Anda di halaman 1dari 109

PERANGKAT AJAR

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II

OLEH
RUSMIANTO
EVY YUNIARTI

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG


BANDAR LAMPUNG
2018
PERANGKAT AJAR

AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH II


(PAT 1412)

OLEH
RUSMIANTO
EVY YUNIARTI

PROGRAM STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN


JURUSAN EKONOMI DAN BISNIS

POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG


BANDAR LAMPUNG
2018
HALAMAN PENGESAHAN
1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II

2. Jumlah SKS : 3 (2-1) SKS

3. Kode Mata Kuliah : PAT 1412

4. Semester : IV

5. Program Studi : Akuntansi Perpajakan

6. Jurusan : Ekonomi dan Bisnis

7. Sumber dana : DIPA Politeknik Negeri Lampung

8. Ketua Pelaksana
a. Nama Lengkap : Rusmianto,S.E.,M.Si.
b. Pangkat/ Golongan : Penata/IIIc
c. Jabatan Fungsional : Lektor
Anggota :
a. Nama Lengkap : Evy Yuniarti, S.E.,M.Si.
b. Pangkat/ Golongan : Penata/IIId
c. Jabatan Fungsional : Lektor Kepala

Menyetujui, Bandar Lampung, Maret 2018


Ketua Jurusan Ketua Pelaksana,
Jurusan Ekonomi dan Bisnis
Politeknik Negeri Lampung

Imam Asrowardi,S.Kom.,M.Kom Rusmianto


NIP198002062005011002 NIP198110042005011001

Mengetahui,
Pembantu Direktur I Bid. akademik

.Yatim Rahayum Widodo


NIP196203271989031002
DAFTAR ISI

Halaman

1 Peta Kompetensi Matakuliah ......................................

2 Rencana Pembelajaran Semester (RPS)......................

3 Satuan Acara Perkuliahan..........................................

4 Buku Panduan Praktikum ...........................................

5 Kontrak Perkuliahan ..................................................


PETA KOMPETENSI MATA KULIAH
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Maret 2018 Revisi: 0 Halaman : 1 dari 1

PETA KOMPETENSI MATA KULIAH


Capaian Pembelajaran : mampu Menangani Perlakuan Akuntansi (Mengakui, mengukur,
mencatat, menyajikan dan mengungkapkan) pos-pos pada Laporan Posisi Keuangan dan
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komperhensif Lainnya sesuai dengan standar
Akuntansi yang berlaku

11. Mampu
menangani
Kebijakan
Akuntansi,
Perubahan Estimasi
dan Kesalahan

8. Mampu 4. Mampu 9. Mampu 10. Mampu


menangani Menangani Ekuitas: menangani menangani
Saldo Laba, Divide,
Pajak Imbalan Kerja Sewa
Saham Trasuri, dan
Penghasilan Penghasilan
Komperhensif
Lainnya

1. Mampu 2. Mampu 3. Mampu 5. Mampu 6. Mampu 7. Mampu


Menangani menangani menangani menangani Menangani Menangani
Liabilitas Liabilitas Jangka Ekuitas Sekuritas Investasi: Pendapatan
Jangka Pendek, Panjang Dilusian dan
Modal Instrumen
Provisi, dan Laba Per
Disetor Saham Ekuitas dan
Kontijensi
Utang

Entry Behaviar : -
Akuntansi Keuangan Menengah II
RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

PROGRAM STUDI : Akuntansi


MATA KULIAH : Akuntansi Keuangan Menengah II
KODE : PAT 1412
SEMESTER : IV
SKS : 3 (2-1) SKS
DOSEN PENGAMPU : Rusmianto, S.E.,M.Si., Evi Yuniarti, S.E.,M.Si.
DESKRIPSI MATA : Mata kuliah akuntansi keuangan menengah I bertujuan membekali mahasiswa untuk dapat
KULIAH melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas dan L-R yang meliputi pengakuan,
pengukuran, pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek dan Panjang, Pendapatan,
Pajak Penghasilan, Imbalan Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.

CAPAIAN N Keterampilan Khusus:


PEMBELAJARAN Mampu menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas (a) Laporan Laba-Rugi, (b) Laporan
LULUSAN Prodi yg sesuai Perubahan Ekuitas, (c) Laporan Posisi Keuangan, (d) Laporan Arus Kas, dan (e) Catatan atas
dengan MK laporan keuangan sesuai dengan standar dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
untuk perusahaan (entitas bisnis) jasa, dagang, dan/atau manufaktur berskala besar dan/atau
go-public
Pengusaan Pengetahuan:
Menguasai konsep teoritis akuntansi secara umum tentang penyajian laporan keuangan yang
terdiri atas (a) Laporan Laba-Rugi, (b) Laporan Perubahan Ekuitas, (c) Laporan Posisi
Keuangan, (d) Laporan Arus Kas, dan (e) Catatan atas laporan keuangan sesuai dengan standar
dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk perusahaan (entitas bisnis) jasa,
dagang, dan/atau manufaktur berskala besar dan/atau go-public.
CAPAIAN 1. Mampu Menangani Liabilitas Jangka Pendek, Provisi, dan Kontijensi
PEMBELAJARAN KHUSUS 2. Mampu menangani Liabilitas Jangka Panjang
(kemampuan akhir sesuai 3. Mampu menangani Ekuitas Modal Disetor
dengan tahapan belajar 4. Mampu Menangani Ekuitas: Saldo Laba, Divide, Saham Trasuri, dan Penghasilan
diturunkan dari CP Prodi) Komperhensif
5. Mampu menangani Sekuritas Dilusian dan Laba Per Saham
6. Mampu Menangani Investasi: Instrumen Ekuitas dan Utang
7. Mampu Menangani Pendapatan
8. Mampu menangani Pajak Penghasilan
9. Mampu menangani Imbalan Kerja
10. Mampu menangani Sewa
11. Mampu menangani Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi dan Kesalahan
METODE PENILAIAN DAN > 75, 4 (A); 65,5 – 75,4 (B); 55,00 – 65,4 (C); 45,5 – 54,9 (D); < 45,0 (E) dengan pembobotan
PEMBOBOTAN Kuis 15% ; Tugas-Tugas 5%; UTS 15%; UAS 15%; Laporan 5%; Aktifitas 5%; Hasil Praktikum
5%; UAP 35%
DAFTAR REFERENSI Martani, Dwi, dkk. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah Buku 2. Jakarta. Salemba Empat.
DSAK IAI. 2017. Standar Akuntansi Keuangan per 1 Jan 2018. Jakarta. Ikatan AkuntanIndonesia
DSAK IAI. 2013. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Jakarta.
Ikatan AkuntanIndonesia
JADWAL PEMBELAJARAN

CAPAIAN
MING PEMBELAJARA Metode Bobot
BAHAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI
GU N (kemampuan Pembela Penilaia
KAJIAN (FERFORMANCE) WAKTU
KE akhir setiap jaran n
tahapan belajar)
1 Mampu PSAK a. Mampu Menjelaskan Peranan Liabilitas T = 2 x 50 - Ceram 5%
Menangani 50,55,60,71,57 b. Mampu Menjelaskan definisi liabilitas Menit ah
Liabilitas Jangka c. Mempu menjelaskan klasifikasi liabilitas P = 1 x 120 - Diskusi
Pendek, Provisi, d. Mampu mengakui, mengukur, mencatat, Menit
dan Kontijensi menyajikan dan mengungkapkan (M5)
utang bank
e. Mampu M5 Wesel Bayar
f. Mampu M5 Liabilitas Jangka Panjang
Yang Jatuh Tempo
g. Mampu Menjelaskan dan memberi contoh
liabilitas jangka pendek yang terkait
operasi entitas
h. Mampu M5 liabilitas jangka pendek yang
terkait operasi entitas

2 Mampu PSAK a. Mampu Membedakan dan memberi contoh T = 2 x 50 - Ceram 10%


Menangani 50,55,60,71,57 Provisi dan Kontijensi Menit ah
Liabilitas Jangka b. Mampu M5 Provisi dan Kontijensi P = 1 x 120 - Simula
Pendek, Provisi, c. Mampu Menerapkan analisis laporan Menit si
dan Kontijensi keuangan terkait liabilitas jangka pendek Demon
dalam pembuatan keputusan strasi
3 Mampu menangani PSAK a. Mampu menjelaskan karakteristk liabilitas T = 2 x 50 - Ceram 10%
Liabilitas Jangka 50,55,60,71,57 jangka panjang Menit ah
Panjang b. Mampu mengakui, mengukur, mencatat P = 1 x 120 - Simula
penerbitan obligasi dan wesel bayar Menit si
Demon
CAPAIAN
MING PEMBELAJARA Metode Bobot
BAHAN INDIKATOR PENILAIAN ALOKASI
GU N (kemampuan Pembela Penilaia
KAJIAN (FERFORMANCE) WAKTU
KE akhir setiap jaran n
tahapan belajar)
c. Mampu M5 setelah penerbitan obligasi strasi
obligasi
d. Mampu M5 Penghentian obligasi
e. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait liabilitas jangka panjang
dalam pembuatan keputusan
4 Mampu menangani PSAK 1, 21 dan a. Mampu menjelaskan perseroan terbatas T = 2 x 50 - Ceram 10%
Ekuitas Modal UU Perseroan terkait dengan struktur organisasi, Menit ah
Disetor karakteristik PT, dan Proses pembentuka PT P = 1 x 120 - Simula
b. Mampu Menjelaskan Ekuitas Perseroan Menit si
c. Mampu M3 Penerbitan saham biasa Demon
d. Mampu M3 Penerbitan saham Preferen strasi
e. Mampu menghitung pembagian dividen
saham biasa dan preferen
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan
ekuitas
g. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait ekuitas dalam pembuatan
keputusan
5 Mampu PSAK 1, 21 dan a. Mampu menjelaskan saldo laba, dividen, T = 2 x 50 - Ceram 10%
Menangani UU Perseroan pemecahan saham, saham trasuri, dan Menit ah
Ekuitas: Saldo penghasilan komperhensif lainnya P = 1 x 120 - Diskusi
Laba, Divide, b. Mampu M3 saldo laba, dividen, pemecahan Menit - demos
Saham Trasuri, dan saham, saham trasuri, dan penghasilan ntrasi
Penghasilan komperhensif lainnya
Komperhensif c. Mampu menyajikan dan mengungkapkan
saldo laba, dividen, pemecahan saham,
saham trasuri, dan penghasilan
komperhensif lainnya
d. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait ekuitas dalam pembuatan
keputusan
6 Mampu menangani PSAK 1, 21 dan a. Mampu menjelaskan sekuritas dilutif dan T = 2 x 50 - Ceram 10%
Sekuritas Dilusian UU Perseroan skema kompensasi Menit ah
dan Laba Per b. Mampu M3 sekuritas dilutif dan skema P = 1 x 120 - Diskusi
Saham kompensasi Menit - demos
c. Mampu menghitung laba per saham ntrasi
d. Mampu menyajikan dan mengungkapkan
sekuritas dilutif dan skema kompensasi
e. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait sekuritas dilutif dan skema
kompensasi dalam pembuatan keputusan
7 Mampu menangani PSAK a. Mampu Menjelaskan aset keuangan T = 2 x 50 - Ceram 10%
Investasi : 50,55,60,71,57 b. Mampu M5 terkait investasi dalam Menit ah
Instrumen Ekuitas instrumen ekuitas P = 1 x 120 - Diskusi
Menit - demos
ntrasi

8 UTS T = 1 x 50
Menit
P = 1 x 120
Menit
9 Mampu menangani PSAK a. Mampu M5 terkait investasi dalam T = 2 x 50 - Ceram 10%
Investasi : 50,55,60,71,57 instrumen Utang Menit ah
Instrumen Utang b. Menjelaskan dan mencatat penurunan nilai P = 1 x 120 - Diskusi
investasi Menit - demos
c. Mampu menyajikan dan mengungkapkan ntrasi
investasi
d. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait investasi dalam pembuatan
keputusan

10 Mampu menangani PSAK 72 a. Mampu menjelaskan pendapatan T = 2 x 50 - Ceram 10%


pendapatan b. Mampu melakukan pengakuan, pengukuran, Menit ah
dan pencatatan (M3) pendapatan penjualan P = 1 x 120 - Diskusi
barang Menit - demos
c. Mampu M3 Pendapatan Jasa ntrasi
d. Mampu M3 pendapatan bungan, royalti, dan
dividen
e. Mampu M3 Konstuksi jangka panjang
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan
pendapatan
g. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait pendapatan dalam
pembuatan keputusan
11 Mampu menangani PSAK 46, UU a. Menjelaskan pajak penghasilan T = 2 x 50 - Ceram 10%
pajak penghasilan Perpajakan b. Menjelaskan pajak tangguhan Menit ah
c. Menjelaskan kompensasi kerugian P = 1 x 120 - Diskusi
d. Mampu menghitung besarnya pajak Menit - demos
tangguhan ntrasi
e. Mampu M3 Pajak penghasilan
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan
pajak penghasilan
g. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait pajak penghasilan dalam
pembuatan keputusan
12 Mampu menangani PSAK 24, UU a. Mendefinisikan imbalan kerja T = 2 x 50 - Ceram 10%
imbalan kerja ketenaga kerjaan b. Menyebutkan macam-macam imbalan kerja Menit ah
c. Menjelaskan imbalan pasca kerja P = 1 x 120 - Diskusi
d. Mampu M3 Imbalan kerja Menit - demos
e. Mampu menyajikan dan mengungkapkan ntrasi
imbalan kerja
f. Mampu Menerapkan analisis laporan
keuangan terkait imbalan kerja dalam
pembuatan keputusan
13 Mampu menangani PSAK 73 a. Menjelaskan karakteristik dan jenis sewa T = 2 x 50 - Ceram 10%
Sewa b. Mampu M3 transaksi sewa untuk lessee Menit ah
c. Mampu M3 transaksi sewa untuk lessor P = 1 x 120 - Diskusi
Menit - demos
ntrasi

14 Mampu menangani PSAK 73 a. Mampu M3 transaksi jual dan sewa balik T = 2 x 50 - Ceram 10%
Sewa b. Mampu menyajikan dan mengungkapkan Menit ah
sewa P = 1 x 120 - Diskusi
c. Mampu Menerapkan analisis laporan Menit - demos
keuangan terkait sewa dalam pembuatan ntrasi
keputusan

15 Mampu menangani PSAK 25 a. Mejelaskan kebijakan akuntansi T = 2 x 50 - Ceram 10%


kebijakan b. Mampu M5 Perubahan kebijakan akuntansi Menit ah
akuntansi, c. Mampu M5 Perubahan estimasi P = 1 x 120 - Diskusi
perubahan estimasi d. Mampu M5 kesalahan akuntansi Menit - demos
akuntansi dan e. Mampu menjelaskan pengararuh perubahan ntrasi
kesalahan kebijakan, estimasi dan kesalahan terhadap
analisis laporan keuangan
16 UAP

Tugas-tugas:
1. Mahasiswa menyelesaikan tugas akhir berupa kasus data dari pertemuan I yang digunakan untuk pertemuan-
pertemuan selanjutnya.

