Anda di halaman 1dari 2

1) Makna klinis diare bercampur lendir dan darah sejak 3 hari yang lalu?

Jawab:
Diare dapat terjadi akibat lebih dari satu mekanisme. Pada infeksi bakteri paling tidak ada
dua mekanisme yang bekerja, peningkatan sekresi usus dan penurunan absorbsi di usus.
Infeksi bakteri menyebabkan inflamasi dan mengeluarkan toksin yang menyebabkan
terjadinya diare. Infeksi bakteri yang invasif mengakibatkan perdarahan atau adanya leukosit
dalam feses. Mekanisme infeksinya ialah dengan menginvasi mukosa. Pertama, bakteri
menginvasi dan merusak sel epitel mukosa. Ini terjadi sebagian besar di kolon dan bagian
distal ileum. Invasi kemudian diikuti dengan pembentukan mikroabses dan ulkus superficial
yang menimbulkan eritrosit dan leukosit sehingga terdapat pada feses. Toksin yang
dihasilkan juga menyebabkan kerusakan jaringan dan kemungkinan juga peningkatan sekresi
air dan elektrolit dan mukosa. Dengan demikian, terjadilah diare yang disertai darah dan
lendir pada feses.

Manifestasi klinis diare sejak 3 hari yang lalu menandakan pasien menderita diare akut. Diare
akut yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari ( umumnya kurang dari 7 hari ). Gejala
dan tanda sudah berlangsung < 2 minggu sebelum datang berobat. Akibat diare akut adalah
dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.
Diare akut karena infeksi dapat disertai keadaan muntah-muntah dan/atau demam, tenesmus,
hematochezia, nyeri perut atau kejang perut. Pembagian diare akut berdasarkan proses
patofisiologi enteric infection, yaitu membagi diare akut atas mekanisme inflamatory, non
inflammatory, dan penetrating.

Inflamatory diarrhea
Akibat proses invasi dan cytotoxin di kolon dengan manifestasi sindroma disentri dengan
diare yang disertai lendir dan darah. Gejala klinis umumnya adalah keluhan abdominal
seperti mulas sampai nyeri seperti kolik, mual, muntah, demam, tenesmus, serta gejala dan
tanda dehidrasi. Pada pemeriksaan tinja rutin, secara makroskopis ditemukan lendir dan/ atau
darah, secara mikroskopis didapati leukosit polimorfonuklear.
Non inflammatory
Diarrhea kelainan yang ditemukan di usus halus bagian proksimal. Proses diare adalah
akibat adanya enterotoksin yang mengakibatkan diare cair dengan volume yang besar tanpa
lendir dan darah, yang disebut dengan Watery diarrhea. Keluhan abdominal biasanya
minimal atau tidak ada sama sekali, namun gejala dan tanda dehidrasi cepat timbul, terutama
pada kasus yang tidak segera mendapat cairan pengganti. Pada pemeriksaan tinja secara rutin
tidak ditemukan leukosit. Mikroorganisme penyebab seperti, V.cholerae, Enterotoxigenic
E.coli (ETEC), Salmonella.
Penetrating
Diarrhea lokasi pada bagian distal usus halus. Penyakit ini disebut juga Enteric fever,
Chronic Septicemia, dengan gejala klinis demam disertai diare. Pada pemeriksaan tinja
secara rutin didapati leukosit mononuclear. Mikroorganisme penyebab biasanya S. thypi, S.
parathypi A, B, S. enteritidis, S. cholerasuis, Y. enterocolitidea, dan C. fetus.

Sumber :

1. Raymond R. Tjandrawinata, Dwi Nofiarny, Eppy. Diare Akut. Medicinus. Jakarta : Penyakit
Dalam RSUP Persahabatan. 2009(22):3;91-98.