakan bahan-bahan berbahaya sesuai dengan
peruntukannya
6. Petugas meletakkan kembali bahan-bahan berbahaya yang telah
digunakan pada tempatnya
7. Petugas melakukan pemantauan secara berkala sekurang-kurangnya 6
bulan sekali
8. Petugas melakukan pencatatan terhadap bahan-bahan berbahaya
yang telah habis masa berlakunya
9. Petugas melaporkan hasil pengelolaan, penyimpanan, dan
penggunaan bahan-bahan berbahaya kepada Kepala Puskesmas

7. Diagram Alir

Penanggung jawab Penanggung jawab dan anggota


inventarisasi bahan menginventarisasi bahan-bahan
berbahaya mengundang berbahaya yang ada di setiap
tim inventarisasi, ruangan
pengelolaan,
penyimpanan dan Petugas mengelola bahan
penggunaan
Petugas bahan
menempatkan bahan- berbahaya dengan melakukan
berbahaya
bahan berbahaya pada tempat yang penggolongan bahan berbahaya
telah ditetapkan untuk memudahkan pengenalan dan
cara penanganan bahan berbahaya
Petugas menggunakan bahan- Petugas meletakkan kembali bahan-
bahan berbahaya sesuai dengan bahan berbahaya yang telah
peruntukannya digunakan pada tempatnya
Petugas melakukan pemantauan
Petugas melakukan pencatatan
secara berkala sekurang-
terhadap bahan-bahan berbahaya
kurangnya 6 bulan sekali
yang telah habis masa berlakunya

Petugas melaporkan hasil


pengelolaan, penyimpanan,
dan penggunaan bahan-
bahan berbahaya kepada
8. Unit Terkait Semua Ruangan
Kepala Puskesmas
9. Dokumen -
terkait
10. Rekam Tgl Mulai
Histori No. Yang diubah Isi Perubahan
Perubahan diberlakukan
No revisi 01 Februari 2020
1.
00
Kebijakan Kebijakan Kepala Februari 2020
Kebijakan Kepala Puskesmas No.
Puskesmas No. Tahun 2020
1093 Tahun 2017 tentang Kebijakan
2. tentang Kebijakan penunjang
penunjang Pelayanan Klinis
Pelayanan Klinis Puskesmas Sungai
Puskesmas Bilu
Sungai Bilu
Referensi Peraturan Menteri Februari 2020
Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Kesehatan Indonesia Nomor 43
Republik tahun 2019 tentang
3.
Indonesia Nomor Puskesmas
75 tahun 2014
tentang
Puskesmas
Diagram Alir Pembuatan diagram Februari 2020
4.
Tidak ada alir
Rekam histori Penambahan kolom Februari 2020
5. perubahan rekam histori
Tidak ada perubahan