Mengetahui Bandar Lampung, November 2018


Ketua Jurusan Ketua Program Studi Penanggung Jawab MK

Imam Asrowardi, S.Kom.,M.Kom. Arif Makhsun,S.E.,M.SAk. Rusmianto,S.E.,M.Si


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 1 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :1
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu Menangani Liabilitas Jangka Pendek, Provisi, dan
Khusus/Pertemuan Kontijensi
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu Menjelaskan Peranan Liabilitas
b. Mampu Menjelaskan definisi liabilitas
c. Mempu menjelaskan klasifikasi liabilitas
d. Mampu mengakui, mengukur, mencatat, menyajikan dan
mengungkapkan (M5) utang bank
e. Mampu M5 Wesel Bayar
f. Mampu M5 Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh
Tempo
g. Mampu Menjelaskan dan memberi contoh liabilitas
jangka pendek yang terkait operasi entitas
h. Mampu M5 liabilitas jangka pendek yang terkait operasi
entitas

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 1


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 2 dari 45

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Liabilitas Jangka Pendek,
Provisi, dan Kontijensi

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Lialibitas adalah utang entitas masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu,
penyelesainya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas
yang mengandung manfaat ekonomi.
2. lialibitas jangka pendek menurut PSAK I ( Revisi 2009 ) adalah lialibitas entitas
kini, yang timbul akibat peristiwa masa lalu, yang penyelesainy diharapkan
mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang akan di selesaikan
dalam jangka waktu satu siklus operasi atau 12 bulan mana yang lebih panjang
atau untuk tujuan diperdagangkan.
3. Pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapkan lialibitas jangka pendek
dan jangka panjang di atur lebih lanjut dalam PSAK instrument keuangan yaitu

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 2


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 3 dari 45

PSAK 50 (Revisi 2013) penyajian instrument keuangan ; PSAK 55 (Revisi 2013)


pengakuan dan pengukuran instrument keuangan; dan PSAK 60 (Revisi 2013)
pengungkapan istrumen keuangan.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. jelaskan mengapa utang dagang diklasifikasikan sebagai lialibitas jangka pendek ?
2. apa manfaat liabilitas bagi entits ?
3. jelaskan alesan investor lebih menyukai penambahan pendanaan entitas melalui
liabilitas daripada mengeluarkan saham ?
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 11.1
Pada tanggal 27 febuari 2015, PT. Muria memperoleh pinjaman dari PT. Kendeng
sebesar Rp.200.000.000 denagan menerbitkan wesel bayar yang jantuh tempo 1
tahun dengan bunga 10%. Buatlah jurnal mulai dari penerbitan, penyusuain bunga
dan pembayaran wesel bayar!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 3


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 4 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :2
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu Menangani Liabilitas Jangka Pendek, Provisi, dan
Khusus/Pertemuan Kontijensi
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu Membedakan dan memberi contoh Provisi
dan Kontijensi
b. Mampu M5 Provisi dan Kontijensi
c. Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan
terkait liabilitas jangka pendek dalam pembuatan
keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
Penyajian
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Liabilitas Jangka Pendek,
Provisi, dan Kontijensi

Kegiatan Praktikum

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 4


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 5 dari 45

Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Untuk liabilitas diestimasi atau sekarang di kenal denhan istilah provinsi diatur dalam
PSAK 57 (Revisi 2009) provinsi dan kontinjensi.
2. Lialibitas kontinjensi adalah liabilitas pontensial yang timbul dari peristiwa masa lalu
dan keberadaanya menjadi pasti dengan terjadiatau tidak terjadinya satu pristiwa atau
lebih pada masa datang yang tidak sepenuh nya berada dalam kendali entitas; atau
liabilitas kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui
karena tidak dapat kemungkinan besar (probable) entitas mengeluarkan sumber daya;
atau jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa yang membedakan utang dagang dengan utang bank berdasarkan asal
karakteristiknya ?
2. Jelaskan mengapa dalam menghitung rasio tingkat utang (debt to equity), sering kali
utang uasaha tidak dimasukan dalam perhitungan?
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 11.2
PT Arya memiliki bebrapa transaksi dengan supplier terkait operasi usahanya yaitu
penjualan buku dan perlalatan tulis. buatlah jurnal transaksi tersebut!
1. PT. Arya membeli buku berkode AC dari PT Media ilmu secara kredit sebanyak
100 unit dengan harga satuan Rp 150.000 FOB shipping point,3/10,n/30. Harga
tersebut belum termaksud PPN 10%.

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 5


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 6 dari 45

2. PT. Arya membeli persedian perlaratan tulis senilai Rp.40.000.000 dengan


menerbitkan wesel bayar berjangka waktu 6 bulan dan tingkat bunga 8%. Atas
pembelian ini PT Arya membayar PPN kepada pemasok.
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 6


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 7 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :3
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu Menangani Liabilitas Jangka Panjang, Provisi, dan
Khusus/Pertemuan Kontijensi
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu menjelaskan karakteristk liabilitas jangka
panjang
b. Mampu mengakui, mengukur, mencatat penerbitan
obligasi dan wesel bayar

c. Mampu M5 setelah penerbitan obligasi obligasi


d. Mampu M5 Penghentian obligasi
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
liabilitas jangka panjang dalam pembuatan keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 7


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 8 dari 45

Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,


Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Liabilitas Jangka Panjang,
Provisi, dan Kontijensi

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. libialitas diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika tidak memenuhi
kriteria berikut:
a) entitas mengharapkan akan menyelesaikan liabilitas tersebut dalam
siklus operasi normalnya;
b) entitas memiliki liabilitas tersebut untuk tujuan di perdagangkan;
c) liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu
12 bulan setelah priode pelaporan;atau
d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian
liabilitas selama sekurang kurang nya 12 bulan setelah priode
pelaporan.
2. Intrumen keuangan majemuk harus di pisahkan menjadi komponen liabilitas dan
komponen ekuitas.

12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis


1. Kapan liabilitas dikalasifikasi sebagai liabilitas jangka panjang?
2. Bagaimana perlakuan akuntansi untuk biaya transaksi terkait penerbitan obligasi?

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 8


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 9 dari 45

3. Apa yang dimaksud dengan biaya perolehan diarmotisasi?


4. Jelaskan perlakuan akuntasi untuk obligasi konversi?
5. Kapan suatu liabilitas jangka panjang dapat dihentikan pengakuannya ?
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 12.1
Apakah intrumen berikut merupakan liabilitas jangka panjang, liabilitas jangka
pendek atau ekuitas? Berikan penjelasan anda!
1. utang obligasi (jatuh tempo dalam 5 tahun)
2. utang obligasi senilai Rp 500.000.000 ( rp 100.000.000 diantaranya jatuh
tempo 6 bulan lagi)
3. saham preferem
4. saham biasa
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 9


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 10 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :4
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani ekuitas modal disetor
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu menjelaskan perseroan terbatas terkait dengan
struktur organisasi, karakteristik PT, dan Proses
pembentuka PT
b. Mampu Menjelaskan Ekuitas Perseroan
c. Mampu M3 Penerbitan saham biasa
d. Mampu M3 Penerbitan saham Preferen
e. Mampu menghitung pembagian dividen saham biasa dan
preferen
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan ekuitas
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
ekuitas dalam pembuatan keputusan

Tahap Kegiatan Pengajaran Media dan Alat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 10


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 11 dari 45

Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian menangani Ekuitas Modal
Disetor

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Perseroan terbatas adalah perusahaan berbadan hukum yang kepemilikannya terbagi-
bagi dalam saham,dengan kekayaan yang dipisahkan dari kekayaan para pemiliknya.
2. Perusahaan dapat menerbitkan saham biasa dan saham preferen. Ini dicatat sebagai
modal di setor.

12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis


1. Apa yang dimaksud dengan saham biasa? Apa karakteristik utama saham
preferen?
2. Apa yang dimaksud dengan nilai nominal saham ?
3. Bagaimana agio saham perusahaan dapat terbetuk ?

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 11


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 12 dari 45

4. Jelaskan bagaimana proses pencatatan saham yang diterbitkan dalam gabungan


dengan aset lain (secara lump-sump).
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan dividen kumulatif? Bagaimana dengan
dividen partisipatif.
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 13.1
PT Pakubumi menerbitkan 2.000.000 lembar saham biasa dan 400.000 lembar saham
preferen secara lamp-sump dengan total nilai sebesar 720.000 , yang dibayarkan oleh
investor secara tunai.
Diminta:
1. buatlah ayat jurnal untuk memcatat penerbitan saham dengan kondisi bahwa nilai
nominal saham biasa adalah Rp 500 dan nilai wajar Rp 3000; serta nilai nominal
saham preferen adalah Rp 4000 dan nilai wajar Rp 5000!
2. Buatlah ayat jurnal untuk penerbitan saham, dengan kondisi seperti point satu di
atas, hanya saja saham preferen perusahaan tidak di perdagangakn dan nilai wajar
saham biasa sebesar Rp 2.500!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 12


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 13 dari 45

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :5
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu Menangani Ekuitas: Saldo Laba, Divide, Saham
Khusus/Pertemuan Trasuri, dan Penghasilan Komperhensif
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu menjelaskan saldo laba, dividen, pemecahan
saham, saham trasuri, dan penghasilan komperhensif
lainnya
b. Mampu M3 saldo laba, dividen, pemecahan saham,
saham trasuri, dan penghasilan komperhensif lainnya
c. Mampu menyajikan dan mengungkapkan saldo laba,
dividen, pemecahan saham, saham trasuri, dan
penghasilan komperhensif lainnya
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
ekuitas dalam pembuatan keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 13


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 14 dari 45

Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,


▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dosen
dengan mahasiswa tentang
Menangani Ekuitas: Saldo
Penyajian Laba, Divide, Saham
Trasuri, dan Penghasilan
Komperhensif

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Saldo laba merupakan akumulasi laba perusahaan yang tidak didistribusikan
sebagai diveden dan di tahan oleh perusahaan untuk dieinvestasikan dalam bisnis
perusahaan atau dapat pula digunakan untuk pembayaran utang.formula dalam
menghitung saldo laba ini adalah dengan menambahakan saldo laba awal dengan
laba bersih (mengurangkan saldo laba awal dengan kerugian bersih ) dan
dikurangi dengan dividen yang dibayarkan perusahaan.
2. Dividen merupakan bagian laba yang didistribusikan kepada pemegang saham.
Pembayran dividen merupakan mekanisme pengalokasian kesejahteraan kepada
pemegang saham. Perusahaan mengeluarkan dividen berdasarkan keputusan yang
diambil dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Berdasarkan RUPS tersebut

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 14


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 15 dari 45

akan di tentukan berapa persen dividend payout ratio yang akan dikeluarkan oleh
perusahaan. Beberapa bentuk dividen: (i) dividen kas ;(ii) dividen propeti;(iii)
dividen scrip;(iv) dividen saham ; (v) dividen likuidasi.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Jelaskan perbedaan antara dividen kas, dividen propeti, dan dividen saham !
2. Apakah yang dimaksud dengan dividen likuidasi?
3. Jelaskan dua metode pencatatan saham treasuri.!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 14.1
PT Safira mendeklarasikan dividen kas sebesar Rp 100 perlembar dari 2.000.000
lembar saham yang beredar. Dividen tersebut dideklarasikan pada tanggal1
agustus 2014, terhutang pada tanggal 9 september kepada semua pemegang saham
nya yang tercatat per tanggal 15 agustus. Buatlah pencatatan jurnal yang
diperlukan untuk pendistribusian dividen tersebut!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 15


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 16 dari 45

Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :6
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Sekuritas Dilusian dan Laba Per
Khusus/Pertemuan Saham
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu menjelaskan sekuritas dilutif dan skema
kompensasi
b. Mampu M3 sekuritas dilutif dan skema kompensasi
c. Mampu menghitung laba per saham
d. Mampu menyajikan dan mengungkapkan sekuritas dilutif
dan skema kompensasi
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
sekuritas dilutif dan skema kompensasi dalam pembuatan
keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyajian Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 16


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 17 dari 45

penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP


dengan mahasiswa tentang dosen
Mampu menangani
Sekuritas Dilusian dan
Laba Per Saham
Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. sekuritas dilutive merupakan surat berharga yang dapat dikonversikan menjadi saham
biasa sehigga pada saat dikonversikan akan biasa sehingga pada saat dikonversikan akan
memengaruhi jumlah saham yang beredar dan berdampak pada penurunan nilai laba
persaham atau terdilusi. Termaksud dalam sukuritas dilutive adalah opsi,waran,utang
konversi, saham preferen konversi, dan lain-lain

12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis


1. jelaskan apa yang dimaksud dengan skuritas berpontensi dilutive!
2. Jelaskan perbedaan antara opsi saham dan waram saham!
3. Jelaskan secara singkat bagaimana perhitungan LPS dasar!
4. Apa yang dimaksud dengan sekuritas antidilutive?
5. Jelaskan bagaimana metode treasuri share diaplikasikan terhadap opsi saham dan
waran dalam melakukan perhitungan lps dilusian?

13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi


14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 15.1

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 17


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 18 dari 45

PT Fir memiliki obligasi konversi yang beredar sebanyak 2000 lembar dengan nilai
Rp 1000 perlembar. Setiap obligasi dapat dikonversikan menjadi 50 lembar saham
biasa dengan nilai parsebesar Rp10. Obligasi tersebut di konversikan pada tanggal 31
desember 2015. Nilai buku dari hutang obligasi adalah Rp1.950.000 dan terdapat
ekuitas konversi sebesar Rp 20.000. buatlah pencatatan jurnal untuk konversi tersebut
?
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :7
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 18


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 19 dari 45

Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,


pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran :Mampu menangani Investasi : Instrumen Ekuitas
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu Menjelaskan aset keuangan
b. Mampu M5 terkait investasi dalam instrumen ekuitas

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyajian Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Mampu menangani
Investasi : Instrumen

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 19


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 20 dari 45

Ekuitas

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Investasi dalam intrumen ekuitas( bukan dengan tujuan untuk memperoleh
pengaruh signifikan dan pengendalian ) dan dalam intrumen utang merupakan aset
keuangan yang di atur dalam PSAK 50 (revisi 2014) dan PSAK 55 (revisi 2014),
yang dapat diklasifikasikan dalam 4 klasifikasi keuangan berikut.
a). aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
b). investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo.
c). pinjaman yang diberikan dalam piutang
d). aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual
2. Untuk investasi dalam instrument ekuitas (yang tidak masuk dalam PSAK 50 dan
PSAK 55), perlakuan akuntasinya di atur dalam PSAK 15(revisi 2013) (apabila
memiliki pengaruh signifikan) dan PSAK 65(apabila memperoleh pengendalian).
Apabila perusahaan mempunyai pengaruh signifikan,maka perusahaan
menerapkan metode ekuitas.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. bagaimana penilaian pengukuran awal atas investasi ?
2. jelaskan bagaimana perlakuan akuntasi untuk investasi di
instrument ekuitas berdasarkan persentase kepemilikan!
3. Apa saja indikasi terdapat pengaruh signifikan dari investasi di
intrumen ekuitas ?

13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 20


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 21 dari 45

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 16.1
PT Oryon memutuskan untuk melakukan investasi di surat utang. Pada tanggal 1
januari 2015, perusahaan membeli obligasi dengan jangka waktu 5 tahun dan nilai
nominal Rp 500.000.000. tingkat bunga kupon adalah 8% sedangkan tingkat bunga
efektif adalah 10%. Bumga di bayar semesteran tiap tanggal 31 juli dan 31 desember.
Inventasi di obligasi tersebut diklasifikasikan PT Oryon sebagai investasi tersedia
untuk dijual
Diminta :
1. berapa harga obligasi tersebut pada tanggal 1 januari 2014?
2. Buat ayat jurnal untuk mencatat bunga pada tanggal 31 desember 2014!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :8
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 21


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 22 dari 45

Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.


7. Capaian Pembelajaran : Mampu Menangani Liabilitas Jangka Pendek, Provisi, dan
Khusus/Pertemuan Kontijensi
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
i. Mampu Menjelaskan Peranan Liabilitas
j. Mampu Menjelaskan definisi liabilitas
k. Mempu menjelaskan klasifikasi liabilitas
l. Mampu mengakui, mengukur, mencatat, menyajikan dan
mengungkapkan (M5) utang bank
m. Mampu M5 Wesel Bayar
n. Mampu M5 Liabilitas Jangka Panjang Yang Jatuh
Tempo
o. Mampu Menjelaskan dan memberi contoh liabilitas
jangka pendek yang terkait operasi entitas
p. Mampu M5 liabilitas jangka pendek yang terkait operasi
entitas

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
Penyajian
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Liabilitas Jangka Pendek,
Provisi, dan Kontijensi

Kegiatan Praktikum

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 22


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 23 dari 45

Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:

12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis

13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:

16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 23


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 24 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke :9
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran :Mampu menangani Investasi : Instrumen Utang
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 24


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 25 dari 45

9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57


10. Indikator Kinerja :
a. Mampu M5 terkait investasi dalam instrumen Utang
b. Menjelaskan dan mencatat penurunan nilai investasi
c. Mampu menyajikan dan mengungkapkan investasi
d. Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
investasi dalam pembuatan keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian mampu menangani
investasi: instrument utang

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 25


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 26 dari 45

1. Pada saat pengkuan awal investasi,entitas mengukur investasi pada nilai wajarnya
2. Pada setip akhir periode pelaporan,entitas harus melakukan evaluasi untuk
menentukan apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan mengalami
penurunan nilai.Penurunan nilai terjadi jika jumlah tercatat aset melebihi nilai
terpulihkan.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. sebutkan klasifikasi investasi dalam instrument utang!
2. Jelaskan perlakuan akuntansi untuk investasi dalam instrument utang!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 16.2
PT Rio membeli 5.000 lembar saham PT Mitra dengan harga beli Rp 20.000.000.PT
Rio mengkalsifikasikan investasi di saham PT Mitra tersebut kedalam kelompok
diperdagangkan.Selma tahun berjalan,PT Mitra membayar dividen tunai sebesar
Rp.100 per lembar saham.Pada akhir priode,saham PT Mitra diperdagangkan dengan
harga Rp.4.100 perlembar dan PT Mitra melaporkan laba bersih sebesar Rp.
40.000.000.
Diminta:
1. berapa pendapatan dividen serta keuntungan/kerugian dari perubahan nilai wajar
yang diakui PT Rio?
2. Jika investasi di PT Mitra tersebut mencerminkan 20% kepemilikan dan PT Rio
mempunyai pengaruh signifikan atas PT Mitra,hitung dampak dari investasi
tersebut pada laporan laba rugi tahun berjalan!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 26


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 27 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 10
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani pendapatan
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mampu menjelaskan pendapatan
b. Mampu melakukan pengakuan, pengukuran, dan
pencatatan (M3) pendapatan penjualan barang

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 27


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 28 dari 45

c. Mampu M3 Pendapatan Jasa


d. Mampu M3 pendapatan bungan, royalti, dan dividen
e. Mampu M3 Konstuksi jangka panjang
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan pendapatan
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
pendapatan dalam pembuatan keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Mampu menangani
pendapatan

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 28


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 29 dari 45

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima. Nilai
wajar adalah jumlah suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan
antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu
transaksi yang wajar. Pendapatan diakui ketika ( 1) besar kemungkinan bahwa manffat
ekonomi akan mengakir kedalam perusahaan dan (2) nilai manfaat tersebut dapat
diukur dengan andal
2. Perusahaan mengakui pendapatan dari penjualan barang ketika semua kondisi berikut
ini terpenuhi: (1) perusahaan telah memindahkan resiko dan manfaat kepemilikan
barang secara signifikan kepada pembeli; (2) perusahaan tidak lagi melenjutkan
pengelolaan yangterkait dengan kepemilikan barang tersebut atau sudah tidak lagi
memiliki kendali atau control yang efektif atas barang yang dijual; (3) jumlah
pendapatan dapat diukur secara andal;(4) kemungkinan besar manfaat ekonomi yang
terkait tranaksi tersebut kan mengakir keperusahaan; dan (5) biaya yang terjadi atau
akan terjadi sehubung dengan transaksi penjualan tersebut dapat diukur dengan andal.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa yang dimaksud pendapatan menurut PSAK 23 pendapatan?
2. Kondisi apa saja yang harus terpenuhi agar pendapatan dari penjualan barang
dapat diakui?
3. Bagaimana pengakuan pendapatan untuk penjualan menggunakan agen?
4. Bagaimana metode pengakuan pendapatan bunga?
5. Sebutkan dan jelaskan metode untuk mengakui pendapatan dari kontrak kontruksi!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 17.1
Pendapatan sering kali diakui pada saat penjualan. Namun,ada beberapa kondisi
dimana pendapatan dapat diakui bukan pada saat penjualan. Jelaskan beberapa waktu
pengakuan pendapatan yang berbeda dengan pada saat penjualan dan berikan
argumentasi mengapa hal tersbut tepat!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 29


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 30 dari 45

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 11
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani pajak penghasilan
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Menjelaskan pajak penghasilan
b. Menjelaskan pajak tangguhan
c. Menjelaskan kompensasi kerugian
d. Mampu menghitung besarnya pajak tangguhan
e. Mampu M3 Pajak penghasilan
f. Mampu menyajikan dan mengungkapkan pajak
penghasilan

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 30


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 31 dari 45

Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait pajak


penghasilan dalam pembuatan keputusan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dosen
dengan mahasiswa tentang
Penyajian Mampu menangani pajak
penghasilan

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 31


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 32 dari 45

selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Paja penghasilan adalah pajak yang dihitung berdasarka peraturan perpajakan dan
pajak ini dikenakan atas laba kena pajak entitas.
2. Beban pajak ( penghasilan pajak) adalah jumlah agregat pajak kini dan pajak
tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba atau rugi pada satu periode.
3. Pajak kini adalah semua pajak terutang atas penghasilan yang diakui entitas pada
periode tersebut.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa yang dimaksud dengan laba akuntansi dan laba ( penghasilan ) kena pajak?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pajak tangguhan dan mengapa secara
akuntansi dapat diakui sebagai liabilitas atau aset pajak tangguhan!
3. Apakah yang dimaksud dengan rekonsiliasi fiscal dan bagaimana informasi ini
diungkapkan dalam laporan keuangan!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 18.1
PT Aster memiliki pendpatan sebelum pajak dalam laporan laba rugi 2015 sebesar Rp.
500.000.000 informasi terkait PT Aster untuk menghitung kewajiban pajaknya adalah:
• Pendapatan dividen yang dikenai pajak final sebesar Rp.50.000.000
• Depresiasi menurut pajak lebih besar Rp.5.000.000
• Besar kredit pajak ( pajak dibayar di muka) sebesar Rp.70.000.000
• Tarif pajak sebesar 25%
Hitunglah pajak terutang atas PT Aster pada 2015 dan buatlah jurnal yang harus dibuat
untuk mencatat pajak terutang tersebut!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 32


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 33 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 12
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani imbalan kerja
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mendefinisikan imbalan kerja
b. Menyebutkan macam-macam imbalan kerja
c. Menjelaskan imbalan pasca kerja
d. Mampu M3 Imbalan kerja
e. Mampu menyajikan dan mengungkapkan imbalan kerja
Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
imbalan kerja dalam pembuatan keputusan

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 33


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 34 dari 45

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Mampu menangani imbalan
kerja

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 34


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 35 dari 45

1. Jenis imbalan kerja terdiri atas imbalan kerja jangka pendek, pesangon pemutusan
kontrak kerja, imbalan pascakerja,dan imbalan kerja jangka panjang lainnya.
2. Perlakuan akuntansi atas imbala kerja jangka pendek sangat sederhana Karena tidak
memerlukan perhitungan aktuaria dan tidak didiskontokan.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa perbedaan antara program iuran pasti dengan imbalan pasti?
2. Sebutkan komponen ntuk menghitung beban imbalan pasti!
3. Sebutkan komponen untuk menghitung liabilitas imbalan pasti!
4. Bagaimana perlakuan akuntansi atas program multipmberi kerja?
5. Apa yang dimaksud dengan pengukuran kembali ( remeasurement )? Bagaimana
perlakuan akuntansinya
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 19.2
PT Roya memiliki kebiasaan untuk membagi bonus kepada kariyawan tiap tahun.
Bonus tersebut biasanya dihitung sebesar 3% dari laba bersih.bonus atas suatu tahun
ditetapkan pada rapat umum pemegang saham ( RUPS ) dalam rangka pengesahan
laporan keuangan tahun tersebut. RUPS biasanya dilkukan 5 bulan setelah tanggal
pelaporan yaitu bulan mei tahun berikutnya.prakiraan laba bersih tahun 2015 adalah
Rp.200.000.000.000. hitunglah beban dan liabilitas atas bonus yang diakui PT.Roya
tahun 2015.
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa menjawab benar

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 35


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 36 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 13
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Sewa
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Menjelaskan karakteristik dan jenis sewa
b. Mampu M3 transaksi sewa untuk lessee
c. Mampu M3 transaksi sewa untuk lessor

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 36


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 37 dari 45

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Mampu menangani Sewa

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Berdasarkan perlakuan akuntansinya,sewa dapat dikategorikan menjadi sewa operasi
dan sewa pembiayaan.
2. Pada sewa pembiayaan,terjadi pengalihan secara substansial seluruh resiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset terlepas apakah hak milik pada
akhirnya dapat dialihkan atau tidak.

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 37


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 38 dari 45

3. Substansi dari perjanjian tidak selalu sama dengan apa yang tertera dalam
kontrak,namun harus dianalisis lebih dalam.Suatu transaksi dapatsaja berbentuk
sebuah jual beli,namun substansinya adalah sewa.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa prinsip dasar yang membedakan suatu sewa sebagai sewa pembiayaan atau
sewa operasi?
2. Sebutkan kriteria sewa pembiayaan!
3. Jelaskan pengaruh nilai residu terhadap perhitungan dalam sewa bagi lessee dan
lessor!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 20.1
PT Lessee menyewa aset selama 3 tahun dengan nilai wajar Rp.50.000.000 dan nilai
kini pembayaran sewa minimum sebesar Rp.47.000.000. Umur ekonomis aset adalah 6
tahun dan tidak nilai residu. Biaya langsung awal yang dibayar oleh PT Lessee.
Sebesar Rp.5.000.000 tentukan jenis sewa tersebut
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 38


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 39 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 14
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Sewa
Khusus/Pertemuan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
q. Mampu M3 transaksi jual dan sewa balik
r. Mampu menyajikan dan mengungkapkan sewa
s. Mampu Menerapkan analisis laporan keuangan terkait
sewa dalam pembuatan keputusan
t. jangka pendek yang terkait operasi entitas
u. Mampu M5 liabilitas jangka pendek yang terkait operasi
entitas

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 39


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 40 dari 45

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen
Penyajian Mampu menangani Sewa

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Pada sewa pembiayaan,Lessee mengakui aset dan liabilitas di awal masa sewa sebesar
nilai terendah antara nili wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran
sewa minimum. Lessee juga menyusutkan aset yang diakui dalam sewa pembiayaan
menurut ketentuan dalam PSAK 16 ( revisi 2011).
2. Pada sewa pembiayaan,jika nilai residu dijamin,maka nilai tersebut termasuk dalam
pembayaran sewa minimum bagi lessee,dan sebaliknya. Jika terdapat opsi
pembelian,maka perlakuan akuntansinya sama dengan nilai residu yang di jamin.
12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis
1. Apa yang dimaksud dengan sewa atas aset oleh lessor pabrikan atau dealer?

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 40


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 41 dari 45

2. Apa yang dimaksud dengan transaksi jual dan sewa balik?

13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 20.2
Berdasarkan kasus latihan 20-1 diatas,jika sewa dikategorikan sebagai sewa
pembiayaan,berapakah nilai aset yang diakui PT Lessee diawal masa sewa? Berapa
tahun PT Lessee menyusutkan aset tersebut?
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mam

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 41


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 42 dari 45

Satuan Acara Perkuliahan


(SAP)

1. Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


2. Kode Mata Kuliah : PAT 1412
3. SKS/Jam Per Minggu : 3 (2-1)/ 220 menit
4. Waktu Pertemuan : Kuliah= 2x50’
Praktikum = 1x 120’

5. Pertemuan ke : 15
6. Capaian Pembelajaran : Mampu melakukan penangananan setiap pos-pos Liabilitas
Mata Kuliah dan L-R yang meliputi pengakuan, pengukuran,
pencatatan dan pengungkapan Liabilitas Jangka Pendek
dan Panjang, Pendapatan, Pajak Penghasilan, Imbalan
Kerja, Sewa, sesuai dengan standar yang berlaku.
7. Capaian Pembelajaran : Mampu menangani kebijakan akuntansi, perubahan
Khusus/Pertemuan estimasi akuntansi dan kesalahan
8. Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
9. Sub Bahan Kajian : PSAK 50,55,60,71,57
10. Indikator Kinerja :
a. Mejelaskan kebijakan akuntansi
b. Mampu M5 Perubahan kebijakan akuntansi
c. Mampu M5 Perubahan estimasi
d. Mampu M5 kesalahan akuntansi
Mampu menjelaskan pengararuh perubahan kebijakan,
estimasi dan kesalahan terhadap analisis laporan keuangan

Kegiatan Pengajaran
Tahap Media dan Alat
Dosen Mahasiswa
Pendahuluan ▪ Perkenalan Memperhatikan, LCD,
▪ Menyampaian kontrak bertanya, membuat Laptop/komputer,
kuliah catatan
Penyajian Penyampaian Materi ▪ Mendengarkan LCD,
Dosen menampilkan slide penjelasan dosen dan Laptop/Komputer,
show, memberikan bertanya Diktat Ajar
penjelasan dan berdiskusi ▪ Berdiskusi dengan BPP
dengan mahasiswa tentang dosen

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 42


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 43 dari 45

Mampu menangani
kebijakan akuntansi,
perubahan estimasi
akuntansi dan kesalahan

Kegiatan Praktikum
Mahasiswa mengerjakan
(menjawab pertanyaan dan
soal) pada buku panduan
praktikum dosen
mengamati membimbing
pengerjaannya.

Memberikan kesimpulan Mendengarkan LCD,


singkat Liabilitas Jangka penjelasan dosen dan Laptop/komputer,
Penutup Pendek, Provisi, dan bertanya.
Kontijensi dan
memberikan gambaran
materi selanjutnya
selanjutnya.

11. Uraian Materi:


1. Kebijakan akuntansi adalah prinsip,dasar,kovensi,peraturan dan praktik tertentu yang
diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
2. Ketika standard mengatur kebijakan akuntansi spesifik atas transaksi,kondisi dan
pristiwa lain,maka entitas harus memiliki kebijakan akuntansi tersebut.
3. Manajemen harus memperhatikan urutan hierarki sesuai standard dalam menentukan
kebijakan akuntansi yang tidak diatur dalam standar.

12. Evaluasi : dilakukan secara tertulis


1. Mengapa entitas harus menyebutkan secara eksplisit standar akuntansi keuangan
yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan?
2. Jelaskan perbedaan penerapam retrospektif dan prospektif!
13. Metode Pembelajaran: ceramah dan diskusi

14. Media dan alat bantu yang digunakan: LCD, Laptop/Komputer, Diktat Ajar, BPP

15. Materi Ujian:


1. Latihan 12.3
PT gelatik membeli mobil pick up pengangkut barang dagang senilai Rp.400.000.000
pada tanggal 5 januari 2014.Pada saat pembelian semua biaya dicatat sebagai

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 43


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 44 dari 45

beban.Mobil tersebut memiliki masa manfaat 6 tahun dengan nilai sisa Rp.40.000.000
metode depresiasi menggunakan metode garis lurus.Kesalahan pencatatan tersebut
diketahui pada tahun 2015
Diminta:
Hitunglah berapa besar nilai kesalahan pada laba bersih di akhir tahun 2015 apabila
tarif pajak sebesar 25%!
16. Kriteria penilaian: Nilai maksimal 100 jika mahasiswa mampu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

pu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

mpu menjawab dengan benar.

17. Pedoman Bukti : Kertas Jawaban Mahasiswa

18. Referensi :
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 44


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 45 dari 45

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2018. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2018. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2015. Akuntansi Keuangan Menengah 2. Jakarta. Salemba Empat

SAP Akuntansi Keuangan Menengah II, Tahun 2018 45


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 1 dari 46

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)

Minggu ke :I
Capaian Pembelajaran : Mampu menjelaskan standar akuntansi dan kerangaka
dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


a. Mendefinisikan Akuntansi
b. Menjelaskan kegunaan akuntansi
c. Menjelaskan siklus akuntansi
d. Menjelaskan pengguna akuntansi
e. Menjelaskan jenis-jenis laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP dan SAK
Umum
f. Mendefinisikan standar akuntansi keuangan
g. Menjelaskan kegunaan standar akuntansi
h. Menyebutkan macam-macam standar akuntansi di Indonesia dan penggunanya
i. Mendefinisikan Kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan
j. Menyebutkan ruang lingkup KDPPLK
k. Menjelaskan tujuan laporan keuangan
l. Menyebutkan dan menjelaskan asumsi dasar KDPPLK
m. Menyebutkan dan menjelaskan karakteristik kualitatif laporan keuangan
n. Menyebutkan dan menjelaskan kendala informasi yang relevan dan andal
o. Menyebutkan dan menjelaskan unsur-unsur laporan keuangan
p. Menyebutkan dan menjelaskanpengakuan unsur laporan keuangan
q. Menyebutkan dan menjelaskan pengukuran unsure laporan keuangan.

2. Indikator Capaian Kinerja :


a. Mampu mendefinisikan Akuntansi
b. Mampu menjelaskan kegunaan akuntansi
c. Mampu menjelaskan siklus akuntansi
d. Mampu menjelaskan pengguna akuntansi
e. Mampu menjelaskan jenis-jenis laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP dan
SAK Umum

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 1


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 2 dari 46

f. Mampu Mendefinisikan standar akuntansi keuangan


g. Mampu Menjelaskan kegunaan standar akuntansi
h. Mampu Menyebutkan macam-macam standar akuntansi di Indonesia dan
penggunanya
i. Mampu Mendefinisikan Kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan
keuangan
j. Mampu Menyebutkan ruang lingkup KDPPLK
k. Mampu Menjelaskan tujuan laporan keuangan
l. Mampu Menyebutkan dan menjelaskan asumsi dasar KDPPLK
m. Mampu Menyebutkan dan menjelaskan karakteristik kualitatif laporan keuangan
n. Mampu Menyebutkan dan menjelaskan kendala informasi yang relevan dan andal
o. Mampu Menyebutkan dan menjelaskan unsur-unsur laporan keuangan
p. Mampu Menyebutkan dan menjelaskanpengakuan unsur laporan keuangan
q. Mampu Menyebutkan dan menjelaskan pengukuran unsure laporan keuangan.

3. Teori :
Akuntansi Adalah Suatu Proses Mengidentifikasi, Mengukur, dan Mencatat
Informasi Keuangan Suatu Entitas Ekonomi Serta Mengkomunikasikannya dalam Bentuk
Laporan Keuangan kepada Pihak-pihak Yang Berkepentingan dalam rangka pengambilan
keputusan ekonomi (Kieso, 2010)
Siklus akuntansi merupakan suatu rangkaian dari tahapan-tahapan yang dilakukan
secara sistematis dalam rangka memproses bukti transaksi menjadi sebuah informasi
akuntansi suatu perusahaan dalam periode tertentu. Siklus akuntansi manual digambarkan
sebagai berikut:

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 2


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 3 dari 46

Informasi akuntansi pada umumnya berupa laporan keuangan. Jenis-jenis laporan


keuangan yang wajib dibuat oleh sebuah perusahaan adalah sebagai berikut :
A. Berdasarkan SAK ETAP
a. Neraca
b. Laporan Laba rugi
c. Laporan perubahan ekuitas
d. Laporan Arus Kas
e. Catatan Atas Laporan Keuangan

B. Berdasarkan SAK ETAP


a. Laporan posisi Keuangan (Neraca)
b. Laporan Laba rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
c. Laporan perubahan ekuitas
d. Laporan Arus Kas
e. Catatan Atas Laporan Keuangan

Informasi akuntansi berguna bagi para pemakai akuntansi terutama dalam rangka
membuat keputusan ekonomi yang tepat terkait dengan pengalokasian sumber daya yang
ada secara optimum. Secara lebih rinci kegunaan informasi akuntansi adalah sebagai
berikut :

A. Pimpinan perusahaan
a. Sebagai bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan atas kepercayaan
yang diberikan kepadanya untuk mengelola perusahaan
b. Sebagai alat penilaian atas pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan, baik secara
keseluruhan, bagian-bagian maupun individu-individu yang diberi wewenang dan
tanggung jawab.
c. Sebagai alat untuk mengukur tingkat biaya kegiatan-kegiatan usaha yang
dilaksanakan perusahaan
d. Sebagai bahan pertimbangan dalam mengendalikan kegiatan perusahaan

B. Pemilik perusahaan
Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau perusahaan yang
pimpinannya diserahkan kepada orang lain, laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh
pemilik perusahaan. Laporan keuangan bagi pemilik perusahaan berfungsi sebagai :
a. Alat penilaian atas hasil yang telah dicapai oleh pimpnan perusahaan
b. Dasar penentuan taksiran keuntungan yang akan diterima di masa mendatang dan
taksiran perkembangan harga saham yang dimilikinya

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 3


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 4 dari 46

C. Kreditor dan calon kreditor


Kreditor adalah orang atau badan yang memberikan pinjaman berupa uang atau barang
kepada perusahaan. Bagi para kreditor dan calon kreditor, laporan keuangan berfungsi
sebagai bahan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit, karena dari hasil
analisis laporan keuangan dapat diketahui apakah perusahaan yang akan diberi
pinjaman dapat mengembalikan pinjaman pada saat jatuh tempo atau tidak. Dari
laporan keuangan dapat diketahui pula apakah pinjaman yang diberikan cukup
mendapat jaminan atau tidak.

D. Investor dan calon investor


Orang atau badan yang menanamkan modal pada suatu perusahaan disebut dengan
investor. Penanaman modal dapat dilakukan dengan dua cara yaitu membeli sebagian
dari modal saham perusahaan atau memberikan pinjaman kepada perusahaan yang
bersangkutan yang didukung oleh surat obligasi. Bagi investor maupun calon investor,
laporan keuangan berguna sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan investasi pada
sutu perusahaan. Selain itu laporan keuangan berguna untuk menilai kemampuan
perusahaan dalam memberikan keuntungan atau membayar deviden kepada investor.

E. Instansi pemerintah
Instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap laporan keuangan diantaranya :
a. Kantor Pelayanan Pajak, Bagi Kantor Pelayanan Pajak, laporan keuangan
perusahaan berfunsi sebagai dasar penentuan pajak penghasilan yang menjadi
tanggungan perusahaan.
b. Badan Pengembangan Pasar Modal (Bapepam); Bapepam menggunakan laporan
keuangan sebagai alat pengawasan keuangan perusahaan yang menjual sahamnya
melalui pasar modal.
c. Dinas Perindustrian dan Perdagangan; Laporan keuangan digunakan untuk
kepentingan pengumpulan data statistik.

F. Karyawan
Karyawan juga berkepentingan terhadap laporan keuangan, karena laporan keuangan
berfungsi sebagi berikut :
a. Untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar gaji dan
jaminan sosial lainnya.
b. Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan dalam rangka penentuan
pilihan langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kelangsungan kerjanya.
c. Sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus yang diterimanya dibanding dengan
keuntungan perusahaan pada periode yang bersangkutan.

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 4


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 5 dari 46

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah suatu kerangka dalam prosedur pembuatan
laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. Standar
akuntansi diperlukan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, memudahkan
auditor serta Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan
membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Standar akuntansi keuangan yang
berlaku di Indonesia terdiri dari 4 standar akuntansi yang disebut sebagai empat pilar
standar, yaitu:
1. Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
SAK digunakan untuk entitas yang memiliki akuntanbilitas publik, yaitu entitas
terdaftar atau dalam proses pendaftaran di pasar modal atau entitas fidusia (entitas yang
menggunakan dana masyarakat, seperti asuransi, perbankan dan dana pensiun)

2. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)


SAK ETAP digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik
signifikan dalam menyusun laporan keuangan untuk tujuan umum. Beberapa
penyederhanaan yang terdapat dalam SAK ETAP adalah:
a. Tidak ada Laporan Laba / Rugi Komprehensif. Pengaruh laba komprehensif
disajikan dalam laporan perubahan ekuitas atau komponen ekuitas dalam neraca
b. Penilaian untuk aset tetap, aset tak berwujud dan propersi investasi setelah tanggal
perolehan hanya menggunakan harga perolehan, tidak ada pilihan menggunakan
nilai revaluasi atau nilai wajar
c. Tidak ada pengakuan liabilitas dan aset pajak tangguhan. Beban pajak diakui sebesar
jumlah pajak menurut ketentuan pajak.

Entitas yang menggunakan SAK ETAP dalam laporan auditnya menyebutkan


laporan keuangan entitas telah sesuai dengan SAK ETAP. Standar ini efektif dapat
digunakan untuk laporan keuangan mulai tahun 2009. Entitas yang telah memenuhi
kriteria untuk menggunakan SAK ETAP pada tahun 2011 harus memilih menggunakan
SAK ETAP atau PSAK. Jika pada tahun 2011 tetap memakai PSAK maka di tahun
berikutnya harus konsisten menggunakan PSAK dan tidak boleh berubah memakai
SAK ETAP.

3. Standar Akuntansi Keuangan Syariah (SAK Syariah)


Standar ini digunakan untuk entitas yang memiliki transaksi syariah atau berbasis
syariah. Standar ini terdiri atas keraengka konseptual penyusunan dan pengungkapan
laporan, standar penyajian laporan keuangan dan standar khusus transaksi syariah
seperti mudharabah, murabahah, salam, ijarah dan istishna. Bank syariah
menggunakan dua standar dalam menyusun laporan keuangan. Sebagai entitas yang

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 5


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 6 dari 46

memiliki akuntabilitas publik signifikan, bank syariah menggunakan PSAK, sedangkan


untuk transaksi syariahnya menggunakan PSAK Syariah.

4. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)


Standar ini digunakan untuk menyusun laporan keuangan instansi pemerintahan, baik
pusat ataupun daerah. SAP berbasis akrual ditetapkan dalam PP No. 71 Tahun 2010.
Instansi masih diperkenankan menggunakan PP No. 24 Tahun 2005, SAP berbasis kas
menuju akrual sampai tahun 2014. SAP berbasis kas menuju akrual menggunakan
basis kas untuk penyusunan laporan realisasi anggaran dan menggunakan basis akrual
untuk penyusunan neraca. Pada SAP berbasis akrual, laporan realisasi anggaran tetap
menggunakan basis kas karena akan dibandingkan dengan anggaran yang disusun
dengan menggunakan basis kas, sedangkan laporan operasional yang melaporkan
kinerja entitas disusun dengan menggunakan basis akrual.

Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan (KDPPLK)


merupakan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi
pengguna eksternal. Tujuan KDPPLK adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi :
a. Komite penyusunan standar akuntansi keuangan, dalam melaksanakan tugasnya
b. Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum
diatur dalam standar akuntansi keuangan
c. Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun
sesuai dengan standar akuntansi keuangan
d. Para pengguna laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan
Ruang lingkup KDPPLK membahas :
a. Tujuan laporan keuangan
b. Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
c. Definisi, pengakuan dan pengukuran unsur-unsur yang membentuk laporan keuangan
d. Konsep modal serta pemeliharaan modal

Tujuan laporan keuangan

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 6


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 7 dari 46

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi


keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi
sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Asumsi Dasar
1. Dasar akrual
Untuk mencapai tujuannya, laporan keuangan disusun atas dasar akrual. Dasar akrual
menyatakan bahwa pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (dan
bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan dicatat dalam catatan
akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan.
2. Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan disusun atasdasar asumsi kelangsungan usaha entitas dan akan
melanjutkan usahanya dimasa depan. Karena itu, entitas diasumsikan tidak bermaksud
atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material usahanya. Jika maksud
atau keinginan tersebut timbul, laporan keunagan mungkin harus disusun dengan dasar
yang bebeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan


1. Dapat dipahami
2. Relevan
3. Materialitas
4. Keandalan
5. Penyajian jujur
6. Substanti mengungguli bentuk
7. Netralitas
8. Pertimbnagan sehat
9. Kelengkapan
10. Dapat dibandingkan

Kendala Informasi yang Relevan dan Andal


1. Tepat waktu
2. Keseimbangan antara biaya dan dan manfaat
3. Penyajian wajar

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 7


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 8 dari 46

Unsur-unsur Laporan Keuangan


1. Posisi Keuangan
a. Aset
b. Liabilitas
c. Ekuitas
2. Kinerja
a. Penghasilan
b. Beban

Pengakuan Unsur Laporan Keuangan


Pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi
unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca dan laporan laba-rugi. Suatu pos harus diakui
apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :
a. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut
akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan
b. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur secara andal
Kriteria-kriteria pengakuan untuk unsur aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban
mendasarkan pada kriteria pengakuan umum tersebut.

Pengakuan unsur laporan keuangan


Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan
memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca dan laporan laba rugi. Dasar-
dasar pengkuran yang dapat diterapkan meliputi :
a. Biaya historis
b. Biaya kini
c. Nilai realisasi/penyelesaian
d. Nilai sekarang

4. Bahan dan Alat


a. Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Standar akuntansi
Keuangan per Juni 2012. IAI. 2012
b. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 8


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 9 dari 46

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini merupakan bagian dari ujian kompetensi KDPPLK. Mahasiswa
dibagi menjadi 5 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari dari 5 sampai dengan 6
mahasiswa. Setiap kelompok mahasiswa akan mendapatkan 1 jenis kelompok soal yang
harus diselesaikan secara pribadi-pribadi melalui tes tulis. Dan kemudian setiap
mahasiswa harus menyelesaikan 1 jenis kelompok soal secara lisan.

6. Prosedur Kerja
a. Mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri-dari 5-6 mahasiswa setiap
kelompoknya.
b. Ketua kelompok memilih tipe soal yang akan diselesaikan
c. Setiap kelompok secara bergantian akan menyelesaikan soal yang telah dipilih
secara tertulis di bawah pengawasan teknisi
d. Setiap mahasiswa setelah dinyatakan lulus di ujian tertulis akan memilih soal tes
lisan
e. Setiap mahasiswa akan melaksanakan tes lisan dengan dosen pengampu dan
kemudian jika lulus mahasiswa dinyatkan lulus praktikum 1.

7. Tugas dan Pertanyaan


a. Definisikan tentang akuntansi!
b. Jelaskan kegunaan akuntansi!
c. Jelaskan siklus akuntansi!
d. Jelaskan pengguna akuntansi!
e. Jelaskan jenis-jenis laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP dan SAK Umum!
f. Definisikan standar akuntansi keuangan!
g. Apakah kegunaan dari standar standar akuntansi?
h. Sebutkan macam-macam standar akuntansi di Indonesia dan penggunanya!
i. Definisikan Kerangka dasar penyajian dan penyusunan laporan keuangan!
j. Sebutkan ruang lingkup KDPPLK!
k. Jelaskan tujuan laporan keuangan!
l. Bedakan antara pengakuan dan pengukuran!
m. Sebutkan kriteria pengakuan suatu pos dan laporan keuangan secara umum!
n. Jelaskan kriteria pengakuan darai aset, libilitas, ekuitas, beban dan penghasilan!
o. Jelaskan berbnagai dasar pengukuran dalam laporan keuangan!
p. Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur laporan keuangan!
q. Jelaskan kendala informasi yang relevan dan andal!
r. Jelaskan karakteristik kualitatif laporan keuangan!
s. Jelaskan asumsi dasar yang digunakan dalam KDPPLK!

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 9


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 10 dari 46

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

9. Hasil Praktikum
Lembar Jawaban Mahasiswa

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 10
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 11 dari 46

Minggu ke : II
Capaian Pembelajaran : Mampu menyajikan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Umum
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


a. Menyebutkan jenis-jenis laporan keuangan lengkap
b. Menjelaskan identifikasi laporan keuangan
c. Menjelaskan informasi komparatif
d. Menjelaskan kepatuhan terhadap SAK
e. Mendefiniskan laporan laba-rugi dan penghasilan komperhensif lainnya
f. Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan laba-rugi dan penghasilan
komperhensif lainnya
g. Mendefinisikan laporan perubahan ekuitas
h. Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas

2. Indikator Capaian Kinerja :


a. Mampu Menyebutkan jenis-jenis laporan keuangan lengkap
b. Mampu Menjelaskan identifikasi laporan keuangan
c. Mampu Menjelaskan informasi komparatif
d. Mampu Menjelaskan kepatuhan terhadap SAK
e. Mampu Mendefiniskan laporan laba-rugi dan penghasilan komperhensif lainnya
f. Mampu Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan laba-rugi dan
penghasilan komperhensif lainnya
g. Mampu Mendefinisikan laporan perubahan ekuitas
h. Mampu Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas

3. Teori :
Laporan keuangan lengkap suatu entitas terdiri dari :

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 11


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 12 dari 46

a. laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode;


b. laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
c. laporan perubahan ekuitas selama periode;
d. laporan arus kas selama periode;
e. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan
informasi penjelasan lain; dan
ea .informasi komparatif untuk mematuhi periode sebelumnya sebagaimana ditentukan
dalam paragraf 38 dan 38A PSAK 1
f. laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif sebelumnya yang disajikan
ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat
penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-
pos dalam laporan keuangannya sesuai dengan paragraf 40A-40D PSAK 1

Entitas harus mengidentifikasi secara jelas setiap komponen laporan keuangan termasuk
catatan atas laporan keuangan. Informasi berikut, jika perlu, pada setiap halaman:
a. Nama entitas pelapor atau identitas lain dan setiap perubahan atas informasi
tersebut dari akhir periode terdekat pelaporan sebelumnya
b. Apakah laporan keuangan merupakan laporan keuangan suatu entitas atau suatu
kelompok entitas
c. Tanggal akhir periode laporan atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan,
atau catatan atas laporan keuangan;
d. Mata uang pelaporan, seperti didefinisikan dalam PSAK 10 : Pengaruh Perubahan
Kurs Valuta Asing;
e. Level Pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan
keuangan.

Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat suatu pernyataan
eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan
keuangannya. Entitas tidak dapat mendeskripsikan bahwa laporan keuangan telah patuh
terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap seluruh pernyataan
dalam SAK.

Laporan laba rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 12


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 13 dari 46

Laporan laba rugi dan penghasilan Komprehensif Lain adalah laporan yang mengukur kinerja
perusahaan selama periode tertentu. Informasi tentang kinerja keuangan perusahaan digunakan
untuk menilai ndan memprediksi jumlah dan waktu atas ketidakpastian arus kas masa depan.
Informasi yang disajikan dalam bagian laporan laba rugi yaitu:
a. Pendapatan
b. beban keuangan
c. bagian laba atau rugi investasi (metode ekuitas)
d. beban pajak
e. jumlah tunggal untuk operasi yang dihentikan.
pos pendapatan dan beban tidak boleh disajikan sebagai pos luar biasa baik dalam laporan laba
rugi maupun dalam catatan atas laporan keuangan.

Penghasilan Komprehensif Lain


Tidak Akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi
o Perubahan dalam surplus revaluasi aset tetap dan aset tak berwujud
o Pengukuran kembali atas program manfaat pasti
Tidak Akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi
o Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran laporan keuangan entitas
asing
o Keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset keunagan yang
dikategorikan sebagai tersedia untuk dijual
o Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrument lindung nilai dalam
rangka lindung arus kas.
Contoh struktur laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut :

Penyajian Operasi dihentikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain
Operasi dihentikan diatur dalam PSAK 58. Operasi dihentikan adalah komponen dalam
perusahaan yang dilepas atau dimiliki untuk dijual, yang biasanya merupakan :
a. Lini bisnis terpisah yang mewakili lini usaha atau area geografis operasi utama
yang terpisah
b. Bagian dari rencana tunggal terkoordinasi untuk melepaskan lini usaha geografis
operasi utama yang terpisah
c. Akuisisi untuk dijual kembali, yaitu entitas anak yang diperoleh secara khusus
dengan tujuan untuk dijual kembali
Contoh struktur penyajian operasi yang di hentikan adalah sebagai berikut :
Laporan perubahan ekuitas

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 13


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 14 dari 46

Laporan perubahan ekuitas menyajikan laba atau rugi entitas untuk suatu periode, pos
pendapatan dan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut,
pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakui dalam periode
tersebut, jumlah investasi oleh, dividen yang didistribusikan kepemilik ekuitas.

Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan :


a. Total laba rugi komprehensif dengan penyajian terpisah untk jumlah yang
dialokasikan untuk pemilik induk dan kepentingan non pengendali
b. Dampak setiap pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali
untuk setiap komponen ekuitas
c. untuk setiap komponen ekuitas suatu rekonsiliasi antara jumlah tercatat
awal dan akhir periode diungkapkan secara terpisah untuk komponen
d. deviden yang diakui dan jumlah dividen per saham.
Struktur laporan perubahan ekuitas adalah sebagai berikut:

4. Bahan dan Alat


a. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
b. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
c. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Mahasiswa dibagi menjadi
5 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari dari 5 sampai dengan 6 mahasiswa.
Setiap kelompok mahasiswa akan mendapatkan 1 soal kasus penyajian laporan keuangan
berdasarkan SAK UMUM.

6. Prosedur Kerja
a. Mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5-6 mahasiswa setiap
kelompoknya.
b. Setiap kelompok akan diberikan tugas untuk menyelesaiakan kasus penyajian
laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP
c. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menanyakan atau meminta informasi-
informasi tambahan yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut
kepada dosen atau teknisi

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 14


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 15 dari 46

d. Dosen atau teknisi hanya akan memberikan informasi tambahan kepada setiap
kelompok jika diminta
e. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi penyelesaikan kasusnya di
depan kelas dan akan ditanggapi oleh kelompok lainnya dan juga dosen
f. Mahasiswa akan menyusun laporan praktikum dirumah dan dikumpulkan pertemuan
berikutnya

7. Tugas dan Pertanyaan


a. sebutkan jenis-jenis laporan keuangan lengkap
b. jelaskan identifikasi laporan keuangan
c. jelaskan informasi komparatif
d. jelaskan kepatuhan terhadap SAK
e. definiskan laporan laba-rugi dan penghasilan komperhensip lainnya
f. jelaskan informasi yang disajikan dalam laporan laba-rugi dan penghasilan
komperhensip lainnya
g. definisikan laporan perubahan ekuitas
h. jelaskan informasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas

Kasus I
PTSejahtera suatu perusahaan industri memproduksi Perlengkapan Olah raga.
Menyajikan informasi kegiatan produksi dan kegiatan operasional pada akhir tahun 31
Desember 20XX (dalam ribuan rupiah) sebagai berikut :
1. Persediaan Bahan Baku awal ………………………… Rp 2.800,-
2. Persediaan Barang Dalam Proses Awal ……………. Rp 6.800,-
3. Persediaan Barang Jadi Awal ……………………….. Rp 2.800,-
4. Penjualan ………………………………………………. Rp 520.000,-
5. Pembelian Bahan Baku ………………………………. Rp 73.000,-
6. Biaya Tenaga Kerja Langsung ………………………. Rp 52.400,-
7. Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung …………………. Rp 14.700,-
8. Sewa Perlengkapan Pabrik ………………………….. Rp 5.000,-
9. Beban Angkutan Barang Masuk …………………….. Rp 2.870,-
10.Beban Angkutan Barang Keluar …………………….. Rp 4.300,-
11.Gaji Direksi dan Staf ………………………………….. Rp 10.500,-
12.Gaji Salesmen …………………………………………. Rp 8.600,-
13.Biaya Pemeliharaan Mesin …………………………… Rp 4.800,-
14.Komisi Salesman ……………………………………… Rp 3.200,-
15.Diskon Pembelian Bahan Baku ……………………… Rp 1.000,-
16.Retur Pembelian Bahan Baku ……………………….. Rp 2.300,-
17.Retur Penjualan ……………………………………….. Rp 12.000,-

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 15


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 16 dari 46

18.Diskon Penjualan ……………………………………… Rp 8.400,-


19.Assuransi (Pabrik 40%,Kantor25%, Marketing 35%) Rp 30.000,-
20.Penyusutan Pabrik ……………………………………. Rp 18.600,-
21.Penyusutan Marketing ………………………………... Rp 15.200,-
22.Penyusutan Kantor Pusat/Administrasi …………….. Rp 14.200,-
23.Biaya Overhead lain-lain ……………………………… Rp 11.700,-
24.Biaya Penjualan lain-lain ……………………………… Rp 8.600,-
25.Biaya Administrasi lain-lain …………………………… Rp 8.600,-
26.Persediaan Bahan Baku Akhir ……………………….. Rp 10.800,-
27.Persediaan Barang Dalam Proses Akhir ……………. Rp 4.100,-
28.Persediaan Barang Jadi Akhir ………………………… Rp 6.200,-
29.Beban Bunga …………………………………………… Rp 6.200,-
30.Pajak Perseroan 40%
31.Keuntungan revaluasi aset tetap................................. Rp 1.200
32. Kerugian dari penjabaran laporan keuangan.............. Rp 6.000
33. Keuntungan aset keuangan tersedia untuk dijual........ Rp 500
34. Keuntungan Pengukuran kembali program imbalan pasti Rp 700

Susunlah laporan laba rugi dan penghasilan komperhensif lain PT Sejahtera sesuai
dengan PSAK 1

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 16


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 17 dari 46

Minggu ke : III
Capaian Pembelajaran : Mampu menyajikan Laporan Keuangan Berdasarkan SAK
Umum
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


a. Mendefinisikan Laporan Posisi Keuangan
b. Menjelaskan informasi yang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan
c. Menjelaskan klasifikasi aset dan Liabilitas
d. Menjelaskan urutan dan format pos dalam Laporan Posisi Keuangan
e. Menjelaskan informasi yang disajikan di Laporan Posisi Keuangan atau CALK
f. Mendefinisikan CALK
g. Menjelaskan struktur CALK
h. Menjelaskan pengungkapan kebijakan akuntansi
i. Menyusun laporan keuangan dari daftar saldo berdasarkan SAK
2. Indikator Capaian Kinerja :
a. Mampu Mendefinisikan laporan posisi keuangan
b. Mampu Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan
c. Mampu Menjelaskan klasifikasi aset dan liabilitas
d. Mampu Menjelaskan urutan dan format pos dalam laporan posisi keuangan
e. Mampu Menjelaskan informasi yang disajikan di laporan posisi keuangan atau
CALK
f. Mampu Menjelaskan informasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas
g. Mampu Mendefinisikan CALK
h. Mampu Menjelaskan struktur CALK
i. Mampu Menjelaskan pengungkapan kebijakan akuntansi
j. Mampu Menyusun laporan keuangan dari daftar saldo berdasarkan SAK

3. Teori :

Laporan Posisi Keuangan

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 17


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 18 dari 46

Laporan Posisi Keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas suatu entitas pada suatu
tanggal tertentu. Neraca minimal mencakup pos-pos berikut :
a. Aset tetap;
b. Properti investasi;
c. Aset tidak berwujud;
d. Aset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (h) dan (i));
e. Investasi dengan menggunakan metode ekuitas;
f. Persediaan;
g. Piutang dagang dan piutang lainnya;
h. Kas dan setara kas;
i. Total aset yang diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual sesuai
dengan psak 58;
j. Utang dagang dan utang ainnya;
k. Provisi;
l. Liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l));
m. Liabilitas dan aset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam psak 46;
n. Liabilitas dan aset untuk pajak tangguhan sebagaimana didefinisikan dalam psak
46;
o. Liabilitas yang termasuk dalam kelompok yang dilepaskan yang diklasifikasikan
sebagai yang dimiliki untuk dijual sesuai dengan psak 58;
p. Kepentingan non-pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas; dan
q. Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Format dan urutan terhadap pos-pos yang disajikan tidak diatur dalam standar tetapi
disarankan untuk mengikuti format yang umum digunakan.

Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancar jika:


a. diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual atau digunakan, dalam
jangka waktu siklus operasi normal entitas;
b. dimiliki untuk diperdagangkan;
c. diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan setelah akhir periode
pelaporan; atau
d. berupa kas atau setara kas, kecuali jika dibatasi penggunaannya dari pertukaran
atau digunakan untuk menyelesaikan kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhir
periode pelaporan.
e. Aset lainnya diklasifiaksikan tidak lancar

Entitas mengklasifikasikan liabilitas sebagai liabilitas jangka pendek jika:


a. diperkirakan akan diselesaikan dalamjangka waktu siklus normal operasi entitas;
b. dimiliki untuk diperdagangkan;
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 18
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 19 dari 46

c. liabilitas akan diselesaikan dalamjangka waktu 12 bulan setelah akhir periode


pelaporan; atau
d. entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian liabilitas
setidaknya 12 bulan setelah akhir periode pelaporan.
e. Entitas mengklasifikasikan semua liabilitas lainnya sebagai liabilitas jangka
panjang.

Entitas mengungkapkan di laporan posisi keuangan atau catatan atas laporan keuangan
meliputi :
a. kelompok aset tetap;
b. jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa,
pelunasan dipercepat dan jumlah lainnya;
c. Rincian persediaan
d. Kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya

Contoh klasifikasi aset dan liabilitas di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut :
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas
Piutang Usaha
Pihak Ketiga
Pihak-Pihak Berelasi
Piutang Lain-Lain
Aset Keuangan Lancar Lainnya
Persediaan
Pajak Dibayar Dimuka
Biaya Dibayar Dimuka
Uang Muka

Aset Tidak Lancar


Investasi pada entitas asosiasi
Piutang Usaha Jangka Panjang
Piutang Lain-Lain Jangka Panjang
Beban Dibayar Dimuka Jangka Panjang
Properti Investasi
Aset tetap
Aset Tidak Berwujud
Aset Pajak Tangguhan
Aset Tidak Lancar Lainnya
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Bank
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 19
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 20 dari 46

Utang Usaha
Pihak Ketiga
Pihak-Pihak Berelasi
Utang Lainnya
Uangmuka Penjualan
Liabilitas keuangan lancar lainnya
Beban Akrual
Pendapatan Ditangguhkan
Utang Pajak
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Bagian Lancar dari Utang Jangka Panjang

Liabilitas Jangka Panjang


Utang Bank Jangka Panjang
Utang Obligasi
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas Pajak Tangguhan
Ekuitas
Modal Saham
Tambahan Modal Disetor
Saldo Laba

Catatan Atas Laporan Keuangan


Catatan atas laporan keuangan berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan
dalam laporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif
atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi pos-pos yang
tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.

Struktur CALK adalah sebagai berikut


a. Judul CALK
b. Umum
Bagian ini berisi minimal tentang Domisili entitas, bentuk hukum dan alamat
kantor entitas yang terdaftar dan juga penjelasan sifat operasi dan aktivitas utama.
Selain itu, bagian ini juga diperbolehkan menjelaskan tentang sejarah dan
perkembangan perusahaan.
c. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Penting
Bagian ini berisi terutama tentang :
• Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK
• Dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 20


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 21 dari 46

• Kebijakan akuntansi lain per pos-pos laporan keuangan yang digunakan yang
relevan untuk memahami laporan keuangan
d. Rincian saldo-saldo pendukung untuk setiap pos-pos dalam laporan keuangan

4. Bahan dan Alat


d. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
e. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
f. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Mahasiswa dibagi menjadi
5 kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari dari 5 sampai dengan 6 mahasiswa.
Setiap kelompok mahasiswa akan mendapatkan 1 soal kasus penyajian laporan keuangan
berdasarkan SAK UMUM.

6. Prosedur Kerja
a. Mahasiswa dibagi menjadi 5 kelompok yang terdiri dari 5-6 mahasiswa setiap
kelompoknya.
b. Setiap kelompok akan diberikan tugas untuk menyelesaiakan kasus penyajian
laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP
c. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menanyakan atau meminta informasi-
informasi tambahan yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut
kepada dosen atau teknisi
d. Dosen atau teknisi hanya akan memberikan informasi tambahan kepada setiap
kelompok jika diminta
e. Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi penyelesaikan kasusnya di
depan kelas dan akan ditanggapi oleh kelompok lainnya dan juga dosen
f. Mahasiswa akan menyusun laporan praktikum dirumah dan dikumpulkan pertemuan
berikutnya

7. Tugas dan Pertanyaan


a. definisikan laporan posisi keuangan
b. jelaskan informasi yang disajikan dalam laporan posisi keuangan
c. jelaskan klasifikasi aset dan liabilitas
d. jelaskan urutan dan format pos dalam liabilitas
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 21
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 22 dari 46

e. jelaskan informasi yang disajikan di laporan posisi keuangan atau CALK


f. jelaskan informasi yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas
g. definisikan CALK
h. jelaskan struktur CALK
i. jelaskan pengungkapan kebijakan akuntansi
j. susunlah laporan keuangan dari daftar saldo berikut ini berdasarkan SAK

Nama Akun Dr Cr
Kas 123,456,000 -
Bank BCA 209,875,200 -
Bank Mandiri 188,887,680 -
Bank BNI 226,665,216 -
Bank Syariah Mandiri 135,999,130 -
Piutang Usaha 1,469,126,400 -
Persediaan Bahan mentah 132,221,376 -
Persediaan Barang Dalam Proses 39,666,413 -
Persediaan Barang Jadi 528,885,504 -
Persediaan Bahan Pembantu 31,733,130 -
Biaya Iklan dibayar dimuka 493,824 -
Biaya Asuransi Dibayar dimuka 246,912 -
Biaya Sewa di bayar dimuka 148,147 -
Investasi dalam Saham 135,801,600 -
Investasi dalam obligasi 122,221,440 -
Tanah 661,106,880 -
Bangunan 925,549,632 -
Infrastuktur 264,442,752 -
Mesin 647,884,742 -
Perabot dan Peralatan Kantor 185,109,926 -
Kendaraan 259,153,897 -
Akumulasi Penyusutan Bangunan 115,693,704 -
Akumulasi Penyusutan Infrastruktur 33,055,344 -
Akumulasi Penyusutan Mesin 80,985,593 -
Akumulasi Penyusutan Perabot dan Peralatan Kantor 23,138,741 -
Akumulasi Penyusutan Kendaraan 32,394,237 -
Utang Usaha - 722,907,867
Utang Bunga - 90,363,483
Utang Gaji - 135,545,220
Utang Bank BCA (JPd) - 361,453,900

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 22


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 23 dari 46

Utang Bank Mandiri (JPd) - 542,180,900


Utang Bank BNI (JPd) - 271,090,450
Utang Bank BCA yang Jatuh Tempo < 1 Tahun - 9,399,000
Utang Bank Mandiri yang Jatuh Tempo < 1 Tahun - 14,581,570
Utang Bank BSM yang Jatuh Tempo < 1 Tahun - 8,327,000
Uang Muka Penjualan - 180,726,900
Utang Bank BCA (JPj) - 46,995,000
Utang Bank Mandiri (JPj) - 72,907,850
Utang Bank BSM (JPj) - 41,635,000
Modal Saham - 1,222,748,784
Tambahan Modal Disetor - 407,582,928
Saldo Laba - 1,481,337,656
Penjualan - 36,408,250,000
Harga Pokok Penjualan 14,563,300,000 -
Beban Promosi 7,281,650,000 -
Beban Pengangkutan 728,165,000 -
Beban Gaji dan Kesejahteraan Karyawan Bagian 3,640,825,000 -
Pemasaran
Beban Sewa Bagian Pemasaran 109,224,750 -
Beban Perjalanan Dinas Bagian Pemasaran 764,573,250 -
Beban Asuransi Bagian Pemasaran 145,633,000 -
Beban Penyusutan Bagian Pemasaran 873,798,000 -
Beban Pemeliharaan dan Perbaikan Bagian Pemasaran 218,449,500 -
Beban Lain-Lain Bagian Pemasaran 36,408,250 -
Beban Listrik dan Air Bagian Pemasaran 91,020,625 -
Beban Gaji dan Kesejahteraan Karyawan 4,004,907,500 -
Beban Sewa 120,147,225 -
Beban Profesional dan Konsultan 841,030,575 -
Beban Penyusutan 160,196,300 -
Beban Pelatihan dan Pengembangan 961,177,800 -
Beban Perlengkapan Kantor 240,294,450 -
Beban Perizinan dan Pengurusan 40,049,075 -
Beban Representasi dan Jamuan 56,432,788 -
Beban Telepon, Telex dan Faksimile 141,081,969 -
Beban Asuransi 169,298,363 -
Beban Pemeliharaan Bangunan dan Kebersihan 152,368,526 -
Pendapatan Bunga - 355,526,561
Beban Bunga 237,017,708 -

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 23


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 24 dari 46

Beban Administrasi Bank 213,315,937 -


Kerugian Penjualan Aset Tetap 8,532,637 -
Keuntungan Selisih Kurs - 31,498
Pajak Penghasilan 749,920 -

42,373,591,567 42,373,591,567

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)

Minggu ke : 4
Capaian Pembelajaran : Mampu menyajikan Laporan Arus Kas
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 24


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 25 dari 46

1. Sub Capaian Pembelajaran :


a. Mendefinisikan laporan arus kas
b. Menjelaskan manfaat laporan arus kas
c. Menjelaskan perbedaan kas dan setara kas
d. Menyebutkan klasifikasi arus kas
e. Menyebutkan metode-metode penyusunan laporan arsu kas
f. Menyebutkan bahan-bahan penyusunan laporan arsu kas
g. Menjelaskan tahapan-tahapan penyusunan laporan arsu kas
h. Menyebutkan struktur laporan arus kas
i. Menyebutkan setiap komponen arus kas
j. Menyusun laporan arus kas

2. Indikator Capaian Kinerja :


a. Mampu mendefinisikan laporan arus kas
b. Mampu menjelaskan manfaat laporan arus kas
c. Mampu menjelaskan perbedaan kas dan setara kas
d. Mampu menyebutkan klasifikasi arus kas
e. Mampu menyebutkan metode-metode penyusunan laporan arsu kas
f. Mampu menyebutkan bahan-bahan penyusunan laporan arsu kas
g. Mampu menjelaskan tahapan-tahapan penyusunan laporan arsu kas
h. Mampu menyebutkan struktur laporan arus kas
i. Mampu menyebutkan setiap komponen arus kas
j. Mampu menyusun laporan arus kas

3. Teori :
Laporan arus Kas adalah Laporan keuangan yang berisi daftar aliran kas masuk (cash
inflows) dan aliran kas keluar (cash outflows). Laporan arus Kas Menjelaskan perubahan
kas yang terjadi selama periode tertentu. Laporan arus Kas merupakan Laporan keuangan
wajib dibuat oleh setiap perusahaan sebagaimana diatur dalam SAK No. 2.

Laporan keuangan ini membantu pemakai memperoleh informasi: Kemampuan


perusahaan memperoleh kas; Kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban; Menjelaskan
laba akuntansi dan laba tunai; Pengaruh kegiatan investasi dan pembiayaan cash dan
noncash terhadap position keuangan perusahaan.

Kas aktiva berupa alat pembayaran yang tersedia dan dapat digunakan scr bebas (segera).
Sedangkan Ekuivalen kas adalah Investasi, sangat liquid yang Siap dikonversi menjadi kas

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 25


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 26 dari 46

dalam jumlah kas tetap dan diketahui serta Jatuh tempo dalam jgk waktu dekat, sehingga
tidak ada risiko akibat fluktuasi nilai pasar akibat perubahan tingkat bunga.

Klasifikasi arus kas terdiri dari :


a. Aliran kas dari kegiatan operasi (Cash Flows from Operating Activities)
b. Aliran Kas dari kegiatan Investasi (Cash Flows from Investing Activities)
c. Aliran kas dari Pendanaan (Cash Flows from Financing Activities)

4. Bahan dan Alat


a. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
b. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
c. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Setiap mahasiswa akan
mendapatkan 1 soal kasus penyajian laporan keuangan arus kas berdasarkan SAK
UMUM.

6. Prosedur Kerja
Setiap mahasiswa mengerjakan soal pada buku panduan praktikum dengan bimbingan
dosen dan teknisi

7. Tugas dan Pertanyaan


a. Definisikan laporan arus kas!
b. Jelaskan manfaat laporan arus kas!
c. Jelaskan perbedaan kas dan setara kas!
d. Sebutkan klasifikasi arus kas!
e. Sebutkan metode-metode penyusunan laporan arsu kas!
f. Sebutkan bahan-bahan penyusunan laporan arsu kas!
g. Jelaskan tahapan-tahapan penyusunan laporan arsu kas!
h. Gambarkan struktur laporan arus kas!
i. Sebutkan setiap komponen arus kas!
j. Selesaikan soal studi kasus berikut ini!
Berikut adalah laporan keuangan PT ABC:

PT.ABC

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 26


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 27 dari 46

Neraca Komparatif
31 Desember 2012 dan 2011
(dalam jutaan rupiah)
________________________________________________________________________
Aktiva
2011 2012
Kas 22 16
Piutang usaha 200 250
Persediaan barang dagang 125 95
Biaya umum dibayar dimuka 18 10
Aktiva tetap 1.019 1.000
Akum.penyusutan aktiva tetap (527) (597)
Total aktiva 857 774

Kewajiban dan modal pemegang saham

Utang usaha 75 50
Utang bunga 10 8
Utang pajak penghasilan 90 107
Utang obligasi 117 77
Saham biasa 338 300
Laba ditahan 227 232
Total kewajiban dan modal pemegang saham 857 774

PT.ABC
Laporan Laba Rugi
31 Desember 2012 dan 2012
(dalam jutaan rupiah)

Penjualan 1.300
Harga pokok penjualan (880)
Laba kotor 420

Beban operasi :
Beban penyusutan 60
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 27
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 28 dari 46

Beban Gaji 240


Beban pajak penghasilan 35
Total beban operasi (335)
Laba operasi 85
Beban bunga (15)
Laba bersih 70

Informasi berikut juga tersedia tahun 2012:


a. Aktiva tetap dijual sebesar nilai bukunya, yaitu Rp 200 juta. Aktiva tetap yang dijual ini
memiliki harga perolehan Rp 330 juta
b. Total deviden tunai yang dibayarkan sepanjang tahun 2010 adalah Rp 75 juta.
c. Seluruh utang usaha terkait langsung dengan pembelian barang dagang.
d. Seluruh pembelian aktiva tetap dilakukan secara tunai.
e. Sepanjang tahun 2012, perusahaan menerbitkan saham biasa dan obligasi secara tunai.
f. Sepanjang tahun 2010, tidaka ada pembagian deviden saham kepada investor.

Susunlah laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada 31 desember 2012 dengan
menggunakan metode langsung!

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat
BUKU PANDUAN PRAKTIKUM
(BPP)

Minggu ke : 5
Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Kas
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


UP2AI, Polinela, Tahun 2018 28
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 29 dari 46

a. Mampu menjelaskan prosedur pengendalian internal kas dan bank


b. Mampu menjelaskan procedure kas/bank masuk dan kas/bank keluar
c. Mampu menjelaskan metode-metode rekonsiliasi
d. Mampu menyusun laporan rekonsiliasi bank
e. Mampu membuat jurnal penyesuaian terkait rekonsiliasi bank
f. Mampu menjelaskan metode-metode kas kecil
g. Mampu mencatat mutasi masuk dan keluar kas kecil
h. Mampu menyajikan laporan kas kecil

2. Indikator Capaian Kinerja :


a. Mampu menjelaskan prosedur pengendalian internal kas dan bank
b. Mampu menjelaskan procedure kas/bank masuk dan kas/bank keluar
c. Mampu menjelaskan metode-metode rekonsiliasi
d. Mampu menyusun laporan rekonsiliasi bank
e. Mampu membuat jurnal penyesuaian terkait rekonsiliasi bank
f. Mampu menjelaskan metode-metode kas kecil
g. Mampu mencatat mutasi masuk dan keluar kas kecil
h. Mampu menyajikan laporan kas kecil

3. Teori :
Kas adalah alat pembayaran yang sah, memiliki 2 kriteria, yaitu:
a. Tersedia; berarti kas harus ada dan dimiliki serta dapat digunakan sehari-hari
sebagai alat pembayaran untuk kepentingan perusahaan
b. Bebas; setiap item dapat diklasifikasikan sebagai kas, jika diterima umum sebagai
alat pembayaran sebesar nilai nominalnya.

Kas meliputi: Uang tunai (kertas/logam) baik yang ada ditangan perusahaan (Cash in
hand) atau ada di bank (bank), Cek, demand deposit, money order dll.

Karakteristik kas
a. Aktif tapi tidak produktif; untuk memperoleh rentabilitas, kas tidak boleh dibiarkan
menganggur (idle cash). Untuk memperoleh pendapatan, kas harus diubah terlebih
dahulu menjadi persediaan, piutang dst. Tetapi juga tdk diperkenankan seluruh kas
diubah bentuknya, karena perusahaan akan kesulitan beroperasi apbl tidak
disediakan kas yang memadai. Dari kondisi ini maka manajemen harus mampu
menciptakan adanya keseimbangan antara kedua kepentingan tersebut.

b. Tidak memiliki identitas kepemilikan, sehingga mudah dipindah tangankan.


Dengan kondisi ini maka manajemen harus yakin bahwa:

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 29


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 30 dari 46

- Setiap pengeluaran kas harus sesuai dengan tujuan


- Semua uang yang seharusnya diterima, benar2 diterima
- Tidak ada penyalahgunaan terhadap uang milik perusahaan

Ada beberapa item yang perlu dipertimbangkan dalam akuntansi kas:


a. Sertifikat deposito (certificates deposit / CDs), sertifikat deposito harus
diklasifikasikan sebagai investasi jangka pendek dan bukan kas. Sebab CDs dapat
dicairkan apbl telah jatuh tempo, hal ini berarti ada batasan penggunaan kas
b. Cek Mundur (Postdated Checks), cek yang dapat diuangkan pada tanggal yang
tercantum dalam cek tersebut. Cek mundur dapat diklasifikasikan sbg kas setelah
tanggal cek tsb dapat diuangkan
c. Cek kosong (Not sufficient funds), terjadi karena rekening koran perusahaan yang
mengeluarkan cek tidak mempunyai dana, cek dalam keadaan rusak atau kesalahan
informasi yang tercantum dlam cek. Item ini lebih tepat dilaporkan sebagai piutang
daripada kas
d. Biaya yang dibayar dimuka, item seperti perangko, uang muka karyawan, asuransi
dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, lebih tepat dilaporkan sebagai biaya dibayar
dimuka drpd kas
e. Bank Overdraft, terjadi karena pemilik dana (deposan) menulis cek dalam jumlah
yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah dana yang disimpan di bank. Item
ini dilaporkan sebagai utang lancar
f. Cek yang belum dikirimkan (undelivered checks), cek yang telah dibuat tetapi
belum diserahkan kepada pihak yang berhak menerima. Jika pada tanggal neraca
terdapat item seperti ini, maka dapat diklasifikasikan sebagai kas.
g. Saldo kompensasi (Compensating balances), merupakan saldo minimum yang
harus dipertahankan di bank sebagai jaminan atas sejumlah dana yang dipinjam.
Saldo kompensasi harus diungkap dalam catatan atas statemen keuangan
perusahaan.
Manajemen kas
Didefinisikan sebagai pengoptimasian penggunaan kas sebagai aktiva. Hal ini berarti tidak
boleh terjadi kegagalan pemakaian kas, dan pengawasan terhadap posisi kas. Tujuan
manajemen kas meliputi 2 hal: likuiditas dan earning.
a. Likuiditas manajemen harus secara sadar menjaga likuiditas dan jumlah kas
yang harus ada dalam perusahaan.
b. Earning tiap pengeluaran perusahaan harus diarahkan untuk mendapatkan
kemungkinan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan kas yang dikeluarkan.
Selain itu manajemen harus menjamin pembayaran dilakukan secara ekonomis

Perencanaan kas

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 30


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 31 dari 46

Aspek utama perencanaan kas adalah penyusunan anggaran kas. Manajer harus
menyiapkan daftar kegiatan untuk menimbulkan kas (pembelanjaan) dan kegiatan
menggunakan kas (pengoperasian dan penginvestasian). Dengan kata lain manajer harus
membuat proyeksi Cash in flow, Cash out flow dan balance (saldo). Agar tujuan tercapai,
ada 2 hal yang harus dilakukan:
a. Menentukan sumber penerimaan kas, misal; kas dari operasi rutin, kas dari
pelunasan utang jangka panjang, investasi dari pemilik, penjualan aktiva tetap,
mengeluarkan obligasi dll
b. Menentukan rencana penggunaan kas, misal; pembayaran dividen, pembayaran
utang jangka panjang, pembelian aktiva tetap, membayar gaji karyawan, dll
Berdasarkan 2 hal tadi maka manajemen dapat mengetahui seberapa besar kas yang
dibutuhkan atau seberapa besar kas yang menganggur, selanjutnya dapat ditentukan
langkah selanjutnya terhadap kas yang berlebihan/menganggur

Sistem Pengendalian Internal terhadap Kas Adalah semua sarana, alat, mekanisme yang
digunakan oleh perusahaan untuk:
a. Mengamankan, mencegah pemborosan dan penyalah gunaan kas
b. Menjamin ketelitian dan dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi tentang kas
c. Mendorong dicapainya efisiensi, serta
d. Dipatuhinya kebijakan manajemen tentang kas.

Prinsip yang berkaitan dengan pengawasan akuntansi:


a. Karyawan yang jujur dan kompeten, serta memiliki tanggung jawab
b. Tanggung jawab yang terkait harus dilaksanakan oleh fungsi-fungsi yang terpisah
c. Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi pelaksana
d. Catatan akuntansi yang memadai harus terselenggara setiap saat
e. Melaksanakan rotasi tugas untuk karyawan yang melaksanakan kegiatan klerikal
f. Adanya sistem otorisasi
g. Adanya kebiasaan yang baik dalam perusahaan
Pengawasan internal thd kas didesain untuk menjamin bahwa:
a. Adanya pemisahan antara bagian-bagian yang menangani kas
b. Semua kas yang diterima harus segera disetor ke bank
c. Pengeluaran kas harus ada otorisasi dan sesuai tujuan
d. Semua pengeluaran kas harus menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang
jumlahnya kecil menggunakan petty cash
Untuk menampung transaksi yang menyangkut kas dalam perusahaan, diselenggarakan
akun/rekening berikut:
a. Kas atau Bank, digunakan untuk menampung transaksi penerimaan dan
pengeluaran kas melalui kasir (di dalam perusahaan), termasuk penerimaan dari
dan pengeluaran (setoran tunai ke bank)
UP2AI, Polinela, Tahun 2018 31
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 32 dari 46

b. Kas Kecil, Merupakan sejumlah dana yang dibentuk khusus untuk pengeluaran
yang bersifat rutin dan relatif kecil jumlahnya. Kas kecil yang jumlahnya dibatasi
itu, secara periodik atau setiap uang kas kecil hampir habis diisi kembali
c. Selisih kas, digunakan untuk menampung perbedaan jumlah fisik kas berdasarkan
cash opname dengan jumlah kas menurut catatan pembukuannya. Hal ini bersifat
sementara saja, sebelum sebab terjadinya selisih ditemukan

4. Bahan dan Alat


a. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
b. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
c. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Setiap mahasiswa akan
mendapatkan 1 soal kasus rekonsiliasi dan kas kecil

6. Prosedur Kerja
Setiap mahasiswa mengerjakan soal pada buku panduan praktikum dengan bimbingan
dosen dan teknisi

7. Tugas dan Pertanyaan


1. Jelaskan prosedur pengendalian internal kas dan bank
2. Jelaskan prosedur kas/bank masuk dan kas/bank keluar
3. Jelaskan metode-metode rekonsiliasi
4. Jelaskan metode-metode kas kecil
5. Selesaikan soal studi kasus berikut ini!

KASUS KAS KECIL


PD Trisatya sentosa menyelenggarakan kas kecil untuk pengeluaran-pengeluaran dalam
jumlah kecil. Kas tersebut mulai dibuka pada tanggal 1 Desember 2011 dengan menerima
uang sebanyak Rp 3.000.000 dari Kas. Untuk selanjutnya kas kecil diisi setiap tanggal 15
dan 30. Transaksi yang berhubungan dengan kas kecil selama bulan desember 2011 adalah
sebagai berikut:
2 desember Dibeli materai Rp 320.000 (suplai Kantor)

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 32


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 33 dari 46

7 desember Dibayar rekening listrik Rp 340.000 dan air Rp 220.000


12 desember Dibayar biaya iklan pada harian kompas Rp 200.000
14 desember Dana Kas kecil dianggap terlalu besar, maka Rp 500.000 disetor kembali
ke kas.
15 desember Dana kas kecil diisi kembali.
18 desember Dibayar biaya angkut pembelian Rp 225.000
22 desember Dibayar biaya telepon Rp 400.000
26 desember Dibeli perlengkapan kantor Rp 725.000
28 desember Dibayar untuk pengobatan karyawan yang sakit Rp 175.000 (biaya rupa-
rupa)
30 desember Dibayar biaya angkut barang Rp 130.000
30 desember Dana kas kecil diisi kembali.

Diminta :
1. Sebagai seorang kasir kas kecil, buatlah laporan pertanggungjawaban penggunaan
dana kas kecil untuk memperoleh pengisian dana kas kecil kembali.
2. Sebagai seorang staf akuntansi catatlah transaksi yang terkait dengan pembentukan
dan penggunaan dana kas kecil tersebut dengan menggunakan sistem imprest.

KASUS REKONSILIASI BANK

Sebagai seorang staf akuntan anda diberi tugas untuk melakukan rekonsiliasi bank pada
bulan terakhir tahun 2014. Anda diharapkan untuk membuat laporan atas pekerjaan
saudara tersebut berupa laporan rekonsiliasi bank dan jurnal yang harus dibuat untuk
perusahaan. Berikut rekening Koran dan buku besar bank PT KJKT per 31 Desember
2014.

PT KJKT
GENERAL LEDGER (DETAIL)
01/12/2014 TO 31/12/2014

1-1111 BANK MANDIRI TBK


SALDO 210.456.345

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 33


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 34 dari 46

AWAL

TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO


2-Dec-14 Tarik Tunai 20.000.000 190.456.345
4-Dec-14 Pembayaran Kepada PT Bagas Cek No 120 50.000.000 140.456.345
4-Dec-14 Setor Tunai 35.000.000 175.456.345
5-Dec-14 Pembayaran Kepada PT karya Cek No 121 46.000.000 129.456.345
7-Dec-14 Tarik Tunai 25.000.000 104.456.345
7-Dec-14 Pembayaran Kepada PT karya Cek No 122 67.000.000 37.456.345
Pembayaran Kepada PT Bahagia Cek No
10-Dec-14 15.000.000 22.456.345
123
12-Dec-14 Penerimaan Piutang PT Gaga BG No 203 60.000.000 82.456.345
13-Dec-14 Setor Tunai 50.000.000 132.456.345
17-Dec-14 Pembayaran Kepada PT Bagas Cek No 124 60.000.000 72.456.345
18-Dec-14 Pembayaran Kepada PT Raya Cek No 125 40.000.000 32.456.345
19-Dec-14 Pembayarn kepada PT Kencana Cek No 126 21.000.000 11.456.345
20-Dec-14 Setor Tunai 70.000.000 81.456.345
22-Dec-14 Penerimaan Piutang PT Cahaya Cek No 345 25.000.000 106.456.345
24-Dec-14 Setor Tunai 20.000.000 126.456.345
26-Dec-14 Pembayaran Kepada PT Bagas Cek No 127 55.000.000 71.456.345
26-Dec-14 Pembayaran Kepada PT Bagas Cek No 128 30.000.000 41.456.345
26-Dec-14 Setor Tunai 125.000.000 166.456.345

Total 385.000.000 429.000.000 166.456.345

BANK MANDIRI TBK


Nomor Rekening : 114-000-2344344
Jenis Rekening : Giro
Periode Transaksi : 01 Des 2014 s.d. 31 Des 2014

SALDO
AWAL 210.456.345

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 34


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 35 dari 46

TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO


02-Dec-14 withdrawal 20.000.000 190.456.345
04-Dec-14 Setor Tunai 35.000.000 225.456.345
05-Dec-14 Piutang PT Andalas 25.000.000 250.456.345
05-Dec-14 Cek No 120 50.000.000 200.456.345
05-Dec-14 Cek No 121 46.000.000 154.456.345
05-Dec-14 Adm 12.500 154.443.845
07-Dec-14 withdrawal 25.000.000 129.443.845
07-Dec-14 Cek No 122 67.000.000 62.443.845
12-Dec-14 Cek No 123 15.000.000 47.443.845
12-Dec-14 BG No 203 60.000.000 107.443.845
13-Dec-14 Setor Tunai 50.000.000 157.443.845
19-Dec-14 Cek 124 60.000.000 97.443.845
19-Dec-14 Cek 126 21.000.000 76.443.845
20-Dec-14 Setor Tunai 70.000.000 146.443.845
22-Dec-14 Cek No 345 PT Melati 25.000.000 171.443.845
22-Dec-14 Pembayaran Piutang PT Caraka 35.000.000 206.443.845
24-Dec-14 Setor Tunai 20.000.000 226.443.845
26-Dec-14 Cek No 128 30.000.000 196.443.845
26-Dec-14 Setor Tunai 125.000.000 321.443.845
31-Dec-14 Bunga 126.765 321.570.610
31-Dec-14 Pajak 25.353 321.545.257

Saldo Akhir 321.545.257


Total Debet 334.037.853
Total Kredit 445.126.765

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 35


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 36 dari 46

9. Hasil Praktikum
Lembar Jawaban mahasiswa

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)

Minggu ke : 6
Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Piutang
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


1. Mampu menjelaskan definisi piutang
2. Mampu menjelaskan klasifikasi piutang
3. Mampu menjelaskan prosedur piutang
4. Mampu menyusun daftar nominative piutang
5. Mampu mencatat mutasi piutang
6. Mampu membuat konfirmasi piutang
7. Mampu menentukan besarnya penurunan piutang

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 36


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 37 dari 46

8. Mampu mencatat penurunan nilai piutang

2. Indikator Capaian Kinerja :


1. Mampu menjelaskan definisi piutang
2. Mampu menjelaskan klasifikasi piutang
3. Mampu menjelaskan prosedur piutang
4. Mampu menyusun daftar nominative piutang
5. Mampu mencatat mutasi piutang
6. Mampu membuat konfirmasi piutang
7. Mampu menentukan besarnya penurunan piutang
8. Mampu mencatat penurunan nilai piutang

3. Teori :
Piutang adalah klaim perusahaan atas uang, barang atau jasa kepada pihak lain akibat
transaksi dimasa lalu.

Klasifikasi
Piutang usaha (account Receivable) atau piutang dagang (Trade Receivable)
Piutang Lain-Lain (other Receivable)

Piutang Usaha
Piutang Usaha adalah piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa yang
dihasilkan perusahaan. Dalam kegiatan normal perusahaan, piutang usaha biasanya akan
dilunasi dalam tempo kurang dari satu tahun, OKI piutang usaha dikelompokkan ke dalam
kelompok aset lancar

Piutang Lain-Lain
a. Piutang Bunga
b. Piutang Karyawan
c. Piutang Dividen
d. Piutang Pajak (klaim terhadap restitusi pajak)
e. Uang Muka Pembelian (Persekot dalam kontrak pembelian)
f. Piutang Asuransi (Klaim terhadap perusahaan asuransi atas kerugian yang
dipertanggungjawabkan)

Akuntansi piutang
a. Pengakuan awal
b. Pengakuan setelah perolehan (Akhir Tahun)
c. Penghentian pengakuan

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 37


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 38 dari 46

d. Penyajian
e. pengungkapan

Akuntansi Piutang
Pengakuan Awal
Piutang diakui oleh entitas sebesar nilai wajar (harga perolehan atau nilai pertukaran pada
tanggal transaksi ditambah biaya transaksi yang terjadi. Untuk piutang jangka panjang
perusahaan harus mencatat piutang sebesar nilai kini dari kas dimasa yang akan datang.
Jika tidak berbunga, bunga pasar sebagai acuan. Diskon yang timbul akan diamortisasi
sampai dengan pelunasan piutang.

Biaya transaksi dalam pemberian pinjaman oleh lembaga keuangan dapat diperlakukan
sebagai pengurang pinjaman yang diberikan jika biaya transaksi dibebankan ke nasabah
atau menambah jumlah pemberian pinjaman yang diberikan apabila biaya transaksi
dibayarkan ke lembaga keuangan. Biaya transaksi diamortisasi sepanjang umur piutang

Potongan penjualan dalam bentuk harga maupun kuantitas akan mempengaruhi pencatatan
pendapatan namun tidak mempengaruhi pencatatan piutang. Diskon penjualan yang
diakitkan dengan pembayaran dapat dicatat dengan menggunakan metode piutang neto
atau metode piutang bruto. Metode piutang bruto lebih umum digunakan.

Pengakuan setelah perolehan (Akhir Tahun) Penurunan Nilai


Penurunan Nilai
Langkah-langkah menentukan penurunan nilai :
a. Memisahkan Piutang menjadi 2 kelompok piutang signifikan dan piutang tidak
signifikan
b. Untuk kelompok piutang signifikan dihitung penurunan nilainya (impairment) satu
per satu atau secara individual
c. Kemudian piutang signifikan yang tidak mengalami penurunan nilai
dikelompokkan bersama-sama piutang tidak signifikan dan dihitung penurunan
nilai kolektifnya.

Penurunan Nilai Piutang Individual


a. Penurunan nilai piutang individual dapat dilakukan dengan cara :
b. Dihapuskan karena kondisi obyektif bahwa debitur tidak dapat membayar
piutangnya
c. Dicari nilai arus kas bersihnya jika dibetitur gagal bayar tepat waktu sesuai dengan
perjanjian

Penurunan Nilai Kolektif


UP2AI, Polinela, Tahun 2018 38
SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 39 dari 46

Terdapat 2 metode untuk menentukan besarnya persentase atau tingkat penurunan nilai
kolektif :
Metode pembebanan rata-rata (average charge methode) dan Metode roll rate

Metode pembebanan rata-rata (average charge methode)


a. Merupakan rata-rata persentase kerugian piutang yang dihapuskan neto selama 3
atau 5 tahun terakhir
b. Kerugian rata-rata per tahun di hitung dengan rumus piutang neto yang
dihapuskan/piutang rata-rata
c. Data yang diperlukan adalah :
– Jumlah piutang yang dihapuskan setiap tahun 5 tahun terakhir
– Jumlah piutang yang dibayar kembali setelah dihapuskan setiap tahun 5 tahun
terakhir
– Jumlah piutang awal tahun dan akhir tahun setiap tahun 5 tahun terakhirt
Metode roll rate
a. Menghitung probabilitas piutang periode ini yang tetap menjadi piutang di periode
selanjutnya
b. Data yang diperlukan adalah Daftar umur piutang setiap bulan dari bulan Januari
tahun berjalan sampai dengan bulan Januari tahun setelahnya. Jika daftar umur
piutang tidak memungkinkan maka data rollrate dihitung hanya untuk 11 bulan.
c. Cara menghitung Metode roll rate
– Menghitunga roll rate setiap kolom (rate setiap umur piutang setiap bulan)
– Menghitunga rata-rata roll rate setiap umur piutang
– Menghitung rate (%) penurunan nilai setiap umur piutang
– Mencari jumlah penurunan nilai dengan cara mengalikan jumlah piutang
berdasarkan umur piutang dikalikan dengan rate (%) penurunan masing masing

4. Bahan dan Alat


a. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
b. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
c. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Setiap mahasiswa akan
mendapatkan 1 soal kasus rekonsiliasi dan kas kecil

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 39


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 40 dari 46

6. Prosedur Kerja
Setiap mahasiswa mengerjakan soal pada buku panduan praktikum dengan bimbingan
dosen dan teknisi

7. Tugas dan Pertanyaan


a. Jelaskan definisi piutang!
b. Jelaskan klasifikasi piutang!
c. Selesaikan soal studi kasus berikut ini!

Kasus 1
PT Krakatau Manunggal adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Dalam
rangka penyusunan laporan akhir tahun 2015, PT Krakatau manunggal melakukan
evaluasi penurunan nilai piutangnya. Saldo piutang yang tercatat di neraca saldo akhir per
31 Desember 2015 adalah sebesar Rp400.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal Jatuh Jangka Waktu


No Nama Debitur Tanggal Jual Jumlah Piutang
Tempo (bulan)
1 PT KMC 2-Jan-15 2-Jul-15 6 8,000,000
2 PT Dumasa 4-Mar-15 4-Sep-15 6 6,000,000
3 PT Kajala 2-Mar-15 2-Dec-15 9 5,000,000
4 PT Urip 16-Jul-15 16-Jul-16 12 15,000,000
5 PT Bayu 7-Feb-15 7-Feb-17 24 32,000,000
6 PT Caraka 21-May-15 21-Nov-15 6 9,000,000
7 PT Mamasa 3-Apr-15 3-Jan-16 9 65,000,000
8 PT Gajila 5-Aug-15 5-Aug-16 12 26,000,000
9 PT Darmapala 23-Nov-14 23-Nov-17 36 75,000,000
10 PT Asa Sejahtera 6-Sep-15 6-Sep-16 12 120,000,000
11 PT Arimbi 12-Dec-15 12-Dec-16 12 7,000,000
12 PT Cikini 11-Nov-15 11-Aug-16 9 32,000,000
Total 400,000,000

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 40


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 41 dari 46

Informasi Tambahan sebagai berikut:


1. PT Krakatau Manunggal mengelompokkan piutang menjadi piutang signifikan jika
saldo piutang berjumlah lebih dari atau sama dengan Rp10.000.000,00
2. PT Urip telah dinyatakan pailit oleh pengadilan dan piutang telah diberikan tanpa
jaminan
3. PT Darmapala telah melakukan perjanjian resceduling pembayaran piutangnya
dengan PT Krakatau karena PT Darmapala telah mengalami kesulitan keuangan.
Pada Awalnya PT darmapala Akan melakukan pembayarannya piutangnya dalam 3
kali angsuran setiap tahunnya dimulai pada 23 November 2015 dengan besaran
yang sama tanpa bunga. Bunga efektif yang berlaku di pasar untuk piutang sejenis
adalah 6% p.a.. Perjanjian baru mengharuskan PT Darmapala membayar bunga
setiap tahunnya dimulai pada Tahun ke-2 sebesar 9% p.a. dari total pinjaman dan
pinjaman akan dibayarkan seluruhnya pada Tahun ke-4 pinjaman
4. Informasi penghapusan piutang tahun yang lalu adalah :

Tahun 2010 2011 2012 2013 2014


Penghapusan
Piutang 20,000,000 25,000,000 30,000,000 15,000,000 35,000,000

Piutang Recovery 5,000,000 2,000,000 3,000,000 6,000,000 5,000,000

Saldo Piutang 350,000,000 380,000,000 400,000,000 390,000,000 420,000,000

Diminta:
a. Tentukanlah besarnya beban penurunan nilai piutang untuk tahun buku 2015 di
laporan Posisi Keuangan PT Krakatau Manunggal jika PT KM menggunakan
metode pembebanan rata-rata untuk mengevaluasi penurunan nilai piutangnya.
b. Buatlah Jurnal penyesuaian yang diperlukan dalam rangka penurunan nilai piutang
tersebut

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 41


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 42 dari 46

9. Hasil Praktikum
Lembar Jawaban mahasiswa

BUKU PANDUAN PRAKTIKUM


(BPP)

Minggu ke : 7
Capaian Pembelajaran : Mampu menangani Piutang
Waktu : 120 Menit
Tempat : Politeknik Negeri Lampung

1. Sub Capaian Pembelajaran :


1. Mampu menentukan besarnya penurunan piutang
2. Mampu mencatat penurunan nilai piutang

2. Indikator Capaian Kinerja :


1. Mampu menentukan besarnya penurunan piutang
2. Mampu mencatat penurunan nilai piutang

3. Teori :

Pengakuan setelah perolehan (Akhir Tahun) Penurunan Nilai


Penurunan Nilai
Langkah-langkah menentukan penurunan nilai :

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 42


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 43 dari 46

d. Memisahkan Piutang menjadi 2 kelompok piutang signifikan dan piutang tidak


signifikan
e. Untuk kelompok piutang signifikan dihitung penurunan nilainya (impairment) satu
per satu atau secara individual
f. Kemudian piutang signifikan yang tidak mengalami penurunan nilai
dikelompokkan bersama-sama piutang tidak signifikan dan dihitung penurunan
nilai kolektifnya.

Penurunan Nilai Piutang Individual


d. Penurunan nilai piutang individual dapat dilakukan dengan cara :
e. Dihapuskan karena kondisi obyektif bahwa debitur tidak dapat membayar
piutangnya
f. Dicari nilai arus kas bersihnya jika dibetitur gagal bayar tepat waktu sesuai dengan
perjanjian

Penurunan Nilai Kolektif


Terdapat 2 metode untuk menentukan besarnya persentase atau tingkat penurunan nilai
kolektif :
Metode pembebanan rata-rata (average charge methode) dan Metode roll rate

Metode pembebanan rata-rata (average charge methode)


d. Merupakan rata-rata persentase kerugian piutang yang dihapuskan neto selama 3
atau 5 tahun terakhir
e. Kerugian rata-rata per tahun di hitung dengan rumus piutang neto yang
dihapuskan/piutang rata-rata
f. Data yang diperlukan adalah :
– Jumlah piutang yang dihapuskan setiap tahun 5 tahun terakhir
– Jumlah piutang yang dibayar kembali setelah dihapuskan setiap tahun 5 tahun
terakhir
– Jumlah piutang awal tahun dan akhir tahun setiap tahun 5 tahun terakhirt
Metode roll rate
d. Menghitung probabilitas piutang periode ini yang tetap menjadi piutang di periode
selanjutnya
e. Data yang diperlukan adalah Daftar umur piutang setiap bulan dari bulan Januari
tahun berjalan sampai dengan bulan Januari tahun setelahnya. Jika daftar umur
piutang tidak memungkinkan maka data rollrate dihitung hanya untuk 11 bulan.
f. Cara menghitung Metode roll rate
– Menghitunga roll rate setiap kolom (rate setiap umur piutang setiap bulan)

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 43


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 44 dari 46

– Menghitunga rata-rata roll rate setiap umur piutang


– Menghitung rate (%) penurunan nilai setiap umur piutang
– Mencari jumlah penurunan nilai dengan cara mengalikan jumlah piutang
berdasarkan umur piutang dikalikan dengan rate (%) penurunan masing masing

4. Bahan dan Alat


d. Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi. Akuntansi Keuangan Menengah 1.
Dwi Martani,dkk. Salemba Empat. 2012
e. Soal Kasus Penyajian Laporan Keuangan, Kertas Kerja Penyusunan Laporan
Keuangan
f. Laptop

5. Organisasi
Praktikum dari bab ini didisain dengan berupa tugas mandiri. Setiap mahasiswa akan
mendapatkan 1 soal kasus rekonsiliasi dan kas kecil

6. Prosedur Kerja
Setiap mahasiswa mengerjakan soal pada buku panduan praktikum dengan bimbingan
dosen dan teknisi

7. Tugas dan Pertanyaan


a. Jelaskan prosedur penurunan nilai piutang!
b. Selesaikan soal studi kasus berikut ini!

Kasus II
PT Krakatau Manunggal adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Dalam
rangka penyusunan laporan akhir tahun 2015, PT Krakatau manunggal melakukan
evaluasi penurunan nilai piutangnya. Saldo piutang yang tercatat di neraca saldo akhir per
31 Desember 2015 adalah sebesar Rp1.610.000.000 dengan rincian sebagai berikut:

Tanggal Jatuh Jangka Waktu


No Nama Debitur Tanggal Jual Jumlah Piutang
Tempo (bulan)
1 PT Kolaka 2-Jan-15 2-Jul-15 6 265,000,000
2 PT Jatarma 4-Mar-15 4-Sep-15 6 120,000,000
3 PT Sasana 2-Mar-15 2-Dec-15 9 110,000,000

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 44


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 45 dari 46

4 PT Bahana Karya 16-Jul-15 16-Jul-16 12 110,000,000


5 PT Wikema Mulia 7-Feb-15 7-Feb-17 24 105,000,000
6 PT Jasa Maya 21-May-15 21-Nov-15 6 102,000,000
7 PT Danapala 3-Apr-15 3-Jan-16 9 100,000,000
8 PT Muamanah 5-Aug-15 5-Aug-16 12 90,000,000
9 PT Karya Sejati 29-Juni-15 1-Juli-16 12 90,000,000
10 PT Malaya maju 6-Sep-15 6-Sep-16 12 87,000,000
11 PT Dasa Matra 12-Dec-15 12-Dec-16 12 82,000,000
12 PT Valuas Jaya 11-Nov-15 11-Aug-16 9 32,000,000
13 PT Rasama Putra 2-Jan-15 2-Jul-15 6 43,000,000
14 PT Taraka Mulya 4-Mar-15 4-Sep-15 6 55,000,000
15 PT Dama Sesama 2-Mar-15 2-Dec-15 9 75,000,000
16 PT Yakasa Bina 16-Jul-15 16-Jul-16 12 60,000,000
17 PT Malaka Baru 7-Feb-15 7-Feb-17 24 30,000,000
18 PT Jaya Abadi 21-May-15 21-Nov-15 6 24,000,000
19 PT Kadeta Nara 3-Apr-15 3-Jan-16 9 18,000,000
20 PT Lamaba Gaga 5-Aug-15 5-Aug-16 12 12,000,000
Total 1,610,000,000

Informasi Tambahan sebagai berikut:


5. PT Krakatau Manunggal mengelompokkan piutang menjadi piutang signifikan jika
saldo piutang berjumlah lebih dari atau sama dengan Rp60.000.000,00
6. PT Dasa Matra telah dinyatakan pailit oleh pengadilan dan piutang telah diberikan
dengan jaminan yang hanya mencakup 60% dari total piutang
7. PT Karya Sejati telah melakukan perjanjian resceduling pembayaran piutangnya
dengan PT Krakatau karena PT Karya Sejati telah mengalami kesulitan keuangan.
Pada Awalnya PT Karya Sejati Akan melakukan pembayarannya piutangnya
dalam jangka waktu 12 bulan yang meliputi pokok dan bunga dengan tingkat
bunga 6% p.a. dimulai pada bulan desember 2015 kali angsuran setiap bulan
dimulai pada bulan Juli 2015. Bunga efektif yang berlaku di pasar untuk piutang
sejenis adalah 5% p.a. Perjanjian baru mengharuskan PT Karya Sejati Akan
melakukan pembayarannya piutangnya dalam jangka waktu 24 bulan yang
meliputi pokok dan bunga dengan tingkat bunga 7% p.a.
8. Informasi umur piutang selama 1 tahun terakhir adalah sebagai berikut :
61-180 181-366
Bulan/Tahun Current 1-30 Hari 31-60 Hari Hari Hari > 365 Hari
01-Jan-14 769,022,389 366,218,135 10,727,110 96,386,376 29,719,805 4,421,128

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 45


SATUAN ACARA PERNGAJARAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 46 dari 46

01-Feb-14 784,716,724 362,592,213 13,408,888 94,496,447 31,284,005 4,967,560


01-Mar-14 800,731,351 359,002,191 16,761,110 92,643,576 32,930,532 5,581,528
01-Apr-14 817,072,807 355,447,714 20,951,387 90,827,035 34,663,718 6,271,380
01-May-14 833,747,762 351,928,429 26,189,234 89,046,113 36,488,124 7,046,494
01-Jun-14 850,763,023 348,443,989 32,736,543 87,300,111 38,408,551 7,917,409
01-Jul-14 868,125,533 344,994,049 40,920,678 85,588,344 40,430,054 8,895,965
01-Aug-14 885,842,381 341,578,266 51,150,848 83,910,141 42,557,952 9,995,466
01-Sep-14 903,920,797 338,196,303 63,938,560 82,264,844 44,797,844 11,230,861
01-Oct-14 922,368,160 334,847,825 79,923,200 80,651,808 47,155,625 12,618,945
01-Nov-14 941,192,000 331,532,500 99,904,000 79,070,400 49,637,500 14,178,590
01-Dec-14 960,400,000 328,250,000 124,880,000 77,520,000 52,250,000 15,931,000
31-Dec-14 980,000,000 325,000,000 156,100,000 76,000,000 55,000,000 17,900,000
Diminta:
c. Tentukanlah besarnya beban penurunan nilai piutang untuk tahun buku 2015 di
laporan Posisi Keuangan PT Krakatau Manunggal jika PT KM menggunakan
metode roll rate untuk mengevaluasi penurunan nilai piutangnya.
d. Buatlah Jurnal penyesuaian yang diperlukan dalam rangka penurunan nilai piutang
tersebut

8. Pustaka
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2013. Standar Akuntansi Keuangan ETAP. Jakarta. Ikatan
Akuntansi Indonesia

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Keuangan per Juli 2012. Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia

Martani, Dwi, et al. 2012. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta. Salemba Empat

9. Hasil Praktikum
Lembar Jawaban mahasiswa

UP2AI, Polinela, Tahun 2018 46


KONTRAK PERKULIAHAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 1 dari 4

KONTRAK PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Akuntansi Keuangan Menengah II


Kode Mata Kuliah : PAT 1412
Pengajar : Rusmianto,S.E.,M.Si.
Evi Yuniarti,S.E.,M.Si.
Semester : III
SKS / Jam per minggu : 3 (2-1)/ K: 2(2x50’) + P: 120’
Tempat Perkuliahan : Politeknik Negeri Lampung

1. Manfaat Mata Kuliah :

2. Deskripsi Perkuliahan :

3. Capaian pembelajaran Matakuliah

4. Capaian (Hasil) Pembelajaran Pertemuan

5. Organisasi Materi/ Peta Matakuliah

6. Strategi Perkuliahan
KONTRAK PERKULIAHAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 2 dari 4

Kuliah diberikan dalam bentuk ceramah, diskusi, presentasi, praktikum mahasiswa di ruang kuliah
dengan menggunakan komputer/laptop .

7. Referensi Utama dan Penunjang

8. Tugas

1. Kuis (penguasaan pengetahuan) dengan cara tes (20%)


2. Membuat makalah (penguasaan pengetahuan(10%)
3. UTS (penguasaan pengetahuan) 17,5%
4. UAS (penguasaan pengetahuan) dengan cara tes (17,5%)
5. Hasil Praktikum (penguasaan ketrampilan) dengan cara Observasi dan presentasi (10 %)
6. Laporan (penguasaan keterampilan) = 10%
7. Aktivitas Latihan di Lab (Pengetahuan dan Sikap ) (5 %)
8. Presentasi = 10%

9. Kriteria Penilaian

Mengacu pada Peraturan Akademik dan Kedisiplinan Mahasiswa Polinela tahun2015, Bab IV
pasal 12.

Huruf Angka
A >=75.4
B 65.5-75.4
C 55.0-65.4
D 45.0-54.9
E <45.0

Aspek-aspek yang dinilai dalam penentuan Nilai Akhir, meliputi:

9. Jadwal perkuliahan:

Pertemuan
Bahan Kajian Bacaan/Bab
ke:
KONTRAK PERKULIAHAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 3 dari 4

Akuntansi Keuangan dan Standar Bab 1, Kerangka Dasar Penyajian


1 Akuntansi dan Penyusunan Laporan
Keuangan
Penyajian Laporan Keuangan : PSAK 1, Bab 3
Laporan Laba-rugi dan Penghasilan
2
Komperhensif Lain dan Laporan
Ekuitas
Penyajian Laporan Keuangan : PSAK 1, PSAK 8, Bab 4
3 Laporan Posisi Keuangan dan Catatan
ats Laporan Keuangan
4 Laporan Arus Kas PSAK 2, Bab 4
Instrumen Keuangan dan Kas PSAK 55, PSAK 50, PSAK 60,
5
Bab 5
Piutang dan Pinjaman yang diberikan PSAK 55, PSAK 50, PSAK 60,
6
Bab 5
Piutang dan Pinjaman yang diberikan PSAK 55, PSAK 50, PSAK 60,
7
Bab 5
8 UTS
9 Persediaan PSAK 14, Bab 6
Aset Tetap PSAK 16, PSAK 26, ISAK 25,
10
Bab 7
11 Aset Tetap PSAK 16, PSAK 68, Bab 7
12 Properti Investasi PSAK 13, ISAK 31, Bab 7
13 Depresiasi dan Penurunan Nilai PSAK 48, Bab 8
14 Aset Tak Berwujud PSAK 19, ISAK 14, Bab 9
Aset Tidak Lancar yang Dimiliki PSAK 58, Bab 10
15 untuk Dijual

16 UAP

Catatan :
Apabila ada kuliah yang kosong karena dosen berhalangan hadir, materi dapat dijadikan
tugas atau digabung dengan materi minggu selanjutnya sesuai kesepakatan bersama.
KONTRAK PERKULIAHAN
POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG

Kode : P Tanggal: Revisi: 0 Halaman : 4 dari 4

Bandar Lampung, ................ 2016.

Dosen Penanggung Jawab MK

..............................................
PANDUAN UMUM
1. Perangkat Ajar terdiri atas:

a) Sampul Luar
b) Sampul dalam
c) Halaman Pengesahan
d) Daftar Isi
e) Peta Kompetensi Matakuliah
f) Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Perkuliahan /Praktikum Semester (RPS)
g) Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
h) Buku Panduan Praktikum(BPP)
i) Kontrak Perkuliahan

2. Perangkat Ajar diketik dengan menggunakan Jenis Huruf : Times New Roman, fond: 12
(kecuali dalam tabel dapat menggunakan fond yang lebih kecil), diketik dengan spasi 1,5

3. Perangkat Ajar dicetak pada kerta HVS 80 gms ukuran A4 dan dijilid dengan sampul soft
(buku/ tidak dengan luckband)

4. Semua komponen perangkat ajar (a s.d i) dijilid menjadi satu, dikoordinir oleh masing-
masing Jurusan/MKU.

5. Perangkat Ajar dikumpulkan ke UP2AI sebanyak 3 rangkap + 1 CD, paling lambat 16


Desember 2016